Artikelilmiahs
Menampilkan 40.521-40.540 dari 48.901 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40521 | 42784 | J1C017035 | KEPRIBADIAN UCHIHA OBITO DALAM ANIME NARUTO SHIPPUDEN KARYA HAYATO DATE | Penelitian ini membahas struktur kepribadian dan dinamika kepribadian Uchiha Obito dalam anime Naruto Shippuden karya Hayato Date dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan psikologi kepribadian Albertine Minderop. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian dan dinamika kepribadian Uchiha Obito dalam anime Naruto Shippuden karya Hayato Date. Sumber data yang digunakan berupa anime Naruto Shippuden dengan data berupa dialog dan potongan gambar dengan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: dari 27 data yang diperoleh, 19 data menunjukan struktur kepribadian Uchiha Obito dan 8 data menunjukan dinamika kepribadian Uchiha Obito (1) struktur kepribadian Uchiha Obito terdiri dari id, ego, dan superego. Id mendominasi struktur kepribadian Uchiha Obito, ego memenuhi keinginan id tanpa mempertimbangkan superego dan superego tidak mampu mengendalikan dominasi id terhadap ego. (2) Dinamika kepribadian Uchiha Obito terdiri dari naluri hidup, naluri kematian, kecemasan objektif dan kecemasan neurotik. Naluri hidup didominasi oleh sistem kepribadian id berupa libido terhadap Rin sehingga Uchiha Obito menjadi pribadi yang konstruktif. Naluri kematian muncul akibat kematian Rin yang mengakibatkan perubahan kepribadian Uchiha Obito ke arah destruktif. Kecemasan objektif muncul ketika keinginan id terganggu dengan adanya rivalitas dengan Kakashi dalam mendapatkan cinta Rin, implikasi yang muncul adalah Uchiha Obito menjadi giat berlatih agar bisa melampaui Kakashi dan mendapatkan kembali cinta Rin. Kecemasan neurotik muncul akibat kematian Rin di depan matanya sendiri, implikasi yang muncul adalah Uchiha Obito ingin menghancurkan dunia shinobi yang telah memisahkan dirinya dengan Rin. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa struktur kepribadian memengaruhi dinamika kepribadian Uchiha Obito. Dominasi id memunculkan kecemasan objektif dan kecemasan neurotik. | This research discusses the personality structure and personality dynamics of Uchiha Obito in the Naruto Shippuden anime by Hayato Date using Sigmund Freud psychoanalysis theory and Albertine Minderop personality psychology. This type of research is qualitative descriptive research aims to describe the personality structure and personality dynamics of Uchiha Obito in the Naruto Shippuden anime by Hayato Date. Data source uses are Naruto Shippuden anime with data form are dialogue and image using listening and note-taking techniques. The results of this research are as follows: from 27 data obtained, 19 data showed Uchiha Obito personality structure and 8 data showed Uchiha Obito personality dynamics (1) Id dominating Uchiha Obito personality structure, Ego fulfilling id desire without considering superego, and superego can’t control id domination toward ego (2) Uchiha Obito personality dynamics are consist of life instinct, death instinct, objective anxiety and neurotic anxiety. Instinct of life dominated by the id personality system in the form of libido toward Rin, so as Uchiha Obito becomes constructive person. Death instinct emerge as a result of Rin's death, so as Uchiha Obito becomes destructive person. Objective anxiety emerge when id desire disturbed by the rivalry with Kakashi in getting Rin love, the implication is Uchiha Obito training hard in order to surpass Kakashi and regain Rin love. Neurotic anxiety arises due to Rin death in front of his own eyes, the implication is Uchiha Obito want to destroy the shinobi world that has separated him from Rin. From this research result, can be concluded that personality structure influence personality dynamics. Id domination emerge objective anxiety and neurotic anxiety. | |
| 40522 | 42785 | C1B020008 | PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PERILAKU PENGHINDARAN PAJAK (Studi pada Perusahaan LQ45 BEI) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komisaris independen, kepemilikan institusional, komite audit, kualitas audit, frekuensi pertemuan, dan ukuran dewan direksi terhadap penghindaran pajak dengan roa, leverage dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 31 perusahaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, uji koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komisaris independen, kepemilikan institusional, frekuensi rapat dan ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak, sedangkan variabel komite audit dan kualitas audit berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak pada perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode 2017-2021. Implikasi dan kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan keagenan antara agen dan prinsipal terkadang mempunyai kepentingan yang berbeda sehingga dapat menimbulkan konflik keagenan yang berdampak pada pengambilan keputusan terkait pajak perusahaan. | This study aims to analyze the effect of independent commissioners, institutional ownership, audit committees, audit quality, meeting frequency, and board size on tax avoidance with roa, leverage and firm size as control variables. The population used in this study are companies listed in the LQ45 index on the Indonesia Stock Exchange during the 2017-2021 period. The sampling technique used in this study used purposive sampling technique which obtained 31 companies. The data analysis used in this study is descriptive statistical analysis, classical assumption test, panel data regression analysis, determination coefficient testing and t test. The results of this study show that the variables of independent commissioners, institutional ownership, frequency of meetings and board size have no effect on tax avoidance, while the audit committee and audit quality variables have a negative effect on tax avoidance in companies listed in the LQ45 index for the period 2017-2021. The implication and conclusion of this research is that the agency relationship between the agent and the principal sometimes has different interests so that it can lead to agency conflicts that have an impact on decision making related to corporate. | |
| 40523 | 42786 | C1I019027 | Analysis of The Application of Environmental Accounting(Case Study RSUA) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan dalam RSUA tahun 2022. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang diambil oleh pihak-pihak yang paling mengetahui secara mendalam tentang masalah yang akan diteliti dengan pendekatan studi kasus fenomena. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan enam informan yang dikombinasikan dengan data sekunder yang diambil dari dokumen dan arsip laporan keuangan RSUA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Identifikasi kegiatan lingkungan RSUA pada tahun 2022 adalah pengelompokan jenis limbah, proses pengolahan limbah, dan pengujian air dari pengolahan limbah, dan pelaporan biaya lingkungan RSUA pada tahun 2022 tidak sepenuhnya sesuai dengan konsep klasifikasi biaya lingkungan. | This research aims to analyze the application of environmental accounting in RSUA in 2022. The sampling technique in this research is purposive sampling taken by the parties that deeply know the most about the problem to be researched by phenomenon case study approach. The data source used in this study is primary data were obtained through interviews with six informants combined with secondary data that taken from documents and archives of financial statement of RSUA. The results showed that Identification of environmental activities RSUA in 2022 are grouping types of waste, waste treatment processes, and testing of water from waste treatment, and reporting of environmental costs of RSUA in 2022 is not fully in accordance with the concept of environmental cost classification. | |
