Artikelilmiahs
Menampilkan 36.861-36.880 dari 49.002 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36861 | 44149 | E1A020077 | TINJAUAN HUKUM KONTRABAN PADA SAAT SENGKETA BERSENJATA DAN AKIBAT HUKUM TERHADAP NETRALITAS SUATU NEGARA | Sengketa bersenjata internasional atau peperangan yang dilakukan oleh dua negara atau lebih tentunya berpotensi pada keterlibatan negara-negara pihak ketiga termasuk juga negara netral. Terkait sengketa bersenjata internasional, prinsip netralitas pada dasarnya mensyaratkan negara untuk tidak memberikan bantuan apa pun, baik militer, ekonomi, maupun politik kepada pihak-pihak yang sedang berperang. Salah satu isu krusial terkait sengketa bersenjata adalah netralitas negara dan kontraban atau penyelundupan barang yang dilarang ke negara pihak yang berperang. Permasalahan ini masih belum diatur secara jelas pengaturannya dalam hukum internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan negara netral menurut hukum internasional dan hukum humaniter internasional serta menganalisis akibat hukum pelanggaran netralitas terkait kontraban pada saat sengketa bersenjata. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan perundang-undangan dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis yang kemudian dianalisis secara naratif deskriptif dengan metode analisis normatif kualitatif. Pengaturan netralitas terdapat dalam beberapa perjanjian internasional, yaitu Konvensi Den Haag 1907, Deklarasi Paris tentang Penghormatan terhadap Hukum Laut 1856, Deklarasi London tentang Hukum Perang Laut 1909, Konvensi Jenewa 1949, dan Protocol Tambahan I Konvensi Jenewa tentang Perlindungan Korban dalam Konflik Bersenjata Internasional 1977. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara netral menurut hukum humaniter bersifat sementara yang timbul akibat adanya sikap politik dan kebijaksanaan suatu negara dalam situasi sengketa bersenjata. Negara netral yang melakukan pelanggaran terkait perdagangan kontraban pada saat sengketa bersenjata masih terdapat kesulitan dalam penegakan hukumnya karena kurangnya pengaturan yang mengaturnya. Sebagai alternatif, pengiriman atau perdagangan kontraban dapat diadili oleh Pengadilan Barang Sitaan yang diatur dalam hukum nasional dan Pasal 151 San Remo Manual 1994 juga memberikan hak bagi pihak berperang untuk menghancurkan kapal dagang negara netral yang membawa kontraban apabila menghalangi penyitaan, walaupun ketentuan ini tidak berlaku mengikat. | International armed conflicts or wars waged by two or more countries certainly have the potential to involve third-party states, including neutral states. Regarding international armed conflicts, the principle of neutrality essentially requires states not to provide any assistance, be it military, economic, or political, to the warring parties. One crucial issue related to armed disputes is the neutrality of states and the contraband or smuggling of prohibited goods to the warring parties'. This issue is still not clearly regulated in international law. This research aims to examine the regulation of neutral states according to international law and international humanitarian law, as well as to analyze the legal consequences of violations of neutrality concerning contraband during armed conflicts. The research method used in this study is normative legal research, employing a methodological approach that includes legislative analysis and descriptive research specifications. Secondary data presented in a systematic format are used, followed by a narrative-descriptive analysis employing a qualitative normative analysis method. Regulations on neutrality are found in several international agreements, namely The Hague Convention 1907, The Paris Declaration Respecting Maritime Law 1856, Declaration Concerning the Laws of Naval War 1909, Geneva Conventions 1949, and Protocol I Additional to the Geneva Conventions 1977. Research findings indicate that neutrality under humanitarian law is temporary and arises due to the political stance and policies of a state in situations of armed conflict. Neutral states violating contraband trading during armed conflicts still face challenges in enforcing the law due to the lack of regulation governing it. As an alternative, the shipment or trading of contraband may be adjudicated by a national court of law or by the Seizure Court, and Article 151 of the San Remo Manual of 1994 also grants the belligerents the right to destroy neutral merchant vessels carrying contraband if they resist seizure, although this provision is not legally binding. | |
| 36862 | 39744 | D1A019206 | HUBUNGAN MOTIVASI DAN ETOS KERJA DENGAN PENDAPATAN PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA RAS KALIGESING DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO | Motivasi dan etos kerja penting dimiliki oleh peternak Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing di Kecamatan Kaligesing karena diduga mempengaruhi pendapatan usaha ternak Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui motivasi peternak kambing Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing, (2) mengetahui etos kerja peternak Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing, (3) mengetahui pendapatan peternak Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing, (4) menganalisis hubungan motivasi dan etos kerja dengan pendapatan peternak Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan wilayah penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling di Kecamatan Kaligesing yang merupakan pusat pengembangan peternakan Kambing PE. Kecamatan Kaligesing memiliki 21 desa, diambil 15% sebagai sampel desa. Pemilihan desa dilakukan secara acak sebanyak 3 desa dari jumlah desa yang memiliki kelompok Peternak Kambing PE, terpilih Desa Pandanrejo, Desa Donorejo dan Desa Tawangsari. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus slovin dengan margin of error 10%, diperoleh responden sebanyak 80 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak kambing di Kecamatan Kaligesing, Purworejo memiliki motivasi dalam kategori sedang dengan jumlah skor 22,675 , etos kerja dalam kategori tinggi dengan jumlah skor 38,225 dan rata-rata memperoleh pendapatan sebesar Rp18,034,224 per tahun/peternak. Berdasarkan hasil analisis rank spearman, motivasi dan etos kerja mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan pendapatan peternak kambing. | Motivation and work ethic are important for breeders of the Etawa Race Kaligesing Goat in Kaligesing District because they are suspected of affecting the income of the Etawa Race Kaligesing Goat livestock business. The aims of this study were (1) to find out the motivation of the Etawa Ras Kaligesing goat breeders, (2) to find out the work ethic of the Etawa Ras Kaligesing goat breeders, (3) to find out the income of the Etawa Ras Kaligesing goat breeders, (4) to analyze the relationship between motivation and ethos working with the income of breeders of the Etawa Race Kaligesing Goat. This study uses a survey method. The determination of the research area was carried out using a purposive sampling method in the Kaligesing District which is the center for the development of PE Goat husbandry. Kaligesing District has 21 villages, 15% of which are sampled villages. Village selection was carried out randomly as many as 3 villages from the number of villages that had PE Goat Breeders groups, Pandanrejo Village, Donorejo Village and Tawangsari Village were selected. The number of respondents was calculated using the slovin formula with a 10% margin of error, resulting in 70 respondents. The selection of respondents was taken randomly. The analytical method used is descriptive analysis and spearman rank correlation analysis. The results showed that goat breeders in Kaligesing District, Purworejo had motivation in the medium category with a total score of 22.675, work ethic in the high category with a total score of 38.225 and an average income of IDR 18,034,224 per year/breeder. Based on the results of Spearman's rank analysis, motivation and work ethic have a fairly strong relationship with the income of goat breeders | |
