Artikelilmiahs

Menampilkan 35.581-35.600 dari 49.858 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3558138718J1B018017ANALISIS FAKTA CERITA DAN TEMA ATAS NOVEL TJIUNG WANARA KARYA AJIP ROSIDI (1968)Penelitian ini merupakan penelitian karya sastra (novel) yang bertujuan untuk mendeskripsikan sebuah struktur dalam cerita secara detail dan kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta data yang ada bersumber dari pengumpulan data, teknik membaca dan mencatat. Data yang terkumpul selanjutnya akan diuraikan berdasarkan teori struktural Robert Stanton meliputi fakta cerita dan tema. Langkah-langkah dalam teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data. Berdasarkan hasil penelitian ini menemukan hasil melalui novel Tjiung Wanara karya Ajip Rosidi berisi fakta cerita yang terdiri atas sebelas karakter sebagai konteks pertama. Ciung Wanara merupakan karakter utama dalam konteks kedua. Prabu Barma Wijaya Kusumah, Pohaci Naganingrum, Dewi Pangrenyep, Ki Lengser, Aki Nini Balangantrang, Patih Gajah Manggala, dan Patih Purwa Gading sebagai karakter penunjang. Alur yang digunakan adalah alur maju. Bagian awal mengilustrasikan berbagai konflik kedua istri baginda. Bagian tengah terdapat satu adegan kecil bercerita mengenai seorang anak bernama Ciung Wanara yang dihanyutkan oleh istri kedua baginda. Bagian akhir adanya sebuah naratif yang mengetengahkan suatu perselisihan tentang satu keluarga Kerajaan Galuh hanya karena Ciung Wanara sebagai fokus utama dalam keberlangsungan cerita. Latar tempat yang memberikan fungsi pada isi novel ini adalah Sungai Citanduy dan Sungai Cipamali. Salah satu latar waktu yang paling dominan adalah malam hari. Latar sosial-budaya mencitrakan kehidupan sosial bahwa Ciung Wanara dan keluarganya dalam membentuk suatu pembagian wilayah untuk keadilan pada sebuah kerajaan. Tema yang menjadi inti dari keutuhan cerita adalah perebutan kekuasaan. Penelitian ini menghasilkan unsur pembangun dalam karya sastra, yaitu ditemukan sebuah motivasi dari karakter utama bernama Ciung Wanara dalam mencari jati diri ke hulu negeri. Hal tersebut menunjukkan latar belakang tentang dirinya dan keluarganya yang dapat memberikan makna pada keterkaitan setiap unsur.This research is a literary work (novel) which aims to describe a structure in a story in detail and complex. This study uses a qualitative descriptive method and the data is sourced from data collection, reading and note-taking techniques. The collected data will then be described based on Robert Stanton's structural theory including story facts and themes. The steps in the data analysis technique are data reduction, data presentation. Based on the results of this study, the results of the novel Tjiung Wanara by Ajip Rosidi contain story facts consisting of eleven characters as the first context. Ciung Wanara is the main character in the second context. Prabu Barma Wijaya Kusumah, Pohaci Naganingrum, Dewi Pangrenyep, Ki Lengser, Aki Nini Balangantrang, Patih Gajah Manggala, and Patih Purwa Gading as supporting characters. The groove used is the forward groove. The first part illustrates various conflicts between his two wives. In the middle there is a small scene telling about a child named Ciung Wanara who was swept away by his king's second wife. The last part is a narrative that explores a dispute about a Galuh Royal family only because Ciung Wanara is the main focus in the continuity of the story. The setting of places that give function to the contents of this novel are the Citanduy River and the Cipamali River. One of the most dominant time settings is night. The socio-cultural background depicts the social life that Ciung Wanara and his family form in dividing a territory for justice in a kingdom. The theme that is at the core of the whole story is the struggle for power. This research produces a building element in literary works, namely finding a motivation from the main character named Ciung Wanara in searching for identity upstream of the country. This shows the background about himself and his family which can give meaning to the interrelationships of each element.
3558238719E1A018233Perlindungan Hukum Remaja Dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 tentang Kesehatan Reproduksi Remaja menunjukkan tingkat pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi masih rendah dengan hasil 73,46% remaja laki laki dan 75,6 % remaja perempuan usia15-19 tahun di indonesia tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinkronisasi peraturan dan perlindungan hukum remaja dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan statute approach, analytical approach dan conseptual approach. Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengolahan data menggunakan metode reduksi data, display data, klasifikasi data. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sinkronisasi hukum mengenai perlindungan hukum remaja dalam pelayanan kesehatan reproduksi telah menunjukan taraf sinkronisasi secara vertikal. Bentuk perlindungan hukum remaja dalam pelayanan kesehatan reproduksi antara lain: jaminan pengaturan pemberian komunikasi, informasi,dan edukasi; jaminan pengaturan pemberian konseling; jaminan pengaturan pelayanan klinis medis; jaminan pengaturan pelayanan imunisasi; jaminan pengaturan pelayanan suplementasi gizi;jaminan mendapat akses informasi, pendidikan reproduksi, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Indonesian demographic and human health 2012 survey on teen reproductive health (KRR) shows a low rate of youth reproductive health with a result of 73.46% of young men and 75.6 percent of young women aged 15-19 in Indonesia do not have enough knowledge about reproductive health. The study is to analyze the synchronization of the rules and protection of youth laws in the reproductive health services. The kind of research used was normatif yuridis approach approach approach approach approach, analytical approach approach, and approach conseptical approach. The research specs are an inventory of positive laws, law synchronization, and legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data obtained from literature studies. Data processing methods use the methods of data reduction, data display, data classification. Data is presented in a narrative text and normative qualitative analysis. Research has shown that legal synchronization of the protection of youth laws in reproductive health services has shown a degree of vertical synchronization. Among the forms of youth law protection in reproductive health services are the security of communication, information, and educational arrangements; Guarantee of counseling arrangements; Assurance of clinical clinical service Settings; Certification of immunization services; Assurance of the nutrition supplement service setting; a guarantee of access to information, reproductive education, counseling, and service on family life.
