Artikelilmiahs

Menampilkan 35.221-35.240 dari 49.883 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3522139002A1D017081Pengaruh Residu Pupuk NZeo-SR Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza Sativa L.) pada Tanah EntisolPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh residu komposisi pupuk NZeo-SR Plus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada tanah entisol. 2) Mengetahui pengaruh residu pupuk NZeo-SR Plus dengan coating terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada tanah entisol. 3) Mengetahui pengaruh residu komposisi pupuk NZeo-SR Plus terhadap serapan N oleh tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Desember sampai April 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan ulangan tiga kali. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu coating dan tanpa coating. Faktor kedua adalah macam komposisi pupuk yaitu P0: kontrol, tanpa pupuk, P1: 200 mesh, 20% N, oven 350C, P2 : 100 mesh, 20% N, oven 300C, P3 : 100 mesh, 30% N, oven 350C, P4: 200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolit:arang sekam = 2:1), P5: 200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolit:arang sekam = 3:1). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, kehijauan daun, kandungan klorofil, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah gabah bernas, jumlah gabah hampa, bobot gabah bernas, bobot gabah hampa, dan serapan N tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu komposisi pupuk NZeo-SR Plus memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada perlakuan P5 (200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolit:arang sekam = 3:1)). Perlakuan P4 (200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolit:arang sekam = 2:1)) berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan, jumlah anakan produktif, serta bobot gabah bernas dan berpengaruh sangat terhadap veriabel serapan N tanaman. Residu pupuk NZeo-SR Plus coating tidak memberikan pengaruh nyata pada semua variabel penelitian.This study aims to 1) determine the effect of residual composition of NZeo-SR Plus fertilizer on the growth and yield of rice plants on entisol soils. 2) To determine the effect of NZeo-SR Plus fertilizer coating residue on the growth and yield of rice plants on entisol soils. 3) Knowing the effect of residue composition of NZeo-SR Plus fertilizer on N uptake by rice plants.This research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from December to April 2021. The design used was a Randomized Block Design (RAK) factorial, with three replications. The treatment that was tried included two factors, coating and without coating. The second factor is the type of fertilizer composition, P0: control, without fertilizer, P1: 200 mesh, 20% N, oven 350C, P2: 100 mesh, 20% N, oven 300C, P3: 100 mesh, 30% N, oven 350C, P4: 200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolite: husk charcoal = 2:1), P5: 200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolite: husk charcoal = 3:1). Observation variables included plant height, number of tillers, number of productive tillers, greenish leaves, chlorophyll content, plant fresh weight, plant dry weight, number of pithy grain, number of empty grain, weight of pithy grain, weight of empty grain, and plant N uptake. The results showed that the residual composition of NZeo-SR Plus fertilizer had a significant effect on plant height variables in treatment P5 (200 mesh, 20% N, oven 350C (zeolite: husk charcoal = 3:1)). The P4 treatment (200 mesh, 20% N, 350C oven (zeolite: husk charcoal = 2:1)) significantly affected the number of tillers, the number of productive tillers, and the weight of rice grain and had a significant effect on plant N uptake variables. NZeo-SR Plus coating fertilizer residue had no significant effect on all research variables.
3522239017F1C017048Analisis Wacana Kritis Standar Ganda Gender dalam Video Musik "The Man"Video musik menjadi penghubung antara artis dengan pendengarnya dan
memungkinkan pendengar untuk melihat dunia melalui mata mereka. Selain bertujuan
sebagai hiburan dan alat pemasaran, artis seringkali menggunakan popularitas mereka
untuk mengirimkan pesan yang menunjukkan bentuk dukungan atau protes mereka
terhadap suatu hal melalui video music. Seperti Taylor Swift yang menunjukkan
protesnya terhadap persoalan standar ganda gender yang masih melekat di masyarakat.
Video musik The Man menampilkan standar ganda gender yang dirasakan permepuan
dan dijelaskan dengan perspektif seorang laki-laki. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka dengan menggunakan metode
analisis wacana kritis Sara Mills untuk melihat posisi subjek-objek dan posisi penulis-pembaca.
Penelitian ini menunjukkan bentuk standar ganda gender terhadap laki-laki berupa
kebebasan dalam bertindak, berekspresi, dan bekerja di ranah publik tanpa takut
konsekuensi atau penilaian negative yang akan diterima dari masyarakat. Wacana
standar ganda gender dalam video musik The Man digambarkan berdasarkan fenomena
di masyarakat yang berakar dari pemberian peran gender dan membentuk pandangan
bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berperilaku.
Music video has the ability to connect an artist with their listeners, and allows listeners to
see the world through the artists eyes. Aside from being an entertainment and for marketing, artists often use their popularity to send social messages that shows their
support or protest against something through music videos. Taylor Swift has expressed her
protest against the issues of gender double standard that are still inherent in society.
The Man’s video music showcases the gender double standard that women perceive and is
explained from a man’s perspective. This study uses a qualitative approach. Data obtained
from literature study using Sara Mills’ critical discourse analysis method to see the position
of the subject-object and the position of writer-reader.
This study shows a double standard of gender for men in the form of freedom to act, express, and work in public without fear of negative consequences from society. The discourse of gender double standards in The Man’s music video is described based on phenomena in society that originate from gender role assignment of how men and women should behave.
3522343974C1H019033THE ROLE OF WORK MOTIVATION IN MEDIATING THE INFLUENCE OF TRAINING EFFECTIVENESS AND CAREER DEVELOPMENT OPPORTUNITY ON EMPLOYEE PERFORMANCEPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh training effectiveness and career development opportunity terhadap employee performance dengan work motivation sebagai variable mediasi. Penelitian dilakukan di Radio Republik Indonesia Purwokerto, Surakarta, dan Semarang dengan populasi sebanyak 247 karyawan dengan teknik pengambilan sampel sebanyak 72 karyawan dengan menggunakan purposive sampling dan convenience sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan dibantu program SmartPLS 3. 3. 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa training effectiveness berpengaruh positif terhadap work motivation. Kedua, career development opportunity berpengaruh positif terhadap work motivation. Ketiga, training effectiveness berpengaruh positif terhadap employee performance. Keempat, career development opportunity tidak berpengaruh terhadap employee performance. Kelima, work motivation berpengaruh positif terhadap employee performance. Keenam, work motivation memediasi secara parsial antara training effectiveness terhadap employee performance. Terakhir, work motivation memediasi secara full antara career development opportunity terhadap employee performance.The study aims to analyze the impact of training effectiveness and career development opportunity on employee performance with work motivation as a mediation variable. The research was carried out at Radio Republik Indonesia Purwokerto, Surakarta, and Semarang with a population of 247 employees with sampling techniques of 72 employees using purposive sampler and convenience sampler. The analysis tool used is Structural Equation Modelling (SEM) with the help of the SmartPLS program 3. 3. 2. The analysis
results show that training effectiveness has a positive impact on work motivation. Second, career development opportunity has a positive effect on work motivation. Third, training effectiveness has a positive effect on employee performance. Fourth, career development opportunities have no effect on employee performance. Fifth, work motivation has a positive effect on employee performance. Sixth, work motivation partially mediates between training effectiveness and employee performance. Finally, work motivation fully mediates between career development opportunity and employee performance.
