Artikel Ilmiah : A1A020094 a.n. RISTIN PUJI AYU
| NIM | A1A020094 |
|---|---|
| Namamhs | RISTIN PUJI AYU |
| Judul Artikel | Efisiensi Pemasaran Kangkung di Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kangkung (Ipomoea reptans Poir) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang memiliki permintaan pasar stabil dan masa tanam singkat. Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, merupakan salah satu sentra produksi utama kangkung. Perbedaan saluran pemasaran dan panjangnya rantai distribusi menyebabkan selisih harga antara petani dan konsumen yang berdampak pada rendahnya efisiensi pemasaran dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi saluran dan fungsi pemasaran kangkung di Kecamatan Kuwarasan, (2) menghitung margin pemasaran, farmer’s share, serta rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran pada setiap saluran, dan (3) menganalisis efisiensi pemasaran berdasarkan indeks efisiensi teknis (IET) dan indeks efisiensi ekonomis (IEE). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2025 di Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Responden terdiri atas 62 petani yang diambil secara simple random sampling dan 12 lembaga pemasaran yang ditentukan dengan metode snowball sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan indikator efisiensi operasional meliputi margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan terhadap biaya, indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran pemasaran kangkung di Kecamatan Kuwarasan. Margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran I, II, dan III sebesar Rp5.200,00/kg, sedangkan margin terendah pada saluran IV sebesar Rp5.000,00/kg. Nilai farmer’s share berkisar antara 35–38 persen yang menunjukkan bagian harga yang diterima petani masih rendah. Rasio keuntungan terhadap biaya tertinggi sebesar 2,44 terdapat pada saluran III, sehingga saluran ini dinilai paling efisien. Saluran III direkomendasikan sebagai saluran pemasaran paling efisien secara teknis maupun ekonomis dengan nilai IET sebesar 32,02 dan IEE 1,46 dan memenuhi kriteria uji paling banyak pada indikator efisiensi operasional dengan skor pemenuhan kriteria sebesar lima dari delapan indikator. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Water spinach (Ipomoea reptans Poir) was one of the important horticultural commodities in Indonesia, characterized by stable market demand and a short cultivation period. Kuwarasan District in Kebumen Regency was one of the main production centers of this commodity. However, differences in marketing channels and the length of the distribution chain created price disparities between farmers and consumers, which reduced marketing efficiency and farmer income. This study aimed to (1) identify the marketing channels and marketing functions of water spinach in Kuwarasan District, (2) calculate the marketing margin, farmer’s share, and profit-to-cost ratio for each channel, and (3) analyze marketing efficiency based on the technical efficiency index (TEI) and economic efficiency index (EEI) The research was conducted from July to September 2025 in Kuwarasan District, Kebumen Regency, using a survey method with a quantitative-descriptive approach. The respondents consisted of 62 farmers selected through simple random sampling and 12 marketing institutions determined by snowball sampling. Primary data were obtained through structured interviews and field observations, then analyzed using operational efficiency indicators, including marketing margin, farmer’s share, profit-to-cost ratio, technical efficiency index (TEI), economic efficiency index (EEI). The results showed that there were four marketing channels for water spinach in Kuwarasan District. The highest marketing margin was found in Channels I, II, and III (Rp 5,200/kg), while the lowest was in Channel IV (Rp 5,000/kg). The farmer’s share ranged from 35% to 38%, indicating that the portion of the price received by farmers was still relatively low. The highest profit-to-cost ratio (2.44) was obtained in Channel III, making it the most efficient channel. Channel III was recommended as the most efficient both technically and economically, with a TEI value of 32.02 and an EEI of 1.46, fulfilling five out of eight operational efficiency indicators. |
| Kata kunci | Kangkung; Efisiensi pemasaran; Margin pemasaran; Farmer's share; Rasio keuntungan terhadap biaya; Indeks efisiensi teknis; Indeks efisiensi ekonomis; Kecamatan Kuwarasan |
| Pembimbing 1 | Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P. |
| Pembimbing 2 | Indah Widyarini, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 91 |
| Tgl. Entri | 2026-02-19 15:36:40.724027 |