Artikelilmiahs
Menampilkan 40.761-40.780 dari 48.896 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40761 | 42980 | I1B020056 | PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN FERMENTASI KEMIRI (Aleurites moluccana L.) MENGGUNAKAN YOGHURT TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) | Latar Belakang : Dislipidemia terjadi ketika ketidaknormalan pada tingkat lipid dalam darah. Hal ini ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total yang disertai dengan peningkatan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida, serta penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko aterosklerosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan fermentasi kemiri (Aleurites moluccana L.) terhadap kadar trigliserida pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi High Fat Diet (HFD) dan propiltiourasil (PTU). Metodologi : Penelitian menggunakan metode true experimental pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 24 ekor tikus yang terbagi dalam 6 kelompok perlakuan. Kelompok (A) kontrol sehat, kelompok (B) kontrol negatif, kelompok (C) dosis 50 mg/200gBB, kelompok (D) dosis 100 mg/200gBB, kelompok (E) dosis 200 mg/200gBB, dan kelompok (F) simvastatin dosis 0,18 mg/200gBB. Kadar trigliserida diukur menggunakan spektrofotometer pada λ 500 nm. Kadar trigliserida pretest-posttest diuji dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post hoc Duncan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan pemberian seduhan fermentasi kemiri menggunakan yoghurt terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida. Rerata selisih penurunan kadar trigliserida pada masing-masing dosis perlakuan adalah 153,375 ± 37,5512 mg/dl, 110,900 ± 38,0414 mg/dl, dan 133,975 ± 31,5571 mg/dl. Kesimpulan : Pemberian seduhan fermentasi kemiri menggunakan yoghurt pada dosis 50 mg/200gBB merupakan dosis efektif dalam menurunkan kadar trigliserida. Kata Kunci : Kadar Trigliserida, Kemiri (Aleurites moluccana L.), Tikus Wistar. | Background : Dyslipidemia occurs when abnormalities in the level of lipids in the blood. It is characterized by increased total cholesterol levels accompanied by increased levels of Low Density Lipoprotein (LDL) and triglycerides, and decreased levels of High Density Lipoprotein (HDL). These conditions can increase the risk of atherosclerosis. The purpose of this study was to determine the effect of fermented hazelnut (Aleurites moluccana L.) on triglyceride levels in Wistar rats (Rattus norvegicus) induced by High Fat Diet (HFD) and propylthiouracil (PTU). Methodology : The study used true experimental pretest-posttest method with control group design. The sample amounted to 24 rats which were divided into 6 treatment groups. Group (A) healthy control, group (B) negative control, group (C) dose 50 mg/200gBB, group (D) dose 100 mg/200gBB, group (E) dose 200 mg/200gBB, and group (F) simvastatin dose 0.18 mg/200gBB. Triglyceride levels were measured using a spectrophotometer at λ 500 nm. Pretest-posttest triglyceride levels were tested with One Way ANOVA and continued with Duncan's post hoc test. Research Results :The results showed that giving fermented candlenut brew using yogurt was proven to reduce triglyceride levels.The average difference in the decrease in triglyceride levels in each treatment dose was 153.375 ± 37.5512 mg/dl, 110.900 ± 38.0414 mg/dl, and 133.975 ± 31.5571 mg/dl. Conclusion :Giving fermented candlenut brew using yogurt at a dose of 50 mg/200gBB is an effective dose in reducing triglyceride levels. Keywords : Candlenut (Aleurites moluccana L.), Triglyceride Levels, Wistar Rats. | |
| 40762 | 42999 | H1D019012 | ANALISIS KEBUTUHAN FITUR MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING UNTUK PENGEMBANGAN WEBSITE EDUKAI PT. KERETA API INDONESIA | Dunia pendidikan di Indonesia semakin mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran adalah penggunaan e-learning. Penelitian ini berfokus pada permasalahan keterbatasan fitur dalam platform e-learning (edukai) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir. H. Djuanda PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran jarak jauh bagi para pegawai. Dengan menggunakan metode clustering k-means, penelitian menganalisis kebutuhan fitur berdasarkan data dari 617 pegawai. Hasil clustering memunculkan tiga kelompok kebutuhan fitur, yaitu dengan cluster “prioritas utama”, “sedang” dan “bukan prioritas” mengarah pada pengembangan edukai games, edukaitube, dan edukai digital library sebagai prioritas utama. Selanjutnya, penelitian mengimplementasikan metode user centered design (UCD) untuk meningkatkan tampilan dan fungsionalitas platform berdasarkan kebutuhan pengguna dengan hasil pengujian terhadap sistem menggunakan blackbox menunjukan semua fitur valid. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa solusi ini dapat memberikan perbaikan yang signifikan pada edukai, meningkatkan pengalaman dan kinerja pengguna, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh di PT. Kereta Api Indonesia. | The education sector in Indonesia is experiencing significant development. One form of technological advancement that can be utilized as a learning medium is the use of e-learning. This research focuses on the problem of limited features in the e-learning platform (edukai) at the Education and Training Center of Ir. H. Djuanda PT. Kereta Api Indonesia (Persero), which influences the effectiveness of distance learning for employees. Using the k-means clustering method, the research analyzed feature requirements based on data from 617 employees. The clustering results gave rise to three groups of needs features, namely the " high priority", "medium" and "not a priority" clusters which lead to the development of edukai games, edukaitube and edukai digital library as the main priority. Furthermore, the research implemented the user centered design (UCD) method to improve the appearance and functionality of the platform based on user needs with the results of testing the system using a black box showing that all features were valid. The research conclusions confirm that this solution can provide significant improvements to education, improving user experience and performance, especially in the context of distance learning in PT. Kereta Api Indonesia. | |
| 40763 | 43036 | H1D020011 | SEGMENTASI PELANGGAN E-COMMERCE MENGGUNAKAN MODEL RFM DAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING DENGAN GRAPHICAL USER INTERFACE BERBASIS WEBSITE | Saat ini antusias berbelanja masyarakat di e-commerce sangat tinggi dengan kebutuhan yang sangat beragam. Pihak e-commerce dituntut untuk dapat menyesuaikan penawaran dan strategi pemasaran yang tepat. Segmentasi pelanggan dapat menjadi alternatif dalam pengelompokan pelanggan sesuai dengan minat masing-masing pelanggan. Pada penelitian ini, segmentasi pelanggan untuk e-commerce dilakukan menggunakan model RFM (Recency, Frequency, Monetary) dan klasterisasi menggunakan algoritma K-Means Clustering. Jumlah kelas (k) paling optimal diperoleh dari metode Elbow dengan nilai k=4. Hasil klasterisasi membentuk 4 segmen pelanggan yaitu segmen Platinum, Gold, Silver dan Bronze. Dua segmen prioritas yaitu Platinum dan Bronze. Segmen Platinum memiliki jumlah anggota paling sedikit tetapi memiliki rata-rata loyalitas tertinggi. Segmen Bronze memiliki jumlah anggota paling banyak dengan rata-rata loyalitas terendah. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan pihak e-commerce dalam menentukan keputusan strategi pemasaran di masa yang akan datang terutama untuk dua segmen prioritas. Visualisasi atau GUI untuk hasil pengujian ini berbasis website dengan framework Streamlit yang menyajikan hasil klasterisasi dan dashboard pada Looker Studio untuk menampilkan report hasil analisis segmentasi pelanggan. Adanya visualisasi berbasis website dan dashboard dapat membantu pembaca dalam mengetahui hasil pengujian dengan mudah dan interaktif. | People are enthusiastic about shopping on e-commerce nowadays. E-commerce are required to be able to adjust offers and appropriated marketing strategies. Customer segmentation can be an alternative in grouping customers according to each customer's interests. In this research, customer segmentation for e-commerce was carried out using the RFM (Recency, Frequency, Monetary) model and clustering using the K-Means Clustering algorithm. The most optimal number of classes (k) is obtained from the Elbow method with a value of k=4. The clustering results form 4 customer segments, namely the Platinum, Gold, Silver and Bronze segments. The two priority segments are Platinum and Bronze. The Platinum segment has the fewest members but the highest average loyalty. The Bronze segment has the largest number of members with the lowest average loyalty. It can be taken into considerate by e-commerce in determine a decisions of marketing strategy in the future, especially for the two priority segments. The visualization or GUI for the test results is website-based with the Streamlit framework which presents clustering results and a dashboard in Looker Studio to display reports on the results of customer segmentation analysis. The existence of website and dashboard-based visualization can help readers find out test results easily and interactive. | |