3522438426H1B019035PENGEMBANGAN MODEL PENGISIAN DATA HUJAN DI DAS CIMANUK –
CISANGGARUNG MENGGUNAKAN GAUSSIAN COPULA
Data curah hujan adalah salah satu data yang memiliki peranan penting dalam perencanaan dan manajemen hidrologi. Namun, realita yang ada dilapangan menunjukan bahwa ketersediaan data hujan di setiap stasiun pengukur hujan tidak lengkap. Data curah hujan yang tidak lengkap dapat menyebabkan tidak efektif dan efisiennya perencanaan
dan perancangan bangunan air yang berperan penting dalam pengelolaan sumber daya air. Oleh karena itu, data curah hujan yang hilang dapat dilakukan perbaikan atau rekonstruksi. Pada penelitian ini akan dilakukan pengisian data curah hujan yang kosong atau hilang di DAS Cimanuk – Cisanggarung menggunakan metode Gaussian Copula. Metode ini memiliki keakuratan dengan mempertimbangkan aspek multivariat dari variabel yang akan dimodelkan.
Metode ini lebih unggul dalam hal estimasi titik dan memiliki ketepatan perkiraan interpolasi yang lebih baik. Dari pemodelan yang telah dilakukan, didapatkan suatu simulasi data hujan dengan parameter Gaussian Copula yang diestimasi atau dihitung menggunakan metode MCMC (Markov Chain Monte Carlo). Matriks korelasi antara data curah hujan simulasi dengan data curah hujan terukur di suatu stasiun pengukur hujan DAS Cimanuk – Cisanggarung berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil r = 1. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa data yang disimulasikan
memiliki kemiripan dengan data hasil pengukuran yang ada di lapangan. Evaluasi pemodelan juga dilakukan pada
penelitian ini. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan menggunakan parameter nilai statistika dasar, nilai koefisien korelasi, grafik ECDF, nilai MAE dan RMSE didapatkan bahwa pemodelan Gaussian Copula memiliki kehandalan atau keakuratan dalam mengisi data curah hujan yang kosong atau hilang di DAS Cimanuk – Cisanggarung.
Rainfall data is a crucial set of data for hydrological planning and manage-ment. However, the reality shows that the availability of rain data at each rain gauge station is incomplete. The planning and design of hydraulic structures, which are crucial for the watershed management, might become ineffective and inefficient as a result of
incomplete rainfall data. In order to restore or reconstruct the missing rainfall data, the missing data must be filled in. The Gaussian Copula method used in this research is used to fill in the empty or missing rainfall data in the
Cimanuk – Cisang-garung watershed. Due to the multivariate characteristics of the variables to be modeled, this method is accurate. This method has greater interpolated estimate accuracy and also is superior in terms of point
estimation. As a result of the modeling, it was possible to simulate rainfall data using Gaussian Copula parameters that were estimated or calculated using the MCMC (Markov Chain Monte Carlo) method. Based on the result of the research, r = 1 is indicated in the correlation matrix between simulated rainfall data and observed rainfall data at a
rain gauge station in the Cimanuk – Cisanggarung watershed. This leads to the conclusion that the simulated and the actual observations rainfall data are similar. This research also included modeling evaluation. It was determined that the Gaussian Copula modeling has reliability or accuracy in filling empty or missing rainfall data in the Cimanuk –
Cisanggarung watershed based on the evaluation carried out using the parameters of basic statistical values, correlation coefficient values, ECDF graphs, MAE and RMSE values.
3522538427J0B019018PEMBUATAN BUKLET WISATA BERBAHASA MANDARIN MENGGUNAKAN METODE KOMUNIKATIF DI MUSEUM JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOArtikel ini berjudul “Pembuatan Buklet Wisata Berbahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif di Museum Jenderal Soedirman Purwokerto”. Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah menghasilkan buklet wisata berbahasa Mandarin dengan menggunakan metode komunikatif sebagai upaya memperluas jangkauan informasi mengenai Museum Jenderal Soedirman khususnya kepada wisatawan penutur bahasa Mandarin. Penulis dalam menerjemahkan buklet menggunakan metode komunikatif agar tersampaikannya pesan secara efektif kepada pembaca. Penulis juga menggunakan teknik penerjemahan yaitu teknik deskripsi sebagai pendukung. Menggunakan teknik deskripsi dapat membantu penulis dalam proses penerjemahan buklet wisata. Hasil dari penulisan artikel ini adalah buklet wisata berbahasa Mandarin. Manfaat menerjemahkan buklet wisata di Museum Jenderal Soedirman untuk membantu memperkenalkan dan memperluas jangkauan informasi museum melalui buklet wisata kepada wisatawan penutur bahasa Mandarin. This article is entitled "Making a Chinese Language Travel Booklet Using Communicative Methods at the General Soedirman Museum in Purwokerto". The purpose of writing this article is to produce a tourist booklet in Mandarin using communicative methods as an effort to broaden the reach of information about the General Soedirman Museum, especially for Chinese speaking tourists. The author in translating the booklet uses a communicative method so that the message is conveyed effectively to the reader. The author also uses translation techniques, namely descriptive techniques as a support. Using description techniques can help writers in the process of translating travel booklets. The result of writing this article is a travel booklet in Mandarin. The benefits of translating tourist booklets at the General Soedirman Museum are to help introduce and expand the range of museum information through tourist booklets to Mandarin-speaking tourists.