| 36863 | 39745 | F1C019044 | Strategi ADiTV Dalam Keberlangsungan Produksi Program Omah Bakoelan | Televisi swasta menjadi ladang industri kreatif dengan karakteristik komoditasnya adalah tayangan program TV, iklan yang menjadi sumber pendapatan terbesar, sesama stasiun televisi bersaing satu sama lain untuk menyuguhkan tayangan menarik bagi pemirsa untuk mendapatkan iklan lebih banyak, serta menyajikan tayangan berdasarkan kepentingan dan minat masyarakat. Pada tahun 2022, ADiTV menjadi mitra program pemerintah yaitu Kampus Merdeka dan mengadakan program magang bersertifikat. Salah satu program yang dikembangkan bersamaan dengan kegiatan magang yaitu program Omah Bakoelan. Namun dalam proses produksinya terdapat permasalahan yang dialami oleh Tim Marketing yakni tidak memperoleh klien untuk program tersebut. Permasalahan ini berdampak pada tim produksi yang akhirnya tidak bisa melakukan rangkaian proses produksi. Sehingga dari adanya permasalahan tersebut, penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana strategi ADiTV dalam keberlangsungan produksi program Omah Bakoelan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di PT. Arah Dunia Televisi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta saat peneliti melaksanakan kegiatan magang bersertifikat selama Februari 2022 hingga Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADiTV menerapkan strategi bauran promosi berupa advertising (periklanan), personal selling (penjualan personal), dan sales promotion (promosi penjualan). Strategi personal selling menjadi strategi yang paling efektif dalam upaya memperoleh klien untuk program Omah Bakoelan. Walaupun memiliki beberapa kelemahan dalam penerapannya, strategi yang diterapkan oleh ADiTV dapat dikatakan berhasil dalam mengatasi permasalahan sulitnya mendapat klien untuk program Omah Bakoelan. | Private television is a field of creative industry with commodity characteristics are TV program shows, advertisements that are the largest source of income, fellow television stations compete with each other to present interesting shows for viewers to get more advertisements, and present shows based on public interests and interests. In 2022, ADiTV became a partner of the government's program, Kampus Merdeka and held a certified internship program. One of the programs developed in conjunction with internship activities is the Omah Bakoelan program. However, in the production process, there is a problem experienced by the Marketing Team, namely not getting clients for the program. This problem has an impact on the production team which ultimately cannot carry out a series of production processes. So from these problems, this study seeks to find out how ADiTV's strategy in the sustainability of Omah Bakoelan program production. This research uses descriptive qualitative method and is carried out at PT. The Direction of the Television World, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region when researchers carried out certified internships from February 2022 to December 2022. The results showed that ADiTV implemented a promotion mix strategy in the form of advertising, personal selling, and sales promotion. The personal selling strategy is the most effective strategy in an effort to acquire clients for the Omah Bakoelan program. Although it has several weaknesses in its implementation, the strategy implemented by ADiTV can be said to be successful in overcoming the difficult problem of getting clients for the Omah Bakoelan program. | |
| 36864 | 39746 | I1C019010 | Formulasi Sediaan Lipstik Ekstrak Kulit Batang Bakau Hitam (Rhizophora mucronata) | Kosmetik merupakan salah satu kebutuhan utama bagi sebagian wanita, khususnya lipstik. Produk lipstik yang beredar kebanyakan mengandung pewarna sintetis. Bahan alam menjadi salah satu sumber alternatif untuk pewarna terutama pada produk kosmetik. Salah satu tanaman yang dapat dikembangkan untuk menjadi pewarna alami adalah bakau hitam (Rhizophora mucronata). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik lipstik, efek iritasi dan akseptabilitas terhadap lipstik ekstrak kulit batang bakau hitam (R. mucronata). Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit batang R. mucronata sebesar 5%, 10%, 15%, 20%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini berupa sifat fisik (organoleptik, titik leleh, pH, kekerasan, daya oles, stabilitas), efek iritasi dan uji akseptabilitas menggunakan metode hedonik. Data hasil uji organoleptis, homogenitas, stabilitas freeze-thaw dan iritasi dianalisis secara deskriptif. Uji pH dan titik leleh dianalisis secara statistik menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Differences (LSD). Uji kekerasan, daya oles dan hedonik dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan pH rata-rata 5,53-6,47, titik leleh rata-rata 64,4-68,7 dan kekerasan rata-rata 120-180g. Secara organoleptik (warna, aroma bentuk) didapatkan hasil yang stabil selama penyimpanan 28 hari pada suhu ruang, uji freeze-thaw stabil, mudah dioleskan, tidak mengiritasi dan dapat diterima oleh responden dengan baik. Hasil analisis data menunjukkan ekstrak kulit batang R. mucronata mempengaruhi pH, kekerasan dan daya oles (p<0,05). Namun tidak mempengaruhi titik leleh sediaan lipstik (p>0,05). Lipstik ekstrak kulit batang R. mucronata memiliki sifat fisik dan stabilitas yang memenuhi persyaratan. Formula yang paling disukai oleh responden adalah F4 (4,50 ± 0,509) yang menghasilkan warna cokelat kemerahan. | Cosmetics are one of the main needs for some women, especially lipstick. Many lipstick products on circulation contain synthetic dyes. Natural materials can be used as an alternative source for dyes primarily in cosmetic products. Among the plants that can be developed for natural dye is the black mangrove (Rhizophora mucronata). The purpose of this study is to find out the physical characteristics of lipstick, an irritating and acceptability of lipstick from the bark of black mangrove extract (R. mucronata). This study is using a full random design with variations in the concentration of R. mucronata bark extract by 5%, 10%, 15%, 20%. The parameters that are observed in this study include physical properties (organoleptic, melting point, pH, hardness, spreadability, stability), irritation effect and acceptability test using the hedonic method. Data result from organoleptic test, homogeneity, freeze-thaw stability and irritation were analyzed descriptively. The pH and melting point tests were analyzed statistically using one way ANOVA test and followed by the Least Significant Differences (LSD) test. The hardness, spreadability and hedonic tests are analyzed statistically using the Kruskal Wallis test and followed by the Mann Whitney test. The results showed that average pH of 5.53-6.47, averaging 64.4-68.7 and average violence of 120-180g. Organoptically (color, scent form) obtained stable results during a 28-day storage at room temperature, freeze thaw test stable, easy to apply, not irritate and acceptable to properly respondents. Data analysis shows the extract of R. mucronata rods from the ph, violence and power of oles (p< 0.05). But does not affect the availability of lipstick melting point (p> 0.05). R. mucronata bark extract lipstick has physical characteristic and stability that meet the requirements. The most preferred formula by respondents was F4 (4.50 ± 0.509) which produced brick brown color. | |
| 36865 | 39747 | D1A019209 | HUBUNGAN JUMLAH ANGGOTA DAN LAMA TERBENTUKNYA KELOMPOK PETERNAK DENGAN MODAL SOSIAL PETERNAK KAMBING PE DI KECAMATAN KALIGESING PURWOREJO | Jumlah anggota dan lama terbentuknya kelompok Peternakan Kambing PE Ras Kaligesing di Kecamatan Kaligesing memiliki peran penting karena mempengaruhi modal sosial kelompok peternak. Tujuan penelitian ini adalah (1) berapa jumlah anggota dan lama terbentuknya kelompok Peternak Kambing PE. (2) Bagaimana modal sosial kelompok peternak kambing PE di Kaligesing. (3) Bagaimana hubungan jumlah anggota dan lama terbentuknya kelompok dengan modal sosial Peternak Kambing PE di Kaligesing. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan wilayah penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling di Kecamatan Kaligesing yang merupakan pusat pengembangan peternakan Kambing PE. Kecamatan Kaligesing memiliki 21 desa, diambil 15% sebagai sampel desa. Pemilihan desa dilakukan secara acak sebanyak 3 desa dari jumlah desa yang memiliki kelompok Peternak Kambing PE, terpilih Desa Pandanrejo, Desa Donorejo dan Desa Tawangsari. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus slovin dengan margin of error 10%, diperoleh responden sebanyak 70 orang. Pemilihan responden diambil secara acak. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peternak kambing di Kecamatan Kaligesing memiliki jumlah anggota dalam kategori sedang dengan jumlah rata-rata 17,57, lama terbentuknya kelompok dalam kategori cukup lama dan modal sosial kelompok peternak dalam kategori cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisis rank spearman, jumlah anggota dan lama terbentuknya kelompok peternak cukup rendah dengan modal sosial. | The number of members and the length of time the PE Ras Kaligesing Goat Farming group has been formed in Kaligesing District have an important role because they affect the social capital of the breeder group. The aims of this study were (1) the number of members and how long the PE Goat Breeders Group was formed. (2) How is the social capital of the PE goat breeder group in Kaligesing. (3) What is the relationship between the number of members and the length of time the group was formed with the social capital of PE Goat Breeders in Kaligesing. This study uses a survey method. Determination of the research area was carried out using the purposive sampling method in Kaligesing District which is the center for the development of PE Goat husbandry. Kaligesing District has 21 villages, 15% of which are sampled villages. Village selection was carried out randomly as many as 3 villages from the number of villages that had PE Goat Breeders groups, Pandanrejo Village, Donorejo Village and Tawangsari Village were selected. The number of respondents was calculated using the slovin formula with a 10% margin of error, resulting in 70 respondents. The selection of respondents was taken randomly. The analytical method used is descriptive analysis and spearman rank correlation analysis. The results showed that goat breeders in Kaligesing Sub-District had a moderate number of members with an average number of 17.57, the group formation time was quite long and the social capital of the farmer groups was quite high. Based on the results of Spearman's rank analysis, the number of members and the length of time the farmer group was formed is quite low with social capital. | |
