Artikelilmiahs
Menampilkan 35.201-35.220 dari 49.883 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35201 | 44618 | C1I020028 | THE ROLE OF MANAGERIAL ABILITY TO THE EFFECT OF TAX AVOIDANCE ON FIRM VALUE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penghindaran pajak dan kemampuan manajerial terhadap nilai perusahaan serta peran kemampuan manajerial dalam memperlemah pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu nilai perusahaan, variabel independen yaitu penghindaran pajak dan variabel moderasi yaitu kemampuan manajerial. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2019-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sejumlah 30 perusahaan pertambangan sehingga terdapat 120 data observasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi moderasi data panel, uji model regresi (uji F dan uji R2), dan uji hipotesis (uji t). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Eviews 12, diperoleh hasil bahwa penghindaran pajak berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, kemampuan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan serta kemampuan manajerial tidak memperlemah pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan. | This research aims to analyze the influence of tax avoidance and managerial ability on company value as well as the role of managerial ability in weakening the influence of tax avoidance on company value. The dependent variable in this research is company value, the independent variable is tax avoidance and the moderating variable is managerial ability. The population in this research is mining companies registered on the IDX in 2019-2022. The sampling technique used was purposive sampling and a total of 30 mining companies were obtained so that there were 120 observation data. Data analysis techniques used include descriptive statistical tests, classical assumption tests, panel data moderated regression analysis, regression model tests (F test and R2 test), and hypothesis tests (t test). Based on the results of research and data analysis using Eviews 12, the results show that tax avoidance has a negative effect on company value, managerial ability has a positive effect on company value and managerial ability does not weaken the effect of tax avoidance on company value. | |
| 35202 | 38409 | C1L018031 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI DILIHAT DARI KEMANDIRIAN BELAJAR KELAS XI SMA NEGERI 1 PURWOKERTO | Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menguji pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap hasil belajar peserta didik melalui kemandirian belajar pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI yang mendapatkan mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Purwokerto Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Berdasarkan teknik tersebut, terdapat tiga kelas yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen, kelas XI IPS 2 sebagai kelas uji coba, dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier sederhana, sobel test, dan independent sample t-test. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran flipped classroom berpengaruh terhadap hasil belajar; (2) Model pembelajaran flipped classroom berpengaruh terhadap kemandirian belajar; (3) Kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar; (4) Model pembelajaran flipped classroom berpengaruh terhadap hasil belajar melalui kemandirian belajar; (5) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas yang diterapkan model pembelajaran flipped classroom dan model pembelajaran konvensional. | This research is a quantitative study with a quasi-experimental approach with the aim of knowing, analyzing, and testing the effect of the flipped classroom learning model on student learning outcomes through independent learning in economics subjects at SMA Negeri 1 Purwokerto.The population in this study were all students of class XI who received economics subjects at SMA Negeri 1 Purwokerto for the Academic Year of 2022/2023. The sampling technique used in this research is purposive sampling. Based on this technique, there are three classes that are used as research samples, namely class XI IPS 1 as an experimental class, class XI IPS 2 as a test class, and class XI IPS 3 as a control class. The analytical tools used in this research are simple linear regression, Sobel test, and independent sample t-test.Based on data analysis, the results of this study indicate that: (1) The flipped classroom learning model has an effect on learning outcomes; (2) The flipped classroom learning model has an effect on learning independence; (3) Independent learning has an effect on learning outcomes; (4) The flipped classroom learning model has an effect on learning outcomes through independent learning; (5) There is no difference in student learning outcomes between the classes that apply the flipped classroom learning model and the conventional learning model. | |
| 35203 | 43972 | A1D019169 | ANALISIS KERUSAKAN TANAH UNTUK PRODUKSI BIOMASSA LAHAN KERING DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI PELUS | Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui status kerusakan tanah unutk produksi biomassa dilahan kering Sub-DAS Pelus dan mengetahui sebaran status kerusakan tanah di Sub- DAS Pelus. Penelitian ini menggunakan metode survei tanah dengan pendekatan satuan lahan homogen (SLH). SLH ditentukan atas dasar tumpang susun (overlay) empat (4) peta yaitu peta jenis tanah, peta geologi, peta kelerengan dan peta penggunaan lahan dengan skala 1:250.000 dari hulu Sub DAS Pelus hingga hilir. Terdapat 27 titik pengamatan dan sampling tanah untuk analisis 10 parameter kerusakan tanah menurut PP 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerusakan tanah lahan kering di Sub-DAS Pelus rusak sedang parameter yang melampaui batas kerusakan tanah di Sub-DAS Pelus meliputi redoks, permeabilitas, porositas tanah, daya hantar listrik, kebatuan permukaan dan komposisi fraksi | The aim of this research is to determine the status of soil damage for biomass production in the dry land of the Pelus Sub-watershed and to determine the distribution of soil damage status in the Pelus Sub-watershed. This research uses a land survey method with a homogeneous land unit (SLH) approach. SLH is determined on the basis of overlaying 4 maps, namely soil type map, geological map, slope map and land use map with a scale of 1:250,000 from the upstream of the Pelus Sub-watershed to the downstream. There are 27 observation and soil sampling points to analyze 10 parameters of soil damage according to PP 150 of 2000 concerning Control of Soil Damage for Biomass Production. The results of the research show that dry land soil damage in the Pelus Sub-watershed is moderately damaged parameters that exceed the limits of soil damage in the Pelus Sub-watershed comprises redox, permeability, soil porosity, power electrical conductivity, surface rockiness and composition. | |
