Artikelilmiahs
Menampilkan 35.121-35.140 dari 49.883 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35121 | 38347 | C1A017121 | DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI TIDAR MAGELANG. | Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak Pandemi Covid-19 terhadap pendapatan pemilik usaha Penyewaan Tempat Tinggal Sementara, usaha Warung Makan dan usaha Warung Internet dan Fotocopy di sekitar kampus Universitas Negeri Tidar Magelang. Penelitian ini dilakukan dengan 115 usaha yang berada di sekitar kampus Universitas Negeri Tidar Magelang dan telah berdiri dari sebelum terjadinya Pandemi Covid-19 hingga setelah terjadinya Pandemi Covid-19. Metode pengambilan sampel menggunakan Metode Slovin. Analisis data menggunakan Uji Beda Paired Sampel T-test dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 berdampak pada terjadinya perbedaan signifikan pendapatan yang diterima oleh usaha Penyewaan Tempat Tinggal Sementara, usaha Warung Makan dan usaha Warung Internet dan Fotocopy. Bedasarkan hasil penelitian rekomendasi yang dapat diberikan adalah untuk usaha Penyewaan Tempat Tinggal Sementara dapat memberikan diskon kepada mahasiswa yang menyewa dan selalu menerapkan protokol kesehatan serta menjaga kebersihan disekitar tempat usaha. Untuk usaha Warung makan dapat bermitra dengan Ojek Online agar dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas. Sedangkan usaha Warung Internet dan Fotocopy dapat meningkatkan pelayanannya dan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. | The purpose of the study was to analyze the impact of the COVID-19 Pandemic on the income of owners of Temporary Residence Rental businesses, Food Stall businesses and Internet and Photocopying businesses around the Tidar Magelang University campus. This research was conducted by 115 businesses around the Tidar Magelang University campus and have been established from before the COVID-19 Pandemic to after the Pandemic. The sampling method used is the Slovin Method. Data analysis used the Paired Sample T-test and the Wilcoxon test. The results showed that the COVID-19 Pandemic had an impact on the occurrence of significant differences in income received by Temporary Residence Rental businesses, Food Stall businesses and Internet and Photocopying businesses. Based on the results of the research, the recommendations that can be given are for temporary residence rental businesses to be able to provide discounts to students who rent and always apply health protocols and maintain cleanliness around the place of business. For food stall businesses, they can partner with Ojek Online in order to reach a wider range of customers. Meanwhile, Internet and photocopying businesses can improve their services while maintaining health protocols. | |
| 35122 | 38348 | A1D018082 | EKSPLORASI DAN UJI POTENSI JAMUR REMEDIATOR LOGAM BERAT TIMBAL DAN KADMIUM PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES | Salah satu agen bioremediasi adalah jamur. Jamur memiliki kemampuan untuk mengubah zat toksik menjadi zat sederhana yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) melakukan eksplorasi dan identifikasi jamur yang terdapat pada daerah sekitar perakaran bawang merah di Kabupaten Brebes, 2) menguji kemampuan jamur hasil eksplorasi dalam meremediasi logam berat timbal dan kadmium, dan 3) menguji pengaruh aplikasi jamur pada media tercemar logam berat timbal dan kadmium terhadap pertumbuhan benih padi. Isolat jamur yang diperoleh diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, lalu disesuaikan dengan buku kunci identifikasi jamur. Uji resistensi jamur dilakukan di media PDA yang diberi perlakuan konsentrasi logam berat Pb dan Cd yaitu 5, 10, 25, dan 50 ppm. Uji kemampuan remediasi dilakukan menggunakan metode RAL, konsentrasi uji yang digunakan masing-masing 100 dan 200 ppm Pb, 25 dan 50 ppm Cd. Uji pengaruh aplikasi jamur pada benih padi dilakukan secara in vitro. Data hasil eksplorasi dan identifikasi jamur hasil penelitian disusun secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan sebanyak tujuh isolat jamur dari empat genus yang berbeda yaitu, Aspergillus, Trichoderma, Penicillium, & Curvularia. Ketujuh jamur diketahui resistan terhadap semua konsentrasi uji logam berat Pb dan Cd hingga konsentrasi 50 ppm. Hasil uji kemampuan remediasi logam berat oleh jamur terpilih yaitu, Trichoderma sp., Aspergillus niger, & Curvularia sp. diperoleh nilai E logam berat tertinggi masing-masing 30%, 24%, & 38% pada logam Pb dan 71%, 73%, & 75% pada logam Cd dan berpotensi sebagai agen bioremediasi logam berat Pb dan Cd. | One of the bioremediation agents is fungi. Fungi have the ability to convert toxic substances into simple substances that are environmentally friendly. This study aims to 1) exploration and identification of fungi found in the area around the roots of shallots in Brebes Regency, 2) test the ability of fungi from exploration in remediation of lead metals lead and cadmium, and 3) test the effect of fungi applications on heavy metal polluted media lead and cadmium to the growth of rice seeds. The fungi isolates obtained are identified macroscopically and microscopically, then adjusted to the key book identification of the fungus. The fungal resistance test was carried out in the PDA media which was treated with the concentration of heavy metals Pb and Cd which were 5, 10, 25, and 50 ppm. The remediation capability test was carried out using the RAL method, the test concentration used was 100 and 200 ppm Pb, 25 and 50 ppm Cd. The effect of fungi applications on rice seeds is carried out in vitro. Data on the results of exploration and identification of fungi research results are prepared descriptively. The results of the study found as many as seven fungi isolates from four different genera, namely, Aspergillus, Trichoderma, Penicillium, & Curvularia. The seven fungi are known to be resistant to all concentrations of Pb and Cd heavy metal tests to a concentration of 50 ppm. The results of the heavy metal remediation ability test by selected fungi namely, Trichoderma sp., Aspergillus niger, & Curvularia sp. obtained the highest weight E value of 30%, 24%, & 38% on Pb metals and 71%, 73%, & 75%on Cd metals and potentially as bioremediation agents of Pb and Cd heavy metals. | |
| 35123 | 38350 | L1B017007 | ANALISIS KELAYAKAN USAHA HATCHERY SKALA RUMAH TANGGA TOKOLAN UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI DESA BULU KABUPATEN JEPARA | Analisis kelayakan usaha berfungsi untuk menentukan suatu usaha layak atau tidak untuk dijalankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha hatchery tokolan udang Vannamei dalam skala rumah tangga ditinjau dari aspek finansial yang meliputi modal, penerimaan, Revenue Cost Ratio, keuntungan, Break Event Point dan Payback Period pada usaha hatchery milik Pak Sunoto dan Pak Faqih di Desa Bulu Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Metode penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha hatchery tokolan udang Vannamei dalam skala rumah tangga milik Pak Sunoto dan Pak Faqih layak untuk dijalankan serta menguntungkan dengan laba bersih Rp 66.094.802 dan Rp 352.780.361 dengan nilai R/C Ratio 1,82 dan 1,69 ; nilai BEP Harga Rp 9 dan Rp 12 ; nilai BEP Produksi 4.752.070 ekor/tahun dan 25.560.982 ekor/tahun; serta nilai Payback Period/PP 1 tahun dan 0,68 (7 bulan). | The function of business feasibility analysis was to determine whether a business is feasible or not to run. The purpose of this research was to determine the feasibility of the Vannamei shrimp hatchery business on a household scale in terms of financial aspects which is capital, revenue, Revenue Cost Ratio, profit, Break Event Point and Payback Period at hatchery business of Mr. Sunoto and Mr. Faqih in the village of Bulu District, Jepara Regency, Central Java Province. The methods of this research are observation, interviews, and literature study. The method to determining the research area is purposively. The type of this research is census research. The results of this research showed that the Vannamei shrimp hatchery business on a household scale of Mr. Sunoto and Mr. Faqih was feasible and profitable with a net profit of Rp 66.094.802 dan Rp 352.780.361 with an R/C Ratio of 1,82 and 1,69 ; BEP Price Rp 9 and Rp 12 ; BEP production 4.752.070 tail/year dan 25.560.982 tail/year; and Payback Period/PP 1 year and 0,68 (7 months). | |
