Artikelilmiahs
Menampilkan 40.561-40.580 dari 48.897 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40561 | 42836 | H1B019021 | PETA BAHAYA GEMPA PULAU JAWA MENGGUNAKAN RESPON SPEKTRUM DENGAN INTENSITAS GOYANGAN JMA-SIS BERDASARKAN RIWAYAT WAKTU GEMPA TIRUAN HASIL DEAGREGASI | Indonesia merupakan wilayah yang berada pada zona tektonik aktif yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi. Gempa bumi mempunyai besaran yang disebut intensitas. Standar pengukuran intensitas goyangan gempa yang dipakai dalam penelitian ini adalah Seismic Intensity Scale (SIS) yang digunakan oleh Japan Meteorological Agency (JMA). Respon spektrum merupakan grafik yang menunjukkan respon maksimum suatu struktur terhadap gempa tertentu dengan mempertimbangkan rasio redaman. Besarnya intensitas dan respon spektrum tergantung pada riwayat waktu gempa yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan peta gempa pulau Jawa berdasarkan tingkat intensitasnya pada tiga kondisi tanah yang berbeda. Data yang digunakan adalah riwayat waktu gempa tiruan hasil deagregasi menggunakan metode pencocokan spektral (Spectral Matching Method) dengan perhitungan program m-SIS yang divalidasi menggunakan metode Normalized Mean Squared Error (NMSE) dari peta Peak Ground Acceleration (PGA). Validasi dilakukan untuk melihat kesesuaian potensi bahaya gempa dengan data sejarah kegempaan menggunakan peta PGA dari data koordinat dan PGA Indonesia. Perhitungan program m-SIS bertujuan untuk mengetahui pemetaan wilayah gempa yang dihasilkan dari respon spektrum berdasarkan tingkat intensitasnya dengan menggunakan metode JMA-SIS. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil perhitungan nilai m-SIS pada tiga kondisi tanah yaitu keras (SC), sedang (SD), dan lunak (SE). Hasil dari ketiga kondisi tanah tersebut didapatkan nilai intensitas paling maksimum pada kondisi tanah lunak (SE) dan paling minimum pada tanah keras (SC). | Indonesia is situated in a geologically active region characterized by frequent earthquake activity. Earthquakes are characterized by a measure known as intensity. The Seismic Intensity Scale (SIS) employed by the Japan Meteorological Agency (JMA) serves as the benchmark for assessing the magnitude of earthquake shaking in this study. The response spectrum is a graphical representation that illustrates the highest level of response exhibited by a structure to a certain earthquake, taking into account the damping ratio. The intensity and reaction spectrum's magnitude is contingent upon the earthquake time history employed. The objective of this study is to generate a seismic map of Java island by assessing the intensity level of earthquakes across three distinct ground conditions. The data utilized consists of the temporal sequence of a simulated earthquake, which has been desaggregated using the Spectral Matching Method. The calculation employed m-SIS program which has been validated using Normalized Squared Error (NMSE) method of Peak Ground Acceleration (PGA) distribution map. The adequacy of prospective earthquake hazards was assessed through validation by comparing historical seismic data using PGA map derived from the corresponding coordinate and the Indonesian PGA map. The m-SIS program calculates the mapping of the earthquake area by utilizing the JMA-SIS approach to identify the intensity level based on the response spectrum. Based on the completed research, the m-SIS values were calculated for three different soil conditions: hard (SC), medium (SD), and soft (SE). The maximum intensity value was observed in the soft soil (SE), while the least intensity value was observed in the hard soil (SC) among the three soil conditions. | |
| 40562 | 42817 | C1B020038 | PERAN MEDIASI COMPETITIVE ADVANTAGE: PENGARUH DIGITAL MARKETING CAPABILITY DAN INNOVATION CAPABILITY TERHADAP MSME’s PERFORMANCE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi Competitive Advantage dalam pengaruh Innovation Capability dan Digital Marketing Capability terhadap MSME’s Performance. Pada penelitian ini, sampel yang digunakan sebanyak 115 responden yang merupakan para pengguna pelaku UMKM durian di Kecamatan Kemranjen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) yang diolah dengan software IBM SPSS AMOS 24. Penelitian ini menunjukan bahwa Digital Marketing Capability berpengaruh terhadap MSME’s Perfoemance, Innovation Capability dan Digital Marketing Capability berpengaruh terhadap Competitive Advantage, Competitive Advantage berpengaruh terhadap MSME’s Performance, dan Competitive Advantage dapat memediasi pengaruh Innovation Capability dan Digital Marketing Capability terhadap MSME’s Performance. Namun, Innovation Capability tidak berpengaruh terhadap MSME’s Performance. Berdasarkan hasil tersebut, UMKM durian perlu memperhatikan Digital Marketing Capability seperti Whatsapp Business, Facebook, Instagram atau e-commerce dan juga inovasi terkait produk, layanan serta oprasional UMKM sehingga UMKM dapat memiliki keunggulan bersaing dibandingkan dengan UMKM durian lain dan dapat mendatangkan pelanggan baru yang dapat meningkatkan penjualan UMKM. | This research aims to analyze the mediating role of Competitive Advantage in the influence of Innovation Capability and Digital Marketing Capability on MSME's Performance. In this research, the sample used was 115 respondents who were MSME users of durian in Kemranjen District. This research is a type of survey research with a quantitative approach and a sampling method using non-probability sampling with a purposive sampling technique. Based on the results of research conducted using the Structural Equation Model (SEM) processed with IBM SPSS AMOS 24 software. This research shows that Digital Marketing Capability influences MSME's Performance, Innovation Capability and Digital Marketing Capability influence Competitive Advantage, Competitive Advantage influences MSME's Performance and Competitive Advantage can mediate the influence of Innovation Capability and Digital Marketing Capability on MSME's Performance. However, Innovation Capability has no effect on MSME's Performance. Based on these results, durian MSMEs need to pay attention to marketing capabilities using online media such as Whatsapp Business, Facebook, Instagram or e-commerce and also innovations related to products, services and MSME operations so that MSMEs can have a competitive advantage compared to other durian MSMEs and can bring in new customers. which can increase MSME sales. | |
| 40563 | 42819 | C1G020032 | ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF FOOD SECURITY WITH STUNTING INCIDENCE IN SUMBANG DISTRICT, BANYUMAS REGENCY | Ketahanan pangan adalah suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi negara hingga perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik kuantitas maupun kualitasnya, aman, beragam dan bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, kepercayaan, budaya. masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, baik kuantitas maupun kualitas pada tingkat individu dan rumah tangga akan mengganggu pencapaian kualitas hidup sehat, aktif dan berkelanjutan serta dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan dan gizi. Stunting Baduta merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh rendahnya akses dan keterjangkauan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketahanan pangan dengan stunting pada balita di Desa Karangcegak Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Total sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 14 orang yaitu balita yang mengalami stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi. Pengujian ini dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel (tingkat kepercayaan 95% atau alpha 0,05). Hasil analisis uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p sebesar 0,04 (p<α= 0,05). menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Karangcegak Kecamatan Sumbang. | Food security is a condition of fulfilling food for the state down to individuals, which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality, safe, diverse and nutritious, equitable and affordable and does not conflict with religion, belief, culture of the community to be able to live a healthy life , active and productive in a sustainable manner. If these needs are not met, both the quantity and quality at the individual and household level will interfere with achieving a healthy, active and sustainable quality of life and can cause various health and nutrition problems. Baduta stunting is a chronic nutritional problem caused by low access to and affordability of food. The purpose of this study was to determine the relationship between food security and stunting in toddlers in Karangcegak Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The type of research used in this study is observational analytic with a case control design. The total sample used in the study was 14, namely toddlers who were stunted. The sampling technique uses the total sampling method. Data analysis using correlation test. This test can conclude that there is a significant relationship between the two variables (95% confidence level or alpha 0.05). The results of the Pearson correlation test analysis showed a p value of 0.04 (p <α= 0.05). shows that there is a relationship between household food security and the incidence of stunting in toddlers in Karangcegak Village, Sumbang District. | |
| 40564 | 42818 | C1G020030 | ANALYSIS OF THE EFFECT OF GREENHOUSE GAS (CO2) EMISSIONS, ENERGY CONSUMPTION AND UNEMPLOYMENT RATES ON ECONOMIC GROWTH IN 6 ASEAN COUNTRIES | Penulis tertarik untuk menyelidiki sejauh mana hubungan emisi gas CO2, konsumsi energi, dan sektor kehutanan dengan pertumbuhan ekonomi di 6 negara ASEAN menggunakan model regresi data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan data time series dan cross section yang diperoleh dari World Bank periode 2000-2019 selama 20 tahun dengan jenis data sekunder. Hasil penelitian dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan dan rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab I, kemudian jawaban rumusan masalah dan juga kesimpulan penelitian ini mengenai “Analisis Pengaruh Emisi Gas CO2, Konsumsi Energi , dan Tingkat Pengangguran di Enam Negara ASEAN: Data Panel Regresi” antara lain sebagai berikut: (1) Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara emisi gas karbon dioksida terhadap pertumbuhan ekonomi; (2) tidak terdapat hubungan negatif dan signifikan antara konsumsi energi dengan pertumbuhan ekonomi, hal ini menunjukkan bahwa variabel konsumsi energi yang meningkat menjadi alasan utama pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi dan meningkat angka pengangguran maka pertumbuhan ekonomi akan semakin menurun. | The authors are interested in investigating the extent of the relationship between CO2 gas emissions, energy consumption, and forestry sector with economic growth in 6 ASEAN countries using panel data regression models. The data used in this study is a combination of time series and cross section data obtained from the World Bank in the period 2000-2019 for 20 years with secondary data types. The results of the research have been intended to answer the questions and problem formulations that have been raised in chapter I, then the answers to the problem formulation and also the conclusions of this research on "Analysis of the Effects of CO2 Gas Emissions, Energy Consumption, and Unemployment Rates in Six ASEAN Countries: Regression Panel Data" include the following: (1) There is no positive and significant influence between carbon dioxide gas emissions on economic growth; (2) there is no negative and significant relationship between energy consumption and economic growth, this shows that the increasing variable energy consumption is the main reason for economic growth. The higher and increasing the unemployment rate, the economic growth will decrease. | |
| 40565 | 44837 | A1F020034 | Pengaruh Jenis Media Filtrasi Terhadap Mutu Gula Kelapa Cair dari Gula “Brondol" | Gula “brondol” merupakan gula kristal kasar yang tidak lolos pengayakan mesh 14 dan 16 dan diperoleh dari hasil samping pengolahan gula kristal. Dalam satu kali produksi gula kristal, dihasilkan 2–4% gula “brondol” (Inagro Jinawi, 2023). Salah satu upaya untuk memanfaatkan gula “brondol” adalah dengan diolah menjadi gula cair yang dikombinasikan dengan gula cetak. Kombinasi ini dilakukan karena gula cetak memiliki kekurangan yaitu tingkat kelarutannya yang rendah sehingga kurang praktis dan efisien. Gula kelapa cair memiliki potensi untuk dikembangkan karena tingkat konsumsinya meningkat dan praktis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2023), konsumsi perkapita kelompok bahan minuman gula cair (aren, kelapa, dan lontar) di Indonesia cukup tinggi yaitu 0,08% di tahun 2023. Akan tetapi, gula kelapa cair memiliki kekurangan yaitu terdapat endapan apabila sudah disimpan pada waktu tertentu. Adanya endapan pada gula kelapa cair akan menurunkan kualitas dan mengganggu visual produk terhadap konsumen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan penanganan untuk mengurangi endapan dengan metode filtrasi. Metode filtrasi memiliki kelebihan yaitu efektif dalam menghilangkan endapan larutan, ekonomis, dan dapat diterapkan pada skala UMKM (Khairunnisa, 2021). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis media filtrasi terhadap mutu larutan gula kelapa, mengetahui media filtrasi yang menghasilkan larutan gula kelapa dengan mutu terbaik, dan mengetahui karakteristik gula kelapa cair dari media filtrasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dengan satu faktor yaitu jenis media filtrasi (zeolit, arang partikel kasar, arang partikel halus, pasir silika, batu karang, dan sabut kelapa). Parameter uji fisik yaitu total padatan tidak terlarut, rendemen, dan total padatan terlarut. Hasil uji dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT (α = 5%) sehingga diketahui perlakuan terbaik. Gula kelapa cair hasil perlakuan terbaik diuji sifat kimia dan dibandingkan dengan gula kelapa cair komersial. Gula kelapa cair hasil perlakuan terbaik juga di uji organoleptik (skoring) dan dibandingkan dengan gula kelapa cair komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media filtrasi (zeolit, arang partikel kasar, arang partikel halus, pasir silika, batu karang, dan sabut kelapa) menurunkan total padatan tidak terlarut dan rendemen serta menaikkan total padatan terlarut larutan gula kelapa. Media filtrasi arang partikel kasar menghasilkan larutan gula kelapa yang memiliki kadar total padatan tidak terlarut, rendemen, dan total padatan terlarut lebih baik dibandingkan media filtrasi lainnya. Perlakuan media filtrasi arang partikel kasar menghasilkan gula kelapa cair dengan karakteristik warna (coklat), aroma (khas gula kelapa), rasa (manis), dan kesukaan (sangat disukai). Karakteristik tersebut lebih baik dibandingkan gula kelapa cair komersial. | “Brondol” sugar is coarse crystal sugar that does not pass mesh 14 and 16 sieving and is obtained as a by-product of crystal sugar processing. In one production of crystal sugar, 2 - 4% "brondol" sugar is produced (Inagro Jinawi, 2023). One of the efforts to utilize "brondol" sugar is to process it into liquid sugar