Artikel Ilmiah : A1C020024 a.n. ALDI ABDILLAH

Kembali Update Delete

NIMA1C020024
NamamhsALDI ABDILLAH
Judul ArtikelPengaruh Frekuensi Irigasi Tetes Otomatis Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Padi Gogo Varietas Inpago di Tanah Marginal
Abstrak (Bhs. Indonesia)Padi gogo, sebagai tanaman yang banyak ditanam di lahan kering, sangat
bergantung pada metode irigasi yang efisien. Salah satu pilihan terbaik untuk
mendukung budidaya padi gogo di lahan marginal adalah dengan menerapkan
sistem irigasi tetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi
irigasi tetes terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman padi. Metode yang
digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan
taraf frekuensi pemberian irigasi berupa pemberian irigasi satu kali, dua kali, dan
tiga kali dalam sehari sebagai faktornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
frekuensi irigasi berpengaruh signifikan terhadap kadar lengas, kerapatan partikel,
dan porositas tanah. Irigasi tiga kali sehari (perlakuan C) meningkatkan kadar
lengas tanah secara optimal dan mendukung pertumbuhan akar yang lebih subur,
sedangkan irigasi dua kali sehari (perlakuan B) meningkatkan porositas tanah serta
memperbaiki sirkulasi air dan udara. Meski begitu, tidak ada perbedaan signifikan
pada permeabilitas tanah antarperlakuan, kemungkinan disebabkan oleh kandungan
bahan organik yang seragam di setiap sampel. Dalam hal pertumbuhan tanaman
padi, perlakuan C menghasilkan tanaman dengan tinggi dan jumlah daun tertinggi.
Meskipun perlakuan C menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, perlakuan AP2 memiliki bobot biomassa tertinggi. Sementara itu, perlakuan B menghasilkan
jumlah malai terbanyak per polibag. Penelitian ini mengindikasikan bahwa
pemberian irigasi yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi,
dengan frekuensi irigasi tiga kali sehari memberikan hasil terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Upland rice, as a crop commonly cultivated in dryland areas, relies heavily
on efficient irrigation methods. One of the best options to support upland rice
cultivation in marginal lands is the application of a drip irrigation system. This
study aims to analyze the effect of drip irrigation frequency on soil physical
properties and rice plant growth. The research was conducted using a single-factor
Completely Randomize Design (CRD) with irrigation frequency levels as the factor:
morning irrigation, morning and noon irrigation, and morning, noon, and evening
irrigation. The results showed that irrigation frequency significantly affected soil
moisture content, particle density, and soil porosity. Irrigation three times a day
(treatment C) optimally increased soil moisture content and supported more
vigorous root growth, while irrigation twice a day (treatment B) enhanced soil
porosity, improving water and air circulation. However, there were no significant
differences in soil permeability among treatments, possibly due to the uniform
organic matter content in all samples. In terms of rice plant growth, treatment C
produced the tallest plants with the highest number of leaves. Although treatment C
demonstrated better overall growth, treatment A-P2 resulted in the highest biomass
weight. Meanwhile, treatment B generated the highest number of panicles per
polibag. This study indicates that optimal irrigation frequency can improve rice
plant growth, with irrigation three times a day providing the best outcomes.
Kata kuncipadi gogo, irigasi tetes, frekuensi irigasi, sifat fisik tanah, pertumbuhan tanaman
Pembimbing 1Arief Sudarmaji, S.T., M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Krissandi Wijaya, S.TP., M. Agr., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman81
Tgl. Entri2025-02-04 13:48:19.746732
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.