3558338721F1C015008Teknik Public Speaking Pendongeng Di Kampung DongengKegiatan menyecroll media sosial sekarang menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa lepas dari rutinitas sehari-hari anak. Dari sinilah perlu dicari alternatif lain dalam memberikan hiburan kepada anak yang aman sekaligus menyenangkan, salah satunya adalah dongeng. Namun diperlukan keahlian khusus agar menarik dalam menyampaikan sebuah pesan (dongeng) atau yang biasa disebut dengan keahlian public speaking. Salah satu pendongeng yang menguasai teknik public speaking yang bisa menjadi acuan dalam menjadi pendongeng adalah Kak tedi Kartino. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pemiilihan informan menggunakan purposive sampling dan menggunakan dengan fokus pada satu informan. Data primer melalui observasi, wawancara serta dokumentasi dan data skunder diperoleh melalui studi pustaka meliputi buku-buku, jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan. Metode analisis data menggunakan uji validitas. Hasil penelitian menunjukkan teknik penyampaian dongeng oleh Kak Tedi menggunakan rumus mendongeng yang dikenal dengan teknik SMILE. Selain itu Kak Tedi juga memperhatikan aspek-aspek seperti : (1) tempat dan waktu mendongeng, (2) intonasi suara, (3) pemilihan bahasa, (4) penguasaan terhadap anak yang tidak fokus, (5) tahapan membuka dongeng, (6) tahapan menutup dongeng dan (7) mengemas cerita dongeng agar menarik dan lucu. Faktor pendukung meliputi stamina pendongeng, antusiasme pendengar, dan pihak-pihak yang mengundang pendongeng untuk mendongeng. Sedangkan faktor penghambat meliputi kendala pengeras suara, cuca, dan ketersediaan tempat. Scrolling through social media is now a habit that cannot be separated from children's daily routines. It is necessary to look for other alternatives in providing entertainment for children that are safe and fun at the same time, one of which is fairy tales. Special skills are needed in conveying a message (fairy tales) or what is commonly called as public speaking skills. One of the storytellers who mastered the technique of public speaking which can be used as a reference in becoming a storyteller is Kak tedi Kartino. The form of research used is descriptive with a qualitative approach. The informant selection technique used was purposive sampling and focused on one informant. Primary data in this study were obtained through observation, interviews and documentation and secondary data obtained through literature study which included relevant books, journals and previous research. The data analysis method used is validity test. The results showed that Kak Tedi used a storytelling formula known as the SMILE technique. Kak Tedi also pay attention to aspects such as: (1) place and time of storytelling, (2) intonation of voice, (3) choice of language, (4) mastery of children who are not focused, (5) stages of opening fairy tales, (6) the stages of closing the fairy tale and (7) packaging the fairy tale to make it interesting and funny. Supporting factors include the stamina of the storyteller, the enthusiasm of the listeners, and those who invite the storyteller to tell stories. While the inhibiting factors include loudspeaker constraints, weather, and availability of places.
3558438722F1C015060Strategi Komunikasi Mempertahankan Loyalitas Konsumen Rokok ElektrikLoyalitas memiliki peranan penting demi majunya suatu perusahaan khususnya dalam persaingan bisnis rokok elektrik saat ini. Pemilik usaha menerapkan berbagai strategi komunikasi pemasaran demi mempertahankan konsumennya dalam menggunakan produk dan jasa. Penelitian ini dilakukan untuk membahas strategi komunikasi pemasaran toko rokok elektrik Godspeed Vapor di kota Purwokerto baik secara langsung maupun melalui media sosial. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa strategi komunikasi penting dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Didukung dengan media sosial digunakan sebagai jembatan komunikasi datangnya konsumen.Loyalty has an important role for the advancement of a company, especially in the current e-cigarette business competition. Business owners implement various marketing communication strategies to retain their consumers in using products and services. This research was conducted to discuss the marketing communication strategy of Godspeed Vapor e-cigarette shops in Purwokerto city both directly and through social media. This research methodology uses a qualitative approach with a descriptive qualitative research type and uses a constructivism paradigm. This research uses data collection techniques through interviews, observations, and literature studies. Data validity techniques with data triangulation. The results of this study state that communication strategies are important in maintaining customer loyalty. Supported by social media used as a communication bridge to come consumers.

3558538723B1A018102UJI TOLERANSI BERDASARKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA KULTIVAR KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN
POLIETILENAGLIKOL (PEG)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kultivar tanaman kedelai yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan untuk mengetahui pengaruh interaksi beberapa kultivar kedelai dengan konsentrasi PEG yang diberikan terhadap pertumbuhan dan hasil produksi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah kultivar kedelai yaitu kultivar grobogan, slamet dan detap 1, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi PEG, yaitu konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Pengamatan dilakukan secara destruktif paa hari ke 20, 40, 60, setelah tanam dan saat panen dengan ulangan sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36unit percobaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret hingga juli 2022. Parameter yang diamati yaitu bobot basah, bobot kering, luas daun, laju asimilasi bersih (LAB), dan bobot biji pertanaman. Data pengamatan yang diperoleh dianalisi menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), serta dilakukan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf uji 5%.
Hasil perlakuan perbedaan kultivar menunjukkan bahwa varietas slamet menunjukkan respon fisiologi lebih baik dibandingkan dengan varietas grobogan dan detap 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan kultivar dan pemberian PEG terhadap parameter penelitian. Penambahan PEG dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% mampu menurunkan bobot basah, bobot kering, luas daun, laju asimilasi bersih, dan bobot biji pertanaman.
This study aims to determine soybean cultivars that are tolerant to drought stress and to determine the interaction effect of several soybean cultivars with the given PEG concentration on growth and yield. This research was conducted using a randomized block design (RBD) method with a factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor was soybean cultivars, namely grobogan, slamet and detap 1 cultivars, while the second factor was the concentration of PEG, namely concentrations of 0%, 5%, 10% and 15%. Observations were made destructively on the 20th, 40th, 60th day after planting and at harvest with 3 repetitions, so there were 36 experimental units. This research was conducted from March to July 2022. The parameters observed were wet weight, dry weight, leaf area, net assimilation rate (LAB), and seed weight planted. Obtained observational data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), and further tests were carried out with the honest significant difference test (BNJ) at a test level of 5%.
The results of the different cultivar treatments showed that the slamet variety showed a better physiological response compared to the Grobogan and detap 1 varieties. The results showed that there was no interaction between the different cultivar treatments and PEG administration on the study parameters. The addition of PEG with concentrations of 5%, 10%, and 15% reduced the wet weight, dry weight, leaf area, net assimilation rate, and seed weight of the plants.
3558638725C1B019065Pengaruh Tingkat Persaingan dan Variabel Spesifik Bank Terhadap Risiko Kredit Pada PerbankanPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh tingkat persaingan dan variabel spesifik bank terhadap risiko kredit perbankan dengan suku bunga sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari laporan keuangan bank umum konvensional dan syariah pada tahun 2016-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling method dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 92 bank selama 6 tahun pengamatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat persaingan berpengaruh negatif terhadap risiko kredit, (2) Efisiensi tidak berpengaruh terhadap risiko kredit, (3) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap risiko kredit, (4) Ukuran bank tidak berpengaruh terhadap risiko kredit, (5) Rasio pinjaman berpengaruh positif terhadap risiko kredit, (6) Suku bunga memoderasi pengaruh tingkat persaingan terhadap risiko kredit, (7) Suku bunga tidak memoderasi pengaruh efisiensi terhadap risiko kredit, (8) Suku bunga tidak memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap risiko kredit, (9) Suku bunga tidak memoderasi pengaruh ukuran bank terhadap risiko kredit, (10) Suku bunga tidak memoderasi pengaruh rasio pinjaman terhadap risiko kredit.
Implikasi dalam penelitian ini yaitu perbankan untuk memitigasi risiko kredit, sebaiknya mengontrol tingkat persaingan dan rasio pinjaman yang dimiliki perbankan serta memperhatikan tingkat suku bunga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
This research was conducted to analyze the effect of the level of competition and bank-specific variables on bank credit risk with interest rates as a moderating variable. This study uses panel data from the financial statements of conventional and Islamic commercial banks in 2016-2021. The sampling technique used was the purposive sampling method, the sample size was 92 banks during 6 years of observation.
