Artikelilmiahs
Menampilkan 40.541-40.560 dari 48.899 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40541 | 42802 | C1A020057 | DETERMINAN TINGKAT KEMISKINAN DI WILAYAH BARLINGMASCAKEB DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD APPROACH (SLA) | Tingginya tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan yang ada di Provinsi Jawa Tengah, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pengeluaran per kapita, panjang jalan, dan luas lahan terhadap kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb dengan menggunakan pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA). Data yang digunakan dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2022. Alat analisis yang digunakan adalah metode regresi linier berganda model data pooling time series (data panel). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan, pengeluaran per kapita, panjang jalan, dan luas lahan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel tingkat kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb. Sedangkan secara parsial variabel tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb, variabel pengeluaran per kapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb, variabel panjang jalan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb, dan variabel luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di wilayah Barlingmascakeb. Sehingga, perlu upaya dari pemerintah dalam peninjauan kembali kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta perlunya penyebaran informasi sehingga kebutuhan lulusan tenaga kerja mampu menemukan peluang kerja yang sesuai, menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan akses jalan yang lebih baik, perlunya penyuluhan pertanian bagi para petani, serta berbagai kebijakan dan program-program bantuan kepada petani miskin. | The high poverty rate in the Barlingmascakeb area is higher than the poverty rate in Central Java Province, so it is necessary to conduct research to analyze the effect of education rate, expenditure per capita, road length, and land area on poverty in the Barlingmascakeb area using the Sustainable Livelihood Approaches (SLA). The data used is from 2017 to 2022. The analytical tool used is the multiple linear regression method of pooling time series data models. The results showed that the variables of education rate, expenditure per capita, road length, and land area simultaneously had a significant effect on the poverty rate variable in the Barlingmascakeb area. While partially the variable education rate has a positive and significant effect on poverty in the Barlingmascakeb area, the expenditure per capita variable has a negative and significant effect on poverty in the Barlingmascakeb area, the road length variable has a negative and significant effect on poverty in the Barlingmascakeb area, and the land area variable has a positive and significant effect on poverty in the Barlingmascakeb area. So efforts are needed from the government in reviewing the curriculum according to user needs, as well as the need for information dissemination so that the needs of labor graduates are able to find appropriate job opportunities, provide jobs, improve access to better roads, the need for agricultural counseling for farmers, as well as various policies and programs of assistance to poor farmers. | |
| 40542 | 42805 | F1A019095 | STUDI NETNOGRAFI PERILAKU GENERASI MILENIAL DALAM FENOMENA CRYPTOCURRENCY MELALUI AIRDROP HUNTER DI MEDIA SOSIAL TELEGRAM | Penelitian ini dilakukan mengetahui pemaknaan generasi milenial terhadap fenomena cryptocurrency melalui airdrop hunter di media sosial telegram serta untuk mencari tahu perilaku apa saja yang muncul serta melekat di dalam fenomena baru ini. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi, serta menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz sebagai pisau analisisnya. Penelitian ini berfokus pada para airdrop hunter yang berada di komunitas airdrop finder indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan generasi milenial dalam hal ini airdrop hunter memaknai cryptocurrency sebagai instrumen keuangan, serta peluang yang memiliki resiko. Dalam prosesnya airdrop hunter melakukan tindakan-tindakan seperti mencari airdrop, mendaftar, memantau dan mempromosikan airdrop. Airdrop hunter juga sering kali melakukan obrolan yang membahas seputar crypto, bertransaksi menggunakan seller dan melakukan donasi untuk kegiatan sosial. Pemaknaan dan perilaku airdrop hunter dapat dipahami sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan makna subjektif, dinamika ekonomi, dan dinamika sosial. Interaksi yang aktif dalam komunitas, kepuasan dari pengalaman pribadi, dan kontribusi positif pada masyarakat | This research was conducted to find out the meaning of the millennial generation towards the cryptocurrency phenomenon through airdrop hunters on telegram social media and to find out what behaviors arise and are inherent in this new phenomenon. This research uses a descriptive qualitative method with a netnography approach, and uses Alfred Schutz's phenomenological theory as an analysis knife. This research focuses on airdrop hunters who are in the Indonesian airdrop finder community. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation. Data validation in this study uses triangulation techniques. The results of this study show that the millennial generation, in this case airdrop hunters, interpret cryptocurrency as a financial instrument, as well as an opportunity that has risks. In the process, airdrop hunters perform actions such as searching for airdrops, registering, monitoring and promoting airdrops. Airdrop hunters also often have chats that discuss crypto, transact using sellers and make donations for social activities. The meaning and behavior of airdrop hunters can be understood as an ecosystem that involves subjective meaning, economic dynamics, and social dynamics. Active interaction in the community, satisfaction from personal experiences, and positive contributions to society. | |
| 40543 | 42803 | G2A021003 | PROFIL EKSPRESI mRNA p21 dan MDM2 PADA KARSINOMA OVARIUM MUSINOSUM | Karsinoma ovarium musinosum (MOC) menunjukkan respon kemoterapi yang rendah, menimbulkan tantangan serius dalam pengobatannya. Pemahaman tentang mekanisme molekuler yang mendasari perkembangan pada kanker ini masih terbatas. Studi sebelumnya telah mengemukakan p21 dan MDM2 sebagai faktor penting dalam perkembangan kanker ini, namun informasi konsisten tentang profil ekspresinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi relatif mRNA p21 dan MDM2 pada pasien dengan karsinoma ovarium musinosum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan studi potong lintang. Sampel terdiri dari 27 pasien yang terdiagnosis sebagai karsinoma ovarium musinosum di Bagian Anatomi Patologi Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, yang memenuhi syarat inklusi. Ekspresi relatif mRNA p21 dan MDM2 dilakukan dengan menggunakan teknik RT-qPCR dan kemudian dihitung menggunakan rumus 2-ΔCt. Ekspresi relatif mRNA p21 pada sebagian besar (78%, n=21) adalah overexpression dengan rerata 22,05 ± 30,27, sedangkan 22% (n=6) menunjukkan low expression dengan rerata 0,77 ± 0,75. Seluruh sampel menunjukkan hasil low expression pada ekspresi relatif mRNA MDM2 dengan rerata 0,08 ± 0,12. Tingginya ekspresi relatif mRNA p21 pada karsinoma ovarium musinosum berpotensi berp¬eran sebagai onkogen. Oleh karena itu, menargetkan p21 dan PI3K dapat menjadi strategi terapeutik yang menarik untuk jenis kanker ini. | Mucinous ovarian carcinoma (MOC) shows a low response to chemotherapy, posing serious challenges in its treatment. Understanding of the molecular mechanisms underlying progression in MOC is limited. Previous studies have suggested p21 and MDM2 as important factors in the progression of MOC, but consistent information on their expression profiles is limited. This study aims to determine the relative expression of p21 and MDM2 mRNA in patients with MOC. This study used descriptive research method with cross-sectional study. The sample consisted of 27 patients diagnosed as MOC at the Anatomical Pathology Department of Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, who met the inclusion requirements. Relative expression of p21 and MDM2 mRNA was performed using RT-qPCR technique and then calculated using 2-ΔCt formula. The relative expression of p21 mRNA in the majority (78%, n=21) was overexpression with a mean of 22.05 ± 30.27, while 22% (n=6) showed low expression with a mean of 0.77 ± 0.75. All samples showed low expression results in the relative expression of MDM2 mRNA with a mean of 0.08 ± 0.12. The high relative expression of p21 mRNA in MOC is thought to potentially act as an oncogene. Therefore, targeting p21 and PI3K could be an attractive therapeutic strategy for this type of cancer. | |