| 40524 | 42787 | C1A020112 | Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketersediaan Beras di Provinsi Bali | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan beras di Provinsi Bali. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Beras di Provinsi Bali”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja petani, luas lahan panen padi, jumlah penduduk, dan produksi jagung terhadap ketersediaan beras. Penelitian ini memiliki batasan waktu yakni dari rentang tahun 2006-2022 di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Eviews 12 menunjukkan bahwa Tenaga Kerja Petani berpengaruh positif terhadap ketersediaan beras, Luas Lahan Panen Padi berpengaruh positif terhadap ketersediaan beras, Jumlah Penduduk berpengaruh positif terhadap ketersediaan beras, Produksi Jagung berpengaruh negatif terhadap ketersediaan beras. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pemerintah dan masyarakat harus memperhatikan dalam regenerasi petani dan pengembangan tenaga kerja petani agar produksi beras dapat lebih efisien dan efektif, menjaga kelestarian dan perlindungan atas lahan panen agar tidak terjadi kelangkaan, serta terus meningkatkan dan menjaga produktivitas padi agar ketersediaan beras dapat terjaga dalam kenaikan jumlah penduduk. | This research is a quantitative research with secondary data regarding the factors that influence the availability of rice in Bali Province. The purpose of this study was to determine the effect of farmer labor, rice harvest area, population, and corn production on rice availability. Based on the research results and data analysis, it shows that farmer labor, paddy harvested land area, and population in Bali Province has a positive effect on rice availability. Corn production has a negative effect on the availability of rice. The implication of the conclusions above is that the government and society must pay attention to the regeneration of farmers and the development of farmer workforce so that rice production can be more efficient and effective, maintain the preservation and protection of harvested land to avoid scarcity, and continue to increase and maintain rice productivity so that rice availability can be kept up with the increase of population. | |
| 40525 | 44591 | G1B020034 | Pengaruh Paparan Logam terhadap Jumlah Mikronukleus Apusan Mukosa Bukal pada Perajin Logam di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas | Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas menjadi salah satu pusat keberadaan UMKM Kerajinan Logam di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Masyarakat desa tersebut menganggap kerajinan logam menjadi salah satu kegiatan produktif sebagai sumber pendapatannya. Pembuatan kerajinan logam menjadikan perajin logam terpapar logam secara terus-menerus. Paparan logam secara terus-menerus dan ditemukan kurangnya penerapan alat pelindung diri mengakibatkan semakin banyak logam yang masuk ke dalam tubuh, beberapa logam telah terbukti sebagai agen genotoksik. Logam yang bersifat genotoksik dapat memicu kerusakan DNA yang dapat menimbulkan kondisi keganasan. Deteksi dini kondisi keganasan salah satunya dapat dilakukan dengan pemeriksaan jumlah mikronukleus yang diperoleh dari apusan mukosa bukal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paparan logam terhadap jumlah mikronukleus apusan mukosa bukal pada perajin logam. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan subjek penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 20 sampel yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 10 sampel kelompok perajin logam dan 10 sampel kelompok bukan perajin logam. Sampel berupa apusan mukosa bukal subjek penelitian yang diambil menggunakan cytobrush dan dibuat preparat dengan pewarnaan Papanicolaou. Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya perbesaran 400x dengan bantuan kamera Optilab pro dan dilakukan perhitungan jumlah mikronukleus per 1000 sel. Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa jumlah mikronukleus kelompok perajin logam lebih tinggi dibandingkan kelompok bukan perajin logam dengan perbedaan signifikan (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh paparan logam terhadap jumlah mikronukleus apusan mukosa bukal. | Pasir Wetan Village, Karanglewas District is one of the centers for the existence of Metal Crafts MSMEs in Banyumas Regency, Central Java. The village community considers metal crafts to be one of the productive activities as a source of income. Making metal crafts exposes metal craftsmen to metal continuously. Continuous exposure to metals and the lack of use of personal protective equipment has resulted in more and more metals entering the body, some metals have been proven to be genotoxic agents. Metals that are genotoxic can trigger DNA damage which can lead to malignant conditions. One early detection of malignant conditions can be done by examining the number of micronuclei obtained from buccal mucosal smears. The aim of this research is to determine the effect of metal exposure on the number of micronuclei from buccal mucosal smears in metal craftsmen. This type of research is observational analytic with a cross-sectional design. The technique for selecting research subjects was carried out using purposive sampling. This research used 20 samples which were divided into 2 groups, namely 10 samples from the metal crafts group and 10 samples from the non-metal crafts group. The sample was a smear of the research subject's buccal mucosa was taken using a cytobrush and prepared with Papanicolaou staining. The preparation was observed under a light microscope at 400x magnification with the help of an Optilab pro camera and the number of micronuclei per 1000 cells was counted. The results of the Mann-Whitney statistical test showed that the number of micronuclei in the metal crafts group was higher than that in the non-metal crafts group with a significant difference (p < 0.05). The conclusion of this study is that there is an influence of metal exposure on the number of micronuclei in buccal mucosal smears. | |
| 40526 | 42789 | C1H020005 | The Effect of Motivation and Innovative Behavior on MSMEs Performance with Job Satisfaction as A Mediating Variable (Study at Culinary Sector MSMEs in Banyumas Regency) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan perilaku inovatif terhadap kinerja UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang dimediasi kepuasan kerja, penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Implikasi teori dalam penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pengaruh motivasi dan perilaku inovatif terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Implikasi praktisnya adalah memberikan beberapa rekomendasi bagi para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya di UMKM. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden dengan pengambilan sampel secara purposive melalui kuesioner skala likert. Analisis data menggunakan metode SEM (Structural Equation Modeling) dengan alat ukur SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan perilaku inovatif sama-sama berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja dan perilaku inovatif sama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja, motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja, kepuasan kerja memediasi pengaruh motivasi terhadap kinerja dan kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh perilaku inovatif terhadap kinerja. | This study aims to determine the effect of motivation and innovative behavior on the performance of MSMEs (Micro Small Medium Enterprises) mediated by job satisfaction, this study was conducted at Banyumas Regency. Theoritical implications in this study is to increase knowledge about the effect of motivation and innovative behavior on the performance with job satisfaction as a mediating variable. The practical implication will be to provide some recommendations for MSMEs actors in carrying out their business in MSMEs. The number of respondents taken in this study was 100 respondents with purposive sampling through Likert scale questionnaire. Data analysis using SEM (Structural Equation Modeling) method with the SmartPLS 3 measurement tool. The result of this study shows that motivation and innovative behavior both have positive effect on job satisfaction, job satisfaction and innovative behavior both have positive effect on performance, motivation has no effect on performance, job satisfaction mediates the effect of motivation on performance and job satisfaction do not mediate the effect of innovative behavior on performance. | |
