Home
Login.
Artikelilmiahs
43973
Update
ABHIRAMA CETTA
NIM
Judul Artikel
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK CIPTA LAGU-LAGU SESEORANG UNTUK KEPERLUAN SIARAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TETANG HAK CIPTA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 913 K/PDT.SUS-HKI/2022)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Permasalahan hak cipta di Indonesia sering muncul dari tidak adanya kesadaran pihak-pihak yang melanggar atas hasil karya orang lain yang telah menciptakan ciptaan tersebut dengan berkorban banyak hal, mulai dari tenaga, pikiran, waktu, bahkan dana untuk menghasilkan ciptaannya. Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana perlindungan hukum dan akibat hukum terhadap putusan Mahkamah Agung Nomor 913 K/PDT.SUS-HKI/2022. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Termohon Kasasi dalam kasus ini bersalah karena telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum atas pengumuman dan/atau penggandaan lagu-lagu ciptaan Pemohon Kasasi yang ditayangkan pada aplikasi media YouTube Termohon Kasasi karena belum meminta izin kepada sang Pencipta (Pemohon Kasasi) untuk menayangkannya di kanal YouTube Termohon Kasasi. Sebelumnya Termohon Kasasi telah membayar royalti lagu-lagu yang akan disiarkan melalui LMKN sebagai Turut Termohon Kasasi, namun pembayaran royalti tersebut hanya berlaku untuk keperluan siaran Termohon Kasasi melalui frekuensi televisi, bukan untuk penayangan pada frekuensi internet seperti yang digunakan YouTube. Termohon Kasasi juga dibebankan untuk membayar ganti rugi sejumlah Rp. 50.000.000 oleh Majelis Hakim kepada Pemohon Kasasi karena telah melanggar hak ekonomi Pemohon Kasasi dengan menayangkannya di kanal YouTube yang mana penyangan ini dapat dimonetisasi dan bersifat komersil. Dengan ini diharapkan pihak-pihak yang akan menggunakan karya seseorang dengan tujuan komersialisasi dapat lebih memahami peraturan tentang hak cipta dan pengelolaannya ketika akan menggunakan suatu ciptaan seseorang yang akan disiarkan dalam program acaranya agar tidak terjadi suatu perbuatan melawan hukum yang dapat menimbulkan sengketa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Copyright issues in Indonesia often arise from a lack of awareness among parties who infringe upon the creations of others, who have sacrificed much in terms of effort, intellect, time, and even funds to produce their works. This research analyzes the legal protection and consequences of the Supreme Court decision Number 913 K/PDT.SUS-HKI/2022. The study utilizes a normative juridical method with legislative approach, case approach, and conceptual approach. The findings indicate that the Defendant in this case is culpable for committing Unlawful Acts by broadcasting and/or duplicating songs created by the Plaintiff, which were aired on the Defendant's YouTube channel without obtaining permission from the Creator (Plaintiff) to broadcast them on the Defendant's YouTube channel. Previously, the Defendant had paid royalties for the songs to be broadcasted through the LMKN as an Indirect Defendant, but these royalties only applied to the Defendant's broadcasting needs via television frequency, not for broadcasting on internet frequency as utilized by YouTube. The Defendant is also obligated to pay compensation in the amount of Rp. 50,000,000 to the Plaintiff by the Panel of Judges for violating the Plaintiff's economic rights by broadcasting them on the YouTube channel, which can be monetized and commercialized. It is hoped that parties intending to use someone else's work for commercial purposes will better understand copyright regulations and their management when using someone's creation to be broadcasted in their programs, thus avoiding unlawful actions that may lead to disputes.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save