| 40764 | 43027 | G1A020099 | POLA PENGGUNAAN OBAT PROTON PUMP INHIBITOR (PPI) PADA PASIEN DISPEPSIA DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Dispepsia merupakan 10 penyakit terbanyak di rumah sakit di Indonesia termasuk RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Salah satu pengobatan dispepsia yaitu menggunakan obat golongan proton pump inhibitor (PPI) untuk mengurangi gejala dan kekambuhan. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai pola penggunaan obat PPI di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola penggunaan obat PPI pada pasien dispepsia di Bagian Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang meliputi karakteristik pasien, jumlah pasien, jenis, dosis, dan lama terapi obat. Metode: Metode penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan jumlah sampel sebanyak 70 data rekam medis pasien dispepsia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang terpilih secara consecutive. Data diambil dari rekam medis selama tahun 2022 kemudian diolah dan disajikan secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 28,57% pasien yang terdiagnosis dispepsia dan 71,43% merupakan pasien dispepsia dengan diagnosis lain. Sebagian besar berusia >55 tahun (54,29%) dan berjenis kelamin perempuan (74,29%). Penggunaan obat PPI pada pasien dispepsia dengan omeprazole sebanyak 54,29% dengan pemberian terbanyak secara parenteral (37,14%) dan lama terapi obat terbanyak pada rentang 8-14 hari (21,43%). Pemakaian lansoprazole sebanyak 45,71% dengan pemberian terbanyak secara peroral (41,42%) dan lama terapi obat terbanyak >42 hari (15,71%). Kesimpulan: Penggunaan obat PPI pada pasien dispepsia di Bagian Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto bergantung pada kondisi klinis pasien. Obat PPI yang sering digunakan pada pasien dispepsia di RSUD Margono yakni omeprazole injeksi dengan pemberian selama 2 minggu dan lansoprazole kapsul dengan pemberian >42 hari. | Background: Dyspepsia is ranked 10th as the most common disease in Indonesian hospitals including Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital. One of the treatments of dyspepsia are proton pump inhibitor (PPI) drugs to reduce the symptoms and recurrence of the disease. The pattern of the use of PPI drugs has not been carried out at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital. Aims: This study aims to determine the pattern of proton pump inhibitor (PPI) drugs use on dyspepsia patients at the Department of Internal Medicine of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital including the patient’s characteristic, the patient’s amount, type, dose, and duration of the therapy. Methods: This is a descriptive analytic study with a total sample of 70 medical records of dyspepsia patients at the Department of Internal Medicine of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto District General Hospital were consecutively selected. Data were taken from medical records during 2022 then analyzed and presented descriptively. Results: A total of 28,57% patients were diagnosed with dyspepsia and 71,43% were dyspepsia patients with other diagnoses. The patients mostly were around >55 years old (54,29%) and female (74,29%). The use of PPI drugs in dyspepsia patients with omeprazole was 54,29% used parenteral (30%) and the length of therapy was 8-14 days (21.43%). Lansoprazole was used 45,71% with orally (41.42%) and the length of therapy was >42 days (15,71%). Conclusion: The use of PPI drugs on dyspepsia patients at internal medicine departement of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital is depends on the clinical condition of patients. PPI drugs which often used in dyspepsia patients at Margono Soekarjo Hospital are omeprazole injection with administration for 2 weeks and lansoprazole capsules with administration >42 days. | |
| 40765 | 42988 | H1B019041 | PERSEPSI KONTRAKTOR KECIL DAN MENENGAH TERHADAP IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA | Perkembangan teknologi di dunia konstruksi berkembang pesat dengan munculnya inovasi teknologi Building Information Modeling (BIM). BIM hadir dengan menekankan fitur integrasi dan kolaborasi yang memberikan banyak manfaat dan dapat menyelasaikan berbagai macam masalah. Meskipun BIM menjanjikan banyak manfaat, implementasinya seringkali menghadapi banyak kendala dan tantangan, terutama pada kontraktor kecil dan menengah. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada potensi dan tantangan yang berupa faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh kontraktor kecil dan menengah di Indonesia dalam mengimplementasikan teknologi BIM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada kontraktor kecil dan menengah dengan jumlah 50 responden dan data sekunder berupa studi literratur seperti buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan penelitian. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan Smart PLS berupa evaluasi model pengukuran untuk menilai validitas dan reliabilitas data serta evaluasi model struktural untuk melihat hubungan kausalitas variabel. Dilakukan juga perhitungan persentase jawaban responden kecenderungan data, dan perhitungan nilai rata-rata serta peringkat data. Hasil penelitian menunjukkan variabel berpengaruh terhadap implementasi BIM. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, disusun rekomendasi strategi guna meningkatkan implementasi BIM atau memberikan solusi yang lebih efektif. | The rapid development of technology in the construction industry is evident with the emergence of Building Information Modeling (BIM) technology innovations. BIM emphasizes integration and collaboration features that offer numerous benefits and can address various challenges. Despite the promising advantages of BIM, its implementation often faces numerous obstacles and challenges, particularly among small and medium-sized contractors. Therefore, this research focuses on the potential and challenges, including supporting and inhibiting factors, faced by small and medium-sized contractors in Indonesia when implementing BIM technology. This study adopts a descriptive research design with a quantitative approach. Primary data is collected through the distribution of questionnaires to 50 small and medium-sized contractors, while secondary data includes relevant literature such as books and scientific journals. Data processing involves the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method using Smart PLS, comprising an outer model to assess the validity and reliability of data and an inner model to examine the causality relationships between variables. Additionally, the study calculates the percentage of respondent answers, data trends, average values, and rankings. The research findings indicate variables that influence BIM implementation. Based on the analysis conducted, recommendations for strategies are formulated to enhance BIM implementation or provide more effective solutions. | |