| 36866 | 44150 | A1F020080 | Optimasi Lama Fermentasi dan Konsentrasi Starter pada Pembuatan Nata dari Hasil Samping Industri Gula Kelapa dengan Metode Central Composite Design | Industri gula kelapa menghasilkan hasil samping berupa larutan yang biasanya akan langsung dibuang. Pembuangan secara berlebihan akan memberikan cemaran bagi lingkungan. Larutan hasil samping tersebut memiliki tingkat keasaman ±4,5-6,5 dan masih mengandung gula dengan derajat brix ± 4-7,5̊, serta protein kurang dari 3%. Gula dan protein tersebut merupakan sumber energi bagi bakteri untuk tumbuh. Salah satu bakteri yang berada pada nira kelapa yaitu Acetobacter xylinum yang merupakan bakteri pembentuk selulosa pada produk nata. Oleh karena itu, larutan hasil samping industri gula kelapa merupakan hal potensial yang dapat diolah menjadi nata de brown sugar sehingga bernilai ekonomis dan mengurangi cemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi starter optimal yang ditambahkan terhadap karakteristik nata berbahan dasar hasil samping industri gula kelapa, 2) Memperoleh formula yang optimum dalam proses pembuatan nata berbahan dasar hasil samping industri gula kelapa. 3) Mengetahui karakteristik nata yang dihasilkan dari formula optimum yang diperoleh. Proses optimasi formula nata de brown sugar menggunakan Response Surface Methodology model Central Composite Design. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu perancangan design experiment dengan menentukan faktor yang dianalisis yaitu lama fermentasi (a) dengan batas bawah 5 hari dan batas atas 15 hari serta penambahan konsentrasi starter (b) dengan batas bawah 5% dan batas atas 20% serta menentukan respon yang diamati yaitu rendemen. Tahap kedua merupakan analisis model respon berdasarkan uji ANOVA, tahap ketiga yaitu optimasi yang akan memberikan formula yang direkomendasikan berdasarkan nilai desirability tertinggi dan tahap terakhir yaitu verifikasi. Nata de brown sugar dengan formula optimum dilakukan karakterisasi dengan uji serat kasar metode gravimetri dan uji organoleptik menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi dari hari ke-5 hingga hari ke-15 mampu meningkatkan rata-rata rendemen sebesar 45,83%. Peningkatan konsentrasi starter 5% hingga 20% mampu meningkatkan rata-rata rendemen sebanyak 29,03%. Formula optimum yang diperoleh dalam membuat nata de brown sugar yaitu lama fermentasi selama 11,322 hari dan penambahan starter sebanyak 20% dari volume media. Adapun karakteristik nata yang dihasilkan dari formulasi optimum tersebut yaitu kandungan serat kasar sebesar 2,73%, memiliki rasa yang tawar, warna putih agak kecoklatan, aroma yang agak asam, dan tekstur serat cenderung liat dibandingkan nata yang telah beredar di pasaran. | The brown sugar industry produces by-products in the form of solutions that are usually disposed of directly. Dispossal excessive will provide contamination to the environment. The by-product solution has an acidity level of ±4,5-6,5, contains sugar with a brix degree of ± 4-7,5̊, and protein less than 3%. Sugar and protein are energy sources for bacteria to grow. One of bacteria available in coconut sap is Acetobacter xylinum which is a cellulose forming bacteria in nata products.Therefore, the brown sugar industry by-product solution is a potential thing that can be processed into nata de brown sugar so that it has economy value and reduce environmental pollution. This research aims to: 1) Knowing the effect of fermentation duration and optimal starter concentration added to the characteristics of nata made from by-products of the coconut sugar industry, 2) Obtaining the optimum formula in the process of making nata based on by-products of the coconut sugar industry. 3) Knowing the characteristics of nata produced from the optimum formula obtained. The optimization process of the nata de brown sugar formula uses Response Surface Methodology Central Composite Design model. This research consists of 4 stages, namely designing design experiments by determining the factors analyzed, namely the length of fermentation (a) with a lower limit of 5 days and an upper limit of 15 days and the addition of starter concentration (b) with a lower limit of 5% and an upper limit of 20% and determining yield as observed response. The second stage is analyzing model respons by ANOVA test, the third stage is optimization which will provide a recommended formula based on highest desirability value and the last stage is verification. Nata de brown sugar with the optimum formula was characterized by gravimetric method crude fiber test and organoleptic test using Mann Whitney test. The results showed that the length of fermentation from day 5 to day 15 was able to increase the average yield by 45.83%. The increase in starter concentration from 5% to 20% was able to increase the average yield by 29.03%. The optimum formula obtained in making nata de brown sugar is the length of fermentation for 11.322 days and the addition of starter as much as 20% of the media volume. The characteristics of nata produced from the optimum formulation are crude fiber content of 2.735%, has a tasteless taste, slightly brownish white color, slightly sour aroma, and the texture of the fibers deser than nata that has been circulating in the market. | |
| 36867 | 39749 | F1F016007 | Peran Cina Dalam Implementasi Greater Mekong Subregion Cross-Border E-Commerce Cooperation Platform (GMSEC) 2015-2020 | Penelitian berjudul “Peran Cina dalam Implementasi Greater Mekong Subregion Cross-Border E-Commerce Cooperation Platform (GMSEC) 2015-2020” menganalisis keterlibatan Cina dengan teori kerja sama internasional dan konsep responsible great power. Penulis menemukan bahwa Cina tidak hanya menjadi inisiator CBEC di kawasan ini, tetapi juga menjadi pemimpin GMSEC dan berambisi untuk mempromosikan kebijakan serta regulasi CBEC pada forum-forum internasional. Meskipun masih ada beberapa hambatan dalam kerja sama, Cina sebagai Responsible Great Power (RGP) berhasil membawa agenda yang mengarah pada keharmonian dan memperluas potensi UMKM di negara anggota GMS dan secara lebih luas Asia Tenggara untuk dapat berkompetisi di pasar global. | The research titled "China's Role in Implementing the Greater Mekong Subregion Cross-Border E-Commerce Cooperation Platform (GMSEC) 2015-2020" analyzes China's involvement in the context of international cooperation theory and the concept of responsible great power. The author finds that China not only initiated the CBEC in this region, but also led the GMSEC and ambitiously promoted CBEC policies and regulations in international forums. Despite some obstacles in cooperation, China as a responsible great power successfully brought an agenda that leads to harmony and expands the potential of SMEs in GMS member countries and more broadly in Southeast Asia to compete in the global market. | |
| 36868 | 39750 | C1I018036 | Analysis of Contribution and Potential of Local Taxes in Kuningan | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase pendapatan asli daerah Kabupaten Kuningan yang berasal dari pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, dan reklame. Metodologi penelitian ini adalah deskriptif analisis kuantitatif. Penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, dan promosi dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kuningan dijadikan sebagai sumber data. Dari tahun 2013 hingga 2022, penelitian menemukan bahwa hotel mengumpulkan rata-rata 1,34%, restoran rata-rata 2,53%, hiburan rata-rata 0,50%, parkir rata-rata 0,12%, dan iklan rata-rata 0,94%. Kontribusi rata-rata untuk pajak dari restoran jauh lebih banyak daripada kontribusi dari biaya parkir. | The purpose of this research is to ascertain the percentage of Kuningan Regency's own-source income that comes from hotel, restaurant, entertainment, parking, and advertising taxes. The methodology of this study is descriptive quantitative analysis. Hotel, restaurant, entertainment, parking, and promotional tax receipts from the Kuningan Regency Local Revenue Service serve as the data source. From 2013 to 2022, the research found that hotels collected an average of 1.34%, restaurants an average of 2.53%, entertainment an average of 0.50%, parking an average of 0.12%, and advertising an average of 0.94%. The average contribution to taxes from restaurants was much more than that from parking fees. | |
