Artikelilmiahs
Menampilkan 35.261-35.280 dari 49.883 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35261 | 38455 | L1A018045 | Pengaruh Perbedaan Substrat terhadap Warna Ikan Lunjar (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) di Hulu Sungai Banjaran, Banyumas, Jawa Tengah | Rasbora lateristriata, Bleeker 1854 berpotensi dijadikan sebagai ikan hias, dikarenakan ikan ini memiliki warna, corak dan bentuk yang indah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah substrat yang berbeda berpengaruh terhadap kepadatan dan tutupan warna merah, hijau dan biru pada Ikan Lunjar (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) di Hulu Sungai Banjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Teknik pengambilan data dengan menggunakan purposive sampling. Data pendukung dalam penelitian ini diambil secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan warna merah pada Ikan Lunjar (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) yang hidup di substrat bebatuan berbeda nyata dengan Ikan Lunjar (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) yang hidup pada substrat batu berpasir dan berpasir. Kepadatan warna hijau dan warna biru pada pada Ikan Lunjar (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) tidak menunjukkan beda nyata pada masing-masing substrat. Tutupan warna Ikan Lunjar (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) yang hidup pada substrat pasir berbatu, substrat berbatu dan substrat berpasir tidak menunjukkan perbedaan nyata. | Rasbora lateristriata, Bleeker 1854 has a potential to be used as ornamental fish, because this fish has beautiful colors, patterns and shape. The aims of this study is to understand whether different substrate has impact to density and red, green and blue color cover in Yellow Rasbora (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) in Banjaran River’s Upstream. The method used in this research was survey method. Data collecting techniques wass done with purposive sampling. Secondary data in this research is done in descriptive. The results on density red color of this study shows that Yellow Rasbora (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) that lived in rock substrate is different than Lunjar Fish that lived in sandy rock substrate and sand substrate. The densities of green color and blue color don’t show significant differences on each substrate. Color cover of Yellow Rasbora (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) that lived in sandy rock substrate, rock substrate and sand substrate don’t show significance in differences. | |
| 35262 | 38456 | E1A018011 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TELUR INFERTIL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Bangil Nomor 577/Pid.Sus/2021/PN Bil) | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TELUR INFERTIL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor : 577/Pid.Sus/2021/PN Bil) Oleh: Ario Ranai Setiawan E1A018011 ABSTRAK Perlindungan konsumen telah mengatur hak-hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. salah satu kasusnya ialah pelaku usaha yang melanggar hak-hak konsumen, kewajiban, serta perbuatan yang dilanggar bagi pelaku usaha dengan menjual telur infertil. Perbuatan tersebut telah menimbulkan kerugian bagi konsumen. karena telur infertile yang dijualnya terdapat bakteri dan tidak layak untuk di konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen telur infertil berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa konsumen telah mendapatkan perlindungan dengan dijatuhkannya hukuman bagi pelaku usaha Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. hakim juga menyatakan Syamsul Arifin Bin Sulton dan H.Ikrom Bin Paisoh terbukti bersalah melakukan perdagangan yang dilarang yaitu memperdagangkan telur infertil barang yang cacat. | LEGAL PROTECTION OF INFERTIL EGG CUSTOMER BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION (Decision Study Number: 577/Pid.Sus/2021/PN Bil) By: Ario Ranai Setiawan E1A018011 ABSTRACT Consumer protection has regulated the rights and obligations of consumers and business actors as stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. one of the cases is business actors who violate consumer rights, obligations, and actions that are violated for business actors by selling infertile eggs. These actions have caused losses to consumers. because the infertile eggs they sell contain bacteria and are not suitable for consumption. This study aims to determine legal protection for infertile egg consumers based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained is presented in a systematic narrative text, and the data analysis method used is qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that consumers have received protection by imposing penalties on business actors Article 8 paragraph (2) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. the judge also found Syamsul Arifin Bin Sulton and H.Ikrom Bin Paisoh found guilty of carrying out prohibited trade, namely trading infertile eggs in defective goods. | |
| 35263 | 38436 | K1B017052 | KAJIAN PERSAMAAN DIOPHANTINE NON LINIER ax^2-kxy+y^2+lx=0 | Persamaan Diophantine merupakan persamaan polinomial yang memuat dua atau lebih variabel dengan solusinya berupa bilangan bulat. Persamaan Diophantine polinomial memiliki banyak cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikannya, seperti menggunakan keterbagian, teori kekongruenan, fraksi kontinu, persamaan Pell, dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan syarat bilangan bulat k dan l sehingga persamaan Diophantine non linier ax^2-kxy+y^2+lx=0 dengan 2<=a<=15 memiliki tak hingga solusi bilangan bulat positif (x,y) . Pada penelitian ini dengan menggunakan teorema-teorema dalam fraksi kontinu dan persamaan Pell, diperoleh hasil bahwa terdapat pasangan-pasangan bilangan bulat k dan l sedemikian sehingga persamaan Diophantine non linier ax^2-kxy+y^2+lx=0 untuk 2<=a<=15 memiliki tak hingga solusi bilangan bulat positif (x,y) dengan gcd(x,y,l)=1. | Diophantine equation are polynomial equation that contain two or more variables with integer solution. Polynomial Diophantine equations can be solved by various methods of solving such as using division, congruence theory, continuous fractions, Pell's equations, and others. The purpose of this study is to determine the conditions for integer k and l so the non linear Diophantine equation ax^2-kxy+y^2+lx=0 for 2<=a<=15 has infinite positive integer solutions (x,y). In this study using the theorems on continued fractions and Pell's equation, the result is that there are pairs of integers k and l such that the non linear Diophantine equation ax^2-kxy+y^2+lx=0 for 2<=a<=15 has infinite positive integer solutions (x,y) with gcd(x,y,l)=1. | |