combined with block sugar. This combination is done because block sugar has the disadvantage of low solubility, making it less practical and efficient. Liquid coconut sugar has the potential to be developed because its consumption level is increasing and practical. Based on data from Badan Pusat Statistik (2023), per capita consumption of liquid sugar beverage ingredients (palm, coconut, and lontar) in Indonesia is quite high at 0.08% in 2023. However, liquid coconut sugar has the disadvantage that there is sediment when it has been stored for a certain time. The presence of sediment in liquid coconut sugar will reduce quality and interfere with product visuals to consumers. To overcome this problem, a treatment is needed to reduce sediment with the filtration method. The filtration method has the advantages of being effective in removing solution sediment, economical, and can be applied to small businesses (Khairunnisa, 2021). The purpose of this study is to determine the effect of filtration media type on the quality of coconut sugar solution, determine the filtration media that produces the best quality coconut sugar solution, and determine the characteristics of liquid coconut sugar from the best filtration media. This study used a Non-Factorial Randomized Group Design (RAK) with one factor, namely the type of filtration media (zeolite, coarse particle charcoal, fine particle charcoal, silica sand, coral stone, and coconut fiber). Physical test parameters were total suspended solids, yield, and total dissolved solids. Test results were analyzed by ANOVA and DMRT further test (α = 5%) to determine the best treatment. Liquid coconut sugar from the best treatment was tested for chemical properties and compared with commercial liquid coconut sugar. Liquid coconut sugar from the best treatment was also tested for organoleptic properties (scoring) and compared with commercial liquid coconut sugar. The results showed that the filtration media treatment (zeolite, coarse particle charcoal, fine particle charcoal, silica sand, coral stone, and coconut fiber) decreased the total suspended solids and yield and increased the total dissolved solids of coconut sugar solution. Coarse particle charcoal filtration media produced coconut sugar solution that had better levels of total suspended solids, yield, and total dissolved solids than other filtration media. The coarse particle charcoal filtration media treatment produced liquid coconut sugar with characteristics of color (brown), aroma (typical of coconut sugar), taste (sweet), and liking (highly preferred). These characteristics are better than commercial liquid coconut sugar. | |
| 40566 | 42821 | C1G019033 | DETERMINANT FACTORS OF INCOME INEQUALITY IN CENTRAL JAVA PROVINCE, 2010-2021 | Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB per capita, Investasi, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap ketimpangan pendapatan antardaerah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang terdiri dari runtut-waktu periode 2010-2021 dan silang tempat 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.Metode pendekatan yang digunakan untuk mengestimasi model regresi ini adalah metode pendekatan FEM (Fixed Effect Model). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel PDRB per kapita dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antardaerah dan untuk variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antardaerah. Sedangkan, untuk variabel Investasi tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan antardaerah di provinsi Jawa Tengah tahun 2010-2021. | Abstract: The purpose of this study is to analyze the effect of GRDP per capita, Investment, Human Development Index, Open Unemployment Rate on inter-regional income inequality in Central Java Province. This study uses secondary data in the form of panel data consisting of time-series period 2010-2021 and cross-site 35 regencies / cities in Central Java Province. The approach method used to estimate this regression model is the FEM (Fixed Effect Model) approach method. The results of this study indicate that the variables of GRDP per capita and the Open Unemployment Rate (TPT) have a positive and significant effect on inter-regional income inequality and the Human Development Index (HDI) variable has a negative and significant effect on inter-regional income inequality. Meanwhile, the Investment variable has no effect on inter-regional income inequality in Central Java province in 2010-2021. | |
| 40567 | 44596 | B1A019116 | Seleksi dan Karakterisasi Isolat Bakteri Pendegradasi Lignin serta Kemampuannya dalam Menghasilkan Enzim Ligninase. | Lignin merupakan salah satu komponen penyusun biomasa lignoselulosa yang sulit didegradasi secara alami dan menjadi hambatan dalam pemanfaatan lignoselulosa. Pemanfaatan lignoselulosa perlu melalui proses delignifikasi yang dapat dilakukan menggunakan bakteri lignolitik penghasil enzim ligninase. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi 33 isolat bakteri yang berpotensi mendegradasi lignin, mengetahui kemampuannya dalam menghasilkan enzim lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP), dan lakase (Lac), serta mengidentifikasi bakteri yang memiliki kemampuan lignolitik. Penelitian diawali dengan pengujian kualitatif untuk menyeleksi isolat bakteri lignolitik. Isolat bakteri terseleksi diuji aktivitas enzimnya secara kuantitatif yang terdiri dari lignin peroksidase, mangan peroksidase, lakase. Selanjutnya isolat bakteri lignolitik diidentifikasi baik secara morfologi, fisiologi, dan biokimia. Uji kualitatif lignolitik dari 33 isolat bakteri diperoleh 7 isolat bakteri yang mampu mendegradasi lignin yaitu KS2, KS5, SD5, TN5, TN7, TN11, dan TN13. Isolat KS5 menghasilkan aktivitas LiP, MnP, dan Lakase berturut-turut sebesar 46,45 ± 7,56 U. mL-1, 3,11 ± 0,38 U. mL-1, dan 8,54 ± 0,09 U. mL-1. Isolat SD5 menghasilkan aktivitas enzim LiP, MnP, dan Lakase berturut-turut sebesar 49,45 ± 4,59 U. mL-1, 6,39 ± 1,07 U. mL-1, dan 6,22 ± 0,55 U. mL-1. Hasil identifikasi isolat SD5 menunjukan bahwa isolat tersebut termasuk anggota genus Bacillus dan isolat KS5 belum merujuk pada karakter suatu genus tertentu. | Lignin is one of the components of lignocellulosic biomass which is difficult to degrade naturally and is an obstacle in the utilization of lignocellulose. Utilization of lignocellulose requires a delignification process which can be carried out using lignolytic bacteria that produce the enzyme ligninase. This research aims to select 33 bacterial isolates that have the potential to degrade lignin, determine their ability to produce the enzymes lignin peroxidase (LiP), manganese peroxidase (MnP) and laccase (Lac), and identify bacteria that have lignolytic capabilities. The research began with qualitative testing to select lignolytic bacterial isolates. Selected bacterial isolates were quantitatively tested for enzyme activity consisting of lignin peroxidase, manganese peroxidase, laccase. Furthermore, lignolytic bacterial isolates were identified both morphologically, physiologically and biochemically. Qualitative lignolytic testing of 33 bacterial isolates resulted in 7 bacterial isolates capable of degrading lignin, namely KS2, KS5, SD5, TN5, TN7, TN11, and TN13. Isolate KS5 produced LiP, MnP, and Laccase activities of 46.45 ± 7.56 U. mL-1, 3.11 ± 0.38 U. mL-1, and 8.54 ± 0.09 U. mL-1, respectively. The SD5 isolate produced LiP, MnP, and Laccase enzyme activities of 49.45 ± 4.59 U mL-1, 6.39 ± 1.07 U mL-1, and 6.22 ± 0.55 U. mL-1, respectively. The identification results of the SD5 isolate showed that the isolate belong to the genus Bacillus and isolate KS5 has not been able to refer to certain genera. | |
