Artikelilmiahs

Menampilkan 40.801-40.820 dari 48.891 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4080143008C1G020001ANALYZING THE EFFECT OF CAPITAL, LABOR, RAW MATERIALS ON SALE PISANG
PRODUCTION IN KARANGPUCUNG DISTRICT, CILACAP REGENCY
Kecamatan Karangpucung adalah salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap yang menajadi salah satu sentra pembuatan sale pisang. Terdapat kurang lebih 34 industri rumah tangga pembuatan sale pisang. Oleh sebab itu, penelitian ini tertarik melakukan penelitian terhadap variabel yang mempengaruhi produksi pada industri rumah tangga.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah variabel modal, tenaga kerja dan bahan baku berpengaruh terhadap positif terhadap produksi industri rumah tangga pembuatan sale pisang di Kecamatan Karangpucung, lalu untuk mengetahui pula variabel mana yang paling berpengaruh terhadap produksi industri rumah tangga pembuatan sale pisang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer, data sekunder di peroleh dari penelitian sebelumnya, literatur, serta buku, untuk data primer di peroleh dari penyebaran kuesioner, wawancara, dan penelusuran langsung terhadap responden.
Penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan menggunakan metode Cobb- Douglas untuk mengetahui apakah variabel berpengaruh atau tidak, serata untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh. Hasil yang diperoleh yaitu variabel modal dan bahan baku berpengaruh postif dan signifikan terhadap produksi industri rumah tangga sale pisang, dan untuk variabel tenaga kerja berpengaruh postif namun tidak signifikan, lalu variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini yaitu variabel bahan baku
Implikasi dalam penelitian ini adalah industri rumah tangga sale pisang di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap untuk mempertahankan kualitas produk yang di hasilkan dan membuat inovasi terhadap kemasan untuk menarik konsumen yang lebih banyak, serta untuk mencoba pada rana pasar digital.
Kata kunci : Industri Rumah tangga, modal, tenaga kerja, bahan baku
Karangpucung District is one of the Districts in Cilacap Regency which is one of the centers for making banana sale. There are approximately 34 home industries making banana sale. Therefore, this study is interested in conducting research on variables that affect production in home industries.
The purpose of this study was to find out whether the variables of capital, labor and raw materials had a positive effect on the production of the home industry making sale bananas in Karangpucung District, and to find out which variables had the most influence on the production of the home industry making sale bananas. The data used in this study are secondary data and primary data. Secondary data was obtained from previous research, literature, and books. Primary data was obtained from distributing questionnaires, interviews, and direct tracing of respondents.
This study uses regression analysis using the Cobb-Douglas method to find out how influential the variables are or not, as well as to find out the most influential variables. The results obtained are that the capital and raw material variables have a positive and significant effect on the production of the banana sale home industry, and for the labor variable the effect is positive but not significant, then the most influential variable in this study is the raw material variable
The implication of this research is that the banana sale home industry in Karangpucung District, Cilacap Regency maintains the quality of the products it produces and makes innovations in packaging to attract more consumers, as well as to try digital market shutters.
4080243022K1A019026Sintesis Hidrotalsit Zn/Al-Oksalat dan Aplikasinya sebagai Adsorben Zat Warna Metilen BiruMetilen biru merupakan zat warna sintetik yang umumnya digunakan pada industri tekstil. Limbah metilen biru yang dibuang ke badan air tanpa diolah mengakibatkan pencemaran bagi lingkungan. Salah satu metode pengolahan limbah adalah adsorpsi. Hidrotalsit merupakan adsorben dengan kapasitas adsorpsi yang besar. Hidritalsit adalah lempung anionik yang terdiri dari tumpukan lapisan bermuatan positif, biasanya kation logam divalen (+2) dan trivalen (+3), dan mempunyai anion diantara lapisan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode sintesis hidrotalsit Zn/Al-Oksalat dan hasil karakterisasinya dilakukan perbandingan dengan hidrotalsit Zn/Al-NO3, mengetahui kondisi optimum hidrotalsit Zn/Al-Oksalat dalam mengadsorpsi zat warna metilen biru serta mengetahui model kinetika dan isoterm adsorpsi. Hidrotalsit Zn/Al-Oksalat berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dan dilanjutkan proses hidrotermal pada suhu 120 °C selama 20 jam. Hidrotalsit Zn/Al-Oksalat hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Kondisi optimum hidrotalsit Zn/Al-Oksalat dalam mengadsorpsi zat warna metilen biru dilakukan dengan metode batch pada pH optimum 7, waktu kontak 60 menit, berat adsorben 80 mg dan konsentrasi metilen biru 20 mg/L. Kinetika adsorpsi hidrotalsit Zn/Al-Oksalat dalam mengadsorpsi metilen biru mengikuti model pseudo orde dua dengan nilai R2= 0,9996 dan k = 0,2047 mg/g.menit dan isoterm adsorpsinya mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir dengan nilai R2 = 0,9904, qm = 19,8413 mg/g dan kL = 2,913 L/mg.Methylene blue is a synthetic dye that is generally used in the textile industry. Methylene blue waste that is dumped into water bodies without being treated causes environmental pollution. One method of waste processing is adsorption. Hydrotalcite is an adsorbent with a large adsorption capacity. Hydritalcite is an anionic clay consisting of a stack of positively charged layers, usually divalent (+2) and trivalent (+3) metal cations, and has anions between the layers. This research aims to determine the synthesis method Zn/Al-Oxalate hydrotalcite and compare the characterization results with Zn/Al-NO3 hydrotalcite, determine the optimum conditions for Zn/Al-Oxalate hydrotalcite in adsorbing methylene blue dye and determine the kinetic model and adsorption isotherm. Zn/Al-Oxalate hydrotalcite was successfully synthesized using the coprecipitation method and continued with the hydrothermal process at a temperature of 120 °C for 20 hours. The synthesized Zn/Al-Oxalate hydrotalcite was characterized using FTIR and XRD. The optimum conditions for Zn/Al-Oxalate hydrotalcite in adsorbing methylene blue dye were carried out using the batch method at optimum pH 7, contact time 60 minutes, adsorbent weight 80 mg and methylene blue concentration 20 mg/L. The adsorption kinetics of Zn/Al-Oxalate hydrotalcite in adsorbing methylene blue follows a pseudo second order model with a value of R2 = 0.9996 and k = 0.2047 mg/g.minute and the adsorption isotherm follows the Langmuir adsorption isotherm model with a value of R2 = 0.9904 , qm = 19.8413 mg/g and kL = 2.913 L/mg.
