Artikelilmiahs

Menampilkan 40.841-40.860 dari 48.889 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4084143053A1C018033Pengembangan Aplikasi Pengolahan Citra Berbasis Web Untuk Mendeteksi Penyakit Pada Daun TomatTanaman tomat merupakan komoditas penting dalam hortikultura. Tanaman ini rentan terhadap penyakit seperti busuk dan bercak daun. Pemanfaatan citra digital, khususnya visi komputer, dapat mengidentifikasi penyakit dengan akurat. Algoritma klasifikasi dan ekstraksi fitur diterapkan menggunakan Inception V3, diharapkan memberikan akurasi tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan program untuk mendeteksi penyakit pada daun tomat dan mengukur akurasi model. Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle dengan nama "Tomato Leaf Diseases," terdiri dari 16.484 citra daun tomat yang dibagi menjadi 8 kategori penyakit dan 1 kategori sehat. Data uji menggunakan 40 citra dari 4 tempat berbeda. Setelah data dibagi menjadi pelatihan dan pengujian, dilakukan augmentasi data. Proses selanjutnya melibatkan modeling dengan Inception V3, diikuti oleh tahap pelatihan dan evaluasi model. Aplikasi pengolahan citra dibangun menggunakan platform Streamlit, dan model yang telah dilatih di-deploy untuk mendeteksi penyakit pada daun tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi penyakit pada daun tomat menggunakan Inception V3 mencapai akurasi sebesar 87,26%, dengan nilai loss sebesar 0,3646. Meskipun model berhasil belajar dari data pelatihan, tantangan muncul pada pengujian dengan 40 citra baru yang belum pernah dilihat sebelumnya, yaitu sebesar 15% yang menunjukkan bahwa model cenderung terlalu menghafal data pelatihan sehingga menyebabkan kinerjanya menurun ketika dihadapkan dengan citra-citra yang belum pernah dilihat sebelumnya.Tomato plants are essential commodities in horticulture. These plants are susceptible to diseases such as rot and leaf spots. The utilization of digital images, particularly computer vision, can accurately identify diseases. Classification and feature extraction algorithms are applied using Inception V3, aiming for high accuracy. This research aims to develop a program to detect diseases on tomato leaves and measure the model's accuracy. The dataset, named "Tomato Leaf Diseases" from Kaggle, consists of 16,484 tomato leaf images divided into 8 disease categories and 1 healthy category. Testing data includes 40 images from 4 different locations. After splitting the data into training and testing sets, data augmentation is performed. The subsequent process involves modeling with Inception V3, followed by training and evaluating the model. An image processing application is built using the Streamlit platform, and the trained model is deployed to detect diseases on tomato leaves. Research results indicate that disease identification using Inception V3 achieves an accuracy of 87.26% with a loss value of 0.3646. Despite successful learning from the training data, challenges arise in testing with 40 new, previously unseen images, resulting in a 15% accuracy rate. This suggests that the model tends to memorize training data, causing a decline in performance when faced with previously unseen images.
4084243055G1A017037Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Serangan Asma pada Penderita Asma di SMA IT Al-Irsyad AL-Islamiyyah PurwokertoGangguan emosi seperti kecemasan dapat meningkatkan serangan asma dan memperberat serangan asma. Asma adalah penyakit heterogen, karakteristik dari inflamasi saluran pernapasan kronik yang ditandai dengan riwayat gejala pernapasan, seperti mengi, napas yang pendek, sesak napas, dan batuk dari waktu ke waktu dalam suatu intensitas, bersamaan dengan aliran udara ekspirasi. Pada penelitian sebelumnya, didapatkan responden yang mengalami kecemasan ringan, sedang dan berat. Kecemasan tidak bisa diprediksi karena ketakutan atas sesuatu yang bahaya atau tidak diketahui dan suatu keadaan neuritik dengan perubahan interen fisiologi yang berimplikasi pada gerakan ekstrennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma di SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode observasional kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 13 murid di SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Asthma Control Test (ACT). Hasil penelitian diperoleh tingkat kecemasan responden tergolong tidak ada kecemasan (46,2%) dan tingkat kontrol asma responden mayoritas dalam kategori tidak terkontrol (69,2%). Hasil uji statistik menunjukan tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma, dengan hasil analisis hipotesis menggunakan uji Fisher's didapatkan hasil (p = 0,559; p > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma di SMA IT-Al Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto.Emotional disorders such as anxiety can increase asthma attacks and make asthma attacks worse. Asthma is a heterogeneous disease, characterized by chronic respiratory tract inflammation characterized by a history of respiratory symptoms, such as wheezing, shortness of breath, shortness of breath, and coughing over time in intensity, along with expiratory air flow. In previous research, it was found that respondents experienced mild, moderate and severe anxiety. Anxiety is unpredictable due to fear of something dangerous or unknown and a neuritic state with internal physiological changes that have implications for external movements. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and asthma attacks in asthma sufferers at SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. This research uses a quantitative observational method with a cross sectional design. Sampling used a total sampling technique with a total of 13 students at SMA IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. Data collection was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and Asthma Control Test (ACT) questionnaires. The research results showed that the respondents' anxiety level was classified as no anxiety (46.2%) and the majority of respondents' asthma control level was in the uncontrolled category (69.2%). The statistical test results showed that there was no relationship between anxiety levels and asthma attacks, with the results of hypothesis analysis using Fisher's test obtained (p = 0.559; p > 0.05). Based on the research results, it can be concluded that there is no relationship between anxiety levels and asthma attacks in asthma sufferers at SMA IT-Al Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto.
4084343078G1A020034Hubungan Jenis Lantai Rumah dan Kepemilikan Septic Tank terhadap Kejadian Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan investasi parasit pada manusia akibat nematoda usus yang termasuk dalam Neglected Tropical Disease yaitu infeksi wilayah tropis namun masih diabaikan. Infeksi ini banyak menyerang anak usia sekolah dasar. Hal ini disebabkan faktor kognitif anak yang ingin tahu semua hal, sehingga mereka mengeksplorasi lingkungan terutama lingkungan rumah. Permasalahan lingkungan rumah di pedesaan yaitu penggunaan lantai tanah dan penduduk belum memiliki septic tank sehingga terjadi kontak langsung antara manusia dan tanah yang tercemar.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan faktor risiko jenis lantai rumah dan kepemilikan septic tank pada siswa SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Metode : Pengumpulan data dengan pengisian kuesioner, observasi langsung dan pemeriksaan feses metode apung terhadap 96 responden. Uji bivariat menggunakan koefisien kontingensi.