| 40568 | 44838 | G1B020023 | Perbedaan Laju Alir Saliva, Derajat Keasaman (pH), dan Kejadian Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting dan Non-Stunting (Studi Cross Sectional di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas) | Stunting merupakan keadaan seorang anak mengalami kegagalan dalam tumbuh kembangnya akibat kurangnya intake nutrisi secara kronis. Anak stunting memiliki tinggi atau panjang badan yang pendek atau rendah, ditandai nilai z-score berada <-2 SD. Stunting dapat memengaruhi kondisi kesehatan gigi dan mulut, yaitu meningkatnya risiko terhadap kejadian karies. Peningkatan risiko karies terjadi akibat penurunan laju alir dan pH saliva. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan dan hubungan laju alir saliva, pH saliva, dan kejadian karies gigi sulung pada anak stunting dan non-stunting. Jenis penelitian ini adalah studi cross sectional pada 60 anak di Desa Sokawera, 30 anak stunting dan 30 anak non-stunting. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengukuran laju alir saliva dan pH saliva dan dilakukan uji statistik Independent T-Test untuk laju alir saliva dan kejadian karies, uji Mann-Whitney untuk pH saliva, uji Pearson Correlation untuk hubungan laju alir saliva terhadap kejadian karies dan uji Spearman Correlation untuk hubungan pH saliva terhadap kejadian karies dan laju alir terhadap pH saliva. Hasil penelitian menunjukkan pada anak stunting rerata laju alir saliva (0,31ml/min) dan pH saliva (6,40) lebih rendah dibandingkan non-stunting dan rerata indeks dmft (9,37) lebih tinggi pada anak stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara laju alir saliva terhadap kejadian karies gigi sulung (p=0,000, r= -0,513), pH saliva terhadap kejadian karies gigi sulung (p=0,000, r= -0,520), dan laju alir saliva terhadap pH saliva (p=0,000, r= 0,466). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan dan hubungan yang signifikan antara laju alir saliva, pH saliva, dan kejadian karies gigi sulung pada anak stunting dan non-stunting. | Stunting is a condition which a child experiences failure in growth and development Stunting is a condition which a child experiences failure in growth and development due to chronic malnutrition. Stunting children are defined as having a z-score<-2 SD, indicating low height or short stature. Stunting can affect oral health conditions, increasing the risk of caries. The increased risk of caries due to decreased saliva flow rate and pH. The goal of this research was to observe the differences and correlations between saliva flow rate, saliva pH, and primary tooth caries in stunting and non-stunting children. This study was a cross sectional study involving 60 children in Sokawera Village, 30 stunting children and 30 non-stunting children. Data collection was conducted by measuring saliva flow rate and saliva pH, and statistical analysis was performed using Independent T-Test for saliva flow rate and caries, Mann-Whitney test for saliva pH, Pearson Correlation test for correlation between saliva flow rate and primary tooth caries, and Spearman Correlation test for correlation between saliva pH and primary tooth caries and saliva flow rate to saliva pH. The results was indicated that in stunting children, the mean saliva flow rate (0.31 ml/min) and saliva pH (6.40) are lower compared to non-stunting children, and the mean dmft index (9.37) is higher in stunting children. There is a significant correlations between saliva flow rate and primary tooth caries (p=0.000, r = -0.513), saliva pH and primary tooth caries (p=0.000, r = -0.520), and saliva flow rate and saliva pH (p=0.000, r =0.466). The conclusion of this study is there are significant differences and correlations between saliva flow rate, saliva pH, and occurrence of primary tooth caries in stunting and non-stunting children. | |
| 40569 | 44894 | E1A020247 | HAK ASUH ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN ANTARA WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN WARGA NEGARA SINGAPURA (Studi Kasus Putusan Hakim Nomor 1807/Pdt.G/2016/PA.Btm) | Hak Asuh Anak dalam agama Islam disebut dengan istilah “hadhanah” yang artinya memelihara anak laki-laki atau Perempuan yang masih kecil dan belum mandiri. Permohonan hak asuh anak dalam kasus ini bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum mengenai hak asuh anak jatuh terhadap ayah atau ibu dan untuk mengurus dokumen penting milik anak tersebut dikarenakan anak tersebut lahir karena perkawinan campuran yang terjadi antara Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Singapura, maka hak asuh anak ini sangat penting untuk mengetahui kewarganegaraan anak tersebut. Rumusan masalahnya adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus permohonan hak asuh anak dibawah perwalian bapaknya dan bagaimana akibat hukum terhadap dikabulkannya hak asuh anak dalam perkawinan campuran. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yang kemudian dianalisis secara normatif, sistematis dan logis guna memperoleh penjelasan dari masalah tersebut. Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan putusan permohonan Hak Asuh Anak dengan nomor perkara 1807/Pdt.G/2016/PA.Btm jatuh terhadap ayahnya, hal ini didasarkan dalam pertimbangan hakim dengan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam huruf b yang menjelaskan bahwa anak dapat memilih hak asuh jatuh terhadap anak atau ibunya setelah umur 18 Tahun, sehingga tidak sesuai dengan permohonan yang jatuh kepada ayahnya. Menurut peneliti, hakim dapat mendasarkan dengan Pasal 105 huruf a Kompilasi Hukum Islam yang menjelaskan bahwa anak yang belum mummayiz jatuh terhadap ibunya. Akibat dari dikabulkannya permohonan ini yaitu mengenai status kewarganegaraan anak, pengasuhan anak, dan pemeliharaan anak. | Child custody in Islam is called "hadhanah" which means taking care of a boy or girl who is still young and not yet independent. The application for child custody in this case aims to obtain legal certainty regarding the custody of the child falling to the father or mother and to take care of important documents belonging to the child because the child was born due to a mixed marriage that occurred between an Indonesian citizen and a Singaporean citizen, so this child custody is very important to know the citizenship of the child. The formulation of the problem is how the basis of the judge's legal considerations in deciding the application for child custody under the guardianship of the father and how the legal consequences of the granting of child custody in a mixed marriage. This research uses normative juridical research which is then analyzed normatively, systematically and logically in order to obtain an explanation of the problem. The results of the study can be concluded that based on the decision of the application for child custody with case number 1807/Pdt.G/2016/PA.Btm falls on the father, this is based on the judge's consideration with Article 105 of the Compilation of Islamic Law letter b which explains that the child can choose custody falls on the child or his mother after the age of 18 years, so it is not in accordance with the request that falls on his father. According to the researcher, the judge can base it on Article 105 letter a of the Compilation of Islamic Law which explains that children who are not yet mummayiz fall to the mother. The consequences of the granting of this application are regarding the child's citizenship status, childcare, and child maintenance. | |
