Artikel Ilmiah : A1C111050 a.n. DITA FEBRIANA
| NIM | A1C111050 |
|---|---|
| Namamhs | DITA FEBRIANA |
| Judul Artikel | Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Kedelai Di Kecamatan Somagaede Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Indonesia masih bergantung kepada pasokan kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada tahun 2013 Kabupaten Banyumas memiliki luas panen 738 ha dengan jumlah produksi 850 ton dan produktivitas 1,15 ton/ha. Produktivitas ini dapat dikatakan masih jauh dari target pemerintah yaitu 1,8 ton/ha. Selisih angka antara produksi aktual dengan produksi potensial terpaut cukup jauh. Komoditas kedelai lokal dihadapkan pada persaingan impor sehingga usahatani kedelai harus berproduksi dalam keadaan efisiensi tinggi agar dapat mencukupi permintaan akan kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima usahatani kedelai, (2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produk usahatani kedelai, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemakaian input pada usahatani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas bulan Agustus sampai dengan September 2015. Sasaran penelitian yaitu petani kedelai Kecamatan Somagede. Analisis data yang digunakan adalah biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani kedelai Kecamatan Somagede adalah Rp5.076.848,- dengan total biaya produksi rata-rata sebesar Rp2.605.741,5,- sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp2.471.106,-. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani kedelai Kecamatan Somagede adalah luas lahan dan benih, sedangkan faktor produksi pupuk NPK, pupuk PPC, pestisida, tenaga kerja dan lama menanam tidak berpengaruh terhadap usahatani kedelai Kecamatan Somagede. Usahatani secara teknis, harga dan ekonomi di Kecamatan Somagede tidak efisien. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia still depend on imported soybean supplies to fulfill the needs of domestic. In 2013, District Banyumas had harvest area in the amount of 738 ha with amount of production 850 ton and productivity 1,15 ton/ha. This productivity could be said still far from the government targets which is 1,8 ton/ha.The difference in numbers between actual production and potencial production was far enough. Local soybean commodity was faced on import competition so soybean farming have to produce in a state of high efficiency in order to farming can be suffice the demand of national needs.The purpose of this research is to (1) determine the costs and income of soybean farming, (2) find out the effect of using production factors against soybean farming product (3) analyze efficiency level of using input on farming. The research method used survey and sampling method was Purposive sampling. The research was conducted in Somagede, district Banyumas, on August 2015 until September 2015. The analitical method used was cost and income analysis, Cobb-Dauglass production function analysis and efficiency production analysis. Result of the research showed that the average gain per hectare Somagede Sub District is Rp5.076.848,- with total production costs by an average of Rp2.605.741,5,-, so the income received is Rp2.471.106,-. The production factors influential on soybean farming were land area and seed, whereas the production factors of fertilizer NPK, fertilizer PPC, pesticide, labor and the old of planting take effect not significant to soybean farming in Somagede and technical efficiency, price, and economic efficiency on soybean farming in Somagede was not efficient. |
| Kata kunci | kedelai, efisiensi, produksi,usahatani. |
| Pembimbing 1 | Dr.Ir. Agus Sutanto, MP |
| Pembimbing 2 | ir. H. Adwi Herry K.E, MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 67 |
| Tgl. Entri | 2016-04-28 10:02:14.6853 |