Hasil : Hasil uji koefisien kontingensi didapatkan hubungan yang bermakna (p=0,044) dengan kekuatan korelasi lemah antara jenis lantai rumah dengan kejadian infeksi STH pada siswa SDN Ciberem. Hasil uji kepemilikan septic tank terhadap kejadian infeksi STH menunjukkan tidak ada hubungan bermakna (p=0,862) dengan korelasi sangat lemah.
Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara jenis lantai rumah dan kejadian infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) pada siswa SDN Ciberem, sedangkan kepemilikan septik tank tidak menunjukkan korelasi yang signifikan.
Background : Soil Transmitted Helminth (STH) infection is a parasitic investment in the human due to intestinal nematodes. It is a part of Neglected Tropical Disease (NTD) that mostly affects elementary school-aged children. Due to cognitive factors of children who courious about anything by exploring the environment, especially house environment where children spend the most time. The environmental issue in rural areas is the use of dirt floors in houses and the absence of septic tanks, leading to direct contact between people and contaminated soil.
Aims : To determine the relationship between house floor type and septic tank ownership, and prevalence of STH infection among student at SDN Ciberem, Sumbang District, Banyumas.
Method : Data collection by filling out questionnaires, direct observation and floating method fecal examination of 96 respondents. Hypothesis was analysed using Coefficient contingency.
Results : The results of the contingency coefficient test showed that there was a significant relationship (p=0.044) with a weak correlation between the type of house floor and the incidence of STH infection in students of SDN Ciberem. The results of the septic tank ownership test on the incidence of STH infection showed no significant relationship (p=0.862) with a very weak correlation.
Conclusion : There is a significant relationship between the type of house floor and the occurrence of STH infection in SDN Ciberem student, while septic tank ownership doesn’t show a significant correlation.
4084443058C1C019037Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perusahaan Industri Produk Pertanian yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2022Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan industri produk pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stakeholder. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan (annual report) dan/atau laporan keberlanjutan (sustainability report). Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 105 data sampel perusahaan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini menggunakan regresi data panel yang dianalisis dengan Eviews-12 dan Microsoft Excel 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility. (2) Profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility. (3) Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility.This study aims to analyze the influence of company size, profitability, and leverage on corporate social responsibility disclosure in agricultural product industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2022 period. The basic theory used in this study is stakeholder theory. The type of data used is secondary data in the form of annual reports and/or sustainability reports. The sample used in this study was 105 company sample data. Sampling in this study used a purposive sampling technique based on certain criteria. This study uses panel data regression analyzed with Eviews-12 and Microsoft Excel 2013. The result of this study shows that: (1) Company size has a significant positive effect on corporate social responsibility disclosure. (2) Profitability has an insignificant positive effect on corporate social responsibility disclosure. (3) Leverage has a significant negative effect on corporate social responsibility disclosure.
4084543059F1B020116PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PRINSIP TRANSPARANSI DAN AKUTANBILITAS PADA PELAYANAN DANA PENSIUN APARATUR SIPIL NEGARA (Penelitian Di PT. Taspen Cabang Purwokerto)
Kantor cabang PT. Taspen memiliki tingkat indeks penerapan GCG yang sangat baik, adanya keluhan dari peserta pensiunan di kantor cabang menunjukkan perlunya lebih banyak transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lima informan, termasuk karyawan dan peserta pensiunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PT Taspen KC Purwokerto menerapkan pelayanan transparan dengan memberikan informasi jelas mengenai waktu, biaya, prosedur, dan dasar hukum pelayanan, termasuk keterangan bahwa tidak ada biaya pelayanan untuk pensiunan. Prinsip akuntabilitas dijalankan dengan baik, tercermin dari keseluruhan indikator tingkat akuntabilitas, dengan kantor mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan dalam pelayanan dana pensiunan.
Kesimpulan penelitian ini, menyatakan bahwa PT Taspen Purwokerto berupaya menerapkan prinsip transparansi dengan memberikan informasi jelas mengenai biaya, prosedur, dan waktu pelayanan. Meskipun meraih Penghargaan Badan Publik Informatif 2022, terdapat keterlambatan dalam proses klaim yang dirasakan oleh pensiunan. Website Taspen Care dianggap kurang transparan dan kurang dikenal, menciptakan ketidakpastian terkait penanganan keluhan. Penerapan prinsip akuntabilitas terlihat melalui SOP dan pelatihan karyawan, namun tanggung jawab terhadap keluhan masih perlu diperkuat, terutama melalui bukti transparan di website.
Kata Kunci : Akutanbilitas , Good Corporate Governance , Pelayanan, Transparansi
While the PT Taspen branch office has a very good GCG implementation index level, complaints from retirees at the branch office indicate the need for more transparency and accountability in services. This study used a qualitative method with five informants, including employees and retired participants. The research findings show that PT Taspen KC Purwokerto applies transparent services by providing clear information on service time, costs, procedures, and legal basis, including a statement that there is no service fee for retirees. The principle of accountability is well implemented, reflected in all indicators of the level of accountability, with the office following the operational standards that have been set in the service of pension funds.
The conclusion of this research, states that PT Taspen Purwokerto seeks to implement the principle of transparency by providing clear information about costs, procedures, and service times. Despite winning the 2022 Informative Public Agency Award, there are delays in the claims process felt by retirees. The Taspen Care website is considered less transparent and less recognized, creating uncertainty regarding complaint handling. Implementation of the accountability principle is seen through SOPs and employee training, but responsibility for complaints still needs to be strengthened, especially through transparent evidence on the website.