| 40570 | 42822 | C1B020029 | PENGARUH NORMA SUBJEKTIF TERHADAP MINAT BELI MELALUI CONSUMER ETHNOCENTRISM DENGAN CONSUMER GUILT SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Produk Lokal UMKM Banyumas) | Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh norma subjektif terhadap minat beli dan consumer ethnocentrism sebagai variabel mediasi serta variabel consumer guilt sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner secara online kepada masyarakat yang mengetahui produk lokal UMKM Banyumas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 212 responden yang diambil berdasarkan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis SEM software AMOS menunjukan bahwa norma subjektif dapat mempengaruhi minat beli dan consumer ethnocentrism, serta consumer ethnocentrism dapat meningkatkan minat beli. Pada penelitian ini, consumer ethnocentrism dapat memediasi dan consumer guilt dapat memperkuat hubungan antara norma subjektif terhadap minat beli. Studi ini dapat memberikan masukan bagi UMKM produk lokal mengenai peningkatan minat beli Masyarakat dengan mendalami segi sosial-psikologis individu serta memberikan kontribusi literatur perilaku konsumen mendalam mengenai minat beli produk lokal. | This study aims to analyze the effect of subjective norms on purchase intention and consumer ethnocentrism as a mediating variable and consumer guilt as a moderating variable. This research is a type of survey research with a quantitative approach through distributing questionnaires online to people who know the local products of Banyumas MSMEs. The sample used in this study was 212 respondents who were taken based on the non-probability sampling method with purposive sampling technique. Based on the results of research using SEM analysis of AMOS software, it shows that subjective norms can influence purchase intention and consumer ethnocentrism, and consumer ethnocentrism can increase purchase intention. In this study, consumer ethnocentrism can mediate and consumer guilt can strengthen the relationship between subjective norms and purchase intention. This study can provide input for local product MSMEs regarding increasing people's buying interest by exploring the social-psychological aspects of individuals and contributing to in-depth consumer behavior literature regarding buying interest in local products. | |
| 40571 | 42823 | C1A020007 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PELAKU UMKM FASHION DI KABUPATEN INDRAMAYU | UMKM memiliki peranan yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong ekonomi kreatif semakin maju dan pelaku UMKM, termasuk sektor fashion, semakin berinovasi dalam upaya untuk menghasilkan pendapatan yang besar. Pendapatan bagi pelaku usaha menjadi tujuan utama. Pendapatan pelaku usaha dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari modal, harga jual, jam kerja dan lokasi usaha terhadap pendapatan pelaku usaha fashion serta untuk menganalisis variabel yang pengaruhnya paling dominan terhadap pendapatan tersebut. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha fashion dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dan analisis elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal berpengaruh positif terhadap pendapatan pelaku usaha fashion, harga Jual dan jam kerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan pelaku usaha fashion, dan tidak terdapat perbedaan pendapatan antara pelaku usaha yang berlokasi di tempat strategis dan tidak strategis. | MSMEs have a significant role in the Indonesian economy. The Ministry of Tourism and Creative Economy encourages the creative economy to be more advanced, and MSME players, including the fashion sector, are increasingly innovating in an effort to generate substantial revenue. Income for business actors is the main goal. Various factors can influence the income of business actors. This study aims to analyze the effect of capital, selling price, working hours, and business location on the income of fashion business actors and the variables whose influence is most dominant on such income. This study used primary data obtained from the distribution of questionnaires to fashion business actors and analyzed it using multiple linear regression methods and elasticity analysis. The results showed that capital has a positive effect on the income of fashion business actors; selling price and working hours do not affect the income of fashion business actors; and there is no difference in income between business actors located in strategic and non-strategic places. | |
| 40572 | 42825 | C1B020021 | The Effect of a High-Performance Work System on Employee Performance Through Employee Engagement at the Purwokerto Tax Office | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh HPWS terhadap kinerja karyawan dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan pajak di Kantor Pajak Purwokerto dengan menggunakan metode pengambilan sampel jenuh. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 96 karyawan dengan alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert 1 – 5. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25.0 for windows. Hasil Penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh HPWS terhadap kinerja karyawan, HPWS terhadap employee engagement, employee engagement terhadap kinerja karyawan, dan HPWS terhadap kinerja karyawan melalui employee engagement pada karyawan pajak di Kantor Pajak Purwokerto. | The purpose of this study was to analyze the effect of HPWS on employee performance with employee engagement as a mediating variable. This study uses a quantitative approach method. The population used in this study were tax employees at the Purwokerto Tax Office using the saturated sampling method. The number of respondents used in this study was 96 employees with data collection tools using questionnaires distributed via Google forms. The data collection technique uses a Likert scale of 1 – 5. The data analysis method in this study uses SPSS 25.0 for Windows. The research results prove that there is an effect of HPWS on employee performance, HPWS on employee engagement, employee engagement on employee performance, and HPWS on employee performance through employee engagement on tax employees at the Purwokerto Tax Office. | |
| 40573 | 42820 | E1A019032 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS DASAR PENCEMARAN NAMA BAIK (Studi Putusan Nomor 109/Pdt.G/2021/PN.Ckr) | Permasalahan ini bermula dari perbuatan Masnan (Tergugat) yang telah 2 (dua) kali mengajukan gugatan kepada Raharjo (Penggugat) pada tahun 2019 dan 2020. Perbuatan tersebut mengakibatkan kehormatan dan nama baik dari Penggugat menjadi tercemar sehingga Penggugat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas dasar pencemaran nama baik kepada Tergugat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir pencemaran nama baik sebagai perbuatan melawan hukum dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian akibat perbuatan melawan hukum atas dasar pencemaran nama baik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data sekunder, metode analisis normatif kualitatif. Majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan bahwa perbuatan Tergugat yang telah 2 (dua) kali mengajukan gugatan kepada Penggugat pada tahun 2019 dan 2020, merupakan perbuatan melawan hukum berupa pencemaran nama baik. Berdasarkan hasil analisis, perbuatan Tergugat tersebut merupakan perbuatan melawan hukum kepada Penggugat, namun bukan merupakan pencemaran nama baik karena tidak memenuhi seluruh unsur-unsur pencemaran nama baik dalam Pasal 310 Ayat (2) KUHP. Majelis hakim kurang tepat dalam mengabulkan gugatan Penggugat. Berdasarkan hasil analisis, perbuatan Tergugat belum