Artikelilmiahs
Menampilkan 40.501-40.520 dari 48.903 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40501 | 42766 | C1B017094 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN DENGAN SUKU BUNGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2017-2021) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai perusahaan, variabel independen yaitu kebijakan dividen, profitabilitas, dan leverage serta menggunakan variabel moderasi yaitu suku bunga. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan dan dokumentasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017-2021. Teknik penentuan sampel mengguanakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 16 perusahaan dan total sampel sebesar 80 pengamatan. Analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) berbasis PLS (Partial Least Square). Berdasarkan hasil penelitian data menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan dividen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (2) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (3) Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (4) Suku bunga tidak dapat memperkuat pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan, (5) Suku bunga dapat mempelemah pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, (6) Suku bunga tidak dapat memperkuat pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Implikasi pada penelitian ini yaitu bagi perusahaan diharapkan dapat memperhatikan jumlah dividen yang akan dibagikan. Dan juga lebih memperhitungkan penggunaan hutang dan tetap memperhatikan faktor eksternal demi meningkatkan nilai perusahaan. Bagi investor diharapkan mampu menganalisis optimal mengenai kebijakan dividen dan leverage suatu perusahaan serta tetap memperhatikan suku bunga. Bagi pemerintah perlu menjaga stabilitas suku bunga untuk mendukung pengusaha maupun investor. | This study aims to analyze the factors that affect firm value. The dependent variable used in this study is firm value, the independent variables are dividend policy, profitability, and leverage and uses moderating variables, namely interest rates. The data collection techniques used in this research are literature and documentation studies. The population used in this study are consumer goods industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2017-2021 period. The sampling technique used purposive sampling technique so that a sample of 16 companies was obtained and a total sample of 80 observations. Data analysis using SEM (Structural Equation Modeling) based on PLS (Partial Least Square). Based on the results of data research shows that: (1) Dividend policy has a negative and significant effect on firm value, (2) Profitability has no effect on firm value, (3) Leverage has a negative and significant effect on firm value, (4) Interest rates cannot strengthen the effect of dividend policy on firm value, (5) Interest rates can weaken the effect of profitability on firm value, (6) Interest rates cannot strengthen the effect of leverage on firm value. The implications of this research are for companies that are expected to pay attention to the amount of dividends that will be announced. And it is also more related to the use of debt and still paying attention to external factors in order to increase company value. Investors are expected to be able to optimally analyze a company's dividend and leverage policies and still pay attention to interest rates. The government needs to maintain interest rate stability to support entrepreneurs and investors. | |
| 40502 | 42767 | F1A017089 | ORANG TUA DAN ANAKNYA YANG GAY (STUDI TENTANG MAKNA ORIENTASI SEKSUAL ANAK BAGI ORANG TUA DI DEPOK, JAWA BARAT) | Fenomena gay di Indonesia menjadi hal yang kontroversi. Stigma negatif yang diberikan oleh masyarakat terhadap kelompok gay sebagai suatu abnormalitas menimbulkan penolakan terhadap keberadaan kelompok gay di Indonesia. Maraknya kebencian terhadap kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam kehidupan sosialnya. Oleh karena hal tersebut, sebagian besar gay memilih untuk menyembunyikan identitas mereka baik di hadapan publik, maupun di lingkungan keluarga. Penelitian ini mengkaji fenomena gay di Indonesia melalui sudut pandang orang tua yang memiliki anak berorientasi seksual gay dan bagaimana orang tua memaknai orientasi seksual tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana sudut pandang orang tua dalam memaknai orientasi seksual anak homoseksual gay. Lokasi penelitian ini adalah di Depok. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang mengutamakan deskripsi dan interpretasi kondisi atau hubungan yang ada. Teknik penentuan informan penelitian ini dilakukan secara purposive, yaitu orang tua yang memiliki anak berorientasi seksual gay. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis data interaktif menurut Miles, Huberman, dan Saldana. Data dianalisis melalui 4 (empat) tahap yaitu pengumpulan data (data collection), kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing and verifying). Keabsahan data menggunakan teknik Triangulasi sumber, yakni dengan cara menggunakan sumber lain di luar informan yang telah ditetapkan sebagai subjek penelitian. Informasi lain itu digunakan sebagai pembanding atas data dan informasi yang diperoleh dari informan utama. Penelitian ini memposisikan anak laki-laki gay dari subjek penelitian sebagai sumber validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut pandang orang tua dalam memaknai orientasi seksual homoseksual gay dapat berubah. Fenomena gay dalam menunjukkan identitas di ruang publik tidak merubah stigma masyarakat bahwa laki-laki gay adalah seorang yang menyalahi kodrat. Namun, semua ini tidak berlaku lagi ketika anggota keluarga mereka mengakui sebagai gay. Perasaan dilematis sebagai orang tua dalam memandang orientasi seksual laki-laki gay berubah ketika mereka menghadapi fenomena itu secara langsung. Sebagai orang tua yang memiliki peranan penting untuk menjaga nama baik keluarga, keyakinan akan norma sosial dan agama yang diamini sejak mereka lahir akan goyah ketika menghadapi fenomena ini secara langsung | The phenomenon of homosexuality in Indonesia has become a controversy. The negative stigma attached to the gay community, labeling them as abnormal, leads to a rejection of their existence in Indonesia. The prevalence of hatred towards the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) community causes them to face difficulties in their social lives. Consequently, the majority of gay individuals choose to conceal their identities, both in public and within their family environment. This study examines the phenomenon of homosexuality in Indonesia from the perspective of parents who have children with gay sexual orientations and how these parents interpret this sexual orientation. The aim of this research is to understand and elucidate how parents perceive and interpret the sexual orientation of their homosexual gay children. The research is conducted in Depok, utilizing a qualitative descriptive method, which prioritizes the description and interpretation of existing conditions or relationships. The selection of research informants is purposive, specifically parents who have children with gay sexual orientations. Data analysis for this research employs the interactive data analysis approach proposed by Miles, Huberman, and Saldana. The data is analyzed through four stages: data collection, data condensation, data display, and conclusions drawing and verifying. Data validity is ensured using the Triangulation technique, which involves comparing information obtained from primary informants with additional sources outside the designated subjects of the study. In this research, a gay male child is positioned as a source of data validation. The results of the study indicate that parents' perspectives on interpreting the sexual orientation of homosexual gay individuals can change. The phenomenon of openly expressing one's gay identity in public spaces does not alter the societal stigma that labels gay men as defying natural order. However, this perception no longer applies when their own family members acknowledge them as gay. The dilemmatic feelings experienced by parents when viewing the sexual orientation of gay men change when they directly confront this phenomenon. As parents, who play a crucial role in upholding the family's reputation, their beliefs in social norms and religious values, instilled in them since birth, may waver when faced with this phenomenon directly. | |
