Artikel Ilmiah : A1H022002 a.n. ERVINA DAMAYANTI

Kembali Update Delete

NIMA1H022002
NamamhsERVINA DAMAYANTI
Judul ArtikelAPLIKASI PUPUK NPK SLOW RELEASE DENGAN BERBAGAI TAKARAN
DAN KOMBINASI JERAMI KOMPOS TERHADAP PENGUAPAN GAS
AMONIA DAN SERAPAN N OLEH TANAMAN PADI SAWAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanaman padi merupakan sumber karbohidrat yang digunakan sebagian besar
masyarakat Indonesia sebagai makanan pokok yang dari tahun ke tahun mengalami
peningkatan permintaan secara terus-menerus. Pupuk NPK-SR merupakan pupuk
majemuk yang mengandung unsur hara N, P dan K, melepaskan unsur hara secara
perlahan-lahan (Slow Release), mempunyai efisiensi unsur hara N tinggi dan tidak
mencemari lingkungan yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas
tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran pupuk
NPK-SR dan kombinasi jerami kompos terhadap penguapan gas amonia dan serapan N
oleh padi sawah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok
Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor
pertama aplikasi takaran pupuk NPK-SR (grade 7,26-10-7), yaitu tanpa pemberian
pupuk (T0), takaran 50 kg N/ha (T1), takaran 100 kg N/ha (T2), takaran 150 kg N/ha
(T3), takaran 200 kg N/ha (T4), takaran 250 kg N/ha (T5). Faktor kedua yaitu
persentase kombinasi jerami dan kompos, yang terdiri atas tanpa pemberian jerami dan
kompos (J0), jerami 60% dan kompos 40% (J1), dan jerami 80% dan kompos 20% (J2).
Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, dan
dilanjutkan Uji DMRT jika nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi pupuk
NPK-SR grade 7,26-10-7 berpengaruh signifikan dalam meningkatkan serapan N daun
per rumpun dan tanaman dari 123,28–380,27 mg N/daun rumpun dan 5,71-10,93 mg
N/daun tanaman, meningkatkan penguapan gas amonia pada periode 8 MST 126,56-
251,71 µg N/cm2
, dan C-organik fase vegetatif dari 0,093-0,154%. Pemberian
kombinasi jerami dan kompos berpengaruh signifikan dalam meningkatkan serapan N
daun tanaman dari 175,84-259,61 mg N/daun rumpun. Kombinasi perlakuan antara
berbagai takaran pupuk NPK-SR grade 7,26-10-7 menghasilkan interaksi terhadap
penguapan gas amonia pada periode 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan nilai
tertinggi variabel N-tersedia tanah pada T1 (45,12 ppm), N-total akhir vegetatif pada T4
(0,71%), N-total setelah panen pada T3 (0,63%), C-organik tanah akhir vegetatif pada
T5 (0,154%), C-organik tanah setelah panen pada T1 (0,0492%), T5 pada N/ha kadar N
daun 1,82%, serapan N daun (10,93 mg N/daun tanaman), dan serapan N daun (380,27
mg N/daun rumpun).
Abtrak (Bhs. Inggris)Rice plants are a source of carbohydrates that are used by the majority of
Indonesian people as a staple food and demand continues to increase from year to year.
NPK-SR fertilizer is a compound fertilizer that contains the nutrients N, P and K,
releases nutrients slowly (Slow Release), has high N nutrient efficiency and does not
pollute the environment which can be a solution to increase plant productivity. This
research aims to determine the effect of administering a dose of NPK-SR fertilizer and a
combination of compost straw on the evaporation of ammonia gas and N uptake by
lowland rice. The design used was a Randomized Completelty Block Design (RCBD)
which consisted of 2 treatment factors and was repeated three times. The first factor is
the application of NPK-SR fertilizer rates (grade 7.26-10-7), namely without applying
fertilizer (T0), a dose of 50 kg N/ha (T1), a dose of 100 kg N/ha (T2), a dose of 150 kg
N/ha (T3), rate 200 kg N/ha (T4), rate 250 kg N/ha (T5). The second factor is the
percentage of straw and compost combination, which consists of no straw and compost
(J0), 60% straw and 40% compost (J1), and 80% straw and 20% compost (J2). The
research data were analyzed using the ANOVA test at an error level of 5%, and
continued with the DMRT test if it was real. The research results showed that the
application of NPK-SR grade 7.26-10-7 fertilizer had a significant effect in increasing
leaf N uptake per clump and plant from 123.28–380.27 mg N/clump leaf and 5.71-10.93
mg N/plant leaves, increasing the evaporation of ammonia gas in the 8 WAP period
from 126.56-251.71 µg N/cm2, and C-organic in the vegetative phase from 0.093-
0.154%. Providing a combination of straw and compost had a significant effect in
increasing plant leaf N uptake from 175.84-259.61 mg N/clump leaf. The combination
of treatments between various doses of NPK-SR grade 7.26-10-7 fertilizer resulted in
interactions with the evaporation of ammonia gas in the 8 WAP period. The results
showed the highest values for soil available N-variables at T1 (45.12 ppm), final
vegetative N-total at T4 (0.71%), N-total after harvest at T3 (0.63%), C-organic final
vegetative soil at T5 (0.154%), C-organic soil after harvest at T1 (0.0492%), T5 at N/ha
leaf N content 1.82%, leaf N uptake (10.93 mg N/plant leaf ), and leaf N uptake (380.27
mg N/clump leaf).
Kata kunciPadi sawah, NPK-SR, Jerami, Penguapan gas amonia, serapan N
Pembimbing 1Dr. Ir. Muhammad Rif’an, M.P.
Pembimbing 2Ir. Purwandaru W, M.Sc. Agr.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2024-08-09 10:14:12.532565
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.