| 40527 | 42790 | C1A020035 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN ASPEK KETERSEDIAAN PRODUKSI PADI DI JAWA TENGAH (STUDI KASUS 35 KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2017-2021) | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ketahanan Pangan Berdasarkan Aspek Ketersediaan Produksi Padi di Jawa Tengah (Studi Kasus 35 Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Periode 2017-2021)”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh luas panen padi, PDRB per kapita, tenaga kerja sektor pertanian, dan Angka Melek Huruf Perempuan terhadap kondisi ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah dengan memfokuskan pada produksi padi di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017-2021. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan regresi linier berganda dengan analsisi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa luas panen padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi. Sedangkan PDRB per kapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi padi. Kemudian tenaga kerja sektor pertanian berpengaruh negatif signifikan dan Angka Melek Huruf Perempuan tidak berpengaruh terhadap produksi padi. Variabel yang paling mempengaruhi produksi padi adalah luas lahan panen padi. Implikasi untuk penelitian ini adalah perlu adanya peningkatan produksi padi sebagai salah satu bentuk usaha untuk menjaga ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah, wilayah pertanian yang digunakan untuk menanam padi di Kabupaten/Kota perlu dijaga agar tidak terjadi alih fungsi lahan pertanian. Penerapan intensifikasi faktor-faktor produksi perlu diterapkan agar hasil produksi padi dapat meningkat karena terdapat pengembangan infrastruktur pertanian seperti peralatan pertanian, irigasi, benih, pupuk, dan sebagainya. | This research is entitled " Analysis of Factors Affecting Food Security Based on the Availability of Rice Production in Central Java (Case Study of 35 Districts / Cities in Central Java Province for the Period 2017-2021)". The purpose of this study is to analyze the effect of rice harvest area, GRDP per capita, agricultural sector labor, and Female Literacy Rate on food security conditions in Central Java Province by focusing on rice production in each Regency / City in Central Java Province in 2017-2021. The analytical method used in this research is multiple linear regression equation with panel data analysis. The results showed that rice harvest area had a positive and significant effect on rice production. Meanwhile, GRDP per capita has a negative and significant effect on rice paddy production. Then the agricultural sector labor has a significant negative effect and the Female Literacy Rate has no effect on rice paddy production. The variable that most influences rice paddy production is the area of rice harvesting land. The implication for this research is that there is a need to increase rice production as a form of effort to maintain food security in Central Java Province, agricultural areas used to grow rice in the Regency / City need to be maintained so that there is no conversion of agricultural land. The application of intensification of production factors needs to be applied so that rice production can increase because there is a development of agricultural infrastructure such as agricultural equipment, irrigation, seeds, fertilizers, and so on. | |
| 40528 | 42061 | C1A020077 | Pengaruh Kredit Sektor Pertanian Terhadap Perubahan Jumlah Penduduk Miskin Pedesaan di Pulau Jawa | Jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa menempati posisi pertama dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Menurut wilayahnya, jumlah penduduk miskin daerah pedesaan selalu lebih tinggi daripada daerah perkotaan. Yang mana penduduk miskin pedesaan mayoritas menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel kredit investasi sektor pertanian, kredit modal kerja sektor pertanian, nilai tukar petani, dan COVID-19 terhadap perubahan jumlah penduduk miskin wilayah pedesaan di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan data sekunder di 5 provinsi dalam kurun waktu 2017-2022. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan perangkat lunak E-views. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit investasi sektor pertanian dan kredit modal kerja sektor pertanian tidak berpengaruh terhadap perubahan jumlah penduduk miskin wilayah pedesaan. Sementara itu, nilai tukar petani berpengaruh negatif signifikan terhadap perubahan jumlah penduduk miskin wilayah pedesaan. Dan COVID-19 berpengaruh positif signifikan terhadap perubahan jumlah penduduk miskin wilayah pedesaan di Pulau Jawa dalam kurun waktu 2017-2022. Implikasi yang direkomendasikan dalam penelitian adalah melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan terkait pemberian kredit investasi dan kredit modal kerja di sektor pertanian. Selain itu perlu upaya untuk menjaga stabilitas Nilai Tukar Petani (NTP) pada tingkat yang rasional. Koordinasi antara pemerintah, lembaga keuangan, sektor swasta, dan masyarakat pedesaan perlu ditingkatkan dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung stabilitas NTP dan pengentasan kemiskinan di pedesaan. Intervensi yang difokuskan pada masyarakat pedesaan, seperti bantuan sosial, pelatihan keterampilan, dan pengembangan sektor pertanian, juga penting untuk menghadapi dampak COVID-19 dan meningkatkan mata pencaharian serta penghasilan mereka. | The number of poor people on Java Island occupies the first position compared to other provinces in Indonesia. By region, the number of poor people in rural areas is always higher than in urban areas. The majority of the rural poor depend on their livelihoods in the agricultural sector. This study aims to analyze the effect of the variable agricultural sector investment credit, agricultural working capital credit, farmer exchange rates, and COVID-19 on changes in the number of poor people in rural areas on the island of Java. This research uses secondary data from five provinces in the period 2017–2022.The results of the study show that investment credit in the agricultural sector and working capital credit in the agricultural sector have no effect on changes in the number of poor people in rural areas. Meanwhile, the exchange rate of farmers has a significant negative effect on changes in the number of poor people in rural areas. And COVID-19 has had a significant positive effect on changes in the number of poor people in rural areas on Java Island in the 2017–2022 period. The implication that is recommended in this research is to evaluate and adjust policies related to the provision of investment credit and working capital credit in the agricultural sector. In addition, efforts are needed to maintain the stability of the Farmer's Exchange Rate (NTP) at a rational level. Coordination between the government, financial institutions, the private sector, and rural communities needs to be improved in formulating policies and programs that support FTT stability and poverty alleviation in rural areas. Interventions focused on rural communities, such as social assistance, skills training, and agricultural sector development, are also important to deal with the impact of COVID-19 and improve their livelihoods and incomes. | |