| 35124 | 52424 | C1C022063 | Pengaruh Leverage, Firm Size, dan Likuiditas terhadap Financial Distress dengan Sales Growth sebagai Pemoderasi (Studi pada Perusahaan Papan Pemantauan Khusus Tahun 2024) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, firm size, dan likuiditas terhadap financial distress dengan sales growth sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus di Bursa Efek Indonesia tahun 2024. Financial distress merupakan kondisi ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan yang ditandai dengan kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Kondisi ini sering dipandang sebagai tahap awal sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan apabila tidak segera ditangani melalui kebijakan manajemen keuangan yang tepat. Financial distress dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi perusahaan, seperti menurunnya kepercayaan investor dan kreditor, terbatasnya akses terhadap sumber pendanaan, menurunnya reputasi perusahaan, serta terganggunya stabilitas operasional perusahaan dalam jangka panjang. Kondisi ini juga dapat memengaruhi nilai perusahaan dan menurunkan daya saing perusahaan di pasar. Perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia umumnya memiliki indikasi permasalahan yang berkaitan dengan kinerja keuangan, kepatuhan terhadap peraturan bursa, maupun keberlangsungan usaha. Keberadaan papan pemantauan khusus bertujuan untuk memberikan peringatan kepada investor dan kreditor mengenai kondisi perusahaan yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan perusahaan lainnya. Perusahaan dalam kategori ini cenderung menghadapi tantangan dalam mempertahankan stabilitas keuangan dan operasionalnya sehingga berpotensi mengalami kesulitan keuangan. Kondisi tersebut menjadikan perusahaan dalam kategori pemantauan khusus sebagai objek penelitian yang relevan dalam mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi financial distress. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data statistik. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia pada tahun 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria, antara lain perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus, perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap, serta perusahaan yang memiliki data yang diperlukan untuk mengukur variabel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data penelitian, uji asumsi klasik untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi asumsi statistik yang diperlukan, serta analisis regresi moderasi untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta peran variabel moderasi. Pengujian model regresi dilakukan melalui uji F dan koefisien determinasi (R²), sedangkan pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap financial distress. Firm size tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial distress. Sales growth tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Hasil pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa sales growth tidak mampu memperlemah pengaruh leverage terhadap financial distress. Sales growth juga tidak mampu memperkuat pengaruh firm size terhadap financial distress. Hasil pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa sales growth tidak mampu memperkuat pengaruh likuiditas terhadap financial distress. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan penjualan tidak selalu diikuti dengan peningkatan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh, khususnya pada perusahaan yang berada dalam kategori pemantauan khusus. Sales growth dapat terjadi tanpa disertai peningkatan arus kas maupun profitabilitas, sehingga tidak cukup kuat untuk memengaruhi tingkat kesulitan keuangan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki permasalahan fundamental yang lebih dominan dalam memengaruhi financial distress. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan struktur keuangan perusahaan menjadi faktor penting dalam mengendalikan risiko financial distress. Perusahaan perlu memperhatikan penggunaan utang secara lebih optimal agar tidak menimbulkan tekanan keuangan yang berlebihan. Kemampuan perusahaan dalam menjaga tingkat likuiditas juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan stabilitas keuangan dan kelangsungan operasional perusahaan. Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan dapat menjadi pertimbangan penting bagi investor dan kreditor dalam mengambil keputusan investasi maupun pemberian kredit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian akademik di bidang akuntansi keuangan, khususnya yang berkaitan dengan analisis financial distress serta peran variabel moderasi dalam menjelaskan hubungan antar variabel keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam merumuskan strategi perbaikan keuangan agar mampu keluar dari kondisi pemantauan khusus. | This study aims to analyze the effect of leverage, firm size, and liquidity on financial distress, with sales growth as a moderating variable, in companies listed on the special monitoring board of the Indonesia Stock Exchange in 2024. Financial distress refers to a condition in which a company experiences a decline in financial performance, indicated by difficulties in fulfilling its financial obligations. This condition is often considered an early stage prior to bankruptcy if it is not immediately addressed through appropriate financial management policies. Financial distress may cause various negative impacts on the company, such as declining investor and creditor confidence, limited access to funding sources, decreasing corporate reputation, and disruption of long-term operational stability. This condition may also affect firm value and reduce the company’s competitiveness in the market. Companies listed on the special monitoring board of the Indonesia Stock Exchange generally show indications of problems related to financial performance, compliance with stock exchange regulations, and business sustainability. The special monitoring board is intended to provide warnings to investors and creditors regarding companies that have a higher level of risk compared to other listed companies. Companies in this category tend to face challenges in maintaining financial and operational stability, thereby increasing the potential risk of financial difficulties. These conditions make special monitoring companies a relevant research object for examining factors that influence financial distress. This study applies a quantitative approach using statistical data analysis. The population consists of companies listed on the special monitoring board of the Indonesia Stock Exchange in 2024. The sampling technique used is purposive sampling with several criteria, including companies listed on the special monitoring board, companies that publish complete annual financial statements, and companies that provide the required data to measure the research variables. The data used are secondary data obtained from the companies’ annual financial statements. Data collection was conducted through documentation and literature studies. The data analysis techniques include descriptive statistical analysis to describe the characteristics of the research data, classical assumption tests to ensure that the regression model meets the required statistical assumptions, and moderating regression analysis to examine the effect of independent variables on the dependent variable as well as the role of the moderating variable. The regression model was tested using the F-test and the coefficient of determination (R²), while hypothesis testing was conducted using the t-test. The results indicate that leverage has a positive effect on financial distress. Firm size has no effect on financial distress. Liquidity has a negative effect on financial distress. Sales growth has no effect on financial distress. The moderating variable testing results show that sales growth is unable to weaken the effect of leverage on financial distress. Sales growth is also unable to strengthen the effect of firm size on financial distress. Further testing results show that sales growth is unable to strengthen the effect of liquidity on financial distress. These findings indicate that an increase in sales growth is not always followed by an overall improvement in the company’s financial condition, particularly in companies listed under the special monitoring category. Sales growth may occur without being accompanied by an increase in cash flow or profitability, thus it is not sufficiently strong to influence the level of financial distress. This suggests that companies may still face more dominant fundamental problems that influence financial distress. The implications of this study indicate that managing the company’s financial structure is an important factor in controlling the risk of financial distress. Companies need to manage the use of debt more optimally in order to avoid excessive financial pressure. The ability to maintain adequate liquidity levels is also an important factor in sustaining financial stability and ensuring business continuity. Information regarding a company’s financial condition may serve as an important consideration for investors and creditors in making investment and lending decisions. This study is expected to contribute to the development of academic research in the field of financial accounting, particularly in relation to financial distress analysis and the role of moderating variables in explaining relationships among corporate financial variables. The findings of this study may also serve as input for companies in formulating financial improvement strategies in order to recover from special monitoring status. | |