3522638428F1C018098STRATEGI EMPLOYEE RELATIONS DI PT GAMA MULTI USAHA MANDIRI DALAM MEMBANGUN LOYALITAS KARYAWANPenelitian yang mengambil judul Strategi Employee Relations di PT Gama Multi Usaha Mandiri dalam Membangun Loyalitas Karyawan ini tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan PT Gama Multi Usaha Mandiri dalam proses membangun sikap loyal karyawan perusahaan. PT Gama Multi Usaha Mandiri merupakan sebuah perusahaan holding milik perguruan tinggi UGM yang dikelola oleh kaum profesional. Penggunaan metode kualitatif deskriptif dipilih dalam penelitian ini. Sebagai upaya menetapkan informan yang relevan untuk penelitian, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan acuan kriteria tertentu. Sementara untuk memperoleh data dari informan, peneliti melakukan wawancara mendalam dan observasi. Pengujuan keabsahan data yang dipilih untuk penelitian ini adalah teknik triangulasi sumber. Bertolok dari perolehan data yang ada, ada lima jenis strategi yang digunakan PT Gama Multi Usaha Mandiri dalam praktiknya menjaga hubungan dengan karyawan. Strategi tersebut meliputi: (1) program pengembangan SDM berupa pelatihan kompetensi; (2) program motivasi kerja berprestasi; (3) program pemberian apresiasi; (4) program acara khusus; dan (5) penggunaan media komunikasi internal. Strategi tersebut dianggap mampu menjadi bahan dorongan positif bagi perusahaan, utamanya untuk meningkatkan produktivitas yang berimbas pada loyalitas karyawan pada perusahaan.Based on the title Employee Relations Strategic to Construct Employee Loyalty at PT Gama Multi Usaha Mandiri, this research aims to understand how PT Gama Multi Usaha Mandiri carried the strategy in the process to built loyalty among the employee. PT Gama Multi Usaha Mandiri is a holding investment company owned by UGM which operationally managed by expertise staff. This research choose descriptive qualitative as method in study. In attempt to seek admissible informants for this research, the researcher used purposive sampling technique with a certain criteria. This research obtain data from the informants conducted through in-depth interview and observations. In this study source triangulation technique is used to tested validity. According from the data, there are five types of strategies used by PT Gama Multi Usaha Mandiri to maintain relations with employees. These are: (1) human resource development programs referred in the form of competency training; (2) achievement motivations programs; (3) appreciations programs; (4) special events programs; and (5) the use of internal communications media. These strategies considered capable bring positive impact for the company, particularly to increase productivity and employee loyalty.
3522737924J1B018049Analisis Pembaca atas Dongeng Si Kancil Mencuri Timun pada Anak-anak Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten CilacapDongeng adalah cerita fantasi yang tidak bermakna, yang tidak benar-benar terjadi (kebohongan). Dongeng dapat dijadikan model bagi kebiasaan manusia, budaya dan makhluk lainnya. Karya sastra yang populer untuk anak-anak adalah dongeng berjudul “ Si Kancil Mencuri Timun”. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana unsur intrinsik yang terdapat dalam dongeng “Si Kancil Mencuri Timun” ?. (2) Bagaimana respons pembaca terhadap dongeng “Si Kancil Mencuri Timun” ?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons yang diberikan anak-anak mengenai dongeng “Si Kancil Mencuri Timun” yang telah dibacakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan yaitu : (1 ). Tokoh terdiri dari Kancil, Anjing, anak Pak Tani, Pak Tani. Karakter Kancil : cerdik, pemarah, sombong, suka mengejek, suka mencuri. Pak Tani : gemar memberi, kreatif, tegas, baik hati. Anak Pak Tani : baik hati. Anjing : mudah terhasut, percaya diri, bodoh, sombong, penurut. Setting/ latar suasana : menyenangkan, menyedihkan menegangkan. Waktu : pagi, malam, sore. Tempat Kancil mencuri : kebun Pak Tani, pekarangan, sawah, pasar. Kancil dikurung : kandang ayam, rumah Pak Tani, ruang tamu, kamar tidur. Kancil dijebak : kebun Pak Tani, halaman, teras, kamar mandi. Amanat : tidak boleh mencuri / mengambil barang tanpa izin, apabila melakukan kesalahan harus meminta maaf, tidak boleh mengejek / menghina orang lain, tidak boleh sombong. (2). Pemahaman pembaca atas tokoh dalam dongeng yaitu 55 %. Pemahaman pembaca atas karakter tokoh dalam dongeng yaitu 30, 4 %. Pemahaman pembaca atas Setting dalam dongeng yaitu 75% Pemahaman pembaca atas amanat dalam dongeng yaitu 38 %. Kesimpulan penelitian ini yaitu Rata – rata jumlah pemahaman atas ketiga unsur intrinsic yaitu 198, 4 / 3 sehingga diperoleh hasil 66, 1 %.A fairy tale is a meaningless fantasy story that didn't really happen (a lie). Fairy tales can serve as models for human habits, cultures and other creatures. A popular literary work for children is a fairy tale entitled "The Kancil Stole the Cucumber".The formulation of the problem in this study are: (1) How are the intrinsic elements contained in the fairy tale "Si Kancil Steals Cucumber"?. (2) What is the reader's response to the fairy tale "The Mouse Deer Stealing Cucumber"?. The purpose of this study was to find out the responses given by the children regarding the fairy tale "The Mouse Deer Stealing the Cucumber" that had been read. This study used descriptive qualitative method. The results of this study indicate that: (1). The characters consist of Kancil, Dog, Pak Tani's son, Pak Tani. Mouse Deer Character: smart, angry, arrogant, likes to mock, likes to steal. Pak Tani : likes to give, creative, firm, kind. Mr. Farmer's son: good. Dogs: easily provoked, confident, stupid, arrogant, obedient. Setting / background atmosphere: fun, sad, tense. Time: morning, evening, evening. The place where the mouse deer stole: Pak Tani's garden, yard, rice field, market. Deer locked up: chicken coop, Mr. Farmer's house, living room, bedroom. Deer was trapped: Pak Tani's garden, yard, terrace, bathroom. Mandate: do not steal / take things without permission, if you make a mistake must apologize, must not mock / insult others, must not be arrogant. (2). The reader's understanding of the characters in fairy tales is 55%. The reader's understanding of the characters in fairy tales is 30.4%. The reader's understanding of the setting in the fairy tale is 75%. The reader's understanding of the message in the fairy tale is 38%. The conclusion of this study is that the average number of understandings of the three intrinsic elements is 198, 4 / 3 so that the results are 66, 1%..
