Artikelilmiahs

Menampilkan 49.721-49.740 dari 49.876 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4972152126C1B022040PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI MODERASIPenelitian ini bertujuan untuk mengujikan karakteristik perusahaan yang dibatasi oleh leverage (DAR), profitabilitas (ROA), dan ukuran perusahaan (total aset) terhadap pengungkapan sustainability report, dengan kepemilikan institusional (persentase saham institusional) sebagai variabel moderasi. Fokus penelitian tertuju pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan periode pengamatan mulai dari 2020 hingga 2025. Sampel penelitian terdiri atas 17 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13.
Hasil analisis menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report, sedangkan profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Selain itu, kepemilikan institusional tidak mampu memoderasi pengaruh leverage maupun profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability report. Namun demikian, kepemilikan institusional terbukti memperkuat pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report.
Implikasi penelitian ini menegaskan perusahaan perlu mengelola leverage secara bijak, meningkatkan profitabilitas, serta mengoptimalkan ukuran perusahaan untuk mendorong pengungkapan sustainability report, dengan dukungan investor institusional terutama pada perusahaan besar.
This study aims to examine the effect of firm characteristics, as measured by leverage (DAR), profitability (ROA), and firm size (total assets), on sustainability report disclosure, with institutional ownership (percentage of institutional shareholding) serving as a moderating variable. The focus of this study is on companies operating in the energy sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), with an observation period from 2020 to 2025. The research sample con-sists of 17 companies selected using the purposive sampling method. The analytical techniques applied are panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with the assistance of EViews 13 software.
The results of the analysis show that leverage has a negative effect on sustainability report disclosure, while profitability and firm size have a positive effect on sustainability report disclosure. In addition, institutional ownership is un-able to moderate the effect of leverage and profitability on sustainability report disclosure. However, institutional ownership is proven to strengthen the positive effect of firm size on sustainability report disclosure.
The implications of this study emphasize that companies need to manage leverage prudently, increase profitability, and optimize firm size to encourage sustainability report disclosure, with institutional investor support especially in large companies.
4972252127C1B022007PENGARUH WORKPLACE OSTRACISM DAN WORKPLACE INCIVILITY TERHADAP KINERJA ANGGOTA ORGANISASI DENGAN JOB ANXIETY SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Organisasi Kemahasiswaan)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job anxiety, workplace incivility, dan workplace ostracism terhadap kinerja anggota organisasi kemahasiswaan di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 129 responden anggota organisasi kemahasiswaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS).
Evaluasi model dilakukan melalui uji outer model untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk, serta uji inner model untuk menguji hubungan antar variabel laten. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode bootstrapping. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta model struktural memiliki kemampuan penjelasan yang memadai.
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa Workplace Ostracism, Workplace Incivility, dan Job Anxiety dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja anggota organisasi, sehingga seluruh hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kondisi psikologis dan kualitas interaksi sosial dalam meningkatkan kinerja anggota organisasi kemahasiswaan.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kajian perilaku organisasi serta bahan pertimbangan praktis dalam menciptakan lingkungan organisasi mahasiswa yang lebih kondusif.
This study aims to examine the effects of job anxiety, workplace incivility, and workplace ostracism on the performance of student organization members at Universitas Jenderal Soedirman. The research employs a quantitative approach using a survey method involving 129 respondents who are members of student organizations. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS).
Model evaluation was conducted through outer model testing to assess construct validity and reliability, followed by inner model testing to examine the relationships among latent variables. Hypothesis testing was performed using the bootstrapping method. The results indicate that all constructs meet the required validity and reliability criteria, and the structural model demonstrates adequate explanatory power.
The hypothesis testing results reveal that job anxiety, workplace incivility, and workplace ostracism have significant effects on the performance of organization members, leading to the acceptance of all proposed hypotheses. These findings highlight the importance of managing psychological conditions and the quality of social interactions in enhancing the performance of student organization members.
This study is expected to serve as a reference for future research in organizational behavior and as practical input for creating a more conducive environment within student organizations.
Keyword: Kinerja Anggota Organisasi, Workplace Ostracism, Workplace Incivility, Job Anxiety.
4972352129J1D022002Representasi Maskulinitas Perempuan dalam Serial Film Bandelnya Judith Karya Andi Bachtiar Yusuf dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Materi Teks Drama Jenjang SMA Kelas XIPenggambaran perempuan dengan karakter maskulin mulai diangkat dalam sebuah film sebagai salah satu media hiburan yang digemari masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi maskulinitas tokoh utama perempuan serial film Bandelnya Judith dalam perspektif semiotika Barthes melalui tiga level pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos serta relevansinya sebagai bahan ajar materi teks drama siswa kelas XI SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis isi, sedangkan data dikumpulkan melalui metode sadap dengan teknik lanjutan SBLC, catat, dan rekam. Analisis data penelitian ini dilakukan secara interaktif dalam empat tahap, yakni pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Judith merepresentasikan enam aspek dari tujuh kriteria maskulinitas, yaitu 6 data penampilan fisik, 3 data seksual, 3 data emosional, 7 data intelektual, 6 data interpersonal, dan 5 data karakter personal. Data yang paling banyak ditemukan pada aspek intelektual, yaitu Judith berpikir logis, rasional, serta cerdas dalam bidang akademik. Serial ini juga relevan digunakan sebagai bahan ajar materi teks drama sesuai Capaian Pembelajaran Fase F dalam mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi dengan tujuan pembelajaran: (1) siswa mampu memahami unsur-unsur pembangun teks drama; dan (2) siswa mampu menganalisis karakter atau perwatakan dalam penokohan drama yang disajikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bandelnya Judith merepresentasikan perempuan dengan karakter maskulin dan relevan digunakan sebagai bahan ajar khususnya materi teks drama SMA kelas XI.The portrayal of women with masculine characteristics began to be raised in films as one of the entertainment media favored by the public. The purpose of this study was to describe the representation of masculinity in the main female character of the film series Bandelnya Judith from Barthes' semiotic perspective through three levels of meaning: denotation, connotation, and myth, as well as its relevance as teaching material for 11 th grade high school. The type of research used is descriptive qualitative with content analysis, while data is collected through tapping methods with advanced SBLC, note-taking, and recording techniques. The analysis of this research data is carried out interactively in four stages, namely data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data in this study uses theoretical triangulation and source triangulation. The results show that Judith's character represents six aspects from the seven criteria of masculinity, namely 6 physical appearance data, 3 sexual data, 3 emotional data, 7 intellectual data, 6 interpersonal data, and 5 personal character data. The most common data found in the intellectual aspect is that Judith thinks logically, rationally, and is academically intelligent. This series is also relevant for use as teaching material for drama texts in accordance with learning achievements Phase F in appreciating fiction and nonfiction texts with the following learning objectives: (1) Students are able to understand the elements that construct drama texts; and (2) Students are able to analyze characters or personalities in the drama characters presented. This study concludes that Bandelnya Judith represents women with masculine characters that are relevant for use as teaching materials for literature, especially drama text material for high school 11th drama texts.