The results of this study indicate that: (1) Competition has a negative effect on credit risk, (2) Efficiency has no effect on credit risk, (3) Profitability has no effect on credit risk, (4) Bank size has no effect on credit risk. (5) Loan ratios have a positive effect on credit risk, (6) Interest rates moderate the effect of competition on credit risk, (7) Interest rates do not moderate the effect of efficiency on credit risk, (8) Interest rates do not moderate the effect of profitability on credit risk, (9) Interest rates do not moderate the effect of bank size on credit risk, (10) Interest rates do not moderate the effect of loan ratios on credit risk.
The implication of this research is that in order to mitigate credit risk, it is better for banks to control the level of competition and the ratio of loans owned by banks and pay attention to the interest rate issued by Bank Indonesia.
3558738803J1C018031Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Pidato Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Periode November - Desember 2016)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi yang ada pada pernyataan dan pidato yang diutarakan Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe periode November hingga Desember 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi pencatatan.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu metode dengan cara menguraikan sekaligus menganalisis. Trianggulasi data dipakai untuk menguji validitas data pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan hasil jenis tindak tutur yang ada dalam pernyataan dan pidato Shinzo Abe periode November hingga Desember 2016 cukup bervariasi dan pemilihan tindak tutur tesebut dapat mempengaruhi isi pernyataan dan pidato yang disampaikan. Di temukan 62 data tindak tutur dalam penelitian ini dengan penjabaran sebagai berikut: terdapat 8 data bentuk lokusi deklaratif, 4 data bentuk ilokusi asertif, 10 data bentuk ilokusi direktif, 17 data bentuk ilokusi komisif, 17 data bentuk ilokusi ekspresif, 1 data bentuk ilokusi deklaratif, 1 bentuk data perlokusi relieve tension atau melegakan, 1 bentuk data perlokusi amuse atau menyenangkan, 2 bentuk data perlokusi get hearer to do atau membuat penerima tutur melakukan sesuatu, dan 1 bentuk data perlokusi attract attention atau menarik perhatian. Ilokusi paling banyak ditemui adalah Ilokusi ekspresif dan komisif sehingga pidato yang di utarakan menimbulkan perlokusi amuse atau menyenangkan serta memiliki efek relieve tension atau menenangkan. This study aims to describe the locutionary, illocutionary and perlocutionary speech acts in the statements and speeches made by former Japanese Prime Minister Shinzo Abe from November to December 2016. The method used is descriptive qualitative with descriptive analytical data analysis techniques, which is a method by describing and analyzing at once. The data collection technique used in this research is the recording documentation technique. Data triangulation was used to test the validity of the data in this study. Based on the results of research and analysis that has been carried out, it was found that the types of speech acts in Shinzo Abe's statements and speeches from November to December 2016 were quite varied and the choice of these speech acts could affect the content of the statements and speeches delivered. There are found 62 speech act data in this study with the following description: 8 declarative locutionary data, 4 assertive illocutionary data, 10 directive illocutionary data, 17 commissive illocutionary data, 17 expressive illocutionary data, 1 declarative illocutionary data, 1 relieve tension form of perlocutionary data, 1 perlocutionary data form amuse or fun, 2 forms of perlocutionary data get hearer to do or make the speech recipient do something, and 1 form of perlocutionary data that is found to attract attention. The most found illocutionary is expressive and commissive illocutionary so that the speech delivered caused amuse or pleasant perlocution and had the effect of relieving tension or calming.
3558838930J0A019034Translating "Tania and The Mystery Smoker" (Children Book by Kanika G)Tugas Akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja secara mandiri yang dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022. Tujuan pelaksanaan praktik kerja ini adalah untuk menerLaporanjemahkan sebuah buku cerita anak, menjelaskan proses penerjemahan, menjelaskan masalah dan solusi penerjemahan, serta menerapkan teori penerjemahan yang telah dipelajari selama masa
perkuliahan. Buku cerita anak Tania and The Mystery Smoker, ini dipilih karena memiliki nilai-nilai moral seperti tolong menolong, persahabatan, dan
kerja sama untuk memecahkan misteri.
Penulis juga menerapkan tiga tahap penerjemahan adapun diantaranya yaitu menganalisis bahasa sumber, mentransfer pesan dari bahasa sumber ke
dalam bahasa target, merestrukturisasi pesan dalam bahasa sasaran. Kemudian penulis juga menggunakan lima teknik penerjemahan yang digunakan dalam
proses penerjemahan buku cerita anak. Teknik tersebut yaitu adaptasi, peminjaman, deskripsi, amplifikasi, dan literal translation.
Sedangkan dalam pelaksanaan praktik kerja, penulis memiliki beberapa kendala. Terdapat kendala dalam proses penerjemahan buku anak seperti
kurang pemahaman kalimat, dan kesalahan makna dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Karena kendala-kendala tersebut penulis mempunyai
solusi yaitu perlunya pemahaman yang mendetail agar menghasilkan terjemahan dapat diterima dalam bahasa target, dan berkonsultasi dengan pembimbing.
This final report is based on independent job training that was conducted on March – Mei 2022. The purpose of this job training is to translate a children’s
book and explaining the process of translating, explaining the technique translating, explaining the problem and solution of translating, and apply the
translation theories that have been learned during thelecture period. The children book, Tania and The Mystery Smoker, was chosen because it has moral values such as helping others, frendship, and working cooperation in solving mysteries.
The writer also third applied steps of translating. Those steps were analyzing the source language, transferring the message from the source language
into the target language, and restructuring the message in the target language. Then writer also uses five translation techniques, were used in the translating process of this children’s book. The techniques were adaption, borrowing, description, amplification, and literal translation.
Meanwhile in the implementation of job training, the writer had several obstacles. There are obstacles in the process of translating a children’s book such
as lack of understanding sentences, and the error of meaning from the source language into the target language. Because of these obstacles the writer has
solution there are needs a detailed understanding so as to produce an acceptable translation in the target language, and consulted with supervisor.
