Artikel Ilmiah : G1A009003 a.n. KHOIRUL ANAM

Kembali Update Delete

NIMG1A009003
NamamhsKHOIRUL ANAM
Judul ArtikelPerbedaan Jumlah Asupan Energi Antara Remaja Desa dan Kota di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Permasalahan gizi yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktifitas remaja meningkat dewasa ini. Permasalahan tersebut terjadi akibat beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal lebih menekankan kepada aspek fisik dan psikososial remaja. Sementara faktor eksternal yang dapat mempengaruhi asupan gizi seorang remaja seperti lokasi tempat tinggal (lingkungan), akses fisik, teknologi, dan latar belakang ekonomi. Tujuan: Mengetahui perbedaan jumlah asupan energi antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Delapan puluh orang sampel diambil dari empat sekolah menengah atas (SMA) yang mewakili wilayah desa dan kota di Kabupaten Banyumas melalui random cluster sampling. Sampel remaja desa diwakili oleh siswa dari SMAN Jatilawang dan SMAN 3 Purwokerto, sementara sampel remaja kota diwakili oleh siswa SMAN Sokaraja dan SMAN 4 Purwokerto. Data asupan energi diperoleh dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam. Analisis data menggunakan uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji komparasi menggunakan Independent T-Test.
Hasil : Jumlah asupan energi harian remaja desa sebesar 2230,533 kkal dan remaja kota sebesar 2675,515 kkal dengan p-value 0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan jumlah asupan energi yang bermakna antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan: Asupan energi remaja kota di Kabupaten Banyumas lebih besar daripada remaja desa.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Nutritional problems that negatively impact to the adolescent’s health and productivity was increased nowadays. These problems occurred due to several factors, both internal and external. The internal factors more emphasized on the physical and psychosocial aspects of adolescent. While the external factors that can affected the energy intake of an adolescent such as location of residence (environment), physical access, technology, and economic background.
Objective: To define the difference in the amount of energy intake between rural and urban adolescents in Banyumas Regency.
Method: This research used an observational analytic study with cross-sectional approach. Eighty samples were taken from four different senior high schools in Banyumas through random cluster sampling method. Samples of rural adolescents were represented by students from Jatilawang state senior high school and Purwokerto 3 state senior high school, while samples of urban adolescents were represented by students from Sokaraja state senior high school and Purwokerto 4 state senior high school. The data of energy intake was obtained by using 3x24 hours food-recall questionnaire. Then data were analyzed using Saphiro-Wilk normality test and Independent T-test.
Results: Total daily energy intake of rural adolescents were 2230,533 kcal and for urban adolescents were 2675,515 kcal with p-value 0.000 (p <0.05). There was a significant difference in the amount of energy intake between rural and urban adolescents in Banyumas.
Conclusion: Total daily energy intake of urban adolescents in Banyumas were bigger than rural adolescents.
Kata kunciAsupan energi, remaja desa, remaja kota, Kabupaten Banyumas
Pembimbing 1dr. Madya Ardi Wicaksono, M.Si.
Pembimbing 2dr. Mambodyanto SP, S.H., M.MR.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.