| 36869 | 39751 | D1A019049 | KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR (IN VITRO) PELLET PAKAN KOMPLIT DENGAN IMBANGAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN BERBASIS FODDER JAGUNG | Penelitian yang berjudul “Kecernaan Protein Kasar dan Kecernaan Serat Kasar (In vitro) Pellet Pakan Komplit dengan Imbangan Konsentrat dan Hijauan Berbasis Fodder Jagung” dilaksanakan di Green House dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan metode in vitro yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pellet komplit berbasis fodder jagung dengan 3 imbangan, cairan rumen dari 3 ekor domba, dan bahan yang digunakan pada analisis in vitro dan proksimat protein kasar dan serat kasar. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini yaitu 3 perlakuan dengan P1=30% fodder jagung dan 70% konsentrat, P2=50% fodder jagung dan 50% konsentrat, dan P3=70% fodder jagung dan 30% konsentrat. Variabel yang diukur adalah kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar secara In vitro. Hasil dari penelitian yang tersaji dalam tabel analisis variansi didapatkan rataan kecernaan protein kasar pellet pakan komplit dengan P1=50,33±0,62%, P2=49,10±1,05%, P3=48,74±0,86% dan rataan kecernaan serat kasar pada P1=63,87±1,87%, P2=61,56±1,06%, P3=60,10±1,00%. Berdasarkan analisis variansi didapatkan bahwa data berpengaruh nyata (F hitung > 0,05) ditinjau dari kecernaan protein kasar dan pellet pakan komplit dengan imbangan fodder jagung dan konsentrat berpengaruh sangat nyata (F hitung > 0,01) terhadap kecernaan serat kasar. Uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa pellet pakan komplit dengan imbangan hijauan berbasis fodder jagung dan konsentrat ditinjau dari kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasarnya pada perlakuan 1 berbeda nyata dengan perlakuan 2 dan 3 sedangkan perlakuan 2 dan 3 tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pellet pakan komplit dengan imbangan hijauan berbasis fodder jagung dan konsentrat dapat mempengaruhi kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar ternak domba. Imbangan terbaik dalam pellet pakan komplit adalah 30% hijauan berbasis fodder jagung dan 70% konsentrat. | The research entitled “ Digestibility of Crude Protein and Crude Fiber (In vitro) Complete Feed Pellets with Ratio Of Concentrates and Corn Fodder-Based Forages” conducted in Green House and Animal Feedstuff Laboratory of Animal Science Faculty, Jenderal Soedirman University. The research was carried out experimentally using an in vitro method using a completely randomized design. The materials that used in this study were complete pellets based on corn fodder with 3 balances, rumen fluid from 3 sheep, and materials used in in vitro and proximate analysis of crude protein and crude fiber. The treatments applied in this research were 3 treatments with P1 = 30% corn fodder and 70% concentrate, P2 = 50% corn fodder and 50% concentrate, and P3 = 70% corn fodder and 30% concentrate. The variables measured were crude protein digestibility and crude fiber digestibility (in vitro). The results of the research presented in the analysis of variance table showed that the average digestibility of crude protein pellets of complete feed at P1 = 50.33 ± 0.62%, P2 = 49.10 ± 1.05%, P3 = 48.74 ± 0.86% and the average digestibility crude fiber at P1 = 63.87 ± 1.87%, P2 = 61.56 ± 1.06%, P3 = 60.10 ± 1.00%. Based on the analysis of variance, it was found that the data had a significant effect (F count > 0.05) in terms of the digestibility of crude protein and complete feed pellets with a balance of corn fodder and concentrate which had a very significant effect (F count > 0.01) on crude fiber digestibility. DMRT follow-up tests showed that complete feed pellets with forage based on corn fodder and concentrate in terms of crude protein digestibility and crude fiber digestibility in P1 were significantly different from P2 and P3, while P2 and P3 were not significantly different. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that complete feed pellets with a ratio of forage based on corn fodder and concentrate can affected the digestibility of crude protein and crude fiber in sheep. The best ratio of complete feed pellets is 30% forage based corn fodder and 70% concentrate. | |
| 36870 | 39752 | D1A019077 | PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST DAN VITAMIN E PADA PAKAN AYAM NIAGA PETELUR TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT | Penelitian “Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast dan Vitamin E pada Pakan Ayam Niaga Petelur terhadap Jumlah Leukosit dan Diferensial Leukosit” telah dilaksanakan pada 28 September—23 November 2022, bertempat di Eksperimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit ayam niaga petelur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam niaga petelur. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam niaga petelur strain Hyline Brown sebanyak 100 ekor berumur 94 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan selenium yeast dan vitamin E yang terdiri atas P0 = kontrol (pakan basal), P1 = pakan basal + 100 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P2 = pakan basal + 150 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P3 = pakan basal + 100 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E, dan P4 = pakan basal + 150 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E. Peubah yang diukur meliputi jumlah leukosit dan diferensial leukosit. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil rataan jumlah leukosit yaitu 26,04 ± 10,81 x 103/µl sampai dengan 32,99 ± 2,55 x 103/µl. Hasil rataan heterofil yaitu 50,2 ± 5,17 % sampai dengan 54 ± 6,24 %. Hasil rataan eosinofil yaitu 7,4 ± 1,82 % sampai dengan 11 ± 2,24 %. Hasil rataan basofil yaitu 0,6 ± 0,54 % sampai dengan 1,4 ± 0,89 %. Hasil rataan limfosit yaitu 29,8 ± 6,61 % sampai dengan 34 ± 3,80 %. Hasil rataan monosit yaitu 4,2 ± 1,92 % sampai dengan 7,4 ± 3,29 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi selenium yeast dan vitamin E berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi selenium yeast dan vitamin E dapat mempertahankan status fisiologi dan kesehatan ayam berdasarkan jumlah leukosit dan diferensial leukosit. | The research "The Effect of Selenium Yeast and Vitamin E Supplementation on Laying Hens Feed on Total and Differential Leukocyte Counts" was carried out on September 28-November 23, 2022, at Experimental Farm, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and blood analysis at Clinical Pathology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta. The study aimed to determine the effect of supplementation selenium yeast and vitamin E to feed on total and differential leukocyte counts of laying hens. The research design used was a completely randomized design consisting of 5 treatments and 5 replications, so that there were 25 experimental units. Each experimental unit consisted of 4 laying hens. The research material used in this study was 100 laying hens of the Hyline Brown strain aged 94 weeks. The treatments given were the supplementation of selenium yeast and vitamin E consisting of P0 = control (basal feed), P1 = basal feed + 100 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P2 = basal feed + 150 mg/kg selenium yeast + 100 mg/kg vitamin E, P3 = basal feed + 100 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E, and P4 = basal feed + 150 mg/kg selenium yeast + 200 mg/kg vitamin E. The variables measured included total and differential leukocyte counts. Data analysis used analysis of variance (ANOVA). The average of leukocytes was 26,04 ± 10,81 x 103/μl to 32,99 ± 2,55 x 103/μl. The average of heterophile was 50,2 ± 5,17 % to 54 ± 6,24 %. The average of eosinophil was 7,4 ± 1,82 % to 11 ± 2,24 %. The average of basophils was 0.6 ± 0.54 % to 1.4 ± 0.89 %. The average of lymphocytes was 29,8 ± 6,61 % to 34 ± 3,80 %. The average of monocytes was 4,2 ± 1,92 % to 7,4 ± 3,29 %. The results of analysis of variance showed that selenium yeast and vitamin E supplementation had no significant effect (P > 0.05) on total and differential leukocyte counts. It can be concluded that supplementation selenium yeast and vitamin E can maintain the physiological and health status of hens based on total and differential leukocyte counts. | |
