Artikelilmiahs
Menampilkan 49.741-49.760 dari 49.876 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 49741 | 52145 | D1A022105 | PERBANDINGAN KECEPATAN ANGIN, DENSITY, UNIFORMITY, DENGAN PBBH PADA AYAM BIBIT INDUK PEDAGING BETINA UMUR 11 DAN 12 MINGGU | Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh faktor lingkungan berupa kecepatan angin, kepadatan (density), dan keseragaman (uniformity) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) ayam bibit induk pedaging betina pada umur 11 dan 12 minggu. Penelitian dilaksanakan pada peternakan broiler breeder dengan sistem kandang tertutup (closed house) di bawah naungan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Unit Subang 1, selama periode September–Oktober 2024. Data diperoleh melalui observasi langsung dan pencatatan performa ayam di enam kandang dengan kondisi manajemen seragam. Analisis data dilakukan secara deskriptif, korelasi Pearson, dan uji t-berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata PBBH meningkat signifikan dari 90,50 ± 5,72 g/ekor/minggu pada umur 11 minggu menjadi 99,33 ± 5,68 g/ekor/minggu (p = 0,048). Hubungan antara kecepatan angin, density, dan uniformity terhadap PBBH tidak signifikan (p > 0,05). Peningkatan PBBH seiring bertambahnya umur menunjukkan fase pertumbuhan merupakan masa pertumbuhan aktif ayam bibit induk pedaging. Faktor lingkungan belum berpengaruh nyata, namun tetap berperan penting dalam menjaga kenyamanan termal dan performa ayam. | This study aimed to compare the effects of environmental factors such as wind speed, density, and uniformity on the daily body weight gain (PBBH) of female broiler breeder chickens at 11 and 12 weeks of age. The research was conducted at a broiler breeder farm using a closed house system under PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Subang Unit 1, from September to October 2024. Data were collected through direct observation and performance recording of six houses under identical management. Descriptive statistics, Pearson correlation, and paired t-test were applied. Results showed that the average PBBH increased significantly from 90.50 ± 5.72 g/bird/week at week 11 to 99.33 ± 5.68 g/bird/week at week 12 (p = 0.048). Correlations between wind speed, density, and uniformity with PBBH were not significant (p > 0.05). The increase in PBBH with age indicates that the grower phase is a critical period for broiler breeder development. Environmental factors, although not significant, remain essential for maintaining thermal comfort and flock performance. | |
| 49742 | 52146 | H1D022078 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI REKRUTMEN TENAGA KERJA OUTSOURCING BERBASIS WEBSITE DENGAN METODE AGILE DEVELOPMENT PADA PT MITRA DAKSA ANARAWATA | Proses rekrutmen tenaga kerja outsourcing pada PT Mitra Daksa Anarawata (MDA) masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi, sehingga menyebabkan ketidakefisienan dalam pengelolaan data pelamar, proses seleksi, serta pelaporan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya beban kerja serta potensi terjadinya kesalahan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi rekrutmen tenaga kerja outsourcing berbasis website yang mampu mendukung proses rekrutmen secara efektif dan terstruktur. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Agile Development untuk memastikan fleksibilitas dan adaptasi terhadap kebutuhan pengguna, sedangkan metode Simple Additive Weighting (SAW) diterapkan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam proses seleksi kandidat. Sistem yang dikembangkan memiliki fitur utama meliputi manajemen lowongan, pengelolaan lamaran, proses seleksi kandidat, pelacakan status lamaran, serta penyajian laporan. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) dan pengujian fungsional Blackbox Testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memperoleh skor SUS sebesar 83,21 yang termasuk dalam kategori excellent (grade B), serta seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, sistem yang dibangun dinyatakan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses rekrutmen serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif dan terstruktur. | The recruitment process for outsourcing workforce at PT Mitra Daksa Anarawata (MDA) is still conducted manually and is not yet integrated, resulting in inefficiencies in managing applicant data, selection processes, and reporting. This condition increases workload and the potential for errors in decision-making. This study aims to design and develop a web-based outsourcing recruitment information system that can support the recruitment process effectively and systematically. The system development method used is Agile Development to ensure flexibility and adaptability to user needs, while the Simple Additive Weighting (SAW) method is applied to support decision-making in the candidate selection process. The developed system includes main features such as job vacancy management, application management, candidate selection processes, application tracking, and reporting. System evaluation was conducted using the System Usability Scale (SUS) and functional testing through Blackbox Testing. The results indicate that the system achieved an SUS score of 83.21, which falls into the excellent category (grade B), and all system functions operate properly according to user requirements. Therefore, the developed system is considered capable of improving the effectiveness and efficiency of the recruitment process and supporting more objective and structured decision-making. | |
| 49743 | 52148 | K1B022011 | KLASIFIKASI STATUS PERAWATAN PASIEN BERDASARKAN DATA PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE XGBOOST | Rekam Medis Elektronik (RME) tidak hanya berfungsi sebagai sarana pencatatan data pasien, tetapi juga berpotensi mendukung pengambilan keputusan medis berbasis data. Penelitian ini bertujuan membangun model klasifikasi status perawatan pasien (rawat inap dan rawat jalan) menggunakan algoritma eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) serta mengevaluasi kinerjanya. Data yang digunakan adalah EHR Dataset for Patient Treatment Classification dari Mendeley Data. Tahapan penelitian meliputi analisis data, data preprocessing, perancangan skenario pemodelan dengan variasi data balancing dan penghapusan variabel, pembagian data dengan rasio 70:30, 80:20, dan 90:10, serta hyperparameter tuning. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix dengan metrik accuracy, precision, dan recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tanpa data balancing dan tanpa penghapusan variabel dengan rasio 90:10 memberikan kinerja terbaik, yaitu accuracy 77,38%, precision 77,10%, dan recall 89,81%. | Electronic Health Records (EHR) not only function as a means of recording patient data but also have the potential to support data-driven medical decision-making. This study aims to develop a classification model for patient treatment status (inpatient and outpatient) using the eXtreme Gradient Boosting (XGBoost) algorithm and to evaluate its performance. The data used in this study is the EHR Dataset for Patient Treatment Classification obtained from Mendeley Data. The research stages include data analysis, data preprocessing, the design of modeling scenarios with variations in data balancing and variable removal, data splitting with ratios of 70:30, 80:20, and 90:10, as well as hyperparameter tuning. Model evaluation is conducted using a confusion matrix with accuracy, precision, and recall metrics. The results show that the model without data balancing and without variable removal, using a 90:10 data split ratio, achieves the best performance, with an accuracy of 77.38%, precision of 77.10%, and recall of 89.81%. | |