memenuhi syaratsyarat untuk menuntut ganti kerugian berdasarkan Pasal 1372 Ayat (1) KUH Perdata, yaitu adanya perbuatan penghinaan / pencemaran nama baik. | This problem stems from the actions of Masnan (Defendant) who filed a lawsuit against Raharjo (Plaintiff) twice in 2019 and 2020. These actions resulted in the honor and good name of the Plaintiff being tarnished so that the Plaintiff filed a lawsuit for an unlawful act on the basis of defamation. good name to the Defendant. This research aims to analyze the legal considerations of judges in qualifying defamation as an unlawful act and to analyze the legal considerations of judges in granting claims for compensation resulting from unlawful acts based on defamation. This research uses normative juridical methods, analytical descriptive research specifications, secondary data sources, qualitative normative analysis methods. The panel of judges in their legal considerations stated that the actions of the Defendant, who had filed a lawsuit against the Plaintiff twice in 2019 and 2020, constituted an unlawful act in the form of defamation. Based on the results of the analysis, the Defendant's actions constitute an unlawful act against the Plaintiff, but do not constitute defamation because they do not fulfill the elements of defamation in Article 310 Paragraph (2) of the Criminal Code. The panel of judges was inaccurate in granting the Plaintiff's lawsuit. Based on the results of the analysis, the Defendant's actions do not meet the requirements for claiming compensation based on Article 1372 Paragraph (1) of the Civil Code, namely an act of insult/defamation. | |
| 40574 | 42828 | C1B020069 | Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021 | Tujuan penelitian menguji dampak penerapan good corporate governance terhadap nilai perusahaan. Variabel dependen yang digunakan adalah nilai perusahaan, sementara variabel independen yang dipertimbangkan meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komite audit, dewan komisaris independen, serta ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan dokumentasi. Populasi penelitian ini terdiri dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2017 hingga 2021. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan total 20 perusahaan induk BUMN dan jumlah observasi sebanyak 100 kali. Analisis data dilakukan melalui metode statistika deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan BUMN. Namun, ditemukan bahwa komite audit dan dewan komisaris independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan BUMN. Selain itu, variabel kontrol berupa ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. | The research objective examines the impact of good corporate governance implementation on firm value. The dependent variable used is firm value, while the independent variables considered include managerial ownership, institutional ownership, audit committee, independent board of commissioners, and firm size as a control variable. The data collection techniques used are literature and documentation studies. The population of this study consists of State-Owned Enterprises (SOEs) companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2017 to 2021. The sample was selected using purposive sampling technique, with a total of 20 BUMN holding companies and a total of 100 observations. Data analysis was carried out through descriptive statistical methods, classical assumption tests, multiple linear regression, F tests, t tests, and coefficient of determination tests. The results showed that managerial ownership and institutional ownership do not have a significant influence on the value of SOEs companies. However, it was found that the audit committee and independent board of commissioners have a positive and significant influence on the value of SOEs. In addition, the control variable in the form of company size has a significant negative effect on firm value. | |
| 40575 | 44595 | F1B020102 | Implementasi Strategi Pengembangan Desa Wisata Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas | Pembangunan wilayah berdampak terhadap kondisi masyarakat. Pengembangan desa wisata menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pengembangan tersebut memerlukan suatu strategi yang tepat agar dapat mencapai tujuannya. Penelitian ini berfokus pada implementasi strategi pengembangan Desa Wisata Pekunden melalui kajian implementasi strategi menurut Wheelen dan Hunger yang terdiri dari aspek program, sumber daya dan prosedur. Tiga aspek tersebut digunakan untuk mengetahui mengapa Desa Wisata Pekunden berhasil menerapkan strategi yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi CBT di Desa Wisata Pekunden berhasil diimplementasikan karena adanya dukungan sumber daya keuangan, manusia dan sarana serta prasarana. Selain itu, adanya dukungan dari masyarakat dan potensi yang dimiliki Desa Pekunden. | Regional development has an impact on community conditions. Developing tourist villages is one way to improve people's welfare. This development requires an appropriate strategy in order to achieve its goals. This research focuses on the implementation of the Pekunden Tourism Village development strategy through a study of strategy implementation according to Wheelen and Hunger which consists of program, resource and procedure aspects. These three aspects are used to find out why Pekunden Tourism Village has succeeded in implementing the established strategy. This research uses descriptive qualitative methods and data collection is carried out by interviews, observation and documentation. The research results show that the CBT strategy in the Pekunden Tourism Village was successfully implemented due to the support of financial, human resources and facilities and infrastructure. Apart from that, there is support from the community and the potential of Pekunden Village. | |
| 40576 | 44839 | I1D020022 | PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN METODE BRAINSTORMING BERBASIS THERAPEUTIC LIFESTYLE CHANGE TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL | Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan kondisi ketika kadar kolesterol total dalam darah melebihi batas normal yang berkorelasi dengan penyakit kardiovaskular jika tidak ditangani di usia muda. Edukasi gizi dengan metode brainstorming berbasis therapeutic lifestyle change (TLC) dapat menurunkan kadar kolesterol total di usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi gizi terhadap perubahan kadar kolesterol total pada mahasiswi dengan hiperkolesterolemia di Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi : Penelitian ini menggunakan randomized pre-test post-test control group design. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah responden sebanyak 16 orang untuk masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol. Kedua kelompok bersifat homogen sebelum intervensi. Kelompok perlakuan diberikan intervensi berupa edukasi gizi yang dilakukan sebanyak 4 sesi selama 4 minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis statistik menggunakan uji Paired t-test dan uji Independent t-test menggunakan software SPSS dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Rata-rata kadar kolesterol total pada kelompok perlakuan sebelum intervensi adalah 232,43 mg/dL dan mengalami penurunan menjadi 195 mg/dL setelah intervensi. Terdapat perbedaan kadar kolesterol total sebelum dan setelah pemberian edukasi gizi pada kelompok perlakuan (p = 0,000 (p<0,05)). Tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol total saat pre-test dan post-test pada kelompok kontrol (p = 0,711 (p>0,05)). Terdapat perbedaan perubahan kadar kolesterol total antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,001 (p<0,05)). Kesimpulan : Pemberian edukasi gizi dengan metode brainstorming berbasis TLC selama 4 minggu efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mahasiswi hiperkolesterolemia. Kata Kunci : Edukasi gizi, brainstorming, TLC, hiperkolesterolemia | Background : Hypercholesterolemia is a condition where the total cholesterol level in the blood exceeds normal limits, which is correlated with cardiovascular disease if not treated at a young age. Nutrition education using a brainstorming method based on therapeutic lifestyle change (TLC) could reduce total cholesterol levels at a young age. This study aimed to determine the effectiveness of nutritional education on changes in total cholesterol levels in female students with hypercholesterolemia at Jenderal Soedirman University. Methodology : This study used a randomized pre-test post-test control group design. The research sample was taken using a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria with a total of 16 respondents for each treatment and control group. Both groups were homogeneous before the intervention. The treatment group was given an intervention in the form of nutrition education which was carried out in 4 sessions over 4 weeks, while the control group was given no intervention. Statistical analysis used Paired t-test and Independent t-test using SPSS software with a confidence level of 95%. Results : The average total cholesterol level in the treatment group before the intervention had been 232.43 mg/dL and decreased to 195 mg/dL after the intervention. There was a significant difference in total cholesterol levels before and after providing nutrition education in the treatment group (p = 0,000 (p<0,05)). There was no significant difference in total cholesterol levels during the pre-test and post-test in the control group (p = 0,711 (p>0,05)). There was a significant difference in changes in total cholesterol levels between the treatment group and the control group (p = 0,001 (p<0,05)). Conclusion : Providing nutritional education using a brainstorming method based on therapeutic lifestyle change (TLC) for 4 weeks had been effective in reducing total cholesterol levels in hypercholesterolemic female students. Keywords : Nutrition education, brainstorming, TLC, hypercholesterolemia | |
| 40577 | 42830 | C1C019030 | PENGARUH STRUKTUR MODAL, SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP KINERJA UMKM DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal, sistem informasi akuntansi, dan digital marketing terhadap kinerja UMKM dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh UMKM di Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel ditentukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 unit UMKM. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM; (2) sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM; (3) digital marketing tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM; (4) budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM; (5) struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM melalui budaya organisasi; (6) sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kinerja UMKM melalui budaya organisasi; dan (7) digital marketing tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM melalui budaya organisasi. Implikasi dari penelitian ini adalah UMKM dapat lebih memperhatikan penggunaan struktur modal, sistem informasi akuntansi, digital marketing dan budaya organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM. Bagi pemerintah, diharapkan dapat mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai struktur modal, sistem informasi akuntansi, dan digital marketing untuk menunjang kinerja UMKM. | This research aims to determine the effect of capital structure, accounting information systems, and digital marketing on the performance of MSMEs with organizational culture as a moderating variable. This method used in this research is quantitative research. The population of this study were all MSMEs in Banyumas Regency. The sample determination was determined by purposive sampling with a total sample of 100 MSME units. Data analysis that was used is moderation regression analysis. The results showed that: (1) capital structure has no effect on MSME performance; (2) accounting information systems has no effect on MSME performance; (3) digital marketing has no effect on MSME performance; (4) organizational culture has no effect on MSME performance; (5) capital structure has no effect on MSME performance through organizational culture; (6) accounting information systems affect MSME performance through organizational culture; and (7) digital marketing has no effect on MSME performance through organizational culture. The implication of this research is that MSME can pay more attention to the use of capital structure, accounting information systems, digital marketing and organizational culture in their efforts to improve MSME performance. For the government, it is expected to hold socialization and training on capital structure, accounting information systems, and digital marketing to support the performance of MSMEs. | |
| 40578 | 42831 | F1F019046 | STRATEGI INTERNASIONALISASI MIXUE DALAM EKSPANSI BISNIS DI INDONESIA | Globalisasi telah mengaburkan batas antar negara, sehingga kemudahan media dan informasi mudah masuk ke sebuah negara. Dengan perkembangan tersebut mampu mendorong sebuah perusahaan untuk melakukan kegiatan di lingkup global, seperti internasionalisasi. Internasionalisasi merupakan kegiatan untuk memperluas pasar produknya yang tadi hanya di pasar domestik kemudian memasuki pasar internasional dan melakukan ekspansi bisnis. Proses internasionalisasi ini dapat disesuaikan dengan beberapa strategi dan analisis yang dijalankan oleh sebuah perusahaan. Salah perusahaan yang melakukan kegiatan internasionalisasi adalah perusahaan Mixue Bingcheng asal China. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi internasionalisasi yang dilakukan perusahaan Mixue dalam melakukan proses internasionalisasi dan ekspansi bisnisnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif , sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan, yang kemudian data akan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Mixue melakukan proses internasionalisasi dengan menerapkan indikator yang melihat bahwa Indonesia sebagai negara konsumen. Melalui hal tersebut Mixue mampu menyesuaikan strategi untuk ekspansi bisnisnya di Indonesia. | Globalization has blurred borders between nations, making it easy for the media and information to enter a country. With such developments it is possible to encourage a company to undertake activities on a global scale, such as internationalization. Internationalization is an activity to expand the product market that was only in the domestic market then enter the international market and do business expansion. This process of internationalization can be adapted to some strategy and analysis carried out by a company. One of the companies that carried out internationalization activities was Mixue Bingcheng from China. The aim of this research is to find out the internationalization strategy that Mixue company has undertaken in the process of internationalisation and expansion of its business in Indonesia. The research methods used are qualitative, the data sources used are primary data and secondary data, the method of collecting data through interviews, observations and library studies, which will then be presented in a descriptive manner. The results of the research show that Mixue undertook the process of internationalization by applying indicators that see that Indonesia as a consumer country. Through this, Mixue was able to adapt its strategy for expanding its business in Indonesia. | |
