Artikel Ilmiah : J1C020019 a.n. BOYKE ANUGERAH WIRANATA

Kembali Update Delete

NIMJ1C020019
NamamhsBOYKE ANUGERAH WIRANATA
Judul ArtikelBentuk dan Perubahan Makna Gairaigo dalam Anime Joshikousei no Mudazukai
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji tentang Proses penyerapan gairaigo ke dalam bahasa Jepang dilakukan melalui proses adaptasi, baik bentuk morfologis dan semantisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan perubahan makna yang terjadi dalam proses penyerapan gairaigo yang terdapat pada anime Joshikousei no Mudazukai. Untuk menganalisis bentuk dan perubahan makna digunakan teori penyerapan gairaigo bahasa Jepang oleh Sakata. Untuk analisis morfologis digunakan teori pembentukan kata Tsujimura. Sementara itu, untuk mengkaji perubahan maknanya digunakan teori Shibatani. Data di dalam penelitian ini adalah transkrip dialog dan monolog karakter pada anime Joshikousei no Mudazukai yang mengandung unsur kosakata gairaigo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 87 kosakata gairaigo, 21 kosakata tidak mengalami perubahan bentuk dan makna, 9 kosakata mengalami perubahan bentuk, tetapi makna tetap, 52 kosakata tanpa perubahan bentuk, tetapi makna berubah, dan 5 kosakata dengan perubahan bentuk dan makna. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penyerapan gairaigo ke dalam bahasa Jepang melibatkan adaptasi morfologis dan semantis yang berfungsi untuk memperkaya leksikal dan memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat Jepang.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research examines the process of incorporating gairaigo (loanwords) into the Japanese language through adaptation, both in morphological and semantic aspects. The purpose of this study is to describe the form and semantic changes that occur in the adaptation process of gairaigo found in the anime Joshikousei no Mudazukai. To analyze form and semantic changes, the theory of gairaigo absorption into Japanese by Sakata is employed. For morphological analysis, Tsujimura's word formation theory is used, while Shibatani's theory is applied to examine semantic changes. The data for this study consists of transcripts of character dialogues and monologues in Joshikousei no Mudazukai containing gairaigo vocabulary. The results indicate that out of 87 gairaigo words, 21 words show no change in form or meaning, 9 words show form changes but retain meaning, 52 words show no change in form but have semantic shifts, and 5 words show changes in both form and meaning. Based on the data analysis results, it can be concluded that the incorporation of gairaigo into Japanese involves morphological and semantic adaptations that serve to enrich the lexicon and fulfill the communicative needs of Japanese society.
Kata kunciGairaigo; Morfologi; Semantik; Joshikousei no Mudazukai
Pembimbing 1Hartati, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Yudi Suryadi, S.Pd.,M.Pd.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2024-11-07 14:46:47.514679
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.