| 40544 | 42806 | B1A019108 | Keanekaragaman Adiantum Berdasarkan Morfologi Dan Epidermis Daun Di Wilayah Purwokerto Utara | Adiantum merupakan tumbuhan paku yang terkenal dengan nama suplir yang banyak digunakan sebagai tanaman hias. Adiantum termasuk salah satu tumbuhan paku terestrial atau epilitik (permukaan bebatuan) dengan rimpang tegak atau merayap. Purwokerto Utara yang terletak di kaki Gunung Slamet memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi, suhu yang hangat, dan kelembaban yang tinggi sepanjang tahun, sehingga kondisinya cukup ideal untuk pertumbuhan tumbuhan paku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies anggota dan variasi Adiantum berdasarkan morfologi dan epidermis daun. Penelitian dilakukan di Purwokerto Utara menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tumbuhan paku Adiantum, sedangkan variabel terikat berupa karakter morfologi dan epidermis daun tumbuhan paku Adiantum. Parameter yang diamati berupa karakter morfologi terdiri atas panjang ental, panjang tangkai ental, warna tangkai ental, panjang helaian daun, panjang rakis, panjang dan lebar anak daun, bentuk anak daun, panjang tangkai anak daun, bentuk sorus, jumlah sorus, tipe indusium serta epidermis terdiri atas bentuk sel epidermis, ukuran sel epidermis, tipe stomata, ukuran stomata, kerapatan stomata dan trikoma. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pengukuran kemiripan atau Indeks Similaritas (IS). Berdasarkan hasil pengamatan Adiantum yang ditemukan tumbuh di Purwokerto Utara terdapat A. raddianum, A. capillus-veneris, A. peruvianum, A. lunulatum, A. jordanii, A. grossum. Variasi morfologi pada Adiantum memiliki tipe percabangan pinnate, 2-3 pinnate, dan 4-5 pinnate. Selain itu bentuk pinnule ada lunate, dimidate, dan reniform, serta tidak semua Adiantum memiliki indusium dan kebanyakan indusiumnya palsu. Variasi epidermis Adiantum yaitu, pada bagian adaksial daun, epidermis memiliki bentuk berlekuk beraturan, sedangkan pada bagian abaksial daun, epidermis memiliki bentuk berlekuk yang tidak beraturan. Variasi stomata pada Adiantum, yaitu stomata hanya dapat ditemukan pada bagian abaksial daun dengan tipe stomata anomositik dan parasitik. Hasil penghitungan analisis indeks similaritas pada Adiantum didapatkan dengan nilai kesamaan tertinggi IS yaitu 65,22% sedangkan nilai kesamaan terendah IS yaitu 21,47%. | Adiantum is a fern known as suplir which is widely used as an ornamental plant. Adiantum is one of the terrestrial or epilithic (rock surface) ferns with upright or creeping rhizomes. North Purwokerto, which is located at the foot of Mount Slamet, has a tropical climate with quite high rainfall, warm temperatures and high humidity throughout the year, so the conditions are quite ideal for the growth of ferns. This research aims to determine the diversity of member species and variations of Adiantum based on leaf morphology and epidermis. The research was conducted in North Purwokerto using a survey method with a purposive sampling technique. The independent variable in this study was the Adiantum fern, while the dependent variable was the morphological and epidermal characters of the Adiantum fern leaves. The parameters observed in the form of morphological characters consisted of ental length, ental stalk length, color of ental stalk, length of leaf blade, length of rakis, length and width of leaflets, shape of leaflets, length of leaf stalk, shape of sorus, number of sorus, type of indusium and epidermis consisting of epidermal cell shape, size of epidermal cells, type of stomata, size stomata, stomatal density and trichomes. The data obtained was analyzed using similarity measurements or Similarity Index (IS). Based on observations, the Adiantum found growing in North Purwokerto contained A. raddianum, A. capillus-veneris, A. peruvianum, A. lunulatum, A. jordanii, A. grossum. Morphological variations in Adiantum have pinnate, 2-3 pinnate, and 4-5 pinnate branching types. Apart from that, the pinnule forms are lunate, dimidate and reniform, and not all Adiantum have an indusium and most of the indusium is fake. Adiantum epidermis variations, namely, on the adaxial part of the leaf, the epidermis has a regular curved shape, while on the abaxial part of the leaf, the epidermis has an irregular curved shape. Stomata variations in Adiantum, namely stomata can only be found on the abaxial part of the leaves with anomocytic and parasitic stomata types. The results of calculating the similarity index analysis on Adiantum were obtained with the highest similarity value IS, namely 65.22%, while the lowest similarity value IS, namely 21.47%. | |
| 40545 | 42795 | C1A020018 | Analisis Pengaruh Jumlah Wajib Pajak, Jumlah Penduduk, Luas Lahan, dan Jumlah Bangunan Terhadap Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Banyumas | Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu jenis pajak daerah yang sepenuhnya diatur oleh pemerintah dalam menentukan besaran pajaknya, pajak ini penting untuk pelaksanaan dan peningkatan pembangunan serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel independen yang terdiri dari jumlah wajib pajak, jumlah penduduk, luas lahan, dan jumlah bangunan terhadap penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data sekunder menggunakan dokumentasi yang diambil dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyumas dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas. Data yang diambil berupa data tahun 2016-2022 dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Jumlah Wajib Pajak berpengaruh positif terhadap penerimaan PBB-P2, (2) Jumlah Penduduk berpengaruh negatif terhadap penerimaan PBB-P2, (3) Luas Lahan berpengaruh negatif terhadap penerimaan PBB-P2, (4) Jumlah Bangunan berpengaruh positif terhadap penerimaan PBB-P2. | Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) is one type of local tax that is fully regulated by the government in determining the amount of tax. This tax is important for implementing and improving development and increasing the prosperity and welfare of the people. This study aims to analyze the influence of independent variables consisting of the number of taxpayers, population, land area, and number of buildings on PBB-P2 revenue in Banyumas Regency. The type of research used is quantitative research, with secondary data collection methods using documentation taken from the Regional Revenue Agency (Bapenda) of Banyumas Regency and the Central Statistics Agency (BPS) of Banyumas Regency. The data taken is from 2016–2022, from 27 sub-districts in Banyumas Regency. The research method used is panel data regression analysis. Based on the results of the study, it is known that (1) the number of taxpayers has a positive effect on PBB-P2 revenue, (2) the number of residents has a negative effect on PBB-P2 revenue, (3) land area has a negative effect on PBB-P2 revenue, and (4) the number of buildings has a positive effect on PBB-P2 revenue. | |
