Home
Login.
Artikelilmiahs
46232
Update
NURBAITY SEPTI KUSUMAWARDANI
NIM
Judul Artikel
RESPONS ANATOMIS DAN FISIOLOGIS DAUN KEDELAI [Glycine max (L.) MERR.] KULTIVAR SINABUNG PADA PEMBERIAN GARAM DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia. Namun, produksi kedelai masih rendah akibat terbatasnya lahan yang sesuai. Salah satu alternatif adalah memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin dengan menggunakan kultivar toleran salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi garam optimal bagi pertumbuhan kedelai Kultivar Sinabung dan respons anatomi-fisiologinya terhadap berbagai tingkat salinitas. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima taraf konsentrasi garam. Parameter yang diamati meliputi karakteristik anatomi daun (ketebalan epidermis, mesofil, ukuran dan kerapatan stomata, serta kerapatan trikomata) dan fisiologi (kadar klorofil, bobot basah dan kering tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi garam 60 mM merupakan kondisi optimal untuk pertumbuhan kedelai Kultivar Sinabung. Peningkatan salinitas menyebabkan penebalan epidermis, penipisan mesofil, penurunan ukuran dan kerapatan stomata, serta peningkatan kerapatan trikomata. Selain itu, salinitas juga menurunkan kadar klorofil dan bobot tanaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kultivar Sinabung menunjukkan toleransi terhadap salinitas hingga konsentrasi 60 mM. Respons anatomi dan fisiologi daun yang diamati mengindikasikan adanya mekanisme adaptasi tanaman terhadap kondisi salin. Penelitian ini memberikan informasi penting dalam upaya pengembangan budidaya kedelai pada lahan marginal
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soybean is an important commodity in Indonesia. However, soybean production remains low due to limited suitable land. One alternative is to utilize marginal lands such as saline soils by using salt-tolerant cultivars. This study aimed to determine the optimal salt concentration for the growth of Sinabung soybean cultivar and its anatomical and physiological responses to various salinity levels. This experimental study used a Completely Randomized Design with five salt concentration levels. The parameters observed included leaf anatomical characteristics (epidermis thickness, mesophyll, stomata size and density, and trichome density) and physiological characteristics (chlorophyll content, fresh and dry weight of plants). The results showed that a salt concentration of 60 mM was optimal for the growth of Sinabung soybean cultivar. Increasing salinity caused thickening of the epidermis, thinning of the mesophyll, reduction in stomata size and density, and an increase in trichome density. In addition, salinity also decreased chlorophyll content and plant weight. The conclusion of this study is that Sinabung cultivar showed tolerance to salinity up to a concentration of 60 mM. The observed anatomical and physiological responses of the leaves indicate the presence of plant adaptation mechanisms to saline conditions. This study provides important information for the development of soybean cultivation on marginal lands
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save