3522838429K1A018008Pengembangan Biosensor Glukosa Menggunakan Arang Aktif Tempurung KelapaAngka kematian akibat penyakit diabetes dapat ditekan dengan cara pengenalan gejalanya sedari dini. Salah satunya yaitu dengan mengukur kadar glukosa dalam darah menggunakan biosensor secara elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari potensi arang aktif tempurung kelapa sebagai elektroda kerja dalam bentuk elektroda pasta karbon untuk pendeteksi elektrokimia pada biosensor glukosa dengan metode voltametri siklik. Kinerja dari elektroda pasta karbon juga dapat ditingkatkan dengan menggunakan nanopartikel NiCaFe2O4 untuk meningkatkan transfer elektron dan nilai potenisal redoksnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektroda pasta karbon terbaik yaitu terdiri dari arang aktif dan minyak parafin dengan komposisi campuran 2:1, dengan 16% nanopartikel NiCaFe2O4 yang ditambahkan ke dalamnnya. Deteksi hidrogen peroksida menggunakan elektroda pasta karbon bernanopartikel NiCaFe2O4 menunjukan puncak oksidasi pada 0,16 V dan puncak reduksi pada ₋0,35 V. Deteksi glukosa menunjukkan kondisi operasi optimum dalam buffer fosfat 100 mM dan pH optimum 7,5. Enzim glukosa oksidase diamobilisasikan pada elektroda pasta karbon bernanopartikel NiCaFe2O4 untuk penentuan glukosa. Biosensor glukosa yang telah dimodifikasi menunjukkan respon linier untuk mendeteksi glukosa pada puncak oksidasi (0,66V).The death rate that caused by diabetes could be reduced using early detection of medical diagnostics. One of the early detection in diabetes mellitus was measuring glucose levels of blood using an electrochemical biosensor. This research was aimed to examine the use of coconut shells activated charcoal as a working electrode in the form of carbon paste electrodes for electrochemical glucose biosensor with cyclic voltametry method. Performance of carbon paste electrodes could also be optimized by using NiCaFe2O4 nanoparticles to increase electron transfer and redox potential value. The results show that the best carbon paste electrodes composition of activated charcoal and paraffin oil were the composition of 2:1, using the addition of 16% NiCaFe2O4 nanoparticles. Detection of hydrogen peroxide using carbon paste electrodes with NiCaFe2O4 nanoparticles showed an oxidation peak at 0.16 V and reduction peak at -0.35 V. Detection of glucose showed an optimum operating conditions of 100 mM phosphate buffer and optimum pH of 7.5. The glucose oxydase enzyme was immobilized on the carbon paste electrodes with NiCaFe2O4 nanoparticles for glucose determination. The modified glucose biosensor showed a linear response to detect glucose at the oxidation peak (0.66 V).
3522938431E1A018325CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN ( TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA TEGAL NOMOR : 385/PDT.G/PA.TGPerselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus seringkali menimbulkan keretakan dalam rumah tangga yang dapat berujung pada perceraian. Perceraian merupakan putusnya hubungan perkawinan antara suami dan isteri seperti dalam perkara mengenai cerai gugat pada Pengadilan Agama Tegal dengan Putusan Nomor : 385/Pdt.G/2022/PA.TG. Perceraian dalam perkara ini terjadi karena adanya perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat dikarenakan Tergugat tidak memberi nafkah baik lahir maupun bathin dan sering bertindak emosional hingga melakukan kekerasan fisik terhadap Penggugat.
Peneliti mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat karena perselisihan dan pertengkaran terus-menerus pada Putusan Pengadilan Agama Tegal Nomor 385/Pdt.G/2022/PA.TG. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, Pertimbangan Hukum Hakim hanya memutus perkara tersebut dengan Pasal 39 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 luruf f Kompilasi Hukum Islam, Menurut Peneliti Pertimbangan Hukum Hakim dilengkapi dengan Pasal 33 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan dan Pasal 5 huruf a ( Melakukan kekerasan fisik ) dan b ( Melakukan Penelantaran rumah tangga ) Undang – Udnang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
The continual conflict and fighting that occurs in a household can lead to a divorce. Divorce refers to the termination of the marital relationship between husband and wife, as in the case of divorce contested before the Tegal Religious Court Decision Number : 385/Pdt.G/2022/PA.TG. The divorce in this case occurred since the disputes and quarrels between Plaintiff and Defendant since Defendant never made a living and often acted emotionally to the point of committing physical violence against Plaintiff.
The researcher raised the formulation of the problem regarding how the basis for the judge's legal considerations in granting a divorce is due to disputes and constant bickering at the Decision of the Tegal Religious Court Number : 385/Pdt.G/2022/PA.TG. The research method used was normative juridical with analytical prescriptive research specifications. The data source used was secondary data and the data collection method used a literature study with an inventory. The collected data was then presented in the form of narrative text with a qualitative normative data analysis method.
Article 39 paragraph (2) letter f of Law Number 1 of 1974 jo. Article 19 letter f of Government Regulation Number 9 of 1975 and Article 116 luruf f Compilation of Islamic Law, According to the Researcher of Legal Considerations Judges are equipped with Article 33 of Law Number 1 of 1974 concerning marriage and article 5 letter a (Committing physical violence) and b (Committing Domestic Neglect) Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence.
3523038430E1A018281Implementasi Hukum Pengawasan terhadap Praktik Pelayanan Kesehatan Tradisional (Studi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pengawasan terhadap praktik pelayanan kesehatan tradisional dan faktor-faktor yang cenderung berpengaruh dalam implementasi hukum pengawasan terhadap praktik pelayanan kesehatan tradisional di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif dan pendekatan analisis yuridis sosiologis serta spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Penentuan informan penelitian ini menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Pengolahan data menggunakan metode reduksi data, display data dan kategorisasi data, kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan matrik data kualitatif serta dianalisis dengan model analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pengawasan terhadap praktik pelayanan kesehatan tradisional di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas belum terimplementasi sepenuhnya dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan 3 (tiga) parameter meliputi : baiknya implementasi pengawasan keamanan pelayanan kesehatan tradisional, belum optimalnya implementasi pengawasan legalitas pelayanan kesehatan tradisional, dan baiknya implementasi pengawasan laporan pelayanan kesehatan tradsional kepada Dinas Kesehatan. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam implementasi hukum pengawasan terhadap praktik pelayanan kesehatan tradisional di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas meliputi faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung berupa adanya peraturan perundang-undangan; tersedianya tenaga pengawas; adanya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang mengakomodir pelayanan perizinan pengawasan dan menjalin hubungan dengan asosiasi yang terkait dengan pelayanan kesehatan tradisional; tersedianya sarana dan prasarana; terdapat kepercayaan yang baik dari masyarakat terhadap pengembangan asuhan mandiri tanaman obat keluarga; kedisiplinan Dinas Kesehatan dalam mengecek laporan pelayanan kesehatan tradisional. Faktor penghambat berupa tidak adanya SOP atau prosedur yang baku untuk mengatur apabila menemukan penyimpangan dan tindakan hukum atau sanksi yang belum begitu tegas; tidak pahamnya programmer di Puskesmas terhadap peraturan yang berlaku; belum terlaksananya sosialisasi lintas sektorat; belum semua Penyehat Tradisional tersosialisasi dengan adanya STPT (Surat Terdaftar Penyehat Tradisional); kurangnya anggaran Puskesmas untuk mendukung peningkatan program pelayanan kesehatan; pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan untuk menyesuaikan fasilitas; adanya kendala Penyehat Tradisional dalam mengurus perizinan; banyaknya pelayanan kesehatan tradisional yang belum terdaftar; banyaknya layanan kesehatan tradisional yang melanggar peraturan perundang-undangan; rendahnya kedisplinan pelayanan kesehatan tradisional dalam mengurus pendaftaran.This study aims to determine the implementation of the law of supervision of traditional health service practices and the factors that tend to influence the implementation of the law of supervision of traditional health service practices in the Banyumas District Health Office. The research method used is empirical juridical with a qualitative approach and a sociological juridical analysis approach as well as descriptive research specifications. The study is conducted at the Banyumas District Health Office. The determination of informants are selected using purposive sampling and snowball sampling. Types of data sources include primary data and secondary data. Data processing uses data reduction methods, data display and data categorization, then presented in the form of narrative text and qualitative data matrices and analyzed with content analysis and comparison analysis models. The results shows that the implementation of the law of supervision of traditional health service practices in the Banyumas District Health Office has not been fully implemented properly. This is evidenced by 3 (three) parameters: the good implementation of traditional health service security supervision, the non-optimal implementation of supervision of the legality of traditional health services, and the good implementation of supervision of traditional health service reports to the Health Office. Factors that influence the implementation of the law of supervision of traditional health service practices in the Banyumas District Health Office are supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors are in the form of laws and regulations; the availability of supervisory personnel; the existence of OPDs (Organization of Regional Devices) that accommodate supervisory licensing services and establish relationships with associations related to traditional health services; the availability of facilities and infrastructure; there is good trust from the community towards the development of independent upbringing of family medicinal plants; the discipline of the Health Office in checking traditional health service reports. Inhibiting factors in the form of the absence of SOPs or standard procedures to regulate if they find irregularities and legal actions or sanctions that have not been so firm; the programmers at the Puskesmas (Community Health Center) do not understand the regulations that apply; there has not been cross-sectoral socialization; not all Traditional Healers have been socialized with the existence of STPT (Traditional Healer Registered Certificate); the lack of Puskesmas budget to support the improvement of health care programs; the Covid-19 pandemic which is a challenge to adjust facilities; the existence of obstacles Traditional Healers in managing licensing; the number of traditional health services that have not been registered; the number of traditional health services that violate statutory regulations; The low discipline of traditional health services in managing registration.
3523138432I4B021053Studi Kasus Implementasi Pemberian Terapi Oksigen dan Penerapan Posisi Head Up 30º Terhadap peningkatan perfusi jaringan cerebral Pada Pasien Cidera Kepala di IGD RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoLatar belakang : Cedera kepala adalah suatu kondisi terjadinya cedera pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak akibat adanya trauma. Prosedur penanganan yang tepat sangat diperlukan pada pasien cidera kepala agar prognosis buruk dapat dicegah salah satunya adalalah dengan pemberian oksigenasi dan penerapan posisi head up 30º.
Metode :
Jenis penelitian ini adalah studi kasus penerapan posisi head up 30º dan pemberian oksigenasi 4 liter/menit nasal kanule pada Tn S Umur 79 tahun dengan masalah keperawatan perfusi jaringan cerebral tidak efektif.
Hasil Penelitian :
Penerapan teknik head up 30º dan pemberian oksigenasi 4 liter/menit nasal canule pada Tn.S dengan cidera kepala sedang didapatkan hasil terdapat peningkatan perfusi jaringan cerebral ditandai dengan peningkatan kesadaran dari skore GCS 12 menjadi 14, tanda penurunan TIK dengan nadi, respiratory, MAP dalam batas normal, serta status gelisah pasien menurun.
Kesimpulan :
Penerapan posisi head up 30º dan pemberian oksigenasi 4 liter/menit nasal kanule dapat meningkatkan perfusi jaringan cerebral pada Tn.S dengan cidera kepala sedang.
Background : Head injury is a condition where there is an injury to the head which can cause brain tissue damage due to trauma. Proper treatment procedures are needed in head injured patients so that a bad prognosis can be prevented, one of which is by administering oxygenation and applying a 30º head up position.
Method : This type of research is a case study of applying a 30º head-up position and administering 4 liters/minute of nasal cannula oxygenation to Mr S aged 79 years with ineffective cerebral tissue perfusion nursing problems.
Research result : The application of the 30º head up technique and administration of 4 liters/minute of nasal canule oxygenation to Tn.S with moderate head injury showed that there was an increase in cerebral tissue perfusion marked by an increase in consciousness from a GCS score of 12 to 14, signs of a decrease in ICP with pulse, respiration, MAP in normal limits, and the patient's restless status decreased.
Conclusion : Application of a 30º head up position and administration of 4 liters/minute of nasal canule oxygenation can improve cerebral tissue perfusion in Mr. S with moderate head injury.
3523238433L1C018047Analisis Pemetaan Luas Aktual dan Potensial Ekosistem Mangrove di Pantai Utara JakartaKawasan mangrove di Pantai Utara Jakarta telah mengalami degradasi pada beberapa wilayah disebabkan oleh tekanan lingkungan. Hal tersebut membutuhkan penelitian dan informasi mengenai luasan aktual dan luasan potensial ekosistem mangrove untuk perencanaan pengelolaan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui luasan aktual berdasarkan tingkat kerapatan mangrove dan luasan potensial mangrove di Pantai Utara Jakarta melalui pendekatan pemetaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi meliputi uji statistik dan deskriptif kuantitatif. Pengolahan data dilakukan melalui sistem informasi geografis yang meliputi data kerapatan mangrove, digital elevation model, pasang surut dan citra Sentinel-2A. Hasil penelitian menunjukan bahwa luas aktual mangrove di Pantai Utara Jakarta yaitu seluas 284,52 Ha dengan kelas kerapatan yang mendominasi yaitu kelas sangat rapat dan rapat. Luas total area potensial mangrove yaitu seluas 79,71 Ha.Mangrove areas on the North Coast of Jakarta have degraded in several areas due to environmental pressures. That condition needs research and information on the actual areas and the potential area of mangroves to develop a mangrove sustainable management plan. The purpose of the study was to determine the actual area based on the mangrove density and the potential land area for mangroves on the North Coast of Jakarta by a mapping approach. The research method was an observation method, that used statistical and descriptive quantitative. Data processing is carried out through a geographic information system, which used mangrove density, digital elevation model, tides, and Sentinel-2A imagery. The results showed that the actual area of mangroves on the North Coast of Jakarta was 284,52 Ha, the density classification was dominant by a very dense and dense. The total area of mangrove potential was 79.71 Ha.