| 40529 | 42791 | A1D019211 | EVALUASI UNSUR HARA NITROGEN DAN SERAPANNYA TERHADAP HASIL TANAMAN PADI SAWAH DI DAS SERAYU, KECAMATAN KLAMPOK, KABUPATEN BANJARNEGARA | Unsur Nitrogen (N) merupakan unsur yang paling cepat terlihat pengaruhnya terhadap tanaman padi sawah. Peran utama unsur ini adalah merangsang pertumbuhan vegetatif , meningkatkan jumlah anakan, meningkatkan jumlah bulir rumpun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi unsur hara Nitrogen (N) di lahan sawah, di DAS Serayu, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara dan mengetahui hubungan antara N tersedia tanah dengan hasil tanaman padi di DAS Serayu, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan September 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan secara purposive random sampling. Penentuan titik lokasi pengamatan menggunakan sistem transek, pada peta Satuan Lahan Homogen (SLH) disusun melalui overlay peta penggunaan lahan sawah, peta jenis tanah dan peta kelerengan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan pengeboran tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm yang dilakukan secara random pada setiap lokasi pengamatan, pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit pada setiap lapisan tanah. Pengambilan sampel jaringan tanaman diambil dari 6 tanaman, pada setiap tanaman diambil 2 daun dari daun ke 3, sehingga diperoleh 12 daun pada setiap lokasi,. Variabel yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listik (DHL) tanah, potensial redoks, N total tanah, Serapan N tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sebaran unsur hara Nitrogen (N) pada lahan sawah pertanaman padi DAS Serayu, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara di lokasi penelitian berkisar 0,34% - 1,01% atau mempunyai harkat sedang – sangat tinggi dengan rata-rata setiap SLH memiliki nilai N total berkisar 0,67% - 0,79% yang berharkat tinggi. Hubungan hasil tanaman dengan N total tanah mempunyai hubungan positif dengan nilai r = 0,368 memiliki hubungan kriteria yang lemah. Hubungan korelasi N serapan tanaman dengan hasil tanaman memiliki hubungan positif dengan nilai r = 0,489 memiliki hubungan kriteria yang sedang. Rekomendasi pemupukan unsur hara Nitrogen (N) di lokasi penelitian DAS Serayu, Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara pada SLH 1 dan 2 adalah 124,30 kg N/ha, setara dengan pupuk urea sebanyak 270,22 kg/ha, sedangkan SLH 3 adalah 186,45 kg N/ha, setara dengan pupuk urea sebanyak 405,33 kg/ha. | The element Nitrogen (N) is the element that has the most visible effect on lowland rice plants. The main role of this element is to stimulate vegetative growth, increase the number of tillers, increase the number of spikelets. This research aims to determine the distribution of the nutrient Nitrogen (N) in rice fields, in the Serayu Watershed, Klampok District, Banjarnegara Regency and to determine the relationship between soil available N and rice yields in the Serayu Watershed, Klampok District, Banjarnegara Regency. The research was carried out from February to September 2023. The research method used was a field survey using purposive random sampling. Determining the observation location points using a transect system, on a Homogeneous Land Unit (SLH) map is arranged by overlaying a rice field use map, soil type map and slope map. Soil sampling was carried out by drilling the soil at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm which was carried out randomly at each observation location. Soil sampling was carried out compositely in each soil layer. Plant tissue samples were taken from 6 plants, from each plant 2 leaves were taken from the 3rd leaf, so that 12 leaves were obtained at each location. The variables observed were pH H2O, pH KCl, soil electrical conductivity (DHL), redox potential, total soil N, plant N uptake, and rice crop yield. The results of the research show that the distribution status of the nutrient Nitrogen (N) in rice fields planted in the Serayu Watershed, Klampok District, Banjarnegara Regency at the research location ranges from 0.34% - 1.01% or has a medium - very high level with an average of SLH has a total N value ranging from 0.67% - 0.79% which is highly valuable. The relationship between crop yield and total soil N has a positive relationship with a value of r = 0.368 which has a weak criterion relationship. The correlation between plant N uptake and plant yield has a positive relationship with a value of r = 0.489, which has a moderate criterion relationship. Recommendation for Nitrogen (N) nutrient fertilization at the Serayu Watershed research location, Klampok District, Banjarnegara Regency at SLH 1 and 2 is 124.30 kg N/ha, equivalent to urea fertilizer of 270.22 kg/ha, while SLH 3 is 186 .45 kg N/ha, equivalent to 405.33 kg/ha of urea fertilizer. | |
| 40530 | 44592 | H1C019021 | STUDI GEOLOGI DAN GEOKIMIA FLUIDA PADA LAPANGAN PANAS BUMI LUMUT BALAI, SUMATERA SELATAN | Seiring berkembangnya zaman, penggunaan bahan bakar energi fosil semakin meningkat sedangkan cadangan minyak bumi semakin menipis, sehingga diperlukan alternatif penghasil energi yang baru dan terbarukan, yaitu energi panas bumi. Salah satu lokasi sumber energi panas bumi berada di Lumut Balai, Sumatera Selatan. Lumut Balai merupakan lapangan panas bumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy dengan sistem hidrotermal vulkanik, dibuktikan dengan kehadiran manifestasi fumarol dan mata air panas. Sistem vulkanik di Lumut Balai berkaitan erat dengan aktivitas sistem sesar Sumatera. Lumut Balai terletak di kaldera Lumut Balai yang tersusun atas andesit, breksi andesit, andesit basaltik, basalt, limestone, meta-sediment, tuff, dan breksi tuff yang mana telah teralterasi sampai batas tertentu. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik geokimia air panas bumi menggunakan metode geotermometer dan geoindikator. Pengukuran temperatur bawah permukaan menghasilkan rentang suhu manifestasi air 252-261oC sedangkan manifestasi gas mempunyai rentang suhu 180-250oC. Data kation dan anion dari sampel manifestasi air dapat menyediakan informasi jenis tipe fluida menggunakan diagram Cl-SO4-HCO3, kesetimbangan fluida menggunakan diagram Na-K-Mg, dan asal usul fluida menggunakan diagram Cl-Li-B. Hal serupa berlaku juga untuk manifestasi gas dengan diagram H2-H2S-CH4 digunakan untuk menentukan tipe gas, diagram CO2-H2S-NH3 digunakan untuk mengetahui zona upflow dan zona outflow, dan diagram N2-CO2-Ar digunakan untuk mengetahui asal-usul gas. Kedalaman pada manifestasi diperkirakan berdasarkan gradien thermal dengan validasi dari data tiga sumur bor. | As time goes by, the use of fossil energy fuels is increasing while petroleum reserves are becoming increasingly depleted, so that new and renewable energy producing alternatives are needed, namely geothermal energy. One location for geothermal energy sources is in Lumut Balai, South Sumatra. Lumut Balai is a geothermal field managed by PT Pertamina Geothermal Energy with a volcanic hydrothermal system, proven by the presence of fumarole manifestations and hot springs. The volcanic system in Lumut Balai is closely related to the activity of the Sumatran fault system. Lumut Balai is located in the Lumut Balai caldera which is composed of andesite, andesite breccia, basaltic andesite, basalt, limestone, meta-sediment, tuff, and tuff breccia which have been altered to a certain extent. This research aims to determine the geochemical characteristics of geothermal water using geothermometer and geoindicator methods. Subsurface temperature measurements produce a temperature range for water manifestations of 252-261oC while gas manifestations have a temperature range of 180-250oC. Cation and anion data from water manifestation samples can provide information on fluid types using the Cl-SO4-HCO3, fluid balance using the Na-K-Mg, and the origin of fluid using the Cl-Li-B. The same thing applies to gas manifestations with H2-H2S-CH4 used to determine type of gas, CO2-H2S-NH3 used to determine upflow zone and outflow zone, and the N2-CO2-Ar diagram used to determine the origin of the gas. The depth at manifestation is estimated based on the thermal gradient with validation from data from three drilled wells. | |