| 35204 | 38063 | C1H018036 | The Role Of BUMDES In Improving The Performance Peasant Women’s Group Through The Performance Strategy In Sudagaran Village | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat asosiatif mencari pengaruh peran BUMDes Gemah Ripah melalui startegi partnership di Desa Sudagaran. Peneliti mengambil judul: “Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Desa Sudagaran”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran BUMDes dan strategi partnership terhadap kinerja KWT. Populasi dalam penelitian ini semua anggota BUMDes dan KWT di Desa Sudagaran. Jumlah Responden yang diambil sebanyak 57 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran BUMDes tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja KWT, (2) Strategi partnership berpengaruh signifikan terhadap kinerja KWT, (3) Peran BUMDes dan strategi partnership secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja KWT.Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja KWT diperlukan peran BUMDes dengan menjalin kemitraan, hal ini menunjukkan bahwa apabila BUMDes Gemah Ripah menjalankan perannya melalui strategi partnership dengan berbagai pihak maka akan meningkatkan kinerja KWT Sri Kandi. Maka dari itu dalam menjalankan peran BUMDes sebaiknya diaplikasikan dengan kerja sama atau bermitra dengan pihak lain. | This research is an associative quantitative research seeking role influence BUMDes Gemah Ripah through a partnership strategy in Sudagaran Village. Researcher took the title: “The Role of BUMDes in Improving the Performance of Women Farmer Groups In the village of Sudagaran ". The purpose of this study is to determine the influence of the role BUMDes and partnership strategy on KWT performance. Population in this research all BUMDes and KWT members in Sudagaran Village. Number of Respondents taken as many as 57 people. Based on the results of the study, it shows that (1) the role of BUMDes has no effect significantly to KWT performance, (2) Partnership strategy has a significant effect on KWT performance, (3) Role of BUMDes and joint partnership strategy significant effect on the performance of KWT. The implications of the conclusions above are in an effort to improve KWT performance, the role of BUMDes is needed by establishing partnership, this shows that if BUMDes Gemah Ripah runs its role through a partnership strategy with various parties will increase performance of KWT Sri Kandi. Therefore, in carrying out the role of BUMDes it is better applied in cooperation or partnership with other parties. | |
| 35205 | 38410 | J1A018004 | DECIPHERING UGLY DUCKLING COMPLEX IN WEBTOON YAONGYI’S TRUE BEAUTY (2018) | Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis inferioritas karakter Jugyeong kompleks kecantikan yang digambarkan dalam komik Webtoon True Beauty (2018). Bidang kajian ini adalah kajian sastra yang menitikberatkan pada salah satu karya sastra yang menyajikan persoalan-persoalan kehidupan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana itik buruk rupa sebenarnya digambarkan dalam webtoon True Beauty (2018). Hal ini dapat diidentifikasi dengan menggunakan teori Melvin G Ugly duckling complex (1974). Kemudian, untuk menganalisis penelitian, peneliti menerapkan metode kualitatif. True Beauty (2018), sebuah judul komik webtoon, digunakan sebagai data utama dalam penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kompleks itik jelek Melvin G. Kettner, psikologi dalam sastra dan teori semiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jugyeong adalah seorang itik yang jelek. Hal ini dapat dilihat dari pikiran buruknya, Jugyeong selalu memiliki pikiran buruk seperti selalu merasa tidak aman dan dia tahu dia adalah orang yang jelek sehingga dia tidak layak untuk apa pun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Jugyeong dalam Webtoon True Beauty (2018) adalah orang yang kompleks dengan itik jelek. | The research focused to analyze inferiority of beauty complex Jugyeong’s character depicted in True Beauty (2018) Webtoon comic. The field of this study is literary studies focusing on one literary work that presents issues of life in society. The research aims to find out how the ugly duckling is actually depicted in webtoon True Beauty (2018). It can be identified by using the theory Melvin G Ugly duckling complex (1974). Then, to analyze the research, the researcher applied a qualitative method. True Beauty (2018), a webtoon comic, is uses as the primary data of this research. The theories used in this research are the ugly duckling complex theory by Melvin G. Kettner, psychology in literature and semiotic theory. The result of this research shows that Jugyeong is ugly duckling person. It can be seen in her ugly thoughts, Jugyeong always had such ugly thoughts as always feeling insecure and she knows she is ugly person so she is not worthy of anything. Therefore, it can be concluded that Jugyeong in Webtoon True Beauty (2018) is an ugly duckling complex person. | |
| 35206 | 38411 | J1A018005 | A PRAGMATIC ANALYSIS OF LANGUAGE FUNCTIONS IN @onlyjiungs TWITTER ACCOUNT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi bahasa berdasarkan Jakobson (1960) dan konteks oleh Hymes (1974) yang digunakan dalam postingan Twitter @onlyjiungs. Data penelitian ini adalah postingan Twitter dari akun Twitter @onlyjiungs, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan purposive sampling untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi referensial adalah yang paling sering digunakan di antara 31 data (14 ucapan, atau 45,2%), diikuti oleh fungsi ekspresif (11 ucapan, atau 35,5%), fungsi fatis (2 ucapan, atau 6,4 %), fungsi metalingual (0%), fungsi konatif (2 tuturan, atau 6,4%), dan fungsi puitis (2 tuturan, atau 6,4%). Tweet dari @onlyjiungs berisi setiap kriteria dari teori konteks SPEAKING Hymes (1974), menunjukkan bahwa konteks SPEAKING pada posting Twitter dari @onlyjiungs memenuhi semua elemen komponennya. @onlyjiungs ingin membagikan tweetnya dengan pengikutnya dengan mereka sebagai pembaca dan dirinya sebagai penulis. Kemudian, postingan Twitter diambil dari September 2021 hingga Oktober 2021. Bagian terakhir dari hasil postingan Twitter dimaksudkan untuk mewakili dan mengungkapkan tujuan dari tweet @onlyjiungs. Kemudian, pembaharuan dari @onlyjiung tentang kehidupan Jiung termasuk aksi sosial lainnya. Dari cuitan tersebut, @onlyjiungs menyoroti pesan tertentu yang ia ungkapkan. Tweet @onlyjiungs juga kebanyakan ditulis dengan gaya informal karena ditujukan untuk remaja seusia mereka. Norma tentang posting Twitter tersebut sebagian besar berfokus pada menjelaskan objek dan pesan dari pesan-pesan Twitter tersebut. Terakhir, genre, karena postingan Twitter tersebut terutama memberikan informasi kepada pengikut @onlyjiungs sebagai pembaca, jenis ucapan dari postingan tersebut cenderung memiliki fungsi referensial yang lebih kuat. | This research aims to determine the language function based on Jakobson (1960) and the context by Hymes (1974) used in @onlyjiungs