| 35264 | 38457 | I1C016082 | ANALISIS SIKAP MAHASISWA STRATA 1 FARMASI UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN | Latar Belakang: Sebagai calon farmasis di masa yang akan datang, mahasiswa farmasi selain memiliki pengetahuan tentang obat juga harus memiliki sikap positif terhadap konsep pelayanan kefarmasian. Dengan mengembangkan sikap positif mahasiswa farmasi terhadap konsep pelayanan kefarmasian, maka dapat meningkatkan penyediaan praktik pelayanan kefarmasian di masa mendatang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap mahasiswa farmasi terhadap pelayanan kefarmasian dan pengaruh tingkatan mahasiswa Strata 1 Farmasi Universitas Harapan Bangsa terhadap sikap pelayanan kefarmasian. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik proporsional. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat Universitas Harapan Bangsa yang total berjumlah 198. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner sikap. Kuesioner ini terdiri dari dua kuesioner yaitu Pharmaceutical Care Attitude Survey (PCAS) dan Knowledge, Attitude, dan Practice (KAP). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Normalitas Kolmmogorov Smirnov dan uji korelasi Rank Spearman yang diolah menggunakan software SPSS. Hasil Penelitian: Mahasiswa S1 Farmasi Universitas Harapan Bangsa memiliki sikap yang sangat baik (94,4%) terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkatan mahasiswa strata 1 dengan sikap pelayanan kefarmasian berdasarkan nilai p-value 0,341>0,05. Kesimpulan: Seluruh mahasiswa yang mengikuti penelitian ini memiliki sikap yang sangat baik terhadap pelayanan kefarmasian dan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan tingkatan mahasiswa | Background: As future pharmacist candidates, pharmacy students should have a positive attitude toward pharmaceutical care besides only having knowledge about drugs. A positive attitude of pharmacy students toward the concept of pharmaceutical care can improve the practice of providing pharmaceutical care in the future. Objective: This study aims to describe pharmacy students' attitudes toward pharmaceutical care and the influence of the undergraduate level of Pharmacy students at Harapan Bangsa University on pharmaceutical care attitudes. Methodology: This research is a non-experimental study with a cross-sectional study. The sampling technique used in this study is the proportional technique. The samples in this study were first, second, third, and fourth-year students at Harapan Bangsa University, totaling 198 students. The research instrument used in this study is attitude questionnaire. This questionnaire consists of two questionnaires: the Pharmaceutical Care Attitude Survey (PCAS) and Knowledge, Attitude, and Practice (KAP). The data analysis used in this study was the Kolmogorov-Smirnov Normality test and the Rank Spearman correlation test, which were processed using SPSS software. Results: Harapan Bangsa University Bachelor of Pharmacy students have a very good attitude (94.4%) towards pharmaceutical care. The results showed no significant relationship between the level of undergraduate students and pharmaceutical care attitudes based on a p-value of 0.341> 0.05. Conclusion: All students in this study had a very good attitude toward pharmaceutical care, which had nothing to do with student level. | |
| 35265 | 38459 | G1A015022 | Perbedaan Kadar D-Dimer terhadap Derajat Keparahan Covid-19 pada Pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | Latar belakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit baru yang muncul pada tahun 2019 yang disebabkan oleh virus corona yang diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Jumlah penderita COVID-19 pada tahun 2021 mencapai 195.266.156 dengan jumlah kematian mencapai 4.180.161. Derajat keparahan COVID-19 diklasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu ringan, sedang, berat, dan kritis. Peningkatan D-Dimer adalah biomarker potensial untuk prognosis buruk pada COVID-19. Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar D-Dimer terhadap derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode consecutive sampling sebanyak 142 pasien sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov dan dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis.. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 76 pasien (53,5%) dan perempuan 66 pasien (46,5%) dengan kelompok usia 18-60 tahun sebanyak 98 pasien (69%) dan kelompok usia >60 tahun 44 pasien (31%). Derajat penyakit sedang sebanyak 51 pasien (35,9%), derajat berat 66 pasien (46,5%), dan derajat kritis 25 pasien (17,6%). Rerata kadar D-Dimer pada derajat sedang 700,59 ng/mL, derajat berat 2581,82 ng/mL dan derajat kritis 3257 ng/mL. Uji nonparametrik Kruskal Wallis memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar D-Dimer terhadap derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo. | Background: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new disease that emerged in 2019 caused by a corona virus called Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The number of sufferers of COVID-19 in 2021 reached 195,266,156 with the number of deaths reaching 4,180,161. The severity of COVID-19 is classified into 4 categories, namely mild, moderate, severe and critical. Elevated D-Dimer is a potential biomarker for bad prognosis in COVID-19. Objective: To know the difference of D-Dimer levels in the severity of COVID-19 patients in Hospital Prof. dr. Margono Soekarjo. Method: The research subjects were obtained using the consecutive sampling method as many as 142 patients according to the inclusion and exclusion criteria. Normality test with Kolmogorov Smirnov and analyzed using the Kruskal Wallis test. Result: The results showed that 76 patients (53.5%) were male and 66 patients (46.5%) female, with an age group of 18-60 years of 98 patients (69%) and an age group >60 years of 44 patients ( 31%). A Moderate severity was 51 patients (35.9%), severe degree was 66 patients (46.5%), and critical degree was 25 patients (17.6%). The average D-Dimer level at moderate severity was 700.59 ng/mL, severe degree was 2581.82 ng/mL and critical degree was 3257 ng/mL. The Kruskal Wallis nonparametric test has a significance value of 0.000 <0.05. Conclusion: There was significant difference of D-Dimer levels in the severity of COVID-19 patients in Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo. | |
| 35266 | 38460 | A1D018194 | APLIKASI NPK-ZEO-SR DENGAN PERBEDAAN DIAMETER PUPUK DAN UKURAN ZEOLIT PADA PENINGKATAN SERAPAN P DAN KUALITAS HASIL BAWANG MERAH PADA INCEPTISOL | Bawang merah adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena memiliki berbagai manfaat. Permasalahan yang dihadapi yaitu lahan pertanian semakin berkurang, sedangkan kebutuhan bawang merah akan selalu meningkat karena pertambahan jumlah penduduk. Tanah Inceptisol adalah salah satu jenis tanah yang cukup luas dan potensial untuk lahan pertanian, namun Inceptisol memiliki permasalahan di lapangan karena termasuk lahan yang kurang baik dari segi fisik dan kimia. Perakitan pupuk NPK-ZEO-SR dengan berbagai diameter dan dikombinasikan dengan zeolit alam diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah Inceptisol, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui diameter pupuk NPK-ZEO-SR dan mengetahui diameter zeolit alam yang paling baik, serta mengetahui interaksi antara diameter pupuk NPK-ZEO-SR dan ukuran zeolit alam yang paling baik pengaruhnya terhadap serapan P dan kualitas hasil bawang merah. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang disusun ke dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan dua faktor yaitu NPK-ZEO-SR (kontrol, 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, dan 5 mm) dan ukuran zeolit (60 mesh dan 100 mesh) dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati diantaranya serapan P, diameter umbi, volume umbi, kekerasan umbi, warna umbi, aroma umbi, kandungan vitamin C, dan kadar air umbi. Aplikasi pupuk NPK-ZEO-SR dengan perbedaan diameter tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel. Pemberian zeolit alam dengan perbedaan ukuran berpengaruh pada kekerasan umbi. Interaksi antara pemberian pupuk NPK-ZEO-SR berbagai diameter dengan ukuran zeolit alam memberikan pengaruh pada kandungan vitamin C dengan kombinasi perlakuan terbaik pupuk NPK-ZEO-SR 5 mm dan ukuran zeolit alam 60 mesh. | Shallots are one of horticultural plant that has high economic value because it has various benefits. The problem faced is that agricultural land is decreasing, while the need for shallots will always increase due to population growth. Inceptisol soil is one type of soil that is quite extensive and has potential for agricultural land, but Inceptisol has problem in the field because it includes land that is not good in terms of physical and chemical. The assembly of NPK-ZEO-SR fertilizer combined with natural zeolite with various diameters is expected to improve the quality of Inceptisol soil, so as to increase the productivity of shallots. The purpose of this study was to determine the best diameter of NPK-ZEO-SR fertilizer and natural zeolite, as well as to determine the interaction between the diameter of NPK-ZEO-SR fertilizer and the size of natural zeolite which had the best effect on P uptake and yield quality of shallots. This study was a pot experiment arranged in a completely randomized block design (RCBD) with two factors, namely NPK-ZEO-SR (control, 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, and 5 mm) and zeolite size (60 mesh and 100 mesh) with three replicates. The variables observed were P uptake, bulbs diameter, bulbs volume, bulbs hardness, bulbs color, bulbs aroma, vitamin C content, and bulbs water content. The application of NPK-ZEO-SR fertilizer with different diameters did not affect all variables. The provision of natural zeolite with different sizes affects the hardness of the bulbs. The interaction between the application of NPK-ZEO-SR fertilizer with various diameters and the size of natural zeolite gave an effect on the vitamin C content with the best combination of 5 mm NPK-ZEO-SR fertilizer and 60 mesh size of natural zeolite. | |
| 35267 | 38461 | C1H019013 | E-SERVQUAL'S IMPACT ON CUSTOMER SATISFACTION AND CUSTOMER ENGAGEMENT THROUGH PERCEIVED VALUE (Study in Gemilang Android Application as a public service in Kabupaten Tangerang) | Inovasi pelayanan publik memiliki peran penting untuk dapat terus berpartisipasi dalam perkembangan digital terutama untuk pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat. Aplikasi Tangerang gemilang merupakan realisasi inovasi dari pemerintah Kabupaten Tangerang di era digital agar kebutuhan masyarakat dapat terselesaikan dengan cepat, tepat dan efisien. Namun karena pemerintah sendiri belum begitu siap dan optimal dalam pengembangan inovasi publik, sehingga muncul beberapa kendala yang mempengaruhi kualitas e-service, dan akan berdampak pada kepuasan masyarakat dan keterlibatan masyarakat melalui perceived value, maka perlu dilakukan evaluasi. dibutuhkan terkait inovasi dari kualitas e-service apakah sudah sesuai dengan harapan masyarakat dan berfungsi sebagaimana mestinya atau jauh dari harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kualitas e-service sebagai implementasi inovasi pelayanan publik yang akan mempengaruhi kepuasan pelanggan dan keterlibatan pelanggan melalui nilai yang dirasakan. Sampel penelitian ini adalah pengguna aplikasi Tangerang Gemilang sebanyak 196 orang. Analisis data penelitian menggunakan model persamaan struktural (SEM) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-service quality berpengaruh positif terhadap customer satisfaction, perceived value dan customer engagement. | Public service innovation has an important role to be able to continue to participate in digital developments, especially for services from the government to the community. The Tangerang gemilang application is the realization of innovation from the Tangerang regency government in the digital era so that people's needs can be quickly, precisely and efficiently resolved. However, because the government itself is not so ready and optimal in the development of public innovation, so that several obstacles arise that affect e-service quality, and will have an impact on community satisfaction and community involvement through perceived value, so an evaluation is needed related to innovation from e-service quality whether it is in accordance with community expectations and functions as it should or is far from expectations. The purpose of this study is to analyze the impact of e-servqual as the implementation of public service innovations that will affect customer satisfaction, and customer engagement through perceived value. The sample of this study was 196 users of the Tangerang gemilang application. Analysis of research data using structural equation model (SEM) with AMOS. The results showed that e-service quality has a positive effect on customer satisfaction, perceived value and customer engagement. | |
| 35268 | 38462 | L1C016006 | RESPON SUARA IKAN GIRU (Amphiprion ocellaris) PADA SALINITAS YANG LEBIH RENDAH SKALA LABORATORIUM | Penelitian ini berjudul “Respon Suara Ikan Giru (Amphiprion ocellaris) pada Salinitas yang Lebih Rendah Skala Laboratorium”. Ikan Giru (Amphiprion ocellaris) merupakan komunitas ikan karang yang berpotensi menjadi ikan hias air laut. Ikan Giru (Amphiprion ocellaris) mampu menghasilkan suara saat melakukan aktivitas. Produktivitas suara ikan dapat diamati dengan menggunakan instrumental akustik. Metode yang digunakan adalah observasi laboratorium berupa metode akustik pasif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan tingkah laku berupa respon suara yang dihasilkan oleh Ikan Giru (Amphiprion ocellaris) akibat penurunan kadar salinitas. Karakteristik suara pada Ikan Giru (Amphiprion ocellaris) terdapat dua jenis suara yaitu chirp dan pops. Respon suara berupa durasi dan frekuensi pada suara chirp dan pops menunjukkan nilai yang tidak terlalu signifikan seiring penurunan salinitas. Intensitas menunjukkan rata-rata penurunan pada suara chirp dan pops dan pada salinitas terendah menunjukkan nilai intensitas yang naik. Jumlah suara chirp menunjukkan rata-rata penurunan seiring penurunan salinitas, sedangkan suara pops mengalami jumlah kenaikan yang sangat drastis di salinitas terendah. Maka, perubahan tingkah laku dan produktivitas suara harian menurun drastis pada salinitas 17 ppt. | This research is entitled "The Sound Response of Giru Fish (Amphiprion ocellaris) at Lower Salinity on Laboratory Scale". Giru fish (Amphiprion ocellaris) is a reef fish community that is potentially becoming a seawater ornamental fish. This fish (Amphiprion ocellaris) is able to produce sound when doing activities. The fish sound productivity can be observed using acoustic instrumentals. The method used was laboratory observation in the form of a passive acoustic method. The purpose of this study was to determine changes in behavior in the form of sound responses produced by Giru Fish (Amphiprion ocellaris) due to the decreasing levels of the salinity. There are two types of Giru fish sound characteristics, namely chirp and pops. The sound response in the form of duration and frequency of chirp and pop sound showed a value which was not too significant as the salinity decreases. The intensity showed that the average decrease in chirp and pops sounds and at the lowest salinity showed an increasing intensity value. The number of chirp sounds showed an average decrease as the salinity decreases, while the number of pops experienced a very drastic increase at the lowest salinity. Thus, the changes in behavior and daily sound productivity decreased drastically at a salinity of 17 ppt. | |