| 40531 | 42793 | C1A020085 | STRATEGI UNTUK MEWUJUDKAN GREEN ECONOMY DALAM MENGEMBANGKAN SEKTOR PERTANIAN DI WILAYAH KECAMATAN LAHAN PERTANIAN PADI TERTINGGI DI KABUPATEN BANYUMAS | Ekonomi hijau adalah model pengembangan ekonomi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan pembangunan berkelanjutan membutuhkan implementasi ekonomi hijau, seperti penggunaan sumber daya alam secara efektif dan efisien dalam jangka panjang. Kecamatan Sumbang adalah daerah dengan lahan pertanian padi terluas di Kabupaten Banyumas, oleh karena itu memiliki potensi bagi petani untuk mengadopsi perilaku dan aktivitas yang mendukung ekonomi hijau. Penelitian ini mengambil judul: “Strategi Untuk Mewujudkan Green Economy Dalam Mengembangkan Sektor Pertanian di Wilayah Kecamatan Lahan Pertanian Padi Tertinggi Di Kabupaten Banyumas“. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi penerapan green economy di pertanian padi di Kecamatan Sumbang. Analisis SWOT adalah metode analisis strategis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja suatu organisasi atau proyek. Hasil penelitian serta analisis data menunjukkan bahwa: (1) Strategi paling tepat untuk menerapkan ekonomi hijau dalam pertanian padi di Kecamatan Sumbang adalah strategi S-T (kekuatan-ancaman) atau disebut juga strategi diversifikasi, berarti pertanian padi di Kecamatan Sumbang harus memanfaatkan kekuatan internal untuk meminimalkan ancaman eksternal. Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan dukungan dan fasilitasi dari pengambil kebijakan, melalui penyediaan akses mudah terhadap pupuk organik, pelatihan, insentif, program edukasi, pengembangan alternatif ramah lingkungan, pengawasan yang ketat terhadap penggunaan zat kimia, serta kebijakan dan insentif yang mendukung produk tani organik, untuk mendorong penerapan green economy di pertanian padi Kecamatan Sumbang. | Green economy is an economic development model that supports sustainable development. The goals of sustainable development require the implementation of green economy, such as the effective and efficient utilization of natural resources in the long term. The objective of this research is to analyze the strategies for implementing green economy in paddy farming in Sumbang Sub-District. Purposive sampling technique was used to select respondents who have responsibilities and influence on paddy farming in Sumbang Sub-District. The researchers utilized a questionnaire as an analytical tool to gather and analyze data in the study. Sumbang Sub-District is an area with the largest paddy agricultural land in Banyumas Regency, and therefore has the potential for farmers to adopt behaviors and activities that support green economy. The title of this research is: "Strategies to Achieve Green Economy in Developing the Agricultural Sector in the Sub-District with the Highest Paddy Agricultural Land in Banyumas Regency." The aim of this research is to analyze the strategies for implementing green economy in paddy farming in Sumbang Sub-District. SWOT analysis is a strategic analysis method used to evaluate the internal and external factors that influence the performance of an organization or project. The research findings and data analysis indicate that: (1) The most suitable strategy for implementing green economy in paddy farming in Sumbang Sub-District is the S-T strategy (strengths-threats), also known as the diversification strategy, which means that paddy farming in Sumbang Sub-District should leverage internal strengths to minimize external threats. The implications of this research are the need for support and facilitation from policymakers, including easy access to organic fertilizers, training, incentives, educational programs, the development of environmentally friendly alternatives, strict monitoring of chemical usage, and policies and incentives that support organic farming products. These measures are necessary to promote the implementation of green economy in paddy farming in Sumbang Sub-District. | |
| 40532 | 42794 | G1A020008 | PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) DENGAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR REACTIVE OXYGEN SPECIES (ROS) PADA TIKUS MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA | Pendahuluan: Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolik yang menyebabkan 4,4 juta kematian per tahun dan berkontribusi pada penyakit jantung iskemik dan stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia. Terjadi peningkatan reactive oxygen species (ROS) pada hiperkolesterolemia yang merupakan mekanisme tersering pencetus komplikasi penyakit jantung iskemik dan stroke. Ekstrak pegagan (Centella asicatica) bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dan ROS melalui kandungan metabolit sekunder dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan peningkat metabolisme lipid. Simvastatin adalah obat standar untuk hiperkolesterolemia, memiliki efek pleiotropik menurunkan ROS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian ekstrak pegagan dengan simvastatin terhadap kadar ROS tikus model hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan desain post-test only with control group. Tikus sebanyak 24 ekor dibagi menjadi 4 kelompok secara acak yaitu kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (perlakuan sakit), kelompok 3 (perlakuan sakit dengan terapi esktrak pegagan 500mg/kgBB/hari), kelompok 4 (perlakuan sakit dengan terapi simvastatin 20mg/hari). Kadar ROS dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis. Nilai yang dianggap signifikan adalah p<0,05. Hasil: Rerata kadar ROS pada setiap kelompok yaitu kelompok 1=108 U/mL; kelompok 2=129 U/mL; kelompok 3=129 U/mL; kelompok 4=150 U/mL. Terdapat perbedaan kadar ROS yang signifikan antar kelompok yang ditunjukkan dengan nilai p=0,001 pada uji Kruskall-Wallis. Uji Post-Hoc Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok 1 dengan kelompok 2, 3, 4, antara kelompok 2 dengan 4, serta antara kelompok 3 dan 4. Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara kadar ROS pada tikus hiperkolesterolemia yang diberi ekstrak pegagan (Centella asiatica) dengan yang diberi simvastatin. | Introduction: Hypercholesterolemia is a metabolic disorder which causes 4.4 million deaths per year and contribute to ischemic heart disease and stroke as world's leading death cause. There's reactive oxygen species (ROS) enhancement in hypercholesterolemia which is the most common mechanism, initiating complications such as ischemic heart disease and stroke. Pegagan (Centella asiatica) extract is beneficial to lower cholesterol and ROS level through its secondary metabolites and vitamin C that act as antioxidant and lipid metabolism enhancement. Simvastatin is the standard drug for hypercholesterolemia with pleiotropic effect to reduce ROS. This research was conducted to study the comparison of pegagan extract with simvastatin upon ROS level in hypercholesterolemia rat model. Method: This research was a true experimental research with post-test only with control group design. Twenty-four rats were divided into 4 groups randomly, consisting group 1 (healthy control), group 2 (sick treatment), group 3 (sick treatment with 500mg/kgBW/day pegagan extract), group 4 (sick treatment with 20mg/day simvastatin). ROS levels were analyzed with Kruskal-Wallis. Significant p level was<0.05. Results: Average ROS level of each group as follows, group 1=108 U/mL; group 2=129 U/mL; group 3=129 U/mL; group 4=150 U/mL. Kruskal-Wallis test showing p=0.001 which indicates significant differences of ROS level between groups. Mann-Whitney Post Hoc Test showing significant difference between group 1 and group 2, 3, 4, between group 2 and 4, between group 3 and 4. Conclusion: There is a difference in ROS levels between hypercholesterolemia rats treated with pegagan extract and simvastatin. | |