Twitter posts. The data for this research are Twitter posts from @onlyjiungs Twitter account, used descriptive qualitative method and purposive sampling to answer the research questions. The result of the analysis showed that Referential function is the most frequently used among the 31 data (14 utterances, or 45,2%), followed by Expressive function (11 utterances, or 35,5%), Phatic function (2 utterances, or 6,4%), Metalingual function (0%), Conative function (2 utterances, or 6,4%), and Poetic function (2 utterances, or 6,4%). The tweets from @onlyjiungs contain every criterion from Hymes's (1974) theory of context SPEAKING, indicating that context SPEAKING on a Twitter post from @onlyjiungs satisfies all of its component elements. The account under a name @onlyjiungs wants to share her tweets with her followers. The Participants of this post are @onyjiungs as the writer and her followers as readers. Then, the Twitter posts are taken from September 2021 until October 2021. The last parts of the Twitter post results intend to represent and express the aims of @onlyjiungs' tweets. Then, an update from @onlyjiung about Jiung’s life includes other social acts. From the tweets, @onlyjiungs highlights a specific message that she expressed. @onlyjiungs tweets are also mostly written in an informal style as they are aimed at teenagers their age. The Norm about the Twitter posts mostly focuses on explaining the object and the message from those Twitter messages. Finally, the Genre, since those Twitter posts primarily provide @onlyjiungs' followers with information as readers, the types of utterances from those posts tend to have a stronger Referential function. | |
| 35207 | 38703 | F1F018024 | Upaya Diplomasi Indonesia dalam Menghadapi Dampak Kebijakan RED Uni Eropa terhadap Ekspor Crude Palm Oil pada Masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai upaya diplomasi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengatasi dampak dari implementasi Renewable Energy Directive (RED) Uni Eropa terhadap ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia. Berbagai dampak yang muncul akibat implementasi kebijakan RED mendorong pemerintah Indonesia untuk merespon demi mempertahankan kepentingan nasionalnya dalam hal ekspor CPO ke Uni Eropa. Upaya-upaya diplomasi Indonesia dalam penelitian ini dianalisis melalui konsep diplomasi ekonomi dan diplomasi publik. Berdasarkan dampak yang ditimbulkan terhadap ekspor CPO Indonesia, diplomasi ekonomi Indonesia ditujukan untuk dapat memperkuat akses pasar, mendorong perdagangan yang adil, dan meningkatkan daya saing komoditas CPO Indonesia. Sedangkan diplomasi publik Indonesia bertujuan untuk mengatasi masalah kampanye negatif dan merubah persepsi negatif publik terhadap komoditas CPO Indonesia. | This research is motivated by various Indonesian diplomacy efforts during the administration of President Joko Widodo in overcoming the impact of the implementation of the European Union's Renewable Energy Directive (RED) on Indonesia's Crude Palm Oil (CPO) exports. Various effects arising from the implementation of the RED policy have encouraged the Indonesian government to respond to defend its national interests in regard on CPO exports to the European Union. Indonesia's diplomatic efforts in this study are analyzed through economic and public diplomacy concepts. Based on the impact on Indonesia's CPO exports, Indonesia's economic diplomacy is aimed at strengthening market access, encouraging fair trade, and increasing the competitiveness of Indonesia's CPO commodity. Meanwhile, Indonesia's public diplomacy aims to overcome the problem of negative campaigns and change negative public perceptions about Indonesian CPO commodities. | |
| 35208 | 35309 | C1H018001 | The Effect of capital Structure on Financial Performance (Study on Pharmaceutical Companies Listed on IDX for the 2016-2021 Period) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2016-2021. Penelitian ini membangun regresi menggunakan ROE sebagai variable dependen dan tiga variabel independen menggunakan rasio hutang, rasio asset jangka panjang dan rasio hutang terhadap aset. Di mana penelitian ini juga menggunakan dua kontro variabel yaitu ukuran dan pertumbuhan perusahaan. Pemilihan sample dilakukan dengan metode purposive sampling dengan perolehan sample sebanyak 7 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi BEI dari masing-masing perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah uji deskriptif statistik, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji model regresi ( uji F-test) dan uji R2) dan uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Spss 21, diperoleh hasil bahwa rasio hutang tidak berpengaruh terhadap ROE, rasio asset jangka panjang berpengaruh negative dan sgnifikan terhadap ROE dan rasio hutang terhadap aset berperngaruh negative dan signifikan terhadap ROE. Kontrol variabel ukuran dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE. | This research aimed to analyze the effect of capital structure on financial performance of pharmaceutical companies listed on IDX for the period 2016-2021. This study built the regression using ROE as dependent variable and three independent variables using leverage ratio, long-term asset ratio and debt-to-asset ratio. In addition, this research used two control variables, those are size and growth. Sample selection was done by purposive sampling method and obtained 7 companies. The data used secondary data in the form of financial statement from official website of the IDX and each company. The data collection method were done by observation and documentation method. The analytical methods used descriptive statistic, classical assumption, multiple linear regression, regression model (F-test and Adjusted R2) and hypothesis test using t-test. Based on the result analysis using Spss 21, the results obtained that leverage ratio has no effect on ROE, long-term asset ratio has a negative and significant effect on ROE and debt-to-asset ratio has a negative and significant effect on ROE. The control variables size and growth do not have a significant effect on ROE. | |
