Home
Login.
Artikelilmiahs
8587
Update
SITI SOLEAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH METODE BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN ALGINAT Sargassum polycystum YANG DITANAM DI PANTAI TEBENG CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sargassum polycystum merupakan salah satu rumput laut coklat penghasil alginat. Kebutuhan alginat di berbagai industri setiap tahunnya mengalami peningkatan, namun Sargassum belum dibudidayakan. Pengembangan budidaya secara intensif melalui metode budidaya dan umur tanam yang tepat sehingga diharapkan mampu menghasilkan pertumbuhan dan kandungan alginat yang tinggi. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pertumbuhan S. polycystum dari masing-masing metode budidaya dan kandungan alginat dari kombinasi umur dan metode budidayanya di Pantai Tebeng, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Rancangan dasar untuk kandungan alginat S. polycystum menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Split Plot yang diulang sebanyak 3 kali. Petak utama dalam penelitian ini adalah metode budidaya meliputi metode apung dan metode dasar. Anak petaknya adalah umur setelah penanaman yang terdiri dari 7, 14, 21 dan 28 hst. Hasil pertumbuhan S. polycystum tertinggi diperoleh pada metode dasar umur 28 hst, menunjukkan sebesar 17.38 gram.hari-1, sedangkan pertumbuhan terendahnya pada metode apung umur 7 hst sebesar 3.42 gram.hari-1. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa interaksi metode budidaya dan umur tanam berpengaruh nyata terhadap kandungan alginat S. polycystum. Kandungan alginat tertinggi dihasilkan pada metode dasar umur tanam 28 hst sebesar 58.33%. Kandungan alginat terendah dihasilkan dari metode apung dan dasar umur tanam 7 hst sebesar 11.67%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sargassum polycystum is one of macroalgae what be able to produce alginate. The Necessity of alginat in various industries had increased on every year, but Sargassum has not cultivated yet. Cultivation development intensively use common cultivation methods and age of growth season properly which can be able to produce good growth and highest alginate. This study is used an experimental method in the laboratory. The basic design used for the content of alginate S. polycystum use completely randomized design (CRD) with split plot pattern design which repeated 3 times. The main plot of this study is a method of cultivation are included by floatting method and bottom method and subplot is age after planting are consist of 7, 14, 21 and 28 dap. The cultivation result of S. polycystum by bottom method with 28 dap, showed the highest growth rate about 17.38 gram.day-1, while the lowest growth were founded on bottom method on age 7 dap about 3.42 gram.day-1. The Results of analysis of variance (ANOVA) showed that the interaction of cultivation method and growth age have significant effect on the subtances of alginate from S. polycystum. The highest alginate are produced by bottom method of planting on age 28 dap about 58.33%. The Lowest alginate are produced by floatting and bottom methods of planting on age 7 dap about 11.67%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save