4084643060F1A020024Upaya Pasangan Pernikahan Dini Mewujudkan Ketahanan Keluarga Pasca Covid-19 di Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi ketahanan keluarga pasangan pernikahan dini di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas yang mampu melalui masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Teori yang digunakan yaitu teori tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan kondisi pasangan pernikahan dini pernah mengalami kesulitan ekonomi selama pandemi. Selama pandemi pasangan pernikahan dini menggantungkan pengeluaran sehari-hari kepada orang tuanya. Namun tidak berlangsung lama, pasca covid-19 seperti sekarang ini pasangan pernikahan dini mampu menjalani rumah tangga secara mandiri. Ketahanan keluarga pada pasangan pernikahan dini bisa dilihat dari aspek ketahanan fisik, ketahanan psikologis, dan ketahanan sosial. Pasangan pernikahan dini bekerja sebagai buruh, serabutan, berjualan online bahkan sampai berhutang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi seperti sandang, pangan, dan papan. Ketahanan psikologis dilihat dari kemampuan suami istri untuk mengendalikan emosi, menyikapi diri secara positif, menunjukkan kepedulian dengan cara memahami dan saling menerima sifat pasangan. Kondisi ketahanan sosial di dalam keluarga pasangan pernikahan dini ditinjau dari interaksi yang terjalin melalui proses komunikasi, komitmen pernikahan, dan pengajaran nilai-nilai agama kepada anggota keluarga.This research aims to describe the condition of family resilience of early married couples in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency who were able to survive the Covid-19 pandemic. This research uses descriptive qualitative methods by collecting data through in-depth interviews and observations. The theory used is Max Weber's theory of social action. The research results show that early married couples have experienced economic difficulties during the pandemic. During the pandemic, early married couples depend on their parents for their daily expenses. However, it didn't last long, after Covid-19, as now, early married couples were able to run their household independently. Family resilience in early marriage couples can be seen from the aspects of physical resilience, psychological resilience and social resilience. Early married couples work as laborers, do odd jobs, sell online and even go into debt to meet economic needs such as clothing, food and shelter. Psychological resilience is seen from the husband and wife's ability to control emotions, respond positively to themselves, show concern by understanding and accepting each other's characteristics. The condition of social resilience in the families of early married couples is seen from the interactions that occur through the communication process, marital commitment, and teaching religious values to family members.
4084743057H1C020027STUDI KARAKTERISTIK LITOLOGI PERMUKAAN UNTUK PENYUSUNAN PETA SEISMIK MIKROZONASI RAWAN GEMPA BUMI BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR DAERAH GRESIK DAN SEKITARNYA, JAWA TIMURDaerah Gresik diindikasikan terletak dekat dengan sumber gempa bumi, berupa sesar aktif yang berada pada Selatan Kabupaten Gresik, tepatnya di daerah kota Surabaya (sesar Surabaya, Waru, dan Blumbang) dan memiliki kondisi litologi yang dapat mempengaruhi nilai site amplification. Ketika dilakukan suatu penelitian, berupa analisis data mikrotremor menggunakan metode HVSR dan SPAC untuk mendapatkan karakteristik litologi permukaan, daerah Gresik menunjukkan kasus penelitian yang cukup menarik, dikarenakan nilai site amplification yang tinggi justru berada pada litologi permukaan yang keras di bagian Barat pusat kota Gresik, hal ini dimungkinkan karena daerah tersebut memiliki litologi permukaan berupa soil hasil pelapukan batuan asal yang bertemu dengan lapisan keras pada bagian alasnya, sehingga memiliki kontras impedansi yang tinggi dan menyebabkan nilai site amplification sebesar 1,37 – 1,61 dibandingkan litologi yang lebih lunak di sekitarnya yang berkisar antara 1,01 – 1,37. Hal ini diperkuat oleh nilai Vs permukaan daerah tersebut berkisar antara 135 m/s – 170 m/s yang menunjukkan litologi tanah lunak atau soil, sedangkan Vs basement daerah tersebut memiliki nilai berkisar antara 345 m/s – 435 m/s yang menunjukkan batuan keras, seperti Batugamping dan Batupasir serta batuan lunak seperti Batulempung. Sehingga ketika dilakukan pemetaan mikrozonasi rawan gempa bumi, daerah penelitian memiliki 3 tingkat kerentanan, diantaranya kerentanan tinggi, kerentanan sedang, dan kerentanan rendah.The Gresik area is indicated to be located close to an earthquake source, in the form of an active fault located in the south of Gresik Regency, precisely in the Surabaya city area (Surabaya, Waru, and Blumbang faults) and has lithological conditions that can affect the site amplification value. When a study is conducted, in the form of microtremor data analysis using the HVSR and SPAC methods to obtain surface lithology characteristics, the Gresik area shows an interesting research case, because the high site amplification value is actually in the hard surface lithology in the western part of the Gresik city center, this is possible because the area has a surface lithology in the form of soil from the weathering of the original rock that meets the hard layer at the base, so it has a high impedance contrast and causes a site amplification value of 1.37 - 1.61 compared to the surrounding softer lithology which ranges from 1.01 - 1.37. This is reinforced by the surface Vs value of the area ranging from 135 m/s - 170 m/s which indicates soft soil or soil lithology, while the basement Vs of the area has a value ranging from 345 m/s - 435 m/s which indicates hard rock, such as Limestone and Sandstone and soft rock such as Claystone. So that when mapping earthquake-prone microzonation, the research area has 3 levels of vulnerability, including high vulnerability, moderate vulnerability, and low vulnerability.
4084843061G1A020047Efek Pemberian Bawang Hitam Terhadap Gambaran Fibrosis Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model HiperurisemiaLatar Belakang: Kondisi hiperurisemia dapat menyebabkan fibrosis ginjal. Kondisi ini
menurunkan fungsi ginjal dan merupakan penyebab penyakit ginjal kronik. Bawang hitam
berpotensi sebagai antioksidan dan antiinflamasi karena mengandung senyawa flavonoid,
polifenol, SAC, dan 5-HMF, sehingga berpotensi mengurangi fibrosis ginjal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian bawang hitam terhadap
gambaran fibrosis ginjal tikus putih model hiperurisemia.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental terhadap BBT dengan posttest
only with control group design. Terdapat tiga puluh hewan coba dibagi menjadi lima
kelompok perlakuan. Kelompok A sebagai kontrol hiperurisemia, kelompok B dengan
obat standar allopurinol, kelompok C, D, E kelompok perlakuan larutan bawang hitam
dengan dosis berturut-turut 240, 480, 960 mg/hari selama 14 hari. BBT disimpan dalam
larutan NBF 10% selama satu tahun, dibuat preparat HE, dan diamati.
Hasil: Rerata skor area fibrosis tubulointerstisial kelompok A, B, C, D, E berturut-turut
2,7±0,2757; 1,6±0,3347; 1,3±0,2098; 2,2±0,2828; 2,9±0,2757. Hasil uji hipotesis OneWay ANOVA terdapat perbedaan signifikan (p<0,05). Hasil uji post-hoc Tukey HSD
menunjukkan perbedaan paling signifikan (p<0,05) adalah antara kelompok A dengan
kelompok B dan C.
Kesimpulan: Pemberian larutan bawang hitam dapat mengurangi fibrosis ginjal tikus
putih model hiperurisemia dengan dosis terbaik 240 mg/hari selama 14 hari.