| 40766 | 44941 | C1I020016 | THE INFLUENCE OF INDEPENDENCE, COMPETENCE, MOTIVATION, PROFESSIONAL SKEPTICISM, AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT ON THE AUDIT QUALITY (STUDY AT YOGYAKARTA CITY INSPECTORATE AND YOGYAKARTA REGIONAL INSPECTORATE) | Penelitian ini merupakan penelitin kuantitatif yang berjudul “Pengaruh Independensi, Kompetensi, Motivasi, Skeptisme Profesional, dan Komitmen Organisasi terhadap Kualitas Audit (Studi pada Inspektorat Kota Yogyakarta dan Inspektorat Daerah Yogyakarta)”. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang merupakan pegawai di Kantor Inspektorat Kota Yogyakarta dan Inspektorat Daerah Yogyakarta. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 87 responden yang ditentukan menggunakan metode sampel jenuh (sensus sampling). Data penelitian merupakan data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui Google Forms. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda pada penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Independensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (2) Kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (3) Motivasi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (4) Skeptisme Profesional berpengaruh positif terhadap kualitas audit, sedangkan (5) Komitmen Organisasi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. | This research is a quantitative study entitled “The Influence of Independence, Competence, Motivation, Professional Skepticism, and Organizational Commitment on The Audit Quality (Study at the Yogyakarta City Inspectorate and the Yogyakarta Regional Inspectorate)”. The population in this study are auditors who are working in the Yogyakarta City Inspectorate Office and the Yogyakarta Regional Inspectorate. The number of respondents in this study are 87 respondents who were determined using the saturated sample method (census sampling). The research data is primary data collected using a questionnaire through google form. Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression analysis in this study, it shows that: (1) Independence has a positive influence on audit quality, (2) Competence has a positive influence on audit quality, (3) Motivation has a positive influence on audit quality, (4) Professional Skepticism has a positive influence on audit quality, while (5) Organizational Commitment does not influence audit quality. | |
| 40767 | 42987 | H1B019023 | IDENTIFIKASI POTENSI DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA KONTRAKTOR BESAR DI INDONESIA | Proyek konstruksi di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian negara, menyumbang sekitar 9.45% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan III tahun 2022. Namun, sektor konstruksi menghadapi tantangan seperti ketidakpastian biaya, penundaan jadwal, dan kurangnya koordinasi. Untuk mengatasi masalah ini, industri konstruksi mulai mengadopsi Building Information Modeling (BIM), sebuah teknologi informasi. Meskipun BIM menjanjikan manfaat besar, implementasinya di kontraktor besar di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai kendala dan tantangan. Penelitian ini berfokus pada identifikasi potensi dan tantangan yang berupa faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi BIM pada kontraktor besar di Indonesia. Data diperoleh melalui data primer berupa penyebaran kuesioner kepada 50 responden kontraktor kelas besar dan data sekunder berupa studi literatur seperti buku dam jurnal ilmiah lainnya yang relevan dengan penelitian. Analisis hasil kuesioner yang dilakukan berupa uji instrumen dengan software SmartPLS, perhitungan persentase jawaban responden, kecenderungan data dan perhitungan nilai rata-rata serta peringkat data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan implementasi BIM pada Kontraktor Kelas Besar yaitu pada potensi Faktor Lingkungan Internal, tantangan Faktor Organisasi, tantangan Faktor teknis, dan tantangan Faktor Manajemen. Dari hasil analisis mengacu pada dua indikator teratas dari tiap variabel untuk disusun rekomendasi strategi untuk mengembangkan atau memberikan solusi dalam peningkatan implementasi BIM yang didukung dengan studi literatur yang relevan dan didapatkan 5 strategi peningkatan implementasi. | Construction projects in Indonesia play a significant role in the country's economy, contributing approximately 9.45% to Indonesia's Gross Domestic Product (GDP) in the third quarter of 2022. However, the construction sector faces challenges such as cost uncertainties, schedule delays, and a lack of coordination. To address these issues, the construction industry in Indonesia has begun adopting Building Information Modeling (BIM), an information technology. Although BIM offers significant benefits, its implementation in large contractors in Indonesia still encounters various obstacles and challenges. This research focuses on identifying the potential and challenges, which include supporting and hindering factors in the implementation of BIM in large qualified contractors in Indonesia. Data were collected through primary data, including the distribution of questionnaires to 50 respondents from large qualified contractors, and secondary data, consisting of relevant literature studies such as books and scientific journals. The analysis of the questionnaire results involved instrument testing using SmartPLS software, calculating the percentage of respondent answers, data trends, average value calculations, and data ranking. The research results shows that factors have a significant influence on the improvement of BIM implementation in Large Contractor, namely in the potential of Internal Environmental Factors, challenges of Organizational Factors, challenges of Technical Factors, and challenges of Management Factors. Based on the analysis results and referring to the top two indicators from each variable, 5 strategies for improving BIM implementation were formulated, supported by relevant literature. | |
| 40768 | 45109 | L1B020036 | PENGARUH PERENDAMAN INFUSUM DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI BAHAN ANESTESI ALAMI TERHADAP PROFIL DARAH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) | Permintaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang semakin meningkat menyebabkan diperlukannya pendistribusian antar wilayah. Untuk mengatasi tantangan transportasi yang mempengaruhi stres, penggunaan bahan anestesi alami seperti daun ketapang (Terminalia catappa) dapat menjadi solusi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman infusum daun ketapang terhadap profil darah ikan nila. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (A (5 ppm); B (10 ppm); C (15 ppm); dan D (20 ppm)) dan 3 ulangan. Penelitian dilakukan pada Maret-April 2024 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Akuakultur, Universitas Jenderal Soedirman. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F ANOVA SPSS. Hasil perhitungan ANOVA kadar glukosa darah, hemoglobin, dan hematokrit menunjukkan nilai P>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi perendaman infusum daun ketapang tidak berbeda nyata terhadap profil darah ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian, kisaran kadar glukosa darah yaitu sebesar 56,67-73,33 mg/dL; hemoglobin sebesar 6,27-9,17 g/dL; dan hematokrit sebesar 27,39-30,85%. | The increasing demand for tilapia (Oreochromis niloticus) has led to the need for inter-regional distribution. To overcome transportation challenges that affect stress, the use of natural anaesthetic ingredients such as ketapang leaves (Terminalia catappa) can be an effective solution. This study aims to determine the effect of ketapang leaf infusion on tilapia blood profile. The method used was an experimental method with a completely randomised design (CRD) with 4 treatments (A (5 ppm); B (10 ppm); C (15 ppm); and D (20 ppm)) and 3 replicates. The research was conducted in March-April 2024 at the Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory, Universitas Jenderal Soedirman. The data obtained were analysed with ANOVA SPSS F test. The results of ANOVA calculation of blood glucose, haemoglobin, and haematocrit levels showed P>0.05. This indicates that the difference in the concentration of ketapang leaf infusion immersion is not significantly different from the blood profile of tilapia. Based on the results, the range of blood glucose levels was 56.67-73.33 mg/dL; haemoglobin was 6.27-9.17 g/dL; and haematocrit was 27.39-30.85%. | |