3558938726C1B019031Pengaruh Kekuatan Merek Dan Pemasaran Media Sosial TikTok “Aerostreet” Terhadap Niat Pembelian Yang Di Mediasi Oleh Preferensi merekPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada pengguna aplikasi TikTok di Indonesia yang
pernah melihat iklan “Aerostreet”. Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Kekuatan Merek dan
Pemasaran Media Sosial TikTok “Aerostreet” terhadap Niat Pembelian Yang Dimediasi Oleh Preferensi
Merek”. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna aplikasi TikTok di Indonesia. Sampel pada
penelitian ini sebanyak 189 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling
(SEM) diolah dengan software Smart-PLS menunjukkan bahwa: (1) kekuatan merek berpengaruh positif
signifikan terhadap preferensi merek. (2) pemasaran media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap
preferensi merek. (3) kekuatan merek berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli konsumen. (4)
pemasaran media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli konsumen. (5) preferensi merek
berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli konsumen. (6) preferensi merek memediasi pengaruh
pemasaran media sosial terhadap niat beli konsumen secara signifikan. (7) preferensi merek memediasi
pengaruh kekuatan merek terhadap niat beli konsumen secara signifikan
This research is a quantitative research on TikTok application users in Indonesia who have seen
"Aerostreet" advertisements. This research takes the title: "The Influence of Brand Strength and Social
Media Marketing of TikTok "Aerostreet" on Purchase Intentions Mediated by Brand Preferences". The
population in this study are users of the TikTok application in Indonesia. The sample in this study were 189
respondents who were taken using purposive sampling method. Based on the results of research
conducted using Structural Equation Modeling (SEM) analysis processed with Smart-PLS software shows
that: (1) brand strength has a significant positive effect on brand preference. (2) social media marketing
has a significant positive effect on brand preference. (3) brand strength has a significant positive effect
on consumer purchase intentions. (4) social media marketing has a significant positive effect on consumer
purchase intentions. (5) brand preference has a significant positive effect on consumer purchase
intentions. (6) brand preference mediates the influence of social media marketing on consumer purchase
intentions significantly. (7) brand preference mediates the effect of brand strength on consumer purchase
intention significantly
3559038727C1H016008THE INFLUENCE OF INSPIRATIONAL CONTENT AND CULTURE
ORIENTATION ON PURCHASE INTENTION THROUGH CONSUMER
ENGAGEMENT BEHAVIOR MODERATED BY UX/UI IN SHOPEE E-
COMMERCE
Proses penjualan merupakan bagian terpenting dari tahapan marketing.
Sehingga memahami konsumen adalah dasar yang harus dipahami sebelum
menjual produk. Maka dari itu penelitian ini fokus pada strategi marketing di
bagian proses penjualan.
Peneliti mengobservasi dan menguji faktor-faktor yang mempengaruhi niat
beli konsumen dan perilaku keterlibatan konsumen. Penelitian ini melibatkan 140
Responden dengan berbagai macam latar belakang dan pengalaman berbelanja di
Shopee. Metode riset yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan
Structure Equation Modeling (SEM) sebagai alat analisisnya.
Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa orientasi kultur dan konten
inspirasional berpengaruh signifikan terhadap perilaku keterlibatan konsumen.
Selanjutnya perilaku keterlibatan konsumen berpengaruh signifikan terhadap niat
beli konsumen dan dimoderasi pengaruhnya oleh UI/UX.
Sales process is the essential in the marketing stage. Aware to the consumer
needs is a basic to be understand before sell a product. Therefore, this study focuses
on marketing strategies in the sales process. Researchers observe and examine the
factors that influence consumer purchase intentions and consumer engagement
behavior.
This study involved 140 respondents with various backgrounds and
shopping experiences at Shoppe. The research methodology used in this study is
quantitative with structure equation modeling (SEM) as an analytical tool.
This study confirms that cultural orientation and inspirational content have
a significant influence on consumer engagement behavior. Furthermore, consumer
engagement behavior has a significant influence on consumer purchase intentions
and the influence is moderated by UI/UX.
3559138728C1B018048PENGARUH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN
LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN
PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(STUDI PADA PERUSAHAAN BUMN (PERSERO) YANG TERDAFTAR DI
BEI)
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tanggung jawab
sosial dan leverage terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai
variabel mediasi pada perusahaan BUMN (persero) yang terdaftar di BEI dengan
sampel 16 perusahaan periode tahun pengamatan 2018-2021. Pengambilian
sampel menggunakan metode purposive sample. Penelitian ini variabel
independennya adalah tanggung jawab sosial perusahaan, leverage, profitabilitas
dan variabel dependenya adalah nilai perusahaan. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis SEM-PLS. Pengujian
hipotesis menggunakan aplikasi smart-PLS 3. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa tanggung jawab sosial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas,
profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas
mampu memediasi hubungan antara tanggung jawab sosial terhadap nilai
perusahaan, tanggung jawab perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan, leverage tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, leverage tidak
berpengaruh terhadap nilai perusahaan serta profitabilitas tidak mampu memediasi
hubungan antar leverage dengan nilai perusahaan.
ABSTRACT

This study aims to analyze the effect of social responsibility and
leverage on firm value with profitability as a mediating variable in state-owned
companies (Persero) listed on the IDX which have samples of 16 companies for
the 2018-2021 observation period. Sampling was taken using a purposive sample
method. in this study the independent variable is corporate social responsibility,
leverage, profitability and the dependent variable is firm value. This research is a
quantitative research using SEM-PLS analysis. Hypothesis testing using the
smart-PLS 3 application. The results of this study indicate that social
responsibility has a significant effect on profitability, profitability has a
significant effect on firm value, and profitability is able to mediate the
relationship between social responsibility and firm value, corporate social
responsibility has no effect on frim value, leverage has no effect on profitability,
leverage has no effect on firm value and profitability is unable to mediate the
relationship between leverage and firm value.

Keywords: corporate social responsibility, leverage, profitability, firm value
3559244854A1D020181Pengaruh Aplikasi Isolat Bakteri dan Biochar terhadap Kandungan Kadmium pada Tanah dan Tanaman PakcoyKandungan logam berat kadmium (Cd) di dalam tanah disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia dan dapat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Tanaman pakcoy dapat mengakumulasi Cd pada daun, batang, dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi isolat bakteri dan biochar terhadap kandungan Cd tanah dan tanaman pakcoy. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan perlakuan faktorial 3x3 yang disusun ke dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah isolat bakteri resisten Cd yang terdiri atas tanpa isolat, konsorsium isolat BR2 dan SJ3, serta konsorsium isolat BR2 dan CR1. Faktor kedua adalah biochar yang terdiri atas biochar 11,25 g, 22,5 g, dan 33,75 g. Variabel yang diamati meliputi kandungan Cd tanah, kandungan Cd tanaman, pH tanah, dan jumlah populasi bakteri. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA kemudian uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% jika data menunjukkan adanya pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aplikasi isolat bakteri dan biochar mampu menurunkan kandungan Cd tanaman. Kombinasi isolat bakteri dan biochar terbaik ditunjukkan oleh konsorsium isolat BR2 dan CR1 dengan pemberian biochar 33,75 g/polybag. Perlakuan tersebut memiliki kandungan Cd tanaman terendah 0,03 ppm dan menurunkan kandungan Cd tanaman 72% dibandingkan perlakuan tanpa isolat bakteri dan biochar. Pengaplikasian konsorsium isolat BR2 dan CR1 menurunkan kandungan Cd tanah 14% dibandingkan perlakuan tanpa isolat bakteri.Cadmium (Cd) heavy metal content in soil is caused by various human activities and can affect plant growth. Pakcoy plants can accumulate Cd in leaves, stems, and roots. This study aims to determine the effect of bacterial isolate application and biochar on soil Cd content and pakcoy plants. This research was an experimental research with 3x3 factorial treatment arranged into a Randomized Block Design (RBD) with 3 replications. The first factor was Cd-resistant bacterial isolates consisting of no isolate, a consortium of BR2 and SJ3 isolates, and a consortium of BR2 and CR1 isolates. The second factor was biochar consisting of 11.25 g, 22.5 g, and 33.75 g biochar. The observed variables included soil Cd content, plant Cd content, soil pH, and bacterial population. The experimental data was analysed using ANOVA analysis of variance and then Duncan Multiple Range Test (DMRT) further test at 95% confidence level if the data showed a significant effect. The results showed that the combination of bacterial isolate application and biochar was able to reduce plant Cd content. The best combination of bacterial isolates and biochar was shown by the consortium of BR2 and CR1 isolates with 33.75 g/polybag biochar. The treatment had the lowest plant Cd content of 0.03 ppm and reduced plant Cd content by 72% compared to the treatment without bacterial isolates and biochar. Application of the consortium of BR2 and CR1 isolates reduced soil Cd content by 14% compared to the treatment without bacterial isolates.
