Home
Login.
Artikelilmiahs
3699
Update
AHMAD SEKHUDIN
NIM
Judul Artikel
TANGGAP TIGA KULTIVAR PISANG TERHADAP BEBERAPA KONSENTRASI Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui 1) tanggap tiga kultivar bibit pisang terhadap penyebab penyakit layu Fusarium dengan berbagai konsentrasi dan 2) konsentrasi Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) awal yang dapat menyebabkan timbulnya gejala layu. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan, yaitu pada bulan November 2011 sampai Febuari 2012, dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 7 kali ulangan dan 7 perlakuan. Tujuh perlakuan yang dicoba adalah kontrol, konsentrasi 1 x 101 - 1 x 106 konidium/ml larutan Foc VCG 01213/16, yang diberikan pada masing-masing kultivar pisang yaitu aksesi Musa accuminata var. tomentosa (PAR72), aksesi Musa accuminata var. tomentosa (PAR 100), dan hybrid Pisang klutuk dan Musa acuminate var malaccencis (402 KLMM). Variabel yang diamati adalah keparahan penyakit pada akar (RDI) dan daun (LSI), masa inkubasi, pertambahan panjang tanaman, panjang akar terpanjang,jumlah akar, jumlah akar terineksi, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar hybrid Pisang klutuk dan Musa acuminata var. malaccencis (402 KLMM) paling tahan terhadap infeksi Foc dengan tingkat RDI 1,39 dan LSI 1,51 dan memiliki kandungan senyawa fenol tertinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to determine 1) respons of three banana seedlings cultivars against Fusarium wilt with various concentrations, and 2) the initial concentration of Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) can cause wilting symptoms. This research was conducted for four months, from November 2011 until February 2012, at the Laboratory of Plant Protection and in the greenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Randomized block design arranged by factorial was used with 7 times replicates and 7 treatments. The treatments were control, concentration of 1 x 101 up to 1 x 10¬6 conidia ml-1 solution of Foc VCG 01 213/16, applied in every banana cultivars i.e., Musa accuminata var. tomentosa (PAR 72), Musa accuminata var. tomentosa (PAR 100), and hybrid “klutuk” banana and Musa acuminata var. malaccencis (402 KLMM). Observed variables were disease severity of root (RDI) and leaf (LSI), incubation period, length of the plant, longest root length, number of roots, number of infected roots, and number of leaves. Results of the research showed that the hybrid “klutuk” banana and Musa acuminata var. malaccencis (402 KLMM) was the most resistant banana cultivar to Foc infection with RDI and LSI levels 1,39 and 1,51 LSI, respectively and contained the highest phenolic compounds.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save