4080343023H1D019011SISTEM PENGELOLAAN DOKUMEN AKREDITASI INFORMATIKA UNSOED BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN AGILE DEVELOPMENT METHODAkreditasi Program Studi Informatika dilaksanakan oleh LAM INFOKOM. Dalam kegiatan persiapan akreditasi, program studi perlu menyiapkan dokumen akreditasi berupa Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). Tujuan pembangunan Sistem Pengelolaan Dokumen Akreditasi adalah untuk membantu Program Studi mengelola dokumen LED dan LKPS untuk pengajuan akreditasi. Sistem dibangun menggunakan Agile Development Method dengan bahasa PHP dan framework Codeigniter. Tahapan Metode Agile dalam pembangunan sistem yaitu requirements, design, development, testing, dan deployment. Data diolah berdasarkan peraturan BAN PT no.8 tahun 2022. Hasil penelitian berupa sistem pengelolaan dokumen akreditasi berbasis website yang dapat mengelola data LED dan LKPS dengan hasil testing menggunakan metode blackbox menghasilkan semua fitur valid dan dapat berjalan sesuai harapan serta keluaran dari sistem berupa dokumen LED dan LKPS. The accreditation process for the Computer Science Study Program is conducted by LAM INFOKOM. In the
preparation for accreditation, the study program needs to prepare accreditation documents in the form of a Self-Evaluation Report (LED) and a Program Performance Report (LKPS). The goal of developing the Accreditation Document Management System is to assist the study program in managing LED and LKPS documents for accreditation submission. The system is built using the Agile Development Method with PHP language and the Codeigniter framework. The stages of the Agile Method in system development include requirements, design, development, testing, and deployment. Data processing is based on BAN PT regulation no.8 of 2022. The research results in a web-based accreditation document management system that can handle LED and LKPS data. Testing using the blackbox method shows that all features are valid and can function as expected. The system produces LED and LKPS documents as output.
4080443024H1B020083Implementasi Green Building pada Gedung IT Mandiri Bumi Slipi
Berdasarkan Perangkat Penilaian Greenship New Building Version 1.2
Global warming atau pemanasan global merupakan isu fenomenal saat ini dan menjadi salah satu
tantangan dunia termasuk di Indonesia. Untuk itu green building muncul dengan tujuan pelaksanaan
dan pengelolaan pembangunan yang menerapkan prinsip lingkungan dan aspek penting dalam
penanganan dampak perubahan iklim. Standar Greenship untuk bangunan yang sudah ada dikenal
sebagai Greenship New Building versi 1.2 dengan penilaian yang didasarkan pada enam indikator
untuk menentukan rating green building. Bank Mandiri selaku Bank BUMN yang cukup dipandang
oleh masyarakat tentu akan sangat lebih dianggap maju dengan perkembangan yang didasari dengan
pembangunan green building. Oleh karena itu, dilakukan evaluasi terkait konsep green building
pada Gedung IT Mandiri Bumi Slipi berdasarkan rating green building dan diperoleh nilai 65 dari
enam indikator yang ada, meliputi 13 poin aspek ASD, 22 poin aspek EEC, 20 poin aspek WAC, 2
poin aspek MRC, 5 poin aspek IHC, dan 3 poin aspek BEM dengan peringkat penilaian platinum.
Global Warming or global warming is a phenomenal issue today and is one of the challenges of the
world including in Indonesia. For this reason, Green Building emerges with the aim of implementing
and managing development that applies environmental principles and important aspects in handling
the impact of climate change. Greenship standards for existing buildings are known as Greenship
New Building Version 1.2 with an assessment based on six indicators to determine the green building
rating. Bank Mandiri as a state -owned bank that is quite viewed by the community will certainly be
very more considered advanced with developments based on the development of green building.
Therefore, an evaluation is carried out related to the concept of green building in the Mandiri Slipi
IT building based on the Green Building rating and obtained a value of 65 out of the six indicators,
including 13 ASD aspects, 22 EEC aspects points, 20 points of WAC aspects, 2 points of MRC aspects
, 5 Points of IHC aspects, and 3 points of BEM aspects with Platinum rating.
4080544946F1A020001Analisis Minat Masyarakat Berbelanja Di Warung Kecil Pasca Keberadaan Minimarket (Studi Kasus Desa Kebon Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang-Banten)Perkembangan zaman yang semakin modern memberikan pengaruh terhadap
meningkatnya kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat ini disertai dengan
perubahan yang sedang berlangsung, terutama kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tempat berbelanja juga semakin banyak dan beragam seperti warung kecil dan
minimarket (alfamart, indomaret dll). Minimarket seperti Alfamart atau Indomaret saat ini
berkembang pesat di Indonesia. Salah satunya adalah di kampung Sidayu desa Kebon
kecamatan Tirtayasa kabupaten Serang-Banten. Penelitian ini menganalisis terkait minat
masyarakat berbelanja diwarung kecil pasca keberadaan minimarket di desa Kebon
kecamatan Tirtayasa kabupaten Serang-Banten menggunakan perspekstif sosiologi yaitu
teori tindakan sosial. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive
sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder dengan metode analisis data Interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil
penelitian menunjukan bahwa minat masyarakat desa Kebon dalam berbelanja di warung
kecil pasca keberadaan mnimarket masih tinggi karena dipengaruhi dua faktor, yaitu
faktor rasional dan irasional. Faktor rasional berupa jarak yang dekat, harga yang murah
dan unsur kekeluargaan, sedangkan faktor irasional berupa tradisi tradisional yang
didukung juga dengan interaksi sosial dan jam operasional warung kecil.
The development of increasingly modern times has an influence on the increasing needs of
society. These community needs are accompanied by ongoing changes, especially the
socio-economic conditions of the community. Shopping places are also increasing in
number and variety, such as small stalls and minimarkets (Alfamart, Indomaret, etc.). Minimarkets such as Alfamart or Indomaret are currently developing rapidly in Indonesia. One of them is in Sidayu village, Kebon village, Tirtayasa subdistrict, Serang-Banten
district. This research analyzes people's interest in shopping at small stalls after the
existence of minimarkets in Kebon village, Tirtayasa subdistrict, Serang-Banten district
using a sociological perspective, namely social action theory. By using qualitative research
methods with a qualitative descriptive approach. The technique for determining
informants is purposive sampling technique. Data collection techniques use three methods, namely interviews, observation and documentation. The data collected in this research is
primary data and secondary data using the interactive data analysis method from Miles
and Huberman. The research results show that the interest of the people of Kebon village
in shopping at small stalls after the existence of minimarkets is still high because it is
influenced by two factors, namely rational and irrational factors. Rational factors include
close distance, cheap prices and family elements, while irrational factors include
traditional traditions which are also supported by social interaction and small shop
operating hours.