4972452252C0A023052Implementasi Google Form yang Terintegrasi dengan Lokasi Pelanggan di PT. PLN (Persero) ULP BanyumasPT PLN (Persero) ULP Banyumas merupakan salah satu sub-unit di bawah UP3 (Unit Pelaksanaan Pelayanan
Pelanggan) yang berperan dalam pengurusan pelayanan pelanggan dan pelayanan jaringan listrik distribusi pada wilayah kerja yang lebih kecil. Meskipun memiliki cakupan wilayah yang relatif terbatas dibandingkan ULP
lainnya, PLN ULP Banyumas melayani jumlah pelanggan yang cukup banyak sehingga membutuhkan sistem pelayanan yang efektif dan efisien.

Untuk mendukung operasional tersebut, PLN menggunakan aplikasi Field Service Operation (FSO) Mobile, yaitu aplikasi berbasis Android yang dikembangkan oleh ICON+ dan digunakan oleh petugas lapangan dalam melayani kebutuhan listrik pelanggan. FSO Mobile digunakan untuk pelaporan pasang baru, perubahan daya, dan layanan lainnya. Namun, data yang diperlukan masih dikumpulkan secara manual oleh petugas lapangan dan dikirim melalui WhatsApp, seperti titik koordinat pelanggan, foto kWh meter, foto sambungan, serta identitas pelanggan. Proses ini berpotensi menimbulkan kesalahan, dan dinilai kurang efisien.

Sebagai solusi, digunakan Google Form yang terintegrasi dengan titik koordinat lokasi pelanggan. Melalui Google Form, petugas lapangan dapat langsung menginput data dan mengunggah foto yang dibutuhkan dalam satu sistem yang terpusat. Hasil pengisian dapat diakses secara lengkap oleh petugas penginput FSO Mobile serta dimanfaatkan oleh Manajemen PLN ULP Banyumas.
PT PLN (Persero) ULP Banyumas is one of the sub-units under UP3 (Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan) that plays a role in managing customer service and distribution network services in a smaller working area. Although it has a relatively limited coverage area compared to other ULP, PLN ULP Banyumas serves a large number of customers, requiring an effective and efficient service system.

To support these operations, PLN uses the Field Service Operation (FSO) Mobile application, an Android-based
application developed by ICON+ and used by field officers to serve customer electricity needs. FSO Mobile is used for reporting new installations, power changes, and other services. However, the necessary data is still collected manually by field officers and sent via WhatsApp, such as customer coordinates, photos of kWh meters, photos of connections, and customer identities. This process has the potential for errors and is considered inefficient.

As a solution, Google Forms integrated with customer location coordinates are used. Through Google Forms, field officers can directly input data and upload the required photos in one centralized system. The results can be accessed in full by FSO Mobile input officers and utilized by the Management of PLN ULP Banyumas
4972552130E1A022047PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH TELANTAR (Studi Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar)Tanah merupakan sumber daya dan aset yang sangat strategis bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia, namun ketika tidak dimanfaatkan dengan semestinya, penelantaran tanah justru menghilangkan potensi manfaat dari kepemilikan tersebut. Akibat tingginya kasus penelantaran tanah serta lemahnya implementasi regulasi sebelumnya sehingga memicu sengketa dan ketidakpastian hukum bagi pemegang hak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasar hukum hingga pelaksaaaan penertiban tanah telantar dan bentuk perlindungan hukum bagi pemegang hak guna bangunan atas tanah telantar yang diberikan oleh pemerintah. Metode penelitian yang digunakan merupakan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konseptual. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka dan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur penertiban tanah telantar dilakukan inventarisasi melalui pengumpulan data tekstual dan spasial, kemudian dilanjutkan dengan 4 tahapan yakni evaluasi, peringatan, dan penetapan tanah telantar. Akibat hukum penetapan tanah terlantar bagi pemegang hak adalah putusnya hubungan hukum antara pemegang hak dengan objek tanah, sehingga tanah tersebut dikuasai kembali oleh negara. Bentuk perlindungan hukum bagi pemegang hak dalam penertiban tanah telantar berupa perlindungan preventif melalui pemberian surat peringatan dan perlindungan represif melalui pengajuan permohonan keberatan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional dan upaya hukum acara perdata apabila belum memulihkan kembali hak atas tanah. Penelitian yang dilakukan diharapkan, pemerintah khususnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional perlu lebih menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan penertiban tanah telantar dan pemegang hak diharapkan lebih responsif dan bertanggungjawab terhadap surat peringatan yang disampaikan oleh pemerintah. Land is a very strategic resource and asset for economic, social, and environmental development in Indonesia. However, when not properly utilized, land abandonment actually eliminates the potential benefits of ownership. The high number of land abandonment cases and the weak implementation of previous regulations have triggered disputes and legal uncertainty for rights holders. This study aims to examine the legal basis for the control of abandoned land and the forms of legal protection for building right holders on abandoned land provided by the government. The research method used is normative juridical with a legislative approach, analytical approach, and conceptual approach. The data sources used are secondary data obtained from literature studies and presented in the form of narrative descriptions. The results of the study show that the procedure for regulating abandoned land is carried out by making an inventory through the collection of textual and spatial data, followed by four stages, namely evaluation, warning, and determination of abandoned land. The legal consequence of the determination of abandoned land for rights holders is the termination of the legal relationship between the rights holder and the land object, so that the land is returned to state control. The form of legal protection for rights holders in the control of abandoned land is preventive protection through the issuance of warning letters and repressive protection through the submission of objections to the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency and civil court proceedings if the rights to the land have not been restored. The research conducted is expected to encourage the government, particularly the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency, to apply the principle of prudence more strictly in implementing the control of abandoned land, and rights holders are expected to be more responsive and responsible in responding to warning letters issued by the government.
4972652132I1C022022FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN SHEET MASK EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) DENGAN METODE DPPHRadikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berperan terhadap penuaan dini dan kerusakan kulit, sehingga diperlukan senyawa antioksidan yang aman serta memiliki efektivitas yang tinggi. Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) diketahui mengandung sumber antioksidan alami. Penelitian ini mengembangkan formula sheet mask dengan variasi konsentrasi ekstrak daun rambutan sebesar FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Seluruh formula dilakukan evaluasi sifat fisika kimia, uji stabilitas dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Evaluasi sifat fisika kimia dan stabilitas sediaan dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Uji antioksidan dianalisis menggunakan software IBM SPSS Statistics. Seluruh formula sheet mask memenuhi persyaratan sifat fisika kimia dan stabilitas. Masing-masing formula memiliki nilai IC50 yang masuk dalam kategori sangat kuat, ditunjukkan dengan nilai IC50 FI 46,97 ; FII 45,76 dan FIII 43,83. Formula III merupakan formula terbaik dalam uji sifat fisika kimia dan stabilitas sediaan serta memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat.Free radicals can trigger oxidative stress that contributes to premature aging and skin damage, so safe and highly effective antioxidant compounds are needed. Rambutan leaves (Nephelium lappaceum L.) are known to contain natural antioxidant sources. This study developed sheet mask formulas with varying concentrations of rambutan leaf extract of FI (5%), FII (10%), and FIII (15%). All formulas were subjected to physicochemical properties evaluation, stability testing, and antioxidant activity testing using the DPPH method. Evaluation of the physicochemical properties and stability of the preparations was carried out descriptively quantitatively. The antioxidant test was analyzed using IBM SPSS Statistics software. All sheet mask formulas met the requirements for physicochemical properties and stability. Each formula had an IC50 value that was categorized as very strong, indicated by the IC50 value of FI 46.97; FII 45.76 and FIII 43.83. Formula III was the best formula in the physicochemical properties and stability test and had the strongest antioxidant activity.