| 40533 | 44593 | H1D020022 | Pengembangan serta Uji Performa dan Keamanan Modul Registrasi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Berbasis NextJS | Teknologi terus berkembang seiring waktu. Dalam aspek pengembangan perangkat lunak, kini banyak berkembang framework dengan variasi dan keunikanya masing-maisng. Dalam pengembangan perangkat lunak di Universitas Jenderal Soedirman, sebagian masih menggunakan framework versi lama, salah satunya modul Registrasi Mahasiswa menggunakan Yii versi 1.0. Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan teknologi, dirasa perlu untuk melakukan pembaruan ke teknologi yang lebih baru. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dikembangkan modul Registrasi Mahasiswa menggunakan framework Next.js untuk selanjutnya diuji dan dianalisis kinerjanya guna membantu dalam penentuan teknologi untuk pengembangan perangkat lunak selanjutnya. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul Registrasi Mahasiswa yang dikembangkan dengan Next.js memiliki performa yang cukup baik dimana mampu menangani hingga 700 pengguna secara bersamaan. Adapun dari segi keamanan, Next.js memiliki potensi celah keamanan yang lebih rendah daripada Yii. | Technology continues to grow over time. In the aspect of software development, many frameworks are now developing, each with its own variations and uniqueness. Some software development at Jenderal Soedirman University still use old versions of the framework, one of them is the Student Registration module using Yii version 1.0. As technology develops and needs, it is deemed necessary to update to newer technology. Therefore, in this research, the Student Registration module will be developed using the Next.js framework then test and analyze its performance to assist in determining technology for further software development. The test result shows that the Student Registration module developed with Next.js performs quite well, being able to handle up to 700 users simultaneously. In terms of security, Next.js has a lower security vulnerability potential than Yii. | |
| 40534 | 42801 | H1B018049 | PENGARUH KARAKTERISTIK KAWASAN TERHADAP POLA TRIP CHAINING PEREMPUAN DI KAWASAN PERKOTAAN PURBALINGGA | Kabupaten Purbalingga adalah daerah berkembang dengan pusat kegiatan yang berada di tengah kota. Dikarenakan perempuan memiliki tanggung jawab keluarga yang lebih besar, mereka cenderung melakukan trip chaining dalam melakukan mobilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kawasan perkotaan Purbalingga jika ditinjau dari aspek sosial ekonomi, serta bagaimana pola trip chaining yang dilakukan perempuan usia produktif di kawasan perkotaan Purbalingga , dan apakah ada pengaruh antara karakteristik dari suatu kawasan dengan pola trip chaining yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode SEM (Structural Equation Modelling) dengan bantuan alat analisis AMOS (Analysis Moment Of Structures). Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara langsung di lokasi yang ditentukan oleh metode area sampling dengan gabungan antara metode wawancara dan pengisian mandiri dari responden. Pengambilan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan metode slovin dengan margin of error sebesar 10%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa karakteristik sosial ekonomi perempuan usia produktif di kawasan perkotaan Purbalingga mayoritas memiliki pendidikan terakhir SMA/sederajat, memiliki empat anggota keluarga yang tinggal bersama, dan memiliki pengeluaran perbulan yang berada di bawah UMK Purbalingga (Rp. 2.130.980). Sementara pola trip chaining yang dilakukan perempuan usia produktif di kawasan perkotaan Purbalingga relatif masih sedikit dilakukan, karena hanya 57 % responden yang memiliki > 1 tujuan dalam 1 perjalanan, selain memenuhi tujuan utama kebanyakan responden sering mengunjungi mini market dan memiliki waktu tempuh < 30 menit serta total jarak 10-14.9 KM dalam satu perjalanan. Ditemukan hasil bahwa karakteristik kawasan berpengaruh positif terhadap trip chaining dengan nilai sebesar 0.700, dengan variabel tingkat pengeluaran yang berpengaruh paling besar sebesar 0.382. | Purbalingga Regency is a developing region with an activity center in the middle of the city. Because women have greater family responsibilities, they tend to do trip chaining in mobility, such as combining trips to take children to school and shopping for family needs at the market. This research was conducted to know the characteristics of Purbalingga urban area in terms of socio-economic aspects, as well as how the trip chaining pattern carried out by women of productive age in Purbalingga urban area, and whether there is an influence between the characteristics of an area with the trip chaining pattern carried out. This research was conducted using the SEM (Structural Equation Modeling) method with the help of AMOS (Analysis Moment Of Structures) analysis tool. Primary data was obtained through the distribution of questionnaires directly at the location determined by the area sampling method with a combination of interview and self-filling methods from respondents. Sampling is determined using the slovin method with a margin of error of 10%. Based on the research conducted, it is known that the socio-economic characteristics of women of productive age in urban areas of Purbalingga majority have the last education of SHS/equivalent, have four family members who live together, and have monthly expenses that are below the Purbalingga minimum wage (Rp.2.130.980). Meanwhile, the trip chaining pattern carried out by women of productive age in urban areas of Purbalingga is relatively little done, because only 57% of respondents have > 1 destination in 1 trip, other than fulfilling the primary purpose, most respondents often visit mini markets and have a travel time < 30 minutes and a total distance of 10-14.9 KM in one trip. The results found that the characteristics of the area had a positive effect on trip chaining with a value of 0.700, with the variable level of expenditure having the greatest effect of 0.382. | |