Background: The condition of hyperuricemia can lead to kidney fibrosis. This condition
reduces kidney function and is a cause of chronic kidney disease. Black garlic has the
potential as an antioxidant and anti-inflammatory agent due to its content of flavonoids,
polyphenols, SAC, and 5-HMF compounds, thus potentially reducing kidney fibrosis.
Objective: This study aims to investigate the effects of administering black garlic on the
kidney fibrosis profile in a hyperuricemia model of white rats.
Method: This study used experimental research on Biological Material Preserved (BMP)
using posttest only with control group design. Thirty experimental animals were divided
into five treatment groups. Group A served as the hyperuricemia control, Group B
received the standard drug, while Groups C, D, and E were treated with black garlic
solution at doses of 240, 480, and 960 mg/day, respectively, for 14 days. The BMP was
stored in a 10% NBF solution for one year, then prepared as HE slides, and observed.
Results: The mean scores of tubulointerstitial fibrosis area in groups A, B, C, D, E were
2.7±0.2757, 1.6±0.3347, 1.3±0.2098, 2.2±0.2828, and 2.9±0.2757, respectively. The OneWay ANOVA test revealed a significant difference (p<0.05). Post-hoc Tukey HSD analysis
indicated that the most significant difference (p<0,05) was between group A with group
B and C.
Conclusion: The administration of black garlic solution reduces kidney fibrosis in white
rat models with hyperuricemia, with the most effective dose being 240 mg/day for 14 days.
4084943062C0B021027Pengelolaan Arsip di Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kantor Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten BanyumasPenulis melaksanakan kegiatan Magang MBKM di Kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas. Penulis ditempatkan pada bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) di mana pada bagian ini sebagai tempat pengelolaan dokumen-dokumen penting baik kepada pihak internal maupun eksternal. Selama kegiatan magang berlangsung penulis menemukan masalah yang muncul pada bagian pengelolaan arsip di Kesra. Pengelolaan arsip di bagian Kesra masih dilakukan secara manual, hal ini menyebabkan beberapa masalah timbul seperti hilangnya dokumen, sulitnya mencari arsip, dan mudah rusak/robek. Ini dapat terjadi karena beberapa faktor seperti menumpuknya berkas-berkas arsip dan tidak adanya pengelompokkan arsip. Penulis memberikan saran solusi mengenai masalah tersebut, antara lain melakukan pengindeksan pada arsip, mengelompokan berdasarkan wilayah, urut abjad, penomoran dan pemberian kode pada setiap arsip. Terlebih lagi saat ini hampir semua instansi termasuk instansi pemerintahan telah melakukan transformasi digital kearsipan, sehingga pengelolaan arsip secara digital merupakan suatu keharusan untuk menyeimbangkan kondisi digitalisasi di lingkungan perkantoran termasuk di kantor-kantor pemerintahan.The author carried out an MBKM internship at the Banyumas Regency Regional Secretary's Office. The author is placed in the Community Welfare (Kesra) section where this section is the place for managing important documents for both internal and external parties. During the internship, the author discovered problems that arose in the archives management section in People's Welfare. Archive management in the People's Welfare section is still done manually, this causes several problems to arise such as loss of documents, difficulty in finding archives, and they are easily damaged/torn. This can occur due to several factors such as a pile up of archive files and no grouping of archives. The author provides suggestions for solutions to this problem, including indexing archives, grouping them by region, alphabetical order, numbering and assigning codes to each archive. Moreover, currently almost all agencies, including government agencies, have carried out digital transformation of archives, so digital archive management is a must to balance digitalization conditions in office environments, including government offices.
4085043063H1E019031PERENCANAAN PERAWATAN PADA MESIN BLOW MOLDING DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II (RCM II)Di beberapa perusahaan, isu mengenai pemeliharaan mesin sering kali tidak
mendapat perhatian yang memadai, terutama terkait kurangnya perawatan yang
baik. Pengoperasian mesin yang berkelanjutan pada mesin dapat berpotensi
menyebabkan penurunan kinerja, yang pada gilirannya dapat menyebabkan
kegagalan yang tak terduga sehingga mempengaruhi kelancaran proses produksi,
maka dari itu perlu dilakukannya manajemen perawatan serta identifikasi faktorfaktor yang dapat menyebabkan kegagalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengidentifikasi factor-faktor penyebab terjadinya kegagalan serta
mengimplementasikan metode RCM II dengan output berupa rencana perawatan
berdasarkan task selection. Penelitian ini menggunakan metode Reliability
Centered Maintenance II (RCM II) dimana terdapat tujuh tahapan yaitu pemilihan
sistem, batasan sistem, deskripsi sistem dan functional block diagram, system
function and function failure, failure mode and effect analysis, logic tree analysis,
dan yang terakhir task selection. Hasil pada penelitian ini menunjukan adanya 7
mode kegagalan pada mesin blow molding dengan 4 komponen masuk kedalam
rekomedasi time direct (TD), 2 komponen masuk kedalam rekomendasi condition
direct (CD), serta 2 komponen masuk kedalam rekomendasi finding failure (FF).
Selain itu terdapat factor-faktor penyebab terjadinya kegagalan pada mesin blow
molding seperti manusia, metode, lingkungan, mesin, hingga material.
In some companies, issues regarding machine maintenance often do not receive
adequate attention, especially regarding the lack of proper maintenance.
Continuous operation of a machine can potentially cause a decrease in
performance, which in turn can cause unexpected failures that affect the
smoothness of the production process, therefore it is necessary to carry out
maintenance management and identify factors that can cause failure. This research
aims to identify the factors that cause failure and implement the RCM II method
with the output in the form of a maintenance plan based on task selection. This
research uses the Reliability Centered Maintenance II (RCM II) method where
there are seven stages, namely system selection, system boundaries, system
description and functional block diagram, system function and function failure,
failure mode and effect analysis, logic tree analysis, and finally the task choice.
The results of this study show that there are 7 failure modes in blow molding
machines with 4 components included in the time direct (TD) recommendation, 2
components included in the condition direct (CD) recommendation, and 2
components included in the finding failure (FF) recommendation. Apart from that,
some factors cause failure in blow molding machines, such as humans, methods,
environment, machines, and materials.