| 40503 | 44589 | C1L020016 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPS MAN 1 BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Eksperimen Semu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) berbantuan media flipbook terhadap motivasi dan hasil belajar ekonomi siswa di MAN 1 Banyumas pada Tahun Ajaran 2023/2024. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data kuesioner serta hasil pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di MAN 1 Banyumas berjumlah 174 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 67 siswa dari dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran soal, daya pembeda, uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara penerapan model pembelajaran CRH berbantuan media flipbook dengan model pembelajaran konvensional (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran CRH berbantuan media flipbook dengan model pembelajaran konvensional (3) terdapat pengaruh positif signifikan model pembelajaran CRH berbantuan media flipbook terhadap motivasi belajar ekonomi siswa (4) terdapat pengaruh positif signifikan model pembelajaran CRH berbantuan media flipbook terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan guru dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran CRH, dan memaksimalkan penggunaan media flipbook. Waka kurikulum dapat mempertimbangkan dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif CRH dengan media flipbook untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Sekolah dapat memberikan pelatihan kepada guru terkait implementasi model pembelajaran CRH dan cara membuat media flipbook. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Course Review Horay (CRH), Flipbook, Motivasi Belajar, Hasil Belajar. | This research is a quantitative research with a quasi-experimental method. The purpose of this study was to analyze the effect of the Course Review Horay (CRH) learning model assisted by flipbook media on analyze effect of course review horay learning model with flipbook on student learning motivation and economic learning outcomes. The research was conducted in the even semester on the 2023/2024 school year at MAN 1 Banyumas. The data used in the study are the result of the questionnaires and pretest-posttest. The population in this study were students of class XI IPS at MAN 1 Banyumas as many as 174 students. The samples used amounted to 67 students from two classes selected using purposive sampling technique. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, questionnaires, and tests. The data analysis technique in this study used validity test, reliability test, item difficulty level test, item differentiation test, normality test, homogenity test, independent sample t-test, and simple linear regression test. Based on the results of the research and data analysis show that (1)there are differences in learning motivation between students who use the course review horay method assisted by flipbook media and students who use thee conventional learning methods (2) there are differences in learning outcomes between students who use the course review horay method assisted by flipbook media and students who use thee conventional learning methods (3) the course review horay method assisted by flipbook media has a positive significant effect on economic learning motivation (4) the course review horay method assisted by flipbook media has a positive significant effect on economic learning outcomes. The implication of the research are that school and teachers can increase student motivation and learning outcomes by applying the CRH and also the teachers can optimize the use of flipbook media. The vice principal of academic affairs and curriculum can consider using the CRH cooperative learning model with flipbook media as a solution to increase student motivation and learning outcomes. Schools can provide understanding and training to teacher regarding the implementation of the CRH learning model and how to make flipbook media. Keywords: Course Review Horay (CRH) Cooperative Learning, Flipbook, Learning Motivation, Learning Outcomes. | |
| 40504 | 42768 | C1B020106 | PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK PADA PERBANKAN DI INDONESIA (Studi Empiris pada Perbankan Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021) | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak tata kelola perusahaan terhadap penghindaran pajak (tax avoidance). Variabel yang diteliti adalah penghindaran pajak yang diukur menggunakan CETR sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independen meliputi dewan komisaris independen, kepemilikan institusional, kualitas audit, dan ukuran perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis dokumen. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2017-2021. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, sehingga terdapat 19 perusahaan yang menjadi sampel dengan total observasi sebanyak 95. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi data panel, koefisien determinasi, dan uji t dengan menggunakan perangkat lunak STATA 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dewan komisaris independen memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap penghindaran pajak, (2) kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, (3) kualitas audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, (4) ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. | This study aims to evaluate the impact of corporate governance on tax avoidance. The variables studied are tax avoidance measured using CETR as the dependent variable, while the independent variables include independent board of commissioners, institutional ownership, audit quality, and company size. The data collection method used is literature study and document analysis. The research population consists of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2017-2021 period. The sample was selected using purposive sampling method, so that there were 19 companies that were sampled with a total of 95 observations. Data analysis was carried out using descriptive statistical techniques, classical assumption tests, panel data regression, coefficient of determination, and t test using STATA 17 software. The results showed that: (1) independent board of commissioners has a negative and significant effect on tax avoidance, (2) institutional ownership has no significant effect on tax avoidance, (3) audit quality has no significant effect on tax avoidance, (4) company size has no significant effect on tax avoidance. | |