| 49744 | 52147 | E1A019177 | PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL ATAS PEMBAYARAN DANA PENSIUN AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI PT. FREEPORT INDONESIA (Studi Putusan Nomor 2/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Jap) | Penyelesaian perselisihan hubungan industrial atas pembayaran dana pensiun akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Freeport Indonesia, dengan studi pada putusan Nomor 2/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Jap. Permasalahan utama yang diteliti adalah bagaimana pengaturan dana pensiun bagi pekerja yang diputus hubungan kerjanya sebelum memasuki masa pensiun menurut perundang-undangan ketenagakerjaan serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Dana Pensiun, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, Hubungan Kerja dan Waktu Istirahat, pengusaha yang mengikutsertakan pekerjanya dalam program dana pensiun dapat memperhitungkan iuran dana pensiun yang dibayarkan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban pembayaran pesangon dan uang penghargaan masa kerja hak akibat PHK. Dalam kasus a quo, hakim Pengadilan Negeri Jayapura mempertimbangkan bahwa dana pensiun milik pekerja yang diputus hubungan kerjanya sebelum masa pensiun dapat diperhitungkan dengan hak-hak PHK milik pekerja. | This study examines the resolution of industrial relations disputes concerning the payment of pension funds following termination of employment (PHK) at PT Freeport Indonesia, using Decision Number 2/Pdt.Sus-PHI/2023/PN Jap as a case study. The primary focus is on the regulation of pension fund arrangements for employees whose employment is terminated before they reach retirement age under labor law, as well as the judicial considerations in adjudicating such cases. The research employs a normative juridical method, utilizing both statutory and case approaches, and is analyzed qualitatively. The findings indicate that, pursuant to Law Number 13 of 2003 on Manpower, Law Number 4 of 2023 on the Administration of Pension Funds, and Government Regulation Number 35 of 2021 regarding Fixed-Term Employment Contracts, Outsourcing, Working Hours, Employment Relations, Rest Periods, and Termination of Employment, employers who enroll their employees in pension fund programs are permitted to count the pension contributions paid as part of their obligations to pay severance pay and long-service awards upon termination of employment. In the present case, the Jayapura District Court judges concluded that the pension fund contributions for an employee terminated before reaching retirement age could be offset against the employee’s termination entitlements. | |
| 49745 | 52149 | K1B022002 | REGRESI ROBUST DAN APLIKASINYA PADA DATA PRODUKSI PADI | Fluktuasi produksi padi di Kabupaten Banyumas memicu munculnya pencilan data yang menyebabkan bias pada estimasi parameter jika dimodelkan dengan metode ordinary least squares (OLS). Penelitian ini mengevaluasi efektivitas regresi robust estimasi M menggunakan fungsi pembobot Huber dan Welsch sebagai solusi alternatif. Menggunakan data periode 2023–2024, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi, meliputi produktivitas, tenaga kerja, dan pupuk urea. Hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa fungsi pembobot Huber merupakan model yang lebih direkomendasikan karena menghasilkan nilai AIC dan BIC yang lebih rendah dibandingkan fungsi Welsch. Melalui model Huber, ditemukan bahwa produktivitas dan tenaga kerja merupakan faktor dominan yang berpengaruh signifikan terhadap produksi padi, sedangkan penggunaan pupuk urea tidak menunjukkan pengaruh nyata. | Fluctuations in rice production in Banyumas Regency often result in data containing outliers, which leads to biased parameter estimation when using the ordinary least squares (OLS) method. This study evaluates the effectiveness of robust regression with M-estimation using Huber and Welsch weighting functions to overcome this issue. Using data from 2023–2024, the study identifies factors influencing rice production, including productivity, labor, and urea fertilizer. The comparative analysis shows that the Huber weighting function outperforms the Welsch function, as indicated by lower AIC and BIC values. Based on the Huber model, productivity and labor are identified as the primary significant factors driving rice production in the region, while urea fertilizer shows no significant impact. | |
| 49746 | 52151 | D1A022172 | SUPLEMENTASI HIDROLISAT MAGGOT (Hermetia illucens) MENGANDUNG PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid) SEBAGAI PAKAN FUNGSIONAL AYAM SENTUL DITINJAU DARI KONSUMSI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR | Gempur Satriya Pradana. Maggot (Hermetia illucens) merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berpotensi sebagai pakan alternatif sumber protein dan lemak yang sangat baik untuk metabolisme ternak unggas. Asam lemak tak jenuh ganda (Polyunsaturated Fatty Acid) pada maggot penting untuk kesehatan, metabolisme, dan pertumbuhan Ayam Sentul. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh dan taraf terbaik suplementasi hidrolisat maggot BSF sebagai sumber pakan fungsional terhadap konsumsi protein kasar dan serat kasar pakan Ayam Sentul. Materi yang digunakan adalah 100 ekor Day Old Chick (DOC) Ayam Sentul. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0=pakan basal, P1= P0 + 2% Hidrolisat Maggot BSF, P2 = P0 + 4% Hidrolisat Maggot BSF, dan P3 = P0 + 6% Hidrolisat Maggot BSF. Variabel yang diukur adalah konsumsi protein kasar dan kecernaan serat kasar pakan Ayam Sentul. Analisis data menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) serta Orhogonal Polynomial. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa suplementasi hidrolisat maggot BSF yang dihidrolisis menggunakan Lactobacillus casei memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar dan konsumsi serat kasar pakan Ayam Sentul. Konsumsi Protein kasar dan serat kasar (g/ekor/hari) pakan yang disuplementasi hidrolisat maggot BSF lebih baik daripada pakan basal. Hasil rataan nilai konsumsi protein kasar pakan Ayam Sentul pada perlakuan P0,P1,P2, dan P3 yaitu 5,49±0,33, 6,05±0,30, 6,84±0,20 dan 7,91±0,22, sedangkan rataan nilai konsumsi serat kasar pakan pada perlakuan P0,P1,P2, dan P3 yaitu 3,28±0,20, 3,84±0,19, 4,27±0,13 dan 5,00±0,14. Hasil Uji Orthogonal Polynomial pada konsumsi protein kasar diperoleh persamaan Y= 5,3698 + 0,4043x sedangkan konsumsi serat kasar diperoleh persamaan Y= 3,12619 + 0,2797x. Suplementasi hidrolisat maggot BSF hasil hidrolisis menggunakan Lactobacillus casei dapat meningkatkan konsumsi protein kasar dan serat kasar pakan Ayam Sentul sampai dengan taraf 6% dan masih berada dalam kisaran optimal dan belum menimbulkan efek penurunan konsumsi. | Gempur Satriya Pradana. Maggot (Hermetia illucens) is a larva of the Black Soldier Fly (BSF) which has the potential as an alternative feed source of protein and fat that is excellent for poultry metabolism. Polyunsaturated fatty acids in maggots are important for the health, metabolism, and growth of Sentul Chickens. The study aims to examine the effect and best level of BSF maggot hydrolysate supplementation as a functional feed source on the consumption of crude protein and crude fiber in Sentul Chicken feed. The material used was 100 Day Old Chicks (DOC) of Sentul Chickens. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0 = basal feed, P1 = P0 + 2% BSF Maggot Hydrolysate, P2 = P0+ 4% BSF Maggot Hydrolysate, and P3 = P0+ 6% BSF Maggot Hydrolysate. The variables measured were crude protein consumption and crude fiber digestibility of Sentul Chicken feed. Data analysis used Analysis Of Variance (ANOVA) and further tests of Honestly Significant Difference (HSD) and Orhogonal Polynomial. The results of ANOVA showed that supplementation of BSF maggot hydrolysate hydrolyzed using Lactobacillus casei had a very significant effect (P<0.01) on crude protein consumption and crude fiber consumption of Sentul Chicken feed. Consumption of crude protein and crude fiber (g/head/day) of feed supplemented with BSF maggot hydrolysate was better than basal feed. The average value of crude protein digestibility of Sentul Chicken feed in treatments P0,P1,P2, dan P3 was 5,49±0,33, 6,05±0,30, 6,84±0,20 and 7,91±0,22, while the average value of crude fiber consumption of feed in treatments P0,P1,P2, dan P3 was 3,28±0,20, 3,84±0,19, 4,27±0,13 and 5,00±0,14.. The results of the Orthogonal Polynomial Test on crude protein consumption obtained the equation Y= 5,3698 + 0,4043x, while crude fiber consumption obtained the equation Y= 3,12619 + 0,2797x. Supplementation of BSF maggot hydrolysate resulting from hydrolysis using Lactobacillus casei can increase the consumption of crude protein and crude fiber in Sentul Chicken feed up to 6% and is still within the optimal range and has not caused a decrease in consumption. | |
| 49747 | 52152 | F1C022008 | STRATEGI PROMOSI ALAS PITU SEBAGAI DESTINASI WISATA BARU DI BATURRADEN | Penelitian ini berjudul “Strategi Promosi Alas Pitu sebagai Destinasi Wisata Baru di Baturraden.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi promosi yang dilakukan pengelola Alas Pitu Baturraden dalam mengomunikasikan keunikan destinasi wisata. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya persaingan destinasi di Baturraden sehingga diperlukan strategi promosi yang jelas dan terarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan pengunjung serta pihak pengelola sebagai informan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan berfokus pada penetapan diferensiasi sebagai inti pesan yang disampaikan melalui media digital dan didukung oleh media offline. Selain itu, pengelola juga memanfaatkan kolaborasi dengan pihak eksternal serta perencanaan konten yang disesuaikan dengan waktu dan momentum tertentu untuk meningkatkan efektivitass promosi. Secara umum, strategi promosi yang dilakukan mencerminkan tahapan AIDA dalam menarik perhatian hingga tindakan berkunjung. | This research is entitled “Promotion Strategy of Alas Pitu as a New Tourism Destination in Baturraden.” This study aims to describe and analyze the promotional strategies implemented by the management of Alas Pitu Baturraden in communicating the uniqueness of the tourist destination. The research is motivated by the high level of competition among tourism destinations in Baturraden, which requires a clear and well-directed promotional strategy. This study employs a descriptive qualitative approach. The data were collected through interviews, observations, and documentation, involving visitors and management as informants. Data validity was tested using source and method triangulation. The results indicate that the promotional strategy focuses on establishing differentiation as the core message, which is delivered through digital media and supported by offline media. In addition, the management utilizes collaborations with external parties and content planning adjusted to specific timing and momentum to enhance promotional effectiveness. Overall, the promotional strategy reflects the stages of the AIDA model in attracting attention to encouraging visiting actions. | |
| 49748 | 52154 | C0A023083 | OPTIMIZATION OF CUSTOMER DATA VALIDATION IN HAJJ FINANCING SERVICES AT BANK MUAMALAT PURWOKERTO | Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses optimalisasi validasi data nasabah melalui implementasi sistem MARS dan M-Direct, serta mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi administrasi layanan pembiayaan haji di Bank Muamalat KCU Purwokerto. Permasalahan penelitian berfokus pada proses verifikasi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia (human error) dan menyebabkan keterlambatan layanan. Metode yang digunakan adalah magang dengan observasi langsung pada proses validasi menggunakan sistem MARS dan M-Direct. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sebelum adanya validasi sistem yang ketat, pengecekan dokumen berjalan tidak konsisten dan memakan waktu lama. Implementasi validasi digital terbukti meminimalisir kesalahan input data, mempercepat proses pemberkasan, dan meningkatkan kepuasan nasabah. Studi ini menyimpulkan bahwa validasi data berbasis sistem yang akurat adalah kunci untuk mengatasi hambatan administrasi dalam layanan perbankan syariah. Kata Kunci: Validasi Data, Efisiensi Administrasi, Pembiayaan Haji, Sistem MARS. | This study aims to analyze the optimization process of customer data validation through the implementation of MARS and M-Direct systems, and to evaluate its impact on the administrative efficiency of Hajj financing services at Bank Muamalat KCU Purwokerto. The research problem focuses on manual verification processes that are prone to human error and cause service delays. The method used is an internship with direct observation of the validation process using the MARS and M-Direct systems. The results show that prior to strict system validation, document checking was inconsistent and time-consuming. The implementation of digital validation has successfully minimized data entry errors, accelerated the filing process, and increased customer satisfaction. This study concludes that accurate system-based data validation is key to overcoming administrative bottlenecks in sharia banking services. Keyword: Data Validation, Administrative Efficiency, Hajj Financing, MARS System. | |
