Artikel Ilmiah : E1A020096 a.n. SYAM IDRIS SOBARI

Kembali Update Delete

NIME1A020096
NamamhsSYAM IDRIS SOBARI
Judul ArtikelPENJATUHAN PIDANA BERSYARAT PADA TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN PERSETUBUHAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi Putusan Nomor : 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penerapan pidana bersyarat dalam sistem peradilan pidana anak, khususnya dalam Putusan Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt, mencerminkan pendekatan yang mendidik dan rehabilitatif terhadap anak pelanggar hukum. Dalam konteks sistem peradilan pidana anak, pemidanaan bertujuan untuk mendidik dan memulihkan anak yang melanggar hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan pidana bersyarat dapat memberikan dampak positif bagi anak pelanggar hukum serta masyarakat secara keseluruhan. Dalam kasus ini, hakim mempertimbangkan penyesalan anak dan prestasi akademisnya, sehingga menjatuhkan pidana bersyarat dianggap lebih bermanfaat dibandingkan hukuman penjara. Pidana bersyarat memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki diri tanpa harus menjalani hukuman penjara secara langsung, dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi, seperti melaporkan kegiatan kepada Penuntut Umum dan melanjutkan pendidikan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan restoratif dalam penegakan hukum terhadap anak, yang tidak hanya berfokus pada sanksi tetapi juga pada rehabilitasi dan perlindungan hak-hak anak. Dengan demikian, penerapan pidana bersyarat diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak pelanggar hukum dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)The implementation of conditional sentencing within the juvenile justice system, particularly in Decision Number: 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt, reflects an educational and rehabilitative approach toward juvenile offenders. In this context, the purpose of sentencing is to educate and rehabilitate children who violate the law, as regulated by Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice System. This study examines how the application of conditional sentencing can positively impact juvenile offenders and society as a whole. In this case, the judge considered the remorse of the child and their academic achievements, leading to the conclusion that conditional sentencing is more beneficial than imprisonment. Conditional sentencing provides an opportunity for children to reform without serving time in prison directly, under specific conditions that must be adhered to, such as reporting activities to the Public Prosecutor and continuing their education. This research emphasizes the importance of a restorative approach in law enforcement concerning children, which focuses not only on sanctions but also on rehabilitation and the protection of children's rights. Thus, the application of conditional sentencing is expected to contribute positively to the development of juvenile offenders and create a better social environment.
Kata kunci Pidana Bersyarat, Sistem Peradilan Pidana Anak, Rehabilitasi, Pendekatan Restoratif
Pembimbing 1 Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.Hum
Pembimbing 2Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S.H., M.H.
Pembimbing 3Sanyoto, S.H., M.Hum.
Tahun2025
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2025-02-04 12:04:21.543638
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.