4972752131I1C022020FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN LIPCREAM EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum L.) DENGAN METODE DPPH Radikal bebas dapat menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah. Penggunaan sediaan kosmetik yang mengandung antioksidan, seperti lipcream, dapat menjadi salah satu upaya perlindungan. Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, fenolik, dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun rambutan (5%, 10%, dan 15%) terhadap sifat fisiko kimia, stabilitas fisik, dan aktivitas antioksidan sediaan lipcream dengan metode DPPH. Ekstrak daun rambutan diperoleh dengan metode maserasi, kemudian diformulasikan menjadi lipcream F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Seluruh formula dilakukan evaluasi sifat fisiko kimia, uji stablitas, uji iritasi, uji hedonik, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula sediaan lipcream ekstrak daun rambutan memenuhi pesyaratan sifat fisik dan stabilitas, tidak mengiritasi, dan disukai panelis. Hasil uji aktivitas antioksidan ketiga formula menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 F1 sebesar 45,89 ppm, F2 sebesar 43,75 ppm, dan F3 sebesar 42,72 ppm.Free radicals can cause dry and chapped lips. The use of cosmetic preparations containing antioxidants, such as lip cream, can be one of the protective efforts. Rambutan leaves (Nephelium lappaceum L.) contain flavonoids, alkaloids, saponins, phenolics, and tannins that have the potential as antioxidants. This study aims to determine the effect of variations in rambutan leaf extract concentration (5%, 10%, and 15%) on the physicochemical properties, physical stability, and antioxidant activity of lip cream preparations using the DPPH method. Rambutan leaf extract was obtained by maceration method, then formulated into lip cream F1 (5%), F2 (10%), and F3 (15%). All formulas were evaluated for physicochemical properties, stability test, irritation test, hedonic test, and antioxidant activity test using the DPPH method. The results showed that all formulas of rambutan leaf extract lip cream preparations met the requirements for physical properties and stability, did not irritate, and were preferred by panelists. The results of the antioxidant activity test of the three formulas showed very strong antioxidant activity with IC50 values of F1 of 45.89 ppm, F2 of 43.75 ppm, and F3 of 42.72 ppm.
4972852134F1D022015Filosofi Hidup Dalihan Na Tolu dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah
Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2024: Studi Fenomenologi pada Perilaku
Politik Masyarakat Suku Batak Toba.
Seiring dengan perkembangan zaman, pemaknaan terhadap Filosofi Hidup
Dalihan Na Tolu pada masyarakat Suku Batak Toba akan selalu menyesuaikan
dengan perubahan kondisi sosial-historis suatu masyarakat. Hal ini dikarenakan
pemahaman manusia tidak akan dapat dipisahkan dari makna konseptual yang
menjadi fondasi atas realitas politik masyarakat adat. Penelitian ini akan berfokus
pada bagaimana Filosofi Hidup Dalihan Na Tolu dipahami secara reflektif oleh
masyarakat Suku Batak Toba melalui kajian fenomenologis dalam Pemilihan Umum
Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2024. Dengan menggunakan
metode fenomenologi-deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menyingkap makna
ontologis-fundamental dari perilaku politik masyarakat Suku Batak di dalam praktik
politik elektoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi dari Filosofi Hidup
Dalihan Na Tolu tidak dapat dipungkiri keberadaannya, bahkan menjadi sebuah
elemen penting dalam membentuk suatu kepercayaan politik (pre-political trust).
Namun, penggunaannya dalam politik praktis harus disikapi secara bijak karena hal
ini dapat berdampak pada citra adat itu sendiri sebagai bagian dari identitas budaya
yang layak untuk dipertahankan. Di akhir bagian, secara teoretis penelitian ini akan
memberikan wawasan mengenai sebuah bentuk ekspresi dari pengalaman
eksistensial dalam studi fenomenologi politik dan secara praktis akan membuka jalan
bagi dilakukannya revitalisasi peran marga di Tapanuli Utara.

As time progresses, the interpretation of the Philosophy of Life of Dalihan Na
Tolu within the Toba Batak community continuously adapts to the changing sociohistorical conditions of society. This is because human understanding cannot be
separated from conceptual meanings that form the foundation of the political reality of
indigenous communities. This study focuses on how the Philosophy of Life of Dalihan
Na Tolu is reflectively understood by the Toba Batak community through a
phenomenological inquiry in the 2024 Regional Head Election of North Tapanuli
Regency. Employing a descriptive phenomenological method, this research aims to
uncover the fundamental ontological meaning of the political behavior of the Batak
community within electoral political practices. The findings reveal that the existence of
the Philosophy of Life of Dalihan Na Tolu remains undeniable and serves as a crucial
element in shaping what can be termed as pre-political trust. However, its application
in practical politics must be approached with caution, as it may affect the image of adat
(customary values) itself as an integral part of cultural identity that deserves
preservation. Theoretically, this study contributes to a deeper understanding of
existential experience within the field of political phenomenology. Practically, it offers
a pathway toward the revitalization of the role of marga (clan structures) in North
Tapanuli.
