Home
Login.
Artikelilmiahs
15093
Update
ILMIATI KAFFAH
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN KOMPENSATORI DAN SINTASAN IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) PADA SIKLUS PEMUASAAN DAN PEMBERIAN PAKAN KEMBALI YANG DISUPLEMENTASI Spirulina platensis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, ketersediaan ikan nilem di Indonesia belum cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat, hal ini disebabkan karena kurang seragam laju pertumbuhan dan rendahnya sintasan ikan nilem. Salah satu penelitian mengenai pemberian pakan dengan suplementasi Spirulina platensis terbukti dapat menghasilkan pertumbuhan dan sintasan ikan yang optimum nilem. Namun dalam upaya suplementasi S. platensis masih mengalami kendala karena biaya produksi pakan akan semakin meningkat, menyebabkan akumulasi sisa pakan dan ekskresi ammonia yang berlebihan sehingga lingkungan menjadi tercemar. Oleh karena itu, untuk menghasilkan pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem yang optimal, diperlukan manajemen pemberian pakan yang tepat dengan pakan yang disuplementasi S. platensis, salah satu metode yaitu dengan cara pemuasaan. Pemuasaan dan pemberian pakan kembali telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan kompensatori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan kompensatori ikan nilem (Osteochilus vittatus) dengan interval waktu pemuasaan yang berbeda, serta mendapatkan waktu pemuasaan yang paling optimum terhadap pertumbuhan kompensatori ikan nilem (Osteochilus vittatus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diuji cobakan didasarkan interval waktu pemuasaan yang berbeda yaitu ikan tidak dipuasakan (kontrol (P1), ikan dipuasakan hari senin (P2), puasa senin dan jumat (P3), puasa senin dan selasa (P4), serta puasa senin, rabu dan jumat (P5). Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu di Stasiun Percobaan Program Studi D3 Pengelolaan Sumber daya Perikanan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemuasaan yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertambahan berat ikan nilem (Osteochilus vittatus) pada minggu ke-4,6 dan 8 (P<0,05), sedangkan pertambahan panjang dan SGR memberikan pengaruh yang signifikan pada minggu ke-2 dan ke-4 (P<0,05). Berdasarkan data pertambahan berat, panjang dan SGR, ikan nilem tergolong kedalam kompensatori berlebih (Over compensatory). Hasil sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus) yang dipuasakan juga bengaruh secara signifikan (P<0,05) pada minggu ke-4,6 dan 8. Pertumbuhan kompensatori dan sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus) meningkat akibat pemberian interval waktu pemuasaan dengan pakan yang disuplementasi Spirulina platensis. Pertumbuhan kompensatori dan sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus) yang paling optimum yaitu ikan yang dipuasakan pada hari senin.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) is a freshwater fish that has great potential to be developed. However, the availability of hard-lipped barb in Indonesia has not been sufficient to public demand, its because the growth rate is not equals and low survival rate of Hard-lipped barb. One study on feeding with Spirulina platensis supplementation is proven to generate growth and survival of hard-lipped barb. But the supplementation S. platensis still have a problems because the cost of feed production will increase, causing the accumulation of food remains and excessive excretion of ammonia to the environment being polluted. Therefore, to generate growth and survival rate of fish juvenil nilem optimal, its required to get a feeding management supplemented with S. Platensis by way of fasting method. The fasting method has been shown to increase the compensatory growth. The purpose of this study was to evaluate the compensatory growth of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) with fasting method by different time intervals, to get the most fasting method optimum time to increase the compensatory growth of Hard-lipped barb (Osteochilus vittatus). This research was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments and 3 repetitions. The treatments was tested based on the time interval of fasting method by different feed, which is the fish are not fasted (control (P1), the fish were fasted on Monday (P2), fasted on Monday and Friday (P3), fasted on Monday and Tuesday (P4), and fasted on Monday, Wednesday and Friday (P5). The study was conducted over five months at the Experiment station Study Program D3 Resource Management Fisheries Biology Faculty of General Soedirman University, Purwokerto. Research shows that the different interval fasting method has a significant influence on weight gain of Hard-lipped barb (Osteochilus vittatus ) at week 4,6 and 8 (P <0.05), whereas the length and SGR have a significant influence on week 2 and 4 (P <0.05). Based on data from weight gain, long and SGR, hard-lipped barb classified into compensatory excess (Over compensatory). Results show that fish survival hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) were fasted also significantly (P <0.05) at week 4,6 and 8. The compensatory growth and survival rate of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) increased as a result of granting fasting time intervals and feed-supplemented by Spirulina platensis. Compensatory growth and survival of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) most optimum namely fish fasted on Monday.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save