| 40505 | 42745 | C1B020066 | Pengaruh Brand Experience dan Brand Liking terhadap Trust yang Dimoderasi oleh Peer Influence pada Pengguna Jasa Fotografi on Call | Subsektor fotografi pada industri kreatif yang merupakan salah satu sektor dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mempunyai peluang dan potensi bisnis yang sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yaitu telah menyumbang sebesar Rp5,90 triliun. Seiring dengan perkembangan teknologi, minat masyarakat, khususnya anak muda terhadap bisnis fotografi semakin meningkat, serta adanya inkonsistensi temuan hasil penelitian dari pengaruh pengalaman merek terhadap kepercayaan dan kesukaan merek terhadap kepercayaan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh pengalaman merek dan kesukaan merek terhadap kepercayaan pada pengguna jasa fotografi panggilan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna jasa fotografi panggilan di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 210 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis SEM PLS yang menunjukkan bahwa: (1) Pengalaman merek berpengaruh positif terhadap kepercayaan kognitif, (2) Pengalaman merek berpengaruh positif terhadap kepercayaan afektif, (3) Kesukaan merek berpengaruh positif terhadap kepercayaan afektif, (4) Kepercayaan kognitif berpengaruh positif terhadap minat pembelian kembali, (5) Kepercayaan afektif berpengaruh positif terhadap minat pembelian kembali, (6) Minat pembelian kembali berpengaruh positif terhadap komunikasi dari mulut ke mulut, (7) Peran teman sebaya tidak memoderasi hubungan antara pengalaman merek terhadap kepercayaan kognitif, (8) Peran teman sebaya tidak memoderasi hubungan antara pengalaman merek terhadap kepercayaan afektif, dan (9) Peran teman sebaya tidak memoderasi hubungan antara kesukaan merek terhadap kepercayaan afektif. | The photography subsector in the creative industry, which is one of the sectors of Micro, Small, and Medium Enterprises, has enormous business opportunities and potential for Indonesia's Gross Domestic Product (GDP), which has contributed IDR 5.90 trillion. Along with technological developments, public interest, especially young people in the photography business is increasing, as well as the inconsistency of research findings from the influence of brand experience and brand liking on trust. Therefore, research is needed on the influence of brand experience and brand liking on trust in users of on-call photography services. The population in this study were all users of on-call photography services throughout Indonesia. The number of respondents taken in this study were 210 respondents. Purposive sampling method is used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using SEM PLS analysis which shows that: (1) Brand experience has a positive effect on cognitive trust, (2) Brand experience has a positive effect on affective trust, (3) Brand liking has a positive effect on affective trust, (4) Cognitive trust has a positive effect on repurchase intention, (5) Affective trust has a positive effect on repurchase intention, (6) Repurchase intention has a positive effect on word-of-mouth, (7) The peer influence does not moderate the relationship between brand experience and cognitive trust, (8) The peer influence does not moderate the relationship between brand experience and affective trust, and (9) The peer influence does not moderate the relationship between brand liking and affective trust. | |
| 40506 | 42769 | C1B020006 | PERCEPTION OF COMMUNITIES AND APPARATUS ABOUT THE PERFORMANCE OF SERVICE PROVIDER IN LOCAL GOVERNMENT (CASE STUDY IN AJIBARANG DISTRICT, BANYUMAS DISTRICT) | Pemerintah daerah melalui kantor kecamatan merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Kinerja penyedia layanan pemerintah semakin tertantang untuk mendapatkan hasil yang optimal dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Kinerja pelayanan tentunya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh unit pelayanan publik atau aparatur pelaksana unit pelayanan publik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyelenggara pelayanan publik di Kantor Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas berdasarkan persepsi masyarakat dan aparatur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Non-probability Sampling dan purposive sampling. Responden penelitian terdiri dari 5 orang yang berasal dari aparat kantor kecamatan dan warga masyarakat. Analisis data menggunakan metode analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyedia layanan di Kantor Kecamatan Ajibarang sudah mencapai tingkat yang baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti tingkat daya tanggap, penyederhanaan prosedur, dan kemampuan penggunaan alat bantu. . Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja penyedia layanan publik di tingkat kecamatan dan memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. | The local government through the sub-district office is the spearhead that directly deals with the community. The performance of government service providers is increasingly being challenged for optimal results and to be able to respond to increasingly high demands from the public. Service performance is of course related to the quality of human resources owned by the public service unit or the implementing apparatus of the public service unit. This study aims to analyze the performance of public service providers in the Ajibarang District Office, Banyumas Regency, based on the perceptions of the public and apparatus. The research method used is descriptive qualitative with a sampling technique using Non-probability Sampling and purposive sampling method. The research respondents consisted of 5 people from the sub-district office apparatus and community members. Data were analyzed using the interactive data analysis method from Miles and Huberman, through data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that the performance of service providers at the Ajibarang District Office has reached a good level, but there are still several aspects that need improvement, such as the level of responsiveness, simplification of procedures, and ability to use assistive devices. This research is expected to provide a better understanding of the performance of public service providers at the sub-district level and provide input for local governments in improving the quality of services to the community. | |
| 40507 | 42770 | K1A019007 | Penurunan Nilai TSS, BOD, dan COD Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Menggunakan Koagulan Tawas Hasil Daur Ulang Limbah Aluminium | Limbah cair rumah pemotongan ayam memiliki nilai Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi. Salah satu pengolahan untuk menurunkan nilai TSS, BOD, dan COD limbah cair rumah pemotongan ayam adalah dengan metode koagulasi menggunakan koagulan tawas atau [KAl(SO4)2.12H2O]. Tawas diperoleh dari daur ulang limbah aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi KOH, H2SO4, suhu pemanasan, waktu pemanasan, dan berat limbah aluminium yang menghasilkan tawas paling banyak, serta untuk mengetahui persentase penurunan nilai TSS, BOD, dan COD limbah cair rumah pemotongan ayam setelah dilakukan proses koagulasi menggunakan koagulan tawas hasil daur ulang limbah aluminium. Hasil penelitian menunjukkan tawas yang paling banyak diperoleh pada konsentrasi KOH 25%, H2SO4 7 M, waktu pemanasan 15 menit, suhu pemanasan 75 oC, dan berat sampel 3 gram dengan persentase penurunan TSS sebesar 95,67%; BOD sebesar 76,60%; dan COD sebesar 96,27%. | Chicken slaughterhouse wastewater has a high value of Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), and Chemical Oxygen Demand (COD). One of wastewater treatments to reduce the TSS, BOD, and COD value of the chicken slaughterhouse wastewater is the coagulation method using alum coagulant or [KAl(SO4)2.12H2O]. Alum is obtained from recycling aluminium waste. This research aims to determine the concentration of KOH, H2SO4, heating temperature, heating time, and weight of aluminium waste which produces the most alum, and to determine the percentage reduction in TSS, BOD, and COD values of chicken slaughterhouse liquid waste after the coagulation process was carried out using alum coagulant from recycled aluminium waste. The results showed that the most alum was obtained at a KOH concentration of 25%, H2SO4 7M, heating time of 15 minutes, heating temperature of 75 oC, and sample weight of 3 grams with a TSS reduction percentage of 95.67%; BOD of 76.60%; and COD of 96.27%. | |
