Home
Login.
Artikelilmiahs
6505
Update
NINTA ENGGUN DIASTI
NIM
Judul Artikel
KADERISASI CALON ANGGOTA LEGISLATIF PDI PERJUANGAN KABUPATEN BANYUMAS PADA TAHUN 2009
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kaderisasi bagi calon legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas dan faktor- faktor yang menjadi kendala dalam proses kaderisasi calon legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas pada tahun 2009. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di DPC Kabupaten Banyumas. Informan penelitian ini meliputi ketua, wakil ketua, ketua bidang kaderisasi partai dan peserta kaderisasi. Informan kunci (key informant) adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas. Analisis data mengggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian yaitu proses kaderisasi bagi calon anggota legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas dimulai dari proses menjadi anggota partai. Pengkaderan dilakukan secara berjenjang mulai dari kader pratama, madya dan utama. Pengkaderan calon legislatif tahun 2009 tidak dilakukan secara khusus, namun dilakukan bersamaan dengan kegiatan rapat partai baik yang dilakukan secara tertutup maupun terbuka yang melibatkan DPC dan DPP, termasuk trainer yang berkompeten dibidangnya. Materi kaderisasi sudah baku yang terdiri dari enam materi dasar. Calon legislatif dari PDI Perjuangan tahun 2009 berasal dari kader partai yang memiliki persyaratan seperti sudah lama menjadi kader partai, memiliki loyalitas dan komitmen yang tinggi pada partai yang dilakukan oleh DPC termasuk pendaftarannya di Komisi Pemilihan Umum sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kendala yang dihadapi dalam pengkaderan calon legislatif tahun 2009 adalah masalah dana dan banyaknya kader PDI Perjuangan yang potensial serta profesi anggota partai yang beragam. Permasalahan dana diatasi dari hasil sumbangan kader baik di tingkat kabupaten maupun pusat. Senioritas dan kontribusi anggota partai baik secara finansial maupun non finansial yang diantaranya menjadi pengurus partai menjadi solusi dalam menjaring banyaknya anggota partai yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Rekruitmen kader calon legislatif perlu dilakukan dengan prosedur yang baku agar dapat menjaring kader yang berkompeten. Kegiatan pengkaderan hendaknya terdokumentasi agar dapat menjadi bahan evaluasi dalam proses pengkaderan selanjutnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the regeneration process for candidates PDIP Banyumas and factors which become obstacles in the process of regeneration PDI candidates Banyumas in 2009. Methods of research using qualitative methods. The experiment was conducted in Banyumas DPC. Informants of this study include the chairman, vice chairman, chairman of the regeneration field cadre parties and participants. Key informants (key informants) is chairman of the DPC PDIP Banyumas. Use traditional data analysis interactive analysis. The result is the regeneration process for legislative candidates PDI Banyumas start of the process of becoming members of the party. Cadre is done in stages, starting from the cadre pratama, intermediate and primary. Cadre of legislative candidates in 2009 was not done specifically, but done in conjunction with a meeting of the party activities either through overt or covert involving DPC and DPP, including trainers who are competent in their field. Regeneration is the raw material that consists of six basic material. Candidates of the Democratic Party of Struggle in 2009 came from the party cadres who have such requirements have long been the party cadres, loyalty and commitment to the party conducted by the DPC, including its registration in accordance Election Commission set out in the Law of the Republic of Indonesia Number 10 2008 on Election of Members of the House of Representatives, Regional Representatives Council, and the Regional Representatives Council. Obstacles encountered in the cadre of legislative candidates in 2009 is a matter of funding and the number of potential PDI-P cadres and party members are diverse professions. Issues addressed from donated funds at the district level cadres and central. Seniority and contribution of members of the party both financially and non-financially that such a party official to be the solution in attracting many party members who run for the legislature. Cadre recruitment candidates need to be done with standard procedures in order to recruit competent cadres. Activities of the cadre should be documented in order to be material in the process of evaluating the next cadre.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save