4085143065J0B020012VIRTUAL TOUR VIDEO KLENTENG HOK LAY KIONG BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI STRATEGI PROMOSI DI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KOTA BEKASIArtikel ini ini berjudul “Virtual tour video Berbahasa Mandarin Klenteng Hok Lay Kiong sebagai Strategi Promosi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi”. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk mempromosikan objek wisata sejarah dan religi Klenteng Hok Lay Kiong kepada wisatawan berbahasa Mandarin melalui Virtual Tour Video voice over yang mudah dipahami. Belum adanya informasi dalam bahasa asing khususnya Mandarin dari media manapun mengenai objek wisata Klenteng Hok Lay Kiong inilah yang melatarbelakangi kegiatan praktik kerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Bekasi. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode wawancara, observasi, jelajah internet dan dokumentasi. Saat melaksanakan kegiatan praktik kerja, penulis menggunakan metode penerjemahan yaitu metode komunikatif agar hasil terjemahan lebih mudah dipahami karena menyesuaikan tata bahasa sasaran. Terjemahan tersebut ditransformasikan secara lisan menggunakan voice over sehingga dapat menghasilkan video promosi yang menarik dan aspek bahasa yang terdapat di dalam video tersebut dapat diterima dan langsung dipahami oleh pendengar atau penonton video tersebut. Hasil dari praktik kerja lapangan ini adalah virtual tour video objek wisata Klenteng Hok Lay Kiong berbahasa Mandarin. Dengan adanya video ini, dapat membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Bekasi untuk menumbuhkan minat calon wisatawan berbahasa Mandarin untuk mengunjungi Klenteng Hok Lay Kiong.This article is titled "Mandarin-speaking Virtual Tour Video of Hok Lay Kiong Temple as a Promotion Strategy at the Bekasi City Tourism and Culture Office". The purpose of this work practice is to promote the historical and religious attractions of the Hok Lay Kiong Temple to Mandarin-speaking tourists through a Virtual Tour Video voice over that is easy to understand. The absence of information in foreign languages, especially Mandarin, from any media regarding the attractions of the Hok Lay Kiong Temple is the background of work practice activities at the Bekasi City Tourism and Culture Office. The data collection methods that the author used were interviews, observations, internet browsing and documentation. When carrying out the internship, the author used the communicative method to make the translation easier to understand because it adapts to the target grammar. The translation was transformed orally using voice over so as to produce an interesting promotional video and the language aspects contained in the video can be accepted and immediately understood by the listeners or viewers of the video. The result of this field work practice is a virtual tour video of the Hok Lay Kiong Temple tourist attraction in Mandarin. With this video, it can help the Bekasi City Tourism and Culture Office to foster interest in prospective Chinese-speaking tourists to visit the Hok Lay Kiong Temple.
4085244953J0A021008Creating “The Story of Banyumas Rare Art Festival” Illustrated Storybook (A Job Training at Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas)Laporan praktik kerja ini ditulis sebagai jawaban atas permasalahan wisata seni langka di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan permasalahan tersebut, praktik kerja ini bertujuan untuk membuat buku cerita bergambar dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) yang mendeskripsikan dan memperkenalkan wisata seni langka di Kabupaten Banyumas. Buku cerita bergambar ini memperkenalkan wisata seni langka: Buncisan, Gondolio, Bongkel, Gumbeng, dan Kerinding.
Praktik kerja ini menggunakan empat metode yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung. Observasi dilakukan secara langsung dan tidak langsung untuk menemukan permasalahan penyelenggaraan wisata seni di Kabupaten Banyumas, sedangkan wawancara dimaksudkan untuk mendiskusikan potensi, kondisi dan perkembangan, permasalahan, dan solusi yang diharapkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan wisata seni di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, dokumentasi dikumpulkan dengan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki oleh Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas. Adapun dalam pembuatan buku cerita bergambar, praktik langsung dengan proses penulisan dilakukan dengan lima tahap: prewriting, drafting, editing, revising, dan publishing.
Selama praktik kerja, beberapa kendala dialami, seperti kurangnya referensi produk sejenis, terbatasnya waktu dan sumber data yang dibutuhkan, serta ketidakmampuan dalam membuat skenario dan ilustrasi. Namun, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengumpulkan data tambahan secara mandiri melalui internet, dokumentasi, dan lain-lain. Selain itu, Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas dan seorang ilustrator juga dilibatkan dalam pembuatan buku cerita bergambar ini.
This job training report was written in response to the problem of rare art tourism in Kabupaten Banyumas. Based on the problem, this job training aims to create a bilingual illustrated storybook (Indonesian and English) describing and introducing rare art tourism in Kabupaten Banyumas. This illustrated storybook introduces rare art tourism: Buncisan, Gondolio, Bongkel, Gumbeng, and Kerinding.
This job training uses four methods: observation, interviews, documentation, and direct practice. The observations were carried out directly and indirectly to find problems arranging art tourism in Kabupaten Banyumas; whereas the interviews were intended to discuss the potential, condition and development, problems, and expected solutions to introduce and promoting art tourism in Kabupaten Banyumas. Based on the observations and interviews, the documentation was collected using the sources owned by the Cultural Division of Dinporabudpar Kabupaten Banyumas. However, in making the illustrated storybook, direct practice with the writing process was done in five stages: prewriting, drafting, editing, revising, and publishing.
During the job training, several obstacles were experienced, such as the lack of references to similar products, the limited time and data sources needed, and the inability to create scenarios and illustrations. However, these problems can be overcome by collecting additional data independently through the internet, documentation, and others. In addition, the Cultural Division of Dinporabudpar Kabupaten Banyumas and an illustrator were also involved in creating this illustrated storybook.