| 49749 | 52153 | C0A023028 | DIGITALIZATION OF ADMINISTRATIVE AND TRANSACTION PROCESSES AT PT. PEGADAIAN UPC KARANGLEWAS | Artikel ini membahas implementasi sistem digital untuk proses administrasi dan transaksi di PT. Pegadaian UPC Karanglewas sebagai respon terhadap perkembangan teknologi yang mengubah pola pelayanan di sektor keuangan non-bank. Penggunaan Pegadaian Digital Service (PDS) dan aplikasi e-Form menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kemudahan layanan. PDS memungkinkan nasabah melakukan transaksi gadai, cicilan, dan perpanjangan secara mandiri melalui pembayaran digital tanpa harus datang ke kantor, sedangkan e-Form menyederhanakan alur administrasi dengan meminimalkan pencatatan manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan. Metode penyelesaian penelitian dilakukan melalui praktik kerja langsung dan observasi selama kegiatan magang di UPC Karanglewas. Hasil penilitian menunjukkan bahwa digitalisasi terbukti mengurangi waktu layanan, menekan kesalahan administrasi, serta meningkatkan kenyamanan nasabah. Namun, beberapa proses manual masih ditemukan sehingga perlu optimalisasi sistem secara menyeluruh. Pembahasan menegaskan bahwa transformasi digital berkontribusi siginifikan terhadap efisiensi operational. Rencana pengembangan ke depan mencakup integrasi penuh layanan digital, peningkatan literasi digital pegawai dan nasabah, serta penguatan infrastruktur teknologi untuk mendukung kualitas layanan yang lebih baik. | This Article reviews the implementation of a digital system for administrative processes and transactions at PT Pegadaian UPC Karanglewas in response to technological developments that have transformed service delivery in the non-bank financial sector. The adoption of Pegadaian Digital Service (PDS) and e-Form application represents a strategic efforts to enhance service speed, accuracy, and accessibility. PDS enables customers to conduct pawn transactions, installment payments, and extensions digitally without visiting branch office, while the e-Form streamlines administrative procedures by reducing manual documentation prone to human error. The study employed direct work practice and observation during an internship at UPC Karanglewas. The result that digitization has effectively reduced service time, minimized administrative errors, and improved customer convenience. However, several manual processes remain, indicating the need for further optimization, The findings highlight the significant contribution of digital services, enhancement of digital literacy among employees and customers, and strengthening of technological infrastructure to support more effective service delivery. | |
| 49750 | 52155 | E1A022018 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DAN POLIGAMI TANPA IZIN SERTA AKIBAT TERHADAP KEDUDUKAN ANAK (Tinjauan Yuridis Putusan No. 6635/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mlg) | Perkawinan merupakan suatu institusi sosial dan hukum yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun dalam praktiknya sering terjadi pelanggaran terhadap asas monogami dan kejujuran dalam perkawinan, seperti pemalsuan identitas dan poligami tanpa izin. Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Malang No. 6635/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mlg menjadi contoh nyata kompleksitas hukum akibat pelanggaran ganda tersebut, sekaligus menimbulkan persoalan mengenai kedudukan anak yang lahir dari perkawinan yang kemudian dibatalkan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus, konseptual, dan perundang-undangan. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim membatalkan perkawinan karena Termohon I melakukan pemalsuan identitas dan poligami tanpa izin yang melanggar Pasal 22 dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Pasal 71 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Namun, pembatalan tersebut tidak memutus hubungan hukum anak dan orang tuanya. Status anak tetap sah dan dilindungi berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) UU Perkawinan, Pasal 76 KHI, serta prinsip the best interests of the child dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 dan Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010. Dengan demikian, putusan ini menegaskan konsistensi hakim dalam menegakkan asas monogami sekaligus menjamin perlindungan hak anak. | Marriage is a social and legal institution that aims to from a happy and lasting family based on the One Almighty God. However, in practice, violations of the principles of monogamy and honesty in marriage often occur, such as identity fraud and polygamy without permission. The decision of the Malang District Religious Court No. 6635/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mlg is a valid example of the legal complexity resulting from these dual violations, while also raising questions about the status of children born from a marriage that was later annulled. The research method used is normative juridical with a case, conceptual, and legislative approach. The data used is secondary data with primary, secondary, and tertiary legal materials with prescriptive research spesifications. The data collection method was conducted through a literature study. Data presentation was carried out in the form of narrative text and data analysis was conducted normatively and qualitatively. The results of the study show that the judge annulled the marriage because Respondent I committed identity fraud and polygamy without permission, violating Article 22 and Article 9 of Law Number 1 of 1974 and Article 71 of the Compilation of Islamic Law (KHI). However, the annulment did not sever the legal relationship between the child and his or her parents. The status of the child remains valid and protected under Article 28 Paragraph (2) of the Marriage Law, Article 76 of the KHI, and the principle of the best interests of the child in Law No. 35 of 2014 and Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010. Thus, this decision affirms the consistency of judges in upholding the principle of monogamy while ensuring the protection of children’s rights. | |