3523338434C1A015094ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN PEMBUDIDAYA IKAN HIAS CUPANG DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2019-2022Penelitian ini merupakan penelitian mengenai faktor yang memengaruhi pendapatan pembudidaya ikan hias cupang. Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor – Faktor yang Memengarungi Pendapatan Pembudidaya Ikan Hias Cupang Di Kabupaten Purbalingga tahun 2019 – 2021”.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh modal, harga, lama usaha dan luas kolam terhadap pembudidaya ikan hias cupang di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan hias di Kabupaten Purbalingga. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 responden pembudidaya ikan hias cupang.
Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa harga dan lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pembudidaya ikan hias cupang di Kabupaten Purbalingga. Modal dan luas kolam berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pembudidaya ikan hias cupang di Kabupaten Purbalingga. Variabel yang paling berpengaruh pada penelitian ini adalah luas kolam dengan nilai koefisien regresi 0,440.
This research is a study of the factors that influence the income of betta ornamental fish cultivators. This research is entitled "Analysis of the Factors Affecting the Income of Betta Ornamental Fish Farmers in Purbalingga Regency in 2019-2021".
The purpose of this study was to analyze the effect of capital, price, length of business and pond area on Betta ornamental fish cultivators in Purbalingga Regency. The population in this study were ornamental fish cultivators in Purbalingga Regency. The number of respondents taken in this study were 30 respondents to betta ornamental fish cultivators.
The data analysis used is multiple linear regression analysis technique. Based on the results of the study, it was found that price and length of business had no significant effect on the income of betta ornamental fish cultivators in Purbalingga Regency. Capital and pond area have a significant effect on the income of betta ornamental fish cultivators in Purbalingga Regency. The most influential variable in this study was the pool area with a regression coefficient of 0.440.
3523438324E1A018047CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN AKIBAT ADANYA PEMAKSAAN HUBUNGAN SEKSUAL
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Tigaraksa Nomor: 5945/Pdt.G/2020/PA.Tgrs)
Salah satu akibat dari perceraian adalah perselisihan yang diatur dalam Pasal 39 ayat 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam.
Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat karena perselisahan akibat adanya pemaksaan hubungan seksual serta bagaimana akibat hukum cerai gugat karena perselisahan akibat adanya pemaksaan hubungan seksual terhadap putusan No: 5945/Pdt.G/2020/PA.Tgrs. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Menggunakan sumber data sekunder yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa majelis hakim dalam mengabulkan Cerai Gugat Karena Perselisihan Akibat Adanya Pemaksaan Hubungan Seksual mendasarkan Penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam dan menjatuhkan talak satu ba'in sughra. Menurut peneliti, majelis hakim dapat melengkapi dengan Pasal 8 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 77 ayat (1) dan (2) Kompilasi Hukum Islam, serta Pasal 79 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam. Akibat perceraian terhadap anak dan terhadap harta benda tidak dibahas, namun jika melihat anak ketiga Penggugat dengan Teruggat yang bernama FZA dan berusia 11 tahun pemegang hak pemeliharaannya jatuh kepada ibunya, karena sesuai dengan Pasal 105 huruf a Kompilasi Hukum Islam.
Dalam hal terjadinya perceraian :
a. Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya;
b. Pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih diantara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaannya;
c. Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.

Kata Kunci : Cerai, Cerai Gugat, Pemaksaan Hubungan Seksual.
One of the consequences of divorce is a disputer regulated in Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 jo Article 19 letter f of Government Regulation Number 9 of 1975 and Article 116 letter f of the Compilation of Islamic Law.
The formulation of the problem from this study is how the basis for the judge’s legal considerations in granting divorce is due to the imposition of sexual relations and how the legal consequences of divorce are due to divorce to due to the imposition of sexual relations on the decision No: 5945/Pdt.G/2020/PA.Tgrs. This study uses a normative juridical approach with prescriptive analysis research specifications. Using secondary data sources which are then analyzed in a qualitative normative manner.
Based on the results of the research, it can be concluded that the panel of judges in granting the Divorce Due to a Dispute Due to Forced Sexual Relations based on explanation Article 39 paragraph (2) letter f of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage in conjunction with Article 19 letter f of Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter f Compilation of Islamic Law and imposing one ba’in sughra divorce According the researchers, the panel of judges can complete Article 8 letter a and b of Law Number 23 of 2004, Article 33 of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage, Article 79 paragraph (2) Compilation of Islamic Law. The consequences of divorce on children and property were not discussed, bnut the third child of the Plaintiff and Defendant named FZA was 11 years old, the holder of the right to care fell to his mother in accordance with Article 105 letter a Compilation of Islamic Law.
In the event of a divorce :
a. The maintenance of a child who has not yet reached the age of 12 or is not yet 12 years old is right f the mother;
b. The maintenance of a child who has reached maturity is handed over to the child to choose between his father or his mother as the holder of his maintenance rights;
c. Maintenance coats borne by his father.

Keywords : Divorce, Divorce Sued, Coercion of Sexual Intercourse.
3523538435C1A018011Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Tambak Garam di Kecamatan Losarang Kabupaten IndramayuGaram merupakan salah satu sumberdaya perikanan non hayati yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis. Garam digunakan sebagai salah satu kebutuhan pokok yang dapat mencukupi semua lini kehidupan baik untuk konsumsi maupun industri. Kecamatan Losarang merupakan wilayah pesisir yang sebagian masyarakatnya mengandalkan pertanian garam sebagai mata pencaharian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan dan tingkat efisiensi dari usahatani tambak garam. Penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan analisis efisiensi R/C Ratio. Populasi dalam penelitian ini terdapat 1.619 orang sebagai petambak garam di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Berdasarkan rumus Yamane digunakan sampel sebanyak 95 petambak garam sebagai responden. Penentuan sampel mengunakan metode Proportional Sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan pertimbangan responden yang mengelola lahan seluas 0,5 – 1 hektar dengan sistem sewa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petambak garam di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu memiliki rata-rata pendapatan Rp34.170.876 per musim. Hasil analisis efisiensi usahatani menggunakan R/C Ratio menunjukkan bahwa usahatani tambak garam bernilai 2,82 (R/C Ratio > 1) yang artinya bahwa usahatani tambak garam di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu dikatakan efisien dan layak untuk dikembangkan.Salt is a non-biological fishery resource that has many benefits and has economic value. Salt is used as one of the basic needs that can be sufficient for all lines of life both for consumption and industry. Losarang District is a coastal area where most of the people rely on salt farming as a livelihood. This study aims to analyze the amount of income and the level of efficiency of salt pond farming. This research uses income analysis and efficiency analysis of R/C Ratio. The population in this study was 1,619 people as salt farmers in Losarang District, Indramayu Regency. Based on the Yamane formula, a sample of 95 salt farmers was used as respondents. Determination of the sample using the Proportional Sampling. The sampling technique uses the Purposive Sampling with the consideration of respondents managing a land area of 0.5 - 1 hectare with a leasing system. The results showed that salt farmers in Losarang District, Indramayu Regency had an average income of IDR 34,170,876 per season. The results of the analysis of farming efficiency using the R/C Ratio show that salt pond farming is worth 2.82 (R/C Ratio > 1), which means that salt pond farming in Losarang District, Indramayu Regency is said to be efficient and feasible to develop.