| 35125 | 38351 | C1L018033 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HYBRID LEARNING BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini sebanyak 74 yaitu peserta didik kelas XI IPS 1 da XI IPS 2. Model penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment Design dengan desain penelitian Quasi Non Equivalent Control Group Design . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan model pembelajaran hybrid learning berbasis problem based learning (PBL) terhadap peningkatan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Purwokerto. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan persentase terhadap hasil pretest dan posttest. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji independent sample t test. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa adanya pengaruh pada tingkat pemahaman peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran hybrid learning berbasis problem based learning pada mata pelajaran Ekonomi bila dibandingkan dengan model pembelajaran hybrid learning berbasis konvensional. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pihak sekolah sebaiknya lebih proaktif memfasilitasi segala kebutuhan pendidik dan peserta didik yang mampu mendukung proses pembelajaran guna peningkatan pemahaman peserta didik , seperti melakukan workshop atau pelatihan lainnya. Hal ini bertujuan supaya pendidik tetap berjalan mengikuti perkembangan model pembelajaran di dunia pendidikan. Upaya kedua adalah diharapkan pendidik bisa mempersiapkan media pembelajaran untuk pendidikan di era 4.0. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan dunia pendidikan di era 4.0 yang berbasis teknologi. | This research is a quantitative research with the type of research that is experimental research. The population in this study was 74, namely students in class XI IPS 1 and XI IPS 2. The research model used was Quasi Experiment Design with a Quasi Non Equivalent Control Group Design research design. This study aims to determine whether there is a significant influence of the problem-based learning (PBL) hybrid learning model on increasing students' understanding of Economics subjects at SMA Negeri 2 Purwokerto. The data analysis used is quantitative data analysis with the percentage of pretest and posttest results. The method used in this study is the independent sample t test. Based on the results of research and data analysis, it shows that there is an influence on the level of understanding of students after using problem-based learning hybrid learning models in Economics subjects when compared to conventional-based hybrid learning models. The implications of this research are that it is hoped that schools should be more proactive in facilitating all the needs of educators and students who are able to support the learning process in order to increase students' understanding, such as conducting workshops or other training. This is intended so that educators keep abreast of developments in learning models in the world of education. The second effort is that educators are expected to be able to prepare learning media for education in the 4.0 era. This aims to prepare the world of education in the technology-based 4.0 era. | |
| 35126 | 38352 | G1B016041 | PENGARUH APLIKASI TOPIKAL GEL KOLAGEN SISIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) TERHADAP RANKL TULANG ALVEOLAR TIKUS MODEL PERIODONTITIS KRONIS | Periodontitis kronis adalah kondisi inflamasi pada jaringan periodontal akibat aktivitas endotoksin dari bakteri anaerob seperti bakteri Porphyromonas gingivalis. Manifestasi klinis dari periodontitis kronis adalah resorpsi tulang alveolar yang ditandai dengan peningkatan ekspresi sitokin promotor osteoklastogenesis, yaitu RANKL. Kolagen tipe I pada sisik ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki kemampuan meningkatkan proliferasi dan diferensiasi osteoblas, menghambat diferensiasi osteoklas, dan menekan ekspresi RANKL pada tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal gel kolagen sisik ikan nila terhadap ekspresi RANKL pada jaringan tulang alveolar tikus model periodontitis kronis. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan posttest-control group design. Penelitian ini terbagi menjadi empat kelompok sampel, yaitu kelompok perlakuan gel kolagen sisik ikan nila 0,3% dan 0,5%, tikus model periodontitis kronis sebagai kelompok kontrol negatif dan tikus sehat sebagai kelompok kontrol positif. Tikus Sprague Dawley diberi perlakuan selama 7 hari dan didekapitasi pada hari ke-8. Ekspresi RANKL diamati melalui pewarnaan immunohistochemistry. Persentase sel yang mengekspresikan RANKL pada tulang alveolar tikus yang diberi aplikasi gel kolagen sisik ikan nila 0,3% dan 0,5% lebih rendah daripada tikus model periodontitis kronis (p<0,05) dan mendekati tikus sehat (p>0,05). Gel kolagen sisik ikan nila berpengaruh terhadap penurunan jumlah ekspresi RANKL tulang alveolar tikus model periodontitis kronis. Gel kolagen sisik ikan nila 0,3% dan 0,5% memiliki efektivitas yang sama terhadap penghambatan resorpsi tulang pada tikus model periodontitis kronis. | Chronic Periodontitis is an inflammatory condition of periodontal tissue due to endotoxin activity from anaerobic bacteria such as Porphyromonas gingivalis. Clinical manifestation of chronic periodontitis is alveolar bone resorption which characterized by increased expression of osteoclastogenesis promotor cytokines, RANKL. Type I collagen contained in tilapia (Oreochromis niloticus) fish scales has the ability to promote osteoblast proliferation and differentiation, inhibit osteoclast differentiation, and suppress RANKL expression in bone. This research aimed to determine the effect of topical application of tilapia fish scale collagen gel on RANKL of alveolar bone in chronic periodontitis model rats. This research was an experimental laboratory with a posttest-control group design. Samples was divided into four groups, 0.3% and 0.5% tilapia fish scale collagen gel treatment groups, chronic periodontitis without treatment as a negative control group, and healthy rats as a positive control group. A Sprague dawley rats were treated for seven days and decapitated on the 8th day. The RANKL expression was observed using immunohistochemistry staining. Percentage of cells expressing RANKL in alveolar bone of chronic periodontitis rats which were treated using 0.3% and 0.5% tilapia fish scales collagen gel were lower than in chronic periodontitis rats without treatment (p<0.05) and nearly equal to in healthy rats (p>0,05). The tilapia fish scale collagen gel decreased RANKL expression in alveolar bone of chronic periodontitis model rats. Tilapia fish scales collagen gel with concentration of 0.3% and 0.5% has equal effectiveness toward alveolar bone resorption inhibition in chronic periodontitis model rats. | |