| 35269 | 38149 | L1C018050 | HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KARBON TERSIMPAN DAN KELIMPAHAN GASTROPODA PADA MANGROVE DI KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL (KEE) MUARA KALI IJO, KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN | Emisi CO2 yang terakumulasi di atmosfer menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara global. Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah meningkatkan penyerapan karbon dan/atau menurunkan emisi di atmosfer. Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai pereduksi karbon melalui proses sekuestrasi (C-sequestration). Hutan mangrove adalah salah satu ekosistem alami yang memberikan kontribusi besar bagi populasi sebagai sumber makanan, salah satunya adalah gastropoda. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kerapatan mangrove, estimasi stok karbon mangrove, kelimpahan gastropoda dan hubungan antara ketiga variabel tersebut di hutan mangrove KEE Muara Kali Ijo, Kebumen pada bulan Juni- Juli 2022. Penelitian menggunakan metode survei, penentuan stasiun berdasarkan metode purposive random sampling dan pengukuran estimasi biomassa dan stok karbon menggunakan metode tanpa pemanenan (non-destructive). Berdasarkan penelitian hasil kerapatan berkisar antara sedang- tinggi, estimasi stok kandungan karbon diperkirakan sebesar 5909.3 ton/ha dan umur tegakan dan besrnya diameter batang merupakan faktor yang mempengaruhi biomassa. Kelimpahan gastropoda yang didapatkan mencapai 48,02 ind/m2 atau 21 spesies. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa kerapatan mangrove tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai biomassa batang dan stok karbon, biomassa batang berbanding lurus terhadap stok karbon, kerapatan mangrove tidak mempengaruhi kelimpahan gastropoda, stok karbon dan kelimpahan gastropoda mempunyai hubungan korelasi kuat. | CO2 emissions that accumulate in the atmosphere cause global climate change. To reduce the impact of climate change, one of the efforts that can be done at this time is to increase carbon sequestration and/or reduce emissions in the atmosphere. The mangrove ecosystem has an ecological function as a carbon reducing agent through the sequestration process (C-sequestration). Mangrove forest is one of the natural ecosystems that makes a major contribution to the population as a source of food, one of which is gastropods. The purpose of this study was to calculate mangrove density, mangrove carbon stock estimation, gastropod abundance and the relationship between these three variables in the mangrove forest of KEE Muara Kali Ijo, Kebumen in June-July 2022. The study used survey method, station determination was based on purposive random sampling method. and measurement of estimated biomass and carbon stock using the non-destructive method. Based on the results of the research, the density ranges from medium to high, the estimated carbon stock is estimated at 5909.3 tons/ha and the age of the stand and the size of the stem diameter are factors that affect biomass. The abundance of gastropods obtained reached 48.02 ind/m2 or 21 species. Correlation test results showed that mangrove density did not significantly affect the value of stem biomass and carbon stock, stem biomass was directly proportional to carbon stock, mangrove density did not affect gastropod abundance, carbon stock and gastropod abundance had a strong correlation. | |
| 35270 | 38463 | C1A018119 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPPENGARUHI JUMLAH PENGUNJUNG GUNUNG SLAMET | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pengunjung Gunung Slamet. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuntitatif deskriptif dengan sumber data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Variabel biaya perjalanan nilai koefisien sebesar -0,0000002924 dengan nilai negatif dan berpengaruh signifikan. 2) Variabel jarak tempuh nilai koefisien sebesar -0,005 dengan nilai negatif dan berpengaruh signifikan. 3) Variabel usia nilai koefisien sebesar 0,163 dengan nilai positif dan berpengaruh signifikan. 4) Variabel pendapatan nilai koefisien sebesar 0,00000003282 dengan nilai positif dan berpengaruh signifikan. 5) Variabel keanggotaan klub nilai koefisien sebesar -2,060 dengan nilai negatif dan berpengaruh signifikan. Implikasi pada penelitian ini yaitu pengelola pendakian Gunung Slamet via Bambangan ataupun pemerintah daerah dapat melakukan penambahan dan perbaikan fasilitas antara lain penambahan lahan untuk parkir para pendaki, penataan dan perawatan kembali jalur pendakian untuk memudahkan para pendaki, perketat lagi regulasi sampah agar jalur pendakian tetap terjaga dan bersih dari sampah yang dibawa oleh para pendaki. Hal ini dapat menambah minat para pendaki untuk melakukan pendakian dan akan meningkatkan jumlah berkunjung kembali dari para pendaki. | This study aims to analyze the factors that influence the number of visitors to Mount Slamet. The method in this study uses a descriptive quantitative approach with primary data sources obtained through questionnaires. The results of this study indicate: 1) The travel cost variable has a coefficient value of -0.0000002924 with a negative value and a significant effect. 2) The variable distance traveled has a coefficient value of -0.005 with a negative value and a significant effect. 3) The age value coefficient variable is 0.163 with a positive value and a significant effect. 4) The income variable has a coefficient value of 0.00000003282 with a positive value and a significant effect. 5) The variable decreasing the club value coefficient is -2.060 with a negative value and a significant effect. The implication of this research is that the manager of climbing Mount Slamet via Bambangan or the local government can add and improve facilities, including adding land for parking for climbers, rearranging and maintaining climbing routes to make it easier for climbers, tightening waste regulations so that climbing routes are maintained and clean of garbage brought by the climbers. This can increase the interest of climbers to climb and will increase the number of return visits from climbers. | |
| 35271 | 38464 | C1B017062 | Peran Transparansi dan Akurasi dalam Mereduksi Pengaruh Ingroup Favoritism terhadap Performance Appraisal Bias | Penelitian ini merupakan pengembangan baru dari beberapa riset terdahulu berkaitan dengan fenomena ingroup favoritism yang kemunculannya menjadi pemicu bagi timbulnya bias dalam penilaian kinerja karyawan, serta ditemukannya fakta berupa permasalahan dan kesesuaian instrumen yang diuji pada karayawan di PT Ajinomoto Sales Indonesia Purwokerto. Temuan tersebut mendorong penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan transparansi dan akurasi dalam memoderasi hubungan antara ingroup favoritism dengan performance appraisal bias. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penghimpun informasi dan data dari responden. Jumlah sampel yang diuji sebesar 71 merupakan hasil seleksi dengan perhitungan rumus Slovin dari jumlah populasi sebesar 85 pekerja kemudian dilakukan pemilihan melalui simple random sampling. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji intsrumen penelitian meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi sederhana serta moderated regression analysis. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu: (1) ingroup favoritism berpengaruh positif dan signifikan terhadap performance appraisal bias, (2) transparansi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap performance appraisal bias, (3) transparansi memoderasi pengaruh ingroup favoritism terhadap performance appraisal bias, (4) akurasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap performance appraisal bias, (5) akurasi memoderasi pengaruh ingroup favoritism terhadap performance appraisal bias. Hasil dari penelitian ini memunculkan temuan baru yang dapat menjadi acuan sekaligus memperkaya perspektif terkait hubungan variabel ingroup favoritism, transparansi, akurasi dan performance appraisal bias. Organisasi perlu menciptakan penilaian kinerja yang etis dan berkeadilan dengan meningkatkan transparansi dan akurasi didalam prosesnya guna mengurangi pengaruh negatif yang muncul dari bias penilaian yang diakibatkan oleh favoritism atas dasar preferensi like dan dislike yang subjektif. | This research is a new development of several previous studies related to the phenomenon of ingroup favoritism, whose emergence is a trigger for bias in employee performance appraisal, as well as the discovery of facts in the form of problems and the suitability of instruments tested on employees at PT Ajinomoto Sales Indonesia Purwokerto. These findings prompted the authors to conduct research with the aim of finding out the extent to which transparency and accuracy can moderate the relationship between ingroup favoritism and performance appraisal bias. This type of research is included in quantitative research using a questionnaire as a means of gathering information and data from respondents. The number of samples tested was 71, which was the result of selection by calculating the Slovin formula from a population of 85 workers, then the selection was carried out through simple random sampling. The statistical analysis used to test the research instruments included validity and reliability tests, classic assumption tests, simple regression analysis, and moderated regression analysis. This study produced several findings, namely: (1) ingroup favoritism has a positive and significant effect on performance appraisal bias, (2) transparency has a negative and significant effect on performance appraisal bias, (3) transparency moderates the effect of ingroup favoritism on performance appraisal bias, (4) accuracy has a negative and significant effect on performance appraisal bias, (5) accuracy moderates the effect of ingroup favoritism on performance appraisal bias. The results of this study gave rise to new findings that can serve as a reference and enrich perspectives regarding the relationship between ingroup favoritism, transparency, accuracy, and performance appraisal bias variables. Organizations need to create ethical and fair performance appraisals by increasing transparency,and accuracy in the process in order to reduce the negative effects that arise from assessment bias caused by favoritism based on subjective like and dislike preferences. | |
| 35272 | 38466 | C1A018073 | Analisis Pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Penerima Kredit Wibawa di Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang | Program dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang yaitu Kredit Wibawa dapat membantu akses permodalan UMKM sehingga UMKM dapat berkembang dan dapat berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat sekitar terutama pelaku UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara sebelum dan setelah menerima Kredit Wibawa serta menganalisis pengaruh modal, tenaga kerja, lama usaha, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan UMKM penerima Kredit Wibawa di Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling yaitu penentuan sampel tanpa kriteria-kriteria tertentu. Banyaknya sampel pada penelitian ini yaitu 51 responden, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara langsung berdasarkan kuesioner terhadap responden. Penelitian ini menggunakan analisis Uji Beda Rata-Rata dan Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pendapatan UMKM sebelum dan setelah menerima Kredit Wibawa yaitu rata-rata pendapatan UMKM meningkat sebesar Rp 951.960,784 per bulan setelah menerima Kredit Wibawa. Serta terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel modal dan variabel lama usaha terhadap pendapatan UMKM setelah menerima Kredit Wibawa. Sedangkan variabel tenaga kerja dan variabel tingkat pendidikan tidak signifikan. | The program from the Semarang City Cooperatives and UMKM Office, namely Credit Wibawa, can help access MSME capital so that MSMEs can develop and can contribute to improving the economy of the surrounding community. The purpose of this study was to determine the difference in income between before and after receiving the Credit Wibawa and to analyze the effect of capital, labor, length of business, and level of education on the income of MSME recipients of the Credit Wibawa in North Semarang District, Semarang City. This type of research is a quantitative research. The sampling technique in this study used random sampling, namely determining the sample without certain criteria. The number of samples in this study, namely 51 respondents, the data collection technique used was to conduct direct interviews based on questionnaires to the respondents. This study uses the analysis of the mean difference test and multiple linear regression analysis. Based on the results of the research and data analysis that has been done, it can be concluded that there is a significant difference in MSME income before and after receiving the Wibawa Credit, namely that the average MSME income increases by Rp. 951,960.784 per month after receiving the Credit Wibawa. And there is a significant effect of the capital variable and the length of business variable on MSME income after receiving the Credit Wibawa. While the labor variable and education level variable have not significant effect. | |
| 35273 | 38468 | L1A016081 | Status Perikanan Tangkap Kabupaten Kebumen | Perairan Kabupaten Kebumen memiliki potensi sumber daya ikan yang besar. Status perikanan tangkap di Kabupaten Kebumen meliputi perkembangan jumlah nelayan/RTP, kapal penangkapan, alat tangkap, volume produksi penangkapan, nilai produksi perikana, jenis dan hasil tangkapan ikan. Hasil penelitian nelayan kebumen termasuk kedalam kategori nelayan kecil berdasarkan penggunaan jenis perahu kurang dari 5 GT dan perahu motor tempel. Jumlah pertumbuhan nelayan dan jumlah perahu penangkapan di Kabupatan Kebumen meningkat sepanjang tahun 2016-2020. Jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di kabupaten Kebumen diantaranya jaring insang tetap, jaring insang hanyut, trammel net, pancing dan bintur. Volume produksi dan nilai produksi perikanan tangkap kebumen menurun pada tahun 2020 karena adanya pandemi covid-19. Potensi jenis hasil tangkapan nelayan kebumen terdapat pada jenis ikan demersal yang bernilai ekonomi tinggi seperti ikan bawal putih (Pampus argenteus), lobster (Panulirus homarus), udang jerebung (Penaeus merguiensis) dan ikan kakap merah (Lutjanus campechanus). | Capture fisheries in Kebumen Regency has a large potential of fish resources. The status of capture fisheries in Kebumen Regency includes the development of the number of fishermen/RTPs, fishing vessels, fishing gear, fishing production volume, fishery production value, types and catches of fish. The results of the research of Kebumen fishermen are included in the category of small fishermen based on the use of boat types less than 5 GT and outboard motor boats. The number of growth of fishermen and the number of fishing boats in Kebumen Regency increased throughout 2016-2020. Types of fishing gear used by fishermen in Kebumen district include fixed gill nets, drift gill nets, trammel nets, fishing rods and hooks. The production volume and production value of the Kebumen capture fishery decreased in 2020 due to the COVID-19 pandemic. Potential spesices of catches of Kebumen fishermen are found in demersal fish with high economic value such as white pomfret (Pampus argenteus), lobster (Panulirus homarus), jerebung shrimp (Penaeus merguiensis) and red snapper (Lutjanus campechanus). | |
