| NIM | D1A020073 |
| Namamhs | ISTIQOMAH |
| Judul Artikel | PENGARUH JENIS HIJAUAN PADA PEMBUATAN SILASE DAUN RAMI DATARAN RENDAH DENGAN ADDITIVE SINGKONG TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KIMIA
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan hijauan berbeda pada pembuatan silase yang ditambahkan additive singkong terhadap kualitas fisik dan kimia. Materi yang digunakan yaitu daun rami dataran rendah, rumput gajah, dan singkong. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap pola searah. Perlakuan terdiri dari S.P0 (Rumput Gajah + 5% Singkong), S.P1 (Rumput Gajah + Daun Rami (1:1) + 5% Singkong), dan S.P2 (Daun Rami + 5% Singkong), masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Peubah yang diamati yaitu keremahan dan bahan kering silase. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas fisik berupa keremahan yaitu tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan nilai rata-rata S.P0: 2 ± 0,71; S.P1: 1,6 ± 0,55 dan S.P2: 2 ± 0,71. Sedangkan bahan kering silase menunjukkan nilai rata-rata S.P0: 18,5 ± 1,40%; S.P1: 28,32 ± 4,10% dan S.P2: 38,77 ± 3,03% berbeda nyata (P<0,05). Hasil uji BNJ menunjukkan kualitas bahan kering terbaik adalah S.P2. Kesimpulan, silase dengan jenis hijauan berbeda yang ditambahkan additive singkong mempengaruhi bahan kering, tetapi tidak mempengaruhi keremahan silase.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study was conducted to determine the effect of using different forages in making silase that added cassava additives on physical and chemical quality. The materials used were lowland ramie leaves, elephant grass, and cassava. The research design used was a complete randomized design in a unidirectional pattern. The treatments consisted of S.P0 (Elephant Grass + 5% Cassava), S.P1 (Elephant Grass + ramie Leaf (1:1) + 5% Cassava), and S.P2 (ramie Leaf + 5% Cassava), each treatment was repeated 5 times. The variables observed were crispness and dry matter of silase. The results of the analysis showed that the physical quality of crispness was not significantly different (P>0.05) with an average value of S.P0 (2 ± 0.71), S.P1 (1.6 ± 0.55) and S.P2 (2 ± 0.71). While silase dry matter shows the average value of S.P0 (18.5 ± 1.40), S.P1 (28.32 ± 4.10) and (38.77 ± 3.03) significantly different (P < 0.05). The results of the BNJ test showed that for physical quality, namely crispness, it was not significantly different, while for chemical quality, namely the best dry matter, it was S.P2. In conclusion, silase with different types of forage added with cassava additives affects dry matter, but does not affect silase weakness.
|
| Kata kunci | daun rami dataran rendah, singkong, keremahan, bahan kering, |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Emmy Susanti, M.P |
| Pembimbing 2 | Ir. Nur Hidayat, M.Si., IPM |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2024-08-09 11:10:36.998912 |
|---|