| NIM | F1F022059 |
| Namamhs | FAZHIA KHUSNUL AZ-ZAHRA |
| Judul Artikel | Analisis Implementasi Ringgit–Rupiah Settlement Framework pada Perdagangan Bilateral Indonesia–Malaysia (2021–2024) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini mengkaji penerapan Ringgit–Rupiah Settlement Framework (RRSF) dalam kerja sama perdagangan bilateral Indonesia dan Malaysia pada kurun waktu 2021–2024 menggunakan perspektif Transgovernmentalism Anne-Marie Slaughter. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa dari aspek kelembagaan, RRSF berjalan secara optimal berkat kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sebagai Disaggregated State, penyelarasan regulasi serta infrastruktur pembayaran lintas batas (Harmonization Networks), pengawasan kepatuhan melalui Satgas Nasional LCT (Enforcement Networks), serta pendelegasian peran kepada perbankan pelaksana (Extension of Agency) yang berhasil mendorong peningkatan volume transaksi bilateral. Kendati demikian, adopsi di tingkat pasar dalam mereduksi ketergantungan terhadap Dolar AS masih bersifat pelengkap akibat hambatan struktural, seperti keterikatan historis pada acuan harga komoditas global, perbedaan orientasi antara kedaulatan negara dan kalkulasi profitabilitas perbankan, serta kompleksitas beban administratif bagi pelaku usaha. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study examines the implementation of the Ringgit–Rupiah Settlement Framework (RRSF) in Indonesia–Malaysia bilateral trade from 2021 to 2024 using Anne-Marie Slaughter’s theory of Transgovernmentalism. The findings indicate that institutionally, the RRSF functions optimally through the close collaboration of Bank Indonesia and Bank Negara Malaysia as Disaggregated States, the alignment of cross-border payment regulations and infrastructure (Harmonization Networks), compliance oversight by the National LCT Task Force (Enforcement Networks), and the delegation of operational roles to commercial banks (Extension of Agency), which successfully expanded bilateral transaction values. Nevertheless, market-level adoption in shifting away from US Dollar dominance remains complementary due to structural constraints, such as historical reliance on global commodity pricing benchmarks, clashes between state sovereignty logic and commercial banking profitability, and administrative compliance burdens at the firm level. |
| Kata kunci | Transpemerintahan, Negara Terdisagregasi, Perluasan Agensi, Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, Ringgit–Rupiah Settlement Framework (RRSF). |
| Pembimbing 1 | Fitri Adi Setyorini, S.I.P., M.H.I. |
| Pembimbing 2 | Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Arum Tri Utami., S.IP., M.A. |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 65 |
| Tgl. Entri | 2026-08-13 18:35:27.255912 |
|---|