Home
Login.
Artikelilmiahs
43310
Update
EKA TRIANA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMBIR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendahuluan: Pneumonia pada balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Kabupaten Banyumas, termasuk di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir. Hasil survey pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Lumbir menggunakan ventilasi permanen dengan luas ventilasi yang bervariasi dan masih banyak rumah yang dihuni oleh lebih dari dua kepala keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor lingkungan (luas ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian dan ada atau tidaknya anggota keluarga yang merokok) yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control (kasus control). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 66 responden yang terdiri dari 33 sampel kasus dan 33 sampel kontrol. Instrumen penelitian menggunakan formulir observasi. Analisis data berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukan bahwa luas ventilasi merupakan faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value 0,025 dan nilai OR sebesar 3,320 (1,163-9,477). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu jenis lantai, kepadatan hunian dan ada atau tidaknya anggota keluarga yang merokok. Kesimpulan: Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir, Kabupaten Banyumas adalah luas ventilasi. Disarankan bagi masyarakat, ketika akan membangun/ merenovasi rumah sebaiknya merencanakan luas ventilasi yang sesuai syarat kesehatan, yaitu minimal 10% dari luas lantai dan tidak menutup ventilasi secara permanen sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pneumonia in toddlers is still a health problem in Banyumas Regency, including in the Lumbir Health Center Working Area. Preliminary survey results show that the majority of Lumbir District residents use permanent ventilation with varying ventilation areas and there are still many houses inhabited by more than two heads of families. This study aimed to determine environmental factors (ventilation area, floor type, residential density, and whether or not family members smoke) that are associated with the incidence of pneumonia in toddlers. Methods: This research uses quantitative methods with a case control approach. The research was carried out in October-November 2023. The number of samples in this study was 66 respondents consisting of 33 case samples and 33 control samples. The research instrument uses an observation form. Data analysis took the form of univariate, bivariate analysis using the chi square test, and multivariate analysis using logistic regression. Results: The results of the analysis show that ventilation area is an environmental factor that is associated with the incidence of pneumonia in toddlers with a p-value of 0.025 and an OR value of 3.320 (1.163-9.477). Variables that were not related to the incidence of pneumonia in toddlers were floor type, residential density and whether or not family members smoked. Conclusion: The environmental factor associated with the incidence of pneumonia in toddlers in the Lumbir Health Center Working Area, Banyumas Regency is the ventilation area. It is recommended that the public when building/renovating a house, should plan the ventilation area by health requirements, namely at least 10% of the floor area, and not permanently close the ventilation so that it can function as it should.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save