4080644947B1A020026PERBEDAAN GENETIK BEBERAPA
KULTIVAR TAPAK DARA [Catharanthus roseus
(L.) G. Don] BERDASARKAN MARKA
trnL(UAA) – trnF(GAA)
Tapak dara [Catharanthus roseus (L.) G. Don] merupakan salah satu spesies tanaman anggota Familia
Apocynaceae yang berasal dari Madagaskar dan telah tersebar di wilayah tropis, termasuk Indonesia. C. roseus
selain dikenal sebagai tanaman hias juga biasa dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional untuk mengatasi
berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus, asma, sembelit, dan bahkan kanker. Tanaman
ini mempunyai beberapa kultivar yang terutama dibedakan satu sama lain atas dasar karakter morfologi berupa
warna mahkota bunga dan warna mata bunga. Namun, identifikasi morfologi kultivar C. roseus ini dengan
sendirinya hanya dapat dilakukan pada fase generatif. Selain itu, karakter morfologi juga dapat dipengaruhi
oleh kondisi lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendekatan molekuler untuk mengetahui perbedaan
genetik di antara beberapa kultivar C. roseus. Daerah intergenik atau intergenic spacer (IGS) trnL(UAA)–
trnF(GAA) merupakan daerah non-coding pada genom kloroplas (cpDNA) dengan laju mutasi yang tinggi
sehingga cocok untuk digunakan dalam analisis genetik pada tingkatan taksa yang rendah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui (1) sekuen IGS trnL(UAA)–trnF(GAA) pada beberapa kultivar C. roseus, (2) ada
tidaknya perbedaan genetik di antara beberapa kultivar C. roseus tersebut berdasarkan sekuen IGS trnL(UAA)–
trnF(GAA), dan (3) hubungan filogenetik di antara kultivar C. roseus tersebut berdasarkan marka IGS
trnL(UAA)–trnF(GAA). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi. Tahapan penelitian terdiri atas pengambilan sampel tanaman C. roseus, isolasi DNA genom dengan metode CTAB, amplifikasi marka IGS
trnL(UAA)–trnF(GAA) menggunakan sepasang primer universal dan visualisasi hasil amplifikasi
menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa, serta sekuensing produk amplifikasi. Data sekuen yang
diperoleh disunting menggunakan Program MEGA X. Hasil penyuntingan dijajarkan (aligned) menggunakan
Program BioEdit 7.0.4.1 dan dianalisis melalui model parameter Kimura-2. Jarak genetik dihitung
menggunakan DNA Distance Matrix yang terdapat pada Program BioEdit 7.0.4.1. Pohon filogenetik
dikonstruksi menggunakan metode Neighbor-Joining, UPGMA, dan Maximum Likelihood pada Program
MEGA X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan genetik yang rendah di antara kultivar-
kultivar C. roseus yang digunakan berdasarkan sekuen IGS trnL(UAA)–trnF(GAA). Hal ini juga terlihat dari
hubungan filogenetik yang dekat di antara kultivar-kultivar tersebut. Rekonstruksi pohon filogenetik
menunjukkan adanya konsistensi perbedaan klade sampel C1, C5, dan C2 dengan ketujuh sampel lainnya.

Madagascar periwinkle [Catharanthus roseus (L.) G. Don] is a plant species belonging to the Family of
Apocynaceae that originates from Madagascar Island and has now been spread throughout tropical regions,
including Indonesia. Apart from being known as an ornamental plant, C. roseus is also commonly used as a
traditional medicinal herb to treat various diseases such as high blood pressure, diabetes mellitus, asthma,
constipation and even cancer. This plant has several cultivars which are mainly distinguished from each other
on the basis of morphological characters with respect to flower corolla and flower eye colors. However,
morphological identification can only be performed in the generative phase. In addition, morphological
characters can also be influenced by environmental conditions. Therefore, it is necessary to carry out a
molecular approach to determine genetic differences among several C. roseus cultivars. The intergenic region
or intergenic spacer (IGS) of trnL(UAA)–trnF(GAA) is a non-coding region in the chloroplast genome
(cpDNA) with a high mutation rate making it suitable for use in the genetic analysis at lower taxa levels. Hence,
this study aims to determine (1) the sequences of trnL(UAA)–trnF(GAA) IGS in several C. roseus cultivars,
(2) whether there is genetic difference among several C. roseus cultivars based on the sequences of trnL(UAA)–
trnF (GAA) IGS, and (3) phylogenetic relationships among several C. roseus cultivars based on trnL(UAA)–
trnF(GAA) IGS. This study was carried out using an exploratory method. The procedures consisted of C. roseus
sampling, genomic DNA isolation using the CTAB method, trnL(UAA)–trnF(GAA) IGS amplification using
a pair of universal primers followed by visualization of the amplicons using the agarose gel electrophoresis
technique, and sequencing of the amplificons. The obtained sequence data were edited using the MEGA X
Program. The edited sequences were aligned using the BioEdit 7.0.4.1 as well, and were analyzed using
Kimura-2 model of parameter. Genetic distance was calculated using the DNA Distance Matrix contained in
the BioEdit 7.0.4.1 Program. The phylogenetic tree was constructed using the Neighbor-Joining, UPGMA, and
Maximum Likelihood method in the MEGA X Program. The results reveal that based on trnL(UAA)–
trnF(GAA) IGS, low genetic differences among C. roseus cultivars under study are observed. This can also be
seen from the close phylogenetic relationships among the cultivars. Reconstruction of phylogenetic tree
indicates a consistent clade difference between samples C1, C2, C5 and the remaining seven.
4080743026G1A020078Perbandingan Pemberian Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.)) dan Simvastatin Terhadap Superoxide Dismutase (SOD) pada Tikus Model HiperkolesterolemiaPegagan (Centella asiatica (L.)) memiliki efek antioksidan karena mengandung komponen aktif seperti triterpenoid saponin, tanin, flavonoid, dan vitamin C. Komponen tersebut menunjukkan efek yang baik pada kondisi hiperkolesterolemia. Terapi hiperkolesterolemia sendiri saat ini menggunakan obat golongan statin seperti simvastatin sebagai obat lini pertama. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.)) dan simvastatin terhadap aktivitas enzim superoxide dismutase pada tikus model hiperkolesterolemia. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan desain posttest only with control group. Jumlah sampel sebanyak 32 ekor tikus Rattus norvegicus galur Sprague Dawley yang dibagi ke dalam 4 kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol sehat diberi perlakuan pakan standar, kelompok 2 sebagai kontrol ngatif diinduksi hiperkolesterolemia dan diberi pakan standar, kelompok 3 sebagai kontrol positif diinduksi hiperkolesterolemia dan diberi simvastatin 1,8mg/kgBB/hari, dan kelompok 4 diinduksi hiperkolesterolemia dan diberi ekstrak pegagan 500mg/kgBB/hari. Sampel darah diambil pada minggu ke-5 dan dinilai aktivitas SOD menggunakan WST-1 Assay. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata aktivitas SOD kelompok perlakuan sebesar 73% dan paling mendekati nilai kelompok kontrol sehat (82%). Uji statistik menunjukkan hasil signifikan antarkelompok (p=0,000). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.)) lebih baik secara signifikan dibanding pemberian simvastatin terhadap aktivitas SOD pada tikus model hiperkolesterolemia.Centella asiatica (L.), commonly known as pegagan, possesses antioxidant effects due to its active components such as triterpenoid saponins, tannins, flavonoids, and vitamin C. These components exhibit promising effects in conditions like hypercholesterolemia. The current therapy for hypercholesterolemia often involves statin drugs as a first-line medication, such as simvastatin. This study aims to compare the effect of Centella asiatica (L.) extract and simvastatin on superoxide dismutase enzyme activity in a hypercholesterolemia rat model. The research employed a true experimental method with a posttest-only with control group design. A total of 32 Sprague Dawley strain Rattus norvegicus rats were divided into four groups. Group 1 served as a healthy control, receiving standard feed; group 2, as a negative control, was induced with hypercholesterolemia and given standard feed; group 3, as a positive control, was induced with hypercholesterolemia and administered simvastatin at 1.8 mg/kgBW/day; and group 4, induced with hypercholesterolemia, was given Centella asiatica (L.) extract at 500 mg/kgBW/day. Blood samples were taken in the 5th week, and superoxide dismutase activity was assessed using the WST-1 Assay. Data were analyzed using One-way ANOVA. The research findings reveal an average SOD activity of 73% in the group given Centella asiatica (L.), closely approaching the value of the healthy control group (82%). Statistical tests show significant differences between the groups (p=0.000). Therefore, it can be concluded that the administration of Centella asiatica (L.) extract is significantly more effective than simvastatin in enhancing SOD activity in the hypercholesterolemia rat model.
