Home
Login.
Artikelilmiahs
52086
Update
KELVIN TANDRA WICAKSANA
NIM
Judul Artikel
Dua Sisi Koin Pengentasan Kemiskinan: Peran Belanja Modal dan Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Barlingmascakeb
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kemiskinan merupakan tantangan utama pembangunan yang bersifat multidimensional, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan akses terhadap layanan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal dan pertumbuhan ekonomi yang diproksikan melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) selama periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yang ditentukan melalui uji Chow dan uji Hausman, yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum efektif dalam menurunkan kemiskinan, hal ini disebabkan oleh efektifitas alokasi anggaran yang kurang tepat sasaran atau tidak langsung menyentuh kebutuhan masyarakat miskin. Variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan, meskipun manfaatnya belum sepenuhnya merata. Implikasi dari hasil ini menegaskan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan tidak hanya bergantung pada besaran anggaran dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada efektivitas penggunaan belanja publik dan pemerataan hasil pembangunan. Diperlukan strategi pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat miskin agar upaya penurunan kemiskinan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Poverty remains a multidimensional development challenge, encompassing economic deprivation, social exclusion, and limited access to basic services. This study aims to analyze the effect of capital expenditure and economic growth—proxied by Gross Regional Domestic Product (GRDP)—on the poverty rate in the Barlingmascakeb region, which includes Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen, over the 2015–2024 period. A panel data regression method was employed, with the best model determined through Chow and Hausman tests, resulting in the use of the Fixed Effect Model (FEM). The results show that capital expenditure has a positive and significant effect on poverty. This indicates that increases in capital expenditure have not effectively contributed to poverty reduction. The inefficiency may stem from poorly targeted budget allocations or capital spending that does not directly address the needs of low-income populations. On the other hand, GRDP has a negative and significant effect on poverty, suggesting that economic growth plays a role in reducing poverty, although its impact may not be evenly distributed across all segments of society. These findings imply that poverty reduction policies cannot rely solely on increased spending or economic growth figures. Instead, greater emphasis is needed on the quality and effectiveness of public spending as well as the inclusivity of economic development. Local development strategies must be designed to better reflect the needs of the poor in order to achieve sustainable poverty alleviation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save