| 40508 | 42772 | K1A019032 | IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SENYAWA HASIL KROMATOGRAFI KOLOM DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL DAGING BUAH KETAPANG | Ketapang (Terminalia catappa L.) adalah salah satu tumbuhan yang termasuk ke dalam familia combretaceae. Ketapang dikenal sebagai tanaman obat, senyawa aktif dalam ketapang memiliki banyak aktivitas biologis, salah satunya sebagai antijamur. Fraksi etil asetat daging buah ketapang berdasarkan penelitian sebelumnya dilaporkan memiliki aktivitas antijamur yang potensial terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini mengkaji tentang senyawa aktif dan uji aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daging buah ketapang yang telah melalui pemisahan lanjutan menggunakan kromatografi kolom. Pemisahan yang dilakukan menghasilkan 6 subfraksi untuk selanjutnya ditentukan aktivitas antijamurnya terhadap jamu Candida albicans dengan metode difusi sumuran. Subfraksi IV diketahui memiliki aktivitas antijamur sedang dengan nilai zona hambat 5,8mm. Subfraksi IV selanjutnya diidentifikasi lebih lanjut melalui skrining fitokimia dan menggunakan instrumen FT-IR. Skrinning fitokimia menunjukkan subfraksi IV etil asetat positif senyawa golongan fenolat dan terpenoid. Hasil analisis FT-IR didapatkan 5 gugus fungsi yaitu OH pada panjang gelombang 3390,47 cm-1, C=O karbonil pada panjang gelombang 1703,00 cm-1, C-H alkane pada panjang gelombang 1365,61 cm-1, C-N amina pada panjang gelombang 1230,64 cm-1 dan C-H aromatik pada panjang gelombang 649,35 cm-1. | Ketapang (Terminalia catappa L.) is one of the plants included in the combretaceae family. Ketapang is known as a medicinal plant, the active compounds in ketapang have many biological activities, one of which is as an antifungal. The ethyl acetate fraction of ketapang fruit flesh based on previous research is reported to have potential antifungal activity against Candida albicans fungus. This study examines the active compounds and antifungal activity tests against Candida albicans fungi from the ethyl acetate fraction of methanol extract of ketapang fruit flesh which has gone through further separation using column chromatography. The separation produced 6 subfractions for further determination of antifungal activity against Candida albicans. antifungal activity against Candida albicans fungus using the well diffusion method. Subfraction IV is known to have moderate antifungal activity with an inhibition zone value of 5.8mm. Subfraction IV was further identified through phytochemical screening and using FT-IR instrument. Phytochemical screening showed that ethyl acetate subfraction IV was positive for phenolics and terpenoids and terpenoids. The results of FT-IR analysis obtained 5 functional groups, namely OH at a wavelength of 3390.47 cm-1, C=O carbonyl at a wavelength of 1703.00 cm-1, C-H alkane at a wavelength of 1365.61 cm-1, C-N amine at a wavelength of 1230.64 cm-1 and C-H aromatic at wavelength of 649.35 cm 1. | |
| 40509 | 42773 | F1B019045 | Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kewajaran Harga Terhadap Kepuasan Masyarakat Pengguna Buy The Service (BTS) Trans Banyumas di Kabupaten Banyumas | Program Buy The Service (BTS) merupakan layanan jasa angkutan massal perkotaan berupa bus yang diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat. BTS bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi umum dan mengurangi kemacetan di kota-kota besar Indonesia serta meningkatkan dorongan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dalam bepergian sehari-hari. Berdasarkan pengamatan awal yang peneliti lakukan terhadap pelayanan bus Trans Banyumas, diperlukan adanya penelitian mengenai kepuasan masyarakat pengguna bus Trans Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kewajaran harga terhadap kepuasan masyarakat pengguna Buy The Service (BTS) Trans Banyumas di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sasaran penelitian ini adalah masyarakat pengguna pelayanan moda transportasi publik Buy The Service (BTS) Trans Banyumas di Kabupaten Banyumas dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner, Observasi, dan Dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis pengukuran indeks, korelasi Kendall’s Tau-c, koefisien Konkordansi Kendall W, dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dengan koefisien regresi sebesar 0,544 atau 54,4 persen. Kedua, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kewajaran harga terhadap kepuasan masyarakat dengan koefisien regresi sebesar 0,422 atau 42,2 persen. Ketiga, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kewajaran harga terhadap kepuasan masyarakat dengan koefisien regresi sebesar 0,636 atau 63,6 persen. Sehingga ketiga hipotesis yang telah dirumuskan dapat diterima. | Buy The Service (BTS) program is an urban mass transportation service in the form of buses launched by the Ministry of Transportation through the Directorate General of Land Transportation. BTS aims to improve the quality of public transportation services, reduce congestion in major cities in Indonesia, and encourage the public to use public transportation for daily commuting. Based on initial observations made by researchers on the Trans Banyumas bus services, there is a need for a research on the satisfaction of Trans Banyumas bus users. This research aims to determine whether there is a positive and significant influence between service quality and price fairness on the satisfaction of Buy The Service (BTS) Trans Banyumas users in Banyumas Regency. This research used quantitative research methods with a survey approach. The target of this research is the community users of the Trans Banyumas Buy The Service (BTS) public transportation service in Banyumas Regency, with a sample size of 100 respondents. Data collection techniques using questionnaires, observation and documentation. The sampling technique is carried out using the accidental sampling method. Data analysis in this research used index measurement analysis, Kendall's Tau-c correlation, Kendall W concordance coefficient, and ordinal regression. The research results indicate that: First, there is a positive and significant influence of service quality on public satisfaction with a regression coefficient of 0,544 or 54,4 percent. Second, there is a positive and significant influence of price fairness on public satisfaction with a regression coefficient of 0,422 or 42,2 percent. Third, there is a positive and significant influence of both service quality and price fairness on public satisfaction with a regression coefficient of 0,636 or 63,6 percent. So that the three hypotheses that have been formulated can be accepted. | |
| 40510 | 44590 | C1H019005 | THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA AND VIDEO CONTENT MARKETING ON CUSTOMER ENGGAGEMENT OF FORMULA 1 IN INDONESIA MODERATING BY GENDER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) media sosial terhadap customer engagement formula 1, (2) Video Content Marketing terhadap Customer Engagement Formula 1 (3) Social Media terhadap Customer Engagement yang dimoderatori oleh Gender, (4) Konten Video Pemasaran pada Keterlibatan Pelanggan yang dimoderatori oleh Gender. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para penggemar Formula 1 di Indonesia. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria usia diatas 17 tahun, mengikuti media sosial Formula 1/Komunitas/fanspage. telah menonton Drive untuk bertahan hidup dan menonton Formula 1 di tv/tv/platform digital lain atau langsung. Responden dalam penelitian ini adalah 107 penggemar Formula 1 di Indonesia yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dengan menggunakan bantuan Spss menunjukkan bahwa: (1) Media Sosial berpengaruh positif terhadap Customer Engagement, (2) Video Content Marketing berpengaruh positif terhadap Customer Engagement, (3) Media Sosial terhadap Pelanggan Keterlibatan tidak dimoderasi berdasarkan gender, (4) Pemasaran Konten Video pada Customer Engagement Belum dimoderasi berdasarkan Gender | This study aims to determine the effect of: (1) social media on customer engagement of formula 1, (2) Video Content Marketing on Customer Engagement of Formula 1 (3) Social Media to Customer Engagement moderated by Gender, (4) Video Content Marketing on Customer Engagement moderated by Gender. This research includes quantitative research. The population in this study are Formula 1 fans in indonesia. The sample used is purposive sampling with age criteria above 17 years, following Formula 1 social media /Community/fanspage. have watching Drive to survive and have watching Formula 1 on tv/tv/another digital platform or live. Respondents in this study were 107 Formula 1 fans in indonesia who met the criteria. Based on the results of research and analysis carried out using the help of Spss shows that: (1) Social Media have positive effect on Customer Engagement, (2) Video Content Marketing have positive effect on Customer Engagement, (3) Social media on Customer Enggagement not moderated by gender, (4) Video Content Marketing on Customer Engagement Has not moderated by Gender | |