| 35209 | 52310 | E1A022084 | EVALUASI PENERAPAN MEANINGFUL PARTICIPATION DALAM PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2025 TENTANG TENTARA NASIONAL INDONESIA | Perkembangan sektor pertahanan negara mendorong pengaturan sistem pertahanan negara yang responsif terhadap permasalahan keamanan dan kedaulatan negara, sehingga mendorong perubahan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Adapun pembentukan peraturan peraturan perundang-undangan dalam negara hukum yang demokratis dilakukan dengan partisipasi masyarakat yang bermakna (meaningful participation) sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Undang Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang undangan. Melalui tiga prasyarat, yakni hak untuk didengar, dipertimbangkan, dan untuk mendapatkan penjelasan, masyarakat dapat mempengaruhi pembentukan kebijakan. Namun praktiknya, perubahan UU TNI menuai polemik sebab pembentukannya yang dianggap tertutup. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan konsep partisipasi bermakna pada perubahan UU TNI. Adapun Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan statute approach, concept approach, analytical approach. Hasil penelitian dan pembahasan menujukkan bahwa tiga prasyarat partisipasi bermakna tidak terpenuhi sebab kehendak politik (political will) yang menunjukkan konfigurasi politik otokratis serta kekosongan hukum dalam pengaturan pembentukan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut membuat asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik (algemene beginselen van behoorlijke regelgeving) juga tidak terpenuhi, sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas demokrasi serta delegitimasi UU TNI. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan partisipasi masyarakat yang proporsional agar pembentukan UU TNI sesuai dengan prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis | The development of the state defense sector necessitates the regulation of a state defense system that is responsive to security and state sovereignty issues, thereby prompting the amendment of Law Number 34 of 2004 concerning the Indonesian National Armed Forces (TNI Law). Furthermore, the formation of laws and regulations within a democratic rule of law must be conducted through meaningful public participation, as mandated by Law Number 13 of 2022 concerning the Second Amendment to Law Number 12 of 2011 concerning the Formation of Laws and Regulations. Through three fundamental prerequisites the right to be heard, the right to be considered, and the right to receive an explanation the public can actively influence policymaking. In practice, however, the amendment of the TNI Law has sparked controversy due to a lawmaking process that is considered opaque. This research aims to evaluate the implementation of the meaningful participation concept in the amendment of the TNI Law. The method utilized in this research is normative juridical legal research, employing a statute approach, conceptual approach, and analytical approach. The results of the research and discussion indicate that the three prerequisites for meaningful participation remain unfulfilled due to a political will that reflects an autocratic political configuration, compounded by a legal vacuum in the regulations governing the lawmaking process. Consequently, this renders the principles of good legislation (algemene beginselen van behoorlijke regelgeving) unfulfilled, which ultimately leads to a decline in the quality of democracy and the delegitimization of the TNI Law. Therefore, proportional regulation of public participation is imperative to ensure that the formation of the TNI Law aligns with the principles of a democratic rule of law.. | |
| 35210 | 38415 | H1D015005 | Pengembangan Sistem Informasi Statistik Pertanian Hortikultura (Sayur Buah Semusim) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas | Sistem Informasi Statistik Pertanian merupaka sistem terpadu, yang meliputi pendataan dan pengolahan data pegawai untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung kegiatan pertanian tanaman Hortikultura. Melalui sistem ini, dapat mempermudah dalam mencari atau mengelola data-data hortikultura. Sebelumnya sistem pendataan tanaman Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan masih menggunakan cara konvensional. Berdasarkan masalah yang ada penulis berusaha membangun sistem yang mampu mempermudah bidang pertanian hortikultura dalam mengelola dan mengolah data. Sistem Informasi Statistik Hortikultura ini akan membantu mengatasi masalah para Mantri Tani maupun Kepala Bidang Hortikultura. Melalui sistem ini, Mantri Tani akan mudah mengisi data hortikultura. Tujuan pengembangan sistem ini adalah untuk mempermudah monitoring data hortikultura dan mempermudah Mantri untuk mengisi dan melaporkan data yang sudah dikumulatif kepada Kepala Bidang Hortikultura. Sistem dibuat menggunakan konsep pemrograman terstruktur. Metode perancangan yang digunakan adalah waterfall dengan lima tahapan yaitu analisis, desain, pengkodean, percobaan/verifikasi dan pemeliharaan. | The Agricultural Statistics Information System is an integrated system, which includes data collection and employee data processing to produce fast, complete and accurate information in order to support Horticultural crop farming activities. Through this system, it can make it easier to find or manage horticultural data. Previously, the Horticultural plant data collection system at the Department of Agriculture and Food Security still used the conventional method. Based on the problems that exist, the author tries to build a system that is able to facilitate the field of horticultural agriculture in managing and processing data. This Horticulture Statistical Information System will help solve the problems of Mantri Tani and Heads of Horticulture Division. Through this system, Mantri Tani will easily fill in horticultural data. The purpose of developing this system is to facilitate monitoring of horticultural data and make it easier for the paramedics to fill in and report cumulative data to the Head of the Horticulture Division. The system is created using the concept of structured programming. The design method used is waterfall with five stages namely analysis, design, coding, trial/verification and maintenance. | |
| 35211 | 38337 | I1A018009 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP POLA ASUH PADA BALITA DI PUSKESMAS DEMAK II | Latar Belakang: Pola asuh adalah faktor penyebab kasus gizi balita di Demak. Pola asuh adalah kemampuan keluarga menyediakan waktu, perhatian dan dukungan dalam memenuhi kebutuhan anak berkaitan praktik pemberian makan dan perawatan kesehatan. Pola asuh dipengaruhi karakteristik keluarga (usia pengasuh, pendidikan, pekerjaan, status pengasuh, pengetahuan, dan sikap). Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pola asuh balita di Puskesmas Demak II. Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah balita di Puskesmas Demak II. Sampel sebanyak 92 menggunakan simple random sampling dengan respondennya pengasuh balita. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan adalah pendidikan (0,000), pengetahuan (0,000), dan sikap (0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh adalah pendidikan (OR=4,394), pengetahuan (OR=2,953), dan sikap (OR=3,282). Kesimpulan: Pendidikan adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap pola asuh balita. Perlu adanya edukasi mengenai pola asuh ke berbagai sasaran seperti remaja, calon pengantin, dan orang tua agar kelak dapat memberikan pola asuh yang tepat untuk balita sehingga masalah gizi bisa dicegah. Kata Kunci: Balita, Status Gizi, Pola Asuh, Pendidikan, Pengetahuan | Background: Parenting style is the factors that cause nutrition problems in a toddler in Demak districts. Parenting is the ability of families to provide time, attention, and support for the needs of children, which relates to the practice of feeding and health care. Parenting styles is influenced by family characteristics (age, education, occupation, caregiver status, knowledge, and attitude). This study aims to determine the factors that influence the parenting pattern of a toddler at Demak II Public Health Center. Methodology: This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. The population is toddlers at the Demak II Health Center. Sample of 92 using simple random sampling with the respondents being caregivers of toddlers. Collecting data using interviews with questionnaires. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis. Results: The results of the bivariate analysis showed that the related variables are education (0.000), knowledge (0.000), and attitudes (0.000). The results of multivariate analysis showed that the influential variables are education (OR=4,394), knowledge (OR=2,953), and attitudes (OR=3,282). Conclusions: The educate variable is the most influential variable on the parenting style of toddlers. There needs to be education about parenting for various targets such as teenagers, bride and groom, and parents so that in the future they can provide proper parenting for toddlers so that nutritional problems can be prevented. Keywords: Toddler, Nutritional Status, Parenting, Educate, Knowlegde | |
| 35212 | 38425 | G1A018080 | HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPARAHAN DAN TINGKAT ANSIETAS PADA PENDERITA PSORIASIS DI RSUD BANYUMAS | Psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronik ditandai dengan perubahan pertumbuhan dan diferensiasi sel epidermis diikuti manifestasi vaskuler. Salah satu faktor risiko psoriasis adalah stres mental yang dapat berujung pada ansietas. Ansietas merupakan respon normal terhadap stimulus lingkungan yang spesifik dan bukan gangguan mental yang seringkali tidak berkaitan dengan ancaman nyata namun dapat membuat seseorang tidak mampu bertindak atau bahkan menarik diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan dan tingkat ansietas pada penderita psoriasis di RSUD Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah 30 penderita psoriasis yang berobat di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Banyumas pada bulan November 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat keparahan psoriasis diukur menggunakan Psoriasis Area Severity Index (PASI). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan korelasi searah antara tingkat keparahan dan tingkat ansietas pada penderita psoriasis dengan nilai p-value 0,039 (p<0,005). Analisis kekuatan hubungan yaitu berkorelasi cukup (r=0,380). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara tingkat keparahan dan tingkat ansietas pada penderita psoriasis. | Psoriasis is a chronic inflammatory skin disease characterized by changes in the growth and differentiation of epidermal cells, followed by vascular manifestations. One of the risk factors for psoriasis is mental stress, which can lead to anxiety. Anxiety is a normal response to specific environmental stimuli and is not a mental disorder that is often not related to a real threat but can make a person unable to act or even withdraw. This study aims to determine the relationship between severity and anxiety level in psoriasis sufferers at Banyumas Hospital. This research is an observational analytic study with a cross-sectional study design. The research subjects were 30 psoriasis sufferers who were treated at the Dermatology and Venereology Clinic of Banyumas Hospital in November 2022 and who met the inclusion and exclusion criteria. The severity of psoriasis is measured using the Psoriasis Area Severity Index (PASI). This study showed that there was a significant correlation between the severity and level of anxiety in psoriasis sufferers, with a p-value of 0.039 (p = 0.005). Analysis of the strength of the moderate correlation (r = 0.38). According to the findings of this study, there is a significant correlation between the severity and level of anxiety in psoriasis patients. | |
| 35213 | 43973 | E1B018042 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK CIPTA LAGU-LAGU SESEORANG UNTUK KEPERLUAN SIARAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TETANG HAK CIPTA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 913 K/PDT.SUS-HKI/2022) | Permasalahan hak cipta di Indonesia sering muncul dari tidak adanya kesadaran pihak-pihak yang melanggar atas hasil karya orang lain yang telah menciptakan ciptaan tersebut dengan berkorban banyak hal, mulai dari tenaga, pikiran, waktu, bahkan dana untuk menghasilkan ciptaannya. Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana perlindungan hukum dan akibat hukum terhadap putusan Mahkamah Agung Nomor 913 K/PDT.SUS-HKI/2022. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Termohon Kasasi dalam kasus ini bersalah karena telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum atas pengumuman dan/atau penggandaan lagu-lagu ciptaan Pemohon Kasasi yang ditayangkan pada aplikasi media YouTube Termohon Kasasi karena belum meminta izin kepada sang Pencipta (Pemohon Kasasi) untuk menayangkannya di kanal YouTube Termohon Kasasi. Sebelumnya Termohon Kasasi telah membayar royalti lagu-lagu yang akan disiarkan melalui LMKN sebagai Turut Termohon Kasasi, namun pembayaran royalti tersebut hanya berlaku untuk keperluan siaran Termohon Kasasi melalui frekuensi televisi, bukan untuk penayangan pada frekuensi internet seperti yang digunakan YouTube. Termohon Kasasi juga dibebankan untuk membayar ganti rugi sejumlah Rp. 50.000.000 oleh Majelis Hakim kepada Pemohon Kasasi karena telah melanggar hak ekonomi Pemohon Kasasi dengan menayangkannya di kanal YouTube yang mana penyangan ini dapat dimonetisasi dan bersifat komersil. Dengan ini diharapkan pihak-pihak yang akan menggunakan karya seseorang dengan tujuan komersialisasi dapat lebih memahami peraturan tentang hak cipta dan pengelolaannya ketika akan menggunakan suatu ciptaan seseorang yang akan disiarkan dalam program acaranya agar tidak terjadi suatu perbuatan melawan hukum yang dapat menimbulkan sengketa. | Copyright issues in Indonesia often arise from a lack of awareness among parties who infringe upon the creations of others, who have sacrificed much in terms of effort, intellect, time, and even funds to produce their works. This research analyzes the legal protection and consequences of the Supreme Court decision Number 913 K/PDT.SUS-HKI/2022. The study utilizes a normative juridical method with legislative approach, case approach, and conceptual approach. The findings indicate that the Defendant in this case is culpable for committing Unlawful Acts by broadcasting and/or duplicating songs created by the Plaintiff, which were aired on the Defendant's YouTube channel without obtaining permission from the Creator (Plaintiff) to broadcast them on the Defendant's YouTube channel. Previously, the Defendant had paid royalties for the songs to be broadcasted through the LMKN as an Indirect Defendant, but these royalties only applied to the Defendant's broadcasting needs via television frequency, not for broadcasting on internet frequency as utilized by YouTube. The Defendant is also obligated to pay compensation in the amount of Rp. 50,000,000 to the Plaintiff by the Panel of Judges for violating the Plaintiff's economic rights by broadcasting them on the YouTube channel, which can be monetized and commercialized. It is hoped that parties intending to use someone else's work for commercial purposes will better understand copyright regulations and their management when using someone's creation to be broadcasted in their programs, thus avoiding unlawful actions that may lead to disputes. | |