| 35274 | 43977 | C1C020080 | PENGARUH PENERAPAN GREEN ACCOUNTING, LEVERAGE, KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Industri Ekstraktif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan green accounting, leverage dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan industri ekstraktif tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diambil dari data laporan tahunan perusahaan ekstraktif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2022. Dengan menggunakan teknik purposive sampling menghasilkan 78 data. Nilai perusahaan diukur dengan Tobins’Q, green accounting diukur menggunakan logaritma natural total biaya lingkungan, leverage dukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), dan kepemilikan manajerial menggunakan rasio kepemilikan saham manajemen di perusahaan. Model analisis data menggunakan common effect model. Hasil penelitian dengan menggunakan E-Views 12 menunjukan bahwa: (1) Penerapan green accounting mempunyai positif terhadap nilai perusahaan industri ekstraktif. (2) Leverage tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan industri ekstraktif. (3) Kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan industri ekstraktif. | This research aims to examine the effect of implementing green accounting, leverage and managerial ownership on firm value in extractive industry companies in 2020-2022. This research uses quantitative methods taken from annual report data of extractive companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2020-2022 period. Using purposive sampling technique produced 78 data. Company value is measured using Tobins'Q, green accounting is measured using the natural logarithm of total environmental costs, leverage is measured using the Debt to Equity Ratio (DER), and managerial ownership uses the ratio of management share ownership in the company. The data analysis model uses the common effect model. The results of research using E-Views 12 show that: (1) The application of green accounting has a positive impact on the value of extractive industry companies. (2) Leverage has no influence on the value of extractive industry companies. (3) Managerial ownership has a positive influence on the value of extractive industry companies. | |
| 35275 | 38451 | A1D018026 | RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN KEHIJAUAN DAUN JERUK KEPROK MUTAN VARIETAS TAWANGMANGU PADA KADAR Mn BERBEDA | Jeruk keprok Tawangmangu adalah salah satu jeruk lokal yang digemari oleh masyarakat karena rasanya yang manis segar dan aromanya yang harum. Jeruk ini biasanya dinikmati buahnya dengan cara dimakan langsung. Kelemahan jeruk keprok Tawangmangu adalah belum memiliki karakter unggul tanpa biji. Peningkatan kualitas jeruk keprok Tawangmangu dengan karakter unggul tanpa biji perlu dilakukan untuk peningkatan daya saingnya. Salah satu cara perakitan buah jeruk untuk mendapatkan karakter tanpa biji yaitu dengan iradiasi sinar gamma. Selain faktor genetik, faktor lingkungan menentukan pertumbuhan tanaman. Salah satu unsur hara mikro esensial bagi tanaman adalah Mangan (Mn). Tanaman yang mengalami defisiensi unsur Mn dapat menyebabkan pertumbuhan dan pembentukan tunas baru dan akar menjadi terhambat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh Mn pada pertumbuhan vegetatif dan kehijauan daun tanaman jeruk keprok Tawangmangu dan diperoleh perbedaan karakter antara jeruk tetua dan jeruk mutan keprok Tawangmangu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah kadar Mn (0,07%, 1,42%, dan 2,10%). Faktor kedua adalah genotipe (jeruk tetua dan jeruk mutan TM 19 6101). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kadar Mn tidak berpengaruh pada pertambahan jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, dan ANR. Terdapat perbedaan karakter pada pertambahan jumlah daun dan luas daun antara jeruk tetua dan mutan tetapi tidak berbeda pada kehijauan daun dan ANR. Jeruk tetua (G1) pertambahan jumlah daun dan luas daunnya lebih tinggi daripada jeruk mutan (G2). Terdapat interaksi antara kadar Mn dengan genotipe jeruk pada pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan jumlah cabang. Pertambahan jumlah cabang interaksi antara genotipe jeruk mutan dengan pemberian kadar Mn 0,07% (P1G2) lebih efisien, sedangkan interaksi antara kadar Mn 1,42% dengan genotipe jeruk tetua (P2G1) memiliki pertambahan tinggi tanaman terbaik. | Tawangmangu tangerine is one of the local oranges that is favored by the community because of its fresh sweet taste and fragrant aroma. This orange is usually enjoyed by eating it directly. The weakness of the Tawangmangu tangerine is that it does not yet have seedless character. Improving the quality of Tawangmangu tangerine with superior seedless characters needs to be done to increase their competitiveness. Gamma-ray irradiation is one way of assembling citrus fruit to get seedless character. In addition to genetic factors, environmental factors determine plant growth. One of the essential micro nutrients for plants is Manganese (Mn). Plants that are deficient in Mn can cause stunted growth of new shoots and roots. Therefore it is necessary to do research on the effect of Mn on vegetative growth and chlorophyll content of Tawangmangu tangerine and to obtain differences in character between the mother orange plants and the Tawangmangu tangerine mutants. The experimental design used was a factorial Randomized Completely Block Design (RCBD) consisting of 2 factors. The first factor is the Mn content (0.07%, 1.42%, and 2.10%). The second factor is genotype (mother oranges and TM 19 6101 mutant oranges). The results showed that the addition of Mn content had no effect on the increase in the number of leaves, leaf area, chlorophyll content, and NRA. There were differences in character in the increase in the number of leaves and leaf area between the mother and mutant oranges but not different in chlorophyll content and NRA. Older oranges (G1) increased the number of leaves and leaf area higher than mutant oranges (G2). There was an interaction between Mn contents and orange genotypes in increasing plant height and increasing the number of branches. Increasing the number of branches, the interaction between the genotypes of mutant oranges and the application of 0.07% Mn (P1G2) was more efficient, while the interaction between the 1.42% Mn content and the mother genotypes of oranges (P2G1) had the best plant height increase. | |