4085343064G1A020065Pengaruh Slow Deep Breathing Exercise terhadap Nilai Uji Fungsi Paru pada Populasi Hipertensi di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten BanyumasLatar belakang: Hipertensi adalah noncommunicable disease dengan prevalensi yang cukup tinggi dan peningkatan kejadian dari tahun ke tahun. Slow deep breathing exercise merupakan terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai alternatif penyelesaian masalah ketidakefektifan pengobatan antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah beserta komplikasinya, salah satunya penurunan fungsi paru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fungsi paru dan menganalisis pengaruh slow deep breathing exercise terhadap nilai uji fungsi paru (FEV1, FVC dan FEV1/FVC) pada populasi hipertensi di Posyandu Lansia Waras Winangun. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental berupa desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest dengan 26 subjek yang diberikan intervensi slow deep breathing pranayama dengan durasi 5 siklus (25 menit) selama 3 hari per minggu selama 6 minggu. Uji fungsi paru dengan spirometri untuk mengetahui nilai FEV1, FVC, FEV1/FVC diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan terhadap variabel FEV1 dan FVC dan uji wilcoxon terhadap variabel FEV1/FVC. Hasil: Fungsi paru pasien hipertensi pada penelitian ini mayoritas normal (61,54%) diikuti gangguan paru restriksi (23,08%), gangguan paru obstruksi (7,69%) dan campuran (7,69%). Terdapat perbedaan rerata yang signifikan pada variabel FEV1 (p=0,016) dan FVC (p=0,009) sebelum dan setelah intervensi SDBE dengan arah perbedaan positif. Namun, tidak ada perbedaan rerata yang signifikan pada variabel FEV1/FVC (p=0,989). Kesimpulan: Slow deep breathing exercise meningkatkan nilai forced expiratory volume in 1 second (FEV1) dan forced vital capacity (FVC) pada populasi hipertensi di Posyandu Lansia Waras Winangun, Kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.Background: Hypertension is a non-communicable disease with a quiet high prevalence and increasing incidence. Slow deep breathing exercise is a complementary therapy that can be used as an alternative solution to the problem of the ineffectiveness of antihypertensive treatment to control blood pressure and its complications, one of which is decreased lung function. Objectives: This study aimed to determine the lung function profile and analyzed the effect of slow deep breathing exercises on pulmonary function test values (FEV1, FVC and FEV1/FVC) in the hypertensive population. Methodology: This research was an experimental study in the form of a pre-experimental design with one group pretest posttest approach with 26 subjects who were given slow deep breath pranayama intervention with a duration of 5 cycles (25 minutes) for 3 days per week for 6 weeks. Lung function test with spirometer to determine FEV1, FVC, FEV1/FVC was measured before and after intervention. Bivariate analysis used paired t test on the FEV1 and FVC variables and the Wilcoxon test on the FEV1/FVC variables. Results: The lung function of hypertensive patients in this study are normal (61.54%), restrictive pulmonary disorders (23.08%), obstructive pulmonary disorders (7.69%) and mixed (7.69%). There are significant mean difference in the variables FEV1 (p=0.016) and FVC (p=0.009) before and after the SDBE intervention with a positive difference direction. However, there is no significant mean difference in the FEV1/FVC (p=0.989). Conclusions: Slow breathing exercise increases the value of forced expiratory volume in 1 second (FEV1) and forced vital capacity (FVC) in the hypertensive population at the Posyandu Waras Winangun, Arcawinangun Village, Purwokerto Timur District, Banyumas Regency.
4085444954A1D020075EEFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER DAN KONIDIA JAMUR
ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana SEBAGAI AGENS PENGENDALI WERENG
BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal)
Wereng batang cokelat (WBC) merupakan salah satu hama utama tanaman padi. WBC dapat menyerang berbagai
tahap pertumbuhan tanaman padi dengan cara menghisap cairan sel tanaman. Selain itu WBC juga mampu
menyebarkan penyakit pada tanaman padi seperti penyakit kerdil hampa yang disebabkan oleh Rice Ragged Stunt
Virus (RRSV) serta penyakit kerdil rumput oleh Rice Grassy Stun Virus (RGSV). Hingga saat ini WBC belum dapat
diatasi dan dikendalikan dengan insektisida kimia. Hal ini karena insektisida kimia dapat menimbulkan resistensi,
resurjensi dan matinya serangga yang berguna bagi tanaman. Penelitian ini berfokus kepada pengendalian WBC
dengan menggunakan jamur entomopatogen yang dapat menyebabkan penyakit pada serangga. Beauveria bassiana
merupakan salah satu jamur entomopatogen yang menghasilkan konidia sebagai organ aseksual serta metabolit
sekunder yang mengandung senyawa toksin seperti beauvericin, bassianin, bassianolide yang dapat menyebabkan
kematian pada serangga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan metabolit sekunder dengan
konidia jamur Beauveria bassiana dalam pengendalian WBC. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yakni
akuades sebagai kontrol, metabolit sekunder dengan konsentrasi 5% dan 10%, konidia jamur Beauveria bassiana
dengan kerapatan 108 konidia/ml, serta insektisida kimia berbahan aktif imidacloprid dengan dosis 1,5 g/l. Hasil
penelitian menunjukan perlakuan metabolit sekunder konsentrasi 10% lebih baik dibandingkan dengan perlakuan
konidia jamur Beauveria bassiana kerapatan 108 konidia/ml. Hal ini dapat dilihat pada hasil mortalitas yang lebih
tinggi yaitu 80% , kematian WBC yang lebih cepat yaitu 6,52 hari serta intensitas serangan pada tanaman yang lebih
rendah yaitu 32,8%Selain itu perlakuan metabolit sekunder konsentrasi 10% juga menujukan kerusakan tanaman yang
lebih sedikit seperti pada jumlah daun (-8%),jumlah batang (-30%),panjang akar(+7%) dan tinggi bibit padi (+2%).
Kata kunci — Wereng batang cokelat, Beauveria bassiana, metabolit sekunder, konidia
Brown planthoppers (BPH) are one of the main pests of rice plants. BPH can attack various stages of rice plant
growth by sucking plant cell fluids. Apart from that, BPH is also able to spread diseases in rice plants such as stunted
grass caused by Rice Ragged Stunt Virus (RRSV) and stunted grass caused by Rice Grassy Stun Virus (RGSV). Until
now, BPH cannot be overcome and controlled with chemical insecticides. This is because chemical insecticides can
cause resistance, resurgence and death of insects that are useful for plants. This research focuses on controlling BPH
using entomopathogenic fungi which can cause disease in insects. Beauveria bassiana is an entomopathogenic fungus
that produces conidia as asexual organs as well as secondary metabolites containing toxin compounds such as
beauvericin, bassianin, bassianolide which can cause death in insects. This study aims to compare the use of secondary
metabolites with conidia of the Beauveria bassiana fungus in controlling BPH. The treatments used in this research
were distilled water as a control, secondary metabolites with concentrations of 5% and 10%, conidia of the Beauveria
bassiana fungus with a density of 108
conidia/ml, and chemical insecticide containing the active ingredient
imidacloprid with a dose of 1.5 g/l. The results of the study showed that secondary metabolite treatment with a
concentration of 10% was better than treatment with Beauveria bassiana fungus conidia with a density of
108conidia/ml. This can be seen in the results of higher mortality, namely 80%, faster BPH death, namely 6.52 days,
and lower intensity of attacks on plants, namely 32.8%. In addition, secondary metabolite treatment with a
concentration of 10% also shows significant plant damage. less, such as the number of leaves (-8%), number of stems
(-30%), root length (+7%) and height of rice seedlings (+2%).