| 40546 | 44834 | A1D020133 | PEMANFAATAN EKSTRAK BANGLE KUNING TUA (Zingiber cassumunar Roxb.) UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADI | Hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan penyakit penting pada tanaman padi karena dapat merusak dan menimbulkan kerugian yang besar. Penyakit HDB menjadi semakin penting karena padi IR64 yang diadopsi petani di sentra produksi padi di Jawa tidak tahan dengan penyakit tersebut. Ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) dapat menjadi alternatif pestisida kimia, karena mengandung senyawa fitokimia yang dapat menghambat perkembangan bakteri Xoo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak bangle dalam menghambat pertumbuhan bakteri Xoo secara in vitro dan mengetahui pengaruh ekstrak bangle terhadap perkembangan penyakit hawar daun bakteri serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif. Uji antibakteri ekstrak pelarut etanol dan air steril dilakukan dengan metode difusi cakram pada beberapa konsentrasi yaitu 2, 4, 6, 8, 10%. Hasil uji antibakteri dengan konsentrasi masing-masing pelarut terbaik diaplikasikan pada uji in planta. Variabel yang diamati adalah komponen patosistem berupa masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC dan komponen agronomi berupa tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, kehijauan daun, bobot basah dan kering tanaman, serta bobot basah dan kering tajuk. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kesalahan 95% dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil uji antibakteri menunjukkan ekstrak bangle 10% dengan pelarut etanol 96% dan air steril mempunyai daya hambat paling besar. Hasil tersebut diterapkan pada uji in planta dan diperoleh hasil ekstrak bangle pelarut air steril berbeda nyata dari segi intensitas penyakit. Namun, tidak memberikan pengaruh apapun terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif. | Bacterial leaf blight (BLB) caused by the bacterium Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is an important disease of rice plants because it can damage and cause large losses. BLB disease is becoming increasingly important because the IR64 rice adopted by farmers in rice production centers in Java is not resistant to the disease. An alternative to chemical pesticides in controlling BLB is the use of plant extract. Bangle rhizome (Zingiber cassumunar Roxb.) extract could be an alternative, because it contains flavonoid, quinone, steroid, and triterpenoid compounds which can inhibit the development of Xoo bacteria. This research aims to determine the ability of bangle extract to develop Xoo in vitro and determine the effect of bangle extract on the development of BLB and its effect on the plant growth of rice plants in the vegetative phase. The antibacterial test of ethanol and sterile water solvent extracts was carried out using the disc diffusion method at several concentrations, namely 2, 4, 6, 8, 10%. The results of the antibacterial test with the best concentration of each solvent were applied to the in planta test. The variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, and AUDPC, plant height, number of leaves, number of tillers, leaf greennes, plant wet and dry weight, and crown wet and dry weight. Data were analyzed using ANOVA at the 95% level and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% error level. Antibacterial test results showed that 10% bangle extract with 96% ethanol solvent and sterile water had biggest inhibitory power. These results were applied to in planta tests and obtained results from sterile water solvent bangle extract which were significantly different in terms of disease intensity. However, it does not have any effect on the growth of rice plant in the vegetative phase | |
| 40547 | 42808 | F1C019055 | ANALISIS SEMIOTIKA: REPRESENTASI SIGMA MALE TOKOH THOMAS SHELBY DALAM SERIAL PEAKY BLINDERS | Maskulinitas merupakan sebuah bentuk konstruksi kelelakian terhadap laki-laki, yang mana sifat-sifat maskulin tersebut tidak dilahirkan secara alami, melainkan merupakan bentuk dari kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tanda-tanda sigma male dari karakter Thomas Shelby. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi sigma male dari karakter Thomas Shelby dalam serial Peaky Blinders dengan menggunakan semiotika Roland Barthes dan Intertekstualitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serial Peaky Blinders dapat merepresentasikan karakteristik sigma male melalui karakter Thomas Shelby yaitu (1) memiliki kekuatan fisik, (2) dapat menahan emosi, (3) mendominasi, (4) mandiri dalam menangani masalah, (5) dapat menunjukkan agresi dan kekerasan, (6) memiliki komitmen atas hal yang diinginkan dan (7) tegas dalam memimpin. | Masculinity is a form of construction of maleness towards men, where masculine traits are not born naturally, but are a form of culture. This research aims to reveal the signs of sigma male from the character of Thomas Shelby. This research is a qualitative research which aims to find out how the sigma male representation of the character Thomas Shelby in the Peaky Blinders series is using Roland Barthes semiotics and intertextuality. The results of this research show that the Peaky Blinders series can represent the characteristics of a sigma male through the character Thomas Shelby, namely (1) has physical strength, (2) can control emotions, (3) dominates, (4) is independent in handling problems, (5) can showing aggression and violence, (6) having a commitment to what is desired and (7) being firm in leading. | |
| 40548 | 42809 | C2C021052 | Knowledge, Attitudes, Awareness towards the Prevention and Control of COVID-19 at the Dental Clinic of RSGM UNSOED | Meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dalam tiga tahun terakhir memiliki potensi risiko penularan COVID-19 yang tinggi kepada dokter gigi dan terapis gigi di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UNSOED. Salah satu layanan kesehatan di RSGM UNSOED yang berisiko tinggi penularan COVID-19 adalah klinik gigi. Data tiga tahun (2020-2022) menunjukkan bahwa 16 dari 31 orang atau sekitar 51,6% dokter gigi dan terapis gigi di Rumah Sakit UNSOED telah dikonfirmasi positif COVID-19. Oleh karena itu, Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 terhadap infeksi COVID-19 sangat penting untuk diterapkan sebagai acuan pengendalian infeksi pada dokter gigi dan terapis gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, dan kesadaran tentang COVID-19 terhadap dokter gigi dan terapis gigi terhadap Pencegahan dan Pengendalian infeksi COVID-19 di klinik gigi RSGM UNSOED. Jenis penelitian ini adalah survei dengan analisis regresi. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh, dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel penelitian. Tingkat signifikansi ditetapkan pada nilai P < 0,05. Total peserta sebanyak 31 orang yang terdiri dari dokter gigi sebanyak 71% dan terapis gigi sebanyak 29%. Hasil penelitian ini adalah variabel pengetahuan memiliki nilai p sebesar 0,003 Variabel Sikap memiliki nilai p sebesar 0,000. Variabel awareness memiliki nilai p sebesar 0,006. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, dan kesadaran tentang COVID-19 pada dokter gigi dan terapis gigi di klinik gigi RSGM UNSOED memiliki efek positif terhadap Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. | The increasing number of COVID-19 cases in the last three years has a high potential for the risk of COVID-19 transmission to dentists and dental therapists in health care facilities, including at the UNSOED Dental and Oral Hospital (RSGM). One of the health services at RSGM UNSOED that is at high risk of COVID-19 transmission is a dental clinic. Three-year data (2020-2022) shows that 16 out of 31 people or around 51.6% of dentists and dental therapists at UNSOED Hospital have been confirmed positive for COVID-19. Therefore, the Prevention and Control Covid 19 of COVID-19 infection is very important to be applied as a reference for infection control in and dentists and dental therapists. The purpose of this study is to determine effect of knowledge, attitudes, and awareness about COVID-19 on dentists and dental therapists on the Prevention and Control of COVID-19 infection at the dental clinic of RSGM UNSOED. This type of research is survey with regression analysis. Sampling using nonprobability sampling technique with saturated sampling, by distributing questionnaires to research samples. The level of significance was set at P values < 0.05. Total participants were 31 people consisting of dentists as much as 71% and dental therapists as much as 29%. The findings of this study are that knowledge variable has a p-value of 0.003 The Attitude variable has a p-value of 0.000. Awareness variable has a p-value of 0.006. The findings of this study are that knowledge, attitudes, and awareness about COVID-19 in dentists and dental therapists at the dental clinic RSGM UNSOED have a positive effect on the Prevention and Control of COVID-19. | |
| 40549 | 42810 | B1A019119 | KEANEKARAGAMAN GENUS Nephrolepis BERDASARKAN MORFOLOGI DAN EPIDERMIS DAUN DI WILAYAH PURWOKERTO | Genus Nephrolepis merupakan tumbuhan paku yang mudah ditemukan. Spesies dalam genus ini berhabitat terrestrial atau epifit. Di daerah Purwokerto, belum banyak dilakukan penelitian yang spesifik pada genus Nephrolepis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies anggota variasi genus Nephrolepis berdasarkan morfologi dan epidermis daun di Purwokerto. Pengambilan sampel tumbuhan genus Nephrolepis dilakukan secara purposive sampling dengan metode jelajah. Pengamatan karakter morfologi tumbuhan paku genus Nephrolepis dilakukan terhadap akar, batang, dan daun yang meliputi tinggi tumbuhan, akar, rimpang, warna rimpang, tipe daun, tekstur permukaan daun, warna daun permukaan atas dan bawah, tata letak daun, tepi daun, ujung daun, bangun daun, pangkal daun, jenis pertulangan daun, bentuk sorus, letak sorus, kehadiran indusium, dan bentuk indusium. Pengamatan karakter epidermis daun dilakukan dengan mengolesi permukaan atas dan bawah daun menggunakan kutek transparan, dan dibiarkan hingga mengering. Sebanyak 4 spesies Nephrolepis berhasil ditemukan di Purwokerto, yaitu N. hirsutula, N. biserrata, N. radicans, dan N. falcata. Variasi karakter morfologi spesies Nephrolepis yang diperoleh antara lain terletak pada rimpang, stipe, warna sisik pada stipe, rachis, warna sisik pada rachis, jarak antar daun, pangkal daun, tekstur permukaan daun, warna helaian daun, letak sorus, bentuk sorus, dan bentuk indusium. Variasi karakter epidermis daun spesies Nephrolepis yang diperoleh antara lain terletak pada panjang dan lebar epidermis daun, panjang dan lebar stomata, tipe stomata, kerapatan stomata, serta kehadiran trikoma. Hubungan kemiripan terjauh, yaitu N. falcata dan N. hirsutula, sedangkan hubungan kemiripan terdekat, yaitu pada N. biserrata dengan N. radicans. | The genus Nephrolepis is a fern that is easy to find. Species in this genus are terrestrial or epiphytic. In Purwokerto area, not much research has been done specifically on the genus Nephrolepis. This study aims to determine the species diversity of members of the genus Nephrolepis based on morphology and leaf epidermis in Purwokerto. Sampling of plants of the genus Nephrolepis was done by purposive sampling with the cruising method. Observations of the morphological characters of the fern genus Nephrolepis were made on the roots, stems, and leaves which included plant height, roots, rhizomes, rhizome color, leaf type, leaf surface texture, upper and lower surface leaf color, leaf layout, leaf edge, leaf tip, leaf wake, leaf base, leaf reinforcement type, sorus shape, sorus location, indusium presence, and indusium shape. Observation of leaf epidermal characters was carried out by smearing the upper and lower surfaces of the leaves using transparent polish, and left to dry. A total of 4 Nephrolepis species were found in Purwokerto, namely N. hirsutula, N. biserrata, N. radicans, and N. falcata. Variations in morphological characters of Nephrolepis species obtained include the location of the rhizome, stipe, scale color on the stipe, rachis, scale color on the rachis, distance between leaves, leaf base, leaf surface texture, leaf blade color, sorus location, sorus shape, and indusium shape. Variations in leaf epidermal characters of Nephrolepis species obtained include the length and width of the leaf epidermis, the length and width of stomata, stomatal type, stomatal density, and the presence of trichomes. The farthest similarity relationship, namely N. falcata and N. hirsutula, while the closest similarity relationship, namely in N. biserrata with N. radicans. | |
| 40550 | 44835 | I1C019090 | EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium Graveolens) PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI DIETILEN GLIKOL | Latar Belakang: Dietilen Glikol (DEG) adalah pelarut yang apabila dikonsumsi dalam dosis toksik dapat menyebabkan hepatotoksisitas. Seledri (A.graveolens) memiliki sifat antioksidan yang memberikan efek hepatoprotektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histologi dan mengetahui dosis ekstrak seledri (A.graveolens) yang dapat memberikan efek hepatoprotektor pada tikus yang diinduksi DEG Metodologi: Penelitian eksperimental dilakukan dengan desain Post Test Only Control Group Design. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 tikus. Kemudian di akhir penelitian dilakukan perbandingan antara data yang diperoleh masing-masing kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Pada hasil uji Kruskal-Wallis terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) untuk semua kelompok pada kriteria aktivasi sel kupffer, dilatasi sinusoid, degenerasi hepatosit, dan nekrosis. Kemudian pada hasil pengujian Mann-Whitney menunjukan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol negatif dengan ekstrak seledri dosis 200 dan 400 mg/kgBB pada semua kriteria kerusakan. Kemudian antara kelompok kontrol normal dengan ekstrak seledri dosis 200 dan 400 mg/kgBB tidak menunjukan perbedaan yang bermakna (p>0,05) untuk semua kriteria kerusakan. Hasil uji Mann-Whitney untuk antar kelompok ekstrak kunyit 100, 200, dan 400 mg/kgBB tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Organ hati tikus mengalami perbaikan berdasarkan parameter penurunan jumlah aktivasi sel kupffer, dilatasi sinusoid, degenerasi hepatosit, dan nekrosis. Dosis ekstrak seledri yang dapat memberikan efek hepatoprotektor pada tikus yang diinduksi DEG yaitu 100, 200, 400 mg/kgBB dengan efek yang paling optimal yaitu pada dosis 200 mg/kgBB | Background: Diethylene Glycol (DEG) is a solvent that, if consumed in toxic doses, can cause hepatotoxicity. Celery (A.graveolens) has antioxidant properties that provide a hepatoprotective effect. This research aims to determine the histology and determine the dose of celery extract (A.graveolens) which can provide a hepatoprotective effect in mice induced by DEG. Methodology: Experimental research was carried out with a Post Test Only Control Group Design. Each group consisted of 6 mice. Then at the end of the study, a comparison was made between the data obtained from each negative control group, positive control group, and treatment group using the Kruskal-Wallis test and Mann-Whitney test. Research Results: In the results of the Kruskal-Wallis test, there were significant differences (p<0.05) for all groups in the criteria for Kupffer cell activation, sinusoid dilatation, hepatocyte degeneration and necrosis. Then the results of the Mann-Whitney test showed that there was a significant difference (p<0.05) between the negative control group and celery extract doses of 200 and 400 mg/kgBW on all damage criteria. Then, between the normal control group and the celery extract dose 200 and 400 mg/kgBW, there was no significant difference (p>0.05) for all damage criteria. Conclusion: The rat liver experienced improvement based on the parameters of decreasing the number of Kupffer cell activation, sinusoid dilatation, hepatocyte degeneration, and necrosis. The dose of celery extract that can provide a hepatoprotective effect on mice induced by DEG is 100, 200, and 400 mg/kgBW with the most optimal effect being at a dose of 200 mg/kgBW | |
