Home
Login.
Artikelilmiahs
54823
Update
IRA RAHMAWATI
NIM
Judul Artikel
PARTISIPASI GENERASI Z DALAM PELESTARIAN TRADISI MEMBATIK BERBASIS EDUKASI DI KAMPOENG DJADHOEL SEMARANG: SUATU KAJIAN FENOMENOLOGIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan teknologi digital dan globalisasi memengaruhi preferensi budaya Generasi Z sehingga budaya lokal semakin terpinggirkan di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna dan bentuk partisipasi Generasi Z dalam pelestarian tradisi membatik berbasis edukasi di Kampoeng Djadhoel Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode kualitatif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling yang terdiri atas dua informan Generasi Z yang aktif dalam edukasi membatik dan dua informan validasi dari Pokdarwis Kampoeng Djadhoel Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memaknai partisipasi sebagai keterlibatan aktif yang mengandung tanggung jawab generasional, keterikatan emosional, dan kesadaran terhadap keberlanjutan budaya lokal. Pemaknaan tersebut diwujudkan dalam bentuk partisipasi edukatif, digital, sosial, dan manajerial. Partisipasi Generasi Z juga bersifat dinamis karena dipengaruhi oleh pengalaman kenyamanan, keterikatan emosional, kejenuhan, serta keterbatasan waktu. Temuan penelitian memperluas pemahaman mengenai partisipasi Generasi Z dengan menunjukkan bahwa pengalaman subjektif membentuk pemaknaan partisipasi yang kemudian diwujudkan dalam bentuk partisipasi edukatif, digital, sosial, dan manajerial.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of digital technology and globalization has influenced the cultural preferences of Generation Z, leading to the increasing marginalization of local culture among the younger generation. This study aims to analyze the meaning and forms of Generation Z’s participation in the preservation of batik-making traditions through education in Kampoeng Djadhoel, Semarang. This study employs a phenomenological approach using qualitative methods. Informants were selected through purposive sampling, consisting of two Generation Z informants actively involved in batik education and two validation informants from the Kampoeng Djadhoel Semarang Tourism Development Group (Pokdarwis). Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, and were subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The results indicate that Generation Z interprets participation as active engagement that involves generational responsibility, emotional attachment, and awareness of the sustainability of local culture. This interpretation manifests in the forms of educational, digital, social, and managerial participation. Generation Z’s participation is also dynamic, as it is influenced by experiences of comfort, emotional attachment, burnout, and time constraints. The study’s findings expand our understanding of Generation Z’s participation by demonstrating that subjective experiences shape their interpretation of participation, which is then manifested in the forms of educational, digital, social, and managerial participation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save