Home
Login.
Artikelilmiahs
5163
Update
DEPRI SATRIA UTAMA
NIM
Judul Artikel
Proses Regenerasi Kesenian Ebeg di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ebeg adalah sebuah tarian yang menampilkan sekelompok orang yang menunggang kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses regenerasi anggota kelompok kesenian ebeg dan permasalah yang dihadapi dalam proses regenerasi kesenian ebeg di Kecamatan Kejobong. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menerangkan sejarah dan gambaran kesenian Ebeg. Dalam perekrutan anggota kesenian ebeg dilakukan dengan sukarela yang nantinya dicari oleh ketua kesenian ebeg terhadap para masyarakat atau generasi muda yang dianggap mampu menerima indang yang nanti dicari dan diberikan kepada sang calon penari ebeg tentu dengan cara berlatih dan melakukan ritual-ritual terlebih dahulu sebelum dinyatakan sebagai penari ebeg, sedangkan perekrutan penayagan biasanya dalang atau pemimpin kesenian hanya mengambil orang yang sudah bisa memainkan gamelan. Dalam perkembangannya kesenian ebeg ini bukan tanpa masalah dalam regenerasinya, dijaman sekarang sangat susah mencari generasi untuk meneruskan kesenian rakyat ini. Mereka beranggapan bahwa kesenian ini tidak ada nilai ekonomisnya sehingga mereka sangat susah untuk dirangkul menjadi penerus kelompok kesenian ebeg tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ebeg is a dance featuring a group of people on horseback. This study aims to determine the regeneration of member arts groups ebeg and problems encountered in the process of regeneration in the District Kejobong ebeg art. Methods This study uses descriptive qualitative method. Results of this study explain the history and art picture Ebeg. In recruiting voluntary ebeg art that will be sought by the chairman of the art ebeg against the community or youth who are considered capable of receiving indang who later sought and given to the prospective dancers ebeg certainly the way practice and perform rituals before expressed as ebeg dancers, while recruitment penayagan mastermind or leader is usually only the arts can take people who already play the gamelan. In the development ebeg art is not without problems in regeneration, an age now very hard to find a generation to continue this folk art. They assume that this art no economic value so that they are very difficult to be a successor group embraced the art ebeg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save