| 49751 | 52156 | C1A022093 | Analisis Determinan Investasi Asing Langsung Di Provinsi Bali Dalam Model Persamaan Simultan | Pembangunan ekonomi daerah tidak terlepas dari peran investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Provinsi Bali memiliki pertumbuhan ekonomi daerah yang tercermin dari PDRB dan menunjukkan perkembangan yang cukup tinggi, namun disitribusi realisasi FDI di wilayah Bali masih belum optimal dan menunjukkan adanya ketimpangan antar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan timbal balik antara FDI dan PDRB serta pengaruh beberapa variabel ekonomi lainnya terhadap kedua variabel tersebut di Provinsi Bali. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan jumlah tenaga kerja sebagai variabel kontrol. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan merupakan data panel yang terdiri dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali periode tahun 2015-2024 serta menggunakan analisis data berupa model persamaan simultan Two Stage Least Square (2SLS) dengan bantuan software Eviews12. Berdasarkan hasil penelitian persamaan simultan FDI menunjukkan bahwa variabel PDRB, UMK dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap FDI. Hasil penelitian persamaan simultan PDRB menunjukkan bahwa variabel FDI, IPM berpengaruh signifikan terhadap PDRB sedangkan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB. | Regional economic development cannot be separated from the role of investment in encouraging economic growth. The Province of Bali has experienced regional economic growth reflected in its Gross Regional Domestic Product (GRDP), which shows relatively strong development. However, the distribution of Foreign Direct Investment (FDI) realization in Bali is still not optimal and indicates disparities among regions. This study aims to analyze the reciprocal relationship between FDI and GRDP as well as the influence of several other economic variables on both variables in the Province of Bali. The variables used in this study include the Regency/City Minimum Wage (UMK), Human Development Index (HDI), and the number of workers as control variables. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The data used are panel data consisting of nine regencies/cities in the Province of Bali for the period 2015–2024. The data analysis method used is a simultaneous equation model with the Two Stage Least Squares (2SLS) method assisted by EViews 12 software. Based on the results of the simultaneous equation analysis, the FDI equation shows that the variables GRDP, UMK, and the number of workers have a significant effect on FDI. Meanwhile, the GRDP equation shows that the variables FDI and HDI have a significant effect on GRDP, while the number of workers does not have a significant effect on GRDP. | |
| 49752 | 52158 | K1B022104 | PENERAPAN ALGORITMA KLEENE STAR MODIFIKASI PADA PENJADWALAN SISTEM DISTRIBUSI PAKET KANTOR POS DI PURWOKERTO | Penelitian ini membahas penjadwalan sistem distribusi paket kantor pos di wilayah Purwokerto menggunakan algoritma Kleene Star Modifikasi dalam kerangka aljabar max-plus. Tujuan penelitian adalah merancang jadwal yang terstruktur dan periodik guna mengoptimalkan waktu keberangkatan kendaraan di setiap kantor pos. Model penjadwalan dirumuskan sebagai sistem linier max-plus, kemudian diselesaikan menggunakan algoritma Kleene Star Modifikasi dengan bantuan program Python untuk menentukan nilai eigen dan vektor eigen. Jadwal yang dihasilkan diperoleh dari entri vektor eigen yang menyatakan waktu keberangkatan kendaraan di setiap kantor pos, sedangkan periodisasi distribusi ditentukan berdasarkan nilai eigen yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif untuk merancang jadwal distribusi yang periodik dan terstruktur sebagai acuan praktis perencanaan distribusi kantor pos. | This study discusses the scheduling of a postal package distribution system in the Purwokerto region using the Modified Kleene Star algorithm within the max-plus algebra framework. The aim is to design a structured and periodic schedule to optimize vehicle departure times at each postal office. The scheduling model was formulated as a max-plus linear system, then solved using the Modified Kleene Star algorithm with Python program to determine the eigenvalue and eigenvector. The resulting schedule was derived from the eigenvector entries representing vehicle departure times at each postal office, while the distribution periodicity was determined by the eigenvalue obtained. The results show that this approach is effective for designing a periodic and structured distribution schedule as a practical reference for postal distribution planning. | |
| 49753 | 52157 | I1A022040 | Sistem Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Permasalahan sampah dan pengelolannya, khususnya di wilayah perkotaan masih menjadi isu yang penting, termasuk di Kota Purwokerto. Wilayah Banyumas menjadi percontohan dari sistem pengelolaan sampah, namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian Kualitatif Deskriptif dengan tahapan analisis datanya yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi pada 19 informan pada bulan November – Desember 2025. Aspek yang diteliti yaitu aspek input, proses, output, dan outcome/impact. Hasil Penelitian: Sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Purwokerto dilaksanakan dengan didukung oleh aspek input yaitu sumber daya manusia, anggaran, kebijakan, sarana prasarana, dan pemberdayaan masyarakat. Kemudian dalam aspek prosesnya dilakukan melalui tahapan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pengangkutan, dan pembuangan tahap akhir. Aspek outputnya berupa produk yang dihasilkan dari olahan sampah dan aspek terakhir yaitu outcome/impactnya berpengaruh pada kualitas lingkungan dan status kesehatan. Namun, di lapangan masih terdapat pula kendala yang perlu diatasi. Kesimpulan: Sistem pengelolaan sampah di Kota Purwokerto dilaksanakan dengan melibatkan aspek input, proses, output, dan outcome/impact. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Purwokerto, Rumah Tangga, Sampah Rumah Tangga, Sistem | Background: The issue of waste and its management, especially in urban areas, remain an important issue, including in Purwokerto City. The Banyumas region is a model for waste management systems, but there are several aspects that need to be improved. This study aims to determine how the household waste management system works in Purwokerto City, Banyumas Regency. Methods: Descriptive qualitative research with data analysis stages of reduction, presentation, and conclusion. Data was collected through in-depth interviews and observation of 19 informants from Novemeber-Desember 2025. The aspects studied were input, process, output, and outcome/impact. Result: The household waste management system in Purwokerto City is implemented with the support of input aspects, namely human resources, budget, policies, infrastructure, and community empowerment. The process aspect is carried out through the stages of sorting, collection, processing, transportation, and final disposal. The output aspect consists of products produced from waste processing, and the final aspect, namely the outcome/impact, affects environmental quality and health status. However, there are still obstacles in the field that need to be overcome. Conclusion: The waste management system in Purwokerto City is implemented by involving the aspects of input, process, output, and outcome/impact. Keywords: Domestic, Household Waste, Purwokerto, System, Waste Management | |