| 40535 | 42804 | H1C019047 | Studi hubungan fisik dan kimia pada batugampingr sebagai bahan baku semen Portland, Desa Darmakradenan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah | Batugamping merupakan salah satu sumber daya pertambangan yang diperlukan sebagai bahan baku semen, selain untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kajian terhadap potensi batugamping diperlukan untuk mengetahui kelayakan batu kapur sebagai bahan baku semen akibat meningkatnya kebutuhan semen. Lokasi penelitian berada di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini ditinjau dengan menggunakan analisis geokimia terhadap 26 sampel batuan, menggunakan metode XRF (X-Ray Fluorescence) dan 8 sampel untuk analisis petrografi sehingga diketahui kondisi fisik batuan. Standar kelayakan mutu batu kapur, menggunakan baku mutu berdasarkan PT Sinar Tambang Arthalestari, dan PT Semen Indonesia sebagai parameternya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari litofasies wackestone, packtone, grainstone dan kristalin dengan mutu kadar tinggi mempunyai kisaran CaO 56,64–54,38%, MgO 0,73% – 0,35%, mutu sedang mutu CaO mutu rendah 31,57%-45,88%, kandungan geokimia MgO 1,94%-5,4%. Sebaran batugamping kualitas mutu tinggi tersebar dari arah barat – timur daerah penelitian, batugamping kualitas mutu sedang tersebar di tengah-tengah daerah penelitian, batugamping mutu buruk tersebar di selatan daerah penelitian, dengan sebaran dari barat – timur. | Limestone is a mining resource that is necessary as a raw material for cement, in addition to the development of infrastructure in Indonesia. Studies on the potential of limestone are necessary to determine the feasibility of limestone as a raw material for cement due to the increase in cement needs. The research location is in Darmakradenan Village, Ajibarang District, Banyumas Regency, Central Java. This study was reviewed using geochemical analysis on 26 samples of rock, using the XRF (X-Ray Fluorescence) method and 8 samples for petrographic analysis so that the physical condition of the rock is known. Limestone quality feasibility standards, using quality standards based on PT Sinar Tambang Arthalestari, and PT Semen Indonesia as parameters. The results showed that the research area consisted of wackestone lithofasies, packtone, grainstone and crystaline with high grade quality having CaO range 56.64–54.38%, MgO 0.73% – 0.35%, medium quality low grade CaO quality 31.57%-45.88%, geochemical content of MgO 1.94%-5.4%. The distribution of limestones with high grade quality is spread from the west – east of the research area, limestones with medium grade quality are scattered in the middle of the research area, poor quality limestones are in the south of the research area, with distribution from west – east. | |
| 40536 | 42796 | H1A018077 | ANALISIS TINGKAT KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG WONOSOBO 04 DI PT. PLN (PERSERO) UP3 PURWOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE RIA (RELIABILITY INDEX ASSESSMENT) | Dalam sistem distribusi tenaga listrik, kualitas energi listrik yang disalurkan kepada konsumen sangat dipengaruhi oleh keandalan sistem distribusi tersebut. Semakin kompleks sistem distribusi akan meningkatkan peluang terjadinya gangguan yang kemudian dapat mempengaruhi tingkat keandalan sistem distribusi tersebut. Oleh karena itu konfigurasi yang benar, peralatan yang andal dapat menghasilkan keandalan sistem distribusi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan sistem distribusi 20 kV pada penyulang WBO 04 Gardu Induk Wonosobo menggunakan metode RIA dengan menghitung SAIFI dan SAIDI sebagai indeks keandalannya. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan nilai SAIFI dan SAIDI berdasarkan perhitungan RIA sebesar 5,46705 fault/customer/yr dan 18,64815 hour/customer/yr. Sedangkan berdasarkan simulasi ETAP kondisi existing sebesar 3,7786 fault/customer/yr dan 13,1499 hour/customer/yr. Setelah dilakukan upaya perbaikan dengan penambahan 2 unit recloser didapatkan nilai SAIFI dan SAIDI sebesar 3,4551 fault/customer/yr dan 12,4430 hour/customer/yr sehingga sudah sesuai dengan SPLN 68-2:1986 untuk daerah Jawa-Bali. | In distribution system, the quality of electric al energy that is received by the consumers strongly affected by the reliability of the distribution system. The more complex the distribution system the higher also the chance of trip will be happen which is going to affect the realibility of the distribution system. That is why correct configuration, reliable equipment could produce good distribution system reliability. This study intend to analyze the reliability of 20 kV distribution system on WBO 04 feeders at Wonosobo Substatiton using RIA method by calculating SAIFI and SAIDI as the reliability index. The results obtained from this study shows the value of SAIFI and SAIDI based on RIA calculation are 5,46705 fault/customer/yr and 18,64815 hour/customer/yr. Meanwhile based on ETAP simulation in existing condition the results are 3,7786 fault/customer/yr and 13,1499 hour/customer/yr. After the repair were done by adding 2 unit of recloser the results of SAIFI and SAIDI are 3,4551 fault/customer/yr and 12,4430 hour/customer/yr which is fulfil SPLN 68-2:1986 for Java-Bali area. | |
| 40537 | 42797 | A1A019084 | ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI VARIETAS INPAGO UNSOED PROTANI DI KABUPATEN PURBALINGGA | Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemenuhan kebutuhan beras dengan padi varietas Inpago Unsoed Protani diharapkan dapat mencukupi kebutuhan beras nasional. Purbalingga memiliki luas lahan sebesar 11 hektar yang ditanami padi varietas Inpago Unsoed Protani yang tersebar di Kecamatan Padamara dan Kecamatan Kemangkon dengan jumlah rata-rata hasil produksi pada tahun 2022 mencapai 1,48 ton/ha. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi padi varietas Inpago Unsoed Protani dan mengetahui efisiensi teknis dari penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam kegiatan usahatani padi varietas Inpago Unsoed Protani. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan lokasi penelitian di Desa Sokawera dan Desa Bojanegara,Kecamatan Padamara serta Desa Penican dan Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, dan analisis efisiensi teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi adalah luas lahan dan pupuk urea. Sedangkan faktor lain seperti benih, pupuk phonska, pestisida, dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi. Usahatani padi varietas Inpago Unsoed Protani dikatakan belum efisien secara teknis. Faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis dan menyebabkan inefisiensi teknis adalah tingkat pendidikan dan pengalaman berusahatani, sedangkan faktor umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap inefisiensi. | Rice is a staple food for most Indonesian people. The Inpago Unsoed Protani variety is expected to be able to fulfill national rice needs. Purbalingga has 11 hectares of land area which planted with Inpago Unsoed Protani rice variety spread across Padamara District and Kemangkon District with an average production yield 1.48 tons/ha in 2022. Based on this description, this research aims to analyze the influence of production factors on the production of the Inpago Unsoed Protani rice variety and determine the technical efficiency of the use of production factors used in Inpago Unsoed Protani rice farming activities. The method used in the research was a survey method with research locations in Sokawera Village and Bojanegara Village, Padamara District and Penican Village and Kemangkon District, Purbalingga Regency. The data analysis used is descriptive analysis, Cobb-Douglas production function analysis, and technical efficiency analysis. The research results show that the production factors that have a significant influence on production results are land area and urea fertilizer. Meanwhile, other factors such as seeds, phonska fertilizer, pesticides and labor do not have a significant effect on production results. It is said that Inpago Unsoed Protani rice farming is not technically efficient. Factors that influence technical efficiency and cause technical inefficiency are the level of education and farming experience, while the age factor does not significantly influence inefficiency. | |