| 40551 | 42812 | C1B020060 | Pengaruh Literasi Keuangan, Kreativitas, dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja UMKM SRC (Studi Kasus Kecamatan Banyumas dan Somagede) | Kinerja UMKM merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi pada ekonomi. Kinerja UMKM juga memiliki arti tentang melakukan pekerjaan, hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut dan tentang yang dikerjakan serta bagaimana mengerjakannya. Penelitian ini melihat seberapa pengaruh variabel independen yang terdiri dari literasi keuangan, kreativitas, dan kompetensi SDM terhadap penerimaan kinerja UMKM di Kecamatan Banyumas. Tujuan penelitian ini selain untuk mengetahui pengaruh keempat variabel independen terhadap kinerja UMKM juga untuk mengetahui pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang diambil dari responden yang merupakan pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas. Teknik pengolahan data penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 25. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, (2) Kreativitas berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, (3) Kompetensi SDM berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. | MSME performance is the result of work that has a strong relationship with the organization's strategic objectives, customer satisfaction and contribution to the economy. MSME performance also has a meaning about doing work, the results achieved from this work and about what is done and how to do it. This study looks at how influential the independent variables consisting of financial literacy, creativity, and HR competence have on the acceptance of the performance of MSMEs in Banyumas District. The purpose of this study, in addition to knowing the effect of the four independent variables on MSME performance, is also to find out the significant effect on the performance of MSMEs in Banyumas District. The type of research used is quantitative research, with primary data collection methods using questionnaires taken from respondents who are MSME actors in Banyumas District. The research data processing technique uses multiple linear regression with the help of IBM SPSS Statistics 25 software. Based on the research results it is known that (1) Financial Literacy has a significant effect on MSME performance, (2) Creativity has a significant effect on MSME performance, (3) HR competence has a significant effect on MSME performance. | |
| 40552 | 42811 | B1A019132 | Keanekaragaman Kultivar Talas [Colocasia esculenta (L.) Schott] di Kabupaten Tangerang | Talas [Colocasia esculenta (L.) Schott] merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah tropis, termasuk di Indonesia. C. esculenta memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan karakter morfologi C. esculenta di Kabupaten Tangerang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diamati yaitu variabel bebas berupa keanekaragaman kultivar C. esculenta dan variabel terikat berupa karakter morfologi C. esculenta. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, bentuk daun, bentuk ujung daun, bentuk tepi daun, panjang tangkai daun, posisi permukaan helai daun, pola tulang daun, panjang pelepah daun, warna daun, warna urat daun bagian atas, warna urat daun bagian bawah, warna tangkai daun, warna pelepah daun, warna tepi pelepah daun, bentuk umbi, warna daging umbi, warna kulit umbi, dan berat umbi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan lima kultivar C. esculenta di lima Kecamatan Kabupaten Tangerang yaitu C. esculenta ‘Pratama’, ‘Lahun Anak’, ‘Bogor’, ‘Hitam’, dan ‘Sutera’. Variasi karakter morfologi yang membedakan pada setiap kultivar terdapat pada warna urat daun, warna tangkai daun, warna pelepah daun, warna tepi pelepah daun, bentuk umbi, serta warna daging umbi. Kultivar yang paling banyak dibudidayakan di Kabupaten Tangerang adalah ‘Talas Pratama’. | Taro [Colocasia esculenta (L.) Schott] is a type of tuber with a high carbohydrate content. This plant is commonly found in tropical regions, including Indonesia. C. esculenta holds significant economic value and is widely used as a food source. This research aims to understand the diversity and variation of taro types based on morphological characteristics in the Tangerang Regency. The research was conducted using a survey method. Sample collection is done using a purposive sampling technique. The variables observed include the independent variable, which is the diversity of C. esculenta, and the dependent variable, which is the morphological characteristics of C. esculenta. The parameters observed include plant height, leaf length, leaf width, leaf shape, leaf base shape, leaf tip shape, leaf edge shape, leaf stalk length, leaf color, leaf vein color, leaf stalk color, leaf sheath color, leaf sheath edge color, corm shape, corm flesh color, corm skin color, and corm weight. Data was analyzed descriptively based on observation results. Based on the research results, five cultivars of C. esculenta were found in five sub-districts of Tangerang Regency, namely C. esculenta 'Pratama', 'Lahun Anak', 'Bogor', 'Hitam', and 'Sutera'. There is diversity in the variation morphological characters of the color of leaves vein, leaves stalk, leaves sheath, the edge of the leaves sheath, the shapes of tuber, and the colors of tuber. The most widely cultivated in Tangerang Regency is ‘Talas Pratama’. | |
| 40553 | 42813 | F1A019062 | KRITIK SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT INDUSTRI MODERN DALAM TEKS SASTRA WALDEN KARYA HENRY DAVID THOREAU | Kehidupan modern sering dipandang sebagai kehidupan penuh gemilang, warna-warni, dan meriah. Segala sesuatu dalam kehidupan modern kerap dikaitkan dengan term kebebasan, kemajuan, hingga kemudahan. Namun, terdapat anomali yang berdiri di balik itu semua. Anomali tersebut lahir dari tali silang antara kehidupan modern dengan industri dan kapitalisme. Laporan penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kembali memoar Walden karya Henry David Thoreau. Penafsiran tersebut didasarkan pada komitmen peneliti untuk membaca Walden sebagai media kritik alternatif terhadap anomali dalam kehidupan masyarakat industri modern. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Data pada penelitian ini berasal dari narasi dalam Walden yang dikumpulkan oleh peneliti. Data tersebut dianalisis melalui pendekatan hermeneutika yang dikembangkan oleh Friedrich Schleiermacher. Hasil penelitian ini menemukan bila Henry David Thoreau kerap menyisipkan kritik terhadap situasi kehidupan masyarakat industri modern dalam teks Walden. Thoreau memiliki intensitas tinggi untuk menyinggung problem sosial. Problem sosial itu seperti kerja teralienasi, instrumentalisasi pendidikan untuk kebutuhan industri, bahkan konsumerisme masyarakat yang berjalan tidak terkontrol. | The modern life is often perceived as vibrant, colorful, and festive. Everything in modern life is frequently associated with terms like freedom, progress, and convenience. However, there exists an anomaly behind it all—an anomaly born from the intersection between modern life and the industries fueled by capitalism. This research report aims to reinterpret Henry David Thoreau's memoir, Walden. The reinterpretation is based on the researcher's commitment to read Walden as an alternative critique of the anomalies within modern industrial society. This research is conducted qualitatively. The data for this research originates from the narratives within Walden collected by the researcher. The data is analyzed through a hermeneutic approach developed by Friedrich Schleiermacher. The research findings unveil Henry David Thoreau's frequent insertion of criticisms regarding the situation within modern industrial society in the text of Walden. Thoreau exhibits a high intensity in addressing social issues such as alienated labor, the instrumentalization of education for industrial purposes, and even the uncontrolled consumerism prevailing within society | |