| 35127 | 38353 | B1A015145 | PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI PEWARNA ALAMI TENUN IKAT KAMPUNG UMAPURA DESA TERNATE KABUPATEN ALOR NUSA TENGGARA TIMUR | Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu sentra tenun ikat yang ada di Indonesia. Seiring perkembangan zaman tenun ikat bukan hanya sebagai warisan budaya namun telah menjadi mata pencaharian masyarakat. Pembuatan tenun ikat di Nusa Tenggara Timur masih menggunakan cara tradisional, masyarakat menggunakan tumbuhan sebagai pewarna alami selain karena ramah lingkungan pewarna alami menimbulkan warna yang khas. Salah satu tempat yang masih menggunakan pewarna alami dalam pembuatan tenun ikat yaitu Kampung Umapura, Desa Ternate yang merupakan salah satu sentra tenun ikat di Kabupaten Alor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna tenun ikat dan mengetahui bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, proses pengolahan dan warna yang dihasilkan, oleh masyarakat di Kampung Umapura, Desa Ternate Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural dengan menggunakan panduan berupa kuesioner. Variabel dari penelitian ini adalah keanekaragaman tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami kain tenun dan cara pemanfaatannya, sedangan parameter yang diamati karakter morfologi tiap spesis, bagian tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami dan cara pengolahanya. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami kain tenun di Kampung Umapura, Desa Ternate berjumlah 7 spesies yaitu Jatropha gossypiifolia L, Morinda citrifolia, Curcuma longa, Terminalia catappa, Trema orientalis, Indigofera tinctoria dan Bruguiera gymnorhiza. Bagian tum buhan yang digunakan yaitu daun, kulit batang, kulit akar. Warna alami pada tumbuhan diperoleh dengan proses penumbukan, perebusan dan perendaman. Kata kunci : Kampung umapura, tenun , tumbuhan penghasil warna. | The research was conducted in Umapura Village, sub district Alor Barat Laut, alor regency, Nusa Tenggara Timur. using a direct survey method with purposive sampling technique. Data collection was obtained through interviews with semi-structural interview techniques using a guide in the form of a questionnaire. The variables of this study were the diversity of plants used as natural dyes for woven fabrics and how to use them, while the parameters observed were the morphological characters of each species, the plant parts used as natural dyes and the processing methods of plants known to the people of Umapura. Observational data were analyzed descriptively comparatively. The results showed that there were 7 species of plants that were used as natural dyes for woven fabrics in Umapura Village, namely Jatropha gossypiifolia L, Morinda citrifolia L, Curcuma longa L, Terminalia catappa DC, Trema orientale (L) Blume, Indigofera tinctoria Chapm, Bruguiera gymnorhiza (L.) Lam, stems, roots. Natural color in plants is obtained by the process of pounding, boiling and soaking. Keyword : Umapura village, weaving, color-producing plants. | |
| 35128 | 38354 | E1A018121 | TANGGUNG JAWAB PT TELEKOMUNIKASI SELULER (TELKOMSEL) SEBAGAI PELAKU USAHA PENYEDIA JASA LAYANAN TELEKOMUNIKASI BERDASARKAN UU NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Kasus Putusan Nomor 90/Pdt.Sus-BPSK/2021/PN Mdn) | Pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang dilarang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun dalam menjalankan kegiatan usahanya pelaku usaha masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha yang menimbulkan kerugian kepada konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanggung jawab PT. TELEKOMUNIKASI SELULER (Telkomsel) sebagai pelaku usaha penyedia jasa layanan telekomunikasi berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pelaku usaha telah memenuhi tanggung jawabnya atas kerugian yang dialami oleh konsumen, dimana Albert Panjaitan selaku konsumen tidak berkewajiban untuk membayar tagihan yang diberikan oleh pelaku usaha yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Akibat hukum terhadap pelaku usaha yang melakukan perbuatan melawan hukum terhadap konsumen dimana dalam Putusan Pengadilan Nomor 90/Pdt.Sus-BPSK/2021/PN Mdn PT. TELEKOMUNIKASI SELULER (Telkomsel) sebagai pelaku usaha telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu sebagaimana diatur didalam Pasal 7 huruf g Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 1365 KUHPerdata tentang Perbuatan Melawan Hukum, maka dalam hal ini PT. TELEKOMUNIKASI SELULER (Telkomsel) harus mengganti kerugian yang dialami oleh Albert Panjaitan selaku konsumen. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Pelaku Usaha, Jasa Layanan Telekomunikasi, Pascabayar | Business actors in carrying out their business activities are not allowed to commit acts that are prohibited in accordance with Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, but in carrying out their business activities business actors still find violations committed by business actors which cause losses to consumers. This research was conducted to determine the responsibility of PT. CELLULAR TELECOMMUNICATIONS (Telkomsel) as a business actor providing telecommunications services based on Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained is presented in a systematic narrative text, and the data analysis method used is qualitative normative method. Based on the results of research and discussion, business actors have fulfilled their responsibility for losses suffered by consumers, where Albert Panjaitan as a consumer is not obligated to pay bills given by business actors that are not in accordance with the agreement. Legal consequences for business actors who commit acts against the law against consumers where in Court Decision Number 90/Pdt.Sus- BPSK/2021/PN Mdn PT. CELLULAR TELECOMMUNICATIONS (Telkomsel) as a business actor has committed an unlawful act, namely as regulated in Article 7 letter g of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Article 1365 of the Civil Code concerning Unlawful Acts, in this case PT. CELLULAR TELECOMMUNICATIONS (Telkomsel) must compensate for the losses suffered by Albert Panjaitan as a consumer. Keywords : Responsibilities, Business Actors, Telecommunications Services, Postpaid | |
| 35129 | 38355 | E1A018321 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA PT. ARTAHAASIA FINANCE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR : 14/PDT.SUS-BPS/2021/PN.TSM | Kewajiban pelaku usaha sebagai perlindungan hukum bagi pelaku usaha akibat dari lalainya konsumen. Dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen mengatur perlindungan hukum kepada pelaku usaha dengan cara pelaku usaha mengajukan gugatan dari BPSK ke Pengadilan Negeri dengan jangka waktu yang telah ditentukan dengan disertai bukti-bukti kepada Majelis Hakim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum dalam putusan nomor 14/Pdt.sus-BPSK/2021/PN.Tsm apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap pelaku usaha PT. Artahaasia Finance berdasarkan dalam putusan nomor : 14/Pdt.sus-BPSK/2021/PN. Tsm telah sesuai dengan ketentuan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta akibat hukum pelaku usaha dari konsumen yang lalai telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. PT. Artahaasia Finance dipersilahkan oleh hakim BPSK untuk mengajukan gugatannya ke Pengadilan Negeri Tasikmalaya. | The obligation of business actors as legal protection for business actors as a result of consumer negligence. Article 56 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection regulates legal protection for business actors by means of business actors filing a lawsuit from BPSK to the District Court for a pre-determined period of time accompanied by evidence to the Panel of Judges. The purpose of this study is to find out how legal protection is in decision number 14/Pdt.sus-BPSK/2021/PN. Tsm when viewed from Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with descriptive research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion it can be concluded that legal protection for business actors PT. Artahaasia Finance based on decision number: 14/Pdt.sus-BPSK/2021/PN. TSM has complied with the provisions of Article 6 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and the legal consequences of business actors from negligent consumers have complied with the provisions regulated in Article 56 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. PT. Artahaasia Finance was invited by the BPSK judge to submit a lawsuit to the Tasikmalaya District Court. | |