| 40511 | 44913 | C1B020055 | Pengaruh Leverage terhadap Agency Cost pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Dividend Policy sebagai Variabel Mediasi) | Masalah yang terjadi di perusahaan terkait agency cost mendorong penelitian ini untuk mengeksplorasi pengaruh leverage, kebijakan dividen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan komisaris independen terhadap agency cost pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Agency cost merupakan biaya yang muncul karena adanya konflik keagenan yang disebabkan oleh perbedaan intensif dan tujuan antara pemilik perusahaan dengan manajer. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling, yang menghasilkan total 43 sampel dengan 215 data yang diolah menggunakan metode Warp PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh positif terhadap agency cost, serta leverage juga berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Kebijakan dividen ditemukan meningkatkan agency cost karena mengurangi kas untuk investasi dan operasional, serta kebijakan dividen dapat memediasi pengaruh leverage terhadap agency cost dengan mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap agency cost, sedangkan kepemilikan institusional dan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan mekanisme tata kelola perusahaan untuk mengurangi agency cost dan meningkatkan kinerja serta stabilitas jangka panjang perusahaan perbankan. Kata kunci : Leverage, Dividend Policy, Agency Cost, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen | The issue of agency cost in companies has prompted this study to explore the effects of leverage, dividend policy, managerial ownership, institutional ownership, and independent commissioners on agency cost in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Agency cost arises from agency conflicts due to differences in incentives and objectives between company owners and managers. This research is quantitative and uses purposive sampling, resulting in a total of 43 samples with 215 data points processed using the Warp PLS method. The results indicate that leverage has a positive effect on agency cost, and leverage also positively affects dividend policy. Dividend policy is found to increase agency cost by reducing cash available for investment and operations. Additionally, dividend policy can mediate the effect of leverage on agency cost by reducing uncertainty and increasing stakeholder trust. Managerial ownership negatively affects agency cost, while institutional ownership and independent commissioners do not have a significant effect. These findings highlight the importance of strengthening corporate governance mechanisms to reduce agency cost and enhance the long-term performance and stability of banking companies. Keywords: Leverage, Dividend Policy, Agency Cost, Institutional Ownership, Managerial Ownership, Independent Commissioners. | |
| 40512 | 42774 | A1F019066 | KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK EKSTRAK SABUT KELAPA MUDA PADA VARIASI JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI (FILLER) | Hasil samping dari tanaman kelapa berlimpah seperti sabut kelapa muda. Permasalahan yang terjadi adalah pemanfaatan sabut kelapa yang belum maksimal dilakukan padahal sabut kelapa muda terdeteksi adanya senyawa fenolik, tanin, dan flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan. Ekstrak sabut kelapa muda yang berbentuk cair dinilai mudah rusak, memiliki umur simpan yang pendek, dan pengaplikasiannya sebagai pengawet bahan pangan yang terbatas. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut adalah dengan dilakukannya penyerbukan ekstrak sabut kelapa muda dengan metode foam mat drying. Dalam menggunakan metode foam mat drying dibutuhkan bahan pengisi seperti maltodekstrin, gum arab, dan dekstrin. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu penambahan variasi jenis bahan pengisi (maltodekstrin, gum arab, dekstrin) dan variasi konsentrasi bahan pengisi (10%, 15%, 20%). Variabel yang diamati adalah kadar air, kadar abu, aktivitas air, analisis warna, total flavonoid, total fenolik, total tanin, dan aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan apabila terdapat pengaruh yang nyata berdasarkan data yang didapatkan maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan kepercayaan 95% (α = 0,05). Pemilihan perlakuan terbaik pada penelitian ini akan dilakukan dengan uji indeks efektivitas. Pengunaan variasi jenis bahan pengisi berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, aktivitas air, dan antioksidan. Penggunaan variasi konsentrasi bahan pengisi berpengaruh terhadap kadar abu, aktivitas air, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan. Perlakuan terbaik berdasarkan perlakuan variasi jenis dan konsentrasi bahan pengisi yaitu A3B1 atau jenis bahan pengisi dekstrin dengan konsentrasi 10% dengan karakteristik aktivitas antioksidan (IC50) 183,28 ppm, total tanin 1042,50 mg TAE/g, total fenolik 11,87 mg GAE/g, total flavonoid 12,86 mg QE/g, kadar air 4,62%, aktivitas air 0,50, kelarutan 36,83%, kadar abu 1,60%, warna (L*) 62,83, warna (a*) 9,74, dan warna (b*) 21,67. Karakteristik aktivitas antioksidan terbaik ada pada gum arab 10% sebesar 111,64 ppm yang tergolong sedang. | By-products of coconut plants are abundant such as young coconut fiber. The problem that occurs is the utilization of coconut coir that has not been maximized, even though young coconut coir is detected to have phenolic compounds, tannins, and flavonoids that are useful as antioxidants. Young coconut fiber extract in liquid form is considered perishable, has a short shelf life, and its application as a food preservative is limited. To overcome this problem is to pollinate young coconut fiber extract with foam mat drying method. In using the foam mat drying method, fillers such as maltodextrin, gum arabic, and dextrin are needed. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors, namely the addition of various types of fillers (maltodextrin, gum arabic, dextrin) and variations in the concentration of fillers (10%, 15%, 20%). The variables observed were moisture content, ash content, water activity, color analysis, total flavonoids, total phenolics, total tannins, and antioxidant activity. The data obtained were analyzed statistically with ANOVA and if there is a significant effect based on the data obtained, it will be continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) test with 95% confidence (α = 0.05). Selection of the best treatment in this study will be carried out by the effectiveness index test. The use of various types of fillers affects the water content, ash content, water activity, and antioxidants. The use of variations in filler concentration affects ash content, water activity, total flavonoids, and antioxidant activity. The best treatment based on the treatment of variations in filler type and concentration is A3B1 or dextrin filler type with a concentration of 10% with characteristics of antioxidant activity (IC50) 183.28 ppm, total tannins 1042.50 mg TAE/g, total phenolics 11.87 mg GAE/g, total flavonoids 12.86 mg QE/g, water content 4.62%, water activity 0.50, solubility 36.83%, ash content 1.60%, color (L*) 62.83, color (a*) 9.74, and color (b*) 21.67. The best antioxidant activity characteristic is 10% gum arabic at 111.64 ppm which is classified as medium. | |