| 40769 | 45135 | C1C017067 | Analisis Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keuangan Sub Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berjudul Analisis Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Keuangan Sub Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022). Kinerja keuangan diukur dengan Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM) dan Earning Per Share (EPS), sementara pengukuran Pengungkapan CSR menggunakan GRI Standard. Tujuan penelitian ini yaitu guna menguji, memahami dan menganalisis mengenai pengaruh Pengungkapan CSR terhadap Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM) dan Earning Per Share (EPS). Kinerja suatu perusahaan dianggap penting oleh masyarakat dalam memberikan kepercayaannya terhadap perusahaan tersebut. Berdasarkan konsep teori stakeholder, pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan dianggap sebagai upaya untuk memenuhi harapan dan kebutuhan berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas bisnisnya. Dalam konteks ini, pengungkapan CSR diharapkan akan menunjang kinerja perusahaan. Jenis data penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan (annual report), laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Perusahaan terkait. Jumlah populasi penelitian sebanyak 47 bank. Metode pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling. Setelah dilakukan pengambilan sampel, sesuai dengan kriteria diperoleh 31 sampel penelitian. Data penelitian ini dianalisis dengan regresi sederhana. Hasil regresi menunjukkan bahwa Pengungkapan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) serta Pengungkapan CSR memiliki pengaruh positif signifikan terhadap variabel Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM) dan Earning Per Share (EPS) pada Perusahaan Keuangan Sub Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 | This research is a quantitative study titled "Analysis of the Influence of Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure on Company Performance (A Study on Banking Sub-Sector Financial Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the Period 2020-2022)." The financial performance is measured using Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), and Earnings Per Share (EPS), while CSR Disclosure is measured using the GRI Standard. The purpose of this research is to examine, understand, and analyze the influence of CSR Disclosure on Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), and Earnings Per Share (EPS). Company performance is considered important to gain public trust. According to the stakeholder theory concept, CSR disclosure by the company is seen as an effort to meet the expectations and needs of various parties involved in its business activities. In this context, CSR disclosure is expected to support the company's performance. The type of data used in this research is secondary data sourced from annual reports, financial statements, and sustainability reports of companies obtained from the official websites of the Indonesia Stock Exchange, the Financial Services Authority, and the related companies. The research population consists of 47 banks. The sampling method used is purposive sampling. After sampling based on the criteria, 31 research samples were obtained. The data in this research were analyzed using simple regression. The regression results showed that CSR Disclosure doesn’t have a significant effect on Return On Assets (ROA) and had a significant positive effect on Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), and Earnings Per Share (EPS) in Banking Sub-Sector Financial Companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020-2022. | |
| 40770 | 42989 | C1H020020 | The Influence Of Ethical Leadership On Employee Creativity Mediated By Voice Behavior At PT Uba Uhud International | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan beretika terhadap kreativitas karyawan dengan mediasi voice behavior, PT Uba Uhud International. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kreativitas karyawan, variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepemimpinan beretika, serta variable mediasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu voice behavor Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 50 reponden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa (1) Kepemimpinan beretika berpengaruh terhadap kreativitas karyawan, (2) kepemimpinan beretika berpengaruh secara positif terhadap voice behavior (3) Voice Behavior berpengaruh secara negatif terhadap kreativitas karyawan. (4) Voice behavior memediasi pengaruh kepemimpinan beretika terhadap kreativitas karyawan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu menunjukkan bahwa perusahaaan perlu mempromosikan nilai-nilai dan praktik etika dalam lingkungan kerja dapat membantu manajer organisasi meningkatkan kreativitas karyawan dan menanggapi kebutuhan kreatif mereka. Pemimpin yang beretika menetapkan standar etika yang tinggi bagi karyawannya, menetapkan integritas dan keadilan di tempat kerja, dan mendorong perilaku kreatif. | The purpose of the study is to understand the influence of ethical leadership on employee creativity with the mediation of voice behavior, PT Uba Uhud International. The dependent variable in the study is employee creativity, the independent variable is ethical leadership, and the mediating variable is voice behavior. The study involved 50 respondents. Purposive sampling was used in selecting the respondents. Based on the results of the study and the analysis of data using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences), it is shown that (1) Ethical leadership has a significant positive influence on employee creativity, (2) ethical leadership has a significant positive influence on voice behavior, (3) Voice behavior has a significant negative influence on employee creativity, (4) Voice behavior mediates the influence of ethical leadership on employee creativity. The implications of these findings suggest that companies should promote ethical values and practices in the workplace to help managers increase employee creativity and meet their creative needs. Managers who are ethical leaders set high standards of integrity and fairness for their employees, establish integrity and fairness at work, and encourage creative behavior. | |
| 40771 | 42990 | C1H020035 | THE INFLUENCE OF WORK CREATIVITY, WORK EXPERIENCE, AND WORK MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE PT UBA UHUD INTERNATIONAL | PT Uba Uhud International beroperasi di sektor impor dan ekspor, dengan spesialisasi produk olahan limbah kelapa seperti cocopeat dan cocofiber. Sebagai perusahaan yang sangat terlibat dalam perdagangan internasional, PT Uba Uhud International mengupayakan kinerja bisnis yang optimal. Faktor kunci yang mempengaruhi kinerja pegawai pada ranah ekspor-impor antara lain kreativitas kerja, pengalaman kerja, dan motivasi kerja. Kreativitas kerja menjadi penting dalam memungkinkan karyawan merancang solusi inovatif ketika dihadapkan pada tantangan yang melekat pada industri ekspor-impor. Pengalaman kerja meningkatkan pemahaman dan kemahiran tugas karyawan, memfasilitasi penyelesaian tugas. Sementara itu, motivasi kerja memegang peranan penting dalam menjaga semangat dan semangat karyawan dalam menjalankan tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan berharga bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan bisnis yang optimal di bidang ekspor-impor, khususnya yang menangani produk olahan limbah kelapa. Latar belakang penelitian berpusat pada PT Uba Uhud International, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kegiatan ekspor-impor dan pertanian. Studi ini berupaya untuk memahami dampak kreativitas kerja, pengalaman kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dalam konteks organisasi ini. Tesis yang berjudul “Pengaruh Kreativitas Kerja, Pengalaman Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Karyawan kinerja pada PT UBA UHUD International” dilakukan pada perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor produk limbah kelapa. Menariknya, temuan penelitian menunjukkan bahwa kreativitas kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, pengalaman kerja menjadi faktor penentu kinerja yang signifikan. Sedangkan motivasi kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, gabungan pengaruh kreativitas kerja, pengalaman kerja, dan motivasi kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Implikasi teoritis dan praktisnya meliputi peninjauan kembali konsep kreativitas kerja, pengutamaan pengembangan pengalaman kerja karyawan, dan penilaian ulang program terkait motivasi kerja. Namun demikian, pemahaman yang lebih dalam dan upaya penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang dapat membentuk kinerja karyawan dalam konteks khusus industri pengolahan limbah kelapa. Kata Kunci: Kreativitas Kerja, Pengalaman Kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan | PT Uba Uhud International operates in the import and export sector, specializing in processed coconut waste products such as cocopeat and cocofiber. As a company deeply involved in international trade, PT Uba Uhud International strives for optimal business performance. Key factors influencing employee performance within the import-export domain include work creativity, work experience, and work