| 40554 | 44594 | J1E017038 | Teachers' Strategies in Teaching Vocabulary for the Seventh-Grade Junior High School Students | Penelitian ini berfokus pada strategi guru bahasa Inggris dalam mengajar kosakata dan faktor-faktor yang mempengaruhi guru untuk menerapkan strategi tersebut pada siswa kelas tujuh SMP Negeri 7 Purwokerto pada tahun ajaran 2023/2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dalam mengajar kosakata dan faktor-faktor yang mempengaruhi guru untuk menerapkan strategi tersebut pada siswa kelas tujuh SMP Negeri 7 Purwokerto pada tahun ajaran 2023/2024. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman analisis dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah dua orang guru bahasa Inggris siswa kelas tujuh SMP Negeri 7 Purwokerto pada tahun ajaran 2023/2024. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori yang dikembangkan oleh Mothe (2000) untuk menjawab rumusan masalah pertama dan teori yang dikembangkan oleh Lawrence (2009) untuk menjawab rumusan masalah kedua. Hasil pertama menunjukkan bahwa guru menggunakan representasi visual, mengajarkan kata-kata dalam konteks, dan menayangkan video. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam menerapkan strategi tersebut antara lain preferensi guru, kontrol perilaku, dan kemampuan siswa. | Abstract: This research focused on English teachers’ strategies in teaching vocabulary and the factors influencing the teachers to apply the strategies at the seventh-grade students of SMP Negeri 7 Purwokerto in the academic year of 2023/2024. The purposes of this research were to describe the strategies used by teachers in teaching vocabulary and the factors influencing the teachers to apply the strategies at the seventh-grade students of SMP Negeri 7 Purwokerto in the academic year of 2023/2024. The research design was descriptive qualitative research. The instruments of this research were observation, interview, and documentation. The researcher used observation guidelines, interview guides, and documentation analysis guidelines. The subjects of this research were two English teachers at the seventh-grade students of SMP Negeri 7 Purwokerto in the academic year of 2023/2024. The data were collected by using observations, interviews, and documentation. The researcher used the theory developed by Mothe (2000) to answer the first problem statement and the theory developed by Lawrence (2009) to answer the second problem statement. The first results showed that the teachers used a visual representation, teaching words in context, and showing a video. Meanwhile, the factors influencing the teachers applying the strategies included the teachers’ preferences, behavioral control, and students’ abilities. | |
| 40555 | 42815 | B1A019145 | Uji Kemampuan Biokomposit Berbasis Miselium Trametes sp. Pada Sistem Biofilter Dengan Waktu Kontak Berbeda Untuk Dekolorisasi Limbah Batik. | Industri batik merupakan salah satu industri yang berkembang pesat saat ini. Peningkatan aktivitas industri batik membuat limbah cair batik yang dihasilkan juga meningkat. Limbah batik yang dihasilkan dapat membahayakan ekosistem perairan dan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Jamur Trametes sp. merupakan salah satu jamur yang memiliki enzim ligninolitik yang mampu untuk mendekolorisasi pewarna berbahan sintetik menjadi tidak toksik. Inovasi pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan biokomposit miselium pada sistem biofilter yang digunakan untuk mendekolorisasi limbah batik. Biokomposit mengandung bahan-bahan organik yang mampu memacu pertumbuhan miselium dari jamur sehingga dapat melakukan proses dekolorisasi dengan baik serta dapat diaplikasikan dengan menggunakan sistem biofilter. Pengaruh waktu kontak terhadap proses dekolorisasi limbah yaitu zat warna yang terserap. Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan biokomposit berbasis miselium Trametes sp. pada sistem biofilter dengan waktu kontak untuk mendekolorisasi limbah batik dan mengetahui waktu kontak biokomposit berbasis miselium Trametes sp. terbaik dalam sistem biofilter sehingga menghasilkan persentase dekolorisasi tertinggi pada limbah batik. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi dengan menggunakan metode deskriptif yang meliputi uji kemampuan biokomposit berbasis miselium Trametes sp. pada sistem biofilter dengan menggunakan waktu kontak 0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam, dan 144 jam untuk dekolorisasi limbah batik. Parameter utama yang diamati yaitu berupa persentase dekolorisasi. Sedangkan parameter pendukungnya berupa pH, suhu dan Total Dissolved Solid (TDS) dari limbah batik. Data hasil persentase dekolorisasi limbah batik yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan sampel biokomposit berbasis miselium Trametes sp. pada sistem biofilter dengan waktu kontak berbeda mampu mendekolorisasi limbah cair batik. Penggunaan biokomposit berbasis miselium Trametes sp. dengan waktu kontak 72 jam dapat memberikan hasil tertinggi dengan rata-rata persentase dekolorisasi sebesar 45,32%. Hasil tersebut didukung dengan pengukuran nilai pH (6,8-7,5), nilai suhu (29-32oC) dan kadar TDS (1116-1730 mg/L). | The batik industry is one of the industries that is currently developing rapidly. The increase in batik industry activity means that the liquid batik waste produced also increases. The resulting batik waste can endanger aquatic ecosystems and cause environmental pollution. Trametes sp. is one of the fungi with ligninolytic enzymes that can decolorize synthetic dyes to make them non-toxic. The innovation in this research is by using mycelium biocomposite in the biofilter system used to decolorize batik waste. Biocomposites contain organic materials that can stimulate the growth of mycelium from fungi so that they can carry out the decolorization process well and can be applied using a biofilter system. The effect of contact time on the waste decolorization process is the dye that is absorbed. The research to determine the ability of Trametes sp. mycelium-based biocomposite in a biofilter system with contact time to decolorize batik waste and determine the contact time of Trametes sp. mycelium-based biocomposite best in the biofilter system so as to produce the highest percentage of decolorization in batik waste. This research was at the Mycology and Phytopathology Laboratory using descriptive methods which included testing the ability of Trametes sp mycelium-based biocomposites in a biofilter system using contact time 0 hours, 24 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours, 120 hours, and 144 hours for batik waste decolorization. The main parameter observed was the percentage of decolorization. Meanwhile, the supporting parameters are pH, temperature and Total Dissolved Solid (TDS) from batik waste. Data on the percentage of decolorization of batik is obtained were analyzed descriptively.The result showed that the treating of Trametes sp. mycelium-based biocomposite best in the biofilter system with different contact times is able to decolorize batik liquid waste. The use of Trametes sp. mycelium-based biocomposites with an contact time 72 hours gave the highest results with an averange decolorization percentage of 45,32%. These results were supported by measurement of the pH (6,8-7,5), temperature (29-32oC), and content TDS (1116-1730 mg/L). | |