| 35214 | 38417 | J1A018055 | SUBTITLING STRATEGY AND READABILITY OF DIRECTIVE SPEECH ACT IN GENSHIN IMPACT PROLOGUE CHAPTER SUBTITLE | Penelitian ini berjudul Subtitling Strategy and Readability of Directive Speech Act in Genshin Impact Prologue Chapter Subtitle. Berdasarkan strategi subtitling oleh Gottlieb (1992), penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan (2012), dan teori directive speech act John Searle (1976), penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek tersebut dalam subtitle bab prolog video game Genshin Impact. Data dikumpulkan dari subtitle prolog video game Genshin Impact. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta metode total sampling untuk menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan, ditemukan 5 jenis directive speech act, 7 dari 10 strategi subtitling yang diterapkan, dan tingkat keterbacaan terjemahan dapat dibaca. | This study is entitled Subtitling Strategy and Readability of Directive Speech Act in Genshin Impact Prologue Chapter Subtitle. Based on subtitling strategy by Gottlieb (1992), translation quality assessment by Nababan (2012), and directive speech act theory by John Searle (1976), this study aims to identify and analyze those aspect in video game Genshin Impact prologue chapter subtitle. The data were gathered from subtitle of prologue chapter of video game Genshin Impact. This research is conducted by using descriptive qualitative and quantitative method, also with total sampling method for answering the research questions. According to the finding and discussion, there are 5 types of directive speech act that found, 7 of 10 strategies of subtitling that applied, and the readability level of the translation is readable. | |
| 35215 | 38418 | C1H015021 | THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA INFLUENCER TOWARDS BRAND IMAGE, SELF CONCEPT AND PURCHASE INTENTION (STUDY OF APPLE’S IPHONE VIDEO REVIEW BY GADGETIN) | Abstrak Fenomena digital marketing saat ini banyak bermunculan media sosial. Banyak merek secara besar-besaran menggunakan influencer media sosial untuk mempromosikan merek mereka. Salah satu vlogger gadget dengan rating teratas adalah GadgetIn, saat ini GadgetIn sudah memiliki 9,43 juta pelanggan, total penonton 2 miliar, dan rata-rata penonton 1,4 juta per video. Penelitian diselesaikan secara kuantitatif dengan menggunakan metode survei, menggunakan kuesioner sebagai alat untuk memperoleh data, dan pertanyaan survei akan dibagikan secara online menggunakan Google Sheets. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling, dengan teknik accidental sampling terhadap 96 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model persamaan struktural-partial least square (SEM-PLS) untuk mengukur pengaruh variabel social media influencer, brand image, dan konsep diri terhadap niat beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara variabel social media influencer dan variabel brand image, terdapat pengaruh positif antara variabel social media marketing terhadap variabel konsep diri, terdapat pengaruh positif antara variabel brand image terhadap niat beli. dan terdapat pengaruh positif antara variabel konsep diri terhadap niat beli. | The current phenomenon of digital marketing is that there are many social media that have sprung up. Many brands are massively using social media influencers to promote their brands. One of the top-rated gadget vloggers is GadgetIn, currently GadgetIn already has 9.43 million subscribers, 2 billion total viewers, and an average viewer of 1.4 million per video. The research was completed quantitatively using a survey method, using a questionnaire as a tool to obtain data, and survey questions will be shared online using Google Sheets. The sampling technique in this study used non-probability sampling, with an accidental sampling technique toward 96 respondents. Data analysis was carried out using the structural equation model-partial least square (SEM-PLS) to measure the influence of social media influencer, brand image, and self-concept variables on purchase intention. The results of the study show that there is a positive influence between social media influencer variables and brand image variables, there is a positive influence between social media marketing variables on self concept variables, there is a positive influence between brand image variables on the purchase intention variable, and there is a positive influence between the self concept variable on the purchase intention. | |
| 35216 | 52382 | L1B022067 | Identifikasi dan Analisis Kelimpahan Larva Meroplankton Krustasea di Perairan Pulau Gorom, Seram Bagian Timur | Meroplankton merupakan kelompok organisme yang hanya bersifat plantonik pada fase awal kehidupannya saja. Saat menjadi dewasa, meroplankton akan berubah menjadi nekton yang aktif bergerak ataupun menjadi benthos yang hidup di dasar periaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelimpahan larva meroplankton krustasea di perairan Pulau Gorom, Seram Bagian Timur, sebagai indikator potensial budidaya perairan tersebut. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2025 menggunakan plankton net untuk mengumpulkan larva krustasea yang kemudian diidentifikasi hingga tingkat famili dan genus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui Perairan Pulau Gorom, Seram Bagian timur memiliki kelimpahan larva meroplankton yang beragam dan bervariasi. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan 14 famili dan 11 genus dari kelompok krustasea. Berdasarkan identifikasi ditemukan beberapa kelompok meroplankton krusatsea yang memiliki potensi sebagai komoditas budidaya bernilai ekonomi. Kelompok-kelompok yang diidentifikasi meliputi famili Penaeidae dan Squillidae (udang), Portunidae (kepiting), serta Palinuridae (lobster). Studi ini diharapkan akan menjadi dasar ilmiah bagi pengelolaan dan pengembangan budidaya krustasea yang berkelanjutan di Pulau Gorom. | Meroplankton are a group of organisms that are planktonic only during the early stages of their life cycle. Upon reaching adulthood, meroplankton transform into actively moving nekton or into benthos that live on the seafloor. This study aims to identify and analyze the abundance of crustacean meroplankton larvae in the waters around Gorom Island, Eastern Seram, as a potential indicator for aquaculture in these waters. Sampling was conducted by Agust 2025 using a plankton net to collect crustacean larvae, which were then identified to family and genus level. Based on the study, it was found that the waters around Gorom Island, East Seram, have a diverse and varied abundance of meroplankton larvae. Observations identified 14 families and 11 genus within the crustacean group. The identification revealed several groups of crustacean meroplankton with potential as economically valuable aquaculture commodities. The groups identified include the families Penaeidae and Squillidae (shrimp), Portunidae (crabs), and Palinuridae (lobsters). This study is expected to serve as a scientific foundation for the management and development of sustainable crustacean aquaculture on Gorom Island. | |
