Home
Login.
Artikelilmiahs
15095
Update
JAKA TRI SEPTIAWAN
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISASI MOLEKULER IKAN GURAMI SOANG (Osphronemus gouramy Lac.) YANG MATI PADA RENTANG WAKTU BERBEDA MENGGUNAKAN PCR-RFLP GEN MHC KELAS II B
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan yang populer di masyarakat Indonesia. Gurami soang merupakan strain ikan gurami yang memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan strain yang lain. Namun, strain soang juga memiliki kelangsungan hidup yang rendah dan rentan terhadap penyakit. Penyakit ikan yang sangat berbahaya adalah yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Benih yang berasal dari satu pemijahan memiliki ketahanan terhadap penyakit yang bervariasi sehingga jika diinfeksi oleh bakteri Aeromonas hydrophila akan memiliki ketahanan berbeda-beda. Perbedaan daya hidup tersebut dapat terjadi karena perbedaan komponen genetik yang dimiliki pada setiap individu dalam satu pemijahan. Salah satu gen yang bertanggungjawab terhadap resistensi adalah gen Major Histocompatibility Complex (MHC) kelas II B. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa variasi pada gen MHC kelas IIB berkorelasi positif dengan sifat resistansi suatu populasi. Variasi resistensi dapat dianalisa secara molekuler menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) – RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism). PCR-RFLP merupakan suatu teknik yang dapat memperbanyak fragmen DNA tertentu melalui PCR, diikuti dengan pemotongan situs restriksi untuk menggambarkan ada atau tidak adanya perubahan situs restriksi yang terdapat pada fragmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen MHC kelas 2B pada ikan gurami soang yang diinfeksi Aeromonas dan mati pada rentang waktu berbeda sehingga dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik. Penelitian menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Isolasi genom total dilakukan menggunakan metode Chelex. Gen MHC Kelas IIB diamplifikasi menggunakan teknik PCR. Amplicon yang dihasilkan dipotong menggunakan empat enzim restriksi berbeda. Data pola pita PCR-RFLP dianalisis secara deskriptif berdasarkan ada-tidaknya fragmen pada gelagarosa. Proses amplifikasi gen MHC KelasII B menghasilkan amplikon berukuran 400 pasang basa (pb). Pemotongan amplikon menggunakan enzim restriksi menunjukkan bahwa hanya satu dari empat enzim yang mampu menghasilkan fragmen RFLP. Pemotongan produk PCR menggunakan enzim HinfI menghasilkan dua pita RFLP yang masing-masing berukuran lebih kurang 300 pb dan 100 pb. Kedua fragmen RFLP tersebut muncul pada semua sampel ikan gurami soang. Hal ini menunjukkan tidak adanya variasi polimorfisme gen MHC Kelas II B pada ikan gurami soang yang mati pada waktu berbeda. Sementara itu, pemotongan menggunakan enzim restriksi PstI, HindIII, BamHI, dan EcoRI tidak dihasilkan pita RFLP pada semua sampel. Oleh karena itu tidak diperoleh pita RFLP spesifik yang dapat digunakan untuk membedakan individu benih guramiyang mati dalam kurun waktu berbeda. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada variasi genetik pada populasi benih gurami yang mati dalam waktu berbeda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Giant gurami (Osphronemus gouramy Lac.) is a popular fish species among Indonesian people. Several Gurami strains have been cultivated by fish farmer, one of which is giant gurami soang. This strain has a faster growth rate compared to other strains. However, like other strains, Soang strain have also a low survival and suceptible to disease, especially that caused by Aeromonas hydrophyla infection. It has been proved that seeds from a single spawning event show varibale disease resistance. The difference in resistance among individual is suggested related to their genetic component, although resulted from a single spawning. One of the genes responsible for resistance is Major Histocompatibility Complex (MHC) class II B gene. Several studies had prove that variation inMHC gene has positive corelation with population resistance. Population variations can be analyzed by using PCR (Polymerase Chain Reaction) - RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism). PCR-RFLP is a technique that can produce a specific DNA fragments by PCR, followed by cutting of the restriction sites to observe whether there is a restriction sites alteration. This research aims to determine the genetic MHC class IIB on Gurami Soang infected by Aeromonas and dying at a different time range that can be used to analyze the genetic diversity. The study used survey method with purposive random sampling. Total genome was isolated using Chelex method. Class IIB of MHC gene was amplified using PCR technique. Amplicons were cut used four different restriction enzymes. PCR-RFLP band patterns were analyzed descriptively based on the pressence of DNA bands on agarose gel. Amplification results a fragment of MHC IIB gen of 400 bp length. Restriction process proved that one out of four restriction enzymes able to cut the amplicon. Restriction used HinfI enzyme produce two RFLP bands with the size of 300 bp and 100 bp for whole samples. This indicate that MHC class IIB gene of giant gurami soang strain with different lifespan was monomorphic.. The PstI, HindIII, BamHI and EcoRI enzymes were unable to cut amplicon for whole samples. Therefore, it was no specific RFLP band which can be used to differentiate among strain soang individuals with different life span. This result also indicates that no genetic variation was observed on giant gurami soang strain population which were died in different time.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save