Artikel Ilmiah : A1A019010 a.n. PUTRI MEGA LESTARI

Kembali Update Delete

NIMA1A019010
NamamhsPUTRI MEGA LESTARI
Judul ArtikelFluktuasi Harga dan Integrasi Pasar Horizontal Komoditas Bawang Merah (Kasus di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bawang merah merupakan komoditas penyumbang inflasi di Kabupaten Banyumas.
Upaya untuk mengendalikan inflasi dapat dilakukan melalui stabilisasi harga.
Implementasi dari kebijakan stabilisasi harga ini akan lebih efektif pada pasar-pasar yang
terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui fluktuasi harga komoditas
bawang merah di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis, 2) menganalisis
keterpaduan pasar secara horizontal pada komoditas bawang merah antara Pasar
Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sokaraja,
Pasar Wage, dan Pasar Manis. Penentuan tempat penelitian dilakukan dengan
pertimbangan bahwa ketiga pasar tersebut merupakan pasar konsumen. Metode yang
digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2023. Data
yang digunakan yaitu data primer berupa daftar pertanyaan dan data sekunder dalam
bentuk data deret waktu (time series) mingguan dengan periode waktu 257 series yaitu
dari Januari 2018 hingga November 2022. Metode analisis yang digunakan adalah
analisis koefisien variasi, analisis Vector Autoregression (VAR), dan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) harga bawang merah di Pasar Sokaraja, Pasar
Wage, dan Pasar Manis dikatakan memiliki fluktuasi harga yang tinggi/harganya tidak
stabil dengan nilai koefisien variasinya lebih besar dari 9 persen, 2) dari hasil uji
kointegrasi Johansen dan analisis VAR in level dapat dikatakan bahwa sudah terjadi
keterpaduan pasar secara horizontal pada komoditas bawang merah antara Pasar
Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis.
Abtrak (Bhs. Inggris)Shallot is commodity that contributes to inflation in Banyumas Regency. Efforts to
control inflation can be done through price stabilization. Implementation of this price
stabilization policy will be more effective in integrated markets. This study aims to 1)
determine the price fluctuations of shallots at Sokaraja Market, Wage Market, and Manis
Market, and 2) analyze horizontal market integration for shallots at Sokaraja Market,
Wage Market, and Manis Market. This research was conducted between Sokaraja
Market, Wage Market, and Manis Market. The determination of the location of the
research was carried out with the consideration that the three markets were consumer
markets. The method used was a survey method. The research was conducted in February
2023. The data used namely primary data in the form of a list of questions and secondary
data in the form of weekly time series data with a time period of 257 series, namely from
January 2018 to November 2022, The analytical methods used are analysis of the
coefficient of variation, vector autoregression (VAR) analysis, and descriptive analysis.
The results of this study indicate that, 1) the price of shallots at Sokaraja Market, Wage
Market, and Manis Market is said to have high price fluctuations or unstable prices with
a coefficient of variation greater than 9 percent, 2) from the results of the Johansen
cointegration test and the in-level VAR analysis, it can be said that there has been
horizontal market integration for the shallot commodity between Sokaraja Market, the
Wage Market, and the Manis Market.
Kata kunciBawang merah, Integrasi Pasar, VAR
Pembimbing 1Dr. Ir. Suyono, M.S.
Pembimbing 2Ir. Tatang Widjojoko, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-07-18 16:02:15.309687
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.