Key words — Brown planthopper, Beauveria bassiana, secondary metabolites, conidia
4085543066C1B018122PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA SELF EFFICACY DAN RESILIENSI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA RAS MELANESIA (PAPUA,NTT DAN MALUKU) DI BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga, self efficacy, dan resiliensi terhadap minat berwirausaha mahasiswa ras melanesia. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa ras melanesia yang ada di banyumas dengan jumlah responden yaitu 80 orang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa ras melanesia. Self efficacy berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa ras melanesia. Resiliensi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa ras melanesia.
Kata kunci : dukungan kelarga, self efficacy, resiliensi, minat berwirausaha


This research aims to determine family support, self efficacy, and resilience on the entrepreneurial interest of Melanesian students. The respondents in this research were students of the Melanesian race in Banyumas with a totalof 80 respondents. This research method uses quatitative research with the sampling technique used is total sampling. The research results show that family support has a positive effect on the entrepreneurial interest of Melanesian students resilience has a positive effect on the entrepreneurial interest of Melanesian students.
Keywords: family support, self efficacy, resilience, interest in entrepreneurship
4085643067C1B018123PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyumas. Penelitian dilakukan di wilayah Purwokerto bagian utara, tepatnya di lingkungan Grendeng dan Karangwangkal yang mempunyai potensi pengembangan UMKM karena letaknya yang berdekatan dengan Universitas Jenderal Soedirman. Variabel operasional dalam penelitian ini adalah pengetahuan literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja pada UMKM. Penelitian ini menggunakan skala ordinal untuk mengukur pendapatan dan persepsi individu terhadap fenomena sosial. Lokasi objek penelitian dipilih karena letaknya yang strategis di dekat UNSOED sehingga memberikan peluang lebih besar bagi UMKM milik mahasiswa untuk menawarkan barang dan jasa kepada sesama mahasiswa. Penelitian mengajukan dua hipotesis untuk diuji: X1: Literasi keuangan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, dan X2: Orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan UMKM. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan pada UMKM Banyumas karena relatif jarang diteliti.The study aimed to determine the influence of entrepreneurial orientation on the performance of micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Banyumas. The research was conducted in the northern part of Purwokerto, specifically in the Grendeng and Karangwangkal neighborhoods, which have the potential for UMKM development due to their proximity to Universitas Jenderal Soedirman. The operational variables in this study were financial literacy knowledge and entrepreneurial orientation in relation to performance improvement in UMKM. The research used an ordinal scale to measure income and individuals' perceptions of social phenomena. The location of the research objects was chosen because they are strategically located near UNSOED, providing UMKM owned by students with a greater opportunity to offer goods and services to their fellow students. The research proposed two hypotheses for testing: X1: Financial literacy has a significant influence on UMKM performance, and X2: Entrepreneurial orientation has a significant influence on UMKM sustainability. Further research is needed on financial literacy and entrepreneurial orientation in UMKM Banyumas, as it has been relatively rarely studied.
4085744955A1D020111UJI EFEKTIVITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN Fusarium oxysporum UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT GRAYAK JAGUNG
Spodoptera frugiperda
Spodoptera frugiperda J.E. Smith merupakan hama invasif pada tanaman jagung di Indonesia. Pengendalian S. frugiperda di Kabupaten Banyumas pada umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintetis yang diketahui menimbulkan dampak negatif, sehingga perlu adanya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian S. frugiperda dengan menggunakan jamur entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan konidia Fusarium oxysporum, frekuensi aplikasi dan interaksi keduanya terhadap mortalitas, pertumbuhan dan aktivitas makan S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada Bulan Oktober 2023 – Januari 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu frekuensi aplikasi dan faktor kedua adalah kerapatan konidia F. oxysporum. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dilakukan analisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur F. oxysporum dengan kerapatan 108 konidia/ml menyebabkan mortalitas S. frugiperda sebesar 86,67%, persentase kegagalan pembentukan pupa dan imago sebesar 86,67% dan 87,72% serta menunjukkan penurunan konsumsi pakan larva tertinggi dibanding kontrol sebesar 46%. Frekuensi aplikasi jamur F. oxysporum sebanyak 4 kali menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda sebesar 55%, persentase kegagalan pembentukan pupa dan imago sebesar 55% dan 60% serta menunjukkan penurunan konsumsi pakan larva tertinggi dibanding kontrol sebesar 32%. Interaksi antara kerapatan konidia 108 konidia/ml dan frekuensi aplikasi F. oxysporum sebanyak 4 kali dapat menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda sebesar 96,67%, persentase kegagalan pembentukan pupa dan imago tertinggi sebesar 96,67% dan 100%.Spodoptera frugiperda J.E. Smith is an invasive pest on corn plants in Indonesia. Control of S. frugiperda in Banyumas Regency generally still relies on synthetic chemical insecticides known to have negative impacts, thus necessitating environmentally friendly control alternatives. One such alternative is the use of entomopathogenic fungi. This study aims to determine the effect of Fusarium oxysporum conidial density, application frequency, and their interaction on the mortality, growth, and feeding activity of S. frugiperda. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman from October 2023 to January 2024. The study employed a Complete Randomized Block Design (RCBD) factorial consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor was application frequency, and the second factor was F. oxysporum conidial density. Data obtained from the research results were analyzed using ANOVA at a 5% significance level, followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that F. oxysporum fungus at a density of 108 conidia/ml caused S. frugiperda mortality of 86.67%, with pupal and adult formation failure rates of 86.67% and 87.72%, respectively, and shows a reduction in larval feed consumption compared to the control by 46%. The application of F. oxysporum fungus four times resulted in S. frugiperda larval mortality of 55%, with pupal and adult formation failure rates of 55% and 60%, respectively, and shows a reduction in larval feed consumption compared to the control by 32%. The interaction between a conidial density of 108 conidia/ml and the application frequency of F. oxysporum four times could cause S. frugiperda larval mortality of 96.67%, with the highest pupal and adult formation failure rates of 96.67% and 100%, respectively.
