Home
Login.
Artikelilmiahs
41061
Update
M. HASAN ALI
NIM
Judul Artikel
UJI KUALITATIF BAHAN KIMIA OBAT DEKSAMETHASON DAN PREDNISON DALAM JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan memanfaatkan tanaman sebagai obat tradisional. Prevalensi penduduk Indonesia diatas 15 tahun yang mengkonsumsi obat tradisional sebanyak 59,12%. Jamu adalah obat tradisional berbahan alami yang telah digunakan secara turun-temurun untuk kesehatan. Menurut peraturan permenkes RI No. 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional Pasal 7, obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia hasil isolasi yang sering disebut bahan kiia obat (BKO) untuk menjamin keselamatan konsumen. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM jamu pegal linu seringkali dicemari dengan adanya bahan kimia obat seperti deksamethason dan prednison. Hal ini memicu peneliti untuk melakukan pengujian BKO pada jamu pegal linu kemasan yang beredar di Kota Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya bahan kimia obat deksamethason dan prednison dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Purwokerto. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara pengambilan sampel secara purposive sampling serta melakukan uji bahan kimia obat menggunakan Uji KLT dan Pereaksi warna. Analisis kualitatif Uji KLT pada Deksamethason menggunakan fase gerak kloroform methanol (9:1) sedangkan untuk Uji KLT pada Prednison menggunakan fase gerak etil asetat:Kloroform (9:1). Analisis menggunakan Uji Pereaksi Warna dengan penambahan asam asetat anhidrat dan asam sulfat yang berikatan dengan senyawa steroid.Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan tidak terdeteksi adanya bahan kimia obat Deksamethason dan Prednison dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Purwokerto.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia has abundant natural resources and utilizes plants as traditional medicine. The prevalence of the Indonesian population over 15 years of age consuming traditional medicine is 59.12%. Jamu is a traditional medicine with natural ingredients that has been used for generations for health. According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 007 of 2012 concerning Registration of Traditional Medicines Article 7, traditional medicines are prohibited from using isolated chemicals which are often called chemical drug substances (BKO) to ensure consumer safety. Based on supervision carried out by the BPOM, herbal medicine for aches and pains is often contaminated with the presence of medicinal chemicals such as dexamethasone and prednisone. This prompted researchers to conduct BKO testing on packaged rheumatic herbal medicines circulating in Purwokerto City. This study aims to determine the presence or absence of the chemical drugs dexamethasone and prednisone in the aching rheumatic herbs circulating in Purwokerto City. The research method was carried out by taking samples by purposive sampling and testing medicinal chemicals using TLC Tests and color reagents. Qualitative analysis The TLC test on Dexamethasone used chloroform methanol (9:1) as the mobile phase, while the TLC test on Prednisone used ethyl acetate:Chloroform (9:1) as the mobile phase. Analysis using the Color Reagent Test with the addition of anhydrous acetic acid and sulfuric acid which binds to steroid compounds. The results of the study showed that there were no detectable chemicals such as Dexamethasone and Prednisone in the aching rheumatic herbs circulating in Purwokerto City.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save