| 49754 | 52160 | E1A022106 | KEDUDUKAN ANAK SEBAGAI KORBAN EKSPLOITASI DALAM JARINGAN NARKOTIKA (Studi Terhadap Putusan Nomor 00/Pid.Sus-Anak/2022/PN Crp) | Keterlibatan anak dalam jaringan peredaran narkotika merupakan suatu persoalan hukum yang cukup kompleks sebab dalam praktiknya anak seringkali dimanfaatkan kerentanannya oleh pihak yang lebih dewasa, sehingga menimbulkan problem dilematis dalam memposisikan anak sebagai pelaku tindak pidana sebab belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan perlindungan bagi anak dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika serta mengkaji pemidanaan terhadap anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Curup Nomor 00/Pid.Sus- Anak/2022/PN Crp. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang - undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual menggunakan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam putusan anak tetap diposisikan sebagai pelaku tindak pidana yang dijatuhi pidana berdasarkan Pasal 112 Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pemidanaan terhadap anak belum mencerminkan perlindungan anak secara optimal yang mana secara substantif dalam proses peradikan pidana anak mengedepankan pendekatan rehabilitatif. | The involvement of children in drug trafficking networks is a complex legal issue because, in practice, children are often exploited due to their vulnerability by older individuals, creating a dilemma in classifying children as perpetrators of criminal acts since the approach has not fully integrated child protection measures and the principle of the best interests of the child. This study aims to analyze the legal status of children involved in narcotics-related criminal offenses and to examine the sentencing of children involved in such offenses based on the Decision of the Curup District Court No. 00/Pid.Sus-Anak/2022/PN Crp. The research method employed is a normative legal approach utilizing legislative analysis, case analysis, and conceptual analysis, based on primary and secondary legal sources analyzed through a qualitative normative framework. The results of the study indicate that in the decision, the child is still positioned as a perpetrator of a criminal offense sentenced under Article 112 of Law No. 35 of 2009 on Narcotics, and that the sentencing of the child does not yet optimally reflect child protection, whereas substantively, the criminal justice process for children should prioritize a rehabilitative approach. | |
| 49755 | 52161 | E1A022049 | PENERAPAN KETENTUAN OBSTRUCTION OF JUSTICE DALAM TINDAK PIDANA SUAP HASTO KRISTIYANTO (studi putusan 36/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst) | ketentuan obstruction of justice merupakan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang undang tersebut merupakan suatu norma pidana khusus yang dirancang untuk melindungi integritas dan independensi proses peradilan pidana dari segala bentuk intervensi, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Dalam kerangka ini, delik obstruction of justice tidak ditempatkan sebagai delik turunan dari tindak pidana pokok, melainkan sebagai delik yang berdiri sendiri (independent offence) dan berfokus pada perbuatan serta kesengajaan pelaku dalam mencegah, merintangi, atau menggagalkan proses hukum yang sedang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ketentuan obstruction of justice dalam tindak pidana suap yang melibatkan Hasto Kristiyanto berdasarkan Putusan Nomor 36/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual, yang bertumpu pada data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier sebagai sumber analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara konstruksi normatif Pasal 21 Undang-undang Tipikor dengan penerapannya dalam praktik peradilan. Perbedaan tersebut terutama terletak pada penafsiran unsur “menghalangi, merintangi, atau menggagalkan” proses hukum, yang oleh majelis hakim cenderung dipahami sebagai delik materiil yang mensyaratkan adanya akibat faktual. Hal ini berimplikasi pada penyempitan makna normatif pasal, karena secara konseptual delik tersebut lebih tepat dipahami sebagai delik formil yang menitikberatkan pada perbuatan dan intensi pelaku, bukan semata-mata pada akibat yang ditimbulkan. | The provision on obstruction of justice is set forth in article 21 of the Law on the Eradication of Corruption, namely Law No. 31 of 1999 on the Eradication of Corruption. This law constitutes a special criminal provision designed to protect the integrity and independence of the criminal justice process from all forms of intervention, whether direct or indirect. Within this framework, the offense of obstruction of justice is not classified as a derivative offense of the principal criminal act, but rather as a standalone offense (independent offense) focused on the perpetrator’s actions and intent to prevent, hinder, or thwart an ongoing legal process. This study aims to analyze the application of the obstruction of justice provision in the bribery case involving Hasto Kristiyanto based on Judgment No. 36/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst. The research method employed is normative legal research utilizing a statutory approach, a case-based approach, and a conceptual approach, relying on secondary data comprising primary, secondary, and tertiary legal materials as sources of analysis. The research findings indicate a discrepancy between the normative construction of Article 21 of the Corruption Eradication Law and its application in judicial practice. This discrepancy primarily lies in the interpretation of the element “obstructing, hindering, or thwarting” legal proceedings, which the panel of judges tends to understand as a substantive offense requiring the existence of factual consequences. This has implications for the narrowing of the normative meaning of the article, because conceptually, this offense is more appropriately understood as a formal offense that focuses on the perpetrator’s actions and intent, not merely on the resulting consequences. | |
| 49756 | 52162 | C1B022012 | Pengaruh Shareholder Pressure, Employee Pressure, Leverage, Profitabilitas, dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Umur Perusahaan sebagai Moderasi | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Shareholder Pressure, Employee Pressure, Leverage, Profitabilitas, dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Umur Perusahaan sebagai Moderasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh shareholder pressure, employee pressure, leverage, profitabilitas, dan dewan komsaris independen terhadap pengungkapan sustainability report dengan umur perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan dan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024. Metode purposive sampling digunakan sebagai teknik pemilihan sampel. Data sampel diperoleh sebanyak 25 perusahaan. Analisis data penelitian dengan Moderated Regression Analysis menggunakan Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Shareholder pressure tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (2) Employee pressure berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report, (3) Leverage berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (4) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (5) Dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, (6) Umur perusahaan memoderasi pengaruh shareholder pressure terhadap pengungkapan sustainbility report, (7) Umur perusahaan