Artikel Ilmiah : C1A019057 a.n. AZIZAH ISTIKOMAH

Kembali Update Delete

NIMC1A019057
NamamhsAZIZAH ISTIKOMAH
Judul ArtikelANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, INFLASI, SUKU BUNGA TABUNGAN DAN NILAI TUKAR TERHADAP TABUNGAN MASYARAKAT PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tabungan masyarakat merupakan nilai tabungan yang dimiliki masyarakat pada bank umum pemerintah yang penarikannya dapat dilakukan sesuai perjanjian antara bank dengan nasabah. Tabungan masyarakat ini memiliki perkembangan yang lebih tinggi jika dibandingkan produk perbankan lainnya. Namun, meskipun memiliki kontribusi terbesar dalam periode tahun 2015 sampai 2019 terjadi penurunan kontribusi tabungan terhadap simpanan pada bank umum pemerintah. Dalam penelitian ini dikembangkan model yang lebih lengkap dengan memasukkan variabel PDB, inflasi, suku bunga tabungan dan nilai tukar yang sebelumnya beberapa variabel tersebut masih terpisah-pisah dan memiliki hasil yang belum konsisten. Selain itu, penelitian ini menggunakan lag tabungan masyarakat menjadi salah satu variabelnya untuk menunjukkan pengaruh selang waktu terhadap observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah.
Penelitian ini menggunakan data yang berasal dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dengan penyajian data per triwulan dari tahun 2010 sampai 2022. Teknik analisis yang digunakan adalah Autoregresive Distributed lag (ARDL). ARDL sebagai model dinamis menggabungkan antara model AR (Autoregresive) dan DL (Distributed Lag). Model AR menggunakan satu atau lebih data masa lampau dari variabel terikat diantara variabel bebas, sedangkan DL melibatkan data pada waktu sekarang dan waktu masa lampau (lagged) dari variabel bebas yang diteliti.
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil PDB dan nilai tukar berpengaruh positif signifikan dalam jangka pendek terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia, sedangkan dalam jangka panjang dua variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia. Inflasi berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap tabungan masyarakat bank umum pemerintah di Indonesia, sedangkan suku bunga tabungan berpengaruh positif signifikan dalam jangka pendek dan berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia. Selain itu, Variabel PDB, inflasi, suku bunga tabungan dan nilai tukar secara bersama-sama dalam jangka pendek dan jangka panjang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia.
Implikasi yang diberikan dalam penelitian ini yaitu agar dapat meningkatkan tabungan masyarakat pada bank umum pemerintah di Indonesia dengan kenaikan PDB, dan menjaga kestabilan inflasi, suku bunga tabungan dan nilai tukar. Pemerintah dapat menetapkan kebijakan guna mendorong kenaikan PDB seperti kebijakan yang memfasilitasi pelaku usaha seperti UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Bank Indonesia dan pemerintah secara konsisten melakukan koordinasi dalam pengendalian inflasi, terutama pada faktor non moneter seperti ketidakpastian ekonomi dunia. Di samping itu, Bank Indonesia perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan suku bunga tabungan. Selain itu, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan nilai tukar yaitu lebih mengawasi supaya tidak terjadi penimbunan dolar oleh masyarakat, mengetatkan kebijakan kuota impor pada barang-barang yang dapat di produksi sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor, dan konsisten mendukung ekspor dan investasi di dalam negeri yang dapat meningkatkan nilai tukar rupiah.
Abtrak (Bhs. Inggris)Public Savings is the value of savings owned by the public in government commercial banks whose withdrawals can be made according to the agreement between the bank and the customer. This public savings has a higher development when compared to other banking products. However, despite having the largest contribution in the period 2015 to 2019 there was a decrease in the contribution of savings to deposits in government commercial banks. In this study, a more complete model was developed by including GDP, inflation, savings interest rates and exchange rates variables, some of which were previously separated and had inconsistent results. In addition, this study uses the lag of public savings as one of its variables to show the effect of the time interval on observations.The purpose of this study is to analyze the factors that affect public savings in government commercial banks.
This study uses data from Indonesia Central Bank and the Central Bureau of Statistics with quarterly data presentation from 2010 to 2022. The analysis technique used is Autoregresive Distributed lag (ARDL). ARDL as a dynamic model combines AR (Autoregressive) and DL (Distributed Lag) models. The AR model uses one or more past data from the dependent variable among the independent variables, while the DL model involves present and past data (lagged) from the independent variables studied.
Based on the results of the analysis, the results of GDP and the exchange rate have a significant positive effect in the short term on public deposits at government commercial banks in Indonesia, while in the long term these two variables do not have a significant effect on public deposits in government commercial banks in Indonesia. Inflation has a significant negative effect in the short and long term on public savings at government commercial banks in Indonesia, while interest rates on savings have a significant positive effect in the short term and a significant negative effect in the long term on public savings at government commercial banks in Indonesia. In addition, the variables GDP, inflation, interest rates on savings and exchange rates together in the short and long term have a significant influence on public savings at government commercial banks in Indonesia.
The implications given in this study are being able to increase public savings at government commercial banks in Indonesia by increasing GDP, and maintaining the stability of inflation, savings interest rate and exchange rates. The government can establish policies to encourage an increase in GDP such as policies that encourage business actors such as SMEs to develop their businesses. Bank Indonesia and the government have consistently coordinated inflation control, especially on non-monetary factors such as world economic defense. In addition, Bank Indonesia needs to apply the precautionary principle in setting deposit rates. In addition, there are several things the government can do to maintain exchange rate stability, namely monitoring more to prevent hoarding of dollars by the public, tightening import quota policies on self-produced goods to reduce dependence on imported goods, and consistently supporting exports, and domestic investment that can increase the rupiah exchange rate.
Kata kunciTabungan Masyarakat; Bank Umum Pemerintah; ARDL
Pembimbing 1Dr. Arintoko., S.E., M.Si
Pembimbing 2Dra. Nunik Kadarwati., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2023-07-28 13:40:04.576103
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.