3559338939C2D020012ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD PAYLATER E-COMMERCE BERBASIS MAQASHID SYARIAH (Studi kasus pada Shopee Paylater)Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Shopee Paylater. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akad yang tepat pada transaksi Shopee Paylater serta mengetahui adab – adab transaksi yang berbasis maqashid Syariah serta mekanisme pembayaran Paylater. Informan berjumlah 11 orang meliputi tujuh orang informan dikategorikan sebagai pengguna Paylater, tiga orang dikategorikan sebagai ustadz atau tokoh agama dan satu orang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hasil penelitian diperoleh: 1) Syarat rukun dan prinsip jual beli terpenuhi. Pengguna Paylater memahami mengenai produk yang dijual di Shopee ada ketentuan tidak boleh memperjualbelikan produk yang mengancan jiwa dan akal. Pengguna Paylater berperilaku sesuai maqashid Syariah dalam melakukan konsumsi dengan Paylater untuk memenuhi kebutuhan pokok dahulu. Pendapat Tokoh Agama, hal yang tidak terpenuhinya maqashid syariah adalah dari segi pembayaran Paylater terkait dengan menjaga agama. 2) Syarat pendaftaran metode pembayaran Paylater sangat mudah hanya dengan identitas KTP dan pengisian biodata pengguna. Penetapan tanggal jatuh tempo pembayaran dihitung sepuluh hari dari tanggal transaksi setiap bulannya. Penerapan biaya administrasi dan bunga rata-rata 1 persen sampai 2,9 persen di seluruh periode cicilan baik sekali bayar, tiga kali, enam kali dan dua belas kali cicilan. Semakin lama cicilan maka bunganya akan semakin besar. 3) Akad yang tepat pada transaksi Shopee Paylater yaitu akad qardh karena Shopee sebagai pihak ketiga yang memberikan talangan dana kepada pengguna untuk melakukan pembelanjaan kepada merchant atau penjual, bukan bertindak sebagai penjual langsung dengan pengguna Paylater. Informan pengguna tidak mengetahui PSAK 102 akuntansi murabahah.This research is qualitative with a case study approach at Shopee Pay later. This study aims to find the proper contract for Shopee Pay later transactions and to know the etiquette of Maqashid Sharia-based transactions and Paylater payment mechanisms. There were 11 informants, seven categorized as Paylater users, three classified as ustadz or religious leaders, and one from the Indonesian Ulema Council (MUI). The research results obtained: 1) Terms of pillars and principles of buying and selling are fulfilled. Paylater users understand that regarding products sold at Shopee, there are provisions that may not trade products that threaten the soul and mind. Paylater users behave according to maqashid Syariah in consuming with Paylater to fulfill their basic needs first. Opinion of Religious Leaders, the thing that is not fulfilled by maqashid sharia is in terms of Paylater payments related to maintaining religion. 2) The requirements for registering the Paylater payment method are very easy, only with a KTP identity and filling in the user's biodata. The payment due date is calculated ten days from each month's transaction date. Application of administrative fees and interest throughout the installment period an average 1 percent to 2,9 percent, either once paid, three times, six times, or twelve installments. The longer the repayments, the greater the interest. 3) The proper contract for a Shopee Paylater transaction is a qardh contract because Shopee, as a third party, provides bailout funds to users to make purchases at merchants or sellers, not acting as a direct seller with Paylater users. User informants do not know PSAK 102 Murabaha accounting.
3559438729D1A019208Hubungan Suhu dan Kelembaban Terhadap Bobot Badan dan Konsumsi Pakan Ayam Broiler Kandang Closed House di Wardandy FarmPenelitian studi kasus yang berjudul “Hubungan Suhu dan Kelembaban Terhadap Bobot Badan dan Konsumsi Pakan Ayam Broiler Kandang Closed House di Wardandy Farm” telah dilaksanakan pada tanggal 14 September 2021 – 30 Desember 2021 di Wardandy Farm, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban kandang terhadap pertambahan bobot badan harian dan konsumsi pakan ayam broiler selama satu periode pemeliharaan. Penelitian studi kasus dilakukan dengan metode observasi, dengan sasaran pemilik peternakan dan anak buah kandang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara recording. Data yang terkumpul selanjutnya di analisis dengan uji persamaan regresi linier sederhana menggunakan Microsoft Office Excel. Berdasarkan hasil penelitian studi kasus yang dilakukan menunjukkan bahwa pada lantai atas didapatkan hasil pengaruh suhu terhadap PBBH sebesar 44,7%, pengaruh suhu terhadap konsumsi pakan sebesar 34,0%, pengaruh kelembaban terhadap PBBH sebesar 56,8%, dan pengaruh kelembaban terhadap konsumsi pakan sebesar 36,5%. Sedangkan pada lantai bawah didapatkan hasil pengaruh suhu terhadap PBBH sebesar 67,8%, pengaruh suhu terhadap konsumsi pakan sebesar 11,3%, pengaruh kelembaban terhadap PBBH sebesar 62,6%, dan pengaruh kelembaban terhadap konsumsi pakan sebesar 44,3%.Case study research entitled "Relationship of Temperature and Humidity to Body Weight and Feed Consumption of Broiler Chickens in Closed House Cages at Wardandy Farm" was carried out on September 14 2021 - December 30 2021 at Wardandy Farm, Sidomulyo Village, Jakenan District, Pati Regency, Java Middle. This case study research aims to determine the effect of temperature and humidity of the cage on daily body weight gain and feed consumption of broiler chickens during one rearing period. Case study research was carried out using the observation method, with the target being the owner of the farm and his crew. The data collection technique is by recording. The data collected was then analyzed by testing the simple linear regression equation using Microsoft Office Excel. Based on the results of the case study research conducted, it was shown that on the upper floors, the effect of temperature on PBBH was 44.7%, the effect of temperature on feed consumption was 34.0%, the effect of humidity on PBBH was 56.8%, and the effect of humidity on consumption feed by 36.5%. Meanwhile, on the lower floors, the effect of temperature on PBBH was 67.8%, the effect of temperature on feed consumption was 11.3%, the effect of humidity on PBBH was 62.6%, and the effect of humidity on feed consumption was 44.3%.