| 35130 | 38481 | G1A019106 | PERBEDAAN PENANDA KOAGULASI PADA PASIEN COVID-19 YANG DIRAWAT DI RUANG INTENSIF DIBANDINGKAN DENGAN NON INTENSIF DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang – COVID-19 merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan manusia. Selain penyebarannya yang cepat, COVID-19 juga menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah trombosis. Trombosis pada COVID-19 lebih banyak ditemukan pada pasien yang dirawat di ruang ICU dan dapat diperkirakan kejadiannya berdasarkan penanda koagulasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan penanda koagulasi pada pasien COVID-19 yang dirawat di ruang intensif dan non intensif. Metode – Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data PT, APTT dan D-dimer pasien COVID-19 yang dirawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada 1 Januari-31 Desember 2021 digunakan untuk penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-whitney. Hasil – Didapatkan 2.100 data dengan hasil terdapat perbedaan signifikan PT (11,42 detik vs 10,89 detik, p=0,001), APTT (33,41 detik vs 35,95 detik, p=0,000), D-dimer (2.750,83 ng/mL vs 1.692,71 ng/mL, p=0,005) pada pasien COVID-19 yang dirawat di ruang intensif dibandingkan dengan non intensif RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Simpulan – Terdapat perbedaan bermakna penanda koagulasi pada pasien COVID-19 yang dirawat di ruang intensif dibandingkan dengan non intensif RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Background - COVID-19 is a disease that infects the human respiratory tract. Apart from its rapid spread, COVID-19 also causes various complications, one of which is thrombosis. Thrombosis in COVID-19 is more common in patients treated in the ICU and its occurrence can be predicted based on coagulation markers. Therefore, this study was conducted to determine if there were differences in coagulation markers in COVID-19 patients treated in intensive and non-intensive ward. Method -This study used a cross sectional design. PT, APTT and D-dimer from COVID-19 patients who were hospitalized at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital on 1 January-31 December 2021 was used for this study. Data analysis was carried out using Mann-whitney test. Results– 2.100 data was obtained with result showing a significant difference in PT (11.42 seconds vs 10.89 seconds, p=0.001), APTT (33.41 seconds vs 35.95 seconds, p=0.000), D-dimer (2750.83 ng/mL vs 1,692.71 ng/mL, p=0.005) in COVID-19 patients treated in intensive versus non-intensive ward at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. Conclusion –There are siginificant differences in coagulation markers in COVID-19 patients treated in intensive versus non-intensive ward at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 35131 | 38356 | J1E018002 | CONTENT ANALYSIS ON ENGLISH TEXTBOOK “BAHASA INGGRIS UNTUK KELAS X” PUBLISHED BY MGMP BAHASA INGGRIS KABUPATEN CILACAP | Kelas 10 SMA Negeri 1 Maos menerapkan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan Kurikulum Merdeka, pembelajaran Bahasa Inggris di SMA mengacu pada CEFR Level B1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerelevansian buku pelajaran Bahasa Inggris yang berjudul “Bahasa Inggris Untuk Kelas X” yang diterbitkan oleh MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Cilacap dengan CEFR dan KKNI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan Analisis Konten sebagai teknik analisis untuk menganalisis isi buku dengan menggunakan tabel daftar periksa antara karakteristik CEFR Level B1 dan deskripsi KKNI Level 2 dengan isi buku, kemudian divalidasi oleh ahli. Berdasarkan hasil analisis buku ini, ditemukan bahwa buku ini memiliki tingkat kerelevanan sebesar 45.45% pada CEFR Level B1, kategori ini termasuk pada tingkatan sedikit relevan, dan buku ini memiliki tingkat kerelevanan sebesar 75.51% pada KKNI Level 2, kategori ini termasuk pada tingkatan hampir mendekati relevan. Hasil temuan menyarankan penerbit untuk meningkatkan kerelevansian buku dengan CEFR Level B1 dengan membuat dan mengembangkan bahan ajar yang berhubungan dengan CEFR Level B1, dan menambahkan materi lainnya yang memuat deskripsi KKNI Level 2, dan dapat menjadikan wawasan baru bagi guru bahasa Inggris dalam pemilihan dan pengembangan bahan ajar bahasa Inggris yang relevan dan sesuai dengan Hasil Pembelajaran pada kurikulum. Kata kunci: Analisis Konten, Buku Pelajaran Bahasa Inggris, CEFR, KKNI. | The 10 grade of SMA Negeri 1 Maos applies the Merdeka Curriculum. Merdeka Curriculum states that English subject for Senior High School refers to Level B1 of CEFR. This study aims to analyze the relevance of the English Textbook entitled “Bahasa Inggris Untuk Kelas X” published by MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Cilacap with CEFR and IQF. This research is a qualitative descriptive study. This study uses documentation technique as the data collection technique. This study uses Content Analysis to analyze the contents of the textbook by making a checklist table between the characteristics of Level B1 of CEFR and a description of Level 2 of IQF with the contents of the book, then it is validated by an expert. Based on the analysis result, it is found that this book is 45.45% relevant with Level B1of CEFR, it comes to slightly relevant level, and this book is 75.51% relevant with Level 2 of IQF, it comes to approximately relevant level. The findings suggest the publisher should improve the relevancy of the book with Level B1 of CEFR by making and developing the teaching material which are related to the Level B1 of CEFR and add other materials which load the description in Level 2 of IQF, and hopefully this research can be a new insight for the English teacher in choosing and developing the English teaching material which is relevant and appropriate to the Learning Outcomes of the curriculum. Keywords: Content Analysis, English Textbook, CEFR, IQF. | |
| 35132 | 38357 | C1B018076 | Pengaruh Beban Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Stres Kerja dan Perilaku Cyberloafing (Studi pada Karyawan Pelayan Konsumen di Komerce | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan persepsi dukungan organisasi terhadap stres kerja dan perilaku Cyberloafing menggunakan pendekatan Teori Job Demands-Resources (JD-R). Subjek dari penelitian ini adalah karyawan bagian pelayan konsumen di Komerce yang merupakan sebuah start up berbasis teknologi penyedia sumber daya manusia. Responden pada penelitian ini sebanyak 110 karyawan dengan menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis SEM-PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh terhadap perilaku Cyberloafing, beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja, persepsi dukungan organisasi berpengaruh terhadap stres kerja, persepsi dukungan organisasi tidak berpengaruh terhadap perilaku Cyberloafing, dan stres kerja berpengaruh terhadap perilaku Cyberloafing. Implikasi dalam penelitian ini yaitu berhasil membuktikan pada konteks perusahaan start up berbasis teknologi bahwa faktor organisasi yang meliputi beban kerja dan persepsi dukungan organisasi tidak berdampak pada perilaku Cyberloafing. Kata Kunci : Beban Kerja, Persepsi Dukungan Organisasi, Stres Kerja, Perilaku Cyberloafing. | This research was conducted to analyze the effect of workload and perceived organizational support on job stress and Cyberloafing behavior using the Job Demands-Resources (JD-R) Theory approach. The subjects of this study were employees of the costumer services division at Komerce, which is a technology-based start-up provider of human resources. Respondents in this study were 110 employees using the purposive sampling method for sampling. This research is quantitative and uses SEM-PLS analysis. The result of this study indicate that workload has no effect on Cyberloafing behavior, workload has a positive effect on job stress, perceived organizational support has a negative effect on job stress, perceived organizational support has no effect on Cyberloafing behavior, and job stress has a positive effect on Cyberloafing behavior. The implication of this research is that it succeeded in proving in the context of technology-based start-up companies that organizational factors, which include workload and perceived organizational support do not have an impact on Cyberloafing behavior. Keywords: workload, perceived organizational support, job stress, and Cyberloafing behavior | |
| 35133 | 38358 | E1A017265 | PENERAPAN PEMBUKTIAN DALAM PUTUSAN HAKIM TENTANG TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN BERENCANA (Studi Terhadap Putusan Nomor 371/Pid.B/2020/PN. Jkt Utr) | Tulisan hukum ini berjudul "Penerapan Pembuktian dalam Putusan Hakim tentang Tindak Pidana Penganiayaan Berencana (Studi Terhadap Putusan Nomor 371/Pid.B/2020/PN.Jkt Utr)". Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah pembuktian dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam putusan Nomor 371/Pid.B/2020/PN.Jkt Utr dan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan Nomor 371/Pid.B/2020/PN.Jkt Utr. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analitis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada rumusan permasalahan pertama meliputi pembuktian terhadap perbuatan yang dilakukan Terdakwa memenuhi syarat batas minimum pembuktian sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP, dimana hakim telah memeriksa lebih dari 2 (dua) alat bukti beserta barang bukti yang diajukan oleh Penuntut Umum. Hakim meyakini atas kesalahan terdakwa yang terbukti bersalah dalam melakukan tindak pidana penganiayaan berencana yang mana sudah di atur dalam Pasal 353 ayat (2) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP. Sedangkan pada rumusan masalah yang kedua membahas pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana kepada Terdakwa, selain pertimbangan berdasarkan fakta-fakta di persidangan, hakim juga mempertimbangkan hal-hal dari aspek yuridis, sosiologis, dan filosofis Terdakwa demi keadilan dalam masyarakat. | This legal paper is entitled "Application of Evidence in Judges' Ruling on The Criminal Act of Premeditated Persecution (Study of Verdict Numbers 371/Pid.B/2020/PN.Jkt Utr)". The issues discussed in this study are the evidence in the case against Novel Baswedan in judgment No.371/Pid.B/2020/PN.Jkt Utr and the judge's legal considerations in passing judgment No.371/Pid.B/2020/PN.Jkt Utr. The research method used in this research is normative juridical with a statutory and analytical approach. Based on the results of the study, it can be concluded that in the formulation of the first problem including proof of the actions committed by the Defendant, it meets the minimum limit of proof as stipulated in Article 183 of the Criminal Procedure Code, where the judge has examined more than 2 (two) pieces of evidence along with evidence submitted by the Public Prosecutor. The judge believed in the guilt of the accused who was found guilty of committing the crime of premeditated molestation which has been regulated in Article 353 paragraph (2) of the Criminal Code. Article 55 paragraph (1) to- 1 of the Criminal Code. While in the formulation of the second issue discusses the judge's consideration in imposing a sentence on the Defendant, in addition to considerations based on the facts at trial, the judge also considers matters from the juridical, sociological, and philosophical aspects of the Defendant for the sake of justice in society. | |
| 35134 | 38379 | A1D018138 | KAJIAN DOSIS CAMPURAN JAMUR PATOGEN GULMA TERHADAP RUMPUT TEKI IN VIVO | Rumput teki merupakan salah satu gulma utama yang sukar dikendalikan. Pengendalian rumput teki lebih menekankan pada penggunaan herbisida kimia sintetis. Pengendalian hayati rumput teki menggunakan campuran jamur patogen gulma, jamur Fusarium sp., Curvularia sp., dan Chaetomium sp., menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui campuran dan dosis jamur patogen yang dapat mengendalikan rumput teki. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari September 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 24 perlakuan dan diulang dua kali. Perlakuan yang dicoba terdiri atas jamur patogen dengan 8 taraf, yaitu kontrol, Fusarium sp., Curvularia sp., dan Chaetomium sp. tunggal, dan gabungan, serta dosis dengan 3 taraf, yaitu 500 L/ha, 750 L/ha, dan 1000 L/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jamur patogen mampu mempercepat masa inkubasi sebesar 73,42 % dibanding kontrol. Perlakuan campuran tiga jamur patogen meningkatkan intensitas penyakit dan AUDPC sebesar 79,15 % dan 90,58 % dibanding kontrol. Perlakuan jamur Curvularia sp. mampu meningkatkan laju infeksi sebesar 70,89 % dibanding kontrol. Perlakuan jamur patogen tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel komponen pertumbuhan rumput teki. Variasi dosis tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap variabel komponen patosistem maupun komponen pertumbuhan rumput teki. | Purple nutgrass is one of the main weeds that is difficult to control. Control of purple nutgrass places more emphasis on the use of synthetic chemical herbicides. The biological control of purple nutgrass uses a mixture of weed pathogenic fungi, Fusarium sp., Curvularia sp., and Chaetomium sp., as an alternative for environmentally friendly control. This study aims to determine the mixture and dosage of the pathogenic fungi to control purple nutgrass. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory and Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2021 to February 2022. This study used RBD with 24 treatments and repeated twice. The treatments tried consisted of pathogenic fungi with 8 levels, i.e., control, Fusarium sp., Curvularia sp., and Chaetomium sp. single and combined, as well as doses with 3 levels, i.e., 500 L/ha, 750 L/ha, and 1000 L/ha. The results showed that the treatment of pathogenic fungi was able to accelerate the incubation period by 73,42 % compared to the control. Treatment of a mixture of three pathogenic fungi increased disease intensity and AUDPC by 79,15 % and 90,58 % compared to controls. Treatment of Curvularia sp. was able to increase the rate of infection by 70,89 % compared to the control. The treatment of pathogenic fungi did not significantly affect all component variables of purple nutgrass growth. The dose variation did not show a significant effect on the pathosystem component variables or the purple nutgrass growth component. | |
| 35135 | 38692 | G1A019035 | HUBUNGAN ANTARA METODE PERSALINAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF 6 BULAN PADA BAYI DI KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: ASI memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama pada bayi hingga usia 6 bulan. Persentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Banyumas sebesar 66,1% yang masih belum memenuhi target nasional. ASI eksklusif dipengaruhi oleh metode persalinan. Persalinan pervaginam dan operasi sesar ERACS memiliki tingkat keberhasilan ASI eksklusif lebih tinggi dibandingkan operasi sesar non- ERACS. Tujuan: Mengetahui hubungan antara metode persalinan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan pada bayu di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional pada 153 sampel yang memiliki anak berusia 6-24 bulan dan terbagi menjadi 3 kategori persalinan yaitu ERACS, pervaginam, dan operasi sesar. Keberhasilan ASI eksklusif dinilai melalui kuesioner ASI eksklusif dan analisis hubungan variabel dilakukan menggunakan uji chi-square dengan p<0,05. Hasil: Terdapat 91 subjek (59,4%) yang menyusui secara eksklusif dari total 153 subjek. Ditemukan hasil p 0,009 (<0,05) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara metode persalinan dengan pemberian ASI eksklusif. Persalinan pervaginam memiliki RR 2,167(1,234-3,805) untuk tidak ASI eksklusif dibandingkan dengan operasi sesar ERACS dan operasi sesar non-ERACS memiliki RR 2,167(1,234-3,805) untuk tidak menyusui dibandingkan dengan operasi sesar ERACS. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara metode persalinan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan pada bayi di Kabupaten Banyumas dan persalinan pervaginam serta operasi sesar non-ERACS memiliki risiko tidak ASI eksklusif lebih besar dibandingkan operasi sesar ERACS. | Background: Breast milk has an important role in meeting children's nutritional needs, especially in infants up to 6 months of age. The percentage of exclusive breastfeeding in Banyumas Regency is 66.1% which still does not meet the national target. Delivery methods can affect the success of exclusive breastfeeding. Vaginal delivery and ERACS cesarean section have higher exclusive breastfeeding rates than non-ERACS cesarean section. Objective: This study aimed to determine the relationship between emotional disorders and melatonin hormone levels in children aged 6-12 years in the era of the COVID-19 pandemic. Method: This was a cross-sectional study on 153 samples that had children aged 6-24 months and was divided into 3 categories of delivery method, namely ERACS, pervaginam, and cesarean section. The success of exclusive breastfeeding is assessed through an exclusive breastfeeding questionnaire. Relationship between variables was analyzed using a chi-square test with p<0.05. Results: Of 153 subjects, 91 subjects (59.4%) practiced exclusive breastfeeding. The results of p=0.009 were found so that there was a significant relationship between the method of delivery and exclusive breastfeeding. Vaginal delivery had an RR of 2.167(1.234-3.805) for non-exclusive breastfeeding compared to ERACS cesarean section and non-ERACS cesarean section had an RR of 2.167(1.234-3.805) for non-breastfeeding compared to ERACS cesarean section. Conclusion: There is a significant relationship between the delivery method and exclusive breastfeeding for 6 month for babies in Banyumas Regency and vaginal delivery and non- ERACS cesarean section have a greater risk of not exclusive breastfeeding than ERACS cesarean section. | |