4080843028L1B019038Keberadaan Bakteri Aeromonas hydrophila Pada Sistem Pencernaan Nilem (Osteochilus vittatus) Yang Diberi Pakan Dengan Tambahan GaramAeromonas hydrophila merupakan bakteri patogenik oportunistik yang umum ditemukan di saluran pencernaan ikan. Suplementasi garam pada pakan ikan dapat mempengaruhi bakteri yang ada pada saluran pencernaan ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penambahan garam pada pakan terhadap persentase dan jumlah Aeromonas hydrophila pada saluran pencernaan Nilem. Sampel yang digunakan adalah Nilem yang telah dipelihara dengan pemberian perlakuan penambahan garam pada pakan (P1: 0%, P2: 1%, P3: 2%, P4: 3%, P5: 4%) selama 60 hari. Jumlah bakteri total di saluran pencernaan ikan dihitung menggunakan metode TPC pada media TSA. Karakteristik morfologi dan gram KOH sampel bakteri kemudian diamati. Sampel isolat bakteri Gram negatif ditumbuhkan pada media GSP. Koloni berwarna kuning dicatat sebagai Aeromonas hydrophila dan digunakan untuk menghitung persentase bakteri ini. Jumlah Aeromonas hydrophila dihitung berdasarkan proporsi dan hasil TPC. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan suplementasi garam pada pakan terhadap proporsi dan jumlah Aeromonas hydrophila. pada saluran pencernaan Nilem, tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Proporsi Aeromonas hydrophila tertinggi terdapat pada perlakuan sumplementasi garam 1% dengan nilai 18% dan hasil dari perlakuan lainnya menunjukan proporsi yang cenderung meningkat dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan jumlah Aeromonas hydrophila tertinggi terdapat pada perlakuan suplementasi garam 1% dengan nilai 8,13 x 106 CFU/g dan jumlah Aeromonas hydrophila pada perlakuan lainnya menunjukan jumlah yang cenderung meningkat dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Penelitian ini mengindikasikan garam cenderung menyebabkan peningkatan proporsi serta jumlah Aeromonas hydrophila pada saluran pencernaan Nilem (Osteochilus vittatus).Aeromonas hydrophila is an opportunistic pathogenic bacteria commonly found in the gastrointestinal tract of fish. Salt supplementation in fish feed can affect the presence of bacteria in the gastrointestinal tract of fish. The purpose of this study was to determine the effect of salt addition in feed on the occurrence and number of Aeromonas hydrophila in the gastrointestinal tract of Bonylip Barb (Osteochilus vittatus). The samples used were Bonylip Barb that had been treated with salt supplementation in feed (P1: 0%, P2: 1%, P3: 2%, P4: 3%, P5: 4%) for 60 days. The total number of bacteria in the fish gastrointestinal tract was counted using the TPC method on TSA media. Morphological characteristics and gram KOH of bacterial samples were then observed. Gram negative bacterial isolate samples were grown on GSP media. Yellow colored colonies were recorded as Aeromonas hydrophila and used to calculate the occurrence of these bacteria. The number of Aeromonas hydrophila was calculated based on the proportion and TPC results. The results showed that the treatment of salt supplementation in feed on the proportion and number of Aeromonas hydrophila in the digestive tract of Bonylip Barb, had no significant effect (P>0.05). The highest proportion of Aeromonas hydrophila was in the 1% salt supplementation treatment with a value of 18% and the results of other treatments showed a proportion that tended to increase compared to the control treatment and the highest number of Aeromonas hydrophila bacteria was in the 1% salt supplementation treatment with a value of 8.13 x 106 CFU/g and the number of Aeromonas hydrophila in other treatments showed a number that tended to increase compared to the control treatment. This study indicates that salt tends to cause an increase in the occurrence and number of Aeromonas hydrophila in the digestive tract of Bonylip Barb (Osteochilus vittatus).
4080943032C1B020109PENGARUH NATURAL & ARTIFICIAL ATTRACTION TERHADAP VISIT INTENTION
DIMODERASI OLEH TOURIST PERSONALITY (EXTRAVERSION)
Penelitian berjudul “Pengaruh Natural dan Artificial Attraction terhadap Visit Intention
Dimoderasi oleh Tourist Personality ”. bertujuan untuk mengetahui pengaruh natural
dan artificial attraction terhadap visit intention dimoderasi oleh tourist personality.
Sampel pada penelitian ini berjumlah 116 responden dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan dengan menggunakan Moderated Regession Anaysis (MRA) diolah dengan
software SPSS menunjukkan bahwa: (1) Natural Attraction berpengaruh positif
terhadap Visit Intention (2) Artificial Attraction berpengaruh positif terhadap Visit
Intention (3) Tourist Personality memoderasi pengaruh Artificial Attraction terhadap
Visit Intention (4) Tourist Personality tidak memoderasi pengaruh Artificial Attraction
terhadap Visit Intention. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan
bagi para pengelola destinasi wisata, terutama pengelola destinasi wisata alam dalam
upaya meningkatkan niat kunjung dari para wisatawan melalui kegiatan
mempertahankan tingkat kealamiahan dari suatu destinasi maupun menambah
beberapa atraksi buatan.
The research is entitled "The Influence of Natural and Artificial Attraction on Visit
Intention Moderated by Tourist Personality". aims to determine the influence of natural
and artificial attractions on visit intention moderated by tourist personality. The sample
in this study amounted to 116 respondents with a sampling technique using purposive
sampling. Based on the results of research conducted using Moderated Regression
Analysis (MRA) processed with SPSS software, it shows that: (1) Natural Attraction has
a positive effect on Visit Intention (2) Artificial Attraction has a positive effect on Visit
Intention (3) Tourist Personality moderates the effect of Artificial Attraction on Visit
Intention (4) Tourist Personality does not moderate the influence of Artificial Attraction
on Visit Intention. The results of this research can be used as consideration for tourist
destination managers, especially managers of natural tourist destinations, in an effort to
increase tourist intention to visit through activities to maintain the natural level of a
destination or add several artificial attractions.
4081043033H1B020077Building Implementation Modeling (BIM) dalam Quantity Take Off (5D) Pembangunan Gedung IT Mandiri Bumi SlipiPerkembangan dan inovasi dalam dunia konstruksi saat ini terdapat sebuah metode yaitu Building Information Modelling (BIM) sebagai salah satu solusi dalam sebuah proses konstruksi bangunan. Terdapat sebuah software terintegrasi BIM yang bernama Revit Autodesk yang berfungsi untuk desain konstruksi yang dapat menghasilkan produk dalam bentuk 3D sekaligus menganalisis quantity take off material (5D) dalam tiap – tiap pekerjaan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis quantity take off dan membandingkan perhitungan volume eksisting menggunakan metode kovensional dan BIM dan menganalisis faktor yang mempengaruhi penerapan BIM pada proses konstruksi di Gedung IT Mandiri Bumi Slipi. Penelitian dilakukan dengan mixed method menggunakan Revit 2022 untuk menilai quantity take off dan Smart PLS untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi implementasi BIM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan quantity take off menggunakan metode BIM lebih cepat dan efisien daripada menggunakan metode konvensional. Selanjutnya, beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi fungsi BIM, yaitu tenaga ahli BIM yang kurang memadai pada suatu proyek, infrastruktur teknologi yang kurang memadai, dan kurangnya kolaborasi yang efektif dalam proses kerja antar stakeholder.
