| NIM | F1A006064 |
| Namamhs | KEMAL FUAD RAMADHAN |
| Judul Artikel | KETERLIBATAN PASIEN DALAM TERAPI BERMAIN ALAT MUSIK ANGKLUNG DI KARMEL STROKE CENTER DI JALAN KEMANGGISAN RAYA JAKARTA BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Stroke didefinisikan sebagai defisit (gangguan) fungsi sistem saraf yang terjadi mendadak dan disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Stroke terjadi akibat gangguan pembuluh darah di otak. Gangguan peredaran darah otak dapat berupa tersumbatnya pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah di otak. Dampak yang terjadi dari akibat serangan stroke tersebut berpengaruh pada kognitif atau penalaran manusia. Disamping itu penyakit stroke sering disertai dengan berbagai masalah seperti stress berkepanjangan, depresi, gangguan tidur, disfungsi ereksi, osteoporosis. Untuk mengembalikan kerusakan fungsi akibat serangan stroke, salah satunya dengan menggunakan terapi bermain alat musik angklung seperti yang dilakukan oleh Karmel Stroke Center (Klinik Neuropsikiotri dan Revitalisasi) di Jalan Kemanggisan Raya Jakarta Barat. Pasien pasca stroke dituntut aktif dan fokus dalam menjalani terapi bermain angklung untuk dapat memperbaiki organ tubuh atau sistem motorik serta saraf yang rusak akibat serangan stroke. Terapi bermain angklung dalam penelitian ini yaitu pasien secara individual akan memainkan angklung dengan nada yang berbeda-beda kemudian daya ingat serta konsentrasinya akan dilatih ketika mereka harus memainkan nada masing-masing sesuai dengan tempo lagu dan penempatan nada yang sudah ditentukan. Proses percepatan kesembuhan pasien dibantu oleh terapi bermain angklung yang dipilih karena cara memainkannya bisa dikatakan cukup mudah, hanya dengan menggerak-gerakkannya atau menggetarkannya. Bermain angklung dapat melatih lebih dari satu saraf untuk saling berintegrasi. Selain itu, pola interaksi yang terbangun antara pasien dengan terapis, pasien dengan pasien dalam berbagi pengalaman, berbagi motivasi, membuat para pasien melatih cara berkomunikasi kembali dan memulihkan rasa percaya diri yang sempat runtuh akibat kehilangan fungsi normal tubuh mereka yang artinya pintu harapan akan kesembuhan pasien dapat terwujud. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keterlibatan pasien pasca stroke dalam terapi bermain alat musik angklung, serta dampaknya terhadap pasien pasca stroke yang tergabung dalam klub stroke di Karmel Stroke Center yang berlokasi di Jalan Kemanggisan Raya, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pasien pasca stroke dalam terapi bermain alat musik angklung yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kesehatan mental dan fisik pada para pasien pasca stroke yang tergabung dalam Klub Stroke Karmel mengalami perkembangan setelah menjalani terapi bermain alat musik. Yang awalnya kurang ekspresif, reaksi lambat, gagap berbicara, setelah menjalani tahap terapi bermain angklung mereka menjadi lebih ekspresif, reaksi cepat, periang, serta daya ingat meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi bermain alat musik angklung memberikan peningkatan positif pada kognitif para pasien pasca stroke. Sejauh ini proses terapi bermain angklung yang dilakukan di Karmel Stroke Center sudah berjalan dengan baik. Namun perlu adanya memberikan sistem PR atau pekerjaan rumah kepada para pasien agar dampak serta manfaat dari terapi tersebut semakin signifikan karena tidak hanya dilakukan satu kali dalam satu minggu. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Stroke is defined as a deficit (disorder) function of the nervous system that occur suddenly and are caused by the brain circulatory disorders. Stroke occurs due to disturbance in the blood vessels of the brain. Circulatory disorders of the brain may be a blockage of blood vessels or rupture of blood vessels in the brain. Impact that occurs from a stroke due to the effect on cognitive or reasoning manusia. Besides stroke is often accompanied by a variety of problems such as prolonged stress, depression, sleep disorders, erectile dysfunction, osteoporosis. To restore impaired function due to stroke, one is to using play angklung theraphy as was done by Karmel Stroke Center (Neuropsychiatric Clinic and Revitalization) at Kemanggisan Raya Street, West Jakarta. Post-stroke patients are actively and focus on play therapy angklung to be able to repair organs or the nervous system and the motor is damaged by a stroke. Playing angklung theraphy in this study that patient will be play angklung individually with different tones then their memory and concentration will be trained when they have to play each note according to the tempo of the song and the placement of the tone that has been determined. Acceleration of the healing process of patients assisted by selected playing angklung theraphy as how to play it can be quite easy, just to move it or vibrates it. Playing angklung can train more than one nerve to integrate with each other. In addition, the pattern of interaction between the patient awoke with a therapist, patients with patients in shared experiences, shared motivation, make the train patients how to communicate back and restoring the confidence that had collapsed due to loss of normal function of their body which means door in hopes of healing the patient can be realized. This study was conducted to determine the involvement of post stroke patients in play angklung theraphy conducted in Karmel Stroke Center that located in Kemanggisan Raya Street, West Jakarta. This study uses a descriptive research method. Informant selection techniques using purposive sampling. Techniques of data collection using in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that the involvement of post stroke patients in play angklung theraphy have shown positive results. Based on the research that has been done, mental and physical health in post-stroke patients who are members of the Stroke Club of Karmel experiencing growth after playing music theraphy. Were initially less expressive, slow reaction, stuttering speech, after undergoing play angklung theraphy stage they become more expressive, fast reaction, cheerful, and increased memory. It can be concluded that the playing angklung theraphy provide a positive improvement in cognitive post-stroke patients. So far the process of playing angklung therapy conducted in Carmel Stroke Center already well. But there needs to be give HW system or homework to the patient so that the impact and benefits of the therapy the more significant because not only do once a week. |
| Kata kunci | Terapi musik, stroke, kesehatan |
| Pembimbing 1 | Dra. Sotyania Wardhiana, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Drs. Hendri Restuadhi, M.Si, MA (SOC) |
| Pembimbing 3 | Drs. Masrukin, M.Si. |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|