Home
Login.
Artikelilmiahs
6480
Update
IYAN NOVIYANA
NIM
Judul Artikel
Perilaku Pemilih Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati Incumbent dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengambil judul “Perilaku Pemilih Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati Incumbent dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas).” Pemilih, media komunikasi politik dan kontestan politik merupakan objek yang sangat penting dalam pemilahan umum kepala daerah. Peferensi pemilihlah yang akan menjadikan pemilih memutuskan pilihannya untuk tetap setia memilih atau berubah terutama pada pasangan incumbent selain itu media dan bentuk komunikasi politik pun mempengaruhi keputusan pemilih. Lokasi penelitian bertempat di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis dari Miles dan Huberman. Data yang dikumpulkan diperoleh dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan triangulasi sumber sebagai uji validitas data. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Perilaku pemilih Mardjoko yang setia pada Pemilukada Banyumas 2013 dapat dikategorikan sebagai pemberi suara berdasarkan psikologis sosial. Mereka memilih Mardjoko kembali karena didasarkan atas orientasi kandidat 2) Perilaku pemilih Mardjoko yang pindah haluan dikategorikan sebagai pemberi suara responsif. Terdapat kekecewaan-kekecewaan personal yang membuat mereka pindah haluan 3) Bentuk komunikasi politik yang efektif ketika melakukan kampanye yaitu dengan melakukan penggabungan antara model pendekatan kampanye interpersonal dan model kampanye penggunaan media massa. Untuk mempertahankan para pemilih sebelumnya, sebaiknya para calon kepala daerah dalam pemilihan umum yang berstatus incumbent ketika menjabat menunjukan kualitas, kompetensi dan integritas pribadi. Selain itu, sebaiknya ketika kampanye yaitu menggunakan pendekatan interpersonal (komunikasi dialogis) dengan mengkombinasikan penggunaan media informasi canggih yang harus disesuaikan dengan target pemilih itu sendiri agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan mempengaruhi pemilih dengan baik juga tepat sasaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this research is “Voter’s Behavior in Banyumas Election 2013 (A Case Study at Incumbent’s Voter in Kecamatan Patikraja Included Desa Notog and Sidabowa, and Kecamatan Banyumas Included Desa Kejawar and Pasinggangan).” Political communication media, voter and candidate of regent are very important things in public election. The voters will choose to be loyal or swing voter towards the incumbent one based on their tendency and the effect of political communication media. The locations in conducting this research are in Kecamatan Patikraja included Desa Notog and Sidabowa, and Kecamatan Banyumas included Desa Kejawar and Pasinggangan. The research design used in this research is descriptive qualitative by using Miles’ and Huberman’ model as the technique of data analysis and deep interview method and documentation as techniques of data collection. The informant chosen by using the purposive sampling with triangulation source as data validation. Based on the result of this research, the researcher can conclude that 1) loyal voter in Banyumas Election 2013 can be categorized as social psychological voter whose choosing Mardjoko based on the incumbent’s orientation 2) swing voter whose choosing the other candidates are categorized as responsive voter who are unsatisfied towards the incumbent’s performance during become Banyumas regent 3) the most effective political communication media in promoting is mixed media which is use interpersonal promotion approach and mass campaign. In order to keep the voter to re-choose the incumbent, he or she should show the best quality, competence, and self-integrity, and in the other hand, when they do a campaign, they should use a combination method between interpersonal approach (dialogue communication) and mass media which are suitable with the target constituent. This is very useful to make the information delivered become acceptable and can influence well also appropriate to the constituent.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save