motivation. Work creativity becomes instrumental in enabling employees to devise innovative solutions when confronted with challenges inherent to the import-export industry. Work experience enhances employees’ task comprehension and proficiency, facilitating task completion. Meanwhile, work motivation plays a crucial role in sustaining employees’ passion and enthusiasm for their responsibilities. This research aims to furnish valuable insights for companies seeking to enhance employee performance and attain optimal business objectives In the import-export sphere, specifically dealing with processed coconut waste products. The research background centers around PT Uba Uhud International, a company specializing in import-export activities and agriculture. The study endeavors to comprehend the impact of work creativity, work experience, and work motivation on employee performance within this organizational context. The thesis, titled “The Effect of Work Creativity, Work Experience, and Work Motivation on employee Performance at PT UBA UHUD International,” was conducted at a company engaged in processing and exporting coconut waste products. Intriguingly, the findings reveal that work creativity does not exert a significant influence on employee performance. Conversely, work experience emerges as a significant determinant of performance, whereas work motivation demonstrates no significant impact. Simultaneously, the combined effects of work creativity, work experience, and work motivation do not yield a significant influence on employee performance. The theoretical and practical implications encompass revisiting the concept of work creativity, prioritizing the development of employee work experience, and reassessing programs related to work motivation. Nevertheless, a deeper understanding and subsequent research endeavors are warranted to explore additional factors that may shape employee performance within the distinctive context of the coconut waste processing industry. Keywords: Work Creativity, Work Experience, Work Motivation, Work performance | |
| 40772 | 42992 | G1A020026 | HUBUNGAN KADAR INTERLEUKIN (IL)-6 DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI (GLEASON SCORE) PADA PASIEN KANKER PROSTAT DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Kanker prostat merupakan salah satu tipe kanker spesifik yang menyerang laki-laki. Manajemen penyakit yang tepat, cepat, dan spesifik sangat dibutuhkan untuk menangani kanker prostat. Gleason score sebagai indikator prognostik terkuat dianggap terlalu berisiko dan invasif. Di sisi lain, tes urin berpotensi dikembangkan sebagai prosedur untuk menentukan prognosis pasien kanker prostat dengan risiko yang lebih rendah. Salah satu biomarker dalam urin yang berperan sebagai regulator utama dalam patologi prostat adalah IL-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar IL-6 dengan Gleason score serta mengetahui mekanisme regulasi IL-6 terkait prognosis buruk pada kanker prostat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan sampel urin. Sampel diperoleh dari pasien kanker prostat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Kadar IL-6 dianalisis menggunakan metode sandwich ELISA. Penelitian ini juga menggunakan analisis bioinformatika untuk menjelaskan mekanisme regulasi IL-6 terkait prognosis buruk pada kanker prostat. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ditemukan korelasi signifikan antara kadar IL-6 dengan Gleason score. Hasil analisis bioinformatika menunjukkan IL-6 berperan sebagai regulator utama kanker prostat dengan prognosis buruk. IL-6 berperan dalam proses anti-apoptosis, proliferasi, diferensiasi, dan metastasis sel kanker prostat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IL-6 memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai biomarker alternatif untuk menentukan prognosis kanker prostat, sehingga dibutuhkan studi lanjutan. | Prostate cancer is a specific type of cancer that attacks men. Appropriate, fast and specific disease management is needed to treat prostate cancer. Gleason score as the strongest prognostic indicator is considered too risky and invasive. On the other hand, urine testing has the potential to be developed as a procedure to determine the prognosis of prostate cancer patients with lower risk. One of the biomarkers in urine that acts as a main regulator in prostate pathology is IL-6. This study aims to determine the relationship between IL-6 levels and Gleason score and to determine the regulatory mechanism of IL-6 related to poor prognosis in prostate cancer. This research is an observational study using urine samples. Samples were obtained from prostate cancer patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. IL-6 levels were analyzed using the sandwich ELISA method. This study also uses bioinformatics analysis to explain the mechanism of IL-6 regulation related to poor prognosis in prostate cancer. The results showed that there was no significant correlation between IL-6 levels and Gleason score. The results of bioinformatics analysis show that IL-6 plays a role as the main regulator of prostate cancer with a poor prognosis. IL-6 plays a role in anti-apoptosis, proliferation, differentiation and metastasis of prostate cancer cells. This study concludes that IL-6 has the potential to be developed as an alternative biomarker to determine the prognosis of prostate cancer, so further studies are needed. | |
| 40773 | 42991 | F1A019107 | PERAN LPPSLH DALAM PEMBERDAYAAN WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DI GANG SADAR, DESA KARANGMANGU, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS | Wanita pekerja seksual (WPS) merupakan kelompok terbesar kelima yang menyebarkan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran, bidang, dan bentuk pemberdayaan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Lingkungan Hidup (LPPSLH) kepada WPS di Gang Sadar, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah staf LPPSLH sebagai pelaku pemberdayaan, pengelola WPS di Gang Sadar, dan para WPS yang telah mengikuti program pemberdayaan. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan in-depth interview, observasi, dan dokumentasi dengan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPPSLH berperan sebagai fasilitator dalam program pemberdayaan kepada para WPS di Gang Sadar. Bidang yang menjadi fokus pemberdayaan adalah bidang kesehatan, meliputi pemberian pengetahuan mengenai IMS; cara pencegahan dan penularan IMS; tindakan yang harus dilakukan jika terinfeksi IMS, dan lain sebagainya. LPPSLH juga menumbuhkan motivasi dan kesadaran para WPS dengan tujuan agar WPS bisa lebih memahami hal yang menjadi kebutuhan dari pekerjaan mereka. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi pendampingan, penjangkauan dan monitoring, edukasi kesehatan seksual, pengecekan alat kesehatan reproduksi, dan pemberian alat kontrasepsi kondom. Pelaksanaan program pemberdayaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam diri WPS untuk menjaga kesehatan alat reproduksinya. | Female sexual workers (FSW) are the fifth largest group who spread HIV/AIDS. The aim of this research is to determine the role, field and form of empowerment carried out by the Environmental Resources Research and Development Institute (LPPSLH) for FSW in Gang Sadar, Karangmangu Village, Baturraden District, Banyumas Regency. This research uses descriptive qualitative research methods. The main targets in this research are LPPSLH staff as empowerment actors, FSW managers in Gang Sadar, and FSW who have participated in the empowerment program. The technique for determining informants uses purposive sampling technique. Data collection methods use in-depth interviews, observation, and documentation with interactive analysis methods. The research results show that LPPSLH plays a role as a facilitator in the empowerment program for FSWs in Gang Sadar. The areas that are the focus of empowerment are the health sector, including providing knowledge about STIs; how to prevent and transmit STIs; actions to take if infected with an STI, and so on. LPPSLH also increases the motivation and awareness of FSW with the aim that FSW can better understand the requirements of their work. The forms of activities carried out include mentoring, outreach and monitoring, sexual health education, checking reproductive health equipment, and providing contraceptive condoms. The implementation of sustainable empowerment programs is expected to foster awareness and independence in FSWs to maintain the health of their reproductive organs. | |