4972952133K1B022097Optimasi Distribusi Bantuan Pangan Pascabencana Kabupaten Banyumas Menggunakan Model Multiobjektif Berbasis Goal ProgrammingDistribusi paket bantuan bencana memerlukan perencanaan yang optimal agar tepat sasaran dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menghadapi keterbatasan armada distribusi serta kebutuhan untuk mencapai tiga tujuan secara bersamaan, yaitu memaksimumkan jumlah paket bantuan yang tersalurkan, meminimumkan biaya bantuan pangan, dan meminimumkan biaya distribusi. Permasalahan ini termasuk dalam kategori optimasi multiobjektif. Penelitian bertujuan menyusun model optimasi distribusi paket bantuan menggunakan metode pembobotan goal programming dengan memberikan bobot pada setiap tujuan sesuai tingkat kepentingannya. Model dirumuskan dalam bentuk fungsi tujuan yang meminimumkan total deviasi berbobot dari target serta kendala yang merepresentasikan jumlah paket bantuan yang tersalurkan, biaya bantuan pangan, dan biaya distribusi. Penyelesaian model dilakukan menggunakan perangkat lunak LINGO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya menyebabkan tidak seluruh target dapat dicapai secara optimal. Akan tetapi, model menghasilkan solusi kompromi yang mampu menyeimbangkan proporsi penyaluran bantuan dan efisiensi biaya distribusi. Analisis deviasi berbobot memberikan gambaran kuantitatif mengenai tingkat pencapaian tujuan. Model ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan distribusi bantuan yang lebih efektif dan terstruktur.Disaster relief package distribution requires optimal planning to ensure accurate targeting and efficient utilization of resources. The Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Banyumas Regency faces limitations in distribution vehicles as well as the need to simultaneously achieve three objectives: maximizing the number of relief packages distributed, minimizing food assistance costs, and minimizing distribution costs. This problem falls into the category of multi-objective optimization. This study aims to formulate an optimization model for relief package distribution using the weights goal programming method by assigning weights to each objective according to its level of priority. The model is formulated in the form of an objective function that minimizes the total weighted deviation from the specified targets, subject to constraints representing the number of distributed relief packages, food assistance costs, and distribution costs. The model is solved using LINGO software. The results indicate that resource limitations prevent all targets from being achieved optimally. However, the model produces a compromise solution capable of balancing the proportion of aid distribution and distribution cost efficiency. The weighted deviation analysis provides a quantitative measure of the degree of goal attainment. This model can serve as a decision-support tool for more effective and structured disaster relief distribution planning.
4973052174E1A020020PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP IDENTITAS PEREMPUAN DAN ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL
(STUDI DI PENGADILAN NEGERI PURWOKERTO)
Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak menegaskan pentingnya perlindungan hukum yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pelaku dan pemidanaan, tetapi juga pada kerahasiaan identitas korban yang masih sering diabaikan dan berpotensi menimbulkan reviktimisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan perlindungan hukum terhadap identitas perempuan dan anak sebagai korban kekerasan seksual di Pengadilan Negeri Purwokerto serta faktor penghambat dan pendukungnya. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan wawancara dengan aparatur pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perlindungan telah dilakukan melalui pengaburan identitas, namun masih ditemukan putusan pengadilan yang memuat identitas korban secara detail. Faktor penghambat meliputi perbedaan pemahaman aparat penegak hukum, belum optimalnya pendampingan, aturan tanpa sanksi, rendahnya kesadaran terhadap perempuan, serta rendahnya pendidikan masyarakat. Sementara itu, faktor pendukung meliputi kesadaran etis aparat penegak hukum, keberadaan regulasi pengaburan identitas, serta peran masyarakat dalam perlindungan korban. Dengan demikian, perlindungan identitas korban belum optimal dan memerlukan penguatan implementasi norma serta perubahan perspektif aparat penegak hukum. The The increase in cases of sexual violence against women and children underscores the importance of comprehensive legal protection, one that focuses not only on perpetrators and criminal punishment but also on the confidentiality of victims’ identities, which is still often overlooked and has the potential to lead to revictimization. This study aims to examine the implementation of legal protections for the identities of women and children who are victims of sexual violence at the Purwokerto District Court, as well as the factors that hinder and support this process. The method used is a legal-empirical approach with a descriptive-analytical framework, involving an analysis of legislation, court rulings, and interviews with court officials. The research findings indicate that efforts have been made to protect victims’ identities through redaction; however, court rulings containing detailed information about the victims’ identities have still been found. Barriers include differing interpretations among law enforcement officials, inadequate victim support, regulations lacking enforcement mechanisms, low awareness regarding women’s rights, and low levels of public education. Meanwhile, supporting factors include the ethical awareness of law enforcement officials, the existence of regulations on identity obfuscation, and the role of the community in protecting victims. Thus, the protection of victims’ identities is not yet optimal and requires strengthened implementation of norms as well as a shift in the perspective of law enforcement officials.
4973152135D1A022009SUPLEMENTASI HIDROLISAT MAGGOT (Hermetia illucens) MENGGUNAKAN BAKTERI ASAM LAKTAT SEBAGAI PAKAN FUNGSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN AYAM SENTUL Maggot (Hermetia illucens) merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berpotensi sebagai pakan alternatif sumber protein dan lemak yang sangat baik untuk metabolisme ternak unggas. Asam lemak tak jenuh ganda (Polyunsaturated Fatty Acid) pada maggot penting untuk kesehatan, metabolisme, dan pertumbuhan Ayam Sentul. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh dan taraf terbaik suplementasi hidrolisat maggot BSF sebagai sumber pakan fungsional terhadap kecernaan protein kasar dan serat kasar pakan Ayam Sentul. Materi yang digunakan adalah 100 ekor Day Old Chick (DOC) Ayam Sentul. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0=pakan basal, P1= P0 + 2% Hidrolisat Maggot BSF, P2 = P0 + 4% Hidrolisat Maggot BSF, dan P3 = P0 + 6% Hidrolisat Maggot BSF. Variabel yang diukur adalah kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pakan Ayam Sentul. Analisis data menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) serta Orhogonal Polynomial. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa suplementasi hidrolisat maggot BSF yang dihidrolisis menggunakan Lactobacillus casei memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pakan Ayam Sentul. Kecernaan Protein kasar dan serat kasar pakan yang disuplementasi hidrolisat maggot BSF lebih baik daripada pakan basal. Hasil rataan nilai kecernaan protein kasar pakan Ayam Sentul pada perlakuan P0,P1,P2, dan P3 yaitu 78,45±0,89%, 87,61±1,03%, 92,32±1,85% dan 90,85±0,45%, sedangkan rataan nilai kecernaan serat kasar pakan pada perlakuan P0,P1,P2, dan P3 yaitu 60,48±2,17%, 75,58±1,59%, 84,30±3,03% dan 81,72±1,27. Hasil Uji Orthogonal Polynomial pada kecernaan protein kasar diperoleh persamaan Y= 78,364 + 6,0821x -0,6643x2 sedangkan kecernaan serat kasar diperoleh persamaan Y= 60,233 + 10,254x – 1,1052x2, dengan nilai kecernaan tertinggi pada kecernaan protein 92,30%, sedangkan kecernaan serat kasar 84,01%. Suplementasi hidrolisat maggot BSF hasil hidrolisis menggunakan Lactobacillus casei dapat meningkatkan kecernaan protein kasar dan serat kasar pakan Ayam Sentul, dengan level optimum 4,6-4,7%.Maggot (Hermetia illucens) is a larva of the Black Soldier Fly (BSF) which has the potential as an alternative feed source of protein and fat that is very good for poultry metabolism. Polyunsaturated fatty acids in maggots are important for the health, metabolism, and growth of Sentul Chickens. The study aims to examine the effect and best level of BSF maggot hydrolysate supplementation as a functional feed source on the digestibility of crude protein and crude fiber of Sentul Chicken feed. The material used was 100 Day Old Chicks (DOC) of Sentul Chickens. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0 = basal feed, P1 = P0 + 2% BSF Maggot Hydrolysate, P2 = P0 + 4% BSF Maggot Hydrolysate, and P3 = P0 + 6% BSF Maggot Hydrolysate. The variables measured were the digestibility of crude protein and crude fiber of Sentul Chicken feed. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and further tests of Honestly Significant Difference (HSD) and Orhogonal Polynomial. The ANOVA results showed that supplementation of BSF maggot hydrolysate hydrolyzed using Lactobacillus casei had a very significant effect (P <0.01) on the digestibility of crude protein and crude fiber of Sentul Chicken feed. The digestibility of crude protein and crude fiber of feed supplemented with BSF maggot hydrolysate was better than that of basal feed. The average value of crude protein digestibility of Sentul Chicken feed in treatments P0,P1,P2, dan P3 was 78,45±0,89%, 87,61±1,03%, 92,32±1,85% and 90,85±0,45%, while the average value of crude fiber digestibility of feed in treatments P0,P1,P2, dan P3 was 60,48±2,17%, 75,58±1,59%, 84,30±3,03% and 81,72±1,27%. The results of the Orthogonal Polynomial Test on crude protein digestibility obtained the equation Y = 78,364 + 6,0821x -0,6643x2 while the crude fiber digestibility obtained the equation Y = 60,233 + 10,254x – 1,1052x2, with the highest digestibility value at 92,30% protein digestibility, while crude fiber digestibility was 84.01%. Supplementation of BSF maggot hydrolysate resulting from hydrolysis using Lactobacillus casei can increase the digestibility of crude protein and crude fiber in Sentul Chicken feed, with an optimum level of 4.6-4.7%.