3523643975C1C020089Pengaruh Biaya Lingkungan, Pengungkapan Lingkungan, dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan
(Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Energi dan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh biaya lingkungan, pengungkapan lingkungan, dan kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor energi dan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 sampel perusahaan dengan empat tahun pengamatan sehingga data pengamatan penelitian ini berjumlah 72 data. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Biaya lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. (2) Pengungkapan lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. (3) Kinerja lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini yaitu perusahaan perlu menerapkan produktivitas atas aktivitas atau proses bisnis sehingga perusahaan dapat menekan pengeluaran biaya lingkungan. Perusahan perlu melakukan pengungkapan informasi terkait lingkungan sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Selain itu, perusahaan juga perlu menyampaikan informasi lebih detail mengenai elemen-elemen dalam penilaian kinerja lingkungan yang telah dilakukan pada setiap periode.This research aims to examine and analyze the influence of environmental costs, environmental disclosure, and environmental performance on the financial performance of energy and plantation sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2022 period. The number of sampels used in this research was 18 company sampels with four years of observation so that the observation data for this research amounted to 72 data. The data analysis techniques used are panel data regression analysis. The research results show that (1) Environmental costs do not have a positive effect on financial performance. (2) Environmental disclosure has a positive effect on financial performance. (3) Environmental performance does not positively affect financial performance. The implication of this research is that companies need to apply productivity to their activities or business processes to reduce environmental costs incurred. The companies have disclosed information related to the environment as a form of company awareness and responsibility towards the environment. Besides that, the companies also need to disclose more detailed information regarding the elements of environmental performance assessments carried out in each period.
3523738422I1E016017PENGARUH LATIHAN NEGATIVE PULL UP - SQUAT DAN HALF PULL UP - STEP UP TERHADAP HASIL KECEPATAN MEMANJAT ATLET PEMULA KATEGORI SPEED CLASSIC PANJAT TEBING “DYNAMIC SPORT CENTER” KU 7 - 15 TAHUN
Speed classic merupakan kategori speed climbing dengan dua pemanjat beradu cepat untuk menepuk top atas yang telah juri pasang untuk finish / top. Pada kategori speed yang menjadi tolok ukur adalah kecepatan atlet dalam menempuh pemanjatan. Namun pada pemanjat pemula, justru seringkali memiliki waktu yang tidak maksimal karena power otot tungkai dan lengan lemah. Beberapa model latihan dapat dipakai untuk meningkatkan power otot tungkai dan lengan diantaranya yaitu pull up dan pliometrik.

Penelitian eksperimen ini menggunakan desain two groups pretest-posttest design, bertujuan untuk mencari pengaruh latihan negative pull up - squat dan half pull up - step up terhadap kecepatan memanjat kategori speed classic. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet pemula Dynamic Sport Center KU 7-15 tahun. Sampel pada penelitian ini berjumlah 14 responden yang terdiri dari 7 laki-laki dan 7 perempuan. Teknik analisis data menggunakan uji pengaruh paired sample t-test.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi pengaruh metode latihan negative pull up - squat terhadap kecepatan memanjat kategori speed classic sebesar 0,024, dan pengaruh motode latihan half pull up - step up terhadap kecepatan memanjat kategori speed classic sebesar 0,005 dengan selisih nilai rerata 8,19. Dari hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode latihan negative pull up - squat dengan half pull up - step up terhadap kecepatan memanjat atlet pemula kategori speed classic panjat tebing Dynamic Sport Center KU 7-15 tahun.
Speed classic is a speed climbing category with two climbers competing quickly to tap the top top that the judges have installed for the finish / top. In the speed category, the benchmark is the athlete's speed in climbing. However, beginner climbers often have less time due to weak leg and arm muscle power. Several exercise models can be used to increase leg and arm muscle power, including pull ups and plyometrics.

This experimental study used a two-group pretest-posttest design, aimed to find out the effect of negative pull up - squat and half pull up - step up exercises on the speed of climbing in the speed classic category. The population in this study were 7-15 year old Dynamic Sport Center KU athletes. The sample in this study amounted to 14 respondents consisting of 7 men and 7 women. The data analysis technique used the paired sample t-test influence test.
Based on the results of the data analysis, the significant value of the effect of the negative pull up - squat training method on the speed classic category climbing speed is 0,024, and the effect of the half pull up - step up training method on the speed classic speed category is 0,005 with a mean difference of 8,19. From the results of the data analysis it shows that there is a significant effect between the negative pull up - squat training methods with half pull ups - step up on the climbing speed of beginner athletes in the speed classic rock climbing category of KU Dynamic Sport Center 7-15 years.
3523838437E1A018294KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM DIAKSESNYA INFORMASI ELEKTRONIK YANG MELANGGAR KESUSILAAN (Studi Terhadap Perkara Prostitusi Online yang Dilakukan Oleh Selebgram dalam Putusan Nomor : 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg)
Prostitusi online sebagai salah satu bentuk cybercrime merupakan kegiatan prostitusi atau suatu kegiatan yang menjadikan manusia khususnya dalam hal seksualitas sebagai objek untuk diperdagangkan melalui media elektronik atau online. Berkaitan dengan kasus pidana prostitusi online, media elektronik selain sebagai sarana prostitusi online, dapat juga menjadi sebuah bukti elektronik di persidangan. Andy Haryanto, Ricky Janitra, Marizka Rosdiana Permata dan Venty Dias Mia Pradita terbukti bersalah telah melakukan perbuatan prostitusi online dan dijatuhi hukuman pidana penjara dan denda oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Bandung melalui Putusan Nomor : 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian alat bukti elektronik dan pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara prostitusi online pada Putusan Nomor : 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analitis. Metode pengumpulan bahan hukum adalah dengan pengumpulan bahan hukum primer dan sekunder melalui studi kepustakaan yang kemudian di analisis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa informasi atau dokumen elektronik mempunyai kekuatan pembuktian alat bukti elektronik yang berdiri sendiri. Dalam Putusan Nomor 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg, Penuntut Umum tidak mengajukan hasil print out dari informasi elektronik, sehingga informasi atau dokumen elektronik tidak dapat dipersamakan sebagai perluasan dari alat bukti surat dan alat bukti petunjuk. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung dalam memutus perkara prostitusi online pada selebgram pada Putusan Nomor : 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg berdasarkan tiga tahapan tugas Hakim yaitu konstatir, kualifisir dan konstituir yang telah memuat pertimbangan yuridis, pertimbangan sosiologis dan pertimbangan filosofis.
