Artikel Ilmiah : L1C019054 a.n. DYAH NIMPUNA CANDRA

Kembali Update Delete

NIML1C019054
NamamhsDYAH NIMPUNA CANDRA
Judul ArtikelPengaruh Upwelling di Perairan Selatan Jawa Terhadap Produksi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis Linnaeus, 1758) yang Didaratkan di PPS Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dinamika parameter oseanografi perairan selatan Jawa dipengaruhi oleh sirkulasi perairan Samudra Hindia dan perairan sekitarnya yang dapat memicu kejadian upwelling. Upwelling merupakan peristiwa naiknya massa air dari lapisan bawah bertemperatur rendah ke permukaan perairan. Berdasarkan siklus rantai makanan di perairan laut, lokasi upwelling merupakan daerah yang potensial untuk penangkapan ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian upwelling di perairan selatan Jawa dari tahun 2016 – 2020, mengetahui produksi ikan cakalang, dan mengetahui hubungan antara upwelling terhadap produksi ikan cakalang. Temperatur permukaan air pada saat terjadinya upwelling antara 26 - 27,5 ⁰C. Metode analisis deskriptif kuantitatif dengan data temperatur diunduh dari website Copernicus Marine Environmental Monitoring Service (CMEMS) dan diolah dengan software Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian diperoleh 20 kali upwelling selama periode tahun 2016 – 2020. Kejadian upwelling tahunan dominan pada bulan Juli hingga Oktober. Produksi ikan cakalang terendah terjadi pada bulan Agustus tahun 2016 yaitu 2.478 kg Sedangkan produksi tertinggi terjadi pada bulan Juli tahun 2020 yaitu 1.087.685 kg. Hubungan kejadian upwelling terhadap produksi ikan cakalang berkorelasi positif, namun koefisien korelasi diperoleh rendah, yaitu jika temperatur perairan meningkat maka produksi ikan cakalang cenderung meningkat. Hubungan kejadian upwelling terhadap kelimpahan ikan cakalang masih dipengaruhi oleh faktor yang lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The dynamics of oceanographic parameters of southern Java sea are influenced by the circulation of the Indian Ocean and environs, which can trigger upwelling. Upwelling is a process in which deep, cold water rises toward the surface. The location of upwelling is a potential fishing ground for skipjack tuna. Based on the food chain cycle, upwelling locations are potential areas for skipjack fishing. This study aimed to determine the occurrence of upwelling phenomenon, determine of the skipjack production, and determine the relationship between upwelling and skipjack catch. SST (Sea Surface Temperature) during upwelling ranges from 26 - 27.5 ⁰C. A quantitative-descriptive analysis was employed. Temperature data obtained from the Copernicus Marine Environmental Monitoring Service (CMEMS) website, were processed using the Ocean Data View (ODV) software. The results indicated a total of 20 upwelling events during 2016-2020. Upwelling occurs mostly from July to October. The lowest skipjack tuna production in August 2016 at 2,478 kg, while the highest production in July 2020 reaching 1,087,685 kg. Upwelling and production of skipjack tuna are positively correlated, with a low correlation coefficient. Indicating when the SST values increases, production of skipjack tuna tends to increase. The relationship between upwelling and skipjack abundance is also influenced by other factors.
Kata kunciUpwelling; Cakalang; Selatan Jawa
Pembimbing 1Dr. F. Eko Dwi Haryono, M.Si
Pembimbing 2Isnaini Prihatiningsih, SIK, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman52
Tgl. Entri2024-05-16 13:04:39.652302
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.