3559538730D1A019169HUBUNGAN LINGKAR DADA, PANJANG BADAN, JENIS KELAMIN DENGAN BOBOT BADAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN DOMBA BATURTujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan lingkar dada dan panjang badan dengan bobot badan dan pertambahan bobot badan harian pada Domba Batur. Menggunakan sampel Domba Batur jantan 12 ekor dan Domba Batur betina 8 ekor, umur 5 – 12 bulan, bobot rata-rata 23,97 kg. Menggunakan metode survey dan metode random sampling. Peubah yang diukur yaitu lingkar dada, panjang badan, jenis kelamin, bobot badan serta pertambahan bobot badan harian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persamaan regresi pada lingkar dada terhadap bobot badan Y = -50,47 + 1,02 LD (r = 0,91 dan R2 = 0,82), (2) persamaan regresi panjang badan terhadap bobot badan Y = -64,19 + 1,58 PB (r = 0,88 dan R2 = 0,78), (3) persamaan regresi berganda lingkar dada serta panjang badan terhadap bobot badan Y = -62,08 + 0,65 LD + 0,69 PB (r = 0,93 dan R2 = 0,85). Koefisien korelasi (r) yang mendekati +1,0 menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel sangat kuat dan positif. Disimpulkan lingkar dada dan panjang badan terdapat hubungan positif yang sangat kuat dengan berat badan. Bobot badan domba Batur dapat diprediksi secara akurat melalui ukuran lingkar dada dan panjang badan. Namun pertambahan berat badan harian domba Batur tidak dapat diperkirakan dengan menggunakan lingkar dada serta panjang badan disebankan oleh koefisien determinasi yang rendah.The aim of this research were determine the relationship between chest circumference and body length and body weight and daily body growth of Batur lamb. The samples used were 12 male Batur lamb and 8 female Batur lamb, aged 5 – 12 months with an average weight of 23.97 kg. The survey study was conducted using anrandom sampling method. The variables measured were chest circumference, body length, sexs, body weight and daily body weight gain. The results of the study shows that: (1) the regression equation for chest circumference on body weight is Y = -50.47 + 1.02 LD (r = 0.91 and R2 = 0.82), (2) regression equation for body length on body weight is Y = -64.19 + 1.58 PB (r = 0.88 and R2 = 0.78), (3) multiple regressionnequation of chest circumference and body length on body weight is Y = -62.08 + 0.65 LD + 0.69 PB (r = 0.93 and R2 = 0.85). The correlation coefficient (r) is close to +1.0 indicating that the relationship between the variables is positive and very strong. It was concluded that the chest circumference and body length have a very strong positive relationship with body weight. The body weight of Batur lamb can be accurately predicted using the size of the chest circumference and body length. However, daily body weight gain of Batur lamb cannot be estimated using chest circumference and body length due to its low coefficient of determination.
3559644010D1A020172KUALITAS KOMPOS BERBAHAN BAKU FESES KAMBING HASIL KEGIATAN PPK ORMAWA DI KELOMPOK PETERNAK MUDA DESA MELUNG
KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS

QUALITY OF COMPOST MADE FROM GOAT FECES FROM PPK ORMAWA ACTIVITIES IN THE YOUNG BREEDER GROUP OF MELUNG VILLAGE
KEDUNGBANTENG SUB-DISTRICT BANYUMAS DISTRICT
Tahun 2023 di Desa Melung tercatat memiliki ternak kambing sebanyak 1.503 ekor sehingga menghasilkan kotoran ternak sebanyak 90.180 kg/ bulan, dapat menjadi masalah dalam dunia peternakan di Desa Melung. Kotoran kambing dari peternak yang ada di Desa Melung biasanya hanya dijual Rp 60,00/ kg dalam satu karung dengan berat kurang lebih 50 Kg, setelah diolah menjadi kompos harga jual perkilogram mampu meningkat sebesar Rp 2.500/ kg. Materi yang digunakan untuk satu kali pembuatan kompos adalah 300 kg feses kambing yang didapat dari peternak di Desa Melung, serbuk gergaji sebanyak 15 kg, abu sebanyak 15 kg, aktivator feed animal sebanyak 750 mg dan kapur dolomit sebanyak 6 kg. Cara pembuatan yaitu feses kambing (sudah digiling) sebanyak 300 kg dengan kadar air 70 % disebar dan diratakan pada lantai, aktivator (0,1 %), abu sekam (5 %), serbuk gergaji (5 %) dan kapur dolomit (2 %), ditaburi di atas feses secara berurutan, kemudian komposisi tersebut dicampur atau diaduk hingga merata sampai homogen, campuran bahan kemudian dibuat gunungan dengan ketinggian minimal 1 meter. Berdasarkan dari hasil uji laboratorium pembuatan pertama didapatkan unsur N+P+K = 4,72%, pembuatan kedua didapatkan sebesar N+P+K = 2,66%, pembuatan ketiga didapatkan hasil N+P+K = 3,57%. Ketiga pembuatan pupuk tersebut sudah memenuhi standart Permentan karena kandungan N+P+K melebihi dari 2.In 2023, Melung Village will be recorded as having 1,503 goats, producing 90,180 kg of livestock manure/month, which could become a problem in the world of animal husbandry in Melung Village. Goat manure from breeders in Melung Village is usually only sold for IDR 60,00/ kg in one sack weighing approximately 50 kg, after being processed into compost the selling price per kilogram can increase by IDR 2,500/ kg. The material used for one compost making is 300 kg of goat feces obtained from farmers in the village Melung, 15 kg sawdust, 15 kg ash, 750 mg animal feed activator and 6 kg dolomite lime. The method of preparation is 300 kg of goat feces (ground) with a water content of 70% spread and spread on the floor, activator (0.1%), husk ash (5%), sawdust (5%) and dolomite lime (0. 5%), sprinkled on top of the feces in sequence, then the composition is mixed or stirred evenly until it is homogeneous, the mixture of ingredients is then made into a mountain with a minimum height of 1 meter. Based on the results of laboratory tests for the first manufacture, the elements obtained were N+P+K = 4.72%, for the second manufacture it was found to be N+P+K = 2.66%, for the third manufacture the results were N+P+K = 3.57%. These three types of fertilizer have met the Ministry of Agriculture's standards because the N+P+K content exceeds 2.
3559738732K1B018071IMPLEMENTASI TEORI PERMAINAN DALAM STRATEGI PEMASARAN OPTIMUM PRODUK SMARTPHONE DI WILAYAH PURWOKERTOPada era new normal seperti saat ini, smartphone merupakan barang kebutuhan yang selalu digunakan. Setiap produsen smartphone bersaing untuk meraih penjualan yang besar dan dapat memikat daya minat masyarakat. Masing-masing produsen harus memiliki strategi yang optimal untuk saling bersaing satu dengan yang lainnya. Pada penelitian ini akan dikaji mengenai strategi pemasaran yang optimum dalam persaingan produk smartphone di wilayah Purwokerto menggunakan teori permainan dengan metode pemrograman linier dibantu oleh program C++. Produk yang digunakan adalah Apple Iphone, Samsung, Oppo, dan Xiaomi. Strategi yang diterapkan adalah kenyamanan dan kemudahan akses pemakaian, kualitas harga, kualitas penyimpanan (RAM), kualitas baterai, dan kualitas kamera, dengan 5 pilihan penilaian (sangat buruk, buruk, netral, baik, dan sangat baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apple Iphone memiliki keunggulan dalam kualitas kamera terbaik, Samsung memiliki keunggulan dalam kualitas harga terbaik, Oppo memiliki keunggulan dalam kualitas kenyamanan dan akses pemakaian smartphone terbaik, dan Xiaomi memiliki keunggulan kualitas kamera yang cukup baik (netral).