| 40513 | 42777 | J0B020001 | PENERAPAN METODE KOMUNIKATIF PADA TERJEMAHAN LAMAN INFORMASI DESTINASI WISATA DI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN WONOSOBO | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerapan Metode Komunikatif Pada Terjemahan Laman Informasi Destinasi Wisata di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2022 sampai dengan 20 Maret 2023. Tujuan kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan untuk mengatasi kendala yang dialami oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam menghasilkan sebuah terjemahan laman informasi destinasi wisata ke dalam bahasa Mandarin. Latar belakang dari kegiatan praktik kerja ini dikarenakan belum tersedianya terjemahan laman mengenai informasi destinasi wisata yang ada di Wonosobo, sehingga informasi mengenai destinasi wisata yang ada di Wonosobo belum tersampaikan secara baik kepada pengunjung penutur Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam proses penerjemahan, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena dengan menggunakan metode komunikatif dapat menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan tata bahasa dalam bahasa sasaran. Dalam metode ini tidak hanya fokus kepada makna sebuah kata secara harfiah, tetapi juga memperhatikan maknanya secara implisit. Hasil dari terjemahan yang ada dapat digunakan sebagai media untuk mempromosikan atau mengenalkan tempat wisata yang ada kepada pengunjung penutur Mandarin. | This internship report is titled "Application of Communicative Method in Translating Tourism Destination Information Website at Wonosobo Tourism and Culture Department". The purpose of this internship activity is to overcome the obstacles faced by the Tourism and Culture Department in producing a translation of the tourism destination information website into Mandarin. The background of this internship activity is due to the unavailability of translated websites about tourist destinations in Wonosobo, resulting in inadequate delivery of information about tourist destinations to Mandarin-speaking visitors. The data collection methods used include observation, interviews, literature review, and internet browsing. In the translation process, the author uses the communicative translation method because using this method can produce translations that are appropriate to the grammar of the target language. This method not only focuses on the literal meaning of a word but also considers its implicit meaning. The results of the translation can be used as a medium to promote or introduce existing tourist attractions to Mandarin-speaking visitors. | |
| 40514 | 42778 | G1B018041 | PENGARUH GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KARIKA (Carica pubescens) TERHADAP ANGIOGENESIS DAN PROLIFERASI FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA INSISI GINGIVA (Studi In Vivo pada Tikus Galur Wistar) | Insisi gingiva merupakan tindakan pembedahan yang dapat menimbulkan luka. Luka dapat sembuh melalui proses penyembuhan luka yang terdiri dari fase hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Fase proliferasi menjadi penting karena terdapat angiogenesis yang menyediakan nutrisi dan oksigen selama penyembuhan luka serta proliferasi fibroblas yang memproduksi kolagen untuk regenerasi jaringan luka. Tanaman karika (Carica pubescens) terbukti berkhasiat sebagai obat. Daun karika mengandung fitokimia yang mampu menstimulasi angiogenesis dan proliferasi fibroblas. Penelitian ini menggunakan sampel 30 tikus galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu P1 (gel ekstrak etanol daun karika 3%), P2 (gel ekstrak etanol daun karika 6%), P3 (gel ekstrak etanol daun karika 12%), KP (Aloclair gel), dan KN (CMC-Na 5%). Hasil menunjukkan P1 memiliki rerata jumlah pembuluh darah dan fibroblas paling banyak. Analisis One-Way ANOVA menghasilkan p=0,000 yang berarti terdapat perbedaan signifikan di antara kelompok (p<0,05). Analisis post-hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dengan KN (p<0,05). Kelompok P1 dengan jumlah pembuluh darah paling banyak berbeda signifikan dengan P2 dan P3 (p<0,05) tetapi tidak berbeda signifikan dengan KP (p>0,05), sedangkan jumlah fibroblas antar kelompok perlakuan tidak berbeda signifikan (p>0,05). Kelompok P3 memiliki jumlah pembuluh darah yang lebih rendah dan berbeda signifikan dengan KP (p<0,05), tetapi jumlah fibroblas tidak berbeda signifikan dengan KP (p>0,05). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu terdapat pengaruh gel ekstrak etanol daun karika terhadap peningkatan angiogenesis dan proliferasi fibroblas pada proses penyembuhan luka insisi gingiva tikus. Pemberian gel ekstrak etanol daun karika konsentrasi 3% memiliki efektivitas yang paling baik dalam meningkatkan angiogenesis dan proliferasi fibroblas. | Gingival incision is a surgical procedure that can cause wounds. Wounds can heal through a healing process consisting of the hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling phase. The proliferation phase is important because it has angiogenesis that provide nutrients and oxygen, along fibroblast proliferation which produce collagen for tissue repair. The karika plant (Carica pubescens) has medicinal properties which promoting angiogenesis and fibroblast proliferation. This study used 30 Wistar rats as sampels divided into 5 groups, namely P1 (3% karika leaves ethanolic extract gel), P2 (6% karika leaves ethanolic extract gel), P3 (12% karika leaves ethanolic extract gel), KP (Aloclair gel), and KN (CMC-Na 5%). The results showed P1 has the highest mean number of blood vessels and fibroblasts. One-Way ANOVA resulted p=0,000 which means that there are significant differences between all groups (p<0.05). LSD post-hoc showed that KN is significantly different from all groups (p<0.05). P1 whose the highest number of blood vessels is significantly different from P2 and P3 (p<0.05) but not from KP (p>0.05). The number of fibroblasts between treatment groups is not significantly different (p>0.05). P3 has a lower number of blood vessels significantly different from KP (p<0.05), but the number of fibroblasts is not significantly different from KP (p>0.05). The conclusion is there is an effect of karika leaves ethanolic extract gel on increasing angiogenesis and fibroblast proliferation in the gingival incised wound healing process of rat. The treatment of 3% karika leaves ethanolic extract gel has the best effectivity to promote angiogenesis and fibroblast proliferation. | |
| 40515 | 42779 | K1A019074 | Pengaruh Fermentasi terhadap Kadar Senyawa Polifenol dan Flavonoid serta Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Buah Parijoto (Medinilla speciosa) terhadap Serratia marcescens | Buah parijoto yang banyak ditemukan di lereng Pegunungan Muria, Provinsi Jawa Tengah mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap kadar senyawa polifenol dan flavonoid dalam buah parijoto serta menguji aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap S. marcescens. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus acidophilus dan Lactiplantibacillus plantarum, penentuan nilai OD (Optical Density), pH, dan total asam tertitrasi yang diukur setiap 0, 24, dan 48 jam. Sampel kemudian diekstraksi menggunakan sonikator, dievaporasi, dan dikeringkan dengan metode beku kering. Hasil uji senyawa polifenol dan flavonoid menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar senyawa pada sampel yang difermentasi menggunakan bakteri L. acidophilus dan gabungan L. acidophilus dan L. plantarum dengan nilai kadar total polifenol berturut-turut sebesar 57,46 dan 62,20 mgGAE/g, sedangkan kadar total flavonoid berturut sebesar 8,48 dan 8,51 mgQE/g. Sampel yang difermentasi menggunakan bakteri L. plantarum mengalami penurunan kadar senyawa polifenol dan flavonoid dengan nilai berturut-turut sebesar 49,20 mgGAE/g dan 8,20 mgQE/g. Hasil uji DPPH menunjukkan bahwa sampel yang difermentasi menggunakan bakteri L. plantarum dan gabungan L. acidophilus dan L. plantarum mempunyai nilai IC50 yang lebih rendah dari kontrol, yaitu sebesar 294,37 dan 299,77 ppm. Hasil uji ABTS menunjukkan bahwa sampel yang difermentasi menggunakan bakteri L. acidophilus, L. plantarum serta gabungan keduanya memiliki nilai IC50 yang lebih rendah dari kontrol, yaitu sebesar 194,01; 188,59; dan 165,65 ppm. Hasil uji antibakteri menggunakan metode mikrodilusi menunjukkan bahwa sampel yang difermentasi menggunakan bakteri L. acidophilus, L. plantarum serta gabungan keduanya memiliki % penghambatan yang lebih tinggi dari kontrol yaitu sebesar 90,78; 88,20; dan 89,58%. | Parijoto fruit which is commonly found on the Muria Mountains, Central Java contains high