| 36871 | 39753 | D1A019017 | Suplementasi Biopeptida Asal Ceker Ayam Pengaruhnya Terhadap Bobot Karkas dan Nonkarkas Ayam Broiler | Penelitian berjudul “ Suplementasi Biopeptida Asal Ceker Ayam Pengaruhnya Terhadap Bobot Karkas dan Nonkarkas Ayam Broiler” dilaksanakan di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan mengkaji suplementasi biopeptida asal ceker ayam pengaruhnya terhadap bobot karkas dan nonkarkas ayam broiler. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dengan materi ayam broiler strain CP 707 sebanyak 200 ekor dari umur DOC hingga 35 hari. Bahan yang digunakan adalah biopeptida asal ceker ayam yang mengandung protein sebesar 14,10%, lemak kasar 13,81%, serat kasar 18,19%, pakan basal dan air minum. Perlakuan penelitian terdiri atas R0 = pakan basal tanpa biopeptida, R1 = pakan basal + biopeptida 2%, R2 = pakan basal + biopeptida 4%, R3 = pakan basal + biopeptida 6%. Variabel yang diukur adalah bobot karkas dan nonkarkas. Analisis variansi menghasilkan informasi bahwa perlakuan biopeptida asal ceker ayam berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot karkas dan nonkarkas. Rataan bobot karkas dengan R0 = 671,74 ± 14,99 g/ekor, R1 = 687,04 ± 16,05 g/ekor, R2 = 707,94 ± 12,69 g/ekor, R3 = 721,30 ± 8,62 g/ekor, dan rataan nonkarkas dengan R0 = 328,26 ± 14,99 g/ekor, R1 = 312,96 ± 16,05 g/ekor, R2 = 292,06 ± 12,69 g/ekor, R3 = 278,70 ± 8,62 g/ekor. Uji lanjut orthogonal polinomial menghasilkan regresi berbentuk linear dengan persamaan Y = 0,017x + 0,655 dan R2 = 0,711 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) meningkatkan bobot karkas dan Y = -0,017x + 0,345 dan R2 = 0,711 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan bobot nonkarkas. Semakin meningkat taraf suplementasi biopeptida ceker ayam maka bobot karkas semakin tinggi. | The research entitled “ Carcass and Noncarcass Weight of Broiler Chicken Feed Biopeptide from Chicken Feet” was carried out in Karanggintung Village, Sumbang District, Banyumas Regency and Animal Feed Nutrition Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study aims to examine the effect of biopeptide supplementation from chicken feet on carcass and noncarcass weight of broiler chickens. The research was carried out exprimentally using a completely randomized design (CRD). With 200 CP 707 strain broiler chickens from DOC age to 35 days. The materials used are biopeptides from chicken feet containing 14.10% protein, 13.81% crude fat, 18.19% crude fiber, basal feed and drinking water. The experimental treatment consisted of RO = basal feed without biopeptide, R1 = basal feed + 2% biopeptide, R2 = basal feed + 4% biopeptide, R3 = basal feed + 6% biopeptide. The variable measured were carcass and noncarcass. Analysis of variance yielded information that the biopeptide treatment from chicken feet had a very significant effect (P<0.01) on carcas and noncarcass weight. Average carcass weight with R0 = 671,74 ± 14,99 g/head, R1 = 687,04 ± 16,05 g/head, R2 = 707,94 ± 12,69 g/head, R3 = 721,30 ± 8,62 g/head, and average noncarcass with R0 = 328,26 ± 14,99 g/head, R1 = 312,96 ± 16,05 g/head, R2 = 292,06 ± 12,69 g/head, R3 = 278,70 ± 8,62 g/head. Polynomial orthogonal follow-up test produced a linear regression with the equation Y = 0,017x + 0,655 and R2 = 0,711 which had a very significant effect (P<0,01) increasing carcas weight and Y = -0,017x + 0,345 and R2 = 0,711 which had a very significant effect (P<0,01) decreased noncarcass weight. The higher the level of chicken claw biopeptide supplementation, the higher the carcass weight. | |
| 36872 | 39754 | D1A018076 | PENGARUH GALUR AYAM LOKAL DAN SUPLEMENTASI FEED ADDITIVE TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN AKSESORI | Penelitian dengan judul “Pengaruh Galur Ayam Lokal dan Suplementasi Feed Additive terhadap Bobot dan Persentase Organ Aksesori” bertujuan untuk mengetahui interaksi antara galur ayam lokal dan suplementasi feed additive terhadap bobot dan persentase organ aksesori. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2021 – 13 Oktober 2021, bertempat di Kandang Dukuhwaluh dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Kampung (A1), ayam Kampung Unggul Balitnak (A2), dan ayam Kedu (A3) berumur 28 hari yang sudah dipelihara sebelumnya dari DOC masing-masing sebanyak 160 ekor sehingga total 480 ekor. Pakan yang digunakan adalah pakan basal dengan penambahan feed additive Kontrol (B1), pakan basal + tepung sambiloto 1% (B2), pakan basal + tepung garlic 1% (B3), pakan basal + kalimun 1% (B4). Kandang yang digunakan adalah kandang koloni lantai litter sebanyak 48 unit percobaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan 4 kali ulangan dan setiap unit percobaan terdapat 10 ekor ayam lokal. Data dianalisis menggunakan uji analisis variasi (ANAVA), kemudian dilanjutkan menggunakan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi pola faktorial menunjukkan bahwa interaksi antara galur ayam lokal dan feed additive berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap bobot organ aksesori. Galur ayam lokal berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot organ aksesori. Suplementasi feed additive berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap bobot dan persentase organ aksesori. Bobot hati ayam kedu secara signifikan lebih tinggi dari ayam kampung dan KUB. Rataan bobot hati paling tinggi pada ayam Kedu 24,93±8,52g, ayam Kampung Unggul Balitnak 19,63±3,22g, dan paling rendah pada ayam kampung 19,49±4,04g. Rataan bobot limpa paling tinggi pada ayam kedu sebesar 3,26±1,88g, ayam Kampung Unggul Balitnak 2,09±0,77g, dan paling rendah pada ayam kampung 1,85±1,08g. Rataan bobot pankreas paling tinggi pada ayam Kedu 2,29±0,33g, ayam Kampung Unggul Balitnak 1,98±0,41g, dan paling rendah pada ayam kampung 1,75±0,34g. Hasil analisis keragaman menunjukkan interaksi antara galur ayam lokal dan feed additive maupun masing-masing faktor berpengaruh tidak nyata (F Hit < F Tabel 0,05) terhadap persentase organ aksesori (p>0,05). | The research "The Effect of Local Chicken Strains and Feed Additive Supplementation on Weight and Percentage of Accessory Organs" aims to determine the interaction between local chicken lines and feed additive supplementation on the weight and proportion of accessory organs. The research was carried out on July 12 2021 – October 13 2021, at the Dukuhwaluh Cages and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The research materials used in this study were free-range chicken (A1), Kampung Unggul Balitnak chicken (A2), and Kedu chicken (A3) aged 28 days which had been raised previously from DOC each of 160 for a total of 480. The feed used was basal feed with the addition of control feed additive (B1), basal feed + 1% bitter flour (B2), basal feed + 1% garlic powder (B3), basal feed + 1% potassium potassium (B4). The cages used were litter floor colony cages of 48 experimental units. The research method used was a completely randomized design (CRD) factorial pattern consisting of 12 treatments and 4 replications and each experimental unit consisted of 10 local chickens. Data were analyzed using the analysis of variation test (ANOVA), then continued using the Follow-up Test for Honest Significant Differences (BNJ). The results of the factorial pattern analysis of variance showed that the interaction between local chicken lines and feed additives had no significant effect (P<0.05) on accessory organ weights. Local chicken lines had a significant effect (P>0.05) on accessory organ weights. Feed additive supplementation had no significant effect (P<0.05) on the weight and proportion of accessory organs. Kedu chicken liver weight was significantly higher than free-range and KUB chickens. The highest average liver weight was in Kedu chickens 24.93 ± 8.52 g, Kampung Unggul Balitnak chickens 19.63 ± 3.22 g, and the lowest in native chickens 19.49 ± 4.04 g. The highest average spleen weight was found in kedu chickens of 3.26 ± 1.88 g, Kampung Unggul Balitnak chickens of 2.09 ± 0.77 g, and the lowest in native chickens of 1.85 ± 1.08 g. The highest average pancreatic weight was in Kedu chickens 2.29 ± 0.33 g, Kampung Unggul Balitnak chickens 1.98 ± 0.41 g, and the lowest in native chickens 1.75 ± 0.34 g. The results of trend analysis showed that the interaction between local chicken lines and feed additives and each factor had no significant effect (F Hit < F Table 0.05) on the proportion of accessory organs (p> 0.05). | |
