Artikel Ilmiah : F1F008112 a.n. ABDUL LATIF AKHMAD

Kembali Update Delete

NIMF1F008112
NamamhsABDUL LATIF AKHMAD
Judul ArtikelTHE ANALYSIS OF SEMANTIC DIMENSION IN THE DIALOGUE OF PRESIDENT CLINTON ON RACE
(A Discourse Analysis Approach)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengungkapkan penggunaan dimensi semantik dalam ungkapan President Bill Clinton dalam dialoguenya tentang ras dan (2) untuk menjelaskan bagaimana pengaruh dimensi semantik dalam pernyataan dan proposal dalam dialog tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan data dari penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan dari President Clinton dalam dialognya tentang ras. Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisis wacana yang dikolaborasikan dengan teori dimensi semantik dari Lemke (1998:4-5). Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel data bertujuan. Setelah peneliti melaksanakan penelitian ini, peneliti menemukan 6 evaluasi dimensi semantik dalam ungkapan-ungkapan President Bill Clinton dalam dialognya tentang ras. Penemuan tersebut adalah: ada 22 evaluasi dimensi semantik desirability, 63 evaluasi dimensi semantik warrantability, 11 evaluasi dimensi semantik normativity, 7 evaluasi dimensi semantik usuality, 10 evaluasi dimensi semantik importance, 9 evaluasi dimensi semantik comprehensibility, dan kategori yang terakhir dari dimensi semantik yang dicetuskan oleh Lemke; 0 evaluasi dimensi semantik humorousness. Jumlah yang signifikan dari keenam dimensi semantic diatas dikarenakan dalam mencapai kesepakatan yang baik dalam sebuah dialognya, Presiden Bill Clinton harus menggunakan ungkapan-ungkapan berdasarkan keinginannya, kepercayaannya, pertimbangan dan pemahaman yang sesuai dengan norma-norma dan kebiasaan-kebiasaan yang dia peroleh dari pengalaman hidupnya. Sedangkan tidakditemukannya evaluasi dimensi semantik humorousness terjadi karena President Bill Clinton ingin menekankan, meyakinkan dan mendorong para pendengar bahwa ungkapan-ungkapannnya disampaikan dengan pernyataan yang jelas, informasi yang faktual, realita dan pengalamannya dalam format yang lebih formal sehingga beliau tidak menggunakan dimensi semantik humorousness dalam dialog tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purposes of this research are (1) to find out the semantic dimension used by President Bill Clinton in his dialogue and (2) to explain how that semantic dimension influence the use of the proposition or proposal in that dialogue.This research applied qualitative research method. The data were the 24 utterances in the dialogue on race with President Clinton program performed by President Bill Clinton. The data were analyzed using the discourse analysis in collaboration with semantic dimension purposed by Lemke (1998:4-5). The purposive sampling is used to take the data of the research.After conducting the analysis, the researcher found that from 7 categories of semantic dimension proposed by Lemke, 6 of them occurring in the utterances of President Bill Clinton in the dialogue. Those semantic dimension were: 22 evaluations of semantic dimension of desirability, 63 evaluations of semantic dimension of warrantability, 11 evaluations of semantic dimension of normativity, 7 evaluation of semantic dimension of usuality, 10 evaluations of semantic dimension of importance, 9 evaluation of semantic dimension of comprehensibility and the one last category of the seven semantic dimensions; 0 evaluation of semantic dimension of humorousness. The significance of those six evaluations happen since to reach the good agreement in the dialogue, President Bill Clinton should produce more utterances containing statements mostly based on his intension, his belief, his consideration, his comprehension which suitable with the norm and the usualities he acquired in his experience. In other hand the president did not deliver the statements which contain the evaluation of semantic dimension of humorousness at all because he wants to emphasize, ensure, persuade the hearers that his arguments were uttered by some strict utterances, factual information, realities and his own knowledge and experiences in the more formal way, so he did not use the evaluation of humorousness.
Kata kuncidialogue on race with president Clinton, evaluator, semantic dimension.
Pembimbing 1Tuti Purwati S. S., M. Pd.
Pembimbing 2Ika Maratus Sholikhah, S. S., M. A.
Pembimbing 3Asrofin Nur Kholifah, S. S., M. Hum
Tahun2014
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.