phenolic and flavonoid compounds. This study aims to determine the effect of fermentation on polyphenolic and flavonoid in Parijoto fruit and to test the antioxidant and antibacterial activities against S. marcescens. The research consisted of fermentation using Lactobacillus acidophilus and Lactiplanti bacillus plantarum bacteria, and determining the OD (Optical Density), pH, and total titrated acid values every 0, 24, and 48 hours. Then, the samples were extracted using a sonicator, evaporated, and dried using the freeze-dried method. The test results for polyphenolic and flavonoid compounds showed that there was an increase in the levels of compounds in samples fermented using L. acidophilus bacteria and a combination of L. acidophilus and L. plantarum with total polyphenol content values of 57,46 and 62,20 mgGAE/g, while the levels of total flavonoids were 8,48 and 8,51 mgQE/g. Fermented samples with L. plantarum bacteria had values of 49,20 mgGAE/g and 8,20 mgQE/g for polyphenolic and flavonoid compounds. The results of the DPPH test showed that the samples fermented using L. plantarum bacteria and a combination of L. acidophilus and L. plantarum had lower IC50 values than the controls, namely 294,37 and 299,77 ppm. ABTS test results showed that samples fermented using L. acidophilus, L. plantarum bacteria, and a combination of the two had lower IC50 values than the control, namely 194,01; 188,59; and 165,65 ppm. The results of the antibacterial test using the microdilution method showed that samples fermented using L. acidophilus, L. plantarum, and a combination of the two had a higher % inhibition than the control, namely 90,78; 88,20; and 89,58%. | |
| 40516 | 42776 | I4B022103 | Pengaruh Penerapan Teknik Butterfly Hug dan Promosi Koping pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Masalah Ketidakberdayaan | Latar belakang dan tujuan: Program perawatan jangka panjang pada pasien gagal ginjal kronis tidak hanya menimbulkan dampak fisik, namun juga dapat memicu munculnya masalah psikososial yaitu ketidakberdayaan. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas penerapan teknik butterfly hug dan promosi koping pada pasien gagal ginjal kronik dengan masalah ketidakberdayaan Metode: Studi kasus dengan implementasi evidence based practice pada penerapan asuhan keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan intervensi teknik butterfly hug dan promosi koping pada pasien gagal ginjal kronik dengan masalah ketidakberdayaan selama 7 hari, terjadi peningkatan tingkat keberdayaan yang signifikan pada pasien. Hal ini ditandai dari skor evaluasi respon ketidakberdayaan setelah menderita penyakit gagal ginjal kronik. Sebelum dilakukan intervensi skor=39 berada di tingkat ketidakberdayaan sedang dan setelah intervensi skor=60 yang bermakna semakin berkurang respon ketidakberdayaan pasien, pasien semakin berdaya. Kesimpulan: Penerapan teknik butterfly hug mampu mendorong pasien untuk mengembangkan perasaan positif seperti lebih percaya diri, tenang, lebih menerima kondisi saat ini, dan mampu berkomunikasi lebih baik dengan orang lain. Sementara itu, promosi koping membantu pasien menilai dan merespon stressor kemudian menggunakan kemampuan dan sistem pendukung yang dimiliki untuk mengatasi masalah. Oleh karena itu kombinasi kedua teknik tersebut direkomendasikan untuk dilakukan karena terbukti efektif, tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan, dan mudah dilakukan. | Background. Long-term treatment programs for patients with chronic kidney disease not only cause physical impacts but can also trigger the emergence of psychosocial problems, namely helplessness. The research aims to determine the effectiveness of applying the butterfly hug technique and promoting coping in chronic kidney disease patients with helplessness problems. Methods. A case study using the implementation of evidence-based practice in nursing care. Results. After intervention with the butterfly hug technique and coping promotion in chronic kidney disease patients with helplessness problems for seven days, there was a significant increase in the patient's empowerment. That indicated by the evaluation score of the helplessness response after suffering from chronic kidney failure. Before the intervention, a score of = 39 was at a moderate level of helplessness. After the intervention, a score of = 60 it means that the less helpless the patient responds, the more empowered the patient is. Conclusion. Applying the butterfly hug technique can encourage patients to develop positive feelings such as more confident, calm, more accepting their current conditions, and able to communicate better with other people. Meanwhile, coping promotion helps patients to use their abilities and support systems to overcome stressors. Therefore, the combination of the butterfly hug technique with coping promotion is recommended for patients with chronic kidney disease by helplessness problems because it has been proven effective, does not cause dangerous side effects, and is easy to do. Keywords: butterfly hug, coping promotion, chronic kidney disease, helplessness. | |
| 40517 | 44833 | J1A017021 | Subtitling Strategies and Accuracy of Onomatopoeia in Bryan Andrew's What If...? Series | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe onomatope, strategi penerjemahan takarir, dan aspek keakuratan pada penerjemahan onomatope dalam serial What If. Analisis ini dilakukan dengan mengaplikasikan teori tipe onomatope oleh Berdin (1996), teori strategi penerjemahan takarir oleh Gottlieb (1992), dan teori keakuratan penerjemahan oleh Nababan (2012). Data dari penilitian ini adalah 61 onomatope yang diambil dari semua 9 episode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan total sampling. Untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah, peneliti menyebarka kuesioner kepada beberapa responden yang hasilnya dilibatkan dalam analisis. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa semua tipe onomatope ditemukan di semua data seperti onomatope direct (31%), onomatope association (36%), dan onomatope exemplary (33%). Sementara itu, hanya ada 7 strategi yang ditemukan dari data yang terdiri dari of paraphrase (33%), transfer (53%), transcription (2%), dislocation (3%), condensation (2%), decimation (5%), dan resignation (2%). Selain itu, untuk aspek keakuratan, sebanyak 89% onomatope tergolong level akurat dan 11% yang lain termasuk level kurang akurat. Strategi yang paling sering adalah transfer yang dipengaruhi oleh makna tersurat yang disampaikan oleh onomatope asli dalam teks sumber. Maka dari itu, sebagian besar terjemahan onomatope dalam serial What If akurat atau umumnya mengandung pesan yang sama seperti teks bahasa sumber. Terbukti dari penggunaan strategi penerjemahan takarir yang diaplikasikan pada setiap kategori onomatope dan menghasilkan level tinggi dalam penilaian keakuratan. | This research is aimed to analyze the types of onomatopoeia, subtitling strategies, and the accuracy aspect of the translation of onomatopoeia in What If series. The analysis is conducted by applying the theory of types of onomatopoeia by Berdin (1996), the theory of subtitling strategies by Gottlieb (1992), and the theory of translation accuracy by Nababan (2012). The data of this research is 61 onomatopoeias collected from all the 9 episodes. This research uses descriptive qualitative method and total sampling. In order to answer the research questions, the researcher distributes questionnaires to respondents which result is involved in the analysis. The result of this research shows that all types of onomatopoeia are found in all the data such as direct onomatopoeia (31%), association onomatopoeia (36%), and exemplary onomatopoeia (33%). Meanwhile, there are only 7 subtitling strategies found from the data that consist of paraphrase (33%), transfer (53%), transcription (2%), dislocation (3%), condensation (2%), decimation (5%), and resignation (2%). The most used strategy is transfer which affected by the explicit meaning conveyed by the original onomatopoeia in the source text. Moreover, for the accuracy aspect, a total of 89% of onomatopoeia belongs to accurate level and the rest 11% belongs to less accurate level. Therefore, the translation of onomatopoeia in What If series is dominantly accurate or generally contain the same message as the source language text. It is proved by the use of subtitling strategies that are applied to each category of onomatopoeia and result in the high level of accuracy assessment. | |