| 40774 | 44942 | F1A020046 | Fenomena Toxic Relationship dalam Pacaran (Studi di Kalangan Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk toxic relationship yang dialami mahasiswi Univeritas Jenderal Soedirman dan upaya yang dilakukan mahasiswi dalam menghadapi toxic relationship. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan enam informan. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dalam bentuk teks naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korban mengalami kekerasan dalam pacaran, seperti kekerasan fisik berupa pukulan, tendangan, dan tamparan. Selanjutnya kekerasan psikis berupa direndahkan dan diselingkuhi, serta sikap pasangan posesif pasangan dan suka mengatur kehidupan korban. Kemudian ada kekerasan ekonomi berupa perampasan uang korban untuk memenuhi keperluan hidup pelaku. Kekerasan lain yang dialami adalah kekerasan seksual, berupa diraba dan dipaksa untuk melakukan hubungan badan. Upaya awal yang dilakukan mahasiswi beragam; diam tanpa perlawanan, melakukan komunikasi dua arah, dan mengancam putus. Alasan para informan melakukan upaya tersebut karena mereka berharap pasangannya bisa berubah, sehingga mereka bisa melanjutkan hubungannya hingga ke jenjang pernikahan. Namun, sejauh apa pun mereka mempertahankan hubungan yang toxic, pada akhirnya mereka memberanikan diri untuk keluar dari toxic relationship. | This study aims to describe the forms of toxic relationships experienced by female students at Jenderal Soedirman University and the efforts they make to cope with these relationships. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with six informants. The data analysis involved data reduction, presenting data in narrative text form, and drawing conclusions. The findings of this study indicate that the victims experienced dating violence, which included physical violence such as hitting, kicking, and slapping. Additionally, psychological violence was prevalent, involving demeaning behavior, infidelity, and possessive and controlling attitudes by partners. Economic violence was also reported, where the victims' money was confiscated to meet the perpetrators' needs. Another form of violence encountered was sexual violence, including being groped and forced into sexual intercourse. The initial responses of the female students varied; some remained silent without resistance, others attempted two-way communication, and some threatened to end the relationship. The informants hoped that their partners would change, allowing the relationships to progress towards marriage. However, despite their efforts to maintain the toxic relationships, ultimately, they found the courage to leave. | |
| 40775 | 42993 | G1A020055 | HUBUNGAN KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA-1 (TGF-B1) DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI (GLEASON SCORE) PADA PASIEN KARSINOMA PROSTAT DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Kanker prostat (PCa) merupakan keganasan posisi ke-2 yang paling sering diderita oleh laki-laki di seluruh dunia dan ke-5 di Indonesia. Keterlambatan diagnosis sering terjadi disebabkan belum terdapat biomarker spesifik yang bersifat non-invasif dan dapat mendeteksi PCa sejak stadium awal. Ekspresi protein TGF-B1 yang berlebih dikaitkan dengan prognosis buruk pada pasien PCa. Namun, belum diketahui secara detail mengenai peran dan perubahan ekspresinya pada urin penderita PCa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar TGF-B1 dengan derajat histopatologi (Gleason Score) pada pasien PCa serta mekanisme regulasi protein TGF-B1 terhadap karsinogenesis kanker prostat. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan studi cross-sectional menggunakan sampel urin dari 30 partisipan yang didapatkan dengan teknik purposive sampling untuk mendeteksi ekspresi protein TGF-B1 menggunakan ELISA. Analisis bioinformatika digunakan untuk mengetahui peran TGF-B1 terhadap karsinogenesis kanker prostat. Diketahui pasien adenokarsinoma prostat di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo berdasarkan derajat histopatologi (Gleason Score) didominasi oleh high grade sebanyak 14 orang (46,6%). Rerata kadar TGF-B1 tertinggi terdapat pada skor Gleason low grade dengan nilai 36.619 pg/mL. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman menggunakan aplikasi SPSS dengan hasil menunjukkan nilai signifikansi p=0,470 (p>0,05) artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan kadar TGF-B1 dengan derajat histopatologi (Gleason score). Analisis bioinformatika menunjukkan bahwa TGF-B1 berperan sebagai salah satu regulator utama kanker prostat dengan prognosis buruk. TGF-B1 terlibat dalam proses anti-apoptosis, diferensiasi, proliferasi, angiogenesis, dan metastasis sel kanker prostat sehingga TGF-B1 dapat berpotensi sebagai biomarker prognostik kanker prostat. | Prostate cancer (PCa) is the 2nd most common malignancy suffered by men throughout the world and 5th in Indonesia. Overexpression of TGF-B1 protein is associated with poor prognosis in PCa patients. However, details about its role and changes in expression in the urine of PCa sufferers are not yet known. This study aims to determine the relationship between TGF-B1 levels and Gleason Score in PCa patients as well as the regulatory mechanism of TGF-B1 protein on PCa carcinogenesis. The research was conducted as an analytical observational cross-sectional study using urine samples from 30 participants to detect TGF-B1 protein expression using ELISA. Bioinformatics analysis was used to determine the role of TGF-B1 in PCa carcinogenesis. It is known that the patient has prostate adenocarcinoma at the Regional General Hospital. Prof. Dr. Margono Soekarjo based on Gleason Score was dominated by high grade with 14 people (46.6%). The highest mean TGF-B1 level was found in the low grade Gleason score with a value of 36,619 pg/mL. Data were analyzed using the Spearman correlation test using the SPSS application with the results showing a significance value of p=0.470 (p>0.05), meaning that there was no significant relationship between increasing TGF-B1 levels and Gleason score. Bioinformatics analysis showed that TGF-B1 acts as one of the main regulators of PCa with poor prognosis. TGF-B1 is involved in the processes of anti-apoptosis, differentiation, proliferation, angiogenesis, and metastasis of PCa cells so that TGF-B1 can have potential as a prognostic biomarker for PCa. | |
| 40776 | 43017 | C1B020019 | PENGARUH SIKAP KEUANGAN LITERASI KEUANGAN DAN PERILAKU KEUANGAN TERHADAP EFISIENSI USAHA PADA UMKM DI KECAMATAN PURWANEGARA | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pelaku UMKM yang berada di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Sikap Keuangan, Literasi Keuangan, dan Perilaku Keuangan terhadap Efisiensi Usaha pada UMKM di Kecamatan Purwanegara”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh sikap keuangan, literasi keuangan, dan perilaku keuangan terhadap efisiensi usaha pada UMKM di kecamatan Purwanegara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di kecamatan Purwanegara. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Program for Social-Science) menunjukkan bahwa: (1) Sikap keuangan berpengaruh positif terhadap efisiensi usaha, (2) Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap efisiensi usaha, (3) Perilaku keuangan tidak berpengaruh terhadap efisiensi usaha. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan sikap keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kecamatan Purwanegara dengan menerapkan sikap keuangan yang baik dalam hal pentingnya pemahaman dan pengelolaan keuangan. Sedangkan untuk meningkatkan upaya literasi keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Purwanegara dengan memberikan pelatihan dan workshop tentang pembukuan sederhana, pengelolaan kas, dan pemahaman laporan keuangan. Dapat memberikan panduan langsung dan solusi bagi masalah keuangan yang mereka hadapi. Selain itu, dalam hal meningkatkan perilaku keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa dilakukan dengan cara menyediakan sumber daya pendidikan yang terus menerus tentang manajemen keuangan melalui pelatihan, seminar, atau akses ke materi pendidikan online. Dapat mendorong pelaku UMKM dengan penggunaan aplikasi yang ramah pengguna untuk membantu dalam pencatatan keuangan, perencanaan anggaran, dan analisis bisnis. Dengan pendekatan yang komprehensif dan dukungan yang berkelanjutan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat meningkatkan pemahaman perilaku keuangan untuk mengelola bisnis usaha mereka dengan lebih efisien dan berkelanjutan. | This research is a survey research on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) with MSME actors located in Purwanegara District, Banjarnegara Regency. This research takes the title: "The Effect of Financial Attitudes, Financial Literacy, and Financial Behavior on Business Efficiency in MSMEs in Purwanegara District". The purpose of this study was to determine and analyze the effect of financial attitudes, financial literacy, and financial behavior on business efficiency in MSMEs in Purwanegara sub-district. The population in this study were all Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Purwanegara sub-district. The number of respondents taken in this study were 100 respondents. Purposive sampling method was used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Program for Social-Science), it shows that: (1) financial attitude has a positive effect on business efficiency, (2) financial literacy has a positive effect on business efficiency, (3) financial behavior has no effect on business efficiency. The implication of the above conclusions is that in an effort to improve the financial attitudes of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) actors in Purwanegara sub-district by applying good financial attitudes in terms of the importance of understanding and managing finances. Meanwhile, to increase financial literacy efforts in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Purwanegara District by providing training and workshops on simple bookkeeping, cash management, and understanding financial reports. It can provide direct guidance and solutions to the financial problems they face. In addition, in terms of improving the financial behavior of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) actors, it can be done by providing continuous educational resources on financial management through training, seminars, or access to online educational materials. Encourage MSME actors with the use of user-friendly applications to assist in financial record keeping, budget planning, and business analysis. With a comprehensive approach and ongoing support, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) can improve their understanding of financial behavior to manage their businesses more efficiently and sustainably. | |
| 40777 | 43021 | G1A020038 | POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIDISPEPSIA NON-PPI PADA PASIEN DISPEPSIA DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang – Prevalensi dispepsia di dunia mencapai angka 10-30% dan masuk dalam 10 besar kasus rawat jalan di Indonesia. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Banyumas dengan kasus dispepsia yang menduduki 10 besar diagnosis terbanyak di bagian penyakit dalam. Obat-obatan antidispepsia non-PPI seperti H2RA, antasida, dan sukralfat merupakan obat yang memiliki efek samping dan interaksi obat minimal, namun sampai saat ini evaluasi penggunaan antidispepsia non-PPI pada pasien dispepsia masih terbatas, terutama di daerah Banyumas. Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antidispepsia non-PPI pada pasien dispepsia di bagian penyakit dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode – Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif pada 72 pasien dispepsia di bagian penyakit dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yang terpilih secara konsekutif. Data diambil dari rekam medis pasien selama tahun 2022. Data dianalisis secara univariat dan disajikan secara deskriptif. Hasil – Sebanyak 65,28% responden adalah perempuan dan mayoritas berusia >55 tahun (55,56%). Jumlah pasien yang didiagnosis dispepsia tanpa komorbid berjumlah 12 (16,67%), sedangkan diagnosis dispepsia dengan komorbid berjumlah 60 (83,33%). Jenis obat antidispepsia yang paling sering digunakan oleh pasien adalah sukralfat (63,89%), ranitidin (20,83%), dan antasida (15,28%). Sebanyak 38 (83,33%) pasien menggunakan sukralfat suspensi dosis 3x5ml, 1 (1,39%) pasien menggunakan antasida tablet dosis 3x1, 7 (9,72%) pasien menggunakan antasida sirup dosis 3x5ml, 3 (4,17%) pasien menggunakan ranitidin tablet dosis 2x150mg, dan 11 (15,28%) pasien menggunakan ranitidin injeksi dosis 2x1 ampul dengan durasi penggunaan obat paling banyak selama 1-7 hari (37,5%). Kesimpulan – Pola penggunaan antidispepsia non-PPI pada pasien dispepsia di bagian penyakit dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yaitu pasien lebih banyak menggunakan sukralfat dosis 3x5ml dengan durasi rata-rata selama 1-7 hari. Diperlukan evaluasi berkala dan penelitian lebih lanjut terkait pola penggunaan obat berdasarkan perkembangan perjalanan penyakit dan evaluasi efek samping obat. | Background – The prevalence of dyspepsia in the world reaches 10-30% and ranks among the top 10 outpatient illnesses in Indonesia. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo is one of the referral hospitals in Banyumas with dyspepsia cases, which are in the top 10 diagnoses in the internal medicine department. Non-PPI antidyspeptic drugs such as H2RA, antacids, and sucralfate are widely used drugs that have minimal side effects or drug interactions, however, research on the usage of non-PPI antidyspeptic medications in individuals with dyspepsia is still scarce, particularly in the Banyumas regency. Objective – This study aims to determine the pattern of drug use of non-PPI antidyspeptia medications in dyspepsia patients at the internal medicine department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional Hospital. Method – A descriptive quantitative observational study was conducted on 72 dyspepsia patients in the internal medicine department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional Hospital who were selected consecutively. Data was taken from patient medical records throughout 2022. The data was analyzed using univariate analysis and presented using descriptive statistics. Results – The majority (65.28%) of respondents were women, and most of the respondents were >55 years old (55,56%). 12 patients (16.67%) were diagnosed with dyspepsia without comorbidities, whereas 60 patients (83.33%) were diagnosed with dyspepsia with comorbidities. The most common antidyspepsia drugs taken by patients are sucralfate (63.89%), ranitidine (20.83%), and antacids (15.28%). A total of 38 (83.33%) patients used sucralfate suspension at a dose of 3x5ml, 1 (1.39%) patient used antacid tablets at a dose of 3x1, 7 (9.72%) patients used antacid syrup at a dose of 3x5ml, 3 (4.17%) patients used ranitidine tablets at a dose of 2x150mg, and 11 (15.28%) patients used ranitidine injection at a dose of 2x1 ampoules. Most patients (37,5%) use the medication for 1-7 days. Conclusion – The pattern of non-PPI antidyspepsia medications in dyspepsia patients in the internal medicine department revealed that 3x5cc doses of sucralfate with an average duration of 1-7 days was the most widely used medication. Periodic evaluations and further research are needed regarding patterns of drug use based on the development of the disease course and the evaluation of drug side effects on complaints and the patient's quality of life. | |
