Home
Login.
Artikelilmiahs
39756
Update
ASA INDARDINI ANGGUN PARAMESWARI
NIM
Judul Artikel
KEBIJAKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP IDENTITAS ANAK KORBAN TINDAK PIDANA PENCABULAN DAN PERKOSAAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Anak Korban pencabulan maupun perkosaan memungkinkan mengalami ganguan emosional dalam jangka panjang. Anak Korban dalam hal ini berhak untuk menjalani hidupnya seperti sediakala tanpa ada beban dan trauma di masa lalu, oleh karenanya identitas Anak Korban harus dirahasiakan dan tidak dipublikasikan kepada kalayak umum mengingat identitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak kedepannya. Namun demikian, identitas Anak korban justru terungkap dalam putusan pengadilan yang dapat diakses oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan perlindungan hukum terhadap identitas Anak Korban pencabulan dan perkosaan di Indonesia dan mengetahui perlindungan identitas Anak Korban tindak pidana pencabulan dan perkosaan dalam putuan hakim di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan kasus dan pendekatan perundangundangan. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif dengan sumber data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan diperoleh menggunakan metode kepustakaan dengan metode penolahan data berupa reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Metode penyajian bahan hukum akan disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel-tabel, serta metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan perlindungan identitas Anak Korban pecabulan dan perkosaan di Indonesia telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Namun demikian ketentuan tersebut belum diikuti dengan pemberian sanksi sehingga kurang memiliki kekuatan mengikat. Perlindungan hukum terhadap identitas Anak Korban pencabulan dan perkosaan dalam putusan pengadilan di Indonesia masih belum terlaksana dengan baik. Terdapat berbagai bentuk pencantuman informasi yang mengungkap identitas anak, antara lain dengan pecantuman nama lengkap Anak Korban, nama orang tua Anak Korban, nomor akta kelahiran Anak Korban, dan nomor kartu keluarga. Pelanggaran atas pencantuman identitas dalam putusan pengadilan juga sulit ditegakan karena kebijakan hukum terkait perlindungan identitas Anak korban tidak disertai rumusan sanksi bagi yang melanggar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Child victims of sexual abuse or rape may experience long-term emotional disorders. Child victims in this case have the right to live their lives as before without any burden and trauma in the past, therefore the identity of the child victim must be kept confidential and not published to the public considering that identity is a very influential factor for the child's future growth and development. However, the identity of the child victim is revealed in court decisions that can be accessed by others. This research aims to find out the legal protection policy for the identity of child victims of sexual abuse and rape in Indonesia and to find out the protection of the identity of child victims of sexual abuse and rape in the judge's decision in Indonesia. This research is a normative juridical research with case approach method and legislation approach. The specification of this research is prescriptive with secondary data sources which include primary, secondary, and tertiary legal materials. The collection method is obtained using the library method with data processing methods in the form of data reduction, data display, and data categorization. The method of presenting legal materials will be presented in the form of narrative text and tables, and the data analysis method uses qualitative descriptive methods by interpreting. Based on the results of the study, it shows that the policy of protecting the identity of child victims of sexual abuse and rape in Indonesia has been regulated in various laws and regulations. However, these provisions have not been followed by sanctions so that they lack binding force. Legal protection of the identity of child victims of sexual abuse and rape in court decisions in Indonesia is still not well implemented. There are various forms of information inclusion that reveal the identity of the child, including the inclusion of the full name of the child victim, the name of the child victim's parents, the child victim's birth certificate number, and the family card number. Violations of the inclusion of identity in court decisions are also difficult to enforce because legal policies related to protecting the identity of child victims are not accompanied by the formulation of sanctions for violators.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save