Artikel Ilmiah : A1A017056 a.n. SHEBY SHABRINA
| NIM | A1A017056 |
|---|---|
| Namamhs | SHEBY SHABRINA |
| Judul Artikel | STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) DI DESA KEDUNGRANDU, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Serai wangi merupakan tanaman dari suku poaceae yang sering disebut dengan suku rumput-rumputan. Minyak serai wangi memiliki beragam manfaat, diantaranya dapat digunakan sebagai bahan bioaditif bahan bakar minyak, dan bahan baku pembuatan produk pewangi seperti parfum, sabun, dan lotion. Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja merupakan satu-satunya daerah di Banyumas yang mempunyai perusahaan dalam memproduksi minyak serai wangi. Serai wangi yang ditanam petani Desa Kedungrandu yaitu jenis Mahapengiri, salah satu varietas unggul serai wangi. Namun terdapat permasalahan dalam usaha tani tersebut yaitu hasil produksi daun serai wangi yang masih sedikit dan kurangnya modal petani. Mengatasi hal ini perlu dilakukan upaya peningkatan produksi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui penerimaan dan keuntungan usaha tani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman bagi pengembangan usaha tani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas; dan (3) Merumuskan alternatif strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan pada usaha tani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian ini adalah petani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan anggota PT Dewara Nusa Jaya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis biaya produksi (cost), analisis penerimaan (revenue), analisis keuntungan (profit), Analisis Internal-Eksternal (IE), Analisis SWOT, dan Analisis QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix). Hasil penelitian menunjukkan total biaya usaha tani serai wangi untuk lahan dengan satu kali panen sebesar Rp7.873.688, dengan penerimaan sebesar Rp3.382.000. Sedangkan untuk lahan dengan empat kali panen mengeluarkan biaya sebeesar Rp5.479.000 dengan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp25.920.000. Berdasarkan hasil analisis evaluasi faktor strategis internal dan eksternal, strategi analisis SWOT usaha tani serai wangi berada pada kuadran I atau mendukung strategi agresif. Strategi SO (strength-opportunities) digunakan dalam memaksimalkan kekuatan dan peluang, yaitu Pengoptimalan produksi serai wangi dan Memanfaatkan sumber daya dengan baik. Berdasarkan analisis QSPM, menunjukkan bahwa strategi terbaik untuk komoditi serai wangi adalah strategi mengajukan kontrak kemitraan tertulis dengan perusahaan dengan nilai STAS sebesar 6,394. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Citronella is a plant from the Poaceae tribe which is often referred to as the grass tribe. Citronella oil has various benefits, including being used as a bio additive for fuel oil, and as a raw material for making fragrance products such as perfumes, soaps, and lotions. Kedungrandu Village, Patikraja District, is the only area in Banyumas that has a citronella oil producing company. Citronella planted by farmers in Kedungrandu Village is the Mahapengiri type, one of the superior varieties of citronella. However, there are problems in the farming, namely the production of citronella leaves which are still small and the lack of farmer capital. To overcome this, it is necessary to make efforts to increase production that is good and follows the needs in the field. The objectives of this study were: (1) to determine the income and profits of citronella farming in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency; (2) to identify internal and external factors that are strengths, weaknesses, opportunities, and threats for the development of citronella farming in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency; and (3) Formulating an appropriate alternative development strategy to be applied to citronella farming in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency. The targets of this study were citronella farmers in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency, and members of PT Dewara Nusa Jaya. The data analysis used in this research is descriptive, cost analysis, income analysis, profit analysis, Internal-External (IE) analysis, SWOT analysis, and QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix) analysis. The result of this research showed the total cost of citronella farming for land with 1 harvest is IDR 7.873.688, with revenues of IDR 3.382.000. Whereas land with 4 harvests costs IDR 5.479.000 with revenues of IDR 25.920.000. Based on the results of the analysis of the evaluation of internal and external strategic factors, the SWOT analysis strategy for citronella farming is in quadrant I or supports an aggressive strategy. SO (strength-opportunities) strategy is used in maximizing strengths and opportunities, namely developing technology for optimizing production and utilizing and optimizing resources properly. Based on QSPM analysis, it shows that the best strategy for citronella commodity is the strategy of submitting a written partnership contract with a company with an STAS value of 6,394. |
| Kata kunci | serai wangi, usaha tani, strategi pengembangan. |
| Pembimbing 1 | Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. rer. Agr. Ir Djeimy Kusnaman, M.Sc.Agr |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 101 |
| Tgl. Entri | 2023-05-18 21:07:19.429455 |