| 35136 | 38360 | J0B019017 | PENERJEMAHAN PETA INFORMASI TEMPAT WISATA BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN LAYANAN DINAS PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA | Artikel ini berjudul “Penerjemahan Peta Informasi Tempat Wisata Berbahasa Mandarin Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Layanan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta”. Tujuan penulisan artikel ini adalah menghasilkan peta informasi tempat wisata berbahasa Mandarin sebagai upaya dalam meningkatkan layanan di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, yang ditujukan untuk wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia salah satunya wisatawan berlatarbelakang bahasa Mandarin. Pada penerjemahan peta berbahasa Mandarin, penulis menggunakan metode komunikatif agar informasi dalam peta tersampaikan secara efektif kepada wisatawan berbahasa Mandarin. Adapun teknik yang digunakan untuk mendukung metode ini adalah teknik deskripsi. Hasil dari penulisan artikel ini adalah peta informasi tempat wisata berbahasa Mandarin yang dapat meningkatkan layanan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. | This article is titled "Translation of Information Map of Tourist Attractions in Mandarin as an Effort in Improving the Services of the Yogyakarta City Tourism Office". The purpose of writing this article is to produce an information map of Chinese-language tourist attractions as an effort to improve services at the Yogyakarta City Tourism Office, which is aimed at foreign tourists coming to Indonesia, one of whom is tourists with a Mandarin language background. In translating Chinese maps, the author uses a communicative method so that the information on the map is conveyed effectively to Chinese-speaking tourists. The technique used to support this method is the description technique. The result of writing this article is an information map of tourist attractions in Mandarin which can improve the services of the Yogyakarta City Tourism Office. | |
| 35137 | 38361 | G1A017063 | Hubungan Subtipe Luminal dengan Stadium Klinis pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar Belakang: Kanker payudara subtipe luminal terdiri atas subkelompok heterogen—luminal A dan luminal B—yang dicirikan oleh sejumlah karakteristik klinikopatologis serta prognosis yang berbeda. Kanker payudara luminal B dikaitkan dengan biologi tumor yang lebih agresif dan parameter stadium yang lebih buruk dibandingkan dengan luminal A. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara subtipe luminal dengan stadium klinis pada pasien kanker payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian cross-sectional ini mencakup 194 kasus kanker payudara luminal di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dari tahun 2019-2021. Data subjek penelitian yang relevan, termasuk usia, hasil pemeriksaan imunohistokimia, dan stadium klinis, diperoleh dari rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Rerata usia pasien kanker payudara luminal didapatkan 50,52 tahun dan sebagian besar berusia di atas 40 tahun (84,5%). Subtipe luminal yang paling banyak dijumpai adalah luminal B (63,9%). Mayoritas pasien terdiagnosis dengan stadium klinis III (37,6%), diikuti dengan stadium II (36,6%), stadium I (18,6%), dan stadium IV (7,2%). Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara subtipe luminal dengan stadium klinis signifikan secara statistik (p = 0,015; p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara subtipe luminal dengan stadium klinis pada pasien kanker payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Background: Luminal breast cancer consists of heterogeneous subgroups—luminal A and luminal B—which are characterized by a number of different clinicopathological characteristics and prognosis. Luminal B cancer is associated with more aggressive tumor biology and more advanced staging parameters than luminal A cancer. This study aimed to determine the association between luminal subtypes and clinical stage in breast cancer patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. Methods: This cross-sectional study included a total of 194 luminal breast cancer cases at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto from 2019-2021. Relevant data of the subjects, including age, immunohistochemistry results, and overall clinical stage, were collected from the medical records. Data were analyzed using chi-square test. Results: The mean age of luminal breast cancer patients was 50.52 years and most of them were over 40 years old (84.5%). Luminal B was the most common luminal subtype (63.9%). The majority of patients were diagnosed with clinical stage III (37.6%), followed by stage II (36.6%), stage I (18.6%), and stage IV (7.2%). The association between luminal subtypes and clinical stage was found to be statistically significant (p = 0.015; p < 0.05). Conclusion: There is an association between luminal subtypes and clinical stage in breast cancer patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. | |
| 35138 | 38362 | C1A017021 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR (STUDI KASUS NASABAH BANK BJB CABANG SUMBER KABUPATEN CIREBON) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, pendapatan, harga rumah dan lokasi rumah terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada nasabah bank BJB cabang Sumber Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan teknik analisis linier berganda dengan sampel sebanyak 86 responden. Teknik pengambilan data menggunakan accidental sampling. Lokasi penelitian ini di bank BJB Cabang Sumber Kabupaten Cirebon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan KPR, pendapatan dan harga rumah berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan KPR, dan lokasi rumah tidak berpengaruh terhadap permintaan KPR pada nasabah bank BJB cabang Sumber Kabupaten Cirebon. Dan variabel pendapatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan KPR pada nasabah bank BJB cabang Sumber Kabupaten Cirebon. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu nasabah perlu mempertimbangkan tingkat suku bunga sebelum mengajukan KPR. Pemerintah dan developer juga dapat bekerjasama dalam membangun rumah dengan menawarkan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya juga membangun perumahan di lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai sehingga dapat memudahkan aktivitas masyarakat. | This study aims to analyze the effect of interest rates, income, house prices and the location of the house on the demand for Home Ownership loans (KPR) at Bank BJB Branch Sumber Cirebon. This study used multiple linear analysis techniques with a sample of 86 respondents. Data collection techniques using accidental sampling. The location of this study in Bank BJB Branch source Cirebon. The results of this study indicate that interest rates have a negative and significant effect on mortgage demand, income and house prices have a positive and significant effect on mortgage demand, and the location of the House has no effect on mortgage demand in customers of Bank BJB Sumber Branch Cirebon. And variable income is the most influential variable on mortgage demand in customers of Bank BJB Branch source Cirebon. The implication of the above conclusion is that customers need to consider the interest rate before applying for a mortgage. The government and developers can also cooperate in building houses by offering prices that can be reached by the community in Cirebon Regency and surrounding areas as well as building housing in strategic locations and adequate facilities so as to facilitate community activities. | |
| 35139 | 38384 | C1C018016 | PENGARUH PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI | Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan sustainability report dan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel pemoderasi. Objek penelitian ini merupakan pengungkapan sustainability report, corporate social responsibility, profitabilitas dan nilai perusahaan. Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Sampel yang diperoleh sebesar 17 perusahaan dengan teknik purposive sampling dan uji outlier. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menggunakan partial least square (PLS). Hasil pada penelitian ini yaitu: (1) pengungkapan sustainability report berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan; (2) pengungkapan corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (3) profitabilitas tidak mampu memperkuat pengaruh pengungkapan sustainability report terhadap nilai perusahaan; (4) profitabilitas tidak mampu memperkuat pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan. Implikasi dari penelitian ini merupakan perusahaan diharapkan dapat memahami pengaruh dan manfaat dari pengungkapan laporan non-keuangan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, perusahaan dapat meningkatkan komunkasi kepada stakeholder melalui laporan non-keuangan sehingga manfaat dari pengungkapan laporan non-keuangan dapat perusahaan rasakan hasilnya. | This research is an empirical research with a quantitative approach. This study aims to determine the effect of the use of sustainability reports and corporate social responsibility on firm value with profitability as a moderating variable. The objects of this research are sustainability reports, corporate social responsibility, profitability, and corporate value. The population of this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2015-2020 period. The sample obtained is 17 companies with purposive sampling technique. This study uses data analysis techniques using partial least squares (PLS). The results of this study are: (1) the use of sustainability reports has a positive effect on firm value; (2) the achievement of corporate social responsibility does not affect the value of the company; (3) profitability is not able to strengthen the effect of the use of sustainability reports on firm value; (4) profitability is not able to strengthen the value of the influence of the use of corporate social responsibility on the company. The implication of this research is that the company is expected to be able to understand the impact and benefits of the company's non-financial reports. In addition, companies can improve stakeholder communication through non-financial reports so that the benefits of non-financial reports that are acceptable to the company can be felt. | |
