| NIM | H1F011058 |
| Namamhs | MUHAMMAD ABDURROZAK SIAMASHARI |
| Judul Artikel | GEOLOGI DAN ANALISIS SEBARAN BATUAN BEKU MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DAN GEOLISTRIK, DAERAH PEKUNCEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JATILAWANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat pembekuan dari magma yang berasal dari dalam bumi. Pembekuan tersebut dapat terjadi juga di dalam bumi (plutonik) ataupun di permukaan bumi (vulkanik). Proses pembekuan tersebut berpengaruh kepada ukuran dari mineral-mineral penyusun batuan beku yang terbentuk. Batuan beku banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembangunan infrastruktur dan ornamen sehingga menjadi komoditas yang sangat mendukung kehidupan manusia. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui persebaran batuan beku dengan menggunakan metode pemetaan geologi dan analisis geofisika berupa metode geomagnet dan geolistrik. Setelah melakukan pemetaan geologi tersebut diketahui bahwa batuan beku pada daerah penelitian memiliki struktur intrusi berupa sill dan dike. Sifat batuan beku yang memiliki medan magnet yang tinggi dapat menjadi petunjuk persebaran batuan beku dengan metode geomagnet dengan 100 buah titik survei atau titik ikat. Data dari metode geomagnet diolah melaui tahapan koreksi harian dan IGRF, reduksi pada bidang datar, pengangkatan ke atas 6400 m, dan koreksi anomali regional. Pada daerah penelitian ditemukan bahwa batuan beku memiliki nilai medan magnet berkisar antara 600-900 nT berdasarkan peta anomali medan magnet lokal. Selain itu untuk mengetahui keberadaan batuan beku di bawah permukaan bumi kita dapat melacaknya dengan memanfaatkan sifat tahanan jenis (resistivity) dari batuan beku dengan metode geolistrik pada 5 lokasi closure yang memiliki nilai medan magnet paling tinggi. Setelah itu diolah dengan aplikasi Progress 3.0 sehingga menghasilkan tahanan jenis sebenarnya. Tahanan jenis yang dimiliki oleh batuan beku pada daerah penelitian adalah di atas 40 ohm m.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Igneous rock is rock formed by the freezing of magma originating from the earth. Freezing can occur also in the earth (plutonic) or on the earth's surface (volcanic). The freezing process affect the size of the constituent minerals of igneous rocks are formed. Igneous rocks are used as materials for infrastructure development and ornaments so that it becomes a commodity that supports human life. The focus of the study was to determine the distribution of igneous rocks using geological mapping method and geophysical analysis in the form of geomagnetic and geoelectric method. After finished geological mapping is known that the igneous rocks in the research area has structure in the form sill and dike intrusion. The nature of igneous rock that has a high magnetic field can be the manual distribution of igneous rocks with geomagnetic method with 100 survey point or loop point. Data of geomagnetic method is processed through the stages of daily and IGRF correction, reduction in flat plane, upward continuation at an altitude 6400 m above the spheroid to separate regional anomalies and local anomalies, and correction of regional anomalies. In the research found that the area of igneous rock has a magnetic field value ranges between 600-900 nT anomaly map based local magnetic field. In addition to knowing where igneous rocks below the earth's surface we can trace it by utilizing the properties of resistivity (resistivity) igneous with geoelectric method at 5 locations closure which has the highest value of the magnetic field. After the application is processed by Progress 3.0 resulting in a resistivity actually. Resistivity owned by igneous rocks in the research area is above 40 ohm m.
|
| Kata kunci | Kata kunci: batuan beku, geologi, geomagnet, geolistrik. |
| Pembimbing 1 | Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Sehah, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2016-04-28 11:27:00.457185 |
|---|