| 35217 | 38419 | G1B018012 | PERBANDINGAN POSISI LIDAH BERDASARKAN ANALISIS LOWE ANTARA RELASI SKELETAL KELAS I DAN KELAS II PASIEN ORTODONTI SUKU JAWA DI KABUPATEN BANYUMAS | Relasi skeletal merupakan hubungan anteroposterior antara maksila dan mandibula terhadap basis kranium. Abnormalitas relasi skeletal terjadi akibat faktor tekanan yang berasal dari jaringan lunak seperti bibir, pipi, dan lidah. Lidah berperan penting terhadap struktur dentofasial pada setiap individu sehingga dapat mempengaruhi hubungan gigi geligi dan relasi skeletal. Penentuan posisi lidah dan relasi skeletal dapat dilakukan analisis menggunakan radiografi sefalogram lateral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan posisi lidah berdasarkan analisis Lowe antara relasi skeletal kelas I dan kelas II pasien ortodonti suku Jawa di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan rancangan penelitian cross-sectional study ini menggunakan sampel berupa 60 sefalogram lateral terdiri dari 30 sefalogram relasi skeletal kelas I dan 30 sefalogram relasi skeletal kelas II suku Jawa yang didapatkan dari 3 lokasi penelitian. Penentuan relasi skeletal dilakukan menggunakan analisis Steiner dengan parameter sudut ANB dan penentuan posisi lidah menggunakan analisis Lowe dengan parameter tongue height (TGH) dan tongue length (TGL). Hasil analisis independent t-test menunjukkan bahwa tongue height (TGH) antara relasi skeletal kelas I dan kelas II tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p adalah 0,290 (p>0,05), sedangkan tongue length (TGL) antara relasi skeletal kelas I dan kelas II terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p sebesar 0,034 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini tinggi lidah atau tongue height (TGH) tidak terdapat perbedaan dan panjang lidah atau tongue length (TGL) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok relasi skeletal kelas I dan kelas II pasien ortodonti suku Jawa di Kabupaten Banyumas. | Skeletal relation is anteroposterior relationship between maxilla and mandible to base of cranium. Abnormal skeletal relationship can occur, one of which is due to pressure factors from soft tissues such as lips, cheeks, and tongue. Tongue plays an important role dentofacial structure in each individual that it can affect relationship between teeth and skeletal relation. Determination tongue position and skeletal relation can be by analysis using lateral cephalogram radiography. Purpose this research is to determine difference in tongue position based on Lowe's analysis between class I and class II skeletal relation Javanese orthodontic patient in Banyumas Regency. Type of this research is comparative descriptive research with a quantitative approach. Research with cross-sectional study design study used sample of 60 lateral cephalograms consisting of 30 class I skeletal relation and 30 class II skeletal relation Javanese lateral cephalograms from 3 study sites. Skeletal relation were analysed using Steiner’s analysis with ANB angle parameter and tongue position using Lowe’s analysis with tongue height (TGH) and tongue length (TGL) parameters. Results of independent t-test analysis showed that tongue height (TGH) between class I and class II skeletal relation had no significant difference with p value 0,290 (p>0,05), while tongue length (TGL) between class I and class II skeletal relation had a significant difference with p value 0,034 (p<0,05). Conclusion this study, there is no difference in tongue height (TGH) and tongue length (TGL) there is significant difference between class I and class II skeletal relation Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. | |
| 35218 | 38420 | G1B018009 | PERBANDINGAN POSISI LIDAH BERDASARKAN ANALISIS LOWE ANTARA MALOKLUSI DENGAN SUDUT INTERINSISAL NORMAL DAN PROTRUSIF PASIEN ORTODONTI SUKU JAWA KABUPATEN BANYUMAS | Lidah adalah organ di rongga mulut dengan kekuatan yang besar sehingga posisi lidah dapat berpengaruh terhadap struktur dentoalveolar. Pergerakan gigi anterior dan perubahan inklinasi gigi menjadi protrusif dapat terjadi pada posisi lidah yang berada lebih depan dari posisi normal. Parameter Tongue Height (TGH) dan Tongue Length (TGL) berdasarkan analisis Lowe dapat digunakan untuk melihat perubahan posisi lidah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan posisi lidah berdasarkan analisis Lowe antara maloklusi dengan sudut interinsisal normal dan protrusif pasien ortodonti suku Jawa Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian diambil dari tiga lokasi penelitian menggunakan teknik sampling kuota dengan jumlah sampel 60 terdiri dari 30 sefalogram lateral kelompok normal dan 30 sefalogram lateral kelompok protrusif. Sefalogram lateral dilakukan penapakan kemudian dilakukan pengukuran sudut interinsisal dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu sudut interinsisal normal (120◦-150◦) dan protrusif (<120◦). Posisi lidah terdiri dari TGH dan TGL diukur pada setiap kelompok. Pengukuran dilakukan oleh dua orang penilai dan hasil didapatkan dari rerata pengukuran kedua penilai. Data hasil pengukuran diolah menggunakan uji statistik independent T-Test. Hasil penelitian ini tidak terdapat perbedaan TGH signifikan antara kelompok sudut interinsisal normal dan protrusif dengan nilai p 0,073 (p>0,05) dan terdapat perbedaan TGL signifikan antara kelompok sudut interinsisal normal dan protrusif dengan nilai p 0,003 (p<0,05). Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan posisi lidah Tongue Length (TGL) dan tidak terdapat perbedaan posisi lidah Tongue Height (TGH) antara maloklusi dengan sudut interinsisal normal dan protrusif pasien ortodonti suku Jawa Kabupaten Banyumas. | Tongue is oral cavity organ with greater strength so that tongue position can affect dentoalveolar structures. Movement of anterior teeth and change of teeth inclination to be protrusive can occur on forward tongue position. Tongue Height (TGH) and Tongue Length (TGL) parameters based on Lowe's analysis can be used to see changes in tongue position. The purpose of this study was to compare tongue position based on Lowe's analysis between malocclusion with normal and protrusive interincisal angles of Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. This type of research was descriptive comparative with cross-sectional design. Samples were taken from three locations using quota sampling method with 60 samples consisting of 30 lateral cephalograms for normal group and 30 lateral cephalograms for protrusive group. Lateral cephalogram was traced, interincisal angle measured and divided into two groups, normal (120◦-150◦) and protrusive (<120◦). Tongue position consisting of TGH and TGL was measured in each group. Measurements were carried out by two raters and results were obtained from average measurement. Data was analyzed using independent T-Test. The results of this study showed that there was no significant difference in TGH with p value 0,073 (p>0,05) and there was significant difference in TGL with p value 0,003 (p>0,05) between the normal and protrusive interincisal angle groups. This research concluded that there was a difference in tongue position Tongue Length (TGL) and there was no difference in tongue position Tongue Height (TGH) between malocclusion with normal and protrusive interincisal angle of Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. | |
| 35219 | 38421 | C1A018061 | Analisis Determinasi Keterbukaan Ekonomi, Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Produk Domestik Bruto Negara Anggota Asean Tahun 2009 – 2019 | Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produk domestik bruto. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sembilan negara anggota ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Kamboja) selama periode tahun 2009 – 2019. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, pengujian koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keterbukaan ekonomi dan penanaman modal asing tidak memiliki pengaruh terhadap GDP. Sedangkan penanaman modal dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDB Negara anggota ASEAN pada tahun 2009 – 2019. Implikasi penelitian ini diharapkan pengambil kebijakan dapat mendorong pertumbuhan ekspor melalui peningkatan ekspor komoditas, melakukan impor untuk komoditas tertentu dan menetapkan pajak. Penanaman modal asing dan dalam negeri juga dapat lebih diperbaiki iklim investasi dan keterbatasan infrastruktur. Pengambil kebijakan juga perlu memperhatikan kesempatan kerja yang ada dan peningkatan kualitas tenaga kerja untuk menghindari tingginya tingkat pengangguran. | This research is a type of quantitative research that aims to analyze factors that influence the gross domestic bruto. Data Collection techniques used in this research are literature study. The sample used in this study were nine ASEAN member countries (Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Philippines, Vietnam, Myanmar, Brunei Darussalam, and Cambodia) during the periode 2009 – 2019. The data analysis used in this research is using descriptive statistical analysis, classical assumption test, panel data regression analysis, determination coefficient test, f test, and t test. The results of this study indicate that the variables of economic openness and foreign direct investment have no effect on GDP. Meanwhile, domestic investment and labor absorption have a positive and significant effect on the GDP of ASEAN member countries in 2009 – 2019. The implication of this research is that policy makers can encourage export growth by increasing commodity exports, importing certain commodities and setting taxes. Foreign and domestic investment can also further improve the investment climate and infrastructure limitations. Policy makers also need to pay attention to existing job opportunities and improve the quality of the workforce to avoid high unemployment rates. | |
| 35220 | 38423 | G1A019109 | FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN CIBEREM KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan infeksi paling umum di seluruh dunia yang disebabkan oleh cacing nematoda usus. Infeksi ini memiliki risiko tinggi pada anak usia sekolah dasar dan terutama terjadi pada sanitasi lingkungan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko lingkungan terhadap kejadian infeksi STH pada anak sekolah dasar di SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi dan pemeriksaan feses metode apung dengan jumlah 72 responden. Hasil penelitian menunjukkan 9 siswa (12,5%) terinfeksi STH. Berdasarkan hasil uji koefisien kontingensi, didapatkan hasil tidak terdapat korelasi bermakna dengan kekuatan korelasi sangat lemah antara sarana air bersih dengan infkesi STH (p=0,273 dan r=0,128), terdapat korelasi bermakna dengan kekuatan korelasi lemah antara kondisi jamban dengan infeksi STH (p=0,013 dan r=0,281) serta tidak terdapat korelasi bermakna dengan kekuatan korelasi lemah antara kondisi tempat pembuangan sampah dengan infeksi STH (p=0,064 dan r=0,213) pada anak sekolah dasar di SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Pemberian obat pencegahan cacingan secara massal (POPM) perlu dilakukan secara rutin oleh pemerintah untuk mencegah cacingan pada anak usia sekolah dasar serta perlu pengawasan terkait kepatuhan minum obat. Mengonsumsi obat pencegahan akan maksimal dalam memutus rantai penyebaran STH dengan diimbangi kondisi sanitasi lingkungan dan personal higiene yang baik. | Soil Transmitted Helminths (STH) infection is the most common infection worldwide caused by intestinal nematode worms. This infection has a high risk in elementary school-aged children and mainly occurs in poor environmental sanitation. This study aims to determine the relationship of environmental risk factors to the incidence of STH infection in elementary school children at SDN Ciberem, Sumbang, Banyumas. The method of data collection was carried out by questionnaires, observation and examination of feces by the floating method with 72 respondents. The results showed 9 students (12.5%) were infected with STH. Based on the results of the contingency coefficient test, there was no significant correlation with a very weak correlation strength between clean water facilities and STH infection (p = 0.273 and r = 0.128), there was a significant correlation with a weak correlation strength between latrine conditions and STH infection (p = 0.013 and r=0.281) and there was no significant correlation with the strength of the weak correlation between landfill conditions and STH infection (p=0.064 and r=0.213) in elementary school children at SDN Ciberem, Sumbang, Banyumas. The administration of mass deworming prevention drugs (POPM) needs to be carried out routinely by the government to prevent intestinal worms in elementary school-aged children and it is necessary to monitor compliance with taking medication. Taking preventive medicine will be maximal in breaking the chain of STH spread by being balanced with environmental sanitation conditions and good personal hygiene. |