4973252136I1E022056Hubungan Keaktifan dalam Ekstrakurikuler Pramuka dengan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto.Latar Belakang: Keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto menunjukkan variasi yang cukup beragam, tidak seluruh siswa terlibat secara aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Kondisi tersebut diduga berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang menekankan aspek sikap, kerja sama, dan kedisiplinan. Kegiatan Pramuka secara konseptual berkontribusi dalam pembentukan karakter, tanggung jawab, serta kemampuan sosial peserta didik yang selaras dengan tujuan pembelajaran PJOK. Oleh karena itu, perlu dilakukan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler Pramuka dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PJOK.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian ini berjumlah 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket keaktifan ekstrakurikuler Pramuka dan angket motivasi belajar PJOK. Analisis data menggunakan uji hipotesis Pearson Product Moment.
Hasil Penelitian: Tingkat keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler Pramuka berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 40,28% (29 siswa), dan motivasi belajar PJOK berada pada kategori sedang sebesar 43,06% (31 siswa). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara keaktifan dalam ekstrakurikuler Pramuka dengan motivasi belajar PJOK (r = 0,301; p < 0,05).
Kesimpulan: keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan motivasi belajar PJOK (p < 0,05).

Background: Students’ activeness in Scout extracurricular activities at SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto shows considerable variation, as not all students are actively involved in every activity. This condition is assumed to influence students’ learning motivation, particularly in Physical Education, Sports, and Health (PJOK), which emphasizes attitudes, cooperation, and discipline. Conceptually, Scout activities contribute to character building, responsibility, and students’ social skills, which are closely related to the objectives of PJOK learning. Therefore, this study was conducted to examine the relationship between students’ activeness in Scout extracurricular activities and their learning motivation in PJOK.
Methodology: This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 72 tenth-grade students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires on Scout extracurricular activeness and PJOK learning motivation. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment hypothesis test.
Results: The level of students’ activeness in Scout extracurricular activities was predominantly in the moderate category at 40.28% (29 students), while learning motivation in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) was also predominantly in the moderate category at 43.06% (31 students). Correlation analysis indicated a significant and positive relationship between activeness in Scout extracurricular activities and PJOK learning motivation (r = 0.301; p < 0.05).
Conclusion: Students’ activeness in Scout extracurricular activities has a significant and positive relationship with learning motivation in PJOK (p < 0.05).
4973352138D1A022036Hubungan Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Domba Dorper di Kabupaten Pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia memiliki dampak pada peningkatan kebutuhan pangan, khususnya produk hewani seperti daging. Domba merupakan salah satu komoditas ternak yang dimanfaatkan sebagai penghasil daging, kulit, dan bulu. Penentuan bobot badan ternak memiliki peranan penting dalam proses pemilihan bibit, penentuan harga jual, serta evaluasi pertumbuhan ternak. Penimbangan bobot badan secara langsung sering mengalami keterbatasan karena tidak tersedianya alat timbang di lapangan, sehingga penaksiran bobot badan melalui ukuran tubuh dapat digunakan sebagai alternatif yang lebih sederhana. Penelitian tersebut memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara ukuran tubuh dengan bobot badan serta mengidentifikasi parameter ukuran tubuh yang memiliki keakuratan tinggi dalam menduga bobot badan domba Dorper.. Penelitian dilaksanakan di peternakan Dorper Prime Ranch Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Materi penelitian berupa dua puluh ekor domba Dorper jantan berumur lima bulan yang dipilih secara acak dari populasi yang tersedia. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung meliputi panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, serta bobot badan. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan pendekatan korelasi dan regresi linier sederhana guna mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel ukuran tubuh dengan bobot badan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkar dada memiliki hubungan paling kuat dengan bobot badan, ditunjukkan oleh besarnya korelasi adalah 0,938 dan koefisien determinasi sebesar 0,879. Panjang badan menunjukkan hubungan sedang dengan bobot badan, sedangkan tinggi badan menunjukkan hubungan yang sangat lemah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkar dada merupakan parameter ukuran tubuh yang paling akurat dalam memperkirakan bobot badan domba Dorper jantan umur lima bulan.
The increasing population growth in Indonesia has led to a rising demand for food, especially animal-based products such as meat. Sheep represent one of the livestock commodities commonly utilized for the production of meat, hides, and wool. Accurate body weight measurement plays a crucial role in livestock management, as it supports breeding selection, pricing, and the evaluation of animal growth performance. Nevertheless, direct weighing in field conditions is often constrained by the limited availability of weighing facilities. Therefore, estimating body weight through body measurements serves as a more practical and efficient alternative. This study aimed to analyze the relationship between body measurements and body weight, and to identify the most accurate body parameter for predicting the body weight of Dorper sheep. The research was carried out at Dorper Prime Ranch Indonesia, located in Blitar Regency, East Java. A total of twenty male Dorper sheep aged five months were randomly selected as research samples. Data were collected through direct measurement of body length, body height, chest circumference, and body weight. The data were analyzed using correlation analysis and simple linear regression to determine the strength of the relationship between body measurements and body weight. The findings indicated that chest circumference exhibited the strongest correlation with body weight, with a correlation coefficient of 0.938 and a coefficient of determination of 0.879. Body length showed a moderate correlation, whereas body height had a very weak relationship with body weight. Accordingly, chest circumference can be considered the most reliable parameter for estimating the body weight of five-month-old male Dorper sheep.