| 36873 | 39756 | E1A019293 | KEBIJAKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP IDENTITAS ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN DAN PERKOSAAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN | Anak Korban pencabulan maupun perkosaan memungkinkan mengalami ganguan emosional dalam jangka panjang. Anak Korban dalam hal ini berhak untuk menjalani hidupnya seperti sediakala tanpa ada beban dan trauma di masa lalu, oleh karenanya identitas Anak Korban harus dirahasiakan dan tidak dipublikasikan kepada kalayak umum mengingat identitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak kedepannya. Namun demikian, identitas Anak korban justru terungkap dalam putusan pengadilan yang dapat diakses oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan perlindungan hukum terhadap identitas Anak Korban pencabulan dan perkosaan di Indonesia dan mengetahui perlindungan identitas Anak Korban tindak pidana pencabulan dan perkosaan dalam putuan hakim di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan kasus dan pendekatan perundangundangan. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif dengan sumber data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan diperoleh menggunakan metode kepustakaan dengan metode penolahan data berupa reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Metode penyajian bahan hukum akan disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel-tabel, serta metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan perlindungan identitas Anak Korban pecabulan dan perkosaan di Indonesia telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Namun demikian ketentuan tersebut belum diikuti dengan pemberian sanksi sehingga kurang memiliki kekuatan mengikat. Perlindungan hukum terhadap identitas Anak Korban pencabulan dan perkosaan dalam putusan pengadilan di Indonesia masih belum terlaksana dengan baik. Terdapat berbagai bentuk pencantuman informasi yang mengungkap identitas anak, antara lain dengan pecantuman nama lengkap Anak Korban, nama orang tua Anak Korban, nomor akta kelahiran Anak Korban, dan nomor kartu keluarga. Pelanggaran atas pencantuman identitas dalam putusan pengadilan juga sulit ditegakan karena kebijakan hukum terkait perlindungan identitas Anak korban tidak disertai rumusan sanksi bagi yang melanggar. | Child victims of sexual abuse or rape may experience long-term emotional disorders. Child victims in this case have the right to live their lives as before without any burden and trauma in the past, therefore the identity of the child victim must be kept confidential and not published to the public considering that identity is a very influential factor for the child's future growth and development. However, the identity of the child victim is revealed in court decisions that can be accessed by others. This research aims to find out the legal protection policy for the identity of child victims of sexual abuse and rape in Indonesia and to find out the protection of the identity of child victims of sexual abuse and rape in the judge's decision in Indonesia. This research is a normative juridical research with case approach method and legislation approach. The specification of this research is prescriptive with secondary data sources which include primary, secondary, and tertiary legal materials. The collection method is obtained using the library method with data processing methods in the form of data reduction, data display, and data categorization. The method of presenting legal materials will be presented in the form of narrative text and tables, and the data analysis method uses qualitative descriptive methods by interpreting. Based on the results of the study, it shows that the policy of protecting the identity of child victims of sexual abuse and rape in Indonesia has been regulated in various laws and regulations. However, these provisions have not been followed by sanctions so that they lack binding force. Legal protection of the identity of child victims of sexual abuse and rape in court decisions in Indonesia is still not well implemented. There are various forms of information inclusion that reveal the identity of the child, including the inclusion of the full name of the child victim, the name of the child victim's parents, the child victim's birth certificate number, and the family card number. Violations of the inclusion of identity in court decisions are also difficult to enforce because legal policies related to protecting the identity of child victims are not accompanied by the formulation of sanctions for violators. | |
| 36874 | 39757 | D1A018087 | TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM BROILER DI KEMITRAAN PT CEMERLANG UNGGAS LESTARI, KABUPATEN KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH | Kegiatan magang MBKM bertujuan untuk mengikuti kegiatan belajar sekaligus bekerja di industri peternakan yang hasilnya disusun secara ilmiah dalam bentuk laporan untuk memenuhi salah satu persyaratan kurikuler Program Sarjana Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan adalah ayam dengan strain Cobb dengan jumlah 35.000 di Kandang Juniadi dan 70.500 di Kandang CV. Lestari Maju. Kandang Juniadi berukuran 120x10x2 meter sedangkan Kandang CV. Lestari Maju berukuran 120x12x2,5 meter. Pakan yang diberikan ada 3 jenis yaitu pakan S00, pakan S11S, dan pakan S12GS. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang adalah dengan ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan dan mengamati pemeliharaan ayam broiler pada kandang sistem closed house, serta melakukan pengambilan data di kandang Radja Farm dan kandang CV. Lestari Maju, yang merupakan peternakan plasma PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten Kebumen. Cara kerja dengan mengikuti kegiatan rutin pemeliharaan, yaitu melakukan kegiatan pengontrolan suhu kandang yang ketat di masa brooding dan secara rutin setelah masa brooding hingga pemanenan dengan mengatur kerja blower dan cooling pad. Hasil yang didapat dari analisis produksi yaitu mortalitas kandang Juniadi didapat sebesar 1,92% dan kandang CV. Lestari Maju sebesar 2,9%. FCR yang didapat di kandang Juniadi sebesar 1,5 dan kandang CV. Lestari Maju sebesar 1,52. IP yang didapat di kandang Juniadi yaitu 405 dan kandang CV. Lestari Maju 397. Kesimpulan yang didapat dilihat dari hasil tersebut yaitu untuk keseluruhan pemeliharaan, kandang Juniadi lebih baik daripada kandang CV. Lestari Maju. | The MBKM internship program aims to participate in learning activities while working in the livestock industry, the results of which are scientifically compiled in the form of a report to fulfill one of the curricular requirements for the Undergraduate Program in the Animal Husbandry Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The material used was Cobb strain chickens with a total of 35,000 in the Juniadi cage and 70,500 in the CV. Sustainable Forward. Juniadi's cage measures 120x10x2 meters while CV. Lestari Maju measures 120 x 12 x 2.5 meters. There are 3 types of feed given, namely S00 feed, S11S feed, and S12GS feed. The method used in the internship activity is to participate directly in the activity and observe the maintenance of broiler chickens in closed house cage systems, as well as to collect data in the Radja Farm cage and CV. Lestari Maju, which is PT. Brilliant Sustainable Poultry, Kebumen Regency. The way of working is by following routine maintenance activities, namely carrying out strict cage temperature control activities during the brooding period and routinely after the brooding period until harvesting by adjusting the work of the blower and cooling pad. The results obtained from the production analysis were that the mortality rate for the Juniadi cage was 1.92% and for the CV. Lestari Maju by 2.9%. The FCR obtained at Juniadi's cage was 1.5 and CV's cage. Lestari Forward of 1.52. The IP obtained at Juniadi's cage was 405 and CV's cage. Lestari Maju 397. The conclusion obtained from these results is that for overall maintenance, the Juniadi cage is better than the CV cage. Sustainable Forward. | |