In the new normal era, smartphones are necessities that are always used. Every smartphone manufacturer competes to achieve big sales and can attract people's interest. Each producer must have an optimal strategy to compete with one another. In this research, we will study the optimal marketing strategy in smartphone product competition in the Purwokerto area using game theory with the linear programming method assisted by the C++ program. The products used are Apple Iphone, Samsung, Oppo, and Xiaomi. The strategy applied is convenience and ease of access to use, price quality, storage (RAM) quality, battery quality, and camera quality, with 5 choices of ratings (very bad, bad, neutral, good, and very good). The results of the study show that the Apple Iphone has the advantage in the best camera quality, Samsung has the advantage in the best price quality, Oppo has the advantage in the quality of comfort and access to the best smartphone use, and Xiaomi has the advantage in the quality of the camera which is quite good (neutral).
3559838733E1A019175PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN KARENA TAKUT BERZINA
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun Nomor 8/Pdt.P/2022/PA.TBK)
Usia dan kedewasaan menjadi hal utama yang harus diperhatikan bagi pria dan wanita yang ingin melangsungkan pernikahan. Batas usia perkawinan bagi pria dan wanita yaitu 19 (sembilan belas) tahun dan bagi yang berusia kurang dari 19 (sembilan belas) tahun dapat mengajukan dispensasi kawin.
Rumusan masalahnya adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan dispensasi kawin terhadap penetapan Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun Nomor 8/Pdt.P/2022/PA.TBK dan bagaimana akibat hukum dikabulkannya permohonan dispensasi kawin terhadap anak dalam perkara Nomor 8/Pdt.P/2022/PA.TBK. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dengan data sekunder yang diproses melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian disajikan secara naratif guna memperoleh penjelasan dari masalah tersebut.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan Undang-Undang No.3 Tahun 2006 jo Undang-Undang No.50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama, maka Pengadilan Agama Kabupaten Tanjung Balai Karimun berwenang dalam mengadili perkara Nomor 8/Pdt.P/2022/PA.TBK. Hakim dalam mengadili perkara mendasarkan pada Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 16 Tahun 2019 tentang dispensasi kawin harus disertai alasan mendesak dan bukti yang cukup. Hakim dalam pertimbangnya mengedepankan konsep menolak kemudharatan, kepentingan terbaik bagi anak, kemampuan calon mempelai untuk memberikan nafkah, adanya persetujuan dari kedua calon mempelai untuk melangsungkan perkawinan tanpa paksaan, dan adanya pengakuan orangtua ikut bertanggungjawab atas perkawinan anak. Menurut Peneliti, Hakim mendeskripsikan alasan mendesak tidak sesuai dengan penjelasan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang No.16 Tahun 2019 serta menambahkan Pasal 26 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 jo Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang peran orang tua dalam mencegah pernikahan anak. Hasil penelitian tersebut juga menunjukan akibat dikabulkannya permohonan dispensasi kawin menurut data sekunder yang meliputi akibat positif maupun negatif dari dispensasi kawin terjadi dari sisi hukum, pendidikan, kesehatan, psikologi. Dari sisi hukum maka anak tersebut dapat melangsungkan perkawinan di Kantor Urusan Agama. Dari sisi pendidikan maka mengakibatkan terputusnya kesempatan belajar. Dari segi kesehatan menimbulkan resiko meningkatkan kematian ibu dan bayi. Dari sisi Psikologi menimbulkan konflik dalam rumah tangga karena kematangan emosional belum terpenuhi. Menurut Peneliti, Hakim perlu mempertimbangkan akibat dari adanya dispensasi kawin sehingga dapat mengurangi kasus pernikahan di bawah umur.
Kata Kunci: Dispensasi Kawin, Takut Berzina
Age and maturity are the main things that must be considered for men and women who want to get married. The age limit for marriage for men and women is 19 (nineteen) years and those who are less than 19 (nineteen) years old can apply for dispensation from marriage.
The formulation of the problem is what is the basis for the judge's legal considerations in granting the marriage dispensation to the decision of the Tanjung Balai Karimun Religious Court Number 8/Pdt.P/2022/PA.TBK and what are the legal consequences of granting the request for marriage dispensation to children in case Number 8/Pdt.P/ 2022/PA. TBK. This research uses normative juridical research which is then analyzed normatively qualitatively with secondary data which is processed through library research. The research results are presented in a narrative manner in order to obtain an explanation of the problem.
The results of the study can be concluded that based on Law No. 3 of 2006 in conjunction with Law No. 50 of 2009 concerning Religious Courts, the Tanjung Balai Karimun Regency Religious Court decided in adjudicating case Number 8/Pdt.P/2022/PA.TBK . Judges in trying cases based on Article 7 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 as amended by Law 16 of 2019 concerning marriage dispensation must be accompanied by urgent reasons and sufficient evidence. The judge in his considerations absorbed the concept of rejecting harm, the best interests of the child, the ability of the prospective bride and groom to provide a living, the agreement of the two prospective brides to enter into a marriage without coercion, and acknowledgment that parents are also responsible for child marriage. According to the researcher, the judge described the urgent reasons not in accordance with the explanation of Article 7 paragraph (2) of Law No. 16 of 2019 and added Article 26 paragraph (1) letter c of Law Number 35 of 2014 in conjunction with Law Number 23 of 2002 about the role of parents in preventing child marriage. The results of this study also show the consequences of the granting of the request for marriage dispensation according to secondary data which includes the positive and negative consequences of the marriage dispensation occurring from the legal, educational, health, and psychological perspectives. From the legal side, the child can get married at the Office of Religious Affairs. From an educational standpoint, this results in the loss of learning opportunities. From a health standpoint, it raises the risk of increasing maternal and infant mortality. From a psychological standpoint, it causes conflict in the household because emotional maturity has not been fulfilled. According to the researcher, judges need to consider the consequences of having a marriage dispensation so that it can reduce cases of underage marriages.