4973452137C1G021027SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (SME) ADAPTATION STRATEGIES IN RESPONDING TO HOUSING EXPANSION IN CIBUBUR, BEKASI CITYPenelitian ini bertujuan menganalisis strategi kegiatan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai respons terhadap perluasan kawasan perumahan di Cibubur, Kota Bekasi pada periode 2017–2023. Perkembangan kawasan perumahan yang pesat telah memicu perubahan pola konsumsi, struktur persaingan, dan lingkungan usaha, sehingga menuntut UMKM untuk beradaptasi secara strategis agar tetap berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada pelaku UMKM di sektor Trade, Culinary, dan Services di kawasan Cibubur. Populasi penelitian berjumlah 120 UMKM, dengan sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisis SWOT melalui penyusunan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE).
Hasil perhitungan Matriks IFE menunjukkan total skor sebesar 2,63, yang mengindikasikan bahwa kondisi internal UMKM berada pada posisi cukup kuat. Kekuatan utama UMKM terletak pada kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen baru serta adanya jaringan pelanggan tetap, sedangkan kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, manajemen usaha yang masih sederhana, dan keterbatasan Source daya manusia. Sementara itu, hasil perhitungan Matriks EFE menunjukkan total skor sebesar 2,71, yang menandakan bahwa UMKM cukup mampu merespons peluang dan ancaman eksternal. Peluang terbesar berasal dari meningkatnya jumlah konsumen akibat ekspansi perumahan, sedangkan ancaman utama berupa meningkatnya persaingan usaha dan kenaikan biaya operasional.
Berdasarkan posisi nilai IFE dan EFE dalam Matriks SWOT, UMKM di kawasan Cibubur berada pada kuadran I (strategi agresif). Hal ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan melalui strategi pengembangan usaha, seperti diversifikasi produk, peningkatan kualitas layanan, pemanfaatan pemasaran digital, serta pemilihan lokasi usaha yang lebih strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perluasan kawasan perumahan memberikan peluang ekonomi yang signifikan bagi UMKM, namun keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kemampuan adaptasi dan dukungan kebijakan yang memadai.
This study aims to analyze the economic activity strategies of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in response to the expansion of the housing estate in Cibubur, Bekasi City, during the 2017–2023 period. Rapid residential development has triggered changes in consumption patterns, competitive structures, and the business environment, requiring MSMEs to adapt strategically to maintain sustainability.
This study employed a quantitative method with a primary data approach. Data collection was conducted through a structured questionnaire distributed to MSMEs in the Trade, Culinary, and Services sectors in the Cibubur area. The study population consisted of 120 MSMEs, with a sample of 92 respondents selected using purposive sampling based on specific criteria. Data were analyzed descriptively using a SWOT analysis through the preparation of Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices.
The IFE Matrix calculation yielded a total score of 2.63, indicating that the internal conditions of MSMEs are quite strong. The primary strengths of MSMEs lie in their ability to adapt products to new consumer needs and their established customer base. While key weaknesses include limited capital, rudimentary business management, and limited human resources. Meanwhile, the EFE Matrix calculation yielded a total score of 2.71, indicating that MSMEs are quite capable of responding to external opportunities and threats. The greatest opportunity stems from the increasing number of consumers due to housing expansion, while the primary threats are increased competition and rising operational costs.
Based on the IFE and EFE scores in the SWOT Matrix, MSMEs in the Cibubur area are in quadrant I (aggressive strategy). This indicates that MSMEs possess opportunities and strengths that can be exploited through business development strategies, such as product diversification, improved service quality, digital marketing, and strategic business location selection. This study concludes that housing expansion provides significant economic opportunities for MSMEs, but business sustainability is highly dependent on adaptability and adequate policy support.
4973552139C1A022066Analisis Ketimpangan Antarwilayah, Sektor Unggulan, Dan Hipotesis Kuznets Di Provinsi Jawa TengahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan antarwilayah, klasifikasi wilayah berdasarkan Tipologi Klassen, sektor unggulan pada setiap kabupaten/kota, dan apakah hipotesis kurva U terbalik Kuznets terbukti terjadi di Provinsi Jawa tengah tahun 2011-2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif ekonometrika sederhana yang dilakukan pada Provinsi Jawa Tengah dengan meliputi 35 kabupaten/kota. Dalam penelitian ini digunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dengan periode pengamatan tahun 2011-2024. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Williamson, Tipologi Klassen, Location Quotient dengan pendekatan Static Location Quotient dan Dynamic Location Quotient, regresi non linear kuadratik, serta korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2011-2024 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan hasil Tipologi Klassen, Provinsi Jawa Tengah didominasi oleh daerah berkembang cepat. Hasil Location Quotient menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sektor unggulan pada setiap wilayah dengan sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebagai sektor unggulan yang mendominasi wilayah Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengetahui keberlakuan hipotesis Kuznets, dilakukan analisis dengan menggunakan regresi non linear kuadratik dan korelasi pearson. Hasil regresi menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan antarwilayah membentuk kurva U terbalik, sehingga hipotesis Kuznets terbukti terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, hasil korelasi pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat lemah antara pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan antarwilayah.This study aims to determine the level of inequality between regions, regional classification based on Klassen Typology, leading sectors in each district/city, and whether the Kuznets inverted U curve hypothesis is proven to occur in Central Java Province in 2011-2024. This study is a simple econometric quantitative descriptive study conducted in Central Java Province covering 35 districts/cities. In this study used secondary data sourced from the Central Bureau of Statistics with an observation period of 2011-2024. The analytical tools used in this study are the Williamson Index, Klassen Typology, Location Quotient with Static Location Quotient and Dynamic Location Quotient approaches, quadratic nonlinear regression, and Pearson correlation. The results of this study indicate that inequality between regions in Central Java Province from 2011-2024 is included in the high category. Based on the results of Klassen Typology, Central Java Province is dominated by fast developing regions. The results of the Location Quotient show that there are differences in leading sectors in each region with the wholesale and retail trade sector; car and motorcycle repair is a leading sector that dominates Central Java Province. To determine the validity of the Kuznets hypothesis, an analysis was conducted using quadratic nonlinear regression and Pearson correlation. The regression results show that the relationship between economic growth and regional inequality forms an inverted U-shaped curve, thus proving the Kuznets hypothesis to occur in Central Java Province. Meanwhile, the Pearson correlation results indicate a very weak negative relationship between economic growth and interregional inequality.