Developments and innovations in the world of construction currently include a method, namely Building Information Modeling (BIM) as a solution in the building construction process. There is an integrated BIM software called Revit Autodesk which functions for construction design which can produce products in 3D form as well as analyze the quantity take off material (5D) in each job. For this reason, this research aims to analyze quantity take off and compare existing volume calculations using conventional and BIM methods and analyze factors that influence the application of BIM in the construction process at the Mandiri Bumi Slipi IT Building. The research was conducted using a mixed method using Revit 2022 to assess quantity take off and Smart PLS to determine the factors that influence BIM implementation. The research results show that calculating take off quantities using the BIM method is faster and more efficient than using conventional methods. Furthermore, several factors influence the implementation of the BIM function, namely inadequate BIM experts on a project, inadequate technological infrastructure, and a lack of effective collaboration in the work process between stakeholders.
4081143034L1B019019KEBERADAAN BAKTERI AMILOLITIK PADA SALURAN PENCERNAAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI GARAMBakteri amilolitik terdapat di berbagai tempat salah satunya pada saluran pencernaan ikan. Suplementasi garam pada pakan dapat mempengaruhi bakteri yang berada di saluran pencernaan ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan garam pada pakan terhadap proporsi dan indeks aktivitas bakteri amilolitik pada saluran pencernaan nilem (Osteochilus vitattus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi penambahan garam dengan kadar 0%, 1%, 2%,3%, dan 4%. Setelah 60 hari pemeliharaan nilem, sampel bakteri diambil dari bagian usus ikan lalu dikultur pada media TSA yang mengandung pati 1% untuk penghitungan proporsi dan indeks aktivitas bakteri amilolitik. Hasil penelitian menunjukan proporsi bakteri amilolitik tidak berbeda nyata antar perlakuan (p>0,5). Nilai indeks aktivitas bakteri amilolitik pada nilem yang diberi garam 4% lebih rendah dibandingkan pada nilem yang diberi garam 0%,1%, 2%, dan 3%. Hal ini mengindikasikan pemberian garam menyebabkan aktivitas bakteri amilolitik menjadi berkurang pada saluran pencernaan nilem (Osteochilus vitattus). Amylolytic bacteria are found in various places, one of which is in the digestive tract of fish. Salt supplementation in feed can affect bacteria in the digestive tract of fish. The purpose of this study was to determine the effect of salt addition in feed on the occurrence and activity index of amylolytic bacteria in the digestive tract of bonylip barb (Osteochilus vitattus). This study used an experimental method with 5 treatments and 3 replicates. The treatments included the addition of salt at 0%, 1%, 2%, 3%, and 4%. After 60 days of fish rearing, bacteria samples were taken from the intestine of the fish and then cultured on TSA media containing 1% starch to calculate the proportion and activity index of amylolytic bacteria. The results showed that the proportion of amylolytic bacteria was not significantly different between treatments (p>0.5). The activity index value of amylolytic bacteria in bonylip barb treated with 4% supplementation was lower than that in bonylip barb treated with 0%, 1%, 2%, and 3% salt. This indicates that the supplementation of salt reduce the activity of amylolytic bacteria in the digestive tract of bonylip barb (Osteochilus vitattus).
4081243035J1E018026The Perspective of Students with Various Anxiety Levels on the Elicitation Techniques in the EFL ClassroomABSTRAK

Banyak siswa mengalami kesulitas belajar berbicara dalam bahasa Inggris. Salah satu permasalahannya adalah siswa seringkali mengalami kecemasan dalam berbicara dibanding keterampilan bahasa yang lain. Guru harus memikirkan strategi yang tepat untuk membantu siswa mengurangi kecemasannya saat berbicara. Teknik Elisitasi digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan ini, akan tetapi beberapa siswa masih mengalami kesulitan ketika berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan berbicara yang dialami siswa, dengan fokus pada Teknik Elisitasi yang digunakan oleh guru dan persepsi siswa mengenai hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan siswa kelas VII C di SMPN 10 Purwakarrta sebagai partisipan. Data diperoleh melalui observasi, kuisioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa ada tiga tingkat kecemasan yang dialami oleh siswa kelas VII; Sangat Cemas, Cemas, dan Cemas Ringan. Di kelas VII C lima siswa atau 19,2% mengalami kecemasan pada tingkat Sangat Cemas, 15 siswa atau 57,7% mengalami tingkat Cemas, dan enam siswa atau 23,1% mengalami kecemasan tingkat Ringan. Mengenai Teknik Elisitasi, guru di kelas VII C menggunakan lima tipe Teknik Elisitasi yaitu Menanyakan Pertanyaan, Bertanya Menggunakan Gambar, Bertanya Menggunakan Permainan dan Aktivitas, Bertanya Menggunakan Teks atau Dialog dan Bertanya Menggunakan Bahasa Non-Verbal dan tipe Teknik Elisitasi yang paling sering digunakan adalah Menanyakan Pertanyaan dengan total persentase 70,2% atau 40 kali penggunaan, diikuti oleh Bertanya Menggunakan Bahasa Nonverbal dengan persentase 14% dan di posisi ketiga ada Bertanya menggunakan Gambar dan Bertanya menggunakan Teks atau Dialog dengan persentase 7% dan tipe elisitasi dengan persentase paling rendah adalah Bertanya menggunakan Permainan atau Aktivitas dengan total 1,8% atau hanya satu kali penggunaan. Sembilan siswa dengan tingkat kecemasan berbeda diinterview dengan tujuan untuk mencari tahu pandangan siswa terhadap Teknik Elisitasi dan sebagian besar siswa dengan total delapan siswa dari masing-masing tingkat kecemasan yang berbeda merasa lebih nyaman ketika guru Bertanya menggunakan Gambar dan merasa tidak nyaman ketika guru secara langsung Menanyakan Pertanyaan. Selain itu, para siswa juga mengaku ingin lebih terlibat dalam aktivitas seperti permainan untuk membuat suasana pembelajaran lebih menarik dan mudah dinikmati.

Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Teknik Elisitasi, Kecemasan Berbicara
ABSTRACT

Many students have problems learning to speak in English. One of the problems is students often experience anxiety in speaking more than any other skills. Teachers have to think the right strategies to help students reduce their anxiety during speaking. Elicitation Techniques are used by the teachers to solve this problem, but some students still have difficulty when it comes to speaking. This study aimed to analyze the levels of speaking anxiety experienced by the students, focusing on the types of Elicitation Techniques used by the teacher and the students’ perceptions. This study used a descriptive-qualitative method with the grade VII C students as the sample of the research. The data was obtained through observations, questionnaires, and interviews. The results showed that there are three anxiety levels experienced by the VII C students; Very Anxious, Anxious and Mildly Anxious. In the class VII C, five students or 19.2% experienced anxiety on a Very Anxious level, 15 (57.7%) students experienced an Anxious level, and six students or 23.1% had a Mildly Anxious level of speaking anxiety. Regarding to the Elicitation Techniques, the teacher used five types of Elicitation Techniques, those are Asking Questions, Using Pictures to Ask Questions, Using Games/Activities to Ask Questions, Using Text or Dialogue to Ask Questions, and Using Non-Verbal Language to Ask Questions. The most frequently used types of Elicitation Techniques is Asking Questions with a total 70.2% or 40 times used, followed by Using Non-Verbal Language to Ask Questions 14%, and the third most frequently used types of Elicitation Techniques are Using Pictures and Using Text or Dialogue with a total 7%, and the type of Elicitation Techniques with the lowest percentage is Using Games or Activities with a total 1.8% or only one time used. There were nine students with different anxiety levels that are interviewed in order to find out their perspective towards the Elicitation Techniques and most of the students with a total eight students with each different levels of anxiety feel more comfortable when the teacher asks questions using pictures and they feel uncomfortable when the teacher directly asks questions to elicits them to speak. Moreover, the students also admitted they want to be involved in activities such as games to make the learning session more interesting and enjoyable for them.