| 35276 | 38470 | F1A019046 | STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA OLEH LPPSLH DI DESA GERDUREN, KECAMATAN PURWOJATI, BANYUMA | Rencana pembangunan merupakan pedoman bagi setiap negara. Rencana ini berkaitan dengan segala aspek, salah satunya pariwisata. Banyumas merupakan Kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki beberapa destinasi wisata, mulai rintisan, berkembang, hingga maju. Salah satunya adalah Desa Gerduren. Desa ini dikembangkan oleh tiga stakeholder. Fokus penelitian ini adalah pengembangan desa wisata lembaga selain pemerintah, LPPSLH. LPPSLH atau Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup merupakan salah satu lembaga swadaya masyarakat di Banyumas. Lembaga ini dibentuk tahun 1981 dengan tujuan memberdayakan dan menjadikan masyarakat mandiri melalui potensi daerah setempat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi, faktor penghambat dan faktor pendorong dari pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Gerduren, Purwojati, Banyumas oleh LPPSLH. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dalam fenomenologi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan ada empat strategi yang dilakukan LPPSLH, antara lain; eksplorasi potensi wisata, sosialisasi masyarakat, pelatihan masyarakat, dan penyedia sarana penunjang desa wisata. Di balik itu, ada beberapa faktor penghambat, yakni rendahnya kapasitas sumber daya manusia serta kurangnya dana pembangunan. Sedangkan, faktor pendorongnya adalah adanya sumber daya alam, kearifan budaya lokal, dan dukungan dari pemerintah setempat. Akhirnya, pemberdayaan ini dapat meningkatkan perekonomian, kuliner tradisional, dan kesenian tradisional. | The development plan is one of the guidelines for every country. This plan is related to all aspects, one of which is tourism. Banyumas is a regency in Central Java. This district has several tourist destinations, starting from pioneering, developing, to advanced. One of the developing tourist villages in Banyumas is Gerduren Village. This village was developed by three stakeholders. The focus of this research is the development of the LPPSLH. LPPSLH or Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup is one of the non-governmental organizations in Banyumas. This institution was formed in 1981 with the aim of empowering and making the community independent through the potential of the local area. The purpose of this study is to describe the strategies, inhibiting factors and driving factors of community empowerment in the development of tourist villages in Gerduren Village, Purwojati, Banyumas by LPPSLH. This study uses the theory of community empowerment in phenomenology. This research method uses descriptive qualitative through in-depth interviews. The results of the study showed that there were four strategies carried out by LPPSLH, among others; tourism potential exploration, community outreach, community training, and providing facilities for supporting tourist villages. Behind that, there are several inhibiting factors, namely the low awareness of human resources and the lack of development funds. Meanwhile, the driving factor is the existence of natural resources, local cultural wisdom, and support from the local government. Finally, this empowerment can improve the economy, traditional culinary, and traditional arts. | |
| 35277 | 43978 | D1A020133 | Karakteristik Produk dan Kelarutan pH Gelatin Membran Kerabang Telur Ayam Ras | Membran kerabang telur merupakan salah satu limbah peternakan yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan gelatin. Kerabang telur yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Hatchery Widodo Makmur Gunung Kidul. Gelatin diekstraksi dengan menggunakan metode asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gelatin dari membran kerabang telur ayam ras, meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, analisis warna, dan protein terlarut gelatin dari membran kerabang telur ayam ras berdasarkan pH. Rendemen gelatin yang dihasilkan sebanyak 21,35% dengan kadar air 7,14%, kadar abu 49,86%, kadar lemak 0,40%, dan kadar protein 5,96%. Warna gelatin yang dihasilkan adalah putih terang. Kelarutan protein gelatin berdasarkan pH menggunakan 10 perlakuan dari pH 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Hasil kelarutan pH gelatin diuji menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji polinomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelarutan gelatin membran kerabang telur ayam ras optimal pada pH 8,875 dengan persamaan kelarutan = -0,008 pH2 + 0,142 pH – 0,143. | Eggshell membrane is one of the livestock wastes that has the potential to be used as raw material for making gelatin. The egg shells used in this research came from the Widodo Makmur Gunung Kidul Hatchery. Gelatin is extracted using the acid method. This research aims to determine the characteristics of gelatin from the purebred chickens eggshell membranes, including yield, water content, ash content, protein content, fat content, color analysis, and dissolved protein of gelatin from the eggshell membranes of purebred chickens based on pH. The yield of gelatin produced was 21.35% with a water content of 7.14%, ash content of 49.86%, fat content of 0.40%, and protein content of 5.96%. The color of the gelatin produced is bright white. The solubility of gelatin protein was based on pH using 10 treatments of pH 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, and 10. The results of gelatin pH solubility were tested using Anova followed by the orthogonal polynomial test. The results showed that the solubility of purebred chicken eggshell membrane gelatin was optimal at pH 8.875 with the solubility equation = -0.008 pH2 + 0.142 pH – 0.143. | |
| 35278 | 38473 | E1A018362 | PEMENUHAN HAK - HAK TERSANGKA PADA PROSES PENYIDIKAN DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI DANA BANTUAN SOSIAL DAMPAK COVID 19 DI DESA SOKAWERA CILONGOK ( Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Purwokerto ) | PEMENUHAN HAK - HAK TERSANGKA PADA PROSES PENYIDIKAN DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI DANA BANTUAN SOSIAL DAMPAK COVID 19 DI DESA SOKAWERA CILONGOK (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Purwokerto) Oleh: Dea Rahmadani E1A018362 ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai studi tentang hak – hak tersangka dalam proses penyidikan yang di lakukan oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto dalam kasus Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan dalam Pengelolaan Dana Program Penciptaan Wira Usaha Baru Dari Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Kabupaten Banyumas Tahun 2020. Dimana apakah jaksa dalam melakukan proses penyidikan telah memenuhi hak – hak tersangka yang di atur dalam KUHAP yang mana terdapat dalam Pasal 50 sampai dengan pasal 68 KUHAP tentang Tersangka dan Terdakwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penyidik Kejaksaan Negeri Purwokerto telah memenuhi hak – hak tersangka dalam proses penyidikan yang terdapat dalam Pasal 50 sampai dengan Pasal 68 KUHAP dan bagaimana cara pemenuhan hak – hak itu di berikan kepada tersangka.selain itu juga tentang adanya akibat hukum yang dapat terjadi jika hak – hak tersangka tersebut tidak di berikan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Purwokerto.Metode penelitian yang digunakan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis, dan analisis dilakukan secara analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada proses penyidikan Penyidik Kejaksaan Negeri Purwokerto telah memenuhi hak – hak tersangka. | FULFILLMENT OF THE RIGHTS OF SUSPECTS IN THE INVESTIGATION PROCESS IN THE CASE OF CORRUPTION FUNDS SOCIAL ASSISTANCE IMPACT OF COVID 19 IN SOKAWERA VILLAGE, CILONGOK (Case Study at the Purwokerto District Attorney's Office) By : DEA RAHMADANI E1A018362 ABSTRACT This research discusses the study of the rights of suspects in the investigation process carried out by the Purwokerto District Attorney in the case of Corruption, Irregularities in the Management of New Entrepreneurial Creation Program Funds from the Directorate General of Development of Workplace Placement and Expansion of Job Opportunities, Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia in Banyumas Regency in 2020. Where did the prosecutor in carrying out the investigation process fulfill the rights of the suspect regulated in the Criminal Procedure Code which are contained in Articles 50 to 68 of the Criminal Procedure Code concerning Suspects and Defendants. This study aims to find out whether the Purwokerto State Prosecutor's Office investigator has fulfilled the suspect's rights in the investigation process contained in Article 50 to Article 68 of the Criminal Procedure Code and how to fulfill these rights given to the suspect. This can happen if the suspect's rights are not granted by the Purwokerto State Prosecutor's Office investigator. The research method used is sociological juridical, with descriptive analytical research specifications. Source of data used primary data and secondary data. The data obtained is presented systematically, and the analysis is carried out using qualitative analysis. Based on the research results, it can be concluded that during the investigation process, the Purwokerto District Attorney Investigators have fulfilled the rights of the suspect | |