4973652140E1A019001PERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT PENYEWAAN LAHAN
JAMINAN KREDIT OLEH DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA
(TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR: 49/PDT.G/2021/PN.KWG)
Pengadilan Negeri Karawang No. 49/Pdt.G/2021/PN. Kwg memutus perkara antara PT. Alam Multi Sari sebagai Penggugat terhadap Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sebagai Tergugat karena telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum yaitu menolak surat izin tebus dan telah mengelola lahan jaminan kredit milik Penggugat. Penelitian bertujuan menganalisis pertimbangan hakim dalam mengkualifisir tindakan Tergugat sebagai Perbuatan Melawan Hukum dan dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian dalam gugatan. Metode pendekatan menggunakan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data akan dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Data selanjutnya akan disajkan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional. Berdasarkan hasil penelitian penulis, perbuatan Tergugat telah memenuhi unsurunsur perbuatan melawan hukum yaitu melanggar hak subjektif Penggugat atas harta kekayaan karena tidak dapat mengelola lahan jaminan kredit milik Penggugat, dan perbuatan Tergugat bertentangan dengan kewajiban hukumnya karena telah menolak surat izin tebus dan menyewakan lahan jaminan kredit milik Penggugat. Pertimbangan majelis hakim dalam menentukan ganti rugi dalam putusan ini sudah tepat berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, dan ganti rugi yang dikabulkan adalah berupa uang. Adapun Syarat-syarat yang terpenuhi antara lain, adanya perbuatan yaitu menolak surat izin tebus dan mengelola lahan jaminan kredit, perbuatan tersebut melanggar hukum karena bertentangan dengan Pasal 50 Ayat (2) huruf b Peraturan Menteri Keuangan No.110/PMK.06/2017 tentang Pengelolaan Aset Eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional, adanya kesalahan yaitu berupa kesengajaan, adanya kerugian karena tidak dapat menguasai lahan jaminan kredit milik Penggugat, serta adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian. Decision of the District Court of Karawang Number 49/Pdt.G/2021/PN.Kwg adjudicated a dispute between PT. Alam Multi Sari as the Plaintiff and the Directorate General of State Assets as the Defendant for committing an unlawful act by rejecting the redemption permit letter and managing the Plaintiff’s credit collateral land. This research aimms to analyze the panel of judges’ legal considerations in qualifying the Defendant’s actions as an unlawful act and in granting the claim for damages in the lawsuit.The study employs a normative juridical approach with an analytical prescriptive research specification. The data used are secondary data collected through library research and analyzed using a qualitative normative method. The findings are presented in a systematic, logical, and rational descriptive form.Based on tthe results of the study, the Defendant’s actions fulfilled the elements of an unlawful act, namely violating the Plaintiff’s subjective property rights due to the inability to manage its crediqt collateral land, and contravening its legal obligaations by rejecting the redemption permit letter and leasing the Plaintiff’s collateral land. The panel of judges’ consideration in awarding damages was appropriate pursuant to Article 1365 of the Indonesian Civil Code, and the compensation granted was in the form of monetary damages. The fulfilled legal requirements include: the existence of an act in the form of rejecting the redemption permit letter and managing the credit collateral land; the unlawfulness of the act as it contravened Article 50 paragraph (2) letter b of Minister of Finance Regulation No. 110/PMK.06/2017 concerning the Management of Assets of the Former Indonesian Bank Restructuring Agency; the existence of fault in the form of intent; the occurence of damages due to the Plaintif’s inability to control the collateral land; and a causal relationship between the act and the damages incurred.
4973752141C1C022038Pengaruh Pengungkapan Sustainabilitas, Biaya Tanggung Jawab Sosial, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2024)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan sustainabilitas, biaya tanggung jawab sosial, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Sampel penelitian terdiri dari 18 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran variabel dilakukan dengan Sustainability Disclosure Index (SDI), rasio biaya tanggung jawab sosial, Return on Assets (ROA), dan Tobin’s Q. Analisis data menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan sustainabilitas dan biaya tanggung jawab sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja keuangan masih menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menilai perusahaan, sementara pengungkapan non-keuangan belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan.This study aims to analyze the effect of sustainability disclosure, social responsibility costs, and profitability on firm value in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021–2024 period. The approach used is quantitative with secondary data obtained from annual reports and sustainability reports. The research sample consisted of 18 companies selected using a purposive sampling method. Variable measurements were carried out using the Sustainability Disclosure Index (SDI), social responsibility cost ratio, Return on Assets (ROA), and Tobin's Q. Data analysis used panel data regression. The results show that sustainability disclosure and social responsibility costs have no significant effect on firm value, while profitability has a positive and significant effect on firm value. These findings indicate that financial performance remains the main factor considered by investors in assessing companies, while non-financial disclosure has not been able to significantly impact firm value.
4973852143I1D022030TOTAL FENOLIK, FLAVONOID, DAN MUTU HEDONIK MINUMAN SERBUK WIJAGUM (WIJAYAKUSUMA, JAHE EMPRIT, GULA SORGUM ) SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN DIABETES MELITUS TIPE 2
Alternatif minuman fungsional diperlukan sebagai penunjang pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Wijayakusuma dan jahe emprit merupakan sumber senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi dikembangkan menjadi minuman serbuk melalui proses kristalisasi dengan gula sorgum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi wijayakusuma, jahe emprit, serta interaksinya terhadap total fenolik, flavonoid, dan mutu hedonik serbuk Wijagum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu konsentrasi wijayakusuma:air (8%, 12%, 16%) dan jahe emprit:air (8% dan 16%). Analisis total fenolik dilakukan dengan metode Folin–Ciocalteu, flavonoid dengan kolorimetri, serta mutu hedonik meliputi warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Hasil menunjukkan kadar fenolik serbuk Wijagum berkisar 131–197 mg GAE/g dan flavonoid 0,90–1,20 mg QE/g. Konsentrasi wijayakusuma tidak berpengaruh nyata pada kadar fenolik dan flavonoid (p>0,05), konsentrasi jahe emprit berpengaruh nyata (p<0,05) pada kadar fenolik namun tidak pada flavonoid. Interaksi konsentrasi wijayakusuma dan jahe emprit berpengaruh nyata pada kadar fenolik (p<0,05), namun tidak pada flavonoid. Konsentrasi wijayakusuma, jahe emprit, dan interaksinya berpengaruh nyata pada semua atribut mutu hedonik warna, aroma, rasa, dan aftertaste (p<0,001). Formula terbaik diperoleh pada kombinasi 16% wijayakusuma dan 16% jahe emprit dengan total fenolik 161,42 mg GAE/g, flavonoid 1,11 mg QE/g, atribut aftertaste baik, rasa cukup pedas dan manis, aroma cukup beraroma rempah, dan warna coklat muda.
Kata kunci: wijayakusuma, jahe emprit, fenolik.