| 36875 | 39758 | G1B019016 | HUBUNGAN PENGETAHUAN MENGENAI HUKUM PERAWATAN ORTODONTI DALAM ISLAM DENGAN PERSEPSI PENERIMAAN PERAWATAN ORTODONTI (Studi pada Tenaga Pendidik Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok) | Maloklusi merupakan kondisi penyimpangan oklusi yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi pengunyahan, estetika, dan berbicara. Maloklusi dapat dikoreksi dengan melakukan perawatan ortodonti. Angka kejadian maloklusi di Indonesia yang masih tinggi belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan perawatan ortodonti. Kesadaran dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi masyarakat mengenai perawatan ortodonti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan mengenai hukum perawatan ortodonti dalam Islam dengan persepsi penerimaan perawatan ortodonti pada tenaga pendidik pondok pesantren modern. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 50 orang tenaga pendidik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang telah dinyatakn valid dan reliabel setelah diujikan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan mengenai hukum perawatan ortodonti dalam Islam dengan persepsi penerimaan perawatan ortodonti (p < 0,05, CC = 0,497). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna dengan tingkat keeratan hubungan sedang antara pengetahuan mengenai hukum perawatan ortodonti dalam Islam dengan persepsi penerimaan perawatan ortodonti pada tenaga pendidik Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok. | Malocclusion is a deviation from the normal occlusion that causes masticatory, esthetic, and speech function disorders. Malocclusion can be corrected by orthodontic treatment. The high prevalence of malocclusion in Indonesia has not been followed by public awareness to perform orthodontic treatment. Awareness can be influenced by people's knowledge and perceptions regarding orthodontic treatment. This study aims to determine the correlation between knowledge about the laws of orthodontic treatment in Islam and the acceptance perception of orthodontic treatment among modern Islamic boarding school teachers. This research method is analytical observational with a cross-sectional approach. The population of this study was the teachers at the Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok Modern Islamic Boarding School. The research sample was selected using the simple random sampling technique with inclusion and exclusion criteria. The number of research samples was 50 teachers. Data collection was carried out using an instrument in the form of a questionnaire which was declared valid and reliable after being tested. Data analysis was performed using the chi-square test. The analysis results show a significant correlation between knowledge about the laws of orthodontic treatment in Islam and the acceptance perception of orthodontic treatment (p < 0.05, CC = 0.497). This study concludes that there is a significant correlation with a moderate level of closeness between knowledge about the laws of orthodontic treatment in Islam and the acceptance perception of orthodontic treatment in teachers at the Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok Modern Islamic Boarding School. | |
| 36876 | 39759 | F1A019005 | PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PABUWARAN, PURWOKETO UTARA, BANYUMAS | Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku sehat yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Tatanan PHBS di sekolah menjadi penting mengingat sekolah tempat proses belajar. Terdapat beberapa penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah seperti, influenza dan diare. Sekolah harus menerapkan PHBS untuk mencegah penyakit, melalui cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan dan mengonsumsi jajanan sehat. Penelitian dilakukan di SD Negeri 1 Pabuwaran menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informannya menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif (Ongoing). Validasi data dengan teknik triangulasi pengumpulan data. Subjek penelitian terdiri dari, Siswa kelas VI, Kepala Sekolah, guru, Pembina UKS dan Komite Sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku siswa sudah menerapkan bagian dari PHBS. Pengelola sekolah memiliki persepsi yang baik tentang PHBS dengan mengelola kantin secara mandiri. Upaya telah dilakukan oleh sekolah dalam penerapan PHBS diantaranya, menyediakan taman, alat kebersihan (pancong, sapu lidi, lap pel, sulak, cairan pembersih lantai) dan memiliki rutinitas jalan sehat. Kata kunci: PHBS, sekolah, siswa | Clean and healthy living behavior (PHBS) is a healthy behavior that is practiced on the basis of awareness as a result of learning, which makes a family, group or community able to help themselves and play an active role in realizing public health. The PHBS order in schools is important considering that the school is where the learning process takes place. There are several diseases that often attack school-age children, such as influenza and diarrhea. Schools must implement PHBS to prevent disease, through washing hands with soap before and after eating and consuming healthy snacks. The research was conducted at SD Negeri 1 Pabuwaran using descriptive qualitative research methods. The technique of determining the informants used random purposive sampling. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis using interactive analysis (Ongoing). Data validation with data collection triangulation techniques. The research subjects consisted of Grade VI students, school principals, teachers, UKS coaches and school committees. The results of the study show that student behavior has been implemented part of PHBS. School management has a good perception of PHBS by managing the canteen independently. Efforts have been made by the school in implementing PHBS, including providing parks, cleaning tools (pancong, broom sticks, mops, sulak, floor cleaning liquid) and having a healthy walking routine. Keywords: PHBS, schools, students | |
| 36877 | 39760 | C1C018116 | Pengaruh Gender Diversity, Latar Belakang Pendidikan, Sensitivtas Industri, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Pengungkapan Sustainability Report | Permasalahan sosial seperti kerusakan lingkungan banyak terjadi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kesadaran perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pengungkapan sustainability report perusahaan menjadi salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan kepada stakeholders dengan melaporkan seluruh dampak positif dan negatif dari aktivitas bisnis yang ditimbulkan perusahaan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian kausal asosiatif dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program eviews ver 9. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gender diversity, latar belakang pendidikan, sensitivitas industri, profitabilitas dan leverage terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Sampel penelitian ini terdiri dari 52 data perusahaan yang diperoleh dari website milik perusahaan dan website milik Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) gender diversity tidak berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (2) latar belakang pendidikan tidak berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (3) sensitivitas industri tidak berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report, (4) profitabilitas tidak berpengaruh tidak positif terhadap pengungkapan sustainability report, (5) leverage tidak berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Kata kunci: Sustainability report, gender diversity, latar belakang pendidikan, sensitivitas industri, profitabilitas, leverage. | Social problems such as environmental damage often occur in Indonesia. This is due to the low awareness of the company to carry out social and environmental responsibility. Sustainability report disclosure of the company is a form of corporate social responsibility to stakeholders by reporting all the positive and negative impacts of business activity caused by companies with the principles of sustainability development. This research is an associative causal research using quantitative methods. The analysis method in this study used descriptive analysis and multiple linear regression of hypothesis test using eviews program ver 9. This study aims to find out the effect of gender diversity, educational background, industry sensitivity, profitability, and leverage on sustainability report disclosure in state-owned companies listed on Indonesia Stock Exchange in the 2018-2021 period. The sample of this study consists of 52 company data obtained from company’s website and Indonesia Stock Exchange’s (IDX) website. The results of the study showed that (1) gender diversity has no positive effect on sustainability report disclosure, (2) educational background has no positive effect on sustainability report disclosure, (3) industry sensitivity has no positive effect on sustainability report disclosure, (4) profitability has no positive effect on sustainability report disclosure, (5) leverage has no positive effect on sustainability report disclosure. Keywords: Sustainability report, gender diversity, educational background, industry sensitivity, profitability, leverage. | |