Keywords: Anxiety Level, Elicitation Techniques, Speaking Anxiety.
4081342780A1D019031PENGARUH APLIKASI JAMUR TANAH DAN KASGOT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG EDAMAME (Glycine max L. Merrill) PADA MEDIA TERCEMAR TIMBAL (Pb)Penelitian dilaksanakan di Screen House lahan percobaan, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, serta Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan April hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, hari berbunga, kadar klorofil total, berat segar dan kering tanaman, berat segar dan kering akar, jumlah bintil akar, jumlah polong dan biji, serta bobot polong dan biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan (J2) efektif meningkatkan kecepatan pembungaan sebesar 2,11% dan jumlah bintil akar sebesar 57,67% dari tanaman yang tidak diberikan perlakuan. Perlakuan (K2) efektif meningkatkan jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah biji, jumlah polong, berat polong dan berat biji dengan masing-masing 11,07%, 3,88%, 17,92%, 20,39%, 18,57%, 18,12%, dari tanaman yang tidak diberikan perlakuan. Perlakuan (K3) juga efektif meningkatkan kecepatan pembungaan sebesar 3,65% dari tanaman yang tidak diberikan perlakuan. Akan tetapi, tidak terjadi interaksi yang nyata antar dua perlakuan tersebut. Rekomendasi penelitian lanjutan agar menempatkan tanaman pada kondisi lingkungan yang lebih optimal.The research was conducted in the experimental field Screen House, Agronomy and Horticulture Laboratory, and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman from April to August 2023. This study used a Randomized Group Design (RAK) with two treatment factors and repeated three times. The variables observed were plant height, number of leaves, flowering days, total chlorophyll content, fresh and dry weight of plants, fresh and dry weight of roots, number of root nodules, number of pods and seeds, and weight of pods and seeds. The results showed that treatment (J2) effectively increased flowering speed by 2.11% and the number of root nodules by 57.67% from untreated plants. Treatment (K2) effectively increased the number of leaves, number of root nodules, number of seeds, number of pods, pod weight and seed weight by 11.07%, 3.88%, 17.92%, 20.39%, 18.57%, 18.12%, respectively, from untreated plants. The treatment (K3) also effectively increased flowering speed by 3.65% from untreated plants. However, there was no significant interaction between the two treatments. Recommendations for further research are to place plants in more optimal environmental conditions
4081443037E1A020082KESADARAN HUKUM MAHASISWA TERHADAP LARANGAN KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (Studi di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum mahasiswa terhadap larangan Kekerasan Berbasis Gender Online serta pengaruh faktor kedisiplinan, faktor intensitas sosialisasi, dan faktor ketakwaan agama terhadap kesadaran hukum mahasiswa tentang larangan Kekerasan Berbasis Gender Online di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dengan responden sebanyak 84 mahasiswa. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter, dan kepustakaan. Pengolahan data dengan menggunakan metode coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum mahasiswa terhadap larangan Kekerasan Berbasis Gender Online di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi tingginya pengetahuan hukum mahasiswa, tingginya pemahaman hukum mahasiswa, banyaknya sikap hukum mahasiswa yang setuju, dan banyaknya perilaku hukum mahasiswa yang sesuai terhadap larangan Kekerasan Berbasis Gender Online. Faktor kedisiplinan, faktor intensitas sosialisasi dan faktor ketakwaan agama berpengaruh secara positif terhadap tingkat kesadaran hukum mahasiswa tentang larangan Kekerasan Berbasis Gender Online.This research aims to determine the level of students' legal awareness regarding the prohibition of Online Gender-Based Violence as well as the influence of disciplinary factors, socialization intensity factors, and religious piety factors on students' legal awareness regarding the prohibition of Online Gender-Based Violence at the Faculty of Law, Jenderal Soedirman University. This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research took place at the Faculty of Law, Jenderal Soedirman University with 84 students as respondents. Research sampling used simple random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained using questionnaire, documentary and library methods. Data processing using coding, editing and tabulation methods and analyzed using frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis and comparative analysis. The research results show that the level of legal awareness of students regarding the prohibition of Online Gender-Based Violence at the Faculty of Law, Jenderal Soedirman University is high. This is proven by the results of research on 4 (four) indicators including the high level of student legal knowledge, the high level of student legal understanding, the number of students' legal attitudes that agree, and the number of students' legal behavior that is in accordance with the prohibition of Online Gender-Based Violence. Discipline factors, socialization intensity factors and religious piety factors have a positive influence on students' level of legal awareness regarding the prohibition of Online Gender-Based Violence.
4081543038H1D019056Analisis Sentimen Program Kampus Merdeka di Twitter Menggunakan Algoritma Support Vector MachineKampus merdeka merupakan salah satu program yang diusung kemendikbudristek guna memberikan pengalaman
langsung kepada mahasiswa tentang dunia kerja. Program ini dimulai dari tahun 2020 dan berjalan sampai
sekarang. Berbagai komentar di media sosial sangat beragaram tentang berjalannya program kampus merdeka ini,
khususnya di twitter. Untuk mengetahui bagaimana sentimen masyarakat terhadap program kampus merdeka ini
diperlukan analisis sentimen. Analisis sentmen digunakan untuk menentukan apakah program kampus merdeka
ini berjalan secara positif,negatif atau netral. Dalam melakukan proses penelitian ini melewati beberapa
langkah,seperti pengambilan data tweet, pelabelan data, text preprocessing, ekstraksi fitur dengan TF-IDF dan
Fasttext,pembuatan model menggunakan algoritma SVM , evaluasi model, dan terakhir adalah hasil sentimen
analisis . Dalam penelitian ini juga dilakukan analisis perbandingan pada metode ekstraksi fitur menggunakan TF-
IDF dan Fasttext untuk mengetahui metode mana yang lebih baik dalam pembuatan model ini. Hasil dari penelitian
ini didapat yaitu Fasttext unggul terhadap TF-IDF dengan akurasi sebesar 73% dibandingkan dengan TF-IDF
sebesar 72%. Didapatkan juga nilai presisi pada model Fasttext sebesar 81%, recall 72%, dan F1-Score 76 %.
Model terbaik kemudian diujikan untuk menguji sentimen pada 3 program kampus merdeka selama tahun 2021-
2023 yaitu program magang,studi independen, dan kampus mengajar dengan hasil didominasi positif

Kampus merdeka is one of the programs promoted by the Ministry of Education and Culture to provide students
with direct experience of the world of work. This program started in 2020 and runs until now. Various comments
on social media are very diverse about the progress of this kampus merdeka program, especially on Twitter. To
find out how public sentiment is towards the kampus merdeka program, sentiment analysis is needed. Sentiment
analysis is used to determine whether the kampus merdeka program is running positively, negatively or neutrally.