| 40579 | 42832 | B1B019035 | THE GROWTH OF Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce MICROSHOOTS ON DIFFERENT MEDIA FORMULATIONS AND PHYTAGEL CONCENTRATIONS | Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce merupakan salah satu tanaman endemik Indonesia yang populasinya terancam punah akibat eksploitasi berlebihan dan perusakan habitat. Upaya konservasi untuk mencegah kepunahan N. mirabilis dapat dilakukan dengan perbanyakan in vitro. Keberhasilan kultur in vitro dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain formulasi media dan zat pemadat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara formulasi media dan konsentrasi phytagel terhadap pertumbuhan tunas mikro N. mirabilis dan untuk mengetahui formulasi media dan konsentrasi phytagel yang paling baik untuk pertumbuhan tunas mikro N. mirabilis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah formulasi media yang terdiri dari 4 taraf, yaitu MS full-strength, MS half-strength, MS half-strength yang disuplementasi dengan AB-Mix, dan AB-Mix. Faktor kedua adalah konsentrasi phytagel yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 2,5 g.L-1, 3 g.L-1, dan 3,5 g.L-1. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 60 unit percobaan. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro N. mirabilis. Parameter yang diukur meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, dan panjang tunas. Laju Pertumbuhan Relatif (LPR) kemudian dihitung berdasarkan data parameter tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi media dan konsentrasi phytagel berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, dan jumlah daun, serta LPR masing-masing. Interaksi antara formulasi media dan konsentrasi phytagel berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas N. mirabilis pada kultur in vitro. Media terbaik untuk pertumbuhan jumlah tunas N. mirabilis adalah media MS half-strength yang dipadatkan dengan 2,5 g.L-1 phytagel. | Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce is one of Indonesia’s endemic plants whose population is endangered due to over-exploitation and habitat destruction. Conservation efforts to prevent the extinction of N. mirabilis can be carried out by in vitro propagation. The success of in vitro culture is influenced by many factors, including media formulations and solidifying agent. This research aimed to study the effect of the interaction between media formulations and phytagel concentrations on N. mirabilis microshoots growth and to determine the best media formulations and phytagel concentration for N. mirabilis microshoots growth. This research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) on a factorial treatment pattern. The first factor was media formulations which consisted of 4 levels, namely full-strength MS, half-strength MS, half-strength MS supplemented with AB-Mix, and AB-Mix. The second factor was phytagel concentrations which consisted of 3 levels,. i.e. 2.5 g.L-1, 3 g.L-1, and 3.5 g.L-1. Each treatment combination was repeated 5 times, which resulted in 60 experimental units. The dependent variable observed was the growth of the N. mirabilis microshoots. The parameters measured include shoot emergence time, the number of shoots, the number of leaves, and shoot length. Relative Growth Rates were then calculated based on the parameter data. The data obtained were analyzed using an analysis of variance (ANOVA) at confidence levels of 95% and 99%, followed by Duncan Multiple Range Test with a confidence level of 95%. The research result showed that media formulations and phytagel concentrations controlled the time of shoot emergence, the number of shoots, shoot length, and the number of leaves, and their respective RGR’s. The interaction between media formulations and phytagel concentrations significantly affected the number of shoots of N. mirabilis in in vitro culture. The best media for N. mirabilis number of shoots growth was half-strength MS media solidified with 2.5 g.L-1 phytagel. | |
| 40580 | 42833 | H1C019044 | Geologi Dan Pemodelan Kualitas Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen Daerah Sumberarum, Kabupaten Tuban, Jawa Timur | Kabupaten Tuban memiliki potensi batugamping yang melimpah yang dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan semen. Oleh karena itu diperlukan adanya kajian mengenai persebaran kualitas batugamping berdasarkan kandungan kadar kimia untuk mengetahui kelayakan sebagai bahan baku semen. Dari hal tersebut, timbul permasalahan bagaimana hubungan antara kondisi geologi, jenis fasies, diagenesis pembentukan dengan kualitasnya. Lokasi penelitian berada di Desa Sumberarum, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Berdasarkan analisis petrografi didapatkan 5 jenis fasies pada daerah penelitian, diantaranya fasies Wackestone, fasies Packstone, fasies Floatstone, fasies Bafflestone dan fasies Crystalline. Berdasarkan analisis foram besar didapatkan kisaran umur pengendapan daerah penelitian yaitu N18-N21 di kala Pliosen dengan lingkungan pengendapan Open Marine hingga Platform-Margin Reef. Berdasarkan analisis uji XRF didapatkan dominasi kadar CaO tinggi pada daerah penelitian yang berkisar antara 54-58% dengan kadar MgO <3%, sedangkan untuk kualitas dolomit memiliki kadar MgO >3%, dimana dari hasil tersebut termasuk dalam klasifikasi sesuai untuk dijadikan sebagai bahan baku semen. Dari hasil pemodelan menggunakan software 3DMine didapatkan hasil nilai Sumberdaya batugamping pada daerah penelitian sebesar 158.563.750 m3 dengan tonase sebesar 293.154.750 ton dan nilai kadar komposisi kimia pada berkisar SiO2 1,48%, Al2O3 0,68%, Fe2O3 0,39%, CaO 52,98% dan MgO 1,78%, dengan target produksi tahunan sebesar 14juta ton, sehingga didapatkan estimasi umur tambang berdasarkan perhitungan yaitu 27 Tahun 9 Bulan. | Tuban Regency has abundant limestone potential that can be used as the main raw material in making cement. Therefore, it is necessary to study the distribution of limestone quality based on chemical content to determine feasibility as raw material for cement. From this, the problem arises how the relationship between geological conditions, types of fascies, formation diagenesis and qualities. The research location is in Sumberarum Village, Tuban Regency, East Java. Based on petrographic analysis, 5 types of facies were obtained in the research area, including Wackestone facies, Packstone facies, Floatstone facies, Bafflestone facies and Crystalline facies. Based on the analysis of large forams, the age range of deposition of the study area was N18-N21 during the Pliocene with the deposition environment of Open Marine to Platform-Margin Reef. Based on the XRF test analysis, it was found that the dominance of high CaO levels in the study area ranged from 54-58% with MgO levels of <3%, while for the quality of dolomite had MgO levels of >3%, where these results were included in the appropriate classification to be used as raw materials for cement. From the modeling results using 3DMine software, the value of limestone reserves in the research area was 158.563.750 m3 with a tonnage of 293.154.750 tons and the value of chemical composition levels in the range of SiO2 1,48%, Al2O3 0,68%, Fe2O3 0.39%, CaO 52.98% and MgO 1.78%, with an annual production target are 14 million tons, so that the estimated age of the mine was obtained based on calculations are 27 years 9 months. |