| 40556 | 44836 | D1A020147 | PENGARUH SUPLEMENTASI VITAMIN A DAN MINERAL MAGNESIUM PADA DOMBA TERHADAP PERSENTASE KARKAS, DAGING, DAN LUAS URAT DAGING MATA RUSUK | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi vitamin A dan mineral magnesium pada domba terhadap persentase karkas, daging dan luas urat daging mata rusuk. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April –Juni 2023 di Jl. Suparto No. 22, Desa Kutasari Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pakan yang diberikan berupa jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan 25:75 berdasarkan bahan kering. Materi penelitian terdiri dari domba lokal jantan umur 7-8 bulan dengan bobot rata-rata 19,17 ± 2,35 kg sebanyak 18 ekor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 3 perlakuan dan 6 ulangan. *Perlakuan yang diuji yaitu P1= Jerami Padi Amoniasi (25%) + Pakan Konsentrat (75%); P2 = P1 + Vitamin A (2000 IU); P3 = P2 + Mineral Magnesium (1 mg). Variabel yang diukur adalah Persentase karkas, Persentase daging, dan Luas Urat Daging Mata Rusuk. *Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin A dan mineral magnesium dalam pakan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap persentase karkas dan luas urat daging mata rusuk namun tidak berpengaruh nyata terhadap persentase daging. Hasil rataan pengukuran persentase karkas P1 42,14±1,38 %; P2 40,42±1,67%; dan P3 43,42±1,04%. Hasil rataan pengukuran persentase daging, P1 54,56±2,16%; P2 55,37±2,87%; dan P3 54,51±2,71%. Rataan Luas Urat Daging Mata Rusuk P1 40,83±0,93 mm2; P2 41,50±1,44 mm2; dan P3 49,50±1,87 mm2. Simpulan. Persentase karkas dan luas urat daging mata rusuk terbaik diperoleh pada domba yang mendapat campuran suplementasi vitamin A dan mineral megnesium. Namun persentase daging tidak dipengaruhi oleh suplementasi vitamin A dan mineral magnesium. | The research aims to examine the effect of vitamin A and magnesium mineral supplementation in sheep on the carcass percentage of meat and rib eye area. The study was carried out in April–June 2023 on Jl. Suparto No. 22, Kutasari Village, Baturaden District, Banyumas Regency, Central Java. The feed given is ammoniated rice straw and concentrated in a ratio of 25:75 based on dry matter. The research material consisted of 18 local male sheep aged 7-8 months with an average weight of 19.17 ± 2.35 kg. The research method used was an experimental method with a Randomized Completely Block Design (RCBD), there were 3 treatments and 6 replications. The treatments tested were P1 = Ammoniated Rice Straw (25%) + Concentrate Feed (75%); P2 = P1 + Vitamin A (2000 IU); P3 = P2 + Mineral Magnesium (1 mg). The variables measured were carcass percentage, meat percentage, and rib eye area. The results showed that supplementation of vitamin A and the mineral magnesium in feed had a very significant effect (p<0.01) on carcass percentage and rib eye area but had no significant effect on meat percentage. The average measurement of carcass percentage were P1 42.14 ± 1.38 %; P2 40.42±1.67%; and P3 43.42 ± 1.04%. The average measurement of meat percentage were P1 54.56 ± 2.16%; P2 55.37±2.87%; and P3 54.51±2.71%. Rib eye area were P1 40.83 ± 0.93 mm2; P2 41.50±1.44 mm2; and P3 49.50 ± 1.87 mm2. Conclusion. The best carcass percentage and rib eye area were obtained in sheep that received a mixture of vitamin A supplementation and the mineral magnesium. However, the meat percentage was not affected by vitamin A and magnesium mineral supplementation. | |
| 40557 | 42816 | J0B020038 | PenerjemahanE-BrosurDestinasiWisataKecamatanKejajarKeDalam BahasaMandarindiDinasPariwisatadanKebudayaanWonosobo | Artikeliniberjudul“PenerjemahanE-BrosurDestinasiWisataKecamatanKejajarKeDalam BahasaMandarindiDinasPariwisatadanKebudayaanWonosobo”.Kegiatanpraktikkerja dilaksanakandiDinasPariwisataDanKebudayaanWonosobo,padabulanSeptember2022 sampaidenganFebruari2023.Tujuandilaksanakannyapraktikkerjainiadalahuntuk menghasilkane-brosurduabahasaMandarindanIndonesiayangdapatmemberikaninformasi tentangdestinasiwisataKecamatanKejajardenganmetodepenerjemahankomunikatif,bagi parapengunjungdomestikmaupunpengunjungmancanegarakhususnyapengunjung berbahasaMandarinE-brosurtersebutmemberikaninformasitentangdestinasiwisata KecamatanKejajardenganmetodepenerjemahankomunikatif,bagiparapengunjungdomestik maupunpengunjungmancanegaraterutamapengunjungberbahasaMandarinyangsedang danakanberkunjungdidestinasiwisataKecamatanKejajar,Wonosobo.Latarbelakang dilakukannyakegiataniniyaitubelumadanyae-brosurberbahasaIndonesiadanberbahasa MandarinyangberisiinformasidestinasiwisataKecamatanKejajar,sehinggamenyebabkan minimnyainformasiterkaitdestinasiwisatakecamatanKejajar,Wonosobo.Metode pengumpulandatayangdigunakanyaitumetodeobservasi,wawancara,studipustaka,dan jelajahinternet.Padakegiatanpraktikkerja,penulismenggunakanmetodepenerjemahan komunikatif,dikarenakandisesuaikandenganhasilterjemahansehinggamudahdipahamioleh pembaca.Hasildarikegiatanpraktikkerjainiadalahelektronikbrosuryangtelahditerjemahkan daribahasaIndonesiakedalambahasaMandarindandisebarluaskansecaradaringmelalui lamandiDinasPariwisatadanKebudayaanWonosobo. KataKunci:e-brosur,laman,metodepenerjemahankomunikatif,penerjemahan. | 这份实习的标题是“PenerjemahanE-BrosurDestinasiWisataKecamatanKejajarKeDalam BahasaMandarindiDinasPariwisatadanKebudayaanWonosobo”.实习活动于2022年9月至2023年2月在沃诺索博旅游文化部门进行。本次实习的目的是使用交际翻译方法制作容易理解的中文和印尼语双语电子手册,为正在旅游或将要旅游的当地和说中文的游客提供有关Kejajar区沃诺索博县旅游景点的信息。开展此项活动的背景是,目前没有包含kejajar区旅游景点信息的说中文电子手册,导致沃诺索博kejajar区旅游景点缺乏说中文游客。使用的数据收集方法有观察,法访谈,法文献研究和互联网浏览。在实习活动中,笔者采用交际翻译方法,因为翻译结果的句子根据目标语言的语法进行调整,所以让读者更容易理解翻译结果。此次实习活动的成果是一份电子手册,已翻译成中文,并通过沃诺索博旅游和文化部门的官方网站在线分发。 关键词:电子手册,网站,交际翻译法,翻译 | |
| 40558 | 42814 | B1A019133 | UJI KEMAMPUAN BIOKOMPOSIT BERBASIS MISELIUM Trametes sp. DENGAN KETEBALAN BERBEDA DALAM SISTEM BIOFILTER UNTUK DEKOLORISASI LIMBAH BATIK. | Industri batik merupakan salah satu industri tekstil di Indonesia. Karakteristik utama limbah batik adalah warna. Pewarna ini bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik bagi makhluk hidup sehingga perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan. Salah satu penanganan secara biologis adalah dengan menggunakan jamur Trametes sp. yang memiliki enzim ligninolitik yang mampu untuk mendegradasi pewarna sintestik menjadi bentuk yang tidak toksik. Inovasi pada penelitian ini adalah dengan menggunakan biokomposit berbasis miselium pada sistem biofilter yang digunakan untuk dekolorisasi limbah. Biokomposit mengandung bahan-bahan organik yang mampu memacu pertumbuhan miselium dari jamur sehingga dapat melakukan proses dekolorisasi dengan baik yang diaplikasikan pada sistem biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biokomposit berbasis miselium Trametes sp. dengan ketebalan berbeda dalam sistem biofilter untuk mendekolorisasi limbah batik dan mengetahui ketebalan biokomposit terbaik dalam sistem biofilter sehingga menghasilkan persentase dekolorisasi tertinggi pada limbah batik. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan metode deskriptif yang meliputi uji kemampuan biokomposit berbasis miselium Trametes sp. pada sistem biofilter dengan menggunakan ketebalan 15 cm, 30 cm, 45 cm, dan 60 cm untuk dekolorisasi limbah batik. Parameter utama yang diamati adalah persentase dekolorisasi. Parameter pendukung yang diamati adalah pH, suhu, dan Total Dissolved Solid (TDS). Data hasil persentase dekolorisasi dari limbah batik yang diperoleh di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biokomposit berbasis miselium Trametes sp. dengan ketebalan berbeda dalam sistem biofilter mampu mendekolorisasi limbah batik yaitu dengan ditunjukkan adanya perubahan warna pada limbah batik. Penggunaan biokomposit berbasis miselium Trametes sp. dengan ketebalan 60 cm dapat memberikan hasil yang paling tinggi dengan rata-rata persentase dekolorisasi sebesar 49,86%. Hasil tersebut didukung dengan pengukuran nilai pH (6,9-7,47), nilai suhu (29-31°C), dan kadar TDS (1164-1927 mg/l). | The batik industry is one of the textile industries in Indonesia. The main characteristic of batik waste is color. This dye is toxic, carcinogenic and mutagenic for living creatures so it needs to be processed first before being thrown into the water. One of biological treatment is to use the fungus Trametes sp. which has ligninolytic enzymes which are able to degrade synthetic dyes into non-toxic forms. The innovation in this research is to use a mycelium-based biocomposite in the biofilter system for waste decolorization. Biocomposites contain organic materials that are able to stimulate the growth of mycelium from fungi so it can carry out the decolorization process properly which is applied to the biofilter system. This research aims to determine the ability of Trametes sp. mycelium-based biocomposites. with different thicknesses in a biofilter system to decolorize batik waste and determine the best thickness of biocomposite in the biofilter system so as to produce the highest percentage of decolorization in batik waste.This research conducted in the Mycology and Phytopathology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University using descriptive methods which included testing the ability of Trametes sp. mycelium-based biocomposites in a biofilter system using thicknesses of 15 cm, 30 cm, 45 cm, and 60 cm for decolorization of batik waste. The main parameter observed was the percentage of decolorization. The supporting parameters observed were pH, temperature, and Total Dissolved Solid (TDS). Data on the percentage of decolorization of batik is obtained were analyzed descriptively.The research results showed that Trametes sp. mycelium-based biocomposite with different thicknesses in a biofilter system was able to decolorize batik waste as indicated by the color change in the batik waste. The Trametes sp. mycelium-based biocomposites with a thickness of 60 cm can provide the highest results with an average decolorization percentage of 49.86%. These results are supported by measurements of pH values (6,9-7,47), temperature values (29-31°C), and TDS levels (1164-1927 mg/l). | |
| 40559 | 42706 | H1B018092 | BETON GEOPOLIMER DENGAN AGREGAT KASAR DARI SAMPAH POLIPROPILENA DAN AGREGAT HALUS DARI SAMPAH POLIETILANA TEREFTALAT TERHADAP KUAT TARIK, KUAT LENTUR, DAN PENYERAPAN AIR | Beton geopolimer merupakan beton tanpa semen sebagai bahan pengikatnya. Dan juga beton yang menggunakan bahan fly ash yang banyak mengandung unsur alumina (Al) dan silika (Si) dengan aktivator NaOH dan Na2SiO3. Unsur-unsur tersebut sangat memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik beton geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beton geopolimer yang menggunakan agregat kasar PP (polypropylene) dan agregat halus PET (polyethylene terephthalate) terhadap kuat tarik, kuat lentur, dan penyerapan air. Rasio Agregat (70/30; 65/35; 60/40), rasio alkali 0,5 dan sodium silikat (SS)/sodium hidroksida (SH) 2,5. Hasil penelitian pada umur beton 28 hari menunjukan bahwa kuat lentur beton geopolimer tertinggi pada geopolimer 70/30 sebesar 1,855 MPa, kuat tarik tertinggi pada geopolimer 65/35 sebesar 0,84 MPa, dan penyerapan air tertinggi pada geopolimer 60/40 sebesar 4,321%. | Geopolymer concrete is concrete without cement as a binding agent. And also concrete that uses fly ash material which contains a lot of alumina (Al) and silica (Si) elements with NaOH and Na2SiO3 activators. These elements play an important role in influencing the characteristics of geopolymer concrete. This study aims to determine geopolymer concrete using PP (polypropylene) coarse aggregate and PET (polyethylene terephthalate) fine aggregate on tensile strength, flexural strength, and water absorption. Aggregate ratio (70/30; 65/35; 60/40), alkali ratio 0.5 and sodium silicate (SS)/sodium hydroxide (SH) 2.5. The results of research at 28 days of concrete age showed that the highest flexural strength of geopolymer concrete in 70/30 geopolymers was 1.855 MPa, the highest tensile strength in 65/35 geopolymers was 0.84 MPa, and the highest water absorption in 60/40 geopolymers was 4.321%. | |
| 40560 | 44914 | H1A020088 | PERANCANGAN SISTEM KONTROL PENGKONDISI UDARA PADA KERETA API PENUMPANG DENGAN METODE MACHINE LEARNING MENGGUNAKAN PLC BECKHOFF | AC (Air Conditioner) adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mendinginkan ruangan. Penggunaan AC di kereta api merupakan hal yang penting untuk menjaga kenyamanan bagi penumpang. Kenyamanan termal seseorang di dalam ruangan dapat diukur dengan metode yang dikenalkan oleh Professor Fanger dari University of Denmark dengan mengindikasikan sensasi dingin dan hangat melalui indeks PMV (Predicted Mean Vote). Pengontrolan AC pada kereta api biasanya menggunakan metode konvensional dimana set point AC akan dimasukan secara manual melalui HMI (Human Machine Interface), metode tersebut memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan suhu secara dinamis dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan penumpang. Dengan teknologi machine learning, terutama neural network, memungkinkan kereta api untuk memiliki sistem kontrol AC yang lebih cerdas dan adaptif. Pada penelitian ini akan menggunakan metode eksperimen dan simulai untuk menentukan performa model machine learning yang baik dan stabil. Pada program PLC akan menjalankan program neural network menggunakan python dan mengirim data sensor seperti suhu, kelembapan dan isolasi pakaian. Lalu program neural network akan memilih set point suhu pada AC yang hasilnya akan dikirim ke PLC untuk digunakan sebagai set temperature untuk memilih mode AC berdasarkan logika yang sudah dibuat. Berdasarkan hasil dari eksperimen dan simulasi yang dilakukan, machine learning yang dibuat mampu menentukan set point AC dan dapat secara stabil menjaga kenyamanan termal dan tidak membebani PLC dengan hasil pengukuran nilai error yang rendah dengan nilai rata-rata MAE sebesar 0,10637 dan nilai rata-rata MSE sebesar 0,03182. | AC (Air Conditioner) is an electronic device used to cool a room. The use of air conditioning on trains is important to maintain passenger comfort. A person's thermal comfort indoors can be measured using a method introduced by Professor Fanger from the University of Denmark by indicating cold and warm sensations through the PMV (Predicted Mean Vote) index. AC control on trains usually uses conventional methods where the AC set point is entered manually via HMI (Human Machine Interface). This method has limitations in adjusting the temperature dynamically to changes in the environment and passenger needs. With machine learning technology, especially neural networks, it is possible for trains to have a smarter and more adaptive AC control system. This research will use experimental and simulation methods to determine the performance of a good and stable machine learning model. The PLC program will run a neural network program using Python and send sensor data such as temperature, humidity and clothing insulation. Then the neural network program will select the temperature set point on the AC, the results of which will be sent to the PLC to be used as the set temperature to select the AC mode based on the logic that has been created. Based on the results of the experiments and simulations carried out, the machine learning created is able to determine the AC set point and can stably maintain thermal comfort and not burden the PLC with low error measurement results with an average MAE value of 0.10637 and an average value of 0.10637. the average MSE is 0.03182. |