memoderasi pengaruh employee pressure terhadap pengungkapan sustainability report, (8) Umur perusahaan tidak memoderasi pengaruh leverage terhadap pengungkapan sustainability report. Implikasi dari kesimpulan di atas menunjukkan bahwa pengungkapan sustainability report lebih dipengaruhi oleh faktor keuangan perusahaan dibanding tekanan dari stakeholder dan mekanisme tata kelola perusahaan. Dengan demikian, perusahaan perlu memperkuat kinerja keuangan dan menjadikan sustainability report sebagai strategi untuk membangun legitimasi dan mempertahankan kepercayaan stakeholder. Bagi regulator, hasil ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan terhadap transparansi keberlanjutan untuk meningkatkan konsistensi dan kualitas sustainability report perusahaan. | This study is a quantitative research employing descriptive statistical analysis techniques to analyze the data. The title of this research is “Pengaruh Shareholder Pressure, Employee Pressure, Leverage, Profitabilitas, dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Umur Perusahaan sebagai Moderasi.” The objective of this study is to examine the effect of shareholder pressure, employee pressure, leverage, profitability, and the independent board of commissioners on sustainability report disclosure, with firm age as a moderating variable. The population of this study consists of mining and energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period. Purposive sampling was used as the sampling technique. The final sample comprised 25 companies. Data analysis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) with EViews 13. The results indicate that: (1) shareholder pressure does not affect sustainability report disclosure; (2) employee pressure has a negative effect on sustainability report disclosure; (3) leverage has a positive effect on sustainability report disclosure; (4) profitability has a positive effect on sustainability report disclosure; (5) independent board of commissioners does not affect sustainability report disclosure; (6) firm age moderates the effect of shareholder pressure on sustainability report disclosure; (7) firm age moderates the effect of employee pressure on sustainability report disclosure; and (8) firm age does not moderate the effect of leverage on sustainability report disclosure. The implications of these findings suggest that sustainability report disclosure is more influenced by a company’s financial factors than by stakeholder pressure and corporate governance mechanisms. Therefore, companies need to strengthen their financial performance and position sustainability reporting as a strategic tool to build legitimacy and maintain stakeholder trust. For regulators, these findings underscore the importance of strengthening regulations and supervisory mechanisms related to sustainability transparency in order to enhance the consistency and quality of corporate sustainability reports. | |
| 49757 | 52163 | F1B022090 | IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO) | Permasalahan gizi peserta didik di Indonesia berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar, sehingga pemerintah melaksanakan Program Makan Bergizi (MBG) sebagai upaya menyediakan gizi yang merata dan berkelanjutan. Keberhasilan program dapat dilihat dari kesesuaian terlaksananya kebijakan tujuan, terutama pada aspek cakupan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi Program Makan Bergizi (MBG) di SMA Negeri 3 Purwokerto. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, Badan Gizi Nasional Banyumas, SPPG Beji 1 Kedungbanteng, serta pihak sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal, namun secara umum telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan tujuan kebijakan, khususnya dalam pemerataan sasaran. Penerapan program masih menghadapi kendala pada pemahaman tujuan, keterbatasan sumber daya manusia, serta sistem pelaksanaan dan pengawasan yang belum maksimal. | Nutritional problems among students in Indonesia have an impact on their health and concentration in learning, prompting the government to implement the Nutritious Meal Program (MBG) in an effort to provide equitable and sustainable nutrition. The success of the program can be seen from the suitability of the implementation of the policy objectives, especially in terms of coverage of the target group. This study aims to analyze and describe the implementation of the Nutritious Meal Program Nutrition Program (MBG) at SMA Negeri 3 Purwokerto. The research used a qualitative method with purposive sampling techniques, involving Commission IV of the Banyumas Regency DPRD, the Banyumas National Nutrition Agency, SPPG Beji 1 Kedungbanteng, and the school. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation, which were analyzed using the Miles and Huberman's interactive model. The results of the study indicate that the implementation of the program has not been fully optimized, but in general, it has been running quite well and in accordance with policy objectives, particularly in terms of target distribution. The implementation of the program still faces obstacles in understanding the objectives, limitations of human resources, and an implementation and monitoring system that is not yet optimal. | |
| 49758 | 52164 | I1E022004 | ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMK NEGERI 3 PURWOKERTO BERDASARKAN HASIL TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN) | Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan komponen penting dalam menunjang kemampuan siswa dalam menjalankan aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Perkembangan gaya hidup yang cenderung kurang aktif pada remaja berpotensi menurunkan tingkat kebugaran, meskipun kondisi status gizi berada pada kategori normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi, tingkat kebugaran jasmani, serta signifikansi korelasi antara keduanya pada siswa SMK Negeri 3 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa usia 15–18 tahun yang terdiri dari 36 siswa putra dan 54 siswa putri, dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan status gizi serta Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang meliputi v-sit and reach, sit up, squat thrust, dan PACER test. Analisis data statistik dilakukan menggunakan uji deskriptif persentase dan uji korelasi Spearman melalui perangkat lunak SPSS. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi dalam kategori “gizi baik”, dengan persentase 91% pada siswa putra dan 87% pada siswa putri. Tingkat kebugaran jasmani siswa secara umum berada pada kategori cukup dengan persentase 90%. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani dengan nilai signifikansi 0,971 (p > 0,05) dan koefisien korelasi -0,004. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMK Negeri 3 Purwokerto. Hal ini mengindikasikan bahwa status gizi yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani lebih dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan, sehingga diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik di lingkungan sekolah. | Background: Physical fitness is a key component in supporting students’ ability to engage in learning activities and daily life. The trend toward a less active lifestyle among adolescents has the potential to lower fitness levels, even when nutritional status falls within the normal range. This study aims to evaluate nutritional status, physical fitness levels, and the significance of the correlation between the two among students at SMK Negeri 3 Purwokerto. Methodology: This study employed a quantitative approach with a descriptive design. The study sample consisted of 90 students aged 15–18 years, comprising 36 male students and 54 female students, selected using proportional random sampling. Data were collected through Body Mass Index (BMI) measurements to determine nutritional status, as well as the Nusantara Student Fitness Test (TKPN), which included the v-sit and reach, sit-ups, squat thrusts, and the PACER test. Statistical data analysis was performed using descriptive percentage tests and Spearman’s correlation test via SPSS software. Research Results: The results of the study indicate that the majority of students fall into the “good nutrition” category, with 91% of male students and 87% of female students. Students’ physical fitness levels were generally in the “adequate” category, at 90%. Correlation test results showed no significant relationship between nutritional status and physical fitness levels, with a significance value of 0.971 (p > 0.05) and a correlation coefficient of -0.004. Conclusion: There is no significant association between nutritional status and the level of physical fitness among students at SMK Negeri 3 Purwokerto. This suggests that good nutritional status does not always correlate directly with physical fitness. Physical fitness is more influenced by regular and sustained physical activity; therefore, efforts to increase physical activity within the school environment are necessary. | |
| 49759 | 52165 | I1C022116 | Pengaruh Edukasi dengan Media Leaflet Tentang Penggunaan Obat Tuberkulosis Paru Terhadap Pengetahuan Pasien Rawat Jalan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga | Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi. Pengetahuan pasien tentang penggunaan obat antituberkulosis memengaruhi keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi media leaflet tentang penggunaan obat tuberkulosis paru terhadap tingkat pengetahuan pasien rawat jalan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Desain penelitian menggunakan quasieksperimental dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 61 pasien kasus baru yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi leaflet. Hasil menunjukkan, sebelum edukasi mayoritas responden berpengetahuan kurang (57,4%) dan cukup (42,6%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan menjadi kategori baik (91,8%) dan cukup (8,2%). Uji Wilcoxon signed rank test membuktikan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001). Selanjutnya, uji MannWhitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara pasien fase intensif dan lanjutan (p=0,370). Kesimpulannya, edukasi menggunakan leaflet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien rawat jalan terkait penggunaan obat tuberkulosis paru. | Pulmonary tuberculosis is an infectious disease requiring long-term treatment and strict compliance. Patient knowledge about antituberculosis drugs highly influences treatment success. This study aimed to determine the effect of leaflet education regarding pulmonary tuberculosis medication on the knowledge level of outpatients at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was utilized. The sample comprised 61 new patients selected via consecutive sampling. Knowledge was measured using a questionnaire before and after the leaflet intervention. The results showed that prior to education, most respondents had poor (57.4%) and sufficient (42.6%) knowledge. After the intervention, knowledge significantly improved to good (91.8%) and sufficient (8.2%) categories. The Wilcoxon signed-rank test revealed a significant difference in knowledge before and after the education (p<0.001). Furthermore, the Mann-Whitney test indicated no significant difference in knowledge between patients in the intensive and continuation phases (p=0.370). In conclusion, education using leaflets significantly increases the knowledge of pulmonary tuberculosis outpatients regarding their medication. | |
| 49760 | 52166 | I1C022080 | POTENSI SENYAWA BIOAKTIF DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus) SEBAGAI INHIBITOR PROTEIN ADHESIN FIMH UROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI (UPEC) SECARA IN SILICO | Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi yang banyak disebabkan oleh Uropathogenic Escherichia coli (UPEC). Proses adhesi bakteri yang dimediasi oleh protein adhesin FimH berperan penting pada tahap awal infeksi sehingga menjadi target potensial dalam strategi anti-virulensi. Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) diketahui memiliki aktivitas antiadhesi terhadap UPEC. Namun mekanisme interaksi molekuler senyawa bioaktifnya dengan protein FimH belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif daun kumis kucing sebagai inhibitor FimH secara in silico. Sebanyak 104 senyawa diseleksi berdasarkan aturan Lipinski dan prediksi ADMET, kemudian dilakukan molecular docking terhadap protein FimH (PDB ID: 4X5P). Senyawa terbaik selanjutnya dianalisis menggunakan simulasi molecular dynamics selama 50 ns. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam maslinat memiliki nilai binding affinity terbaik sebesar −7,6 kcal/mol serta membentuk kompleks yang stabil dengan nilai RMSD rata-rata 1,384 Å dan RMSF < 2,5 Å. Hasil ini menunjukkan bahwa asam maslinat berpotensi sebagai kandidat inhibitor FimH dalam strategi anti-virulensi terhadap UPEC. | Urinary tract infection (UTI) is a common infectious disease primarily caused by Uropathogenic Escherichia coli (UPEC). The adhesion process mediated by the FimH adhesin protein plays a crucial role in the early stage of infection, making it a potential target for anti-virulence therapy. Orthosiphon stamineus leaves are known to exhibit anti-adhesive activity against UPEC. However, the molecular interaction of its bioactive compounds with FimH remains unclear. This study aimed to evaluate the potential of bioactive compounds from Orthosiphon stamineus leaves as FimH inhibitors using an in silico approach. A total of 104 compounds were screened based on Lipinski’s rule and ADMET prediction, followed by molecular docking against FimH (PDB ID: 4X5P). The best compound was further analyzed using molecular dynamics simulation for 50 ns. The results showed that maslinic acid exhibited the best binding affinity (−7.6 kcal/mol) and formed a stable complex with an average RMSD of 1.384 Å and RMSF values below 2.5 Å. These findings indicate that maslinic acid has potential as a candidate FimH inhibitor, supporting its development as an anti-virulence agent against UPEC. |