Functional beverage alternatives are needed to support the management of type 2 diabetes mellitus. Wijayakusuma and ginger are sources of phenolic compounds and flavonoids that have the potential to be developed into powdered beverages through a crystallization process with sorghum sugar. This study aims to analyze the effect of wijayakusuma concentration, ginger concentration, and their interaction on the total phenolic content, flavonoid content, and hedonic quality of Wijagum powder. This study used a two-factor randomized block design (RBD), namely wijayakusuma:water concentration (8%, 12%, 16%) and ginger:water concentration (8% and 16%). Total phenolic analysis was performed using the Folin–Ciocalteu method, flavonoids using colorimetry, and hedonic quality included color, aroma, taste, and aftertaste. The results showed that the phenolic content of Wijagum powder ranged from 131 to 197 mg GAE/g and flavonoids from 0.90 to 1.20 mg QE/g. The concentration of wijayakusuma had no significant effect on phenolic and flavonoid content (p>0.05), while the concentration of ginger had a significant effect (p<0.05) on phenolic content but not on flavonoids. The interaction between the concentrations of wijayakusuma and ginger had a significant effect on phenolic content (p<0.05) but not on flavonoids. The concentrations of wijayakusuma, ginger, and their interaction had a significant effect on all hedonic quality attributes of color, aroma, taste, and aftertaste (p<0.001). The best formula was obtained from a combination of 16% wijayakusuma and 16% ginger, with a total phenolic content of 161.42 mg GAE/g, flavonoids of 1.11 mg QE/g, aftertaste good, taste moderately spicy and sweet, aroma moderately aromatic, and color light brown.
keywords: wijayakusuma, ginger, phenolic
4973952253J1A019005DEALING WITH DEATH IN ADAM SILVERA’S NOVEL THEY BOTH DIE AT THE END (2017)Tesis ini berjudul Menghadapi Kematian dalam Novel Adam Silvera: They Both Die at the End (2017). Novel ini mengisahkan pengalaman dua tokoh utama, Rufus Emeterio dan Mateo Torrez, yang harus menghadapi kenyataan bahwa mereka hanya memiliki satu hari sebelum kematian mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data berupa kutipan-kutipan dari novel yang menggambarkan respons emosional dan perilaku tokoh utama dalam menghadapi kematian. Dalam menganalisis data, peneliti menekankan lima tahap, yaitu denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rufus dan Mateo melewati semua tahapan tersebut tetapi tidak secara linear, sebaliknya, setiap proses tumpang tindih dan muncul kembali pada momen-momen tertentu, menunjukkan bahwa proses berduka tidak bersifat statis dalam tahapan-tahapan tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesadaran akan kematian yang bersifat pasti dan terikat waktu menempatkan kedua tokoh dalam kondisi psikologis yang kompleks sehingga novel ini merefleksikan pengalaman mereka dalam menghadapi kematian melalui respons emosional dan perilaku yang khas.This thesis is titled Dealing with Death in Adam Silvera’s Novel They Both Die at the End (2017). This novel tells the story of the experiences of two main characters, Rufus Emeterio and Mateo Torrez, who must face the reality that they only have one day left before their death. This researcher uses a descriptive qualitative method to analyze data in the form of quotations from the novel that describe the emotional responses and behaviors of the main characters in facing death. In analyzing the data, the researcher applied Kübler-Ross's five stages of grief theory, namely denial, anger, bargaining, depression, and acceptance. The results show that Rufus and Mateo go through all these stages, but not linearly, instead, each process overlaps and reappears at certain moments, indicating that the grieving process is not fixed in stages. Thus, it can be concluded that the awareness of death as something certain and time-bound places the two characters in a complex psychological state, so that the novel reflects their experiences in facing death through their unique emotional responses and behaviors.
4974051558C1C022072Analisis Pengaruh Corporate Governance dan Financial Performance Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Terdaftar di IDXBUMN20 Tahun 2022-2024Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, khususnya perusahaan yang terdaftar di IDXBUMN20 tahun 2022-2024. Penelitian ini berjudul: “Analisis Pengaruh Corporate Governance dan Financial Performance Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Terdaftar di IDXBUMN20 Tahun 2022-2024”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, proporsi dewan komisaris independen, current ratio, return on asset, dan debt to equity ratio terhadap nilai perusahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di IDXBUMN20 tahun 2022-2024. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 20 perusahaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 9 perusahaan. Purposive sampling method digunakan dalam pengambilan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 31 menunjukkan bahwa: (1) Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2) Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (3) Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (4) Current ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (5) Return on asset berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (6) Debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa rekomendasi strategis bagi perusahaan BUMN yang terdaftar di IDXBUMN20. Perusahaan disarankan untuk mendorong kepemilikan manajerial di kalangan komisaris dan direksi guna menumbuhkan rasa memiliki yang berdampak positif pada nilai perusahaan. Perusahaan juga disarankan untuk menarik lebih banyak investor institusional yang kredibel untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan kredibilitas perusahaan. Selain itu, proporsi dewan komisaris independen perlu dipastikan memenuhi ketentuan regulator agar fungsi monitoring dan masukan strategis dapat berjalan optimal. Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan perlu menjaga tingkat likuiditas yang memadai dengan mengelola aset lancar secara efektif, memprioritaskan peningkatan profitabilitas melalui pengendalian biaya dan efisiensi produksi, serta mengelola tingkat utang secara selektif agar rasio leverage tetap berada pada batas yang optimal sehingga kepercayaan investor terjaga dan nilai perusahaan dapat dipertahankan maupun ditingkatkan secara berkelanjutan di pasar modal.
Kata Kunci: Corporate Governance, Financial Performance, BUMN
This study is a quantitative research on companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), specifically those registered in the IDXBUMN20 index from 2022 to 2024. The title of this study is: “Analysis of the Influence of Corporate Governance and Financial Performance on Firm Value in Companies Listed in IDXBUMN20 from 2022 to 2024”.
The objective of this study is to analyze the influence of managerial ownership, institutional ownership, the proportion of independent commissioners, current ratio, return on assets, and debt to equity ratio on firm value.
The population in this study consists of companies listed in the IDXBUMN20 index from 2022 to 2024. The population size is 20 companies. The sample size is 9 companies. Purposive sampling method was used in sample selection.
Based on the research results and data analysis using IBM SPSS Statistics 31, it shows that: (1) Managerial ownership has a positive influence on firm value, (2) Institutional ownership has a positive influence on firm value, (3) The proportion of independent commissioners has a positive influence on firm value, (4) Current ratio has a positive influence on firm value, (5) Return on assets has a positive influence on firm value, (6) Debt to equity ratio has a negative influence on firm value.
Based on the research findings, there are several strategic recommendations for state-owned enterprises (SOEs) listed on the IDXBUMN20. Companies are advised to promote managerial ownership among commissioners and directors in order to cultivate a sense of ownership that positively impacts firm value. Companies are also encouraged to attract more credible institutional investors to strengthen oversight and enhance corporate credibility. Furthermore, the proportion of independent board commissioners must be ensured to meet regulatory requirements so that monitoring functions and strategic input can operate optimally. From a financial performance perspective, companies need to maintain adequate liquidity levels by effectively managing current assets, prioritize profitability improvement through cost control and production efficiency, and manage debt levels selectively so that the leverage ratio remains within optimal bounds – thereby preserving investor confidence and enabling firm value to be sustained and continuously enhanced in the capital market.
Keywords: Corporate Governance, Financial Performance, BUMN