| 35140 | 38699 | P2B020001 | TINGKAT KEBERDAYAAN DAN PARTISIPASI KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN CILACAP | ABSTRAK Pembangunan memerlukan partisipasi dan kerjasama dari semua pihak mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pihak masyarakat dan pemerintah Desa Mernek sebagai pihak pemerintah yang sudah melaksanakan kerjasama atau kemitraan dengan pihak swasta dan perusahaan PT. Pertamina untuk melaksanakan program pemberdayaan. Maka tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi serta keberdayaan KWT dalam pemberdayaan sosial ekonomi. Penelitian menggunakan mixed methods dengan strategi eksplanatoris sekuensial yang memulai pelaksanaan metode riset kuantitatif dengan analisis katagorisasi deskriptif kemudian hasilnya diperdalam dan dilengkapi dengan melakukan metode riset kualitatif wawancara, observasi, dokumentasi dan metode Participatory Learning and Action (PLA). Penentuan sampel untuk metode penelitian kuantitatif dengan teknik sensus yaitu semua anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Desa sebanyak 35 orang. Lokasi penelitian di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap sebagai lokasi dan sasaran penelitian. Penentuan informan untuk penelitian kualitatif dengan purposive sampling terdiri dari ketua kelompok dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Desa, pemerintah desa, para praktisi dan akademisi. Pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dan analisis kualitatif partisipatif dengan dukungan aplikasi software NVIVO 12 untuk menggambarkan persepsi anggota KWT terkait peran kelompok dan hambatan serta kekuatan yang dimilikinya. Dengan menggunakan software NVIVO 12, koding data akan dilakukan efektif dan efisien. Hasil penelitian (1) Kelompok wanita Tani (KWT) Bunga Desa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan sosial dan ekonomi yang kreatif dan produktif yaitu kegiatan bank sampah, pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk, pengolahan limbah rumah tangga melalui budidaya Maggot dan pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayuran dan TOGA. Kemudian pemberdayaan ekonomi terdiri dari pembuatan pupuk organik cair dan padat, budidaya ikan lele, budidaya Maggot, budidaya ayam petelur, pembuatan kripik tempe, roti dan kue. (2) Tingkat keberdayaan kemampuan dalam pengambilan keputusan masuk kategori sangat rendah sebesar 34,3% dan tipe partisipasinya sebagai Co-option artinya para anggota KWT Bunga Desa tidak terlalu berperan banyak, tetapi hanya mengikuti kegiatan saja dan hanya beberapa orang saja yang menjadi pengurus yang memiliki kesempatan, keberanian, dan pengalaman melakukan proses pengambilan serta menentukan keputusan. Keempat indikator tingkat keberdayaan KWT Bunga Desa masuk kategori cukup tinggi dan tipe partisipasi Consultation dan berperan sebagai klien dalam program pemberdayaan sosial ekonomi. Anggota KWT Bunga Desa umumnya mampu berargumen atau beropini untuk beraspirasi, akan tetapi out-sider dalam hal ini pemerintah desa, fasilitator program CSR Pertamina dan penyuluh yang menganalisis, menentukan dan memutuskan program pemberdayaan sosial ekonomi. (3) Faktor pendukung keberdayaan dan partisipasi KWT Bunga Desa yaitu akses informasi dari para ketua kelompok atau pengurus yang intens, kekompakan dalam pertemanan antar anggota dan pengurus, memiliki motivasi dalam setiap kegiatan pemberdayaan sosial ekonomi untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan wirausaha. Peran aktif penyuluh dan dukungan pemerintah desa yang bekerjasama dengan program CSR Pertamina. Faktor penghambat yaitu perencanaan program dan anggaran pemberdayaan sosial ekonomi dirumuskan dan ditetapkan tidak secara partisipatif, namun didominasi oleh falisitator CSR Pertamina dan pemerintah desa. | ABSTRACT Development requires the participation and cooperation of all parties, starting from the Women Farmers Group as a community party and the Mernek Village government has carried out collaborations or partnerships with the private sector and PT. Pertamina to carry out the empowerment program. The study aims to describe and analyze the participation and empowerment of the Women Farmers Group in socio-economic empowerment. The study used mixed methods with a sequential explanatory strategy which begins with quantitative research methods with descriptive categorization analysis then the results are deepened and complemented by conducting qualitative research methods of interviews, observation, documentation, and Participatory Learning and Action (PLA) methods. Determination of the sample for the quantitative research method using the census technique, namely all members of the Bunga Desa Women Farmers Group as many as 35 people. The research location was in Maos District, Cilacap Regency of Central Java Province. Informants for qualitative research used purposive sampling consisting of group leaders and members of the Bunga Desa Women Farmers Group, village government, practitioners, and academics. Data were collected by distributing questionnaires, participant observation, interviews, Focus Group Discussion (FGD), and documentation. The research analysis uses descriptive quantitative analysis and participatory qualitative analysis with the support of the NVIVO 12 software application to describe the perceptions of Women Farmers Group members regarding the role of the group and the obstacles and strengths they have. By using the NVIVO 12 software, data coding will be carried out effectively and efficiently. The results of the study (1) Women Farmer Group participates in various creative and productive social and economic empowerment activities, namely, waste bank activities, processing household organic waste into fertilizer, processing household waste through Maggot cultivation, and utilizing yards by planting vegetables and Family medicinal plants. The economic empowerment consists of making liquid and solid organic fertilizers, cultivating catfish, cultivating Maggot, cultivating laying hens, and making tempeh chips, bread, and cakes. (2) The level of empowerment in the ability to make decisions is in the very low category of 34.3% and the type of participation as a Co-option means that the members of the Women Farmers Group do not play much of a role, but only participate in activities and only a few people who become administrators who have the opportunity, courage, and experience to carry out the process of making and making decisions. The four indicators of the Women Farmers Group empowerment level are in a fairly high category and are consultation participation types and act as clients in socio-economic empowerment programs. Members of the Women Farmers Group are generally able to argue or have opinions for aspirations but are outsiders in this case the village government, Pertamina's CSR program facilitators, and extension workers who analyze, determine and decide on socio-economic empowerment programs. (3) The supporting factors for Women Farmers Group empowerment and participation are intense access to information from group leaders or administrators, solidarity in friendship between members and administrators, have motivation in every socio-economic empowerment activity to increase knowledge, skills, and entrepreneurship. The active role of extension workers and village government support in collaboration with Pertamina's CSR program. The inhibiting factor is that the program planning and socio-economic empowerment budget are not formulated and determined in a participatory manner, but are dominated by Pertamina's CSR facilitators and the village government. |