| 40778 | 43030 | I1B020001 | Hubungan Pengetahuan, Peran Keluarga, Dan Dukungan Teman Dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Mahasiswa Berisiko | Latar Belakang: Meningkatnya DM di usia muda disebabkan perilaku pencegahan yang buruk, faktor-faktor yang memengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal (pengetahuan) dan faktor eksternal ( peran keluarga dan dukungan teman ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran keluarga, dan dukungan teman dengan perilaku pencegahan DM mahasiswa berisiko di FIKes UNSOED. Metodologi: Penelitian korelasi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner google form dan hard file. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total sampel 155 yang dihitung menggunakan rumus slovin. Analisa data menggunakan uji Pearson Product Moment dan Rank Spearman. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa 91% partisipan memiliki pengetahuan DM baik, 52,9% memiliki peran keluarga kurang, 63,2% memiliki dukungan teman kurang dan 61,3% memiliki perilaku pencegahan DM kurang. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan DM dengan nilai p 0,725 (p>0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga p 0,000 (p<0,001)), dukungan teman p 0,000 (p<0,001) dengan perilaku pencegahan DM. Kesimpulan:Terdapat hubungan antara peran keluarga dan dukungan teman dengan perilaku pencegahan DM. Namun, peran keluarga memiliki hubungan yang lebih dominan dengan perilaku pencegahan DM. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan DM. | Background: The increase in DM at a young age is due to poor preventive behavior, the influencing factors are internal and external factors. Internal factors (knowledge) and external factors (role of family and friend support). This research aims to determine the relationship between knowledge, the role of family and friend support with the DM prevention behavior of at-risk students at FIKes UNSOED. Methods: Quantitative correlation research with cross-sectional design. Data collection used a Google Form questionnaire and hard files. The sampling technique used simple random sampling with a total sample of 155 which was calculated used the Slovin formula. Data analysis used the Pearson Product Moment and Spearman Rank tests. Results: The research results showed that 91% of participants had good DM knowledge, 52.9% had less family role, 63.2% had less friend support and 61.3% had less DM prevention behavior. The results of the study showed that there was no significant relationship between knowledge and DM prevention behavior with a p value of 0.725 (p>0.05) and there was a significant relationship between the role of family, p 0.000 (p<0.001)), friend support, p 0.000 (p<0.001). ) with DM prevention behavior. Conclusion: There is a relationship between the role of family and friend support and DM prevention behavior. However, the role of the family has a more dominant relationship with DM prevention behavior. There is no relationship between knowledge and DM prevention behavior. | |
| 40779 | 42994 | D1A019155 | PENGARUH PERENDAMAN DAGING KERBAU DENGAN EKSTRAK NANAS MUDA TERHADAP KEEMPUKAN, SUSUT MASAK, PH, DAN DAYA IKAT AIR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman menggunakan ekstrak nanas muda terhadap keempukan, susut masak, pH, dan daya ikat air daging kerbau. Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu lama perendaman selama 0 menit (P0), lama perendaman selama 15 menit (P1), lama perendaman selama 30 menit (P2), lama perendaman selama 45 menit (P3), dan lama perendaman selama 60 menit (P4). Variabel yang diamati yaitu keempukan, susut masak, pH, dan daya ikat air. Data hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak nanas muda menghasilkan daging kerbau yang empuk dan p H yang rendah, namun menghasilkan susut masak yang tinggi dan daya ikat air yang rendah. Perendaman daging kerbau menggunakan ekstrak nanas muda dengan waktu perendaman berbeda menghasilkan nilai rata-rata keempukan tanpa perendaman sebesar 11383,84 gf dan dengan perendaman sebesar 9183,99 gf. Nilai rata-rata susut masak daging kerbau dengan perendaman menggunakan ekstrak nanas muda menghasilkan tanpa perendaman sebesar 43,53% dan dengan perendaman sebesar 48,27%. Nilai rata-rata pH daging kerbau dengan perendaman menggunakan ekstrak nanas muda menghasilkan nilai tanpa perendaman sebesar 4,05 dan dengan perendaman sebesar 3,21. Nilai rata-rata daya ikat air daging kerbau dengan perendaman menggunakan ekstrak nanas muda sebesar 56,13%. Kesimpulannya yaitu perendaman daging kerbau menggunakan ekstrak nanas muda dapat digunakan untuk mengempukkan daging kerbau dan memberikan pH yang optimal, namun memiliki susut masak meningkat dan daya ikat air menurun. | This study aims to determine the effect of soaking using young pineapple extract on the tenderness, cooking losses, pH, and water holding capacity of buffalo meat. The experimental study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates. The treatments were 0 minutes soaking time (P0), 15 minutes soaking time (P1), 30 minutes soaking time (P2), 45 minutes soaking time (P3), and 60 minutes soaking time (P4). The variables observed were tenderness, cooking losses, pH, and water holding capacity. Data from the analysis of variance showed that soaking using young pineapple extract produced tender buffalo meat and low pH, but produced high cooking losses and low water holding capacity. Soaking buffalo meat using young pineapple extract with different soaking times resulted in an average value of tenderness without soaking of 11383,84 gf and with soaking of 9183,99 gf. The average cooking losses value of buffalo meat with soaking using young pineapple extract resulted without soaking at 43,53% and with soaking at 48,27%. The average pH value of buffalo meat with soaking using young pineapple extract resulted in a value without soaking of 4,05 and with soaking of 3,21. The average value of water holding capacity of buffalo meat with soaking using young pineapple extract was 56,13%. The conclusion is that soaking buffalo meat using young pineapple extract can be used to tenderize buffalo meat and provide optimal pH, but has increased cooking losses and decreased water holding capacity. | |
| 40780 | 42995 | B1B019007 | THE ABILITY OF Plasmodium falciparum INFECTION IN ERYTHROCYTES TREATED WITH Chlorella vulgaris EXTRACT IN VITRO | Plasmodium falciparum adalah penyebab malaria paling mematikan, yang menyerang eritrosit manusia dan ditularkan melalui nyamuk Anopheles spp betina yang terinfeksi. Nyamuk. Infeksi P. falciparum juga menunjukkan variasi antigenik yang tidak terbatas pada eritrosit yang terinfeksi, sehingga menyebabkan peningkatan resistensi obat pada parasit malaria. Chlorella vulgaris merupakan mikroalga yang menghuni lingkungan air tawar dan laut. C. vulgaris mengandung berbagai senyawa bioaktif yang perlu dikaji aktivitasnya terhadap infeksi P. falciparum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui infektivitas P. falciparum pada eritrosit manusia yang dipengaruhi oleh berbagai dosis ekstrak C. vulgaris secara in vitro, dan untuk mengetahui dosis ekstrak C. vulgaris yang paling efektif dalam menghambat infektivitas P. falciparum. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan uji lanjut duncan. Perlakuan terdiri dari berbagai dosis ekstrak C. vulgaris yaitu 0 μg/ml (kontrol), 25 μg/ml, 50 μg/ml, 100 μg/ml, dan 200 μg/ml, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah eritrosit yang terinfeksi P. falciparum dan persentase penghambatan P. falciparum pada media kultur in vitro setelah pemberian ekstrak C. vulgaris berbagai dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak berpengaruh nyata terhadap derajat parasitemia (p < 0,05). Uji lanjut menggunakan Duncan menunjukkan hasil yang paling efektif dalam menghambat infektivitas P. falciparum dan penurunan derajat parasitemia adalah 50 μg/mL. Hal ini diyakini bahwa senyawa C. vulgaris seperti phycocyanin dan karotenoid mampu menghambat aktivitas parasitemia pada eritrosit. | Plasmodium falciparum is the deadliest cause of malaria, which affects human erythrocytes and is transmitted by infected female Anopheles spp. Mosquitoes. The infection of P. falciparum also exhibits unlimited antigenic variations on infected erythrocytes, leading to increased drug resistance in malaria parasites. Chlorella vulgaris is a microalga inhabiting freshwater and marine environments. C. vulgaris contains various bioactive compounds needs to be assessed for its activity against P. falciparum infection. The objective of this study is to determine the infectivity of P. falciparum in human erythrocytes influenced by various doses of C. vulgaris extract in vitro, and to identify the most effective dose of C. vulgaris extract in inhibiting P. falciparum infectivity This research will be conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) and analyzed using analysis of variance (ANOVA) with further duncan test.The treatments consist of various doses of C. vulgaris extract, which are 0 μg/ml (control), 25 μg/ml, 50 μg/ml, 100 μg/ml, and 200 μg/ml, each with three replications. The observed parameters include the number of erythrocytes infected by P. falciparum and the percentage inhibition of P. falciparum in the in vitro culture medium following the administration of various doses of C. vulgaris extract. The results showed that the dose of the extract had a significant effect on the degree of parasitemia (p < 0.05). The further test using Duncan show results that is most effective in inhibiting the infectivity of P. falciparum and decreasing in parasitemia degree are 50 μg /mL. This believed that C. vulgaris compound such as phycocyanin and karotenoid able to inhibit parasitemia activity in the erythrocytes. |