Artikel Ilmiah : A1A019106 a.n. IFTA NABILA ROMLAND

Kembali Update Delete

NIMA1A019106
NamamhsIFTA NABILA ROMLAND
Judul ArtikelANALISIS RANTAI PASOK KOMODITAS KUBIS DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Kutabawa menjadi salah satu sentra produksi kubis di Provinsi Jawa Tengah didukung dengan kondisi lingkungan dan Pasar Sub Terminal Agribisnis Kutabawa. Fluktuasi harga dan karakteristik kubis yang mudah rusak dan tidak tahan lama menjadi permasalahan utama pemasaran kubis. Kondisi lingkungan yang tidak menentu memicu peningkatan dan penurunan produksi kubis di pasar, akan tetapi terjadi ketidakseimbangan dengan permintaan kubis yang cenderung tetap dalam jangka pendek sehingga menimbulkan harga kubis anjlok dan naik. Oleh karena itu, penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan responden petani menggunakan metode Simple Random Sampling, responden lembaga pemasaran menggunakan metode Snowball Sampling dan metode Purposive Sampling untuk responden pakar dalam analisis AHP. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, efisiensi pemasaran dan Analytical Hierarki Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan empat saluran pemasaran kubis dengan kondisi yang berbeda-beda yaitu (1) aliran produk mengalir dari hulu ke hilir dengan sistem diantar dan mengantar (2) aliran informasi mengalir dua arah dari hulu ke hilir dan sebaliknya, dan (3) aliran keuangan mengalir dari hilir ke hulu dengan sistem pembayaran tunai dan non-tunai. Nilai efisiensi pemasaran dari margin pemasaran terkecil dan farmer’s share terbesar terdapat pada saluran III sebesar Rp1.760,00 & 63,18% sehingga saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien untuk dilakukan. Alternatif pengambilan keputusan kualitas produk dan peningkatan fungsi pemasaran petani dan lembaga pemasaran sebagai kriteria dan alternatif pengambilan keputusan paling penting untuk diterapkan dalam membentuk rantai pasok kubis yang efisien di Desa Kutabawa.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kutabawa Village is one of the cabbage production centers in Central Java Province, supported by environmental conditions and STA Kutabawa Market. The main problems in cabbage supply chain are price fluctuations and perishable and non-durable characteristics of cabbage. Uncertain environmental conditions trigger increased and decreased cabbage production in the market. Still, an imbalance in cabbage demand tends to remain in the short term, causing cabbage prices to plummet and rise. The research method used is a survey method by determining farmer respondents using the Simple Random Sampling, respondents of marketing institutions using Snowball Sampling method and Purposive Sampling method for expert respondents in AHP analysis. The data analysis methods used are descriptive analysis, marketing efficiency and Analytical Hierarchy Process (AHP). The results showed four cabbage marketing channels with different conditions, that are (1) product flow flows from upstream to downstream with a system of delivering and ushering in, (2) information flow flows both ways from upstream to downstream and vice versa, and (3) financial flow flows from downstream to upstream with cash and non-cash payment systems. The value of marketing efficiency from the smallest marketing margin and the largest farmer's share is found in channel III of Rp1,760.00 & 63.18%, so marketing channel III is the most efficient channel to do. Alternative decision-making on product quality and improvement of the marketing function of farmers and marketing institutions as the essential decision-making criteria and alternatives to be applied in forming an efficient cabbage supply chain in Kutabawa Village.
Kata kunciRantai Pasok, Kubis, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, Analytical Hierarki Process
Pembimbing 1Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Sunendar, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2023-05-18 22:01:23.304496
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.