| 40538 | 42798 | K1C017006 | SIMULASI PENGARUH KETEBALAN RANGE MODULATION MATERIAL (RMM) TERHADAP PERUBAHAN KURVA BRAGG PADA RENTANG ENERGI PROTON 80-140 MeV | Terapi proton merupakan salah satu terapi radiasi yang semakin popular dalam pengobatan kanker karena kemampuannya untuk mengarahkan dosis radiasi dengan tepat pada tumor, serta mengurangi kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya. Salah satu teknik yang digunakan dalam terapi proton adalah menambahkan range modulation material (RMM), yang dapat memperlebar kurva Bragg agar sesuai dengan volume kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik interaksi proton dengan RMM dan tanpa RMM pada phantom heterogen dalam jangkauan energi 80-140 MeV, dan untuk mengetahui pelebaran yang dihasilkan dari interaksi proton dengan RMM dan phantom heterogen dengan variasi tebal bahan RMM pada energi 140 MeV. Phantom heterogen yang digunakan terdiri atas susunan kulit, jaringan lunak, dan tulang. Bahan RMM yang digunakaan adalah Tantalum dan Plexiglass. Penelitian dilakukan dengan menginteraksikan proton 80-140 MeV dengan phantom heterogen menggunakan perangkat lunak PHITS berbasis metode Monte Carlo. Hasilnya menunjukan kedalaman puncak Bragg yang dicapai oleh energi 80-140 MeV masing-masing adalah 5,0 cm; 6,0 cm; 7,0 cm; 8,0 cm; 9,2 cm; 10,6 cm dan 12,20 cm. Hal ini menunjukkan bahwa posisi puncak Bragg dipengaruhi oleh dua faktor yakni massa jenis material dan energi proton sumber. Pengujian kedua dilakukan dengan menginteraksikan proton 140 MeV dengan RMM bahan Tantalum dan Plexiglass. RMM akan divariasikan ketebalannya masing-masing 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm, dan 10 cm. Kombinasi Tantalum dan Plexiglass dengan variasi tebal 10 cm mampu menghasilkan pelebaran SOBP sebesar 8,4 cm. | Proton therapy is becoming increasingly popular in cancer treatment due to its ability to precisely target the radiation dose to tumors while reducing damage to surrounding healthy tissues. One of the techniques used in proton therapy is the addition of Range Modulation Material (RMM), which can broaden the Bragg peak to match the cancer volume. This research aims to investigate the characteristics of proton interaction with RMM and without RMM in heterogeneous phantoms within the energy range of 80-140 MeV. Additionally, it aims to determine the broadening effect resulting from proton interaction with RMM and heterogeneous phantoms with varying thicknesses of RMM material at an energy of 140 MeV. The heterogeneous phantom consists of layers representing skin, soft tissue, and bone. The RMM materials used are Tantalum and Plexiglass. The study was conducted by simulating proton interactions of 80-140 MeV with the heterogeneous phantom using the Monte Carlo-based PHITS software. The results showed that the Bragg peak depths achieved by energies of 80-140 MeV were 5.0 cm; 6.0 cm; 7.0 cm; 8.0 cm; 9.2 cm; 10.6 cm; and 12.20 cm, respectively. This indicates that the position of the Bragg peak is influenced by two factors: the material's density and the proton source energy. The second test involved proton interactions at 140 MeV with RMM materials Tantalum and Plexiglass, with RMM thicknesses varied at 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm, and 10 cm. The combination of Tantalum and Plexiglass with a thickness variation of 10 cm was able to produce a Spread-Out Bragg Peak (SOBP) broadening of 8.4 cm. | |
| 40539 | 42799 | F1A019064 | ANALISIS MINAT MEMBACA PADA KALANGAN REMAJA DI ERA DIGITAL (STUDI DI SMAN 4 KOTA BOGOR) | Tujuan penelitian ini selain untuk menjelaskan minat membaca siswa SMA di era digital, juga hendak menjelaskan perubahan budaya membaca di kalangan siswa tersebut. Ini didasarkan pada data lapangan yang dikumpulkan dengan metode kuantitatif, berupa survei deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan lewat google form. Responden penelitian yaitu siswa kelas X dan XI yang berjumlah 152 siswa 23.2% dari total populasi 635 siswa. Sampel tersebut diambil dengan teknik proportionate random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca siswa SMA Negeri 4 Bogor cukup tinggi. Hal tersebut diperlihatkan melalui temuan sebagai berikut: (1) Responden yang memiliki kesukaan terhadap membaca, yaitu sebanyak 13.8% responden sangat suka membaca dan sebanyak 52% responden suka membaca. (2) Sebagian responden memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca yaitu sebanyak 36.8% responden membaca di waktu luang dan hanya 13.2% responden yang tidak membaca di waktu luang. (3) Frekuensi membaca responden sangat tinggi, yaitu sebanyak 46% responden yang membaca lebih dari 30 menit dalam sehari dan sebanyak 31.6% responden membaca sekitar 15 – 30 menit dalam sehari. | The purpose of this study is not only to explain the reading interests of high school students in the digital era but also to elucidate the changes in reading culture among these students. This is based on field data collected using a quantitative method, in the form of a descriptive survey. The research was conducted at State Senior High School 4 Bogor, Bogor City, West Java. Data were collected through a questionnaire distributed via Google Form. The research respondents were students in grades X and XI, totaling 152 students, constituting 23.2% of the total population of 635 students. The sample was taken using the proportional random sampling technique. The data were analyzed using frequency distribution. The research results show that the reading interest of State Senior High School 4 Bogor students is quite high. This is demonstrated through the following findings: (1) Respondents who have a fondness for reading, namely 21 (13.8%) respondents very much enjoy reading, and 79 (52%) respondents enjoy reading. (2) Some respondents utilize their leisure time for reading, with 56 (36.8%) respondents reading in their spare time, and only 20 (13.2%) respondents not reading in their spare time. (3) The reading frequency of respondents is very high, with 70 (46%) respondents reading more than 30 minutes a day, and 48 (31.6%) respondents reading around 15–30 minutes a day. | |
| 40540 | 42800 | E1A019210 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA PENJUALAN BETON YANG TIDAK SESUAI PROMOSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 41/Pid.Sus/2023/PN Bgl) | Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang digunakan oleh masyarakat untuk membuat suatu bangunan. Beton merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia, terutama di dalam pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa penjualan beton yang tidak sesuai promosi berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen pada Putusan Nomor 41/Pid.Sus/2023/Pn Bgl. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data disajikan dengan melalui uraian secara sistematis dan logis dengan bentuk teks naratif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan menjatuhkan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan. Putusan tersebut menjadi bukti upaya perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa penjualan beton yang tidak sesuai promosi. | Concrete is one of the construction materials used by the community to make a building. Concrete is one of the necessities of human life, especially in infrastructure development. This study aims to determine the legal protection of consumers for concrete sales services that are not in accordance with promotions based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in Decision Number 41/Pid.Sus/2023/Pn Bgl. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The type of data in this research is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials.. The data is presented through systematic and logical descriptions in the form of narrative text, then analyzed normatively qualitatively. Based on the results of research and discussion, consumers have received legal protection based on Article 62 paragraph (1) Jo Article 8 paragraph (1) letter f of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection by imposing a prison sentence of 8 (eight) months. The verdict is evidence of legal protection efforts against consumers for concrete sales services that are not in accordance with the promotion. |