Online prostitution as a form of cybercrime is activity of prostitution or an activity that makes humans, especially in terms of sexuality, objects to be traded through electronic or online media. In connection with online prostitution cases, electronic media apart from being a means of online prostitution can also become electronic evidence in court. Andy Haryanto, Ricky Janitra, Marizka Rosdiana Permata, and Venty Dias Mia Pradita were found guilty of committing the cases of online prostitution and were sentenced to prison terms and fines by a Panel of Judges at the Bandung District Court through Decision Number: 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg. This study aims to determine the strength of electronic evidence and legal considerations of Judges in deciding online prostitution cases in Decision Number: 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg. The research method used in this research is normative juridical. The specification of this research is analytical prescriptive. The method of collecting legal materials is by collecting primary and secondary legal materials through literature studies which are then analyzed using qualitative analysis methods. The results of this study can be concluded that electronic information or documents have the strength of proof of electronic evidence that stands alone. In Decision Number 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg, the Public Prosecutor did not submit a print out of electronic information, so electronic information or documents cannot be equated as an extension of documentary evidence and evidence. The Panel of Judges at the Bandung District Court in deciding online prostitution cases on celebgrams in Decision Number: 310/Pid.Sus/2021/PN Bdg is based on the three stages of the Judge's duties, namely constitutional, qualification and constituent which contain juridical considerations, sociological considerations and philosophical considerations.
3523938438E1A018098STUDI PERBANDINGAN PELAKSANAAN OPERASI TANGKAP TANGAN (OTT) YANG DIATUR OLEH KEJAKSAAN DAN YANG DIATUR OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)Penelitian ini membahas mengenai studi perbandingan pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diatur oleh Kejaksaan dan yang diatur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan pada sejak diberlakukannya Undang-Undang Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Metode pendekatan dalam penulisan ini adalah pendekatan yuridis-empiris. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Sumber data yakni data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan kepustakaan. Penyajian data menggunakan pendekatan perbandingan (comparative analysis). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan operasi tangkap tangan atau OTT pernah dilakukan baik secara mandiri oleh Kejaksaan maupun bersama-sama dengan KPK. Dalam hal ini, operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan oleh keduanya diterapkan pada kasus khususnya tindak pidana korupsi. Adapun dalam pelaksanaannya Kejaksaan dan KPK berpedoman dan berdasarkan kepada KUHAP, dikarenakan baik di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak mengatur secara jelas (explicit) apa itu OTT, dengan demikian legalitas yang dimiliki Kejaksaan dan KPK apabila ditinjau dari Undang-Undangnya dapat dikatakan tidak memiliki legalitas yang kuat, akan tetapi baik itu Kejaksaan maupun KPK mampu membuat pelaksanaan OTT tetap berjalan dengan melakukan serangkaian tindakan pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan menggunakan fasilitas yang ada serta penggunaan pasal-pasal yang korelatif demi terlaksananya OTT, serta Pengaturan OTT oleh Kejaksaan dapat dikatakan tidak mungkin berbenturan dengan pengaturan OTT oleh KPK, dikarenakan sudah dibatasi oleh KUHAP dan Undang-Undang yang mengatur tentang Penyelidikan dan Penangkapan serta Penuntutan dalam perkara tindak pidana khususnya tindak pidana korupsi.This research discusses a comparative study on the implementation of Hand Arrest Operation (OTT) regulated by the Attorney General's Office and those regulated by the Corruption Eradication Commission (KPK) based on the enactment of Law Number 11 of 2021 concerning the Attorney General of the Republic of Indonesia and Law Number 11 of 2021 concerning the Attorney General of the Republic of Indonesia and Law Number 19 of 2019 concerning the Corruption Eradication Commission. The approach method in this writing is a juridical-empirical approach. The specification of this research is descriptive-analytical. Data sources are primary data and secondary data. Methods of data collection using interview techniques and literature. Presentation of data using a comparative approach (comparative analysis). Based on the results of the research and discussion, the authors can conclude that the operation of Hand Arrest or OTT has been carried out either independently by the Attorney General's Office or together with the KPK. In this case, the operation of Hand Arrest or OTT carried out by both of them is applied to cases especially corruption. As for implementation, the Attorney General's Office and the KPK are guided by and based on the Criminal Procedure Code, because both in Law Number 11 of 2021 concerning Amendments to Law Number 16 of 2004 concerning the Prosecutor's Office of the Republic of Indonesia and Law Number 19 of 2019 regarding the Second Amendment to the Law -Law Number 30 of 2002 concerning the Corruption Eradication Commission does not clearly (explicit) what is OTT, thus the legality of the Attorney General's Office and the KPK when viewed from the law can be said to not have strong legality, however both the Attorney General's Office and the KPK are able to keep OTT implementation running by carrying out a series of actions to carry out investigations and investigations both independently or together using existing facilities as well as the use of correlative articles for the implementation of OTT, as well as OTT arrangements by the Attorney can be said to be unlikely to clash with OTT arrangements by the KPK, because they are already limited by the Criminal Procedure Code and the Law governing Investigation and Arrest and Prosecution in criminal cases, especially corruption.
3524044619C1L020017PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS EDUTAINMENT TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa khususnya kelas XI pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan pengaruh penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning berbasis edutainment terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilakukan terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 1 Baturraden pada mata pelajaran ekonomi yang berjumlah 72 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes pilihan ganda, kuesioner, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan motivasi belajar antara penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning berbasis edutainment dengan model pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning berbasis edutainment dengan model pembelajaran konvensional. (3) Model pembelajaran contextual teaching and learning berbasis edutainment berpengaruh positif terhadap motivasi belajar. (4) Model pembelajaran contextual teaching and learning berbasis edutainment berpengaruh positif terhadap hasil belajar. economics subjects. The purpose of this study was to analyze the differences and influences of implementing the contextual teaching and learning learning model based edutainment on student motivation and learning outcomes. This research is a quantitative research using experimental methods carried out on class XI students of SMA Negeri 1 Baturraden in economics subjects totaling 72 students. Data collection techniques in this research used multiple choice tests, questionnaires, documentation, observation, and interview. Based on the results of the study it can be concluded that (1) There is a difference in learning motivation between the application of the edutainment-based contextual teaching and learning model and the conventional learning model. (2) There are differences in learning outcomes between the application of edutainment-based contextual teaching and learning models and conventional learning models. (3) The contextual teaching and learning model based on edutainment has a positive effect on learning motivation. (4) The contextual teaching and learning model based on edutainment has a positive effect on learning outcomes.