Home
Login.
Artikelilmiahs
6661
Update
JEIHAN NABILA
NIM
Judul Artikel
OPTIMALISASI PRODUK USAHATANI TUMPANGSARI UBI KAYU DENGAN KACANG TANAH DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Karanglewas merupakan Kecamatan yang sebagian besar warganya bekerja sebagai petani ubi kayu. Namun, seiring bertambahnya jumlah penduduk lahan pertanian pun semakin sempit. Solusi permasalahan tersebut adalah penggunaan sistem pola tanam tumpangsari. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karanglewas. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui jumlah produk optimal ubi kayu dengan kacang tanah agar petani memperoleh pendapatan maksimal, 2) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan petani dari berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah pada kondisi aktual, 3) Mengetahui besarnya pendapatan maksimal yang dapat diterima petani dari berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stratified random sampling, diperoleh petani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah sebanyak 69 petani. Sasaran penelitian ini adalah para petani yang berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah di Kecamatan Karanglewas, khususnya Desa Tamansari, Desa Karangkemiri dan Desa Karanggude Kulon. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, dan analisis program linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) jumlah produk optimal pada usahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah, untuk ubi kayu adalah sebesar 11,2057 ton per 0,35 hektar dan kacang tanah sebesar 0,376 ton per 0,35 hektar, 2) Besarnya biaya yang dikeluarkan petani dalam berusahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah pada kondisi aktual adalah sebesar Rp7.626.618,59 dan pendapatan yang diterima adalah sebesar Rp4.095.816,20, dan 3) Pendapatan maksimal yang dapat diperoleh petani dari hasil usahatani tumpangsari ubi kayu dengan kacang tanah adalah sebesar Rp4.854.551 per luas lahan 0,35 hektar atau sebesar Rp13.884.015,86 per hektarnya. Produk ubi kayu dengan kacang tanah yang dihasilkan masih belum optimal karena jumlah produksi aktual masih dibawah jumlah produk optimalnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Karanglewas Subdistrict is a Subdistrict which mostly its resident work as cassava farmers. However, together along with the increasing number of resident, the farmland becomes increasingly narrow. The solution to solve these problems is the use of intercropping system. The research was held in Karanglewas Subdistrict. This research aimed to: 1) determine the optimal number of products cassava with peanut in order farmers can obtain maximum income, 2) Know the costs and income of farmers from farming cassava intercropped with peanut on actual conditions, 3) Know the maximum amount of income that can be received by farmers from farming cassava intercropped with peanut. The sampling method used in this research is stratified random sampling, which is obtained cassava intercropped with peanuts as much as 69 farmers. The target research was cassava farmers intercropped with peanut in Karanglewas Subdistrict, especially Tamansari Village, Karangkemiri Village and Karanggude Kulon Village. Data was taken in May 2013. The analytical method used are analysis of costs and revenues, and linear program analysis. Result of the research shows that : 1) the optimal number of products from farming cassava intercropped with peanut, cassava is equal with 11,2057 tons per 0,35 hectare, and peanuts amounted to 0,376 tons per 0,35 hectare, 2) The amount of costs incurred from farming cassava intercropped with peanuts on the actual condition is with the amount of Rp7.626.618,59 and income received with the amount of Rp4.095.816,20 and 3) the maximum income that can be obtained by farmers from farming cassava intercropped with peanut is with the amount of Rp4.854.551 per 0,35 hectare or Rp13.884.015,86 per hectare. Product of cassava and peanut produced are still not optimal because the amount of actual production is still below its optimal amount of product.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save