In carrying out this research process, it goes through several steps, such as tweet data retrieval, data labeling,
text preprocessing, feature extraction with TF-IDF and Fasttext, model creation using the SVM algorithm, model
evaluation, and finally the sentiment analysis results. In this research, a comparative analysis was also carried
out on feature extraction methods using TF-IDF and Fasttext to find out which method is better in creating this
model. The results of this research show that Fasttext is superior to TF-IDF with an accuracy of 73% compared
to TF-IDF of 72%. Also obtained was a precision value for the Fasttext model of 81%, recall of 72%, and F1-
Score of 76%. The best model was then tested to test sentiment on 3 kampus merdeka programs during 2021-2023,
namely the program magang, studi independen and kampus mengajar with predominantly positive results.
4081643039H1C019019Analisis Kerentanan Gerakan Tanah Dengan Metode Frequency Ratio (FR) Dan Weight of Evidence (WOE) Di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa BaratKota Tasikmalaya memiliki potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi yang mencakup beberapa kecamatan, salah satunya Kecamatan Kawalu. Kecamatan Kawalu memiliki topografi berupa bukit dan lembah curam serta tersusun atas material vulkanik dan sedimen sehingga meningkatkan kerawanan terjadinya gerakan tanah di daerah tersebut. Juga bentukan morfologi dengan kemiringan lereng yang cenderung curam. Oleh karena itu, dilakukan analisis kerentanan gerakan tanah menggunakan metode statistic bivariate yakni gabungan metode Frequency Ratio (FR) dengan Weight of Evidence (WOE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan zona kerentanan gerakan tanah dan upaya pencegahannya pada daerah tersebut. Analisis menggunakan data; litologi, kemiringan lereng, arah hadap lereng, tata guna lahan, curah hujan, jarak sungai, jenis tanah dan kurvatur sebagai parameter penentuan daerah kerentanan. Dari 8 parameter yang digunakan, hanya 6 yang bisa dijadikan sebagai parameter pemodelan akhir, yaitu; litologi, kemiringan lereng, arah hadap lereng, tata guna lahan, jarak sungai dan jenis tanah. Dalam validasi metode ini akan memperhatikan kurva AUC dalam tingkat akurasi pemodelan dengan mempertimbangkan 90 titik pengamatan gerakan tanah yang diambil dilapangan, dan didapatkan 4 kelas kerentanan yang disesuaikan dengan standar yang ada yaitu; zona kerentanan sangat rendah memiliki luas 11,34km2 di daerah penelitian, zona kerentanan rendah memiliki luas 6,75km2 di daerah penelitian, zona kerentanan menengah memiliki luas 19,34km2 di daerah penelitian dan zona kerentanan tinggi memiliki luas 5,1km2 di daerah penelitian.Tasikmalaya City has a medium to high potential for landslides, covering several districts, including Kawalu District. Kawalu District features steep hills and valleys with a composition of volcanic and sedimentary materials, which heightens the susceptibility to landslides in the area. The morphology also includes steep sloping terrain. Therefore, a landslide vulnerability analysis was conducted using the bivariate statistical method, a combination of the Frequency Ratio (FR) and Weight of Evidence (WOE) methods based on Geographic Information Systems (GIS) to map landslide vulnerability zones and preventive measures in the region. The analysis utilized data on lithology, slope, aspect, land use, rainfall, distance from rivers, soil type, and curvature as parameters for determining vulnerability areas. Out of the eight parameters used, only six were considered in the final modeling: lithology, slope, aspect, land use, distance from rivers, and soil type. The validation of this method will consider the AUC curve for modeling accuracy by taking into account 90 observed landslide points collected in the field. The results yield four vulnerability classes adapted to existing standards: very low vulnerability zones covering an area of 11.34 km² in the study area, low vulnerability zones covering an area of 6.75 km², moderate vulnerability zones covering an area of 19.34 km², and high vulnerability zones covering an area of 5.1 km² in the study area.
4081744948C1G018039DETERMINANTS OF INFORMAL SECTOR REVENUE: A CASE STUDY OF A PETTY TRADERS ASSOCIATION IN TAMANSARI VILLAGEKPK Cipto Sari merupakan asosiasi pedagang kaki lima di sekitaran Kelurahan Tamansari, Karanglewas. Namun seiring perjalanannya, asosiasi pedagang KPK Cipto Sari belum berperan secara optimal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima KPK Cipto Sari seperti usia, jam kerja, jumlah tanggungan keluarga, dan modal kerja. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan wawancara secara langsung berdasarkan kuisioner penelitian. Sampel penelitian ini ditentukan dengan mengambil keseluruhan populasi penelitian yakni 30 pedagang kaki lima KPK Cipto Sari. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total pendapatan pedagang kaki lima KPK Cipto
Sari adalah Rp 4.210.000 per minggu dengan rata-rata total biaya yang dikeluarkan adalah Rp 3.362.833 per minggu sehingga rata-rata keuntungan usaha sektor informal Kelompok Pedagang Kaki Lima (KPK) Kelurahan Cipto sari adalah Rp 847.167 per minggu. Selain itu, usia tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang kaki lima KPK Cipto Sari, jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negative terhadap pedagang kaki lima KPK Cipto Sari, jam kerja dan modal kerja berpengaruh positif terhadap pedagang kaki lima KPK Cipto Sari. Implikasi dalam penelitian ini yaitu pedagang kaki lima KPK Cipto Sari dalam meningkatkan pendapatannya harus memiliki kesungguhan dan keseriusan dalam mengembangkan usahanya. Jam kerja lebih efektif, modal kerja dioptimalkan agar dapat meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima KPK Cipto Sari.
Kata Kunci: usia, pendapatan, pedagang kaki lima, jam kerja, modal
KPK Cipto Sari is an association of street vendors around Tamansari Village, Karanglewas. However, along the way, the KPK Cipto Sari merchant association has not
played an optimal role. Therefore, this study aims to find out the factors that affect the
income of KPK Cipto Sari street vendors such as age, working hours, number of family
dependents, and working capital. The type of data used in this study is primary data collected by direct interviews based on research questionnaires. The sample of this study
was determined by taking the entire study population, namely 30 KPK Cipto Sari. The data analysis techniques used in the study were income analysis and multiple linear regression.
4081843040K1B018003PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG PESAWAT DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA MENGGUNAKAN METODE HOLT-WINTERS EXPONENTIAL SMOOTHING DAN SEASONAL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGEPenelitian ini bertujuan untuk meramalkan jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan metode Holt-Winters Exponential Smoothing dan SARIMA dengan mengambil data dari bulan Januari 2016 – Desember 2019 melalui website BPS. Metode Holt-Winters Exponential Smoothing digunakan untuk mengatasi pola data yang bersifat musiman dan trend. Pada Holt-Winters Exponential Smoothing menggunakan tiga parameter dalam perhitungannya yaitu α,β dan γ yang pemilihannya dilihat berdasarkan nilai akurasi ramalan terkecil. Metode ini dibagi menjadi dua model yaitu model multiplikatif dan aditif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, metode Holt-Winters Exponential Smoothing dengan model multiplikatif dapat menghasilkan α=0,495, β=0,01, dan γ=0,99 dengan nilai MAPE sebesar 6,18%. Pada model aditif nilai parameter α=0,473, β=0,9, dan γ=0,9memiliki nilai MAPE 5,67%%. SARIMA digunakan karena data tersebut bersifat musiman. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode SARIMA diperoleh model SARIMA (3,1,0)(0,1,1)12 yang memiliki nilai MSE sebesar 9.346.897.207.This research aims to predict the number of airplane passengers at Soekarno-Hatta International Airport using the Holt-Winters Exponential Smoothing method and SARIMA by taking data from January 2016 – December 2019 through BPS website.. To overcome seasonal data patterns and trends was uses Holt-Winters. Holt-Winters Exponential Smoothing used three parameters in the calculations: α.β and γ, whose selection by the minimum forecast accuracy value. The method divided was multiplicative and additive models. Based on the research results, the Holt-Winters Exponential Smoothing method with a multiplicative model that can produce α = 0.495, β = 0.01, and γ = 0.99 with a MAPE value of 6,18%. In additive models, parameter values α = 0.473, β = 0.9, and γ = 0.9 have a MAPE value of 5,67%. SARIMA uses seasonal data. The seasonal ARIMA model (3,1,0)(0,1,1)12 obtain based on the research results of used SARIMA method, which has an MSE value of 9.346.897.207.
