Artikel Ilmiah : F2C022007 a.n. LUNGGUH PRAKOSO

Kembali Update Delete

NIMF2C022007
NamamhsLUNGGUH PRAKOSO
Judul ArtikelSINERGISITAS STAKEHOLDER DALAM PENANGGULANGAN DERADIKALISASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan: (1) Latar Belakang program sinergisitas dalam
penanggulangan deradikalisasi, dan (2) peran sinergisitas stakeholder dalam penanggulangan
deradikalisasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Lokasi
penelitian di Kota/Kabupaten wilayah sasaran Kegiatan Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga
Program Penanggulangan Terorisme Tahun 2018-2022 (Kab Poso, Provinsi Sulawesi Tengah dan Kab
Bima, Provins Nusa Tenggara Barat). Sementara, subjek penelitian adalah Peneriman Manfaat Kegiatan
Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme Tahun 2018-2022, yang
memiliki indikasi terpapar radikalisme terorisme. Teknik pengumpulan data yang terdiri dari: (1)
observasi, (2) wawancara mendalam, (3) studi dokumen, dan (4) studi pustaka. Analisis dilakukan
dengan cara (1) induksi ketika di lapangan dengan pola triangulasi, (2) holistik yang dilakukan pasca-
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemiskinan dapat menjadi latar belakang
seseorang memilih untuk menjadi seorang teroris. Kedua, peran sinergisitas kementerian/lembaga
sangat penting dalam penanggulangan deradikalisasi.
Kata Kunci; Sinergisitas; Deradikalisasi; Terorisme.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of writing this article is to explain: (1) the background of the synergy program in
countering deradicalization, and (2) the role of stakeholder synergy in countering deradicalization.
The approach used in this research is qualitative descriptive. The research location is in the target
city/district of the Inter-Ministerial/Institutional Synergy Activities of the Counterterrorism Program
Year 2018-2022 (Poso District, Central Sulawesi Province, and Bima District, West Nusa Tenggara
Province). Meanwhile, the research subjects are beneficiaries of the Inter-Ministerial/Institutional
Synergy Activities of Counterterrorism Program 2018-2022, who have indications of being exposed to
radical terrorism. Data collection techniques consist of: (1) observation, (2) in-depth interviews, (3)
document study, and (4) literature study. The analysis was conducted by (1) induction while in the field
with a triangulation pattern, (2) holistic conducted post-field. The research results show that: First,
poverty can be the background of a person choosing to become a terrorist. Second, the role of
ministry/agency synergy is very important in countering deradicalization.
Keywords; Synergy; Deradicalization; Terrorism.
Kata kunciKata Kunci; Sinergisitas; Deradikalisasi; Terorisme.
Pembimbing 1Dr. WISNU WIDJANARKO, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Agus Ganjar Runtiko, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-11-20 13:29:06.233635
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.