Home
Login.
Artikelilmiahs
40345
Update
FARASHYELLA LUMINTANG RAGAZASUSILO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH INDUKSI HORMON PG-600 TERHADAP PERIODE WAKTU KAWIN DAN LAJU KEBUNTINGAN DOMBA SAKUB
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Induksi Hormon PG-600 Terhadap Periode Waktu Kawin dan Laju Kebuntingan Domba Sakub” bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon PG-600 terhadap periode waktu kawin dan laju kebuntingan domba Sakub. Adanya induksi hormon PG-600 dengan jarak waktu yang telah ditentukan diharapkan mampu meningkatkan folike-folikel kemudian mengalami superovulasi sehingga meningkatkan efisiensi reproduksi ternak. Materi penelitian menggunakan domba Sakub sebanyak 2 ekor pejantan dan 21 ekor betina dengan paritas 2 dan 3, bobot 35-50 kg, dan berumur 2-3 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan perlakuan P1 = kontrol yaitu double injeksi hormon PGF2α masing- masing sebanyak 1,5 ml dengan selang waktu 11 hari. P2 = double injeksi hormon PGF2α masing-masing sebanyak 1,5 ml dengan selang waktu 11 hari + hormon PG-600 sebanyak 2,5 ml pada hari ke 9 setelah penyuntikan PGF2α yang pertama. Peubah yang diamati yaitu periode waktu kawin dan laju kebuntingan domba Sakub. Data diuji menggunakan uji t student unequal untuk periode waktu kawin dan uji Chi Square untuk laju kebuntingan. Hasil analisis statistik ternyata menunjukkan bahwa PGF2α (P1) dan pemberian PGF2α + PG-600 (P2) menghasilkan perbedaan yang tidak nyata (P>0.05) terhadap periode waktu kawin dan laju kebuntingan domba Sakub. Disimpulkan bahwa pemberian PG-600 pada periode waktu kawin dan laju kebuntingan menunjukkan hasil yang relatif sama. Namun, secara numerik hasil pada periode waktu kawin dengan P2 menunjukkan angka yang lebih kecil dari P1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research entitled “The Effect of PG-600 Hormone Induction on the Mating Time Period and Pregnancy Rate of Sakub Ewe” aims to determine the effect of PG-600 hormone on the mating period and pregnancy rate of Sakub ewe. The induction of the hormone PG- 600 with a predetermined time interval is expected to increase the follicles then experience superovulation thereby increasing the efficiency of livestock reproduction. The research material used 2 rams and 21 ewes with parities of 2 and 3, weighing 35-50 kg, and aged 2-3 years. The research method used was experimental with treatment P1 = control, namely double injection of the hormone PGF2α each of 1.5 ml with an interval of 11 days. P2 = double injection of PGF2α hormone each of 1.5 ml with an interval of 11 days + 2.5 ml of PG-600 hormone on day 9 after the first PGF2α injection. The variables observed were the mating time period and pregnancy rate of Sakub ewe. Data were tested using unequal student's t test for mating time period and Chi Square test for pregnancy rate. The results of the statistical analysis showed that PGF2α (P1) and administration of PGF2α + PG- 600 (P2) produce an insignificant difference (P>0.05) on the mating period and pregnancy rate of Sakub ewe. It was concluded that the administration of PG-600 in the mating period and the pregnancy rate showed relatively the same results. However, numerically in the mating time period, P2 shows a smaller number than P1.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save