Keywords: Marriage Dispensation, Fear of Adultery


3559938734E1A019104Cerai Gugat Karena Perselisihan Akibat Perselingkuhan dan Penganiayaan (Tinjauan Yuridis Putusan PA Cirebon No 325/Pdt.G/2022/PA.CN)Perkawinan merupakan hal yang sakral yang mana didalamnya terdapat sesuatu yang mengikat antara dua subyek hukum yang mengakibatkan hubungan hukum. Umumnya setiap orang berniat menikah sekali seumur hidup mereka, tidak pernah terbesit ataupun memiliki niatan untuk melakukan perceraian dan menikah dengan orang lain lagi pada suatu saat nanti, namun tidak sedikit juga orang yang setelah melakukan perkawinan terjadi perselisihan antara suami dan istri yang berakhir dengan perceraian. Pada Putusan No 325/Pdt.G/2022/PA.CN, Tergugat mengajukan cerai gugat terhadap Penggugat yang disebabkan oleh perselisihan yang timbul karena faktor ekonomi, perselingkuhan dan penganiayaan.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor 325/Pdt.G/2022/PA.CN dan apa akibat hukum dari cerai gugat terhadap para pihak dalam putusan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis normatif dengan sumber data sekunder yang menggunakan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang - undangan dan putusan No 325/Pdt.G/2022/PA.CN.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa pertimbangan Hakim hanya mendasarkan adanya perselisihan dan pertengkaran terus menerus dengan menggunakan Pasal 39 ayat (2) Undang - Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jis Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) KHI, Menurut peneliti terdapat beberapa Pasal lain yang juga dapat dijadikan pertimbangan hakim dalam memutus putusan tersebut yaitu Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Jis Pasal 19 huruf (d) PP Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 huruf (d), Pasal 116 huruf (g) KHI, serta Pasal 33 dan Pasal 34 ayat (1) Undang - Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Akibat hukum dari cerai gugat pada putusan tersebut adalah terhadap hubungan suami istri, hak asuh anak, dan harta benda. Terhadap hubungan suami istri adalah putusnya hubungan antara Tergugat dan Penggugat sebagai suami istri serta berakhirnya hak dan kewajiban suami istri antara keduanya. Terhadap Hak asuh anak adalah jatuh kepada Penggugat, dengan begitu Penggugat berhak atas biaya hadhanah yang diberikan oleh Tergugat. Terhadap harta benda adalah Penggugat berhak atas nafkah lampau, harta bersama dengan jumlah seperdua dari total harta bersama, mut’ah dan nafkah ‘iddah
Marriage is a sacred matter in which there is something binding between two legal subjects that results in a legal relationship. Generally, everyone intends to get married once in their lifetime, never thinking or having the intention to divorce and marry someone else at some point in the future, but not a few people who after marrying there is a dispute between husband and wife which ends in divorce. In Decision No. 325/Pdt.G/2022/PA.CN, the Defendant filed for a divorce against the Plaintiff due to disputes arising from economic factors, infidelity and persecution.
The formulation of the problem of this research is how the judge's consideration in deciding case number 325/Pdt.G/2022/PA.CN and what are the legal consequences of a contested divorce on the parties. This research was conducted using a normative juridical approach method with secondary data sources using literature studies of laws and regulations and decision No. 325/Pdt.G/2022/PA.CN.
Based on the results of the research and discussion, it can be seen that the Judge's considerations are only based on the existence of disputes and continuous quarrels by using Article 39 paragraph (2) of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage if Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1975 in conjunction with Article 116 letter (f) KHI, According to the researcher, there are several other articles that can also be used as a consideration for the judge in deciding the decision, namely the Elucidation of Article 39 paragraph (2) Law Number 1 of 1974 concerning Marriage Jis Article 19 letter (d) PP Number 9 Year 1975 Jo Article 116 letter (d), Article 116 letter (g) KHI, and Article 33 and Article 34 paragraph (1) Law No. 1 of 1974 Concerning Marriage. The legal consequences of a contested divorce on the decision are on the relationship between husband and wife, child custody, and property. The relationship between husband and wife is the breaking of the relationship between the Defendant and the Plaintiff as husband and wife and the end of the rights and obligations of the husband and wife between the two. The child custody rights fall to the Plaintiff, so the Plaintiff is entitled to the hadhanah fees provided by the Defendant. Regarding property, the Plaintiff is entitled to past maintenance, joint assets with one-half of the total joint assets, mut'ah and 'iddah maintenance
3560038769H1B016060ANALISIS PERKUATAN NEAR SURFACE MOUNTED (NSM) DENGAN PLAT BAJA 2 MM PADA BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGABalok merupakan salah satu komponen struktur yang banyak menggunakan beton bertulang sebagai material penyusunnya. Akan tetapi seringkali terjadi kerusakan pada balok beton bertulang yang diakibatkan dari berbagai macam faktor. Salah satu cara untuk mengatasi balok beton bertulang yang mengalami kerusakan adalah dengan melakukan perkuatan struktur menggunakan metode Near Surface Mounted (NSM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kapasitas beban lentur, daktilitas, kekakuan dan pola retak hasil eksperimen dengan metode numerik berbasis elemen hingga pada balok beton bertulang yang diperkuat dengan plat baja berdasarkan metode Near Surface Mounted (NSM). Penelitian ini menggunakan software ATENA dengan pemodelan benda uji balok beton yang diperkuat dengan pelat baja tebal 2 mm dan terdiri dari tiga tipe benda uji yaitu Balok kontrol tanpa perkuatan (BK), balok perkuatan dengan lebar pelat 20 mm (BP2L) dan dengan lebar 40 mm (BP4L). Penelitian menunjukan bahwa perbandingan hasil numerik dan eksperimental mendapatkan hasil yang mendekati dengan rasio 1.13, 1.06, dan 1.04 untuk BK, BP2L dan BP4L. Daktilitas benda uji BP2L dan BP4L menurun terhadap BK dengan rasio berturut-turut adalah 2,40, 0,83 dan 2,47 untuk BK, BP2L dan BP4L. Sedangkan rasio kekakuan efektif hasil analisis numerik terhadap hasil eksperimental berturut-turut adalah 2,98, 1,75, dan 1,23 untuk BK, BP2L dan BP4L. Pola retak yang terjadi dari hasil pemodelan numerik memperlihatkan bahwa seluruh model benda uji mengalami keruntuhan.The beam is a structural component that uses reinforced concrete as its constituent material. However, damage to reinforced concrete beams often occurs due to various factors. One of the ways that can be used to deal with the damaged reinforced concrete beams is to strengthen the beam structure using the Near Surface Mounted (NSM) method. This study compares the experimental results of flexural load capacity, ductility, stiffness, and cracking patterns with finite element methods on reinforced concrete beams strengthened with steel plates based on the Near Surface Mounted (NSM) method. ATENA is used as software that will analyze the modeling of test specimens of reinforced concrete beams strengthened with 2 mm thick steel plates. The research consists of three types of specimens; there are beams without strengthen or control beams (BK), strengthened beams with 20 mm plate width (BP2L), and strengthened beams with 40 mm width (BP4L). The research shows that comparing numerical and experimental results for flexural load capacity shows close results with ratios of 1.13, 1.06, and 1.04 for BK, BP2L, and BP4L. The ductility of BP2L and BP4L decreased compared to BK with ratios of 2.40, 0.83, and 2.47 for BK, BP2L, and BP4L. Meanwhile, the ratio of effective stiffness from numerical analysis to experimental results was 2.98, 1.75, and 1.23 for BK, BP2L, and BP4L. The cracking pattern from the results of numerical modeling shows that all models of the test object experience flexural failure.