4081944949H1A020015PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM KENDALI KADAR PH PADA KOLAM BIOFLOK BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN PLATFORM NODE-REDDalam budidaya ikan dengan metode bioflok, pengawasan kualitas air, terutama pH, sangat penting karena nilai pH yang tidak optimal dapat menyebabkan stres pada ikan, risiko penyakit, serta menurunkan produktivitas dan pertumbuhan ikan. Hasil wawancara dengan praktisi budidaya bioflok di Desa Susukan, Kabupaten Banjarnegara, menunjukkan bahwa pH air kolam bioflok berkisar 4-5, mengakibatkan hilangnya nafsu makan pada ikan dan menghambat pertumbuhan optimal, sehingga tidak mencapai target pasar yang diinginkan dalam 4 bulan. Faktor lainnya adalah jumlah kolam yang banyak, yaitu 32 kolam, menyebabkan pemantauan pH setiap kolam memerlukan waktu dan tenaga yang signifikan, menunjukkan kurangnya efektivitas dalam monitoring. Penelitian ini bertujuan menciptakan sistem untuk meningkatkan efektivitas pemantauan pH dan mengatasi masalah jika kadar pH kurang dari 6 secara otomatis. Metode penelitian melibatkan pembuatan prototype sistem dengan pemilihan komponen, konstruksi desain, pengembangan algoritma, dan penerapan teknologi IoT untuk pemantauan jarak jauh. Prototype menggunakan sensor pH 4502C (akurasi 98%), sensor load cell (akurasi 99.1%), dan sensor water level untuk mengukur ketinggian air. Algoritma sistem secara otomatis menambahkan dolomit jika rata-rata pH harian kurang dari 6, dan mengganti sebagian air jika dalam 3 hari berturut-turut pH masih rendah. Sistem menyimpan data secara online pada database dan offline pada Micro SDCard. Latensi penyimpanan data pada database adalah 78.85 ms untuk nilai pH dan 77.45 ms untuk rata-rata pH, serta 46.25 ms pada MicroSDCard. Latensi pengambilan data dari database adalah 65.4 ms. Pengujian pada kolam purwarupa dengan volume 0.235 m3 menunjukkan kenaikan kadar pH. Penambahan dolomit dengan variasi 4, 6, dan 8 gram dolomit pada kondisi awal pH 4 mengalami kenaikan rata-rata 1.328 dalam kurun waktu 30 menit. Sedangkan pada pergantian air setinggi 10 cm dengan variasi kondisi awal pH 4, 4.5, dan 5 mengalami kenaikan rata-rata 2.590 dalam waktu yang sama.In fish farming with the biofloc method, monitoring water quality, especially pH, is very important because non-optimal pH values can cause stress in fish, risk of disease, and reduce fish productivity and growth. Interviews with biofloc farming practitioners in Susukan Village, Banjarnegara Regency, showed that the pH of biofloc pond water ranged from 4-5, resulting in loss of appetite in fish and inhibiting optimal growth, resulting in not reaching the desired market target in 4 months. Another factor is the large number of ponds, namely 32 ponds, causing pH monitoring of each pond to require significant time and effort, indicating a lack of effectiveness in monitoring. This research aims to create a system to increase the effectiveness of pH monitoring and solve the problem if the pH level is less than 6 automatically. The research method involves creating a system prototype with component selection, design construction, algorithm development, and application of IoT technology for remote monitoring. The prototype uses a 4502C pH sensor (98% accuracy), a load cell sensor (99.1% accuracy), and a water level sensor to measure the water level. The system algorithm automatically adds dolomite if the average daily pH is less than 6, and replaces part of the water if within 3 consecutive days the pH is still low. The system stores data online in the database and offline on a Micro SDCard. The data storage latency on the database is 78.85 ms for pH value and 77.45 ms for average pH, and 46.25 ms on the MicroSDCard. The latency of retrieving data from the database was 65.4 ms. Testing on a prototype pool with a volume of 0.235 m3 showed an increase in pH levels. The addition of dolomite with variations of 4, 6, and 8 grams of dolomite in the initial condition of pH 4 experienced an average increase of 1.328 within 30 minutes. While at 10 cm high water changes with variations in the initial conditions of pH 4, 4.5, and 5 experienced an average increase of 2.590 in the same time.
4082042976I1C019022FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii (Nees & Th.Nees) Nees ex Blume) TERHADAP Cutibacterium acnesPertumbuhan berlebih Cutibacterium acnes menjadi penyebab utama jerawat. Sinamaldehid dalam minyak atsiri kulit kayu manis merupakan antibakteri yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, stabilitas fisik, dan aktivitas antibakteri krim minyak atsiri kulit kayu manis, serta menilai karakteristik ukuran partikel formula terpilih. Formulasi krim dengan variasi konsentrasi minyak atsiri kulit kayu manis: F0 (0%), F1 (2%), F2 (3%), dan F3 (4%) dibuat dengan metode ultrasonikasi. Formula terpilih yang dilakukan karakterisasi ukuran partikel merupakan formula yang memenuhi persyaratan sifat dan stabilitas fisik serta mempunyai aktivitas antibakteri terhadap C. acnes. Hasil penelitian menunjukkan F1, F2, dan F3 berhasil memenuhi persyaratan sifat fisik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap C. acnes, meskipun hanya F1 yang memenuhi persyaratan stabilitas fisik. F1 sebagai formula terpilih membentuk mikrokrim dengan karakteristik partikel yaitu ukuran partikel 5,643 μm; indeks polidispersitas 0,274; dan zeta potensial -0,9 mV. The excessive growth of Cutibacterium acnes is a primary cause of acne. Cinnamaldehyde is an essential oil which is potential for antibacterial. This research aims to determine the physical properties, physical stability, and antibacterial activity of cinnamon bark essential oil cream, as well as to assess the particle size characteristics of the selected formula. Cream formulations with varying concentrations of cinnamon bark essential oil: F0 (0%), F1 (2%), F2 (3%), and F3 (4%), were prepared using ultrasonication method. The selected formula, subjected to particle size characterization, is one that meets the requirements of physical properties and stability, as well as exhibiting antibacterial activity against C. acnes. The research results indicate that F1, F2, and F3 meet the physical property requirements and exhibit antibacterial activity against C. acnes, however only F1 meets the physical stability requirements. F1, as the selected formula, forms a microcream preparation with particle characteristics, including a particle size of 5.643 μm, polydispersity index of 0.274, and zeta potential of -0.9 mV.