| 35279 | 38475 | G1A015075 | Korelasi Index Masa Tubuh (IMT) Terhadap Kejadian Mual-Muntah Pasca Operasi Multiple Odontectomy Dengan Anestesi Umum Di RSUD Kota Yogyakarta | Mual muntah pasca operasi atau Post Operative Nausea Vomiting (PONV) merupakan mual dan muntah yang terjadi setelah pembedahan dan sebelum pasien pulang dari rumah sakit. Faktor risiko yang sering menjadi perdebatan terhadap timbulnya PONV adalah obesitas. Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah parameter dari obesitas yang di sarankan WHO. Penelitian sebelumnya menyebutkan adanya hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian PONV pada pasien pasca general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan keeratan hubungan tingkat rendah. Pada penelitian ini pasien multiple odontectomy digunakan sebagai subjek penelitian karena homogenitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi IMT terhadap kejadian mual-muntah pasca operasi multiple odontectomy dengan anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 58 pasien odontektomi RSUD Kota Yogyakarta yang dipilih dengan metode purposesive sampling. Pengumpulan data IMT didapat dengan menghitung IMT pasien berdasarkan berat badan dan tinggi badan pasien. ada tidaknya kejadian PONV dinilai dengan ada tidaknya kejadian mual muntah selama 2 jam pasca operasi. Data berupa secondary data dan diperoleh melalui rekam medik. Hasil analisis bivariat menggunakan Uji Eta didapatkan nilai Korelasi Eta 0,448 dan nilai p dari uji F adalah 0,002. Hal ini menunjukkan terdapat korelasi sedang antara IMT terhadap kejadian mual-muntah pasca operasi (Kriteria Guilford (1956) korelasi eta 0,448 di antara 0,40 – 0,59 dan p<0,005). Sehingga dapat disimpulkan terdapat korelasi IMT terhadap kejadian mual-muntah pasca operasi multiple odontectomy dengan anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta. | Postoperative nausea and vomiting (PONV) is nausea and vomiting that occurs after a surgery. Body Mass Index (BMI) is a parameters of obesity recommended by WHO. Previous research stated that there was a significant relationship between BMI and the incidence of PONV on general anesthesia patients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital with a low level of correlation. In this research, multiple odontectomy patients were used as research subjects because of their homogenity. This research aims to determine the correlation of BMI to the incidence of PONV after multiple odontectomy with general anesthesia at the Yogyakarta City Hospital. This reaserch is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The subjects were 58 odontectomy patients at the Yogyakarta City Hospital who were selected by the purposive sampling method. BMI data obtained by calculating the patient's BMI based on the patient's weight and height. The presence of PONV was assessed by the presence of nausea and vomiting for 2 hours postoperative. All data in the form of Secondary Data and obtained through medical records. The results of bivariate analysis using the Eta Test obtained the Eta Correlation value of 0.448 with p-value from the F test = 0.002. This shows that there is a moderate correlation between BMI and the incidence of PONV (Guilford Criteria (1956) eta correlation 0.448 is between 0.40 – 0.59 and p<0.05). There is a correlation between BMI and the incidence of PONV after multiple odontectomy surgery with general anesthesia at the Yogyakarta City Hospital. | |
| 35280 | 38472 | K1C018039 | Identifikasi Model Lapisan Akuifer pada Cekungan Air Tanah Purwokerto-Purbalingga Berdasarkan Data Log Resistivitas di Kawasan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga | Cekungan Airtanah merupakan suatu daerah dimana terjadi proses hidrologi dan berpotensi untuk eksplorasi airtanah berkelanjutan. Identifikasi model lapisan akuifer pada cekungan air tanah Purwokerto-Purbalingga pada kawasan Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga telah dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan struktur batuan bawah permukaan, kedalaman akuifer air tanah, dan jenis akuifer pada cekungan air tanah Purwokerto-Purbalingga. Akuisisi data dilakukan pada 6 titik pengambilan data dengan panjang lintasan tiap titik 400 meter. Dari hasil akuisisi data diperoleh nilai resistivitas semu (ρa), kemudian diinversi dengan perangkat lunak progress 3.0 untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya (ρ), dan dibuat korelasi antar titik pengambilan dengan perangkat lunak surfer 17. Hasil interpretasi nilai resistivitas sebenarnya dari perangkat lunak progress 3.0 diperoleh bahwa cekungan air tanah Purwokerto-Purbalingga tersusun atas 5 lapisan yaitu tanah penutup (1.41-5.15 Ω.m), lempung pasiran (0.89-2.71 Ω.m), pasir lempungan (2.50-7.67 Ω.m), pasir (1.17-2.33 Ω.m), dan lempung (4.47-5.31 Ω.m). Kedalaman akuifer air tanah ditemukan pada kedalaman berkisar 2.95-15.08 hingga 192.25 meter. Berdasarkan hasil korelasi data, diketahui bahwa cekungan air tanah Purwokerto-Purbalingga memiliki akuifer berjenis akuifer bebas. | Groundwater Basin is an area where hydrological processes occur and have the potential for sustainable groundwater exploration. The identification of the aquifer layer model in the Purwokerto-Purbalingga groundwater basin in the Kalimanah District, Purbalingga Regency has been conducted with geoelectric resistivity method in Schlumberger array. This research was conducted with the aim of determining the subsurface rock structure, depth of the groundwater aquifer, and the type of aquifer in the Purwokerto-Purbalingga groundwater basin. Data acquisition was carried out at 6 Sounding spot with the line length of 400 meters. From the results of data acquisition, the apparent resistivity value (ρa) is obtained, then inverted with the Progress 3.0 software to obtain the true resistivity value (ρ), and a correlation is made between the Sounding spots with the Surfer 17 software. Interpretation of true resistivity value from the Progress 3.0 software, it was found that the Purwokerto-Purbalingga groundwater basin is composed of 5 layers, namely top soil (1.41-5.15 Ω.m), sandy clay (0.89-2.71 Ω.m), loamy sand (2.50-7.67 Ω.m), sand (1.17-2.33 Ω.m), and clay (4.47- 5.31 Ω.m). The depth of groundwater aquifers is found at depths ranging from 2.95-15.08 to 190 meters. Based on the results of data correlation, The aquifer in the Purwokerto-Purbalingga groundwater basin is unconfined aquifer. |