Artikel Ilmiah : I1A018077 a.n. RADYA DWI ANUGERAH
| NIM | I1A018077 |
|---|---|
| Namamhs | RADYA DWI ANUGERAH |
| Judul Artikel | Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu penyumbang angka kejadian TB Paru tertinggi di Jawa Tengah dan cenderung mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Maka dari itu penting untuk mengetahui faktor risiko yang paling berpengaruh agar dapat melakukan tindakan preventif yang tepat. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kasus kontrol. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden yang mencakup 46 kasus dan 46 kontrol. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan insidential sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, indeks massa tubuh, riwayat kontak, status merokok, kuantitas merokok, lama merokok, jenis rokok, dan paparan asap rokok. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang berpengaruh terhadap kejadian Tuberkulosis di Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A yaitu, pendidikan yang rendah (OR 2,528), pengetahuan yang rendah (OR 2,901), riwayat kontak yang ada riwayat kontak (OR 3,033), dan paparan asap rokok yang terpapar (OR 4,960). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak dan paparan asap rokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A. Masyarakat dengan menghindari paparan asap rokok dari orang lain dan mencari informasi lebih banyak mengenai TB Paru dapat mengurangi faktor risiko kejadian TB Paru. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Pulmonary tuberculosis incidents in Banyumas district are one of the contributors to the highest TB incidence rate in Central Java and tend to experience an increase in cases every year. Therefore, it is important to identify the most influential risk factors in order to be able to take appropriate preventive measures. Methods: This type of research uses a quantitative approach with case control methods. The sample consisted of 92 respondents covering 46 cases and 46 controls. Sampling using nonprobability sampling with incidental samplings. Data collection was done with a questionnaire interview. The independent variables used in this study are age, gender, education, employment, knowledge, body mass index, contact history, smoking status, quantity of smokes, length of smoke, type of cigarette, and exposure to cigarette smoke. Data is analyzed using univariate, bivariate and multivariate analysis. Results: Based on the results of multivariate analysis, the variables that influenced the incidence of tuberculosis in the Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A are low education (OR 2,528), low knowledge (OR 2,901), contact history, contact history (OR 3,033), and exposure to cigarette smoke exposure. (OR 4,960). Conclusion: There is a significant influence between knowledge and exposure to cigarette smoke and the incidence of pulmonary tuberculosis in Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A. By avoiding exposure to other people's cigarette smoke and seeking more information about lung tuberculosis, people can reduce the risk factors for lung TB. |
| Kata kunci | tb paru, faktor risiko, pengetahuan, pendidikan, paparan asap rokok |
| Pembimbing 1 | Sri Nurlaela, S.K.M., M.Epid. |
| Pembimbing 2 | Devi Octaviana, S.Si, M.Kes. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2024-11-04 13:57:39.465825 |