| 40518 | 42737 | H1D020001 | IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK IDENTIFIKASI STUNTING PADA ANAK BALITA MENGGUNAKAN METODE ELIMINATION ET CHOIX TRADUISANT LA REALITÉ BERBASIS WEBSITE DENGAN VISUALISASI PEMETAAN | Stunting pada anak balita memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Kurangnya ketepat dan cepatnya dalam penentuan status stunting menyebabkan penanganan stunting menjadi lambat. Dengan demikian, perlu adanya pendekatan komprehensif menggunakan metode Elimination Et Choix Traduisant la Realité (ELECTRE) dan visualisasi pemetaan untuk mengidentifikasi stunting dengan cepat dan tepat. Dengan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan berbasis web menggunakan Bahasa pemrograman PHP, aplikasi yang dihasilkan berhasil mengidentifikasi dengan cepat dan akurat anak balita yang terindikasi stunting di Desa Klapagada, Kabupaten Cilacap. Visualisasi pemetaan memberikan lokasi geografis yang jelas, memudahkan kader posyandu dalam penanganan stunting. Hasil menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam meningkatkan kecepatan dan akurasi identifikasi stunting pada anak balita. | Stunting in toddlers has a serious impact on the health and development of the child. The lack of precision and promptness in determining stunting status results in a slow response to addressing the issue. Therefore, there is a need for a comprehensive approach using the Elimination Et Choix Traduisant la Realité (ELECTRE) method and mapping visualization to quickly and accurately identify stunting. By developing a web-based Decision Support System using the PHP programming language, the resulting application successfully identified toddlers indicating stunting rapidly and accurately in Klapagada Village, Cilacap Regency. The mapping visualization provides a clear geographical location, facilitating community health workers in addressing stunting cases. The results indicate that this system is effective in improving the speed and accuracy of stunting identification in toddlers. | |
| 40519 | 42782 | J1C019056 | Tindak Tutur Deklaratif dalam Anime Ōoku: The Inner Chambers | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur deklaratif yang terdapat dalam anime Ōoku: The Inner Chambers. Penelitian ini menggunakan teori Searle mengenai pembagian klasifikasi bentuk tindak tutur deklaratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data anime Ōoku: The Inner Chambers dan menggunakan data berupa tuturan yang digunakan tokoh dalam anime tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak catat dan dianalisis menggunakan teknik analisis kontekstual. Triangulasi data digunakan pada penelitian ini untuk menvalidasi keabsahan data. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan 33 tuturan deklaratif yang masuk ke dalam 11 bentuk tindak tutur deklaratif Searle, yaitu memecat (dismissing) sebanyak 4 data, menghukum (punishing) sebanyak 1 data, mengangkat (appointing) sebanyak 5 data, memutuskan (deciding) sebanyak 5 data, memberi nama (naming) sebanyak 5 data, melarang (prohibiting) sebanyak 4 data, meyakinkan (convincing) sebanyak 2 data, mengizinkan (allowing) sebanyak 2 data, pasrah (surrender) sebanyak 2 data, mengesankan (impressing) sebanyak 2 data, dan menggolongkan (classifying) sebanyak 1 data. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindak tutur deklaratif dapat mempengaruhi nasib mitra tutur karena dituturkan oleh penutur yang berpengaruh atau berkuasa dan memiliki status sosial yang lebih tinggi. | This study aims to describe the form of declarative speech acts contained in the anime Ōoku: The Inner Chambers. This research uses Searle's theory regarding the classification of declarative speech acts. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source used in this research is the anime Ōoku: The Inner Chambers and uses data on the speech used by the characters in the anime. The data collection technique used in this research is using listening techniques and note-taking techniques, and analyzed using contextual analysis techniques. Data triangulation is used in this research to validate the validity of the data. Based on the results of the analysis, 33 declarative speech acts are found that are included in 11 forms of Searle's declarative speech acts, namely 4 data of dismissing, 1 data of punishing, 5 data of appointing, 5 data of deciding, 5 data of naming, 4 data of prohibiting, 2 data of convincing, 2 data of allowing, 2 data of surrender, 2 data impressing, and 1 data of classifying. In this study, it can be concluded that declarative speech acts can affect a person's fate because they are spoken by speakers who are influential or powerful and have a higher social status. | |
| 40520 | 42783 | J1C018022 | Implikasi Humor dalam Tuturan pelanggaran Prinsip Kerjasama pada Anime Nichijou Karya Arawi Keichi | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi humor pada tuturan pelanggaran prinsip kerjasama terdapat pada anime Nichijou. Teori yang digunakan adalah teori pelanggaran prinsip kerjasama Grice dan teori teknik humor verbal Berger. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data pada penilitian ini adalah anime Nichijou karya Arawi Keichi. Data pada penelitian ini adalah tuturan pelanggaran prinsip kerjasama yang mengandung humor. Data diperoleh menggunakan teknik simak catat lalu dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 data pelanggaran prinsip kerjasama. maksim kualitas (3 data), maksim kuantitas (4 data), maksim relevansi (10 data), maksim cara (5 data). Dari data pelanggaran prinsip kerjasama yang ditemukan terdapat teknik humor. Teknik humor bombast (4 data), misunderstanding (4 data), word play (3 data), insult (2 data), facetiousness (2 data), sarkasme (2 data) dan outwitting, insult, literalness, satire, allusion, infantilism masing-masing 1 data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelanggaran maksim relevansi merupakan jumlah pelanggaran terbanyak yaitu 9 data dan teknik humor yang digunakan terbanyak adalah teknik humor bombast dan misunderstanding yaitu 4 data. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah implikasi humor pada tuturan pelanggaran prinsip kerjasama paling banyak disebabkan oleh tuturan yang tidak relevan. Hal ini ini dapat dilihat dari hasil data pelanggaran maksim relevansi yang merupakan pelanggaran yang paling sering muncul. | This study intended to describe the violation of cooperation principles and humor in the anime "Nichijou". The theories used is the violation of cooperation principles theory by Herbert Paul Grice and the verbal humor technique theory by Arthur Asa Berger. This study is a descriptive study with a qualitative approach. The data were collected from the anime "Nichijou" by Arawi Keichi. The data are speech that violate cooperation principles and humor. The data were collected using observation recording methods and analyzed using qualitative descriptive methods. The results of the study showed that there were 22 data of cooperation principles violation. Data that violate the principles of quality (3 data), quantity (4 data), relevance (10 data), and method (5 data) were found. Humor techniques were also found from the data of cooperation principles violation. Humor techniques are bombast (4 data), misunderstanding (4 data), word play (3 data), insult (2 data), facetiousness (2 data), sarcasm (2 data), and outwitting, insult, literalness, satire, allusion, infantilism each (1 data). The conclusion of this study is implication of humor in speech that violates the cooperative principle is most often caused by irrelevant speech. This can be seen from the results of data on violations of the relevance maxim, which is the most common violation. |