| 36878 | 39761 | G1A019007 | Hubungan Antara Pengetahuan Keluarga Mengenai Kesehatan Mental dengan Sikap Pengobatan Gangguan Mental di Panti Pengobatan Tradisional Banyumas Raya | Kesehatan mental adalah keadaan bahagia individu yang sadar akan kemampuannyasendiri, mampu mengatasi tekanan hidup, mampu bekerja secara produktif, dan mampu berkontribusi kepada komunitasnya. Kurangnya pengetahuan dari keluarga mengenai kesehatan mental menyebabkan meningkatnya kasus gangguan mental dan pemilihan sikap pengobatan yang kurang tepat Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga mengenai Kesehatan mental dengan sikap pengobatan gangguan mental di panti pengobatan tradisional Banyumas Raya. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain studi cross sectional, dengan responden berjumlah 44 orang yang melengkapi pengisian kuesioner Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) dan kuesioner sikap pengobatan pada bulan Mei 2022 – Januari 2023. Analisis data menunjukan bahwa sebanyak 19 (43,2%) responden memiliki tingkat pengetahuan mengenai kesehatan mental cukup dengan sikap pengobatan medis. Hasil analisis mengunakan uji korelasi Gamma dengan p value 0,025 menunjukan adanya hubungan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan mental dengan sikap pengobatan mental di panti pengobatan tradisional Banyumas Raya. | Mental health is a wellbeing state of individuals who are aware of their own abilities, able to cope with life's pressures, able to work productively, and able to contribute to their community. Lack of knowledge from families about mental health leads to an increase in cases of mental disorders and the selection of inappropriate treatment attitudes. The study aims to determine the relationship between family knowledge about mental health and attitudes towards treatment of mental disorders at the Banyumas Raya traditional treatment center. This study used an analytical observational study with a cross sectional study design, with 44 respondents who completed the Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) questionnaire and the treatment attitude questionnaire in May 2022 - January 2023. Data analysis was performed with the Gamma correlation test. The results showed a total of 19 (43.2%) respondents had a sufficient level of knowledge about mental health with medical treatment attitudes. The results of the analysis using the Gamma correlation test with a p value of 0.025 showed that there was a relationship between family knowledge about mental health and mental treatment attitudes at the Banyumas Raya traditional medical center. | |
| 36879 | 39763 | H1C017037 | Pemetaan Geologi Daerah Bogangin dan Sekitarnya, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah | Geologi memegang peranan yang sangat penting bagi masyarakat, terutama informasi tentang kondisi geologi yang berkembang dan berperan di daerah penelitian. Daerah penelitian berlokasi di daerah Bogangin dan sekitarnya, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tenga, Belum adanya data geologi yang utuh dan detail serta memiliki sejarah geologi yang menarik untuk ditelusuri melatarbelakangi pelaksanaan penelitian. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah memanfaatkan hasil berupa peta geologi untuk mengetahui kondisi geologi daerah yang meliputi kondisi geomorfologi, petrologi, stratigrafi dan struktur geologi, untuk mengetahui sejarah geologi daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode survey, metode deskriptif dan metode analitis. Dari hasil penelitian, dengan data lapangan dan analisis lebih lanjut, daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi, yaitu satuan punggungan aliran vulkaniklastik Banjarpanepen, kipas aliran vulkaniklastik Selanegara dan satuan aluvial Sumpiuh. Struktur geologi yang berkembang adalah lipatan berupa monoklin Bogangin, sesar mendatar kiri Selanegara, berdasarkan data pengamatan lapangan. Pada akhir Miosen daerah penelitian merupakan lingkungan laut dalam dan terjadi aktivitas vulkanik sedemikian rupa sehingga terendapkan breksi vulkanik dan satuan lava basal, kemudian pada Pliosen tengah aktivitas vulkanik mulai stabil sehingga berganti-ganti dengan waktu. Satuan batulempung tufaan – batupasir tufaan diendapkan pada neritik luar-bathyhal atas, Kemudian proses eksogen terjadi selama berjalannya waktu di mana unit-unit lepas diendapkan dan kenampakan saat ini dari daerah penelitian terbentang. | Geology plays a very important role for the community, especially information about the geological conditions that develop and play a role in the research area. The research area is located in the Bogangin area and its surroundings, Sumpiuh District, Banyumas Regency, Central Java. The purpose of this research activity is to utilize the results in the form of geological maps to determine the geological conditions of the area which includes geomorphological, petrological, stratigraphic and structural geological conditions, to determine the geological history of the area. The method used is survey method, descriptive method and analytical method. From the research results, with field data and further analysis, the study area was divided into 3 geomorphological units, namely the Banjarpanepen volcaniclastic flow ridge unit, the Selanegara volcaniclastic flow fan and the Sumpiuh alluvial unit. The geological structures that have developed are folds in the form of the Bogangin monocline, the Selanegara strike-slip fault, based on the field observation data. At the end of the Miocene the study area was a deep-sea environment and volcanic activity occurred in such a way that volcanic breccias and basalt lava units were deposited, then in the middle Pliocene volcanic activity began to stabilize so that it changed over time. Tuffaceous claystone units - tuffaceous sandstones were deposited on the outer outer-bathyhal neritic. Then exogenous processes occurred during the course of time in which loose units were deposited and the current appearance of the study area unfolds. | |
| 36880 | 44151 | G1A019043 | UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH TERONG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa | Buah terong ungu diketahui memiliki berbagai senyawa fitokimia yang berkhasiat sebagai antibakteri dan telah terbukti mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri. Pada penelitian ini dipilih bakteri Pseudomonas aeruginosa sebagai bakteri uji karena merupakan salah satu bakteri utama penyebab infeksi nosokomial, bersifat adaptif dan memilliki mekanisme resistensi intrinsik yang menyebabkan P. aeruginosa menjadi resisten terhadap berbagai jenis antibiotik, dan telah ditetapkan WHO sebagai patogen prioritas critical sejak tahun 2017. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etil asetat buah terong ungu (Solanum melongena) terhadap pertumbuhan bakteri P. aeruginosa. Uji antibakteri dilakukan dengan metode mikrodilusi yang terdiri atas kelompok dengan variasi konsentrasi ekstrak 40 mg/mL, 20 mg/ml, 10 mg/ml, 5 mg/ml, kontrol negatif, kontrol media BHI, dan kontrol pelarut DMSO 5%. Analisis One Way Anova dengan Post Hoc digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara perlakuan. Ekstrak etil asetat buah terong ungu memiliki nilai KHM dan KBM sebesar 20 mg/ml terhadap pertumbuhan bakteri P. aeruginosa dengan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan 5 mg/ml terhadap kelompok perlakuan 20 mg/ml dan 40 mg/ml. Kelompok perlakuan 5 mg/ml menghasilkan persentase penghambatan paling kecil sebesar 30%. Kelompok perlakuan 20 mg/ml dan 40 mg/ml menghasilkan persentase penghambatan paling besar sebesar 100%. Ekstrak etil asetat buah terong ungu memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. aeruginosa dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi kandidat dalam pembuatan antibiotik baru. | Purple eggplant fruit contains various phytochemical compounds that are useful as antibacterial agents and have been proven to inhibit several bacterial growths in some research. This study used Pseudomonas aeruginosa as a bacterial target since this bacteria is one of the main causes of Healthcare Acquired Infection worldwide; it is very adaptive and has an intrinsic resistance mechanism that causes this bacteria to become resistant to several antibacterial drugs and has been assigned by World Health Organization as critical priority pathogen since 2017. This study aimed to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of the ethyl acetate extract derived from purple eggplant (Solanum melongena L.) fruit against the growth of P. aeruginosa. This study used microdilution as the antibacterial test method that consisted of an extract with concentrations of 40 mg/ml, 20 mg/ml, 10 mg/ml, 5 mg/ml, negative control group, media control group, and solvent (DMSO 5%) control group. A One-Way ANOVA analysis with a Post Hoc test assessed the significant differences between groups. The ethyl acetate extract of purple eggplant fruit has the same MIC and MBC value at 20 mg/ml with a significant difference between the 5 mg/ml group towards 20 mg/ml and the 40 mg/ml group. The 5 mg/ml group exhibits 30% inhibition. While the 20 mg/ml and 40 mg/ml groups exhibit 100% inhibition. Ethyl acetate extract of purple eggplant fruit has antibacterial activity against P. aeruginosa and has the potential to be developed as the new antibacterial candidate. |