4085845136F1B018116Kualitas Pelayanan Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kapuas HuluPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kapuas Hulu apakah pelayanan yang diberikan oleh dinas penyelengara pelayanan sudah sesuai atau belum terhadap harapan dan kebutuhan pengguna atau pemhomon layananan. Permasalahan pelayanan publik yang tidak berkualitas dipicu oleh berbagai hal yang kompleks, mulai dari budaya birokrasi yang bersifat paternalistik, lingkungan kerja yang tidak kondusif terhadap perubahan zaman, rendahnya sistem reward dalam birokrasi, lemahnya mekanisme punishment bagi aparat birokrasi, rendahnya kemampuan aparat birokrasi untuk melakukan tindakan diskresi, serta komitmen pimpinan daerah untuk menciptakan pelayanan yang responsif, akuntabel dan transparan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, kuisioner dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi. Kualitas pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kapuas Hulu berada pada kategori Baik. Dari aspek kehandalan (Reliability) Disdukcapil Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan pelayanan dengan baik. Daya Tanggap (Resonsvenses) diketahui bahwa pegawai Disdukcapil cepat tanggap dalam menyelesaikan keluhan dan Memberikan informasi pelayanan yang jelas dan mudah dipahami.This research aims to find out the quality of service at the Population and Civil Registration Service of Kapuas Hulu Regency, whether or not the services provided by the service provider are in accordance with the expectations and needs of users or service applicants. The problem of low-quality public services is triggered by various complex things, starting from a paternalistic bureaucratic culture, a work environment that is not conducive to changing times, a low reward system in the bureaucracy, a weak punishment mechanism for bureaucratic officials, a low ability of bureaucratic officials to take action. discretion, as well as the commitment of regional leaders to create responsive, accountable and transparent services. The method used in this research is quantitative research with a case study approach with data collection through observation, questionnaires and documentation. The data analysis method uses descriptive statistics in the form of frequency distribution. The quality of service at the Population and Civil Registration Service of Kapuas Hulu Regency is in the Good category. From the aspect of reliability, the Kapuas Hulu Regency Dukcapil Office has provided good service. Responsiveness (Resonsvenses) is known that Disdukcapil employees are responsive in resolving complaints and providing service information that is clear and easy to understand.
4085943069B1A018093Komparasi Aktivitas Harian Burung Erythrura Prasina Pada Pagi dan Sore Hari Di Kecamatan Cilongok, Kabupaten BanyumasErythura prasina merupakan burung yang hidup pada habitat tertentu dan diketahui sebagai burung semi-nomaden. Salah satu habitat E. prasina yaitu adalah di Kecamatan Cilongok. Informasi mengenai spesies burung ini masih sangat sedikit. Penelitian mengenai aktivitas harian E. prasina belum pernah dilakukan sebelumnya. Studi aktivitas burung merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk memahami riwayat hidup, kondisi fisik, ketersediaan pakan, struktur sosial, kondisi lingkungan dan kondisi ekologi burung tersebut. Pola aktivitas harian setiap spesies burung berbeda-beda dan burung lebih banyak beraktivitas pada pagi serta sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian burung E. prasina pada pagi dan sore hari di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Focal Animal Sampling dengan interval antar pengamatan 5 menit diaplikasikan dalam penelitian ini untuk pengambilan data aktivitas harian. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan aktivitas harian E. prasina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dominan yang dilakukan oleh burung E. prasina di habitat aslinya adalah grooming (35,5%), pindah (19,8%) dan bertengger (14,4%). Sedangkan aktivitas yang minim dilakukan yaitu defekasi (0,5%), berjemur (0,2%) dan minum (0%). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa E. prasina lebih aktif di sore hari (62%).Erythura prasina is a bird that lives in certain habitats and is known as a semi-nomadic bird. One of the habitats of E. prasina is in Cilongok District. Information about this bird species is still very limited. Research on the daily activities of E. prasina has never been carried out before. Studying the bird activity is very important to understand the bird's life history, physical condition, food availability, social structure, environmental conditions, and ecological conditions. The daily activity patterns of each bird species are different, and birds are more active in the morning and evening. This research aims to determine the daily activities of E. prasina in the morning and evening in Cilongok District, Banyumas Regency. Focal animal sampling with an interval between observations of 5 minutes was applied in this study to collect daily activity data. A descriptive analysis was used to describe the daily activities of E. prasina. The results showed that the dominant activities carried out by E. prasina birds in their natural habitat were grooming (35.5%), moving (19.8%), and perching (14.4%). Meanwhile, the minimal activities carried out were defecation (0.5%), sunbathing (0.2%), and drinking (0%). The results of this study prove that E. prasina is more active in the afternoon (62%).
4086043070C1B020016Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan dan Akses Permodalan terhadap Kinerja UMKM (Studi pada UMKM di Kecamatan Karanglewas)Penelitian ini merupakan survei pada UMKM di Kecamatan Karanglewas dengan penelitian yang berjudul “Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan dan Akses Permodalan terhadap Kinerja UMKM”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan dan Akses Permodalan terhadap Kinerja UMKM. Populasi dalam penelitian ini merupakan pelaku UMKM di Kecamatan Karanglewas dengan jumlah responden sebesar 92 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh yang artinya semua pelaku UMKM di Kecamatan Karanglewas yang terdaftar di Aspikmas dijadikan sampel penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu: 1) Literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM, 2) Perilaku keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM, 3) Akses permodalan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM.
Implikasi berdasarkan hasil penelitian yaitu: 1) Bagi para pelaku UMKM sebaiknya dapat meningkatkan literasi keuangan, menerapkan perilaku keuangan yang baik dan memanfaatkan akses permodalan dengan maksimal untuk peningkatan kinerja UMKM, 2) Pemerintah juga dapat melakukan pendampingan bagi para pelaku UMKM supaya dapat bersaing baik dalam persaingan lokal maupun global. Hal ini tentu dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat pun semakin meningkat.
This study is a survey of MSMEs in Karanglewas District with a research entitled "The Effect of Financial Literacy, Financial Behavior and Access to Capital on MSME Performance".
This study aims to determine the effect of financial literacy, financial behavior and access to capital on MSME performance. The population in this study were MSME actors in Karanglewas District with a total of 92 respondents. The sampling technique in this study used saturated sampling, which means that all MSME players in Karanglewas District who are registered with Aspikmas are used as research samples.
Based on the research results, the conclusions are: 1) Financial literacy affects the performance of MSMEs, 2) Financial behavior affects the performance of MSMEs, 3) Access to capital has no effect on the performance of MSMEs.
The implications based on the research results are: 1) MSME actors should be able to improve financial literacy, implement good financial behavior and take maximum advantage of access to capital to improve MSME performance, 2) The government can also provide assistance for MSME actors